• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TENGAH TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN TENGAH TAHUN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor Kode : 26.6.RDHP.0470 F

LAPORAN TENGAH TAHUN

GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN

Oleh :

Wilda Mikasari

Wahyuni Amelia Wulandari

Shoffahayati

Shannora Yuliasari

Yong Farmanta

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BENGKULU

BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI

PERTANIAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

DEPARTEMEN PERTANIAN

(2)

i

LAPORAN TENGAH TAHUN

GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN

Oleh :

Wilda Mikasari

Wahyuni Amelia Wulandari

Shoffahayati

Shannora Yuliasari

Yong Farmanta

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BENGKULU

(3)

PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga Laporan Tengah Tahun kegiatan Gelar Teknologi Pertanian dapat tersusun dengan baik. Laporan ini menggambarkan kegiatan Gelar Teknologi Pertanian yang telah dilaksanakan sejak bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2009. Kegiatan yang telah dilaksanakan sampai semester pertama ini sekitar 40%.

Kami sampaikan terimakasih kepada Kepala BPTP Bengkulu yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai penanggungjawab kegiatan Gelar Teknologi Pertanian. Selanjutnya disampaikan terimakasih kepada anggota Tim Gelar Teknologi Pertanian yang telah menyusun perencanaan, petunjuk pelaksanaan dan melaksanakan kegiatan di lapangan.

Laporan ini masih belum sempurna, kami mengharapkan kritik dan saran demi sempurnanya laporan ini.

Bengkulu, Juli 2009

(4)

iii DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI ... iii

I. PENDAHULUAN ... A. Latar Belakang... 1

B. Tujuan ... 1

C. Luaran ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA... ... 3

III. BAHAN DAN METODE... 4

A. Penetapan Lokasi Kegiatan ... 4

B. Materi Kegiatan... 4

C. Tahapan Pelaksanaan ... 4

IV. HASIL SEMENTARA... 5

V. KESIMPULAN SEMENTARA... 6

(5)

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Pendekatan pembangunan pertanian di Propinsi Bengkulu dilakukan melalui pengembangan agribisnis dan agroindustri. Hal ini menuntut adanya pengembangan teknologi pertanian secara terpadu guna mendapatkan nilai tambah setiap produk/komoditi pertanian. Penerapan inovasi teknologi diharapkan dapat mendorong laju pembangunan pertanian di daerah, sehingga sektor pertanian mampu berfungsi sebagai penggerak perekonomian daerah.

Salah satu upaya untuk mempercepat alih teknologi kepada petani dan pengguna adalah melalui kegiatan gelar teknologi pertanian. Gelar teknologi merupakan kegiatan untuk menunjukkan atau menggelar teknologi yang dihasilkan oleh Balai Pengkajian dibandingkan teknologi petani. Kegiatan ini mengarah kepada promosi paket teknologi yang diyakini lebih baik daripada teknologi petani. Paket teknologi yang diimplementasikan pada hakekatnya berupa paket teknologi yang telah mempertimbangkan karakteristik biofisik dan sosial ekonomi masyarakat setempat. Hal ini menjadi aspek penting untuk keberlanjutan penerapan teknologi dan sistem usahatani yang dianjurkan. Dengan demikian diharapkan petani mampu mengadopsi dan menerapkan teknologi dalam usaha pertaniannya sehingga pendapatannya meningkat. ( Soekartawi, 2003).

Gelar teknologi sebagai penerapan hasil penelitian diharapkan dapat

mendorong proses adopsi teknologi dengan pendekatan learning by doing

terhadap kelompok tani maupun petani dan peternak. Kegiatan ini melibatkan petani dan peternak secara intensif mulai dari perencanaan dan penetapan teknologi serta evaluasi adopsi teknologi.

B. TUJUAN

1. Menyebarluaskan informasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian kepada khalayak pengguna melalui peragaan paket teknologi pengolahan kopi basah, paket teknologi pengolahan biogas ternak sapi dan pengolahan pakan ternak insitu (limbah tongkol jagung, kulit kopi) dengan melibatkan partisipasi petani

(6)

2

2. Mendapatkan Umpan Balik tentang kebutuhan teknologi petranian yang dibutuhkan pengguna, serta memberdayakan alat pascapanen yang ada di BPTP Bengkulu.

C. LUARAN

1. Tersebarnya informasi paket teknologi hasil penelitian dan pengkajian BPTP ataupun Balit. Komoditas. ( pengolahan kopi basah, teknologi pengolahan biogas ternak sapi dan pengolahan pakan ternak insitu).

(7)

II. TINJAUAN PUSTAKA

Adanya informasi teknologi pertanian yang tepat dan diadopsi oleh petani akan menjadikan petani menguasai teknologi yang diusahakan, sehingga petani menjadi lebih tangguh dalam persaingan global. Petani tangguh dimaksud adalah mereka yang memiliki keterampilan dalam menerapkan inovasi teknologi dan mampu meningkatkan kualitas hidup

Gelar teknologi sebagai media alih pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada pengguna. Gelar teknologi lebih mengarah kepada promosi paket teknologi yang diyakini lebih baik dari teknologi yang diterapkan petani. Paket teknologi yang diimplementasikan pada hakekatnya berupa paket teknologi yang mempertimbangkan kondisi karakteristik biofisik dan sosial ekonomi, Serta spesifik lokasi . hal ini menjadi aspek penting untuk keberlanjutan penerapan teknologi sistem usaha yang dianjurkan.( Badan Litbang Pertanian, 2004)

Vivian dan Noegroho (1990) Menyatakan bahwa sejalan dengan kebijakan umum peningkatan produksi pertanian yang berorientasi agribisnis dan agroindustri, maka pengembangan teknologi pengolahan hasil diarahkan untuk merubah pola pikir petani yang konvensional (menghasilkan produk asalan) menjadi pola pikir bisnis (menghasilkan produk bermutu tinggi sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih baik).

Pengolahan hasil pertanian yang menggunakan teknologi tepat guna adalah suatu keharusan yang tidak dapat dihindari dengan cara meningkatkan kesadaran petani dan pelaku akan pentingnya penanganan pengolahan hasil pertanian yang baik dan benar, mengusahakan hasil olahan untuk memperluas pemasaran, memperkenalkan dan mengembangkan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan mutu dan efisiensi agar mampu bersaing di pasaran, serta mempertimbangkan aspek peningkatan pendapatan petani dan memperluas kesempatan kerja. Alih teknologi pengolahan hasil pertanian dan pengolahan pakan ternak ini dapat dilakukan melalui kegiatan gelar teknologi dengan menunjukkan atau menggelar peragaan teknologi pengolahan hasil pertanian dan pengolahan pakan ternak agar dapat diserap dan diterapkan pada luasan skala ekomomi.

(8)

4

III. BAHAN DAN METODE

a. Penetapan lokasi kegiatan

Untuk pengolahan kopi basah lokasinya di kabupaten Kepahiang,

teknologi pengolahan biogas ternak sapi di kabupaten Bengkulu Utara dan pengolahan pakan ternak insitu di kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan lokasi ini diarahkan pada daerah sentra produksi, penyebaran dan pengembangan komoditas dengan mempertimbangkan aspek-aspek pendukung seperti kesediaan petani untuk menerima inovasi teknologi secara berkelompok, kemudahan menjangkau lokasi serta ketersediaan sumberdaya yang diperlukan untuk keberlanjutan penerapan teknologi. Daerah sentra produksi diukur dengan kriteria luas pengusahaan setiap tahun, melibatkan banyak petani dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Lokasi merupakan wilayah pengembangan dan pembinaan yang diprogramkan dinas/instansi terkait, sehingga diperoleh dukungan pemerintah daerah untuk kelancaran dan saling sinergi dalam pelaksanaan kegiatan.

b. Materi Kegiatan

Materi kegiatan gelar teknologi pertanian berupa paket teknologi yang

akan di gelar sebanyak 3 paket yaitu paket teknologi pengolahan kopi basah, paket teknologi pengolahan pakan ternak insitu dan paket teknologi biogas ternak sapi. Paket yang akan digelar adalah paket teknologi yang sudah mapan dan merupakan paket teknologi hasil pengkajian baik oleh BPTP Bengkulu, BPTP daerah lain (luar Bengkulu) ataupun Balai Penelitian Komoditas.

c. Tahapan Pelaksanaan

Pelaksanaan gelar meliputi pelatihan bagi petani kooperator atau kontak tani berdasarkan teknologi yang telah hasilkan oleh BPTP Bengkulu maupun Balit Komoditas. Untuk pengolahan hasil pertanian kopi basah dilakukan di laboratorium PascaPanen BPTP Bengkulu/di petani setempat, pengolahan pakan ternak insitu di kabupaten Rejang Lebong serta pengolahan Biogas ternak sapi di kabupaten Bengkulu Utara.

(9)

IV. HASIL SEMENTARA

a. Gelar Teknologi Pengolahan Kopi Secara Basah

Kegiatan Gelar Teknologi Pengolahan Kopi Secara Basah dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2009 bertempat di Desa Imigrasi Permu Kabupaten Kepahiang. Gelar Teknologi dilaksanakan di lahan petani di Desa Imigari Permu Kabupaten Kepahiang dengan menggunakan alat bantu berupa media cetak atau elektronik yang dapat mendukung transfer informasi, disamping itu juga dilakukan praktek lapang dengan menggunakan alat pengolahan kopi secara basah sebagai salahsatu pemecahan masalah petani di lapangan. Tujuan pelaksanaan gelar teknologi ini adalah :

1. Melaksanakan Gelar Teknologi Alat Pengolahan Kopi Basah kepada petani di Desa Imigrasi Permu.

2. Menyebarluaskan informasi manfaat alat teknologi Pengolahan Kopi Basah. 3. Memotivasi petani untuk merubah kebiasaan cara petik buah kopi.

Dengan keluaran yang diharapkan :

1. Terlaksananya Gelar Teknologi Alat Pengolahan Kopi Basah kepada petani di Desa Imigrasi Permu.

2. Tersebarluasnya informasi tentang manfaat alat teknologi Pengolahan Kopi Basah. 3. Termotivasinya petani untuk menerapkan cara petik buah kopi yang lebih baik.

Materi yang disampaikan pada acara Gelar Teknologi Pengolahan Kopi Secara Basah di Kabupaten Kepahiang adalah (1) Motivasi petani dalam bentuk dinamika

kelompok, (2) Upaya Peningkatan Mutu Kopi di Kabupaten Kepahiang, dan (3)

Teknologi Pengolahan Kopi secara Basah. Pada Gelar Teknologi ini akan dilaksanakan Praktek pengoperasionalan alat pengolahan kopi secara basah yaitu alat pengupas kulit kopi secara basah dan alat pencuci lendir biji kopi.

Peserta yang mengikuti Gelar Teknologi Pengolahan Kopi Secara Basah di Kabupaten Kepahiang sebanyak 85 orang yang terdiri dari petani 50 orang, Gapoktan 6 orang, Kepala Desa Imigrasi Permu 1 orang, PPL 3 orang, BPP kec. Kepahiang 2 orang, Asisten II sekda Kepahiang 2 orang, Dinas Perkebunan 2 orang, Dinas Pertanian

(10)

6

Acara Gelar dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Kepahiang, disampaikan bahwa Gelar Teknologi Pengolahan Kopi Secara Basah ini harus dimanfaatkan secara optimal guna memperbaiki cara pemetikan kopi, mengolah dan mengawasi mutu kopi secara baik di tingkat petani kabupaten Kepahiang. Melalui Gelar ini, petani diharapkan dapat memahami teknologi pengolahan kopi secara basah, mengoperasionalkan alat, sehingga dapat meningkatkan mutu/kualitas kopi di kabupaten Kepahiang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di masa yang akan datang. Saya akan mendukung setiap langkah yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan pemberdayaan petani.

Dalam kesempatan itu Asisten II Setda kabupaten Kepahiang menyerahkan secara simbolis 2 (dua) alat pengolahan kopi secara Basah kepada Gapoktan dengan status pinjam pakai, untuk itu diharapkan petani dapat memanfaatkan alat tersebut dengan sebaik-sebaiknya.

Melalui pelaksanaan Gelar Teknologi Alat Pengolahan Kopi secara basah di Kabupaten Kepahiang diperoleh manfaat sebagai berikut:

1. Memberikan pengetahuan yang benar mengenai teknologi pengolahan kopi secara basah kepada peserta yaitu petani di Kabupaten Kepahiang.

2. Menyebarluaskan informasi kepada petani tentang manfaat teknologi pengolahan kopi secara basah

3. BPTP Bengkulu dapat bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kepahiang melaksanakan kegiatan Gelar Teknologi Alat Pengolahan Kopi secara Basah.

Untuk kegiatan Gelar Teknologi Pengolahan pakan ternak insitu di Kabupaten Rejang Lebong baru dilaksanakan pada tahap koordinasi dengan instansi terkait dan mengidentifikasi bahan untuk pembuatan pakan di lokasi setempat. Untuk kegiatan Gelar Teknologi Pembuatan teknologi pengolahan biogas ternak sapi di kabupaten Bengkulu Utara baru dilakukan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait dalam penjajakan pelaksaan gelar.

(11)

V. KESIMPULAN SEMENTARA

Kegiatan Gelar Teknologi Pertanian dapat mendorong proses adopsi teknologi terhadap kelompok tani maupun petani dan peternak serta untuk menyebarluaskan informasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian kepada khalayak pengguna melalui peragaan paket teknologi pengolahan kopi basah.

Diharapkan kegiatan gelar teknologi pertanian mendapatkan umpan Balik tentang kebutuhan teknologi petranian yang dibutuhkan pengguna, serta memberdayakan alat pascapanen yang ada di BPTP Bengkulu.

(12)

8

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 1985. Pedoman Penelitian Metode Penyuluhan Pertanian. Departeman Pertanian Pusat Penyuluhan Pertanian., Jakarta

Badan Litbang Pertanian. 2004. Panduan Umum pelaksanaan penulisan/Pengkajian dan Program Informasi, Komunikasi dan Diseminasi Hasil Penelitian?pengkajian, Edisi 2003. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Soekartawi. 2003. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Viviani dan Noegroho, B. 1990. Teknologi Pasca Panen dan Industri Rumah Tangga. Penerbit. PD. Mahkota, Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

7 mengkaji ulang dan melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Modal (Studi Kasus

Dalam artikel Melani (2012), Uriep Budhiprasetyo selaku Direktur Pengawasan Anggota Bursa BEI mengatakan bahwa komposisi ideal investor dalam bursa berupa 70%

*ntuk bengkel mobil, bank dapat memberikan kredit in(estasi untuk  membangun bengkel beserta peralatannya. #al ini penting mengingat industri  bengkel termasuk

Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi kepala sekolah dan kinerja guru dengan hasil penbelajaran

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Murtiningtyas (2013) adalah penelitian ini hanya meneliti pengaruh struktur kepemilikan yang

Mengulang perbuatan pengunduran diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS tanpa alasan yang dapat dibenarkan (misalnya,

Pengaruh penggunaan alat tangkap ikan hias ramah lingkungan terhadap tingkat kerusakan terumbu karang di area tangkap ikan hias perairan Gosong Karang Lebar Kepulauan Seribu

Sedangkan dampak psikologis negatif merupakan dampak yang timbul dari suatu reaksi pengalaman yang dapat menghambat individu dalam mencapai proses pemenuhan diri (Heider