• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVISI MAKALAH 02 ASPEK FILSAFAT ISLAM.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REVISI MAKALAH 02 ASPEK FILSAFAT ISLAM.pdf"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

ASPEK FILSAFAT ISLAM

ASPEK FILSAFAT ISLAM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Islam Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Islam

Disusun oleh: Disusun oleh: Kelompok 2 Kelompok 2 Syarif

Syarif Pujiantoro Pujiantoro 1115102000010211151020000102 Tina

Tina Yuliana Yuliana 1115102000009811151020000098 Anggita

Anggita Cahya Cahya Utami Utami 1115102000006311151020000063 Maghfira

Maghfira Deswita Deswita 1115102000007811151020000078

Dosen Pengampuh : Siti Nadroh M, Ag Dosen Pengampuh : Siti Nadroh M, Ag

PROGRAM STUDI FARMASI

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS KESEHATAN DAN ILMU KESEHATAN

FAKULTAS KESEHATAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSIT

UNIVERSITAS ISLAM

AS ISLAM NEGERI (UIN)

NEGERI (UIN)

SYARIF

SYARIF HIDAYATUL

HIDAYATULLAH

LAH

JAKARTA

JAKARTA

MARET 2016

MARET 2016

(2)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Zaman telah berganti dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju dalam Zaman telah berganti dan perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju dalam  bidangnya masing-masing tak terkecuali ilmu filsafat. Pada zaman dahulu, konon ilmu ini  bidangnya masing-masing tak terkecuali ilmu filsafat. Pada zaman dahulu, konon ilmu ini milik orang Kaldan, Iraq. Kemudian berpindah kepada orang Mesir selanjutnya milik orang Kaldan, Iraq. Kemudian berpindah kepada orang Mesir selanjutnya  berpindah

 berpindah lagi lagi pada pada orang orang Yunani. Yunani. Beberapa Beberapa kurun kurun waktu waktu dan dan setelah setelah mengalamimengalami  penerjemahan,

 penerjemahan, ilmu ilmu ini ini berpindah berpindah lagi lagi kepada kepada orang orang Suryani Suryani selanjutnya selanjutnya pada pada orangorang Arab. Sehingga sekarang muncullah apa yang disebut filsafat islam. Ilmu ini tetap Arab. Sehingga sekarang muncullah apa yang disebut filsafat islam. Ilmu ini tetap diajarkan karena para filosof (orang yang menguasai ilmu filsafat) berpendapat bahwa diajarkan karena para filosof (orang yang menguasai ilmu filsafat) berpendapat bahwa ilmu ini merupakan keutamaan, sumber segala ilmu, induk semua ilmu, sumber segala ilmu ini merupakan keutamaan, sumber segala ilmu, induk semua ilmu, sumber segala hikmah dan sumber kecakapan manusia. Jadi, penyusunan makalah ini kami kira menjadi hikmah dan sumber kecakapan manusia. Jadi, penyusunan makalah ini kami kira menjadi  penting untuk memberikan wawasan mengenai ilmu filsafat islam.

 penting untuk memberikan wawasan mengenai ilmu filsafat islam.

B.

B.

Rumusan MasalahRumusan Masalah

1.

1.

Apa itu Filsafat dan Filsafat Islam ?Apa itu Filsafat dan Filsafat Islam ?

2.

2.

Apa perbedaan Filsafat Islam dengan Filsafat Barat?Apa perbedaan Filsafat Islam dengan Filsafat Barat?

3.

3.

Apa latar belakang munculnya Filsafat Islam serta siapa tokoh-tokoh dalam IlmuApa latar belakang munculnya Filsafat Islam serta siapa tokoh-tokoh dalam Ilmu Filsafat Islam?

Filsafat Islam?

4.

4.

Apa sajakah pokok-pokok masalah yang dibahas Filsafat Islam?Apa sajakah pokok-pokok masalah yang dibahas Filsafat Islam?

5.

5.

Bagaimana kita menyikapi perbedaan pendapat para filosof Islam dan apaBagaimana kita menyikapi perbedaan pendapat para filosof Islam dan apa manfaatnya bagi kehidupan?

manfaatnya bagi kehidupan?

C.

C.

Tujuan PenulisanTujuan Penulisan

1.

1.

untuk mengetahui pengertian Filsafat dan Filsafat Islamuntuk mengetahui pengertian Filsafat dan Filsafat Islam

2.

2.

untuk mengetahui perbedaan Filsafat Islam dengan untuk mengetahui perbedaan Filsafat Islam dengan Filsafat BaratFilsafat Barat

3.

3.

untuk mengetahui latar belakang munculnya Filsafat Islam serta siapa tokoh-untuk mengetahui latar belakang munculnya Filsafat Islam serta siapa tokoh-tokoh dalam Ilmu Filsafat

tokoh dalam Ilmu Filsafat IslamIslam

4.

4.

untuk mengetahui pokok-pokok masalah untuk mengetahui pokok-pokok masalah yang dibahas Filsafat Islamyang dibahas Filsafat Islam

5.

5.

untuk mengetahui sikap kita menyikapi perbedaan pendapat para filosof Islam danuntuk mengetahui sikap kita menyikapi perbedaan pendapat para filosof Islam dan manfaatnya bagi kehidupan

(3)

BAB II

BAB II

FILSAFAT ISLAM

FILSAFAT ISLAM

A.

A. Pengertian Filsafat dan Filsafat IslamPengertian Filsafat dan Filsafat Islam

Filsafat berasal dari kata Yunani yaitu

Filsafat berasal dari kata Yunani yaitu philos philos dan dan sophia. Philos sophia. Philos yang berarti cinta danyang berarti cinta dan dalam arti luas yang berarti keinginan. Sedangkan

dalam arti luas yang berarti keinginan. Sedangkan  sophia sophia yang berarti kebenaran atauyang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Secara etimologi filsafat berarti cinta pada kebijaksanaan atau kebenaran. kebijaksanaan. Secara etimologi filsafat berarti cinta pada kebijaksanaan atau kebenaran. Hasan Sadzili mengatakan bahwa filsafat adalah cinta akan kebenaran

Hasan Sadzili mengatakan bahwa filsafat adalah cinta akan kebenaran11.. Jadi, filsafat adalahJadi, filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah dan kebijaksanaan.

cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah dan kebijaksanaan.

Menurut Moh. Hatta dan Langeveld, filsafat tidak perlu diberikan karena setiap orang Menurut Moh. Hatta dan Langeveld, filsafat tidak perlu diberikan karena setiap orang memiliki titik tekan yang berbeda dalam mendefinisikannya. Oleh karena itu, beliau memiliki titik tekan yang berbeda dalam mendefinisikannya. Oleh karena itu, beliau membiarkan seseorang meneliti filsafat terlebih dahulu kemudian menyimpulkannya sendiri. membiarkan seseorang meneliti filsafat terlebih dahulu kemudian menyimpulkannya sendiri.22 Plato menyebut Socrates sebagai seorang philosophos (filosof), yakni pecinta kebijaksanaan. Plato menyebut Socrates sebagai seorang philosophos (filosof), yakni pecinta kebijaksanaan. Sebelum Socrates, ada suatu kelompok yang menyebut diri mereka sophist (kaum sofis) yang Sebelum Socrates, ada suatu kelompok yang menyebut diri mereka sophist (kaum sofis) yang  berarti

 berarti para para cendekiawan.cendekiawan.33 Plato mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentangPlato mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada. Menurut Aristoteles filsafat adalah menyelidiki sebab dan azas segala benda. segala yang ada. Menurut Aristoteles filsafat adalah menyelidiki sebab dan azas segala benda. Karena itu, Aristoteles menamakan filsafat dengan “teologi” atau “filsafat pertama”. Karena Karena itu, Aristoteles menamakan filsafat dengan “teologi” atau “filsafat pertama”. Karena itu Aristoteles

itu Aristoteles menyimpulkan bahwa setiap gerak di almenyimpulkan bahwa setiap gerak di alam am ini digerakkan oleh yang lain, ini digerakkan oleh yang lain, daridari hasil pemikirannya secara komprehensif sesuatu yang bergerak tentu tidak terlepas dari hasil pemikirannya secara komprehensif sesuatu yang bergerak tentu tidak terlepas dari sesuatu yang bermateri tentulah dua yang berpoten

sesuatu yang bermateri tentulah dua yang berpotensi untuk bergerak.si untuk bergerak.44

Al-Farabi mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang alam yang maujud Al-Farabi mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.55 Menurut Sultan Takdir AlisjahbanaMenurut Sultan Takdir Alisjahbana  berpendapat

 berpendapat bahwa bahwa filsafat filsafat adalah adalah berpikir berpikir dengan dengan insaf.insaf.66  Fuad Hasan berpendapat, bahwa  Fuad Hasan berpendapat, bahwa filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal dalam arti mulai dari radixnya sesuatu filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal dalam arti mulai dari radixnya sesuatu

1 1

 Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya 1990), h. 8.  Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya 1990), h. 8. 2 2 Ibid, h. 432 Ibid, h. 432 3 3

Harun Nasution, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang 1973), h. 23. Harun Nasution, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang 1973), h. 23. 4

4

K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta: Kanisius 1981), h. 155 K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta: Kanisius 1981), h. 155 5 5 Ibid, h. 43 Ibid, h. 43 6 6

Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 9. Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 9.

(4)

gejala, dari akarnya sesuatu yang hendak dipermasalahkan. Dan dengan jalan penjagaan yang gejala, dari akarnya sesuatu yang hendak dipermasalahkan. Dan dengan jalan penjagaan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada k

radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada k esimpulan yang universal.esimpulan yang universal.77

Filsafat adalah pandangan yang menyuluruh dan sistematis, dikatakan begitu karena Filsafat adalah pandangan yang menyuluruh dan sistematis, dikatakan begitu karena filsafat bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan suatu pandangan yang dapat menembus filsafat bukan hanya sekedar pengetahuan, melainkan suatu pandangan yang dapat menembus sampai dibalik pengetahuan itu sendiri. Dikatakan sistematis karena filsafat menggunakan 2 sampai dibalik pengetahuan itu sendiri. Dikatakan sistematis karena filsafat menggunakan 2 metode berfikir secara sadar, teliti, teratur, serta sesuai dengan hukum-hukum yang ada. metode berfikir secara sadar, teliti, teratur, serta sesuai dengan hukum-hukum yang ada. Adapun filsafat Islam adalah pemikiran-pemikiran filsafat yang memberikan kontribusi pada Adapun filsafat Islam adalah pemikiran-pemikiran filsafat yang memberikan kontribusi pada Islam dan sebaliknya Islam menggunakan filsafat untuk memperkuat prinsip-prinsip agama. Islam dan sebaliknya Islam menggunakan filsafat untuk memperkuat prinsip-prinsip agama. Salah satu prinsip dalam filsafat adalah berpikir radikal, yang berujung pada pengakuan Salah satu prinsip dalam filsafat adalah berpikir radikal, yang berujung pada pengakuan  bahwa

 bahwa alam alam ini ini disebabkan disebabkan oleh oleh suatu suatu zat zat yang yang tidak tidak tergantung tergantung siapapun. siapapun. Dalam Dalam bahasabahasa agama zat tersebut adalah Tuhan.

agama zat tersebut adalah Tuhan.

B.

B. Perbedaan filsafat Islam dan filsafat baratPerbedaan filsafat Islam dan filsafat barat

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa filsafat lahir dari Yunani, namun ada juga Banyak pendapat yang mengatakan bahwa filsafat lahir dari Yunani, namun ada juga yang mengatakan bahwa filsafat dimulai dari Islam. Ada lagi yang berpendapat asal mula yang mengatakan bahwa filsafat dimulai dari Islam. Ada lagi yang berpendapat asal mula filsafat dari gabungan keduanya.

filsafat dari gabungan keduanya.

Filsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh para filosof Barat sejak abad Filsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh para filosof Barat sejak abad  pertengahan sampai abad modern. Sedangkan Filsafat Islam adalah berpikir bebas, radikal dan  pertengahan sampai abad modern. Sedangkan Filsafat Islam adalah berpikir bebas, radikal dan  berada pada

 berada pada taraf makna taraf makna yang mempunyai yang mempunyai sifat, corak sifat, corak dan karakter dan karakter yang menyelamatkan yang menyelamatkan dandan kedamaian hati.

kedamaian hati.

Perjalanan filsafat Barat dimulai dari masa Yunani Kuno, yang terfokus pada Perjalanan filsafat Barat dimulai dari masa Yunani Kuno, yang terfokus pada  pemikiran

 pemikiran asal asal kejadian kejadian alam alam secara secara rasional. rasional. Segala Segala sesuatu sesuatu harus harus atas atas dasar dasar logika.logika. Kemudian masa abad pertengahan filsafat berubah arah menjadi bersifat teosentrik, segala Kemudian masa abad pertengahan filsafat berubah arah menjadi bersifat teosentrik, segala kebenaran ukurannya adalah ketaatan pada Gereja. Maka mereka banyak yang berasal dari kebenaran ukurannya adalah ketaatan pada Gereja. Maka mereka banyak yang berasal dari kalangan pendeta (agamawan). Pada perjalanan berikutnya para pendeta dogmatis itu kalangan pendeta (agamawan). Pada perjalanan berikutnya para pendeta dogmatis itu ditinggal para ilmuwan yang kemudian beralih pada pemikiran yang bercorak bebas, radikal, ditinggal para ilmuwan yang kemudian beralih pada pemikiran yang bercorak bebas, radikal, dan

danrasionalrasionalyangyangrealis.realis.

Filsafat Islam segala bentuk pemikiran ilmuwan muslim yang mendalam secara Filsafat Islam segala bentuk pemikiran ilmuwan muslim yang mendalam secara teoritis maupun empiris, bersifat universal yang berlandaskan Wahyu. Filsafat Islam teoritis maupun empiris, bersifat universal yang berlandaskan Wahyu. Filsafat Islam

7 7

Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 10. Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 10.

(5)

merupakan pengembangan filsafat Plato dan Aristoteles yang telah dilandasi dengan ajaran merupakan pengembangan filsafat Plato dan Aristoteles yang telah dilandasi dengan ajaran Islam dan memadukan antara filsafat dan Agama, filsafat yang berciri religius dan berusaha Islam dan memadukan antara filsafat dan Agama, filsafat yang berciri religius dan berusaha sekuat tenaga memasukkan teks agama dengan akal.

sekuat tenaga memasukkan teks agama dengan akal.

Tujuan Filsafat barat dan filsafat islam sebenarnya hampir sama. Namun karena Tujuan Filsafat barat dan filsafat islam sebenarnya hampir sama. Namun karena terjadinya perbedaan agama maka pada filsafat islam ada yang membatasinya, yaitu terjadinya perbedaan agama maka pada filsafat islam ada yang membatasinya, yaitu menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan mempergunakan akal sampai menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan mempergunakan akal sampai  pada hakikatnya,

 pada hakikatnya, jadi dalam jadi dalam filsafat objeknya filsafat objeknya tidak membatasi tidak membatasi diri. Dalam diri. Dalam filsafat membahasfilsafat membahas tentang objeknya sampai kedalamannya, sampai ke radikal dan totalitas.

tentang objeknya sampai kedalamannya, sampai ke radikal dan totalitas.

C.

C. Latar Belakang Lahirnya Filsafat Islam, dan Tokoh-tokohnyaLatar Belakang Lahirnya Filsafat Islam, dan Tokoh-tokohnya

Sejarah filsafat Islam tidak dapat dilepaskan dari filsafat Yunani. Filsafat Yunani Sejarah filsafat Islam tidak dapat dilepaskan dari filsafat Yunani. Filsafat Yunani dikembangkan oleh Alexander Agung yang sering juga dikenal Iskandar Zulkarnain. dikembangkan oleh Alexander Agung yang sering juga dikenal Iskandar Zulkarnain. Alexander Agung adalah Raja Macedonia yang juga merupakan murid dari Aristoteles. Alexander Agung adalah Raja Macedonia yang juga merupakan murid dari Aristoteles. Cita-cita Alexander ingin menguasai Mesir karena Mesir dianggap tempat yang strategis untuk cita Alexander ingin menguasai Mesir karena Mesir dianggap tempat yang strategis untuk mengembangkan kekuasaan dan peradaban. Ternyata keinginannya terwujud, sehingga dia mengembangkan kekuasaan dan peradaban. Ternyata keinginannya terwujud, sehingga dia tidak hanya menguasai Mesir, tetapi juga Syiria dan sebagian India.

tidak hanya menguasai Mesir, tetapi juga Syiria dan sebagian India.

Alexander mencoba memperkenalkan filsafat dan budaya Yunani di daerah jajahannya Alexander mencoba memperkenalkan filsafat dan budaya Yunani di daerah jajahannya dengan cara

dengan cara menganjurkan para prajurmenganjurkan para prajurit dan it dan intelektual Yunani intelektual Yunani untuk mengawini untuk mengawini pendudukpenduduk setempat sehingga mereka betah hidup di tempat yang dikuasai. Transformasi inilah yang setempat sehingga mereka betah hidup di tempat yang dikuasai. Transformasi inilah yang menjadi cikal bakal perkembangan filsafat dan peradaban Yunani di luar wilayah Yunani. menjadi cikal bakal perkembangan filsafat dan peradaban Yunani di luar wilayah Yunani. Karena itu, tidak heran wilayah yang dikuasainya lebih maju dibandingkan dengan Yunani Karena itu, tidak heran wilayah yang dikuasainya lebih maju dibandingkan dengan Yunani sendiri. Peradaban Yunani lebih berkembang di Mesir, Syiria dan Yudinsapur. Perkembangan sendiri. Peradaban Yunani lebih berkembang di Mesir, Syiria dan Yudinsapur. Perkembangan  peradaban filsafat Yunani di luar Yunani disebut Hellenisme.

 peradaban filsafat Yunani di luar Yunani disebut Hellenisme.

Hellenisme memiliki pengaruh masuknya filsafat dalam Islam. Sebab, ketika Islam Hellenisme memiliki pengaruh masuknya filsafat dalam Islam. Sebab, ketika Islam  berhasil menaklukan Mesir, S

 berhasil menaklukan Mesir, S yiria dan Baghdad, yiria dan Baghdad, wilayah tersebut sudah wilayah tersebut sudah maju oleh peradabanmaju oleh peradaban Yunani. Pada masa

al-Yunani. Pada masa al-Ma’mun, Harun alMa’mun, Harun al-Rasyid dan al-Amin berusaha mengembangkan-Rasyid dan al-Amin berusaha mengembangkan tradisi tersebut dengan memberikan dorongan dan intensif yang cukup besar bagi tradisi tersebut dengan memberikan dorongan dan intensif yang cukup besar bagi  perkembangan

 perkembangan filsafat filsafat dan dan ilmu. ilmu. Jadi Jadi dapat dapat dikatakan dikatakan bahwa bahwa perhatian perhatian khalifah khalifah yang yang begitubegitu  besar bagi perkembangan

 besar bagi perkembangan ilmu dan filsafat merupakan salah satu ilmu dan filsafat merupakan salah satu faktor peradaban Islam majufaktor peradaban Islam maju dan dapat dibanggakan. Disamping itu, ayat-ayat

Al-dan dapat dibanggakan. Disamping itu, ayat-ayat Al-Qur’an mendorong umat Islam untukQur’an mendorong umat Islam untuk

selalu memaksimalkan daya akalnya. Perjumpaan tradisi Islam dengan tradisi-tradisi yang selalu memaksimalkan daya akalnya. Perjumpaan tradisi Islam dengan tradisi-tradisi yang

(6)

sudah maju merupakan faktor lain yang cukup dominan dalam memberikan kontribusi positif sudah maju merupakan faktor lain yang cukup dominan dalam memberikan kontribusi positif  bagi

 bagi kemajuan kemajuan ilmu ilmu dan dan filsafat di filsafat di dunia dunia Islam. Kemajuan Islam. Kemajuan Islam relatif Islam relatif mudah mudah diraih diraih karenakarena  bibit

 bibit kemajuan kemajuan sudah sudah berkembang berkembang di di wilayah wilayah tersebut. tersebut. Begitu Begitu juga juga filosof filosof dan dan ilmuwanilmuwan muslim bermunculan seiring dengan kemajuannya.

muslim bermunculan seiring dengan kemajuannya.8833

Tokoh filosof Islam yang terkenal di dunia sangatlah banyak, namun beberapa tokoh Tokoh filosof Islam yang terkenal di dunia sangatlah banyak, namun beberapa tokoh yang sudah banyak dikenal antara lain :

yang sudah banyak dikenal antara lain : 1.

1. AL-KINDIAL-KINDI

Falsafat baginya adalah pengetahuan tentang yang benar. Tuhan dalam falsafatnya tidak Falsafat baginya adalah pengetahuan tentang yang benar. Tuhan dalam falsafatnya tidak mempunyai hakikat dalam arti

mempunyai hakikat dalam artianiyahaniyah maupun maupunhamiyah.hamiyah. Tidak aniyah karena Tuhan tidak Tidak aniyah karena Tuhan tidak masuk dalam benda-benda yang ada dalam alam. Tidak hamiyah karena Tuhan tidak masuk dalam benda-benda yang ada dalam alam. Tidak hamiyah karena Tuhan tidak merupakan genus atau species. Sesuai paham dalam Islam, Tuhan bagi Al-Kindi adalah merupakan genus atau species. Sesuai paham dalam Islam, Tuhan bagi Al-Kindi adalah  pencipta dan bukan penggerak pertama sebagaimana pendapat Aristoteles.

 pencipta dan bukan penggerak pertama sebagaimana pendapat Aristoteles.99

2.

2. AL-RAZIAL-RAZI

Seorang rasionalis yang hanya percaya pada kekuatan akal dan tidak percaya pada wahyu Seorang rasionalis yang hanya percaya pada kekuatan akal dan tidak percaya pada wahyu dan perlunya Nabi-nabi. Ia berkeyakinan bahwa akal manusia kuat untuk mengetahui dan perlunya Nabi-nabi. Ia berkeyakinan bahwa akal manusia kuat untuk mengetahui yang baik dan yang buruk, untuk tahu pada Tuhan dan mengatur hidup manusia di dunia yang baik dan yang buruk, untuk tahu pada Tuhan dan mengatur hidup manusia di dunia ini.

ini.1010

3.

3. AL-FARABIAL-FARABI

Berkeyakinan bahwa falsafat tak boleh dibocorkan dan sampai ke tangan orang awam. Berkeyakinan bahwa falsafat tak boleh dibocorkan dan sampai ke tangan orang awam. Oleh karena itu, para filosof harus menuliskan pendapat-pendapat dalam gaya bahasa Oleh karena itu, para filosof harus menuliskan pendapat-pendapat dalam gaya bahasa yang gelap agar jangan diketahui oleh sembarang orang. Ia mengatakan bahwa agama yang gelap agar jangan diketahui oleh sembarang orang. Ia mengatakan bahwa agama dan falsafat tidak bertentangan, keduanya sama-sama membawa kepada kebenaran.

dan falsafat tidak bertentangan, keduanya sama-sama membawa kepada kebenaran.1111

4.

4. IBN THUFAILIBN THUFAIL

8 8

 Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 15.  Amsal Bakhtiar, Tema-tema Filsafat Islam, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), h. 15.

9 9

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 17. Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 17.

10 10

 Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 26.  Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 26.

11 11

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 35. Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 35.

(7)

Menurutnya, filsafat dan agama adalah selaras, bahkan merupakan gambaran dari hakikat Menurutnya, filsafat dan agama adalah selaras, bahkan merupakan gambaran dari hakikat

yang satu. Yang dimaksudkan agama di sini adalah batin dan syari’at.

yang satu. Yang dimaksudkan agama di sini adalah batin dan syari’at. Dia jugaDia juga menyadari adanya perbedaan tingkat akal antara sesama manusia.

menyadari adanya perbedaan tingkat akal antara sesama manusia.

5.

5. IBN RUSYDIBN RUSYD

Sebagai filsuf besar, juga memikirkan, membahas dan memecahkan masalah-masalah Sebagai filsuf besar, juga memikirkan, membahas dan memecahkan masalah-masalah yang pernah dipikirkan oleh filsuf-filsuf sebelumnya. Ia tidak menerima begitu saja yang pernah dipikirkan oleh filsuf-filsuf sebelumnya. Ia tidak menerima begitu saja  pikiran-pikiran

 pikiran-pikiran mereka, mereka, tetapi tetapi mereka mereka menerima menerima yang yang setuju setuju dan dan menolak menolak yangyang sebaliknya.

sebaliknya.

6.

6.  NASHIRUDDIN THUSI NASHIRUDDIN THUSI

Filsafat pertama meliputi alam semesta dan hal-hal yang berhubungan dengan alam Filsafat pertama meliputi alam semesta dan hal-hal yang berhubungan dengan alam semesta. Termasuk dalam hal ini pengetahuan tentang ketunggalan dan kemajemukan, semesta. Termasuk dalam hal ini pengetahuan tentang ketunggalan dan kemajemukan, kepastian dan kemungkinan, esensi dan eksistensi, kekekalan dan ketidakkekalan. Bagi kepastian dan kemungkinan, esensi dan eksistensi, kekekalan dan ketidakkekalan. Bagi dia Tuhan tidak perlu dibuktikan secara logis. Eksistensi Tuhan harus diterima dan dia Tuhan tidak perlu dibuktikan secara logis. Eksistensi Tuhan harus diterima dan dianggap sebagai postulat, bukannya dibuktikan. Mustahil bagi manusia yang terbatas dianggap sebagai postulat, bukannya dibuktikan. Mustahil bagi manusia yang terbatas untuk memahami Tuhan di dalam keseluruhan-Nya, termasuk membuktikan untuk memahami Tuhan di dalam keseluruhan-Nya, termasuk membuktikan eksistensi- Nya.

 Nya.1212

7.

7. SUHRAWARDI AL-MAQTULSUHRAWARDI AL-MAQTUL

Menggunakan istilah atau lambang yang berbeda dari biasanya dipahami orang banyak. Menggunakan istilah atau lambang yang berbeda dari biasanya dipahami orang banyak. Seperti barzah, tidak berkaitan dengan persoalan kematian. Namun istilah tersebut adalah Seperti barzah, tidak berkaitan dengan persoalan kematian. Namun istilah tersebut adalah ungkapan pemisah antara dunia cahaya dengan dunia kegelapan. Timur dan Barat tidak ungkapan pemisah antara dunia cahaya dengan dunia kegelapan. Timur dan Barat tidak  berhubungan

 berhubungan dengan dengan letak letak geografisnya, tetapi geografisnya, tetapi berlandaskan pberlandaskan pada pada penglihatan henglihatan horizontalorizontal yang memanjang dari Timur ke Barat. Jadi, makna Timur diartikan sebagai Dunia Cahaya yang memanjang dari Timur ke Barat. Jadi, makna Timur diartikan sebagai Dunia Cahaya atau Dunia Malaikat yang bebas dari kegelapan dan materi, sedangkan Barat adalah atau Dunia Malaikat yang bebas dari kegelapan dan materi, sedangkan Barat adalah Dunia Kegelapan dan Materi. Barat Tengah adalah langit-langit yang menampakkan Dunia Kegelapan dan Materi. Barat Tengah adalah langit-langit yang menampakkan  pembauran

 pembauran antara antara cahaya cahaya dengan dengan sedikit sedikit kegelapan. kegelapan. Timur Timur yang yang sebaliknya sebaliknya adalah adalah apaapa yang berada dibalik langit yang kelihatan, dan apa yang di atasnya, maka batas antara yang berada dibalik langit yang kelihatan, dan apa yang di atasnya, maka batas antara Timur dan Barat bukanlah falak bulan seperti dalam filsafat Aristotelian, tetapi ia adalah Timur dan Barat bukanlah falak bulan seperti dalam filsafat Aristotelian, tetapi ia adalah langit bintang-bintang tetap, atau penggerak yang tidak bergerak.

(8)

8.

8. MULLA SHADRAMULLA SHADRA

Menurutnya, filsafat dibedakan menjadi dua pembagian utama yaitu : Menurutnya, filsafat dibedakan menjadi dua pembagian utama yaitu :

1)

1) Bersifat teoritis, yang mengacu kepada pengetahuan tentang segala sesuatuBersifat teoritis, yang mengacu kepada pengetahuan tentang segala sesuatu sebagaimana adanya. Perwujudannya tercermin dalam dunia akal, termasuk jiwa sebagaimana adanya. Perwujudannya tercermin dalam dunia akal, termasuk jiwa didalamnya sebagaimana yang dikemukakan oleh Al-Farabi dan Ibn Sina.

didalamnya sebagaimana yang dikemukakan oleh Al-Farabi dan Ibn Sina. 2)

2) Bersifat praktis, yang mengacu pada pencapaian kesempurnaan-kesempurnaan yangBersifat praktis, yang mengacu pada pencapaian kesempurnaan-kesempurnaan yang cocok bagi jiwa. Perwujudannya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga cocok bagi jiwa. Perwujudannya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga meyakini adanya titik temu antara filsafat dan agama sebagai kesatuan kebenaran meyakini adanya titik temu antara filsafat dan agama sebagai kesatuan kebenaran yang dapat dibuktikan melalui mata rantai historis yang berkesinambungan dari yang dapat dibuktikan melalui mata rantai historis yang berkesinambungan dari Adam sampai Ibrahim, orang-orang Yunani, para sufi

Adam sampai Ibrahim, orang-orang Yunani, para sufi Islam dan para filsuf.Islam dan para filsuf.1414 D. Pokok-pokok yang dibahas dalam filsafat Islam

D. Pokok-pokok yang dibahas dalam filsafat Islam 1.

1. EmanasiEmanasi

Emanasi adal

Emanasi adalah teori ah teori yang dikemukakan yang dikemukakan oleh oleh Plotinus, yPlotinus, yang terkenal ang terkenal dengandengan sebutan aliran Neo-Platinisme. Prinsip teori emanasi adalah penjelasan tentang sebutan aliran Neo-Platinisme. Prinsip teori emanasi adalah penjelasan tentang munculnya yang banyak dari yang satu atau terjadinya alam dari sumber yang pertama. munculnya yang banyak dari yang satu atau terjadinya alam dari sumber yang pertama. Dalam bahasa agama sering dinamakan dengan penciptaan, yakni bagaimana Tuhan Dalam bahasa agama sering dinamakan dengan penciptaan, yakni bagaimana Tuhan menciptakan alam ini. Proses ini merupakan proses otomatis tanpa kehendak, bagaikan menciptakan alam ini. Proses ini merupakan proses otomatis tanpa kehendak, bagaikan munculnya panas dari api dan cahaya dari matahari. Persoalan tentang terciptanya alam munculnya panas dari api dan cahaya dari matahari. Persoalan tentang terciptanya alam merupakan persoalan parenial yang sampai saat ini belum terpecahkan secara baik. merupakan persoalan parenial yang sampai saat ini belum terpecahkan secara baik. Farabi, Filosof muslim yang terkenal menguraikan teori emanasi secara lebih rinci. Farabi, Filosof muslim yang terkenal menguraikan teori emanasi secara lebih rinci. Al-Farabi menggunakan teori emanasi, yang dalam bahasa arab disebut

Farabi menggunakan teori emanasi, yang dalam bahasa arab disebutnazhariyat Al-faidhnazhariyat Al-faidh (teori limpahan). Karena sesuatu kalau sudah sempurna akan melimpah, bagaikan gelas (teori limpahan). Karena sesuatu kalau sudah sempurna akan melimpah, bagaikan gelas  jika terus

 jika terus diisi dengan diisi dengan air akan air akan melimpah. Begitu melimpah. Begitu juga Tuhan juga Tuhan yang maha yang maha sempurna akansempurna akan melimpah dari dirinya kesempurnaan juga.4

melimpah dari dirinya kesempurnaan juga.4

2.

2. Jiwa/ruhJiwa/ruh

13 13

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 146. Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 146. 14

14

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 174. Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999), h. 174.

(9)

Jiwa dalam bahasa arab disebut dengan

Jiwa dalam bahasa arab disebut dengan nafsnafs  atau ruh  atau ruh , ,  sedangkan dalam bahasa  sedangkan dalam bahasa inggris

inggris soul soul atauatau spirit  spirit   adalah unsur immateri dalam diri manusia. Jiwa tidak dapat  adalah unsur immateri dalam diri manusia. Jiwa tidak dapat dipisahkan dari tubuh, begitu juga sebaliknya karena tanpa salah satu dari keduanya, dipisahkan dari tubuh, begitu juga sebaliknya karena tanpa salah satu dari keduanya, seseorang tidak dapat dikatakan manusia. Kendati jiwa adalah unsur pokok dalam diri seseorang tidak dapat dikatakan manusia. Kendati jiwa adalah unsur pokok dalam diri manusia, persoalan hakikat jiwa, hubungan jiwa dengan badan dan keabadian jiwa tidak manusia, persoalan hakikat jiwa, hubungan jiwa dengan badan dan keabadian jiwa tidak mudah dipecahkan. Karena itu, tidak heran para ahli agama, filosof, sufi, dan psikolog mudah dipecahkan. Karena itu, tidak heran para ahli agama, filosof, sufi, dan psikolog sampai sekarang masih terus berusaha mengkaji dan mendalami tentang eksistensi jiwa. sampai sekarang masih terus berusaha mengkaji dan mendalami tentang eksistensi jiwa. Dalam kitab-kitab suci agama pun, ungkapan jiwa termasuk bahasan yang penting karena Dalam kitab-kitab suci agama pun, ungkapan jiwa termasuk bahasan yang penting karena terkait dengan kepercayaan pokok, yaitu percaya akan hari akhirat, yang didalamnya terkait dengan kepercayaan pokok, yaitu percaya akan hari akhirat, yang didalamnya terkandung makna keabadian jiwa.

terkandung makna keabadian jiwa. Dalam

Al-Dalam Al-Qur’an, jiwa diungkapkaQur’an, jiwa diungkapkan denga katan denga kata nafsnafs  atau ruh, yang artinya tidak  atau ruh, yang artinya tidak selalu sama karena

selalu sama karena nafsnafs sendiri tidak satu artinya, ada yang berarti jiwa, hati, dan jenis. sendiri tidak satu artinya, ada yang berarti jiwa, hati, dan jenis. Sedangkan ruh yang berarti jiwa, malaikat jibril, dan wahyu. Kendati terdapat persamaan Sedangkan ruh yang berarti jiwa, malaikat jibril, dan wahyu. Kendati terdapat persamaan arti antara

arti antara nafsnafs  dan ruh, dal  dan ruh, dalam mu’jam Alam mu’jam Al-wasith, ruh dan-wasith, ruh dan nafsnafs  dibedakan. Ruh adalah  dibedakan. Ruh adalah yang menghidupkan

yang menghidupkan nafsnafs  dan esensi ruh lebih halus daripada  dan esensi ruh lebih halus daripada nafsnafs. Pengertian ini. Pengertian ini tampaknya diperkuat oleh M. Quraish Shihab, yang mengatakan bahwa

tampaknya diperkuat oleh M. Quraish Shihab, yang mengatakan bahwa nafsnafs  dalam Al-  dalam Al-Qur’an menggambarkan totalitas manusia a

Qur’an menggambarkan totalitas manusia atau kepribadian seseorang yangtau kepribadian seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Dia mengutip pendapat Abdul Karim Al-Khatib, membedakannya dengan orang lain. Dia mengutip pendapat Abdul Karim Al-Khatib, salah seorang ulama islam kontemporer, yang cenderung memahami jiwa sebagai suatu salah seorang ulama islam kontemporer, yang cenderung memahami jiwa sebagai suatu hasil perpaduan antara jasmani dan ruhani manusia, perpaduan yang kemudian hasil perpaduan antara jasmani dan ruhani manusia, perpaduan yang kemudian menjadikan yang bersangkutan mengenal perasaan, emosi, dan pengetahuan, serta dikenal menjadikan yang bersangkutan mengenal perasaan, emosi, dan pengetahuan, serta dikenal dan dibedakan dengan manusia lainnya. Sedangkan Ibn Katsir berpendapat bahwa dan dibedakan dengan manusia lainnya. Sedangkan Ibn Katsir berpendapat bahwa nafsnafs

dan ruh adalah sama, yaitu zat yang halus menjalar didalam tubuh, seperti mengalirnya dan ruh adalah sama, yaitu zat yang halus menjalar didalam tubuh, seperti mengalirnya air dalam akar pohon-pohonan.

air dalam akar pohon-pohonan.

Ibnu Miskawih, filosof etika, berpendapat bahwa jiwa adalah substansi sederhana, Ibnu Miskawih, filosof etika, berpendapat bahwa jiwa adalah substansi sederhana, tidak dapat diindera, jiwa bukanlah tubuh, bukan juga bagian dari tubuh, dan bukan pula tidak dapat diindera, jiwa bukanlah tubuh, bukan juga bagian dari tubuh, dan bukan pula materi. Jiwa itu satu dan lebih luas dari pada materi karena jiwa dapat menerima sesuatu materi. Jiwa itu satu dan lebih luas dari pada materi karena jiwa dapat menerima sesuatu yang berlawanan pada saat yang bersamaan, seperti warna putih dan hitam, sedangkan yang berlawanan pada saat yang bersamaan, seperti warna putih dan hitam, sedangkan tubuh tidak dapat menerima kedua warna itu bersamaan. Jiwa juga tidak dapat diukur tubuh tidak dapat menerima kedua warna itu bersamaan. Jiwa juga tidak dapat diukur dengan ukuran panjang atau lebar sebagaimana mengukur benda karena jiwa tidak akan dengan ukuran panjang atau lebar sebagaimana mengukur benda karena jiwa tidak akan  berubah lebih panjang atau lebih lebar.

(10)

Ibnu Sina meyakini benar bahwa jiwa adalah unsur yang berbeda dari tubuh dan Ibnu Sina meyakini benar bahwa jiwa adalah unsur yang berbeda dari tubuh dan memiliki karakter spesifik. Untuk mejelaskan perbedaan tersebut dan sekaligus memiliki karakter spesifik. Untuk mejelaskan perbedaan tersebut dan sekaligus memperkuat adanya jiwa. Ibn Sina mengemukakan empat argumen, yaitu:

memperkuat adanya jiwa. Ibn Sina mengemukakan empat argumen, yaitu: 1)

1) Argumen psiko fisik, yaitu setiap benda harus tunduk pada hukum alam, contohnyaArgumen psiko fisik, yaitu setiap benda harus tunduk pada hukum alam, contohnya  batu

 batu harus harus jatuh jatuh kebawah kebawah dan dan tidak tidak bergerak, bergerak, tetapi tetapi ternyata ternyata manusia manusia adalah adalah bendabenda yang bisa bergerak. Gerak manusia ini tentu tidak digerakkan oleh tubuh itu sendiri, yang bisa bergerak. Gerak manusia ini tentu tidak digerakkan oleh tubuh itu sendiri, tetapi ada unsur luar yang menggerakkannya, yang disebut jiwa.

tetapi ada unsur luar yang menggerakkannya, yang disebut jiwa. 2)

2) Aku dan fenomena psikologis, yaitu ketika seseorang mengatakan aku mau tidur,Aku dan fenomena psikologis, yaitu ketika seseorang mengatakan aku mau tidur, maka yang di

maka yang dimaksudnya bukan kakinya maksudnya bukan kakinya bergerak bergerak dan matanya dan matanya tertutup, tetapi tertutup, tetapi yangyang dimaksud aku adalah keseluruhan dirinya yang satu dan itu adalah jiwa.

dimaksud aku adalah keseluruhan dirinya yang satu dan itu adalah jiwa. 3)

3) Argumen kontinuitas, yaitu pengetahuan seseorang selalu sambung-menyambungArgumen kontinuitas, yaitu pengetahuan seseorang selalu sambung-menyambung dari yang dulu , sekarang, dan yang akan datang tanpa terputus. Seseorang dapat dari yang dulu , sekarang, dan yang akan datang tanpa terputus. Seseorang dapat mengingat masa lalu, dan berada pada saat ini, kemudian dapat memprediksi masa mengingat masa lalu, dan berada pada saat ini, kemudian dapat memprediksi masa yang akan datang, yang semua itu menunjukkan adanya aktivitas yang dilakukan yang akan datang, yang semua itu menunjukkan adanya aktivitas yang dilakukan oleh unsur selain badan, yang disebut jiwa.

oleh unsur selain badan, yang disebut jiwa. 4)

4) Argumen manusia terbang, yaitu diandaikan ada seseorang yang lahir denganArgumen manusia terbang, yaitu diandaikan ada seseorang yang lahir dengan kesempurnaan akal dan tubuh kemudian ditutup matanya, sehingga tidak dapat kesempurnaan akal dan tubuh kemudian ditutup matanya, sehingga tidak dapat melihat kemudian diterbangkan di udara kosong tanpa bersentuhan dengan benda melihat kemudian diterbangkan di udara kosong tanpa bersentuhan dengan benda apapun, maka dapat dikatakan bahwa jiwa itu ada karena dia dapat mengkhayalkan apapun, maka dapat dikatakan bahwa jiwa itu ada karena dia dapat mengkhayalkan adanya kaki dan tangan. Jelas bahwa khayalannya tentang kaki dan tangan bukan adanya kaki dan tangan. Jelas bahwa khayalannya tentang kaki dan tangan bukan  berasal dari indera, tetapi unsur yang lain, yaitu jiwa.

 berasal dari indera, tetapi unsur yang lain, yaitu jiwa.

Ibnu Sina meyakini bahwa jiwa akan kekal setelah mati karena jiwa manusia Ibnu Sina meyakini bahwa jiwa akan kekal setelah mati karena jiwa manusia  berasal dari

 berasal dari Tuhan Tuhan dan dan akan akan kembali kembali kepada-Nya. kepada-Nya. Jiwa Jiwa tidak tidak akan akan mati mati ketika kematiketika kematianan tubuh karena jiwa adalah unsur yang sama sekali berbeda dengan tubuh dan tidak tubuh karena jiwa adalah unsur yang sama sekali berbeda dengan tubuh dan tidak mungkin jiwa tergantung pada tubuh. Hubungan antara tubuh dan jiwa bukanlah mungkin jiwa tergantung pada tubuh. Hubungan antara tubuh dan jiwa bukanlah hubungan yang kausal dan keharusan, tetapi bagaikan hubungan tuan dan hamba, yaitu hubungan yang kausal dan keharusan, tetapi bagaikan hubungan tuan dan hamba, yaitu tuan tidak terpengaruh dengan perubahan yang menimpa hambanya. Karena itu, jiwa tuan tidak terpengaruh dengan perubahan yang menimpa hambanya. Karena itu, jiwa tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada badan karena tidak hanya mendapat tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada badan karena tidak hanya mendapat  balasan

 balasan didunia didunia saja, saja, tetapi tetapi nanti nanti pada pada hidup hidup kedua kedua di di akhirat. akhirat. Jika Jika jiwa jiwa manusia manusia telahtelah mencapai kesempurnaan sebelum berpisah dengan badan, maka dia akan mengalami mencapai kesempurnaan sebelum berpisah dengan badan, maka dia akan mengalami kesenangan untuk selamanya, dan jika dia berpisah dengan badan dengan keadaan yang kesenangan untuk selamanya, dan jika dia berpisah dengan badan dengan keadaan yang

(11)

tidak sempurna, karena waktu bersatu dengan tubuh dipengaruhi hawa nafsu, maka ia tidak sempurna, karena waktu bersatu dengan tubuh dipengaruhi hawa nafsu, maka ia akan hidup dalam keadaan menyesal untuk selamanya.

akan hidup dalam keadaan menyesal untuk selamanya. 3.

3. AkalAkal

Permasalahan akal merupakan bagian yang menjadi pembahasan tidak saja dalam Permasalahan akal merupakan bagian yang menjadi pembahasan tidak saja dalam filsafat islam, tetapi juga dalam teologi dan bahkan hampir di semua aspek dalam bidang filsafat islam, tetapi juga dalam teologi dan bahkan hampir di semua aspek dalam bidang keilmuan islam. Dalam fiqih umpamanya, akal merupakan bagian yang amat pokok keilmuan islam. Dalam fiqih umpamanya, akal merupakan bagian yang amat pokok untuk berijtihad karena setelah

Al-untuk berijtihad karena setelah Al-Qur’an dan hadits, akal lah yang berperan menentukanQur’an dan hadits, akal lah yang berperan menentukan suatu hukum. Hadits nabi juga menegaskan bahwa jika ditemukan penyelesaian suatu suatu hukum. Hadits nabi juga menegaskan bahwa jika ditemukan penyelesaian suatu  persoalan

 persoalan dalam dalam Al-Al-qur’an dan hadits, maka hendaklah berijtihad dengan akal.qur’an dan hadits, maka hendaklah berijtihad dengan akal.  Karena  Karena itu, wajar kemudian akal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembahasan itu, wajar kemudian akal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembahasan  bagian keilmuan dalam islam.

 bagian keilmuan dalam islam.

Peranan akal dalam teologi mu’tadzilah amat besar jika dibandingkan dengan Peranan akal dalam teologi mu’tadzilah amat besar jika dibandingkan dengan

Asy-Asy-Ariyah. Bagi mu’tadzilah manusia sudah harus melakukan kebaAriyah. Bagi mu’tadzilah manusia sudah harus melakukan kebaikan danikan dan meninggakan keburukan kendati belum diutus rasul karena Tuhan memberi daya akal meninggakan keburukan kendati belum diutus rasul karena Tuhan memberi daya akal kepada manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

kepada manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Menurut Al-Kindi, akal terbagi atas empat: pertama akal yang selalu bertindak; Menurut Al-Kindi, akal terbagi atas empat: pertama akal yang selalu bertindak; kedua, akal yang secara potensial berada dalam ruh; ketiga, akal yang berubah di dalam kedua, akal yang secara potensial berada dalam ruh; ketiga, akal yang berubah di dalam ruh dari daya menjadi aktual; dan keempat, akal yang kita sebut akal kedua.

ruh dari daya menjadi aktual; dan keempat, akal yang kita sebut akal kedua.151555

Akal menurut Al-Razi merupakan limpahan dari Tuhan. Akal diciptakan oleh Akal menurut Al-Razi merupakan limpahan dari Tuhan. Akal diciptakan oleh Tuhan untuk menyadarkan jiwa yang terlena dalam fisik manusia, bahwa tubuh itu Tuhan untuk menyadarkan jiwa yang terlena dalam fisik manusia, bahwa tubuh itu  bukanlah

 bukanlah tempat tempat yang yang sebenarnya, sebenarnya, serta serta bukan bukan tempat tempat kebahagiaan kebahagiaan dan dan tempat tempat abadi.abadi. Kesenangan dan kebahagian yang sebenarnya adalah melepaskan diri dari materi dengan Kesenangan dan kebahagian yang sebenarnya adalah melepaskan diri dari materi dengan  jalan berfilsafat.

 jalan berfilsafat.1616

4.

4. Teori kenabianTeori kenabian

Kenabian merupakan salah satu pembahasan yang dibicarakan oleh para filosof Kenabian merupakan salah satu pembahasan yang dibicarakan oleh para filosof Islam karena persoalan ini terkait erat dengan pelimpahan dari Akal Aktif (Jibril) kepada Islam karena persoalan ini terkait erat dengan pelimpahan dari Akal Aktif (Jibril) kepada

15 15

Ahmad Fouad El-Ehwany, Islamic Philosophy, (Kairo, 1951), h.51-52. Ahmad Fouad El-Ehwany, Islamic Philosophy, (Kairo, 1951), h.51-52. 16

16 Al-Raz

(12)

 para

 para nabi nabi dan dan filosof. filosof. Jika Jika para para nabi nabi mendapatkan mendapatkan wahyu wahyu dari dari jibril, jibril, maka maka filosofpun6filosofpun6 dapat berhubungan dengan jibril yang dalam istilahnya disebut Akal Aktif. Persoalan dapat berhubungan dengan jibril yang dalam istilahnya disebut Akal Aktif. Persoalan  berikutnya adalah

 berikutnya adalah jika njika nabi dabi dan filosof an filosof sama-sama sama-sama dapat dapat berhubungan berhubungan dengan dengan Jibril, apaJibril, apa  perbedaan nabi dan filosof. Dalam kata lain apakah kedudu

 perbedaan nabi dan filosof. Dalam kata lain apakah kedudu kan nabi dan filosof sama ataukan nabi dan filosof sama atau  berbeda.

 berbeda. Kalau Kalau sama sama di di mana mana letak letak persamaannya persamaannya jika jika berbeda berbeda dimana dimana letakletak  perbedaannya.

 perbedaannya.

Dalam beberapa hal nabi dan filosof sama, yakni dapat berhubungan dengan Dalam beberapa hal nabi dan filosof sama, yakni dapat berhubungan dengan Jibril, baik ketika bangun maupun ketika tidur. Sedangkan filosof hanya dapat Jibril, baik ketika bangun maupun ketika tidur. Sedangkan filosof hanya dapat  berhubungan

 berhubungan dengan dengan Jibril Jibril hanya hanya ketika ketika tidur tidur saja. saja. Di Di samping samping itu, itu, nabi nabi berhubunganberhubungan dengan perantara hidayah, sedangkan filosof lewat perantara akal mustafad. Persoalan dengan perantara hidayah, sedangkan filosof lewat perantara akal mustafad. Persoalan inilah yang kemudian dibicarakan oleh p

inilah yang kemudian dibicarakan oleh para filosof-filosof muslim.ara filosof-filosof muslim.

Menurut Al-Farabi, dasar setiap agama langit adalah wahyu dan inspirasi. Menurut Al-Farabi, dasar setiap agama langit adalah wahyu dan inspirasi. Seorang nabi adalah seseorang yang dianugerahi kesempatan untuk dapat langsung Seorang nabi adalah seseorang yang dianugerahi kesempatan untuk dapat langsung  berkomunikasi

 berkomunikasi dengan dengan Tuhan Tuhan dan dan diberi diberi kemampuan kemampuan untuk untuk menyatakan menyatakan kehendak-Nya.kehendak-Nya. Islam, sebagaimana agama-agama langit lainnya, mempunyai Tuhan sebagai penguasa. Islam, sebagaimana agama-agama langit lainnya, mempunyai Tuhan sebagai penguasa.

Al-Al-Qur’an mengatakan: “Qur’an mengatakan: “  Ia tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan Tuhan Yang  Ia tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan Tuhan Yang  Maha Kuasa telah mengajarnya.”

 Maha Kuasa telah mengajarnya.”(QS. 53: 4-5).(QS. 53: 4-5).

Al-Razi adalah seorang tokoh filsafat yang kontroversial yang mengikuti aliran Al-Razi adalah seorang tokoh filsafat yang kontroversial yang mengikuti aliran rasionalis murni. Oleh karena itu, ia berpandangan manusia tidak membutuhkan adanya rasionalis murni. Oleh karena itu, ia berpandangan manusia tidak membutuhkan adanya nabi yang tugasnya mengatur kehidupan manusia agar teratur. Manusia bisa teratur dalam nabi yang tugasnya mengatur kehidupan manusia agar teratur. Manusia bisa teratur dalam menata kehidupannya dengan adanya akal yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia menata kehidupannya dengan adanya akal yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia sebagai karunia yang terbesar. Jadi, menurutnya hanya dengan akal-lah manusia dapat sebagai karunia yang terbesar. Jadi, menurutnya hanya dengan akal-lah manusia dapat hidup teratur tanpa nabi sekalipun.

hidup teratur tanpa nabi sekalipun.1717

Adapun menurut Al-Thusi, manusia mempunyai kebebasan dalam bertindak dan Adapun menurut Al-Thusi, manusia mempunyai kebebasan dalam bertindak dan kelak akan dibangkitkan kembali tubuhnya. Setelah menetapkan kebebasan berkehendak kelak akan dibangkitkan kembali tubuhnya. Setelah menetapkan kebebasan berkehendak dan kebangkitan kembali tubuh, Al-Thusi lalu menetapkan perlunya kenabian dan dan kebangkitan kembali tubuh, Al-Thusi lalu menetapkan perlunya kenabian dan kepemimpinan spiritual. Pertentangan minat serta kebebasan individu mengakibatkan kepemimpinan spiritual. Pertentangan minat serta kebebasan individu mengakibatkan

17 17

Abdul Rahman Badawi, Muhammad ibn Zakaria al-Razi, dalam M.M Syarif, Para Filosof Abdul Rahman Badawi, Muhammad ibn Zakaria al-Razi, dalam M.M Syarif, Para Filosof Muslim, terj. Fuad Moh. Fakhruddin, (Bandung: Mizan, 1996), h.47.

(13)

tercerai-berainya kehidupan sosial, dan ini memerlukan aturan suci dari Tuhan untuk tercerai-berainya kehidupan sosial, dan ini memerlukan aturan suci dari Tuhan untuk mengatur urusan-urusan manusia.

mengatur urusan-urusan manusia.181877

Pendapat tersebut membawa konsekwensi beraganya minat serta

Pendapat tersebut membawa konsekwensi beraganya minat serta

dimungkinkannya terjadi kekacauan dalam kehidupan sosial. Untuk itu diperlukan aturan dimungkinkannya terjadi kekacauan dalam kehidupan sosial. Untuk itu diperlukan aturan suci dari Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia. Oleh karena Tuhan berada di luar suci dari Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia. Oleh karena Tuhan berada di luar  jangkauan indera, maka Dia mengutus nabi untuk menuntun manusia. Jadi keh

 jangkauan indera, maka Dia mengutus nabi untuk menuntun manusia. Jadi keh adiran nabiadiran nabi sangat diperlukan manusia, termasuk dalam hal kepemimpinan spiritual untuk sangat diperlukan manusia, termasuk dalam hal kepemimpinan spiritual untuk melanjutkan aturan suci yang ditetapkan para nabi.

melanjutkan aturan suci yang ditetapkan para nabi.

5.

5. EskatologiEskatologi

Iman pada hari akhirat dalam Islam merupakan rukun iman setelah iman kepada Iman pada hari akhirat dalam Islam merupakan rukun iman setelah iman kepada Tuhan. Jika seseorang tidak mengimani kebangkitan di hari akhirat, maka dia berhak di Tuhan. Jika seseorang tidak mengimani kebangkitan di hari akhirat, maka dia berhak di cap kafir. Al-Ghazali, yang terkenal dengan julukan

cap kafir. Al-Ghazali, yang terkenal dengan julukan hujjatul Islam.hujjatul Islam. Mencap filosof kafirMencap filosof kafir karena filosof mengimani kebangkitan ruhani dan menolak kebangkitan jasmani. karena filosof mengimani kebangkitan ruhani dan menolak kebangkitan jasmani. Persoalannya adalah apakah benar filosof itu kafir sebagimana dituduhkan Al-Ghazali. Persoalannya adalah apakah benar filosof itu kafir sebagimana dituduhkan Al-Ghazali. Kalau benar apakah kafir mereka sama dengan kafir musyrik. Persoalan inilah yang Kalau benar apakah kafir mereka sama dengan kafir musyrik. Persoalan inilah yang kemudian mendapat reaksi cukup keras dari Ibn Rusyd, sehingga menulis buku khusus, kemudian mendapat reaksi cukup keras dari Ibn Rusyd, sehingga menulis buku khusus, yang berjudul

yang berjudul Tahafut Al-TahafutTahafut Al-Tahafutuntuk menjawab tuduhan Al-Ghazali tersebut.untuk menjawab tuduhan Al-Ghazali tersebut.

Persoalannya kemudian adalah bagaimana sebenarnya posisi Al-Ghazali yang Persoalannya kemudian adalah bagaimana sebenarnya posisi Al-Ghazali yang menggugat para filosof dan bagaimana juga posisi Ibn Rusyd dalam menjawab tuduhan menggugat para filosof dan bagaimana juga posisi Ibn Rusyd dalam menjawab tuduhan Al-Ghazali tersebut. Bentuk perdebatan dengan argument masing-masing inilah yang Al-Ghazali tersebut. Bentuk perdebatan dengan argument masing-masing inilah yang cukup menarik untuk dikaji dan didalami karena kedua tokoh ini cukup memiliki cukup menarik untuk dikaji dan didalami karena kedua tokoh ini cukup memiliki  pengaruh

 pengaruh besar besar dalam dalam pola pola pemikiran pemikiran umat umat Islam sampai Islam sampai sekarang. sekarang. Karena Karena itu, itu, ini ini tidaktidak  bertujuan

 bertujuan untuk untuk menilai menilai mana mana yang yang benar benar dan dan salah, salah, tetapi tetapi untuk untuk menjelaskan menjelaskan secarasecara  proporsional dan objektif suatu perdebatan

 proporsional dan objektif suatu perdebatan yang berkualitas. Penilaian diserahkan kepyang berkualitas. Penilaian diserahkan kepadaada  pembaca mana yang dianggapnya benar atau salah.

 pembaca mana yang dianggapnya benar atau salah.

6.

6. Kebaikan dan kejahatanKebaikan dan kejahatan

Adanya kejahatan di jagad raya merupakan masalah yang tidak henti-hentinya Adanya kejahatan di jagad raya merupakan masalah yang tidak henti-hentinya diperdebatkan, terutama oleh agamawan dan ilmuwan. Masalah yang mendasar, terutama diperdebatkan, terutama oleh agamawan dan ilmuwan. Masalah yang mendasar, terutama

18 18

M.M Sharif, h.567-578 M.M Sharif, h.567-578

(14)

 bagi

 bagi teisme, teisme, adalah adalah kenapa kenapa kejahatan kejahatan itu itu ada, ada, padahal padahal Tuhan Tuhan Pencipta, Pencipta, maha maha kuasa, kuasa, dandan sumber kebaikan. Salah satu susunan argument ateisme menolak teisme adalah sebagai sumber kebaikan. Salah satu susunan argument ateisme menolak teisme adalah sebagai  berikut :

 berikut : a.

a. Jika Tuhan maha baik, tentu Dia akan membasmi kejahatanJika Tuhan maha baik, tentu Dia akan membasmi kejahatan  b.

 b. Jika Tuhan maha kuasa, tentu Dia mampu menghancurkan kejahatanJika Tuhan maha kuasa, tentu Dia mampu menghancurkan kejahatan c.

c. Tetapi Kejahatan belum terhapusTetapi Kejahatan belum terhapus d.

d. Karena itu, Tuhan tidak ada.Karena itu, Tuhan tidak ada.191988

7.

7. Alam antara Qadim dan BaharuAlam antara Qadim dan Baharu

Perbincangan mengenai penciptaan alam dan sifat alam merupakan salah satu hal Perbincangan mengenai penciptaan alam dan sifat alam merupakan salah satu hal yang krusial, dalam teologi Islam maupun dalam filsafat Islam. Sebab jika alam qadim yang krusial, dalam teologi Islam maupun dalam filsafat Islam. Sebab jika alam qadim sedangkan Tuhan juga qadim, maka tentu ada 2 yang qadim. Dua yang qadim sedangkan Tuhan juga qadim, maka tentu ada 2 yang qadim. Dua yang qadim  bertentangan

 bertentangan dengan dengan ajaran ajaran dasar dasar Islam Islam yang yang menegaskan menegaskan bahwa bahwa hanya hanya Tuhan Tuhan satu- satu-satunya zat yang qadim, selain Tuhan adalah baharu dan ciptaan-Nya. Perdebatan inilah satunya zat yang qadim, selain Tuhan adalah baharu dan ciptaan-Nya. Perdebatan inilah yang muncul di kalangan filosof karena mereka di tuduh memprakarsai alam qadim. yang muncul di kalangan filosof karena mereka di tuduh memprakarsai alam qadim. Apakah benar alam qaim menurut filosof atau tidak bahkan mereka yang menuduh filosof Apakah benar alam qaim menurut filosof atau tidak bahkan mereka yang menuduh filosof mengatakan alam qadim salah memahami pandangan filosof.

mengatakan alam qadim salah memahami pandangan filosof.

Menurut Al-Kindi, Tuhan menciptakan alam dari tidak ada karenanya alam adalah Menurut Al-Kindi, Tuhan menciptakan alam dari tidak ada karenanya alam adalah  baharu.

 baharu. Penciptaan Penciptaan alam alam adalah adalah proses proses dari dari yang yang tertinggi tertinggi sampai sampai yang yang terendah. terendah. AkalAkal adalah yang tertinggi dan materi adalah yang terendah. Namun, dalam pemikiran adalah yang tertinggi dan materi adalah yang terendah. Namun, dalam pemikiran Al-Kindi tidak jelas apakah dia menganut teori emanasi tentang penciptaan atau tidak karena Kindi tidak jelas apakah dia menganut teori emanasi tentang penciptaan atau tidak karena tidak ada tulisannya yang terperinci tentang itu.

tidak ada tulisannya yang terperinci tentang itu. 8.

8. Pengetahuan TuhanPengetahuan Tuhan

Salah satu persoalan yang diperdebatkan kalangan teolog da filosof adalah Salah satu persoalan yang diperdebatkan kalangan teolog da filosof adalah mengenai pengetahuan Tuhan apakah Tuhan mengetahui hal-hal yang terperinci, seperti mengenai pengetahuan Tuhan apakah Tuhan mengetahui hal-hal yang terperinci, seperti apakah Tuhan mengetahui semut hitam berjalan di malam gelap diatas batu hitam. apakah Tuhan mengetahui semut hitam berjalan di malam gelap diatas batu hitam. Persoalannya adalah jika Tuhan mengetahui hal-hal yang terperinci, maka Tuhan amat Persoalannya adalah jika Tuhan mengetahui hal-hal yang terperinci, maka Tuhan amat sangat sibuk dan apa gunanya Tuhan mengetahui semua itu. Jika Tuhan tidak mengetahui sangat sibuk dan apa gunanya Tuhan mengetahui semua itu. Jika Tuhan tidak mengetahui

19 19

Noman L.

Noman L.Geisler and William Watkins, Perspective Unknowing and Evaluating Today’s World View, California:Geisler and William Watkins, Perspective Unknowing and Evaluating Today’s World View, California: Herres’s Life Publisher, Inc. 1984, h. 64

(15)

tentu di samping terkesan Dia tidak mengetahui, juga tidak sesuai dengan ayat

Al-tentu di samping terkesan Dia tidak mengetahui, juga tidak sesuai dengan ayat Al-Qur’anQur’an

yang menjelaskan Tuhan Maha Mengetahui. yang menjelaskan Tuhan Maha Mengetahui.

Persoalan inilah yang diperdebatkan secara panjang lebar antara teolog dan Persoalan inilah yang diperdebatkan secara panjang lebar antara teolog dan filosof. Abu Barakat

Al-filosof. Abu Barakat Al-Bagdadi berkomentar tentang persoalan tersebut, “Para pemikirBagdadi berkomentar tentang persoalan tersebut, “Para pemikir

kontemporer dan tradisional berbeda pendapat tentang pengetahuan Tuhan mengenai kontemporer dan tradisional berbeda pendapat tentang pengetahuan Tuhan mengenai hal-hal yang terperinci. Sebagian mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak mengetahui selain hal yang terperinci. Sebagian mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak mengetahui selain zat dan sifat-Nya. Adapun sebagian yang lain mengatakan bahwa Tuhan mengetahui zat zat dan sifat-Nya. Adapun sebagian yang lain mengatakan bahwa Tuhan mengetahui zat dan juga semua makhluk-Nya dalam berbagai keadaan, baik yang sekarang maupun yang dan juga semua makhluk-Nya dalam berbagai keadaan, baik yang sekarang maupun yang akan datang. Sisanya berpendapat bahwa Tuhan mengetahui zat sifat-sifat global, dan akan datang. Sisanya berpendapat bahwa Tuhan mengetahui zat sifat-sifat global, dan wujud yang abadi lewat zat-Nya. Bagi pendapat yang terakhir ini Tuhan tidak mengetahui wujud yang abadi lewat zat-Nya. Bagi pendapat yang terakhir ini Tuhan tidak mengetahui hal-hal yang terperinci dan berbagai perubahan di jagad raya.

hal-hal yang terperinci dan berbagai perubahan di jagad raya.202099 9.

9. Hukum kausalitasHukum kausalitas

Teori kausalitas adalah salah satu sumbangan terbesar filsafat pada ilmu. Ilmu Teori kausalitas adalah salah satu sumbangan terbesar filsafat pada ilmu. Ilmu menjadikan teori kausalitas sebagai dasar pijakannya. Ilmu kesehatan umpamanya, harus menjadikan teori kausalitas sebagai dasar pijakannya. Ilmu kesehatan umpamanya, harus taat azaz pada hukum sebab akibat. Kalau obat tertentu tidak memberi kepastian taat azaz pada hukum sebab akibat. Kalau obat tertentu tidak memberi kepastian  penyembuhan

 penyembuhan bagi bagi penyakit penyakit tertentu, tertentu, maka maka akan akan kacau kacau sistem sistem pengobatan. pengobatan. Karena Karena itu,itu, obat harus mencapai tingkat kepastian sebagai penyembuh suatu penyakit. obat harus mencapai tingkat kepastian sebagai penyembuh suatu penyakit. Peristiwa- peristiwa di

 peristiwa di alam juga alam juga tidak terlepas tidak terlepas dari hdari hukum ukum sebab akibat, sebab akibat, seperti api seperti api membakar danmembakar dan air membasahi.

air membasahi.

Teori kausalitas sudah dikembangkan sejak zaman Yunani. Aristoteles Teori kausalitas sudah dikembangkan sejak zaman Yunani. Aristoteles mempertegas keberadaan teori kausalitas dengan menguraikan bahwa ada empat macam mempertegas keberadaan teori kausalitas dengan menguraikan bahwa ada empat macam sebab, yaitu sebab materi, bentuk, efisisen, dan tujuan. Keempat jenis sebab tersebut sebab, yaitu sebab materi, bentuk, efisisen, dan tujuan. Keempat jenis sebab tersebut saling terkait dan bersatu. Sebab materi dan bentuk ada dalam benda itu sendiri, saling terkait dan bersatu. Sebab materi dan bentuk ada dalam benda itu sendiri, sedangkan sebab efisien dan tujuan berada di luar benda. Keempat sebab berlaku, baik sedangkan sebab efisien dan tujuan berada di luar benda. Keempat sebab berlaku, baik  bagi

 bagi kejadian kejadian alam alam maupun maupun bagi bagi kejadian kejadian yang yang disebabkan disebabkan oleh oleh manusia. manusia. AristotelesAristoteles  bermaksud

 bermaksud bahwa bahwa dengan dengan penjelasan penjelasan ini ini ia ia memberikan memberikan daftar daftar komplit komplit yang yang memuatmemuat

20 20

 Ahmad Syamsudin, Al-Ghazali, (Bairut: Dar Al-Kutub Al-ilmiyyah, 1990), h. 85.  Ahmad Syamsudin, Al-Ghazali, (Bairut: Dar Al-Kutub Al-ilmiyyah, 1990), h. 85.

(16)

semua faktor yang dapat menyebabkan suatu kejadian. Dalam suatu kejadian keempat semua faktor yang dapat menyebabkan suatu kejadian. Dalam suatu kejadian keempat  jenis sebab itu dapat dibedakan, paling tidak secara logis.

 jenis sebab itu dapat dibedakan, paling tidak secara logis.21211010 10.

10. Ruang dan waktuRuang dan waktu

Dalam sistem Aristoteles, alam terbatas oleh ruang, tetapi tidak terbatas oleh Dalam sistem Aristoteles, alam terbatas oleh ruang, tetapi tidak terbatas oleh waktu. Hal itu dikarenakan gerak alam seabadi Penggerak Tak Tergerakkan (

waktu. Hal itu dikarenakan gerak alam seabadi Penggerak Tak Tergerakkan (UnmovableUnmovable  Mover 

 Mover ). Keabadian alam ini ditolak dalam pemikiran Islam, karena alam adalah). Keabadian alam ini ditolak dalam pemikiran Islam, karena alam adalah diciptakan. Untuk itu para filosof muslim mencari jalan keluarnya yang sesuai dengan diciptakan. Untuk itu para filosof muslim mencari jalan keluarnya yang sesuai dengan agama dan permasalahan tersebut. Tokoh filosof Muslim yang dianggap ateis karena agama dan permasalahan tersebut. Tokoh filosof Muslim yang dianggap ateis karena sependapat dengan Aristoteles bahwa alam ini kekal adalah Ibn Sina dan Ibn Rusyd. sependapat dengan Aristoteles bahwa alam ini kekal adalah Ibn Sina dan Ibn Rusyd.

Al-Kindi memecahkan masalah tersebut secara radikal dengan gagasan tentang Al-Kindi memecahkan masalah tersebut secara radikal dengan gagasan tentang ketakterhinggaan secara matematik. Ia mengatakan bahwa alam ini tidak kekal. ketakterhinggaan secara matematik. Ia mengatakan bahwa alam ini tidak kekal. Benda- benda fisik terdiri atas materi dan bentuk, dan bergerak di dalam

 benda fisik terdiri atas materi dan bentuk, dan bergerak di dalam ruang dan waktu. Wakturuang dan waktu. Waktu dan ruang adalah hal yang terbatas, karena keduanya tidak aka nada kecuali dengan dan ruang adalah hal yang terbatas, karena keduanya tidak aka nada kecuali dengan keterbatasan. Waktu bukanlah gerak, tetapi bilangan pengukur gerak, karena waktu tak keterbatasan. Waktu bukanlah gerak, tetapi bilangan pengukur gerak, karena waktu tak lain adalah yang dahulu dan yang akan datang. Bilangan terdiri atas dua macam, yaitu lain adalah yang dahulu dan yang akan datang. Bilangan terdiri atas dua macam, yaitu tersendiri dan berkesinambungan. Oleh karena itu, waktu adalah berkesinambungan yang tersendiri dan berkesinambungan. Oleh karena itu, waktu adalah berkesinambungan yang dapat ditentukan, yang berproses dari dulu hingga kelak.

dapat ditentukan, yang berproses dari dulu hingga kelak.

E. Menyikapi perbedaan pendapat filsafat Islam dan manfaatnya E. Menyikapi perbedaan pendapat filsafat Islam dan manfaatnya

Banyak sekali ayat

Al-Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang melarang perpecahanQur’an dan Hadits Nabi yang melarang perpecahan(iftiraq) dan(iftiraq) dan  perselisihan

 perselisihan (ikhtilaf), (ikhtilaf), namun namun apabila apabila kita kita mencermati, mencermati, akan akan tampak tampak oleh oleh kita kita bahwa bahwa yangyang dimaksud adalah berbeda pendapat dalam masalah-masalah prinsip atau Ushul yang dimaksud adalah berbeda pendapat dalam masalah-masalah prinsip atau Ushul yang  berdampak

 berdampak kepada kepada perpecahan. perpecahan. Adapun Adapun berbeda berbeda pendapat pendapat dalam dalam masalah-masalah masalah-masalah cabangcabang

agama atau Furu’, maka hal ini tidaklah tercela dan tidak boleh sampai berdampak atau agama atau Furu’, maka hal ini tidaklah tercela dan tidak boleh sampai berdampak atau

 berujung

 berujung pada pada perpecahan, perpecahan, karena karena para para sahabat sahabat juga juga berbeda berbeda pendapat pendapat akan akan tetapi tetapi merekamereka tetap bersaudara dan saling menghormati satu dengan yang lain tanpa saling menghujat atau tetap bersaudara dan saling menghormati satu dengan yang lain tanpa saling menghujat atau melecehkan dan menjatuhkan.

melecehkan dan menjatuhkan.

Yang menarik, dalam mengemukakan berbagai pendapatnya, ulama-ulama Islam, Yang menarik, dalam mengemukakan berbagai pendapatnya, ulama-ulama Islam, terutama yang diakui secara luas keilmuannya, mampu menunjukkan kedewasaan sikap, terutama yang diakui secara luas keilmuannya, mampu menunjukkan kedewasaan sikap, 21

21

 K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta: Kanisius, 1981),

(17)

toleransi, dan objektivitas yang tinggi. Mereka tetap mendudukkan pendapat mereka di bawah toleransi, dan objektivitas yang tinggi. Mereka tetap mendudukkan pendapat mereka di bawah Al Quran dan Hadits, tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari Al Quran dan Hadits, tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari siapapun datangnya. Dapat dikatakan, mereka telah menganut prinsip relativitas pengetahuan siapapun datangnya. Dapat dikatakan, mereka telah menganut prinsip relativitas pengetahuan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Allah. Mereka tidak pernah memposisikan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Allah. Mereka tidak pernah memposisikan  pendapat

 pendapat mereka mereka sebagai sebagai yang yang paling paling absah absah sehingga sehingga wajib wajib untuk untuk diikuti, diikuti, dan dan menolakmenolak  pendapat lain sehingga menganggapnya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan a

 pendapat lain sehingga menganggapnya sebagai sesuatu yang bertentangan dengan a gama.gama. “Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan

“Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinanuntuk salah. Sedangkan pendapat orang lainuntuk salah. Sedangkan pendapat orang lain  salah,

 salah, tapi tapi memiliki memiliki kemungkinan kemungkinan untuk untuk benar.” benar.” Demikian Demikian ungkapan ungkapan yang yang sangat sangat populerpopuler dari Imam Syafi’i.

(18)

BAB III

BAB III

PENUTUP

PENUTUP

A. A. KesimpulanKesimpulan

Dari uraian mengenai Filsafat Islam diatas, dapat disimpulkan

Dari uraian mengenai Filsafat Islam diatas, dapat disimpulkan bahwa;bahwa; 1.

1. Filsafat berasal dari kata Yunani yaituFilsafat berasal dari kata Yunani yaitu philos philos (keinginan) dan (keinginan) dan SophiaSophia (kebenaran)(kebenaran)  jadi,

 jadi, filsafat filsafat adalah adalah cinta cinta kepada kepada ilmu ilmu pengetahuan pengetahuan atau atau kebenaran, kebenaran, suka suka kepadakepada hikmah dan kebijaksanaan. Adapun filsafat Islam adalah pemikiran-pemikiran hikmah dan kebijaksanaan. Adapun filsafat Islam adalah pemikiran-pemikiran filsafat yang memberikan kontribusi pada Islam dan sebaliknya Islam filsafat yang memberikan kontribusi pada Islam dan sebaliknya Islam menggunakan filsafat untuk memperkuat prinsip-prinsip agama.

menggunakan filsafat untuk memperkuat prinsip-prinsip agama. 2.

2. Filsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh para filosof Barat sejak abadFilsafat Barat adalah hasil pemikiran radikal oleh para filosof Barat sejak abad  pertengahan

 pertengahan sampai sampai abad abad modern. modern. Sedangkan Sedangkan Filsafat Filsafat Islam Islam adalah adalah berpikirberpikir  bebas,

 bebas, radikal radikal dan dan berada berada pada pada taraf taraf makna makna yang yang mempunyai mempunyai sifat, sifat, corak corak dandan karakter yang menyelamatkan dan kedamaian hati.

karakter yang menyelamatkan dan kedamaian hati. 3.

3. Filsafat Islam berawal dari filsafat Yunani yang telah dipelajari sebelumnya olehFilsafat Islam berawal dari filsafat Yunani yang telah dipelajari sebelumnya oleh  bangsa

 bangsa taklukan taklukan Islam Islam seperti seperti Mesir, Mesir, Baghdad Baghdad dan dan Syiria Syiria yang yang kemudiankemudian diteruskan secara intensif oleh para Khalifah. Tokoh-tokoh filsafat Islam yaitu : diteruskan secara intensif oleh para Khalifah. Tokoh-tokoh filsafat Islam yaitu : AlKindi, Ibnu Rusyd, Al Razi, Ibn Thufail, Al Farabi, Suhrawardi Al Maqtul, AlKindi, Ibnu Rusyd, Al Razi, Ibn Thufail, Al Farabi, Suhrawardi Al Maqtul, Mulla Shadra, Nashiruddin Thussi, dll.

Mulla Shadra, Nashiruddin Thussi, dll. 4.

4. Pokok-pokok yang dibahas Pokok-pokok yang dibahas dalam filsafat Islam yaitu ;dalam filsafat Islam yaitu ; a.

a. Prinsip teori emanasi adalah penjelasan tentang munculnya yang banyak dariPrinsip teori emanasi adalah penjelasan tentang munculnya yang banyak dari yang satu atau terjadinya alam dari sumber yang pertama.

yang satu atau terjadinya alam dari sumber yang pertama.  b.

 b. Jiwa dalam bahasa arab disebut denganJiwa dalam bahasa arab disebut dengan nafsnafs  atau ruh  atau ruh , ,  sedangkan dalam  sedangkan dalam  bahasa inggris

 bahasa inggris soul soul atauatau spirit  spirit  adalah unsur immateri dalam diri manusia. Jiwa adalah unsur immateri dalam diri manusia. Jiwa tidak dapat dipisahkan dari tubuh, begitu juga sebaliknya karena tanpa salah tidak dapat dipisahkan dari tubuh, begitu juga sebaliknya karena tanpa salah satu dari keduanya, seseorang tidak dapat dikatakan manusia.

satu dari keduanya, seseorang tidak dapat dikatakan manusia. c.

c. Akal, merupakan bagian yang amat pokok karena digunakan untuk berijtihadAkal, merupakan bagian yang amat pokok karena digunakan untuk berijtihad dan membantu manusia agar tidak terlena oleh materi.

dan membantu manusia agar tidak terlena oleh materi. d.

d. Filosof berkomunikasi melalui mimpi sedangkan nabi diberi kemampuanFilosof berkomunikasi melalui mimpi sedangkan nabi diberi kemampuan untuk berkomunikasi secara langsung maupun dalam mimpi. Dan kenabian untuk berkomunikasi secara langsung maupun dalam mimpi. Dan kenabian menjadi penting karena jika manusia hanya menggunakan akal maka akan menjadi penting karena jika manusia hanya menggunakan akal maka akan terjadi kerusakan dan karena itu perlu adanya suatu petunjuk suci dari-Nya. terjadi kerusakan dan karena itu perlu adanya suatu petunjuk suci dari-Nya.

(19)

e.

e. Eskatologi = Iman pada hari akhirat dalam Islam merupakan rukun imanEskatologi = Iman pada hari akhirat dalam Islam merupakan rukun iman setelah iman kepada Tuhan.

setelah iman kepada Tuhan. f.

f. Kebaikan dan kejahatan,Kebaikan dan kejahatan, g.

g. Alam, antara qodim dan baru, menurut alKindi, alam itu baru. PenciptaanAlam, antara qodim dan baru, menurut alKindi, alam itu baru. Penciptaan alam dimulai dari yang tertinggi hingga yang terendah.

alam dimulai dari yang tertinggi hingga yang terendah. h.

h. Pengetahuan Tuhan.Pengetahuan Tuhan. i.

i. Hukum kausalitas(sebab-akibat)Hukum kausalitas(sebab-akibat)  j.

 j. Ruang dan waktu.Ruang dan waktu. 5.

5. Sikap kita dalam menyikapi perbedaan pendapat yaitu saling bertoleransi dalamSikap kita dalam menyikapi perbedaan pendapat yaitu saling bertoleransi dalam masalah cabang agama sedangkan dalam masalah ushul hendaknya kita saling masalah cabang agama sedangkan dalam masalah ushul hendaknya kita saling mengingatkan.

mengingatkan. B.

B. SaranSaran

Kami selaku penulis memohon kepada para pembaca agar memberikan kritik dan Kami selaku penulis memohon kepada para pembaca agar memberikan kritik dan saran atas makalah kami karena pasti kami tidak akan lepas dari kekeliruan-kekeliruan. saran atas makalah kami karena pasti kami tidak akan lepas dari kekeliruan-kekeliruan.

(20)

BAB IV

BAB IV

LAMPIRAN

LAMPIRAN

Ibnu

Ibnu www.chunpage.netwww.chunpage.net Ibnu Ibnu Thufail, Thufail, Al Al Razi,Razi,  just4th.blogspot.com

 just4th.blogspot.com www.sciencemuseum.org.uk www.sciencemuseum.org.uk 

Mulla Sadra,

Mulla Sadra, www.aktual.comwww.aktual.com Al Al Kindi, Kindi, Al Farabi,Al Farabi, www.muslimheritage.com

www.muslimheritage.com Medanexpress.comMedanexpress.com

 Nashiruddin thusi,syafieh.blogspot.com

Referensi

Dokumen terkait

Nulya kang rama nimbal[l]i mangkin, dateng putran[n]é Sultan Pulo Mas, mapan Radén Wringin Hanom, kang putra sampun rawuh, cahos hing ngarsa ramaji, kang rama

Autonomy terlihat melalui penilaian ibu terhadap dirinya yang mampu mendidik anak menjadi orang yang mandiri (positive identity), bertanggung jawab mengurus

Penelitian tugas akhir yang dilakukan penulis berjudul “Investigasi Bawah Permukaan Segmen Cibeber Zona Sesar Cimandiri, Jawa Barat dengan Metode Audio Magnetotelurik

Untuk adonan dengan penambahan -amilase dan glukoamilase 25 U/g tepung masih dihasilkan adonan yang agak kasar sama dengan roti yang terbuat dari pasta ubi jalar ungu

Memb Membantu K antu KS dal S dalam e am en*usu n*usunan b nan budge udgetang tanggaran garan ada ada tia tia kegiatan sesuai dengan rogram kerja & RKS

3.Setelah dilakukan analisis pertumbuhan volume lalu lintas pada gambar diatas, maka dapat diketahui peningkatan volume lalu lintas setiap tahunnya mulai 2017

Keadaan ini menunjukkan, bahwa di kalangan generasi kedua dan ketiga telah terjadi semacam erosi (menipisnya) pengetahuan terhadap isi dari kesetiaan primordial