• Tidak ada hasil yang ditemukan

E-Service Quality : Pembentuk Loyalitas Dalam Pembelian Online

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "E-Service Quality : Pembentuk Loyalitas Dalam Pembelian Online"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

E-Service Quality : Pembentuk Loyalitas Dalam Pembelian Online

Dian Ajeng Prabandari *), Amina Sukma Dewi **), Mohammad Amien Gunadi ***)

Manajemen, Universitas Sebelas Maret

E-Mail: *[email protected], **[email protected], ***[email protected]

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi tingkat loyalitas konsumen dalam pembelian online. Variabel-variabel tersebut diantaranya e-service quality, nilai yang dirasakan konsumen (perceived

value), dan kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan pada individu yang sudah

atau pernah melakukan pembelian secara online melalui Zalora.co.id dan berniat untuk loyal, dengan menggunakan teknik convenience sampling. Sampel yang diambil berjumlah 150 responden, dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis SEM dengan bantuan Generalized Structured

Component Analysis (GeSCA). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) e-service

quality berpengaruh signifikan pada loyalitas konsumen (2) e-service quality berpengaruh signifikan pada kepuasan konsumen (3) e-service quality berpengaruh signikan pada nilai yang dirasakan konsumen (4) nilai yang dirasakan konsumen berpengaruh signifikan pada kepuasan konsumen (5) nilai yang dirasakan konsumen tidak berpengaruh pada loyalitas konsumen (6) kepuasan konsumen berpengaruh signifikan pada loyalitas konsumen. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan bagi praktisi untuk mengambil langkah dalam menentukan strategi pemasaran melalui pembelian online.

Kata kunci: Fuzzy Inference, FT4, Hipertiroid, Indeks Wayne, TSH

1. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi membuat

internet terus berkembang dan tersebar ke segenap elemen lapisan masyarakat. Salah satu kegunaan media internet dalam aplikasi bisnis yaitu electronic commerce (e-commerce) atau sering juga disebut

perdagangan elektronik. E-commerce

merupakan bisnis secara elektronik yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis dengan menggunakan internet sebagai media pertukaran barang atau jasa, baik antara dua buah institusi atau organisasi yang disebut

business to business (B2B) maupun antar

institusi dengan konsumen langsung yang disebut business to customer (B2C) [?].

Di Indonesia sendiri, pertumbuhan pangsa pasar untuk e-commerce semakin

meningkat. Hal itu terbukti dengan

bertambahnya pengguna internet yang

menjadi potensi besar bagi pemasar

e-commerce. Data dari MENKOMINFO menunjukkan bahwa pada tahun 2013 nilai transaksi e-commerce mencapai Rp.130 triliun. Bahkan menurut lembaga riset ICD,

pada tahun 2012-2015 pertumbuhan pasar e-commerce diperkirakan mencapai 42% [?]. Salah satu contoh perusahaan yang telah sukses dalam e-commerce di Indonesia adalah Zalora, sebuah situs web belanja yang menyediakan kebutuhan mode fashion untuk pria maupun wanita yang meliputi pakaian, sepatu, tas, aksesoris dan lain sebagainya, dengan beraneka merek baik dari dalam negeri, yang biasa disebut merek lokal maupun dari luar negeri (internasional).

Penggunaan teknologi informasi dalam aplikasi bisnis tidak hanya mengubah sifat layanan yang diberikan, tetapi juga telah mengubah proses memberikan pelayanan. Perusahaan dituntut untuk dapat melakukan suatu inovasi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dan untuk mendapatkan pelanggan baru agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah satu cara dengan memaksimalkan pelayanan yang diberikan secara elektronik melalui internet, yang dikenal dengan electronic service quality

(e-service quality).

Electronic service quality atau juga

(2)

merupakan pengembangan teori dari service

quality (SERQUAL) yang telah ada lebih

dahulu. E-service quality didefinisikan

sebagai evaluasi pelanggan secara

keseluruhan dan penilaian mengenai

keunggulan serta kualitas pengiriman layanan di pasar virtual [14]. Menurut Schaup [15], E-service quality merupakan salah satu faktor utama dari belanja online, yang mengacu pada tingkat kepuasan

pengguna dengan teknis dan aspek

fungsional dari sebuah situs web belanja internet.

E-service quality mempunyai peranan

penting dalam menciptakan sebuah nilai bagi

konsumen (perceived value) dalam

lingkungan belanja online [?]. Nilai yang dirasakan konsumen, merupakan penilaian konsumen yang dilakukan dengan cara

membandingkan manfaat yang didapat

konsumen dari sebuah layanan yang

diberikan perusahaan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan konsumen untuk memperoleh produk. Dengan demikian, perusahaan perlu menciptakan nilai yang lebih melalui pemberian layanan yang unggul kepada konsumen, yang harus lebih baik dibandingkan pesaingnya. Selain berperan penting dalam menciptakan nilai bagi konsumen, e-service quality juga bertindak sebagai faktor yang dapat mempengaruhi

kepuasan konsumen dalam lingkungan

belanja online, dalam hal ini tergantung pada tingkat kualitas layanan yang diberikan

perusahaan dalam memenuhi harapan

konsumen. Konsumen yang puas akan menciptakan pembelian ulang dan menjadi konsumen yang loyal [1]. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bermaksud untuk melihat faktor-faktor, yang terdiri dari e-service quality, perceived value, dan kepuasan konsumen berpengaruh pada loyalitas konsumen untuk pembelian online.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, kualitas layanan (service quality) berkembang menjadi Electronic service

quality (e-service qualty) yang berguna untuk

mengevaluasi layanan yang diberikan pada jaringan internet. Electronic service quality

(e-service qualty), didefinisikan sebagai

sejauh mana sebuah situs web dapat secara efektif dan efisien memfasilitasi belanja,

pembelian dan pengiriman produk dan jasa [21].

Terdapat empat dimensi kualitas

layanan (Site Qual) yang mampu

mempengaruhi terbentuknya kualitas layanan pada kepuasan konsumen dalam berbelanja online [14].

a. Desain website, yaitu penilaian terhadap bentuk fisik dari sebuah website.

b. Reliabilitas, yaitu mengoreksi fungsi teknikal dari sebuah situs dan keakuratan dari sebuah layanan yang dijanjikan. c. Privasi atau keamanan, yaitu tingkat

dimana pelanggan merasa percaya bahwa situs tersebut aman dari gangguan dan perlindungan terhadap informasi pribadi terjamin.

d. Layanan pelanggan, yaitu layanan dari website yang selalu siap membantu serta merespon pertanyaan dan konsumen dengan cepat.

Perceived value merupakan dasar dari

seluruh aktivitas pemasaran, dan nilai yang tinggi adalah salah satu motivasi utama pembelian oleh konsumen.

Nilai yang dirasakan (customer

perceived value) adalah trade off antara

manfaat yang dipersepsikan dan pengorbanan yang dipersepsikan [4]. Dalam pengaturan ritel online, nilai yang dirasakan pelanggan datang dari tidak hanya produk itu sendiri, tetapi juga situs web itu sendiri, saluran internet dan proses pencarian, pemesanan, dan menerima produk.

Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara kenyataan dan harapan yang diterima dari sebuah produk atau jasa [9].

Dalam konteks online, kepuasan online (e-satisfaction) didefinisikan sebagai kepuasan pelanggan yang ditunjukan dengan rasa hormat terhadap pengalaman pembelian sebelumnya di masa lalu yang diberikan oleh perusahaan e-commerce [1]. Selain itu, kepuasan pelanggan adalah suatu fungsi dari kualitas layanan online yang dirasa dalam melakukan belanja online.

(3)

3. METODOLOGI PENELITIAN

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari kuesioner yang telah disebarkan kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Surakarta yang berminat loyal dalam pembelian online melalui salah satu website, yaitu Zalora.co.id. Pengambilan sampel

sebanyak 150 responden. Teknik

pengambilan sampel dilakukan dengan non

probability sampling, menggunakan

convenience sampling, yaitu pengambilan

sampel yang tujuannya mencari kemudahan dalam memperoleh data responden atau sampel [5]. Kuesioner diberikan kepada responden secara langsung yang pernah berbelanja melalui website Zalora.co.id dan berminat untuk membeli kembali.

Pengujian statistik dalam penelitian ini diawali dengan uji validitas dan reliabilitas

dengan menggunakan software SPSS,

dimana untuk uji validitas menggunakan

confirmatory factor analysis dengan factor loading > 0,4, dan uji reliabilitas menggunakan cronbachalpha dengan kriteria reliabel > 0,6. Sedangkan untuk pengujian

model digunakan analisis GeSCA

(Generalized Structured Component

Analysis), yang dikembangkan oleh [7],

dengan menggunakan metode kuadrat

terkecil (least square) di dalam proses pendugaan parameter.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Measurement of Fit Model

Hasil nilai dari measurement of fit dari model penelitian dengan data responden yang berniat untuk loyal dalam melakukan pembelian secara online melalui website Zalora.co.id dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini :

Tabel 1. Hasil Measurement of Fit Model

Model FIT FIT 0.832 AFIT 0.830 GFI 0.994 SRMR 0.020 NPAR 60

Sumber : Data primer yang diolah (2015) 4.2. Path Coefficients

Analisis ini dilihat dari signifikansi

besaran critical ratio dari masing – masing

path coefficients. Data responden yang

berminat loyal pada website Zalora.co.id dalam melakukan pembelian online dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini :

Tabel 2. Structural Model

CR* : significant at .05 level

Sumber : Data Primer yang diolah (2015)

Gambar 1. Model Hasil Penelitian

Gambar 1 di atas menjelaskan besarnya nilai estimate yang diperoleh dari hasil pengolahan. E-service quality memiliki pengaruh pada loyalitas konsumen dengan nilai estimate sebesar 0.471, memiliki pengaruh pada kepuasan konsumen dengan nilai estimate sebesar 0.770, dan memiliki

pengaruh pada nilai yang dirasakan

konsumen dengan nilai estimate sebesar 0.561. Nilai yang dirasakan konsumen (perceived value) memiliki pengaruh pada kepuasan konsumen dengan nilai estimate sebesar 0.213, memiliki pengaruh pada loyalitas konsumen dengan nilai estimate sebesar 0.055. Kepuasan konsumen memiliki pengaruh pada loyalitas konsumen dengan nilai estimate 0.452. Nilai estimate terendah dimiliki oleh hubungan antara nilai yang

dirasakan konsumen pada loyalitas

konsumen sebesar 0.055, sedangkan

hubungan antara e-service quality pada kepuasan pelanggan memiliki nilai estimate tertinggi yaitu sebesar 0.770.

Dilihat dari nilai CR, terdapat satu jalur yang dianalisis tidak mempunyai hubungan yang signifikan, yaitu hubungan antara nilai yang dirasakan konsumen (perceived value) pada loyalitas konsumen dengan nilai CR sebesar 0.83, kurang dari 1.96 atau tidak

Path Coefficients Estimasi SE CR CPV  CS 0.213 0.063 3.46* CPV  CL 0.055 0.066 0.83 CS  CL 0.452 0.068 6.62* ESQ  CPV 0.561 0.065 6.76* ESQ  CS 0.770 0.060 12.93* ESQ  CL 0.471 0.087 5.4*

(4)

signifikan di level 0.05. Sedangkan untuk hipotesis yang berpengaruh dapat dilihat dari besarnya tingkat signifikansi yang lebih dari 0,05 atau nilai CR ≥ 1,96.

Berdasarkan hasil pengujian, terdapat satu hipotesis dalam penelitian ini yang tidak diterima. Sedangkan kelima hipotesis yang diajukan mendapatkan hasil yang signifikan. Pengaruh e-serive quality pada kepuasan konsumen memiliki hubungan yang paling kuat dibandingkan variabel lainnya.

E-service quality berpengaruh positif

pada loyalitas konsumen, menunjukkan bahwa kualitas layanan secara online atau disebut dengan e-service quality yang diberikan oleh website Zalora.co.id melalui desain web yang dibuat semenarik mungkin, website dapat digunakan dengan mudah, pemberian informasi yang lengkap, jaminan

keamanan dan lain sebagainya dapat

meningkatkan loyalitas konsumen dalam

pembelian online melalui website

Zalora.co.id. Hal itu diperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Swaid dan Wigand [?] menjelaskan bahwa loyalitas konsumen dapat dipengaruhi oleh kualitas layanan online (e-service quality).

E-service quality berpengaruh positif

pada kepuasan konsumen. Hal ini

menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang

dilakukan oleh Zalora.co.id dapat

meningkatkan kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian online melalui website tersebut. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya Wolfinbarger dan Gilly [19], yang mengindentifikasi adanya hubungan yang positif antara dimensi

e-servive quality (desain, keandalan, keamanan

atau privasi, layanan pelanggan) dengan kepuasan konsumen

E-service quality berpengaruh positif

pada nilai yang dirasakan konsumen

(perceived value). Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang dilakukan oleh Zalora.co.id dapat memberikan manfaat atau nilai yang positif yang dirasakan konsumen. Dengan demikian, pemberian pelayanan yang baik akan memberikan manfaat yang lebih bagi konsumen, sehingga konsumen merasa bahwa telah mendapatkan sesuatu yang lebih

ketika berbelanja melalui website

Zalora.co.id. Hasil penelitian yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Chinomona et al [4] yang menyatakan bahwa

e-service quality merupakan pembentuk

penting dari nilai yang dirasa konsumen (customer perceived value).

Nilai yang dirasakan konsumen

berpengaruh positif pada kepuasan

konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa ketika konsumen dari Zalora.co.id merasakan manfaat atau nilai yang lebih maka akan cenderung merasakan kepuasan karena apa yang telah dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik.

Nilai yang dirasakan konsumen

berpengaruh negatif pada loyalitas

konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa nilai yang dirasakan konsumen Zalora.co.id tidak mengarah langsung pada loyalitas dalam melakukan pembelian secara online. Manfaat yang didapatkan konsumen dari pembelian melalui website Zalora.co.id hanya mengarah pada kepuasan konsumen aja dan tidak berpengaruh secara langsung pada loyalitas.

Kepuasan konsumen berpengaruh positif

pada loyalitas konsumen. Hal ini

menunjukkan bahwa konsumen yang merasa kebutuhannya terpenuhi dan terpuaskan

ketika melakukan pembelian melalui

Zalora.co.id akan senantiasa melakukan pembelian secara terus-menerus di situs tersebut. Sehingga secara tidak langsung konsumen Zalora.co.id tersebut nantinya akan terlibat pada positif word of mouth yang mengatakan hal-hal yang positif dan cenderung akan merekomendasikan website Zalora.co.id pada orang lain.

5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data, secara spesifik dapat disimpulkan bahwa e-service

quality sebagai faktor pembentuk loyalitas,

terlihat dari pengaruh e-service quality pada kepuasan konsumen, nilai yang dirasakan konsumen, dan juga loyalitas konsumen. Sedangkan untuk nilai yang dirasakan konsumen tidak berpengaruh pada loyalitas konsumen.

Hal-hal yang dapat dilakukan website

Zalora.co.id dalam upaya untuk

meningkatkan loyalitas konsumen,

berdasarkan hasil temuan penelitian ini, maka Website Zalora.co.id harus mendesain website nya yang user friendly, website Zalora.co.id perlu mengirimkan pesan konfirmasi barang yang telah dibeli tidak hanya melalui alamai email konsumen tetapi

(5)

pesan singkat melalui sms atau yang lainnya,

Customer service harus dengan cepat

bertindak merespon serta menyelesaikan masalah, dan Website Zalora.co.id harus selalu menawarkan harga yang terbaik seperti menawarkan potongan harga atau diskon serta senantiasa selalu memberikan fasilitas layanan yang terbaik untuk konsumen. Selain itu website Zalora.co.id harus meningkatkan pelayanan sehingga memberikan kesan serta

pengalaman yang memuaskan bagi

konsumen. Seperti tetap menjaga komitmen website ritel yang cepat, mudah, dan aman.

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] Anderson, R.E. and Srinivasan, S.S. (2003), “E-satisfaction and e-loyalty: a contingency.

[2] Chang, H.H. and Chen, S.W. (2009), “Consumer perception of interface quality, security, and loyalty in electronic commerce”, Information &

Management, Vol. 46 No. 7, pp. 411-7.

[3] Chen, Mei, H; Tsai, Khue Muh; Hsu, Ying C, and Lee KuanY.(2010). E-Service Quality Impact on Online Customer’s Perceived Value and

Loyalty. China Businees Review,

Vol.12, No. 5, 473-485 [4] Chinomona Richard, Masinge Godray,

Sandada Maxwell. (2014), “The

influence of e-service quality on customer perceived value, customer satisfaction, and loyalty in south Africa”, Mediterranean Journal of

Social Sciens , Vol. 5 No. 9, pp.

331-441.

[5] Ferdinand, Augusty. (2006), Metode

Penelitian Manajemen, Edisi kedua,

Penerbit: Baan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

[6] Grace T.R. Lin, Chia-Chi Sun, (2009), “Factor influencing satisfaction and loyalty in onlie shopping : an integrated model”, Online Information Review, Vol.33. Iss : 3pp. 458-475.

[7] Hwang, Heungsun dan Yoshio Takane. 2009. Nonlinier Generalized Structured

Component Analysis. Department of

Phychology. McGill University.

[8] Jogiyanto, Hartono. (2005), Analisis dan

Desain Sistem Informasi, Edisi III.

Yogyakarta: Andi

[9] Kotler, P. and K. Keller (2009),

Marketing Management, 13 th ed. Upper

Saddle River, NJ: Pearson Education, Inc

[10] Kotler, P. dan Keller. (2007),

Manajemen Pemasaran, Jakarta: PT

Indeks.

[11] Oliver, R.L. (1999), “Whence consumer loyalty?”, Journal of Marketing, Vol. 63 No. 4, pp. 33-44.

[12] Parasuraman, A., Zeithaml, Valarie A., & Berry, Leonard L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(Spring), 12–40.

[13] Sanayei, A., Shahin, A. and Taheri, A. (2012). The Influence of Service Quality on Service Loyalty Case Study: Irangate Company. International Journal of

Academic Research in Business and Social Sciences, Vol. 2, No. 8, 480-489.

[14] Santos, J. (2003), “E-service quality: a model of virtual service quality dimensions”, Managing Service Quality, Vol. 13 No. 3, pp. 233-46.

[15] Schaupp, L. C. & Bélanger, F. (2005). A conjoint analysis of online consumer satisfaction, Journal of Electronic Commerce Research, 6(2), 95-111

[16] Sekaran, U. (2006). Research methods

for business : Metodologi prnrlitisn untuk bisnis, Jakarta : Salemba Empat.

[17] Srinivasan, S.S., Anderson, R., Ponnavolu, K. (2002), Customer loyalty in e-commerce an exploration of its antecedents and consequences, Journal

of Retailing, 78(1):41-50.

[18] Sweney, J.C. and Soutar, G.N. (2001), “Consumer Perceived Value: The Development of A Multiple item Scale ,” journal of retailing, Vol. 77, No. 2, pp. 203-220.

[19] Wolfinbarger, M.F. and Gilly, M.C. (2003), “eTailQ: dimensionalizing, measuring and predicting etail quality”,

Journal of Retailing, Vol. 79 No. 3, pp.

183-98.

[20] Wu, L.L. and Lin, J.Y. (2006), “The quality of consumers’ decision-making in the environment of e-commerce”,

Psychology and Marketing, Vol. 23 No.

(6)

[21] Zeithaml, V.A., Parasuraman, A. and Malhotra, A. (2002), “Service quality delivery through websites: a critical review of extant knowledge”, Journal of

the Academy of Marketing Science, Vol.

30 No. 4, pp. 362-75.

[22] URL: www.menkominfo.go.id [23] URL: www.zalora.com

Gambar

Tabel 1. Hasil Measurement of Fit Model  Model FIT  FIT  0.832  AFIT  0.830  GFI  0.994  SRMR  0.020  NPAR  60

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakso ikan yang dikemas dalam Retortable pouch, tanpa dipasteurisasi sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi setelah penyimpanan 3 hari, dan

Anda mengganti merek shampo karena produk shampo yang lain lebih menarik daripada produk sebelumnya.. Test distribution

Aplikasi parenting yang dikembangkan membantu para orang tua untuk mengatur jadwal kegiatan parenting dengan fitur scheduling, memberikan informasi mengenai

Kosinus Alpha, M.Si, guru besar dosen matematika lulusan S3 matematika maka koding yang dipakai adalah 100 (koding rumpun) dengan kewenangan menjadi asesor pada seluruh rumpun MIPA

Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Akbid Harapan Mulya Ponorogo dimulai oleh dosen dengan membuat evaluasi diri terkait semua kegiatan yang

Manajemen berbasis sekolah atau School Based Management dapat didefinisikan dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni diharapkan dapat membuat video pembelajaran Multimedia Lanjut dengan menggunakan teknik whiteboard animation

Apakah online costumer review, e-trust dan e-service quality berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian pada situs belanja online “Shopee”.. Apakah