Metodologi Penelitian Ekonometrika
Metodologi Penelitian Ekonometrika
Yuhka Sundaya Yuhka Sundaya Departemen Ilmu E
Departemen Ilmu Ekonomi Universitkonomi Universitas Islam Bandung as Islam Bandung
1.
1. Pengertian Pengertian dan dan Ruang Ruang Lingkup Lingkup EkonometrikaEkonometrika
Eko
Ekonomnometretrika ika terterkaikait t dendengan gan penpengukugukuran ran hubhubungaungan n ekoekonomnomi. i. IstIstililah ah ekonekonomeometritrikaka te
terberbentntuk uk dardari i dudua a kakata ta YYuunannani, i, yayaititu u “oi“oiκ κ oo ν νooµµίίaa” ” ((economyeconomy) d a n “) d a n “µµέέτρτρoo ν ν” ” ((measuremeasure).).
Ekonometrika adalah kombinasi dari teori ekonomi, matematika ekonomi dan statisitk, tetapi Ekonometrika adalah kombinasi dari teori ekonomi, matematika ekonomi dan statisitk, tetapi ketiga aspek tersebut berbeda satu sama lain.
ketiga aspek tersebut berbeda satu sama lain. Ekonom
Ekonometriketrika a dapat dapat dipertdipertimbangimbangkan kan sebagasebagai i integrintegrasi asi ilmu ilmu ekonomiekonomi, , matemmatematika atika dandan statistika untuk tuuan menyaikan nilai numerik untuk parameter dari suatu hubungan ekonomi statistika untuk tuuan menyaikan nilai numerik untuk parameter dari suatu hubungan ekonomi (!o
(!ontontoh h " " elaelastistisitsitas, as, nilnilai ai marmarginginal al dan dan ukurukuran an ekoekonomnomi i lailainnyannya) ) dan dan memmem#er#eri$ii$ikasi kasi teoteoriri eko
ekonomnomi. i. EkoEkonomnometretrika ika adaladalah ah bentbentuk uk khukhusus sus dardari i analanalisiisis s dan dan penepenelitlitian ian ekonekonomi omi yanyangg di$ormulasikan dalam bentuk matematika dan dikombinasikan dengan pengukuran empiris dari di$ormulasikan dalam bentuk matematika dan dikombinasikan dengan pengukuran empiris dari $enomena ekonomi. %era&al dari hubungan ekonomi, kita menyatakan dalam bentuk matematika $enomena ekonomi. %era&al dari hubungan ekonomi, kita menyatakan dalam bentuk matematika ya
yang ng dapdapat at didiukukurur, , kikita ta kemkemudiudian an memengnggugunaknakan an memetotode de khkhusususus, , yayang ng didisesebubut t memetotodede ekonom
ekonometrika dalam etrika dalam tuuatuuan n untuk memperoleuntuk memperoleh h dugaan numerik dari dugaan numerik dari koe$ikoe$isien dalam sien dalam hubungahubungann eko
ekonomnomi. i. 'et'etode ode ekonekonomeometritrika ka adaladalah ah metmetode ode stastatististiktika a yanyang g se!se!ara ara khuskhusus us disdisesuesuaikaaikann ter
terhadahadap p kekhkekhasaasan n $en$enomeomena na ekoekonomnomi. i. ebaebanyanyakan kan si$si$at at penpentinting g dardari i hubuhubungan ngan ekoekonomnomii men
men!aku!akup p sebsebuah uah eleelemen a!ak men a!ak ((elemen randomelemen random), ), yang mana yang mana sersering ing diadiabaibaikan kan daldalam am teoteoriri ekonomi dan matematika ekonomi yang menyatakan hubungan se!ara eksak antara berbagai ekonomi dan matematika ekonomi yang menyatakan hubungan se!ara eksak antara berbagai besaranbesaran
besaranbesaran ilmu ilmu ekonomi. ekonomi. Ekonometrika Ekonometrika telah telah membangun membangun metode metode untuk untuk mempetimbangkan komponen a!ak (
mempetimbangkan komponen a!ak (randon component randon component ) dari hubungan ekonomi.) dari hubungan ekonomi. Sebagai
Sebagai !ontoh!ontoh, , teori teori ekonomi ekonomi menyatmenyatakan akan ba&ah ba&ah permipermintaan ntaan untuk untuk sebuah sebuah komodikomodititi tergantung pada harganya, harga komoditi lainnya, pendapatan konsumen dan seleranya. Ini tergantung pada harganya, harga komoditi lainnya, pendapatan konsumen dan seleranya. Ini adalah hubungan yang eksak. *alam matematika ekonomi kita dapat menyatakannya sebagai adalah hubungan yang eksak. *alam matematika ekonomi kita dapat menyatakannya sebagai berikut "
berikut "
+ b
+ boo - b - b/ - b/ - b00//oo - b - b11Y - bY - b22t 3 4i5t 3 4i5
*imana "
*imana " + + umlah umlah komoditi komoditi yang yang dimintadiminta /
/ harga harga komoditikomoditi /
/oo harga harga komoditi komoditi lainnyalainnya
Y
Y pendapatan pendapatan konsumenkonsumen t
t seleraselera b
/ersamaan permintaan di atas adalah eksak, sebab persamaan itu menyatakan bah&a /ersamaan permintaan di atas adalah eksak, sebab persamaan itu menyatakan bah&a hanya keempat $aktor itulah (sisi kanan persamaan) yang menentukan umlah komoditi yang hanya keempat $aktor itulah (sisi kanan persamaan) yang menentukan umlah komoditi yang diminta. 6umlah yang diminta akan berubah ika hanya ika keempat $aktor tersebut berubah. diminta. 6umlah yang diminta akan berubah ika hanya ika keempat $aktor tersebut berubah. 7idak ada $aktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan. /enemuan produk baru, perang, 7idak ada $aktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan. /enemuan produk baru, perang, perubahan
perubahan pro$esi, pro$esi, perubahan perubahan kelembagaan, kelembagaan, perubahan perubahan aturan, aturan, perubahan perubahan dalam dalam distribusidistribusi pendapatan,
pendapatan, pergerakan pergerakan penduduk penduduk se!ara se!ara massal massal dan dan lainnya lainnya adalah adalah !ontoh!ontoh beberapa
beberapa shifter shifter lailainnya nnya ataatas s perperminmintaataan n tertersebsebut. ut. 8eb8ebih ih dardari i ituitu, , perperilailaku ku manmanusiusia a se!se!araara melekat (
melekat (inherentlyinherently) tidak tetap. ita biasanya dipengaruhi oleh rumor, impian, kebiasaan atau) tidak tetap. ita biasanya dipengaruhi oleh rumor, impian, kebiasaan atau tradi
tradisi, dan si, dan $aktor sosiol$aktor sosiologis dan ogis dan psikopsikologislogis, , yang membuat kita yang membuat kita berbeda perilakberbeda perilaku u dalam setiapdalam setiap kondisi pasar dengan menganggap pendapatan kita sama. *alam ekonometrika pengaruh dari kondisi pasar dengan menganggap pendapatan kita sama. *alam ekonometrika pengaruh dari $aktor$aktor lain ini diperhitungkan dengan memasukannya ke dalam hubungan ekonomi dari $aktor$aktor lain ini diperhitungkan dengan memasukannya ke dalam hubungan ekonomi dari #ariabel random dengan si$atsi$at yang khusus (lihat autsoyiannis, 9:;< :99= atau lebih #ariabel random dengan si$atsi$at yang khusus (lihat autsoyiannis, 9:;< :99= atau lebih ringkas lagi dalam 7homas, 99; yang berisi tentang asumsi klasik). *alam !ontoh kita, $ungsi ringkas lagi dalam 7homas, 99; yang berisi tentang asumsi klasik). *alam !ontoh kita, $ungsi permintaan yang akan dikai dengan alat ekonometrika akan berbentuk stokastik sebagai berikut " permintaan yang akan dikai dengan alat ekonometrika akan berbentuk stokastik sebagai berikut "
+ b
+ boo - b - b/ - b/ - b00//oo - b - b11Y - bY - b22t - u 3 4ii5t - u 3 4ii5
*i
*imamana na “u“u” ” diditetetatapkpkan an sesebabagagai i $a$aktktor or rarandndom om (e(elelememen n atatau au kokompmpononen en a!a!akak) ) yayangng mempengaruhi permintaan tadi.
mempengaruhi permintaan tadi. 7
7eoeori ri ekoekonomi nomi hendhendaknyaknya a di di dahudahuluklukan, an, karkarena ena tahtahap ap ini ini terterkait kait dengdengan an penpenententuanuan hipotesis tentang perilaku ekonomi yang harus
hipotesis tentang perilaku ekonomi yang harusdiujidiuji dengan dengan penerappenerapananteknik ekonometrikateknik ekonometrika.. *alam penguian teori, kita bermula dari $ormulasi matematisnya, yang menyatakan sebuah *alam penguian teori, kita bermula dari $ormulasi matematisnya, yang menyatakan sebuah model atau hipotesis. *alam !ontoh kita, hipotesis atas $ungsi permintaan dinyatakan sebagai model atau hipotesis. *alam !ontoh kita, hipotesis atas $ungsi permintaan dinyatakan sebagai berikut " berikut " + + b boo - b - b/ - b/ - b00//oo - b - b11Y - bY - b22t - u 3 4iii5t - u 3 4iii5 b b,, b b0,0, b b1,1,dan bdan b22 >? >? 8angkah
8angkah selanselanutnya utnya adalah adalah mengkomengkon$rontn$rontir ir model model dengan dengan data data hasil hasil pengampengamatan atan yangyang menggambarkan
menggambarkan perilaku aktual dari suatu unit ekonomi (perilaku aktual dari suatu unit ekonomi (konsumen atau produsen). 7konsumen atau produsen). 7ahap iniahap ini mempertahankan apakah teori dapat menelaskan perilaku aktual dari unit ekonomi, !ontohnya, mempertahankan apakah teori dapat menelaskan perilaku aktual dari unit ekonomi, !ontohnya, apakah teori ekonomi kompatibel dengan kenyataan. 6ika teori kompatibel dengan data aktual, apakah teori ekonomi kompatibel dengan kenyataan. 6ika teori kompatibel dengan data aktual, kita menerima #alidita
kita menerima #aliditas s teoriteori, , sebalisebaliknya, ika knya, ika teori tidak teori tidak kompatkompatibel dengan ibel dengan perilperilaku aku yangyang diamati, kita menolak teori, karenanya kita dapat memodi$ikasinya. *alam kasus terakhir kita diamati, kita menolak teori, karenanya kita dapat memodi$ikasinya. *alam kasus terakhir kita perlu
perlu memberikan memberikan tambahan tambahan pengamatan pengamatan baru baru dengan dengan tuuan tuuan untuk untuk mengui mengui #ersi #ersi teori teori yangyang dire#isi.
dire#isi. /rose
/rosedur dur yang yang diikutdiikuti i ketikketika a mengumengui i sebuah sebuah teori teori ditamditampilkan pilkan se!arse!ara a skemaskematis tis dalamdalam @ambar .
@ambar . /rosedur /enguian 7eori
1.1. Ekonometrika dan Matematika Ekonomi
'atematika ekonomi menyatakan teori ekonomi dalam terminologi simbol matematis. 7idak ada perbedaan essensial antara matematika ekonomi dengan teori ekonomi. 'asing masing menyatakan hubungan yang sama, namun teori ekonomi menggunakan pernyataan #erbal, sedangkan matematika ekonomi menggunakan simbol matematis. 'asingmasing menyatakan hubungan ekonomi dalam bentuk eksak. 8ebih dari itu, keduanya tidak menyaikan nilai numerik untuk koe$isien dari setiap hubungan.
Ekonometrika berbeda dari matematika ekonomi. 'eskipun ekonometrika menyatakan hubungan ekonomi dalam bentuk matematis. 'atematika ekonomi menyatakan hubungan se!ara eksak, sedangkan ekonometrika menyatakan hubungan yang tidak eksak. 'etode ekonometrika didesain untuk memasukan perhitungan gangguan a!ak yang men!iptakan de#iasi dari pola perilaku eksak yang ditentukan oleh teori ekonomi dan matematika ekonomi. 8ebih dari itu, metode ekonometrika menyaikan nilai numerik koe$isien dari suatu $enomena ekonomi. Sebagai !ontoh, teori ekonomi menyatakan bah&a permintaan sebuah produk yang dihadapi oleh kebutuhan dasar manusia adalah inelastis, menunukkan bah&a produk tersebut tidak mempunyai substitusinya. In$ormasi ini sedikitnya membantu pembuat kebiakan, sebab koe$isien dari elastisitas dapat menganggap beberapa nilai antara ? dan . Ekonometrika dapat memberikan pendugaan dari elastisitas dan parameter lainnya dari teori ekonomi.
1.2. Ekonometrika dan Statistik
Ekonometrika berbeda dengan matematika statistik dan statistik ekonomi. Sebuah statistik ekonomi berperan dalam membangun data, merekamnya, mentabulasinya atau menggambarkannya, yang menggambarkan pola perkembangannya sepanang &aktu dan mungkin mendeteksi beberapa hubungan antara berbagai besaran ekonomi. Statistik ekonomi se!ara khusus menggambarkan aspek ekonomi. Statistik ekonomi tidak menyaikan penelasan dari perkembangan berbagai #ariabel dan tidak menyaikan pengukuran dariparameter hubungan ekonomi.
Ekonometrika menggunakan metode statistika setelah menyesuaikannya dengan masalah dari kehidupan ekonomi. /enyesuaian metode statistika ini disebut dengan metode ekonometrika. Se!ara terpisah, metode ekonometrika diadjust sehingga menadi tepat untuk pengukuran hubungan ekonomi yang bersi$at stokastik yang men!akup elemen a!ak. /enyesuaian terkait se!ara utama dalam menspesi$ikasi elemen a!ak itu yang dihadap dalam dunia nyata dan masuk ke dalam penentuan data yang diamati, kemudian terakhir dapat diinterpretasikan sebagai sampel a!ak yang mana metode statistika dapat diterapkan.
2. Tujuan Ekonometrika
ita dapat membedakan tiga tuuan dari ekonometrika, yaitu , 5 menganalisis atau mengui teori ekonomi, 05 pembuatan kebiakan, !ontohnya adalah menduga (estimating ) parameter dari hubungan ekonomi yang dapat digunakan untuk pembuatan keputusan,
15 forecasting , !ontohnya menggunakan pendugaan numerik dari parameter dengan tuuan untuk meramal nilai di masa mendatang dari besaran ekonomi tersebut. 7entunya tuuan ini tidak bersi$at saling menutupi, akan tetapi dapat bersi$at komplementer. eberhasilan penerapan
ekonometrika merupakan kombinasi dari tiga tuuan tersebut.
2.1. Analisis : Pengujian Teori Ekonomi
*alam tahap permulaan dari pengembangan teori ekonomi, ahli ekonomi mem$ormulasikan prinsip dasar $ungsi sistem ekonomi dengan menggunakan penelasan #erbal dan menerapkan prosedur dedukti$. /ermulaan teori ekonomi bera&al dari sebuah susunan yang $okus pada pengamatan perilaku indi#idual sebagai konsumen maupun produsen. %eberapa asumsi dasar telah disusun terkait dengan moti#asi indi#idu unit ekonomi. 'isalnya dalam teori permintaan yang diasumsikan bah&a konsumen bertuuan untuk memaksimisasi kepuasannya dari pengeluaran sebagai pendapatannya, dengan harga komoditi tertentu. Se!ara serupa,
produsen diasumsikan terdorong untuk memaksimisasi keuntunggannya. *ari asumsiasumsi ini ahli ekonomi mengemukakan alasan logika murni dengan menurunkan beberapa kesimpulan umum yang $okus kepada proses kera dari sistem ekonomi. 7eori ekonomi kemudian dikembangkan dalam tingkat abstrak yang tidak mengui perkembangan realitas ekonomi.
Ekonometrika se!ara khusus melakukan #eri$ikasi terhadap hubungan ekonomi. *alam kasus ini kita mengatakan tuuan penelitian sebagai analisis, !ontohnya adalah memperoleh temuan empiris untuk mengui daya penelasan teori ekonomi.
2.2. Pembuat ebijakan : Memperoleh Pendugaan !umerik dari Parameter "ubungan Ekonomi untuk Simulasi ebijakan
*alam beberapa kasus, teknik ekonometrika dilakukan untuk memperoleh tuuan dalam men!apai pendugaan yang nyata dari parameter indi#idual dalam hubungan ekonomi, sehingga kita dapat menge#aluasi elastisitas atau parameter teori ekonomi (misalnya " multiplier, koe$isien teknis produksi, marginal cost ,marginal revenue dan lainnya). /engetahuan dari nilai numerik dari parameter ini adalah sangat penting untuk keputusan dari perusahaan sebaik mungkin untuk $ormulasi kebiakan ekonomi dari pemerintah. Aal ini membantu untuk membandingkan dampak dari alternati#e dari berbagai keputusan kebiakan.
Bntuk !ontoh, keputusan pemerintah tentang menurunkan nilai mata uang (de#aluasi) akan tergantung pada besarnya nilai numerik dari hasrat untuk mengimpor, sebaik pada nilai numerik dari elastisitas harga ekspor dan impor. 6ika umlah elastisitas harga ekspor dan impor lebih ke!il dari satu dalam nilai absolut, de#aluasi mata uang tidak akan menolong di dalam mengeliminasi de$i!it nera!a pembayaran.
Contoh itu menunukkan bagaimana pentingnya pengetahuan dari nilai numerik dari parameter hubungan ekonomi. Ekonometrika dapat menyaikan beberapa pendugaan numerik
dan menadi alat yang esensial untuk $ormulasi dari pernyataan kebiakan ekonomi. 2.#. Peramalan !ilai Masa Mendatang Atas $esaran Ekonomi
*alam mem$ormulasikan keputusan kebiakan, adalah esnsial untuk dapat meramalkan nilai dari besaran ekonomi. %eberapa peramalan akan memberikan pemegang kebiakan untuk mempertimbangkan apakah hal itu perlu untuk mengukur dalam tuuan untuk mempengaruhi #ariabel ekonomi yang rele#an.
Sebagai !ontoh, diketahui bah&a pemerintah ingin memutuskan kebiakan ketenagakeraannya. emudian perlu untuk mengetahui apakah situasi kesempatan kera saat ini. *engan teknik ekonometrika kita dapat memperoleh beberapa pendugaan atas tingkat kesempatan kera dalam suatu perekonomian. 6ika tingkat kesempatan kea terlalu rendah,
pemerintah dapat menetapkan pengukuran yang tepat untuk menghindari keadian tersebut. 6ika peramalan nilai kesempatan kera lebih tinggi dari angkatan kera yang diharapkan, maka pemerintah harus menetapkan perbedaan pengukuran dalam menghindari in$lasi.
/eramalan menadi sangat penting untuk pengaturan pembangunan ekonomi sebagai langkah untuk membuat peren!anaan dari pembangunan ekonomi negaranegara berkembang.
#. Pembagian Ekonometrika
Ekonometrika dapat dibagi ke dalam dua !abang, yaitu%1& ekonomerika teoritis dengan%2& ekonometrika aplikati' atau terapan.
Pertama, ekonometrika teoritis men!akup pengembangan dari metode yang tepat untuk pengukuran hubungan ekonomi. Seperti ditekankan sebelumnya, teknik ekono metrika didasarkan pada teknik statistika yang disesuaikan terhadap si$at khusus dari hubungan ekonomi. *ua fitur realitas ekonomi yang menyebabkan metode murni dari matematika statistika tekait dalam pengukuran $enomena ekonomi adalah pertama, data yang digunakan untuk pengukuran hubungan ekonomi diamati untuk kehidupan aktual dan tidak diturunkan untuk memonitor per!obaan (experiment ). *alam kehidupan ekonomi per!obaan tidak mungkin dilakukan, sebab banyak besaran ekonomi berubah se!ara temporer, dan masingmasing mempengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain dari besaranbesaran ekonomi. Se!ara terkait, metode ekonometrika telah dikembangkan untuk menganalisis dari data non per!obaan. Kedua, hubungan ekonomi tidaklah eksak seperti teori ekonomi dan matematika ekonomi sebagai asumsinya. /erilaku ekonomi sering berubahubah, dipengaruhi oleh keadian yang tak dapat diprediksi. *ampak dari beberapa $aktor ditetapkan ke dalam perhitungan oleh ahli ekonometrika melalui introduksi atau pengenalan dalam hubungan yang sedang dikai dari #ariabel a!ak tertentu, yang mana se!ara alamiah akan di ui dalam bab tertentu.
'etode ekonometrika dapat diklasi$ikasikan ke dalam dua kelompok "1& teknik persamaan tunggal, yang mana metode itu diterapkan untuk satu hubungan dalam periode &aktu tertentu, dan 2& teknik persamaan simultan, yang mana metode tersebut diterapkan pada seluruh hubungan dari sebuah model se!ara simultan. Dalaupun suatu model ekonometrika terdiri dari banyak persamaan, namun masingmasing tidak memiliki hubungan, maka model ekonometrika itu disebut dengan persamaan tunggal. 6ika dalam model ekonometrika terdapat endogeneous #ariable dalam eplanatory #ariable nya, maka persamaanpersamaan itu terkait se!ara simultan (lihat autsoyiannis, 9:;< 1=9191).
*an kedua, ekonometrika terapan men!akup aplikasi dari metode ekonometrika untuk !abang teori ekonomi khusus. 'etode ini mengui masalahmasalah yang dihadapi dan
ditemukan dari penelitian terapan dalam lapangan teori ekonomi seperti permintaan, pena&aran , produksi, in#estasi, konsumsi, dan se!tor teori ekonomi lainnya. Ekonometrika terapan men!akup aplikasi dari alat ekonometrika teoritis untuk menganalisis $enomena ekonomi dan peramalan perilaku ekonomi.
(. Metodologi Penelitian Ekonometrika
*alam beberapa penelitian ekonometrika kita dapat membedakan empat tahap "
F. Spesi$ikasi model untuk men!apai pengukuran terhadap $enomena yang dikai atau $ormulasi hipotesis yang dipertahankan<
%. Estimasi parameter dalam model dengan metode ekonometrika yang tepat atau tahap penguiasn hipotesis yang dipertahankan<
C. E#aluasi hasil estimasi G apakah telah men!ukupi dan reliable.
*. E#aluasi #aliditas model peramalan untuk meramal besaran suatu #ariabel ekonomi.
7ahap F dan C membutuhkan keahlian dari seorang ahli ekonomi dengan pengalaman dalam menggunakan sistem ekonomi. 7ahap % dan * bersi$at teknis dan membutuhkan pengetahuanteori ekonometrika.
(.1. Tahap Spesi'ikasi Model atau )ormulasi "ipotesis
*alam tahap ini peneliti menyatakan hubungan ekonomi dalam bentuk matematik (spesi$ikasi model), yang mana $enomena ekonomi akan dieksplorasi se!ara empiris. 8angkah ini men!akup penentuan "
45 #ariabel dependen dan eksplanatori (penelas) yang akan dimasukan ke dalam model <
405 harapan teoritis se!ara a priori mengenai tanda ( sign) dan ukuran ( sie) dari parameter dari $ungsi.
415 bentuk matematis dari model (umlah persamaan, persamaan linear atau non linear dan lainnya) atau $itur dari model matematis tersebut.
Spesi$ikasi model ekonometrika didasarkan pada teori ekonomi dan pada beberapa in$ormasi yang terkait dengan $enomena yang sedang dikai.
(.1.1. *ariabel dalam Model
*ari beberapa sumber in$ormasi, ahli ekonometrika akan dapat membuat urutan da$tar #ariabel (regressors) yang mungkin mempengaruhi #ariabel dependen (regresand ). 7eori ekonomi menunukkan $aktor$aktor umum yang mempengaruhi #ariabel dependen dalam
beberapa kasus terpisah. Sebagai !ontoh, diketahui bah&a ahli ekonometrika ingin mengkai permintaan dari produk tertentu. Sumber pertama in$ormasinya adalah teori statik permintaan yang menyatakan bah&a determinan permintaan dari permintaan untuk beberapa produk adalah harga produk itu sendiri, harga barang lainnya (subsitusi atau komplementer), tingkat pendapatan konsumen, dan seleranya. %erdasarkan pada teori ini kita dapat menulis bah&a bentuk umum $ungsi permintaan dinyatakan sebagai berikut "
+H $(/H, /o, Y, 7) 3 4i#5
*imana,+H umlah komoditi H yang diminta
/H harga komoditi H
/o harga komoditi lainnya
Y pendapatan konsumen
7 selera konsumen
etika ahli ekonometrika memperoleh in$ormasi empiris yang diperkirakan terkait dengan perintaan komoditi H tersebut, misalnya tingkat pendapatan periodeperiode sebelumnya (Yt, Yt0, paak dan kebiakan kredit pemerintah (@), dan distribusi pendapatan (Yd). arenanya
$ungsi permintaan komoditi H di atas dapat diperluas sebag ai berikut " +H $(/H, /o, Y, 7, Yt, Yt0, @, Yd) 3 4#5
*ari !ontoh di atas diketahui bah&a #ariabel dependen adalah +Hdan #ariabel
penelasnya adalah /H, /o, Y, 7, Yt, Yt0, @, dan Yd. /ermasalahan mengenai #eriabel random
dapat dilihat dalam autsoyiannis, 9:;< :99= atau lebih ringkas lagi dalam 7homas, 99; yang berisi tentang asumsi klasik.
(.1.2. Tanda dan $esaran Parameter
%erdasarkan pada sumber pengetahuan yang sama G teori, penelitian terapan lainnya dan in$ormasi tentang $itur khusus yang memungkinkan dari $enomena yang sedang dikai G akan mengandung pernyataan tentang tanda dari parameter dan kemungkinan ukurannya.
Sebagai !ontoh kita mengasumsikan bah&a kita menyelidiki $ungsi permintaan untuk produk tertentu dan dinyatakan se!ara matematis sebagai berikut "
+H b? - b/H - b0 /o - b1Y - u 3 4#i5
Selanutnya, parameter b diperkirakan memiliki tanda negati$, terkait dengan hukum permintaan
yang menyatakan sebuah hubungan terbalik antara umlah barang yang diminta dengan harga barang tersebut. /arameter b1 terkait dengan #ariabel Y yang diharapkan mun!ul dengan tanda
positi$, ketika pendapatan dan umlah yang diminta terkait se!ara positi$, ke!uali dalam kasus barangbarang in$erior. Sedangkan parameter b0 dari #ariabel /o diperkirakan memiliki tanda
positi$ ika komoditi o adalah substitusi dari komoditi H, dan negati#e ika komoditi o merupakan komplemen bagi komoditi H.
/erkiraan besaran parameter didasarkan pula pada sumbersumber pengetahuan yang diuraikan sebelumnya. *ari !ontoh $ungsi permintaan komoditi H tersebut, diketahui bah&a b dan b0 se!ara berurutan mengandung in$ormasi tentang elastisitas, sedangkan b1 mengandung
in$ormasi tentang hasrat tambahan konsumsi (marginal propensity to consume '/C). 7eori permintaan menyatakan bah&a ukuran elastisitas tergantung pada si$at alami (nature) dari komoditi dan keberadaan komoditi substitusinya. 6ika sebuah komoditi “diperlukan (necessity), elastisitas harga dan pendapatan diharapkan ke!il, ika komoditi itu “barang me&ah (luxury)” elastisitas diperkirakan besar dengan asumsi tidak ada pengganti komoditi tersebut. Elastisitas silang dari permintaan komoditi H dengan harga komoditi o, tergantung pada bagaimana bentuk hubungan komoditi o dan H tesebut, apakah saling mengganti atau melengkapi. 6ika komoditi o berperan sebagai pengganti komoditi H, maka elastisitas silang permintaan akan besar sekali.
%erdasarkan sumbersumber pengetahuan tersebut, model ekonometrika dalam tahap ini selengkapnya dinyatakan sebagai berikut "
+H b? - b/H - b0 /o - b1Y - u 3 4#ii5
b?, b0, b1 >?
(.1.#. $entuk Matematis Model
7eori ekonomi dapat atau tidak dapat menunukkan bentuk matematis dari hubungan, atau umlah persamaan yang dimasukan ke dalam model ekonomi. Sebagai !ontoh, teori permintaan tidak menentukan apakah permintaan untuk komoditi tertentu dapat dikai dengan sebuah model persamaan tunggal atau dengan siystem persamaan simultan. 8ebih dari itu teori ekonomi tidak menyatakan apakah $ungsi permintaan itu berbentuk linear atau non linear. ur#a permintaan digambarkan sebagai garis lurus menurun ke ba&ah. %agaimanapun, teori permintaan mengandung beberapa in$ormasi tentang bentuk matematis dari $ungsi permintaan. 7eori permintaan statik di dasarkan pada asumsi bah&a perilaku konsumen adalah rasional dan mereka tidak mengalami ilusi uang. Fsumsi ini menyebabkan bah&a ika seluruh harga dan pendapatan berubah dengan porporsi yang sama, !onsumen yang rasional tidak akan mengubah pola konsumsinya, dia tidak akan mengubah permintaannya. emudian $ungsi permintaan dapat mengasumsikan bentuk matematis yang memperhitungkan rasionalitas asumsi $ungsi permintaan. *alam jargon teknis kita mengatakan bah&a $ungsi permintaan adalah homogen
*alam kebanyakan kasus teori ekonomi tidak se!ara eksplisit menyatakan bentuk matematis dari hubungan ekonomi. %entuk matematis dari model dapat ditentukan dengan !ara memplot beberapa data dari #ariabel dependen dan #ariabel penelas dalam bentuk diagram dua dimensi. *ari gambaran data ini peneliti dapat mengindenti$ikasi, apakah nature data tersebut bersi$at linear atau non linear.
7erakhir, teori ekonomi tidak se!ara eksplisit menyatakan apakah $enomena tertentu itu seharusnya dikai dengan sebuah model persamaan tunggal ataukah harus dikai dengan model sistem persamaan simultan. 7erkait dengan kompleksnya dunia nyata, sangatlah sulit untuk mengkai $enomena ekonomi se!ara memuaskan dengan menggunakan model persamaan tunggal. Simpli$ikasi model biasa dilakukan terkait dengan keterbatasan data, dana penelitian dan &aktu yang tersedia bagi peneliti.
Spesi$ikasi model adalah bagian terpenting dari penelitian ekonometrika. Aal ini seringkali menadi titik kelemahan dari penerapan ekonometrika. %eberapa alasan dari kesalahan spesi$ikasi atas model ekonomi adalah "
45 ketidaksempurnaan, kehilangan pernyataan teori ekonomi<
405 batasan pada pengetahuan kita atas $aktor$aktor yang ada dalam beberapa kasus khusus< dan 415 kesulitan dan hambatan yang ditampilkan oleh kebutuhan data dalam mengestimasi model yang
besar.
(.2. Tahap Estimasi atau Pendugaan Model
Setelah model dispesi$ikasi atau di$ormulasikan, ahli ekonometrika harus mengestimasinya, dengan perkataan lain ia harus memperoleh estimasi numerik atas parameter dalam model. /arameter yang telah diestimasi dari suatu persamaan disebut dengan koe$isien.
Estimasi model membutuhkan keahlian dalam berbagaimetode atauteknik ekonometrika, asumsiasumsinya dan implikasi ekonomi untuk estimasi parameternya.
7ahap estimasi men!akup beberapa langkah berikut "
45 'embangun pengamatan statistika atau data atas #aiabel#ariabel yang masuk di dalam model< 405 /enguian kondisi identi$ikasi dari sebuah $ungsi<
415 /enguian masalah agregasi yang ada dalam setiap #ariabel dalam $ungsi<
425 /enguian deraat korelasi diantara #ariabel#ariabe penelas, missal penguian deraat multikolinearitas<
4J5 /emilihan teknik ekonometrika yang tepat untuk mengestimasi $ungsi dan penguian kritis dari asumsi yang pilihan teknik dan implikasi ekonominya untuk mengestimasi parameter dalam model.
(.2.1. Membangun +ata untuk Mengestimasi Model
6enisenis data yang digunakan dalam mengestimasi antara lain adalah "
45 *ata Kuntun Daktu (!ime "eries TS). *ata 7S memberikan in$ormasi tentang nilai numerik dari setiap #ariabel dari periode ke periode.
405 *ata #ross$"ection (,S). *ata ini memberikan in$ormasi atas #ariabel pelaku indi#idual yang dikai (konsumen atau produsen) pada &aktu tertentu. Bntuk !ontoh sebuah sample cross$ section dari konsumen adalah sebuah smpel dari anggaran keluarga yang menunukkan pengeluaran atas berbagai komoditi oleh masingmasing keluarga, sebaik in$ormasi atas pendapatan keluarga, komposisi keluarga dan $aktor demogra$is lainnya, karakteristik sosial atau keuangan. *ata CS dapat uga menga!u pada #ariabel agregat dari beberapa Legara (atau kesatuan regional) pada &aktu tertentu. 7erdapat dua $itur dalam data 7S, kadang bersi$at stsioner dan kadang bisa bersi$at nonstationer. edua $itur ini terkait dengan pilihan metode ekonometrika yang tepat. 6ika $itur data tersebut nonstasioner, maka solusinya harus distasionerkan terlebih dahulu dengan metode error !orre!tion model (EC') misalnya. /erlakuan atas $itur data nonstasioner dalam bahagian metodologi ekonometrika dibahas dalam edisi tertentu. (lihat 7homas, 99;)
415 *ata /anel (+P). *ata ini adalah sur#ey yang berulang atas sample tunggal (,S) dalam periode &aktu yang berbeda. *ata ini merekam perilaku pada susunan unit mikroekonomi sepanang &aktu yang sama. 7eori dan teknikteknik estimasi dengan menggunakan data panel didiskusikan %altagi (0??1).
425 *ata Engineering (+E). *ata ini memberikan in$ormasi tentang kebutuhan teknis atas metode produksi yang digunakan sebuah perusahaan atau sebuah industri atau perekonomian se!ara
keseluruhan.
4J5 *ata 8egislasi atau Fturan elembagaan 8ainnya (+L). %eberapa model dapat diestimasi dru in$ormasi angsung tentang nature atas hubungan yang melingkupinya. Ini adalah kebenaran khusus untuk $ungsi kelembagaan, seperti $ungsi paak. Bntuk !ontoh, di kebanyakan Legara, paak konsumsi rokok ditentukan oleh aturan. 7erkait dengan perhitungan berbagai koe$isen paak untuk berbagai merek tembakau sebaik #olume konsumsi masingmasing merek tembakau, ini memungkinkan untuk mengestimasi paak atas tembakau. 7erkait dengan in$ormasi yang menunukkan paak tembakau, misalnya =J persen dari nilai penualannya. Mungsi penerimaan paak dari tembakau dapat dihubungkan terhadap pengeluaran atas tembakau den gan $ungsi "
*imana 7 adalah penerimaan pemerintah dari konsumsi tembakau dan C adalah pengeluaran atas pabrik tembakau. Mungsi ini diestimasi dengan menga!u pada in$ormasi atas aturan paak, ini
adalah $ungsi kelembagaan.
4=5 *ata yang dikonstruksi oleh ahli ekonometrika atau #ariabel dummy (++). *alam beberapa kasus, beberapa $aktor yang mempengaruhi #ariabel dependen yang tak dapat diukur melalui beberapa data kon#ensional, sebab mereka adalah $aktor kualitati$. Nariabel kualitati$ bisa teradi pada #ariabel dependen maupun #ariabel indipenden. /erlakukan atas kedua enis #ariabel ini akan di bahas pada edisi tertentu. (/erlakukan khusus atas #ariable independen yang bersi$at kualitati$ dapat dilihat dalam autsoyiannis, 9:;< 0;, sedangkan perlakuan khusus atas #ariable dependen yang bersi$at kualitati$ dapat dilihat dalam 7homas, 99;).
(.2.2. Pengujian ondisi -denti'ikasi dari Sebuah )ungsi
Identi$ikasi adalah prosedur yang kita lakukan untuk mempetahankan bah&a parameter yang kita estimasi dengan penerapan beberapa teknik ekonometrika yang tepat se!ara aktual adalah koe$isien yang benar dari sebuah $ungsi. Sebagai !ontoh kita akan mengestimasi $ungsi permintaan untuk sebuah produk pada suatu periode yang dideterminasi oleh harganya, dengan asumsi pendapatan dan $aktor lainnya tidak mengaami perubahan. arena irisan determinan permintaan dan pena&aran adalah harga produk yang bersangkutan, maka kita memiliki model
ekonomi sebagai berikut "
+d $(/) dan +s $(/) 3 4#iii5
Fsumsikan bah&a kita megharapkan untuk mengestimasi $ungsi permintaan dengan menggunakan data 7S atas data pasar. %eberapa data merekam umlah yang diminta pada tingkat harga tertentu, tetapi umlah yang dibeli pada saat yang sama adalah umlah yang diual (*≡ S)
pada harga pasar “/”. emudian ketika menggunakan data pasar atas + dan / kita tidak mengetahui apakah kita sedang mengestimasi parameter permintaan ataukah pena&aran. 7erdapat beberapa aturan untuk mempertahankan indeti$ikasi dari keo$isien $ungsi. Fturan ini dibahas dalam autsoyiannis (9:;< 12=1==). 7ugas identi$ikasi lebih penting ketika menentukan apakah hubungan, meskipun se!ara teoritis memungkinkan, dapat diestimasi se!ara statistika atau tidak.
(.2.#. Pengujian Masalah Agregasi dari )ungsi
'asalah agregasi mun!ul dari kenyataan bah&a kita menggunakan #ariabel agregati$ dalam $ungsi kita. %eberapa #ariabel agregati$ dapat men!akup "
45 Fgregasi seluruh indi#idu< 405 Fgregasi seluruh omoditi< 415 Fgregasi Seluruh Daktu< 425 Fgregasi Spasial atau Kuang.
Sumbersumber agregasi itu men!iptakan berbagai komplikasi yang menyebabkan “bias agregasi” di dalam mengestimasi parameter. Selanutnya penting untuk mengui kemungkinan beberapa sumber error sebelum mengestimasi $ungsi, dan untuk menyesuaikan #ariabel agregati$
atau model setepat mungkin.
(.2.(. Pengujian +erajat orelasi diantara *ariabel Penjelas
ebanyakan #ariabel ekonomi adalah saling berkorelasi, dalam pengertian bah&a mereka !enderung berubah se!ara simultan diantara beberapa tahap kegiatan ekonomi. Seringkali deraat multikolineritas melekat dalam #ariabel#ariabel ekonomi. 6ika deraat kolinearitas tersebut tinggi, maka pengukuran yang diperolah dari penerapan ekonometrika dapat menghasilkan misleading atau bias dalam parameter yang diestimasi. /enelasan lengkap mengenai masalah ini dibahas dalam autsoyiannis (9:;< 0110J1).
(.2.. Pemilihan Teknik Ekonometrika /ang Tepat
oe$isien dari hubungan ekonomi dapat diestimasi dengan berbagai metode yang diklasi$ikasi ke dalam dua kelompok "
45 7eknik /ersamaan 7unggal. Ini adalah teknik yang digunakan terhadap satu persamaan pada &aktu tertentu. %eberapa teknik yang digunakan dalam persamaan ini adalah classical least s%uare atau ordinary least s%uare& indirect least s%uare atau reduced $orm, t'o stage least s%uare, limited information maximum likelihood dan berbagai metode dari estimasi gabungan. 405 7eknik /ersamaan Simultan. Ini adalah teknik yang digunakan terhadap seluruh persamaan dari
sebuah system pada suatu &aktu, dan memberikan estimasi koeisien dari seluruh $ungsi se!ara simultan, misalnya adalah three$stage least s%uare dan full information maximum likelihood .
7eknik mana yang akan dipilih dalam beberapa kasus khusus tergantung pada beberapa $aktor, yaitu "
45 Latur dari hubungan dan kondisi identi$ikasinya<
405 Si$atsi$at dari estimasi atas koe$isien yang diperoleh dari masingmasing teknik< 415 7uuan penelitian dengan menggunakan metodologi ekonometrika<
4J5 Daktu dan biaya yang dibutuhkan dari berbagai metode.
Fda dua kelompok metoda estimasi lain, yaitu single method dan system method . "ingle method terdiri dari indirect least s%uare (I8S), instrumental variabel (IN), t'o stage least s%uare (0S8S),limited information likelihood (8I'8) dan mixed estimation methods ('E'),
sedangkan system method terdiri dari three stage least s%uare (1S8S) dan full information maximum likelihood (MI'8). Bntuk menentukan metoda estimasi yang akan digunakan untuk menghasilkan dugaan parameter, maka perlu dilakukan identi$ikasi terhadap model ekonometrika.
Identi$ikasi model dilakukan sebelum melakukan estimasi dan diperlukan untuk menentukan metode estimasi yang akan digunakan. 6ika suatu persamaan dalam model ekonometrika se!ara keseluruhan under identified& maka tidak satupun teknik ekonometrika yang dapat digunakan untuk mengestimasi semua parameternya. Lamun ika persamaan atau model itu exactly identified& maka teknik yang paling tepat digunakan adalahindirect least s%uare& sedangkan ika over identified maka berbagai teknik dapat digunakan seperti, IN, 0S8S,
dan 1S8S. *ikarenakan beberapa kelemahan yang melekat dalam IN, maka metoda estimasi ini arang digunakan dalam penelitian ekonometrik. 0S8S merupakan perluasan dari metoda IN dan I8S. 'etoda estimasi ini dapat mengeliminasi berbagai kemungkinan simultaneouseOuation bias. (autsoyiannis, 9::< 1;1). Intriligator (99=< 1:J) memberikan pilihan dari kombinasi metoda estimasi dengan model ekonometrik. *imana 5 ika estimasi digunakan untuk persamaan tunggal dari sebuah sistem persamaan dan dalam model ekonometrika tidak mengandung explanatory endogenous variabels, maka disarankan untuk menggunakan P8S, sedangkan ika dalam model ekonometrika mengandungexplanatory endogenous variabels disarankan untuk menggunakan metoda estimasi 0S8S atau k!lass, dan 05 ika estimasi digunakan untuk seluruh persamaan dalam sebuah sistem yang simultan dan dalam model ekonometrika tidak mengandung explanatory endogenous variabels& maka disarankan menggunakan metoda estimasi seemingly unrelated e%uation (SBE) atau seemingly unrelated (SBK), sedangkan ika dalam model ekonometrika mengandungexplanatory endogenous variabels, maka disarankan untuk menggunakan metoda estimasi 1S8S.
%anyak teknik ekonometrika yang !o!ok se!ara teoritis tidak dapat diterapkan terkait dengan ketidaktersediaan data statistika dan in$ormasi lainnya. Sehingga menadi perlu untuk memilih teknik lain yang kurang sesuai, karena keterbatasan data yang diberikan. *alam kebanyakan penelitian empiris keterbatasan data menghambat kemungkinan penggunaan teknik ekonometrika yang !o!ok se!ara teoritis.
Sebagai !ontoh, $ungsi permintaan untuk kebanyakan barang seharusnya diestimasi dengan model lengkap yang akan memasukan perhitungan mekanisme kera pasar dari barang ini. arenanya model terdiri dari persamaan permintaan, pena&aran , harga sebaik persamaan
rele#an lainnya, sebab hal itu merupakan pengetahuan umum dalam seluruh pasar umlah yang dimintan, umlah yang dita&arkan, harga dan kebiakan paak yang saling ketergantungan, masingmasing dari $aktor ini saling mempengaruhi dan pada saat yang sama dipengaruhi oleh $aktor lainnya. %agaimanapun, untuk penyederhanaan. 7erkait dengan hubungan kesalingtergantungan atas umlah dan harga, bagaimanapun, sesungguhnya pendugaan akan mengandung beberapa eror, yang harus dimasukan ke dalam perhitungan ketika menginterpretasikan hasil dari perhitungan.
Setelah memilih teknik ekonometrika dari sebuah model, ahli ekonometrika harus menyatakan se!ara eksplisit asumsi dari teknik ini dan mengui implikasinya untuk mengstimasi parameter. Fsumsi tersebut terkait dengan 4a5 bentuk distribusi dari #ariabel a!ak “u” dan 4b5
hubungan diantara #ariabel penelas.
(.2.0. Pendekatan Eksperimental *s Pendekatan rtodok
*alam menerapkan metode ekonometrika untuk menduga model ekonometrika, terdapat dua pendekatan yang telah berkembang, yaitu pendekatan ortodok dan pendekatan eksperimental.
/endekatan ekonometrika ortodok terkait dengan tahap mem$ormulasikan model matematis atas dasar teori a priori, dan berupaya untuk mengukur parameter dari model atas dasar ketersediaan data yang baik.
/eneliti ekonometrika ortodok melakukan beberapa proses sebagai berikut "
45 'engumpulkan seluruh in$ormasi, dari teori atau praktek, rele#an dengan $enomena yang sedang dikai<
405 'emutuskan alasan a priori atas pernyataan matematis khusus dari model< dan 415 'enduga model dengan ketersediaan data statistika.
'odel yang telah dibangun atas asumsi apriori dipertimbangkan oleh ahli ekonometrika ortodok sebagai model yang benar, tanpa mempertimbangkan hasil yang diperoleh. 6ika hasil ini tidak $a#ourable, misalnya tanda dan besaran parameter tidak menegaskan pemahaman a priori, ahli ekonometrika tersebut tidak akan menolak model, tapi akan men!oba untuk menelaskan hasil dengan keterbatasan data yang ada padanya. /endekatan ortodok nampak kaku (rigid ).
Saat ini, kebanyakan ahli ekonometrika menerapkan pendekatan eksperimental. Eksperimentasi dengan berbagai model didukung oleh perluasan atas penggunaan !omputer elektronik. /endekatan eksperimental bera&al dengan model sederhana yang men!akup seumlah ke!il persamaan dan #ariabel. 'odel ini di$ormulasikan atas pertimbangan a priori, seperti model dalam pertimbangan ortodok, namun mereka tidak mempertimbangkan kekakuannya.
'odel a&al yang telah dibangun dengan pendekatan eksperimental dimodi$ikasi se!ara bertahap, atas dasar temuan statistika dari hasil perhitungan. Fhli ekonometrika ini bermula dari model sederhana, yang dengan dasar a priori diper!aya mengandung $aktor$aktor penting dari hubunganhubungan yang tengah dikai. emudian menambahkan #ariabel, dan mungkin $ormulasi dimun!ulkan lebih komplek. *engan perkataan lain ahli ekonometrika eksperimental dengan berbagai kemungkinan model teoritis memasukan berbagai #ariabel danQatau berbagai $ormulasi matematis.
/endekatan eksperimental menggabungkan pertimbangan teoritis (a priori criteria) dengan ketersediaan pengamatan empiris dan didesain untuk mengemukakan in$ormasi maksimum dari ketersediaan data. 'isalnya dengan menambahkan berbagai kombinasi #ariabel penelas, menambahkan persamaan lainnya, atau dengan mengubah bentuk matematis dari
$ungsi, atau dengan menggunakan metode ekonometrika lainnya untuk mengestimasi model, ahli ekonometrika dapat mengamati dampak beberapa perubahan dalam usaha untuk men!apai model terbaik, penelasan terbaik atas $enomena yang dianalisis.
Lampak bah&a pendekatan eksperimental lebih unggul dibandingkan dengan pendekatan ortodok. Eksperimentasi akan melibatkan model dengan 4a5 berbagai #ariabel, 4b5 berbagai bentuk matematis, 4!5 berbagai umlah persamaan, 4d5 berbagai metode ekonometrika. /roses pemilihan antara berbagai model masingmasing melibatkan pertimbangan a priori dan teori ekonomi dari ahli ekonometrika ortodok, dan uga mengambil temuan statistika yang diberikan oleh pendekatan eksperimen.
(.#. Tahap Ealuasi Estimasi atau Pendugaan
Setelah mengestimasi model, ahli ekonometrika harus melakukan e#aluasi atas hasil yang telah dihitung dengan menentukan (determination) reliabilitas hasilnya. E#aluasi terkait dengan keputusan apakah estimasi parameter se!ara teoritis penuh arti (meaningfull ) dan se!ara statistika memuaskan ( satisfactory). Bntuk tuuan ini, kita menggunakan berbagai !riteria yang dapat diklasi$ikasikan ke dalam empat kelompok. Pertama, !riteria ekonomi, yang mana ditentukan oleh teori ekonomi. Kedua, !riteria statistika, yang mana ditentukan oleh teori statistika, dan ketiga, !riteria ekonometrika, yang ditentukan oleh teori ekonometrika.
Fhli ekonometrika harus menggunakan ketiga e#aluasi tersebut sebelum ia menerima atau menolak hasil estimasi.
(.#.1 titeria Ekonomi 3A Priori4
riteria ini ditentukan oleh prinsip teori ekonomi dan menga!u pada tanda dan ukuran parameter dari hubungan ekonomi.
6ika hasil estimasi berkon$rontasi dengan teori ekonomi, maka hasilnya harus ditolak, ika tidak ada alasan yang baik untuk diper!aya bah&a dalam kasus khusus prinsip teori ekonomi tidak dapat dipertahankan. *alam beberapa kasus, alasan untuk menerima hasil estimasi dengan tanda dan besaran yang berkon$rontasi dengan teori ekonomi harus dinyatakan se!ara elas. *alam kebanyakan kasus tanda dan besaran yang salah itu dapat disebabkan oleh kekurangan data empiris yang digunakan untuk mengestimasi model. *engan perkataan lain, masingmasing pengamatan tidak dapat merepresentasikan sebuah hubungan, atau umlahnya tidak men!ukupi,
atau beberapa asumsi dari metode yang digunakan telah dilanggar (violated ). Se!ara umum, ika !riteria teoritis apriori tidak dipenuhi, hasil estimasi menadi tidak memuaskan (unsatisfactory).
(.#.2. riteria Statistik : )irst 5 rder Test
riteria ini ditentukan oleh teori statistika yang digunakan pada saat e#aluasi reliabilitas statistika atas pendugaan parameter dari model. ebanyakan !riteria statistika yang digunakan adalah koeisien korelasi dan standar de#iasi ( standard error ) dari estimasi. riteria statistika yang digunakan antara lain 45 ui tGstatistika yang mengukur signi$ikansi pengaruh #ariabel penelas terhadap #ariabel dependen se!ara parsial atau dapat pula digunakan ukuran probabilitasnya, 405 ui Mstatistika yang mengukur signi$ikansi #ariabel penelas dalam menelaskan #ariabel dependen, dan 415 ui ko$isien determinasi (K s%uare) yang menunukkan besarnya #ariasi perubahan dalam #ariabel dependen yang dapat dielaskan oleh seluruh #ariabel penelasnya.
(.#.#. riteria Ekonometrika : Se6ond 5 rder Test
7erdapat sebuah susunan teori ekonometrika dan digunakan pada saat men!ari apakah asumsi dari metode ekonometrika yang digunakan telah dipenuhi atau tidak. Fsumsiasumsi ini di bahas dalam teori ekonometrika. riteria ekonometrika menyaikan penguian tahap kedua yang menentukan reliabilitas dari !riteria statistika atas standar error dari parameter yang diestimasi. 7ahap penguian ini menolong kita dalam mempertahankan si$at estimasi yang dibutuhkan, yakni tidak bias dan konsiten.
/emahaman yang mendalam atas asumsiasumsi klasik menadi bahagian penting dalam tahap penguian ini berkaitan dengan #aliditas hasil estimasinya.
etika asumsiasumsi dari teknik ekonometrika tidak dipenuhi, sebagai konsekuensinya ahli ekonometrika harus melakukan re$spesifikasi atau re$estimasi atas model yang telah dibangun, misalnya memasukan #ariabel baru atau mengeluarkan beberapa yang telah ada,
melakukan trans$ormasi #ariabel asli dan lain sebagainya sampai menghasilkan bentuk baru yang memenuhi asumsi teori ekonometrika.
(.(. Tahap Ealuasi ekuatan Peramalan Model /ang +iestimasi
7uuan dari penelitian ekonometrika adalah men!apai estimasiQpendugaan numerik terbaik atas parameter dalam hubungan ekonomi dan menggunakannya untuk memprediksi atau meramal nilai #ariabel ekonomi. /eramalan adalah suatu hal yang pokok dalam penelitian ekonometrika.
Sebelum melakukan peramalan dengan teknik simulasi, model ekonometrika yang digunakan harus di#alidasi terlebih dahulu untuk melihat kesesuaian data aktual dengan nilai dugaan #ariabel. ita harus mempertahankan apakah $ungsi yang diestimasi membentuk se!ara !ukup oleh bagian luar data sampel, yang dipresentasikan oleh #ariasi rataratanya. Selengkapnya didiskusikan dalam austoyiannis (9:;< 2:929?).
Bntuk mengukur kedekatan nilai dugaan #ariabel dengan data aktualnya digunakan ukuran kuantitati$ yang disebut dengan root means s%uare percent error (K'S/E), sedangkan untuk menge#aluasi kemampuan model untuk simulasi historis dan peramalan digunakan statistik B atau !heil(s ine%uality coefficient .
(.. Si'at7Si'at 8ang +ibutuhkan dari Sebuah Model Ekonometrika
Sebuah model ekonometrika adalah model yang mana parameterparameternya teah diestimasi dengan beberapa teknik ekonometrika yang tepat. Si$atsi$at model ekonometrika yang baik dikemukakan sebagai berikut "
45 'emungkinkan se!ara teoritis. 'odel harus sesuai atau kompatibel dengan pernyataan teori ekonomi. 'odel harus menggambarkan se!ara men!ukupi $enomena ekonomi yang terkait<
405 emampuan untuk menelaskan. 'odel harus dapat menelaskan pengamatan dunia nyata. 'odel harus konsisten dengan perilaku yang diamati atas #ariabel ekonomi yang menentukan hubungannya<
415 /arameter diestimasi se!ara akurat. Estimasi atas parameter harus akurat dalam pengertian bah&a model harus mendekati sebaik mungkin kebenaran parameter dari model struktural G
tidak bias, konsisten dan e$isien<
425 emampuan meramal. 'odel harus menghasilkan prediksi yang memuaskan atas nilai #ariabel endogen di masa mendatang< dan
4J5 Sederhana. 'odel harus menampilkan hubungan ekonomi dengan penyederhanaan maksimum. %antuan perhitungan se!ara komputerisasi merupakan pertimbangan atas penyederhanaan maksimum. /rogramprogram ekonometrika se!ara komputerisasi telah banyak membantu peneliti untuk men!apaui !akra&ala $enomena ekonomi yang lebih luas.
+a'tar Pustaka
%altagi, %.A. 0??1. E!onometri! Fnaysis o$ /anel *ata. Se!ond Editon. 6ohn Diley R Sons, 87*. England.
Intriligator, M, Bodkin and Hsiao. 1996. Econometrics Models, Tecniques, and Apllications. Second Edition. rentice Hall International Edition, !e" #erse$. %autso$iannis, A. 19&&. T'eor$ o( Econometrics. Second Edition. T'e Macmillan
ress )td.*nited %ingdom.
T'omas, +.). 199. Modern Econometrics - An Intoduction. Addison/esle$. Harlo", England