• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN LINGKUNGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN LINGKUNGAN"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

skip to main | skip to sidebar

MANAJEMEN LINGKUNGAN

Kliping Internet 0175

Jumat, 13 November 2009

Perkembangan Program SML ISO 14001 di Indonesia

Seiring dengan perumusan Standar Internasional ISO seri 14000 untuk bidang manajemen lingkungan sejak 1993, maka Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif mengikuti perkembangan ISO seri 14000 telah melakukan antisipasi terhadap diberlakukannya standar tersebut.

Dalam mengantisipasi diberlakukannya standar ISO seri 14000, Indonesia sudah aktif memberikan tanggapan terhadap draf standar ISO sebelum ditetapkan menjadi Standar

Internasional. Hal ini dilakukan dengan pembentukan Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 oleh Bapedal pada tahun 1995 untuk membahas draf standar ISO tersebut sejak tahun 1995. Anggota Kelompok Kerja tersebut berasal dari berbagai kalangan, baik Pemerintah, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun pakar pengelolaan lingkungan.

Kementerian Lingkungan Hidup (Bapedal pada waktu itu) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 dan berbagai stakeholders sejak tahun 1995 mengkaji, menyebarkan informasi, dan melakukan serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Berdasarkan hasil pembahasan dengan “stakeholders” di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup menyadari potensi penerapan Sistem Manajemen Lingkungan bagi peningkatan kualitas pengelolaan

lingkungan, peningkatan peran aktif pihak swasta dan promosi penerapan perangkat pengelolaan lingkungan secara proaktif dan sukarela di Indonesia.

(2)

Sistem Manajemen Lingkungan telah diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup,

bekerjasama dengan BSN dan berbagai pihak. Rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menjadi investasi awal bagi penerapan ISO 14001 di Indonesia dalam menumbuhkan sisi “demand” maupun “supply” menuju mekanisme pasar yang wajar. Setelah itu, muncullah beberapa penyelenggara pelatihan, jasa konsultasi, jasa sertifikasi dan perusahaan-perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan. Seiring dengan tumbuhnya populasi para pemain dalam pasar penerapan ISO 14001 di Indonesia, Kementerian LH selanjutnya lebih menfokuskan diri pada peran fasilitator dan pembina kepada semua pihak dalam penerapan ISO 14001 di Indonesia. Peran motor penggerak diharapkan dapat dilanjutkan oleh dunia usaha itu sendiri, sesuai dengan jiwa penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang bersifat proaktif dan sukarela.

Dengan perannya sebagai fasilitator dalam pengembangan ISO 14000 di Indonesia, Kementerian LH menyediakan media bagi semua pihak yang berkepentingan untuk aktif dalam program pengembangan standar ISO 14000, yaitu melalui Kelompok Kerja Nasional ISO 14000

(Pokjanas ISO 14000). Kelompok kerja tersebut sampai saat ini masih aktif dalam melaksanakan diskusi-diskusi membahas penerapan standar ISO 14000. Sekretariat Pokjanas ISO 14000

tersebut difasilitasi oleh Kementerian LH cq. Asisten Deputi Urusan Standarisasi dan Teknologi. Untuk menfasilitasi penerapan standar ISO 14001 di Indonesia dan mempermudah penerapan dilapangan serta untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaannya, maka Kementerian LH bekerjasama dengan BSN telah melakukan adopsi terhadap beberapa Standar Internasional ISO 14000 menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar yang telah diadopsi tersebut

diantaranya :

1.Sistem Manajemen Lingkungan-Spesifikasi dengan Panduan Penggunaan (SNI 19-14001-1997)

2.Sistem Manajemen Lingkungan-Pedoman Umum Prinsip Sistem dan Teknik Pendukung (SNI 19-14004-1997)

3.Pedoman Audit Lingkungan-Prinsip Umum (SNI 19-1410-1997)

4.Pedoman Untuk Pengauditan Lingkungan - Prosedur Audit - Pengauditan Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14011-1997)

5.Pedoman Audit untuk Lingkungan – Kriteria Kualifikasi untuk Auditor Lingkungan (SNI 19-14012-1997)

Standar ISO 14001 ternyata mendapat sambutan positif dari kalangan industri di Indonesia. Sejak ditetapkannya ISO 14001 menjadi standar internasional dan diadopsi menjadi SNI 19-14001-1997 sampai saat ini tercatat lebih dari 248 (dua ratus empat puluh delapan[1]) sertifikat ISO 14001 untuk berbagai unit organisasi perusahaan di Indonesia yang dengan sukarela

menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. Kecenderungan peningkatan penerapan Standar ISO 14001 dapat menjadi salah satu indikator peningkatan kesadaran industri terhadap pengelolaan lingkungan. Faktor pendorong yang lain adalah antisipasi industri terhadap potensi adanya persyaratan dagang dan industri yang diwajibkan oleh “buyer” untuk menerapkan ISO 14001. Selain kedua hal di atas, penerapan ISO 14001 juga di pacu oleh adanya program internal dari beberapa “holding company” untuk menerapkan ISO 14001 pada anak perusahaannya.

(3)

Sumber : http://www.menlh.go.id/ekolabel-sml/sml/index.php? option=content&task=view&id=20&Itemid= 22 Mei 2006 Sumber Gambar: http://www.dqschile.com/futuretense_cs/dqs/files/Grafiken/UMS_Baum_Eng.gif Diposkan oleh aa kumis di 16:450 komentar

Manajemen Lingkungan, ISO 14000 dan AMDAL

Konsep Umum

Banyak pendekatan yang dibuat untuk mengelola lingkungan baik di tingkat perusahaan maupun pemerintah, diantaranya adalah Environmental Management System (EMS). EMS adalah siklus berkelanjutan dari kegiatan perencanaan, implementasi, evaluasi dan peningkatan proses, yang diorganisasi sedemikian sehingga tujuan bisnis perusahaan/pemerintah dan tujuan lingkungan padu dan bersinergi.

• Perencanaan, meliputi identifikasi aspek lingkungan dan penetapan tujuan (goal) • Implementasi, termasuk pelatihan dan pengendalian operasi;

• Pemeriksaan, termasuk monitoring dan pemeriksaan hasil kerja; • Evaluasi, termasuk evaluasi kemajuan kerja dan perbaikan sistem. Penerapan EMS

EMS yang efektif, dibangun pada konsep TQM (Total Quality Management), misalnya pada ISO 9000. Untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan, organisasi tidak hanya tahu apa yang

terjadi, tetapi juga harus tahu mengapa terjadi. Kebanyakan penerapan EMS (termasuk didalamnya ISO 14001), akan sukses jika :

• didukung oleh manajemen puncak • fokus pada peningkatan berkelanjutan

• sederhana, fleksibel dan dinamis mengikuti perubahan lingkungan • cocok dengan budaya organisasi

• kepedulian dan keterlibatan semua pihak

Manfaat EMS

Walaupun penerapan EMS memerlukan biaya dan waktu, namun manfaat yang bisa dipetik diantaranya :

• meningkatkan kinerja lingkungan

• mengurangi/menghilangkan keluhan masyarakat terhadap dampak lingkungan • mencegah polusi dan melindungi sumber daya alam

• mengurangi resiko

• menarik pelanggan dan pasar baru (yang mensyaratkan EMS) • menaikkan efisiensi/mengurangi biaya

• meningkatkan moral karyawan

(4)

• meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian karyawan terhadap lingkungan ISO 14000

ISO (International Organization for Standardization), merupakan organisasi non pemerintah, yang berlokasi di Geneva, Switzerland. ISO memperkenalkan dan mengembangkan standar internasional, seperti seri ISO 9000 dan ISO 14000. ISO 9000 mengenai pengelolaan kualitas (quality management), sedangkan ISO 14000 mengenai pengelolaan lingkungan (environmental management). Aktivitas yang menggunakan standar ISO 14000 menghendaki aktivitas

pengurangan dampak merugikan terhadap lingkungan dan peningkatan menerus terhadap kinerja lingkungan.

AMDAL

AMDAL atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Environmental Impact Assessment) merupakan perangkat analisis untuk menilai suatu kegiatan (proposal kegiatan) tidak berdampak merugikan lingkungan, seperti pada kesehatan, flora, fauna, tata guna lahan, ekonomi, budaya dan sosial.

Amdal juga merupakan sebuah proses perencanaan yang digunakan untuk menghitung, memprediksi dan menganalisis dampak nyata dari sebuah proposal (rencana pembangungan) terhadap lingkungan serta untuk menyediakan informasi yang bisa digunakan dalam proses pengambilan keputusan apakah proposal tersebut akan disetujui atau tidak.

Proses AMDAL terdiri dari penyaringan, scoping, pengkajian, mitigasi , pelaporan, peninjauan, pengambilan keputusan , pengawasan dan manajemen dan partisipasi publik.

Sumber :

http://www.kitada.eco.tut.ac.jp/pub/member/asep/plo/manajemen.html 22 Mei 2008

Diposkan oleh aa kumis di 16:400 komentar

Komintmen Pada Lingkungan (PT Coca-Cola Bottling Indonesia)

Bisnis kami tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan konsumen. Kami sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-usaha kami yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Ini berarti, upaya berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatakan kinerja kami di bidang pelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Sebelum membuang limbah ke sungai, kami mengolah limbah sehingga tidak merusak biota sungai.

Kami menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan pengertian kami terhadap

masalah-masalah tersebut yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kami

mengembangkan suatu sistem komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk di dalamnya ISO 14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(5)

Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja - mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja.

Selain senantiasa berupaya meraih kepuasan dengan melakukan hal-hal yang terbaik, tanggung-jawab kami juga tertuju pada masyarakat Indonesia yang kehidupannya kami sentuh setiap hari. Tanggung jawab tersebut meliputi komitmen dalam menjalankan usaha dengan cara-cara yang menjaga kelestarian lingkungan dan menunjang kesehatan dan keselamatan kerja karyawan-karyawan kami di tempat kerja.

KEBIJAKAN LINGKUNGAN

PT Coca-Cola Bottling Indonesia memiliki komitmen untuk senantiasa memahami, mencegah dan memperkecil setiap dampak buruk terhadap lingkungan sehubungan dengan kegiatan produksi minuman ringan, serta terus berupaya memberikan pelayanan dan produk berkualitas yang diharapkan konsumen maupun pelanggan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan.

Kita yakin bahwa seluruh karyawan PT Coca-Cola Botting Indonesia dan setiap orang yang tergabung di dalam perusahaan, serta semua mitra kerjanya, bersama-sama memainkan peranan penting dalam menerapkan kebijakan Perusahaan di bidang perlindungan lingkungan ini. Untuk itulah maka kita berupaya membekali para karyawan agar mampu melibatkan diri mereka sepenuhnya.

Kami akan:

berusaha sebaik mungkin mencapai kinerja di bidang perlindungan lingkungan dengan

memenuhi persyaratan dari The Coca-Cola Company dan Peraturan Perundangan yang berlaku; 1. Senantiasa memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan dalam menyusun Business Plan (Perencanaan Bisnis) untuk memastikan bahwa pengelolaan masalah lingkungan selalu menjadi bagian yang integral dari Operasi Perusahaan;

2. Menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen lingkungan terprogram, serta terus menerus menyempurnakan dan meninjaunya agar senantiasa sejalan dengan operasi perusahaan; 3. Mendorong dan membekali karyawan agar mampu mengenali, memahami dan bertindak pada setiap peluang yang ada untuk mencegah dan memperkecil setiap dampak negatif yang

berpotensi menimbulkan masalah lingkungan;

4. Mengembangkan dan menerapkan cara-cara meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya, termasuk energi, bahan kimia, air, kemasan dan bahan baku lainnya;

5. Medapat mungkin mencegah, mengurangi, menggunakan kembali dan mengolah semua limbah yang ditimbulkan di dalam area kita sendiri, serta menjamin prosedur pembuangan limbah tersebut dengan cara yang aman dan berdampak yang seminimal mungkin; dan

6. Meminta para pemasok dan rekanan bisnis agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang setara dengan yang kita anut.

Sumber :

(6)

Diposkan oleh aa kumis di 16:110 komentar

Pengelolaan Lingkungan Hidup (PT Pusri)

Komitmen untuk melaksanakan kegiatan industri berwawasan lingkungan dan berkelanjutan diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien.

Mengambil contoh pengendalian limbah pabrik, Perusahaan telah menerapkan pengurangan jumlah limbah yang dibuang ke media lingkungan berdasarkan empat prinsip, yaitu:

pengurangan dari sumber (reduce), sistem daur ulang (recycle), pengambilan (recovery) dan pemanfaatan kembali (reuse) secara berkelanjutan menuju produksi bersih.

Untuk mencapai sasaran tersebut, PT Pusri juga telah mengadopsi Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001 dengan melibatkan seluruh karyawan untuk berperan aktif dalam melakukan penyempurnaan mutu lingkungan.

Di dalam UU No.4 th.1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengertian pembangunan berwawasan lingkungan dijelaskan sebagai upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang

berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup.

Pengertian mnggunakan dan mengelola sumberdaya alam secara bijaksana berarti senantiasa memperhitungkan dampak kegiatan tersebut terhadap lingkungan serta kemampuan sumber daya untuk menoopang pembangunan secara berkesinambungan.

Dalam hal pembangunan industri tentunya tidak terlepas dari pengertian dan batasan seperti di atas. UNIDO mengusulkan definisi Pembanguna Industri yang berwawasan lingkungan sebagai "Ecologically Sound and Sustainable Industrial Development" (ESSID) yaitu pola industrialisasi untuk meningkatkan kemakmuran generasi sekarang dan generasi yang akan datang tanpa merusak proses dasar ekologi.

Sesuai dengan pasal 21 UU No.5 th.1984, Tentang Perindustrian, pengembangan industri nasional yang kita anut adalah pengembangan industri yang berwawasan lingkungan.

Adalah merupakan kebijakan PT Pusri untuk selalu memberikan prioritas terhadap pengelolaan lingkungan hidup dalam semua kegiatan operasi perusahaan, guna mendukung prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Dalam hal aspek fisik kimia, PUSRI dengan segala kemampuannya akan terus menekan jumlah limbah dan meningkatkan mutu pengolahan limbah serta pengawasannya sampai pada tingkat yang lebih baik dan sesuai dengan peraturan dan baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Selain itu adanya kebijaksanaan untuk selalu memelihara hubungan yang sehat dan harmonis dengan masyarakat sekitarnya dan membantu pemerintah setempat dalam pelaksanaan PROKASIH sungai Musi.

Di dalam melaksanakan kebijaksanaan perusahaan tersebut, berbagai strategi telah ditetapkan guna mengintensifkan pengelolaan lingkungan melalui pendekatan yaitu pendelatan teknologi, pendekatan institusional dan pendekatan sosial ekonomi dan budaya.

(7)

Pendekatan Teknologi

Sejalan dengan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman Pusri yang didukung oleh perkembangan teknologi pengendalian limbah, maka upaya pengendalian limbah terus disempurnakan melalui penerapan "best practice technology" berdasarkan prinsip : Mengatasi limbah dari sumbernya

Mengupayakan proses daur ulang yang maksimal Pemanfaatan limbah untuk proses lain

Sunstitusi bahan dengan bahan yang non B3 Mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Pendekatan Institusional

Guna meningkatkan mekanisme pengelolaan lingkungan, maka di dalam organisasi PT Pusri telah dibentuk Dinas Teknik Lingkungan yang berada di bawah Departemen Teknik Produksi yang mengintegrasikan penerapan aspek lingkungan ke dalam teknologi proses dan menangani permasalahan pengelolaan lingkungan dengan menerapkan ISO-14000, serta melakukan pengawasan pelaksanaan aturan (Standard, Code, Peraturan Pemerintah) tentang keselamatan lingkungan untuk mendapatkan jaminan keamanan lingkungan, serta bekerjasama dengan unit kerja terkait melaksanakan usaha pengendalian terhadap dam[ak yang itmbul dengan prinsip meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.

Pendekatan Sosekbud

Usaha pembinaan wilayah dan aspek sosekbud dilakukan melalui pendekatan yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan Bina Lingkungan khususnya terhadap warga sekitar kompleks Industri PT Pusri. Kegiatan ini pula pada dasarnya lebih mengarah kepada peningkatan dan pengembangan dampak positif dari adanya kegiatan PT Pusri.

Sumber :

http://www.pusri.co.id/index0603.php Diposkan oleh aa kumis di 16:030 komentar

Sosialisasi Program Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan

(MeLOK) di Pekanbaru

Sosialisasi program Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan (MeLOK) telah diadakan di kantor PPLH Regional Sumatera, Pekanbaru Riau pada tanggal 13 Mei 2009. Acara sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dari pihak industri bahwa

mengelola lingkungan tidak hanya merupakan sumber pengeluaran, namun juga dapat menghasilkan keuntungan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PPBN bekerjasama dengan PPLH Regional Sumatera ini dihadiri oleh peserta dari beberapa industri besar di wilayah Sumatera antara lain:

PT. Semen Padang, Sumatera Barat (semen) PT. Pupuk Iskandar Muda, DI.Aceh (pupuk) PT. Pupuk Sriwijaya, Sumatera Selatan (pupuk) PT. Salim Ivomas Pratama, Riau (kelapa sawit) PT. Socfindo, Sumatera Utara (kelapa sawit)

(8)

PT. Asian Agri Group, Riau (kelapa sawit) PT. RAPP, Riau (pulp & paper)

PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate, Sumatera Utara (karet) PT. Perkebunan Nusantara 5, Riau (kelapa sawit & karet)

MeLOK merupakan salah satu perangkat produksi bersih yang diperkenalkan PPBN kepada industri agar mampu mengelola lingkungan sekaligus mendapatkan keuntungan finansial dan organisasi pada perusahaan secara berkelanjutan. Acara yang dilaksanakan selama 1 hari tersebut diisi oleh narasumber dari PPBN dan PT. Intercallin yang merupakan salah satu industri yang telah sukses menerapkan MeLOK. Acara tersebut mendapatkan antusias dari peserta industri untuk meminta informasi lebih lanjut dan konsultasi dari PPBN mengenai penerapan MeLOK di industrinya.

Sumber :

http://ppbn.or.id/site/index.php?modul=detail&catID=6&key=166 19 Mei 2009

Diposkan oleh aa kumis di 15:590 komentar

Manajemen Lingkungan Pabrik Cirebon (Indocement)

Ringkasan Eksekutif:

Pabrik Cirebon (Palimanan) mempertahankan akreditasi ISO 14000:1996 Sistem Manajemen Lingkungan untuk mengelola dampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat yang disebabkan oleh produksi semen. Perusahaan turut berpartisipasi dalam Program Langit Biru dan Program Proper, yang keduanya digagas oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kondisi lingkungan di Indonesia. Pabrik Citeureup memenuhi komitmen pengembangan pengawasan dan manajemen lingkungan sesuai dengan penilaian terhadap dampak lingkungan pada dokumen Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL).

Rencana Kelola Lingkungan terdiri atas beberapa program manajemen lingkungan dan masyarakat yang diterapkan di Pabrik Citeureup. Termasuk juga manajemen respon terhadap perubahan yang berhubungan dengan proyek Mekanisme Pembangunan Bersih.

Pabrik Cirebon yang dioperasikan oleh Indocement, terdiri atas 2 (dua) tanur dan menempati lahan seluas 470 hektar termasuk lahan tambang.

Pabrik ini berlokasi sekitar 20km barat Cirebon untuk mensuplai kebutuhan semen di daerah Jawa Barat dan sekitarnya. Proses produksi semen terdiri atas penambangan bahan baku, penggilingan, pengeringan, tanur pembakaran, pendinginan, penggilingan akhir, pengantongan dan pengiriman. Bahan baku utama adalah batu kapur, tanah liat, pasir silika dan pasir besi. Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB) terdiri termasuk atas pengenalan bahan aditif untuk penggilingan akhir, dan penggunaan bahan bakar alternatif. Beberapa bahan bakar

alternatif yang dipertimbangkan seperti Biomas, ban bekas, oli bekas, plastik, kertas, tekstil, dan lainnya. Penggunaan beberapa jenis bahan bakar ini dimaksudkan untuk keperluan penelitian dan perijinan dari pemerintah.

(9)

Emisi gas dan debu diakui sebagai dampak utama terhadap lingkungan pada industri semen. Tantangan sosial muncul dari suatu kebutuhan sejumlah karyawan dan kebutuhan dari area penambangan. Penanganan material menyebabkan peningkatan tekanan pada infrastruktur transportasi setempat. Perubahan proses yang disebabkan proyek MPB mungkin akan dirasakan buruk dan merusak lingkungan.

Garis besar Rencana Kelola Lingkungan adalah serangkaian Rencana Pengawasan dan Mitigasi Dampak yang ditujukan pada lingkungan dan tantangan sosial. Rencana itu terdiri atas:

Udara, bising dan getaran Air Permukaan dan Air Tanah Tanah dan Topografi

Flora dan Fauna

Material Berbahaya/Bekas

Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Konsultasi masyarakat dan Partisipasi Program Pengembangan Masyarakat: Pendidikan

Sosial Budaya Infrastruktur Ekonomi

Kesehatan Masyarakat

Implementasi dari Rencana Kelola Lingkungan termasuk dalam ISO 14000 yang berakreditasi Sistem Manajemen Lingkungan Garis besar Sistem Manajemen Lingkungan adalah bertujuan dan berwawasan lingkungan, kebutuhan institusional, kewajiban dan tanggung jawab, begitu juga dengan kebutuhan akan sumber daya manusia dan finansial.

Sumber :

http://www.indocement.co.id/new_id/env-emp-crb.asp 13 November 2009

Diposkan oleh aa kumis di 15:570 komentar

Rusaknya Manajemen Lingkungan Kita

RUSAKNYA manajemen lingkungan kita! Itulah kalimat yang terlintas dalam benak saya. Tampaknya kita sepele mendengar, dan melihat kata, seperti kata lingkungan. Namun di balik kata lingkungan itu, mengandung sejuta makna yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan dan keberlangsungan hidup umat manusia. Segala sesuatunya sangat erat kaitannya dengan lingkungan..

Bahkan menurut Bloom, derajat kesehatan terdiri dari empat faktor yakni lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik. Jadi semua tindak dan tanduk manusia berawal dari

lingkungan.

Dewasa ini, beberapa media menayangkan banjir yang ada di Kota Jakarta, Semarang dan

tragedi yang tidak diinginkan yang terjadi di Situ Gintung, di wilayah Tangerang, Banten. Betapa sedihnya melihat saudara kita yang terkena musibah ini.

(10)

Mereka yang ditanyai komentar, hanya menjawab dan meminta pertanggungjawaban

pemerintah. Seolah–olah pemerintah yang harus menjaga kebersihan dan harus memadai dan membenahi lingkungan mereka. Dari segi bantuan, baiklah pemerintah yang harus menolong dan memberi subsidi kepada rakyat yang terkena musibah.

Namun di Situ Gintung, beberapa warga mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah mengenai Tanggul yang mereka minta segera diperbaiki. Tetapi lagi-lagi kesiapan pejabat berwenang kurang sigap dalam menanggapi keluhan warga dan tidak dapat merealisasikannya. Lagi dan lagi rakyat selalu kena tipu dengan muslihat pejabat yang seyogianya dipilih oleh rakyat.

Seperti sekarang ini, banyaknya janji–janji partai politik yang membawakan thema “perubahan” untuk rakyat. Setelah kejadian di Situ Gintung banyaknya partai politik yang menawarkan

bantuan untuk rakyat. Semoga saja pesta demokrasi nanti, rakyat harus paham dengan siapa yang dipilihnya.

Kalau kita sadari lingkungan harus erat kaitannya dengan individu itu sendiri karena, merekalah yang harus menjaga dan melestarikannya, supaya kesehatan lingkungan menjadi optimal.

Klasifikasi Pencemaran Lingkungan

Dengan musibah banjir yang dirasakan saudara kita yang ada di Jakarta dan di Semarang, merupakan hasil dari pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan sendiri terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Antara lain pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Dengan keadaan pencemaran lingkungan ini, maka kualitas yang ada di lingkungan kita menjadi menurun. Sejatinya pencemaran lingkungan ini akan mempercepat kita untuk mengakhiri hidup kita di bumi ini, dan dapat membunuh kehidupan anak dan cucu kita nantinya.

Pencemaran Udara

Sebelum kita memulai tahapan pencemaran lingkungan yang terklasifikasi, yang pertama pencemaran udara. Pencemaran udara sering dari kita mungkin sudah dan atau sering terpapar dengan gas pencemar udara yang mungkin ada di sekitar tempat tinggal kita, dan pengalaman ini mungkin sudah pernah atau sering kita jumpai di lingkungan kita sendiri.

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat–zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Gas–gas pencemar udara utama adalah karbon monoksida (CO), karbon diosida (CO2), nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur monoksida (SO), sulfur dioksida (SO2). Pencemaran udara yang dihasilkan melalui kegiatan manusia adalah transportasi, industri, pembangkit listrik, pembakaran (perapian, kompor, furnace, insenerator dengan berbagai jenis bahan bakar), gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC= Clour Flour Carbon).

(11)

Pencemaran Air

Setelah pencemaran udara, kita juga dapat menjumpai pencemaran air yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Dan pencemaran air sangat sering tejadi di lingkungan kita sendiri, bahkan kita mengabaikan kesehatan kualitas air yang ada di lingkungan kita. Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, air tanah akibat aktivitas dan ulah manusia.

Pencemaran air sering di jumpai di wilayah industri yang membuang limbahnya dengan berbagai macam polutan seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Contoh dari pencemaran air, pada air comberan dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak buruk pada seluruh ekosistem yang ada di air.

Pencemaran Tanah

Yang terakhir mengenai pencemaran tanah. Pencemaran tanah merupakan keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah ini merupakan hasil kegiatan manusia yang mencemari tanah yakni dari tempat penimbunan

sampah, serta limbah industri yang dibuang langsung ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Penutup

Pencemaran lingkungan yang kita bahas yakni pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Sebagai warga negara dan umat manusia yang baik, marilah kita menjaga kebersihan lingkungan kita. Kita dapat mencegah serta dapat meminimalisir supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan baik udara, air, dan tanah.

Penanganan untuk pencemaran udara dapat kita lakukan yakni dengan penghijauan, penggunaan energi yang efisien, mengurangi emisi kendaraan dan industri, serta peran serta masyarakat dan instansi pemerintah terkait.

Penanganan dari pencemaran air dapat kita lakukan yakni bagi rumah tangga menggunakan deterjen secukupnya, dan memilah sampah organik dari sampah anorganik, setiap pabrik dan kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Penanganan dari pencemaran tanah dapat kita lakukan penanganan remediasi dan bioremediasi. Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).

Jadi marilah kita jaga kelestarian lingkungan kita dengan sebaik-baiknya. Supaya kita warisi kehidupan kita kepada anak dan cucu kita kelak. Dan jangan pilih caleg yang merusak lingkungan.

Sumber :

M Iqbal Rizky Lbs AmKep

(12)

http://www.medanbisnisonline.com/2009/04/06/rusaknya-manajemen-lingkungan-kita/ 6 April 2009

Diposkan oleh aa kumis di 15:510 komentar Posting LamaBeranda

Langgan: Entri (Atom)

Free Music

Manajemen Lingkungan

• Bapedal DKI

• Dept of Env Mng - State of Rhode Island • Env Mng - AAU

• GEMI

• GIS for Env Mng • Inst of Env Mng & Ass • ISO 14000

• ISO 14000 / ISO 14001 Env Mng Guide • Meneg LH • Mining Env Mng • Mnj Lingk - KLH • NAEM

About Me

aa kumis

(13)

Lihat profil lengkapku

Blog Archive

• ▼ 2009 (17)

○ ▼ November (17)

 Perkembangan Program SML ISO 14001 di Indonesia  Manajemen Lingkungan, ISO 14000 dan AMDAL

 Komintmen Pada Lingkungan (PT Coca-Cola Bottling I...  Pengelolaan Lingkungan Hidup (PT Pusri)

 Sosialisasi Program Manajemen Lingkungan Berorient...  Manajemen Lingkungan Pabrik Cirebon (Indocement)  Rusaknya Manajemen Lingkungan Kita

 Pelatihan Sistem Manajemen Lingkungan (Environment...  Audit Sistem Manajemen Lingkungan

 Dokumentasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001  Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001

 Analisa Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 dan ...  Identifikasi Dorongan Manajemen Lingkungan dan Man...  Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 Di...  Manajemen Lingkungan

 ISO 14001:2004 Sistem Manajemen Lingkungan

 Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan Proper K...

(14)

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelang-sungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan,

pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Pembangunan Berkelanjutan yang Berwa-wasan Lingkungan Hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Ekosistem adalah tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup adalah rangkaian untuk memelihara kelang-sungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendu-kung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk

melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu

mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

Sumber Daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati, dan sumber daya buatan.

Mutu Lingkungan Hidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang

keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan ling-kungan hidup tidak bisa berfungsi lkagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.

Dampak Lingkungan Hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.

(15)

besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

(16)

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelang-sungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Pembangunan Berkelanjutan yang Berwa-wasan Lingkungan Hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Ekosistem adalah tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuk menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup adalah rangkaian untuk memelihara kelang-sungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendu-kung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pelestarian Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain.

Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pelestarian Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya.

Sumber Daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati, dan sumber daya buatan.

Mutu Lingkungan Hidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan ling-kungan hidup tidak bisa berfungsi lkagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.

Dampak Lingkungan Hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

ringkasringkas

Jan 26th

(17)

No comments

Pemantau Kualitas Udara

Sebagai kunci dari prioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya terhadap kesehatan manusia. Beberapa Kasus Yang Telah dimonitor :

. Beijing, dalam musim dingin yang berat, dimana sumber polusi udara berasal dari pemanasan rumah-rumah, dengan penduduknya yang sangat padat (27000/km2 ditahun 1990) sebagai bahan bakar utama adalah arang batubara yang mempunyai konsentrasi SO2,SPM dan CO yang tinggi. . Pemantauan kualitas udara di India yang dipantau oleh jaringan NEER (National

Environmental Engineering Research Institute),sebagai parameter adalah ; SPM,SO2,NO2,HS, dan O3 yang berasal dari daerah – daerah industri.

. Kairo, debu yang terkira banyaknya, dengan iklim gurun dan panas tinggi, curah hujan hanya 22mm rata-rata pertahunnya GMS memantau TSP(500-1100 ug/m3) dan SPM. Emisi berasal dari proses pembakaran,industri, pabrik semen dan lainnya. Emisi asap mobil diestimasi sampai 1200 ton/tahun. Dijumpai lebih dari 450 pabrik industri metal, keramik, gelas,testil dan

plastik.Banyak kota-kota besar didunia kualitas udaranya memburuk karenatercemar oleh: zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari pabrik-pabrik industri, kendaraan bermotor, proses pembakaran, pembuangan limbah padat. Zat-zat pencemar yang paling sering dijumpai adalah: SO2, NO dan NO2, Pb, SPM, O3 dan CO. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letak topografi daerah, intensitas dan pemaparan, arah angin, suhu dan cuaca. Dampak yang paling utama adalah terhadap kesehatan manusia terutama pada sistem pernapasan, pembuluh darah, persarafan, hati dan ginjal.

ringkasringkas

Jan 26th

Posted by industri16victor in ringkasan modul No comments

Dampak Polusi Udara

Dampak memberikan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia, bukan saja dengan terhisap langsung, tetapi juga dengan cara-cara pemaparan lainnya seperti: meminum air yang terkontaminasi dan melalui kulit. Umumnya sebagian besar zat-zat polutan udara ini langsung mempengaruhi sistem pernafasan dan pembuluh darah. Ozon dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan dan penyebab sakit kepala. CO beraffianitas tinggi terhadap Hb sehingga mampu mengganti O2 dalam darah yang menuju ke sistem pembuluh darah dan jantung serta

persarafan.Pb menghambat sistem pembentukan Hb dalam darah merah, sumsumtulang, merusak fungsi hati dan ginjal dan penyebab kerusakan syaraf. Pengaruh-pengaruh langsung dari polusi udara terhadap kesehatan manusia tergantung pada; intensitas dan lamanya pemaparan, juga status kesehatan penduduk yang terpapar.

ringkasringkas

Jan 26th

Posted by industri16victor in ringkasan modul No comments

manajemen lingkungan

(18)

performasi lingkungan yang baik, melalui upaya pengendalian dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa.

Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan

peningkatan performasi lingkungan dari konsumen, serta untuk memenuhi persyaratan peraturan lingkungan hidup dari Pemerintah.Agar dapat dilaksanakan secara efektif, sistem manajemen lingkungan harus mencakup beberapa unsur utama sebagai berikut :

. Kebijakan Lingkungan : pernyataan tentang maksud kegiatan manajemen lingkungan dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mencapainya.

. Perencanaan : mencakup identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan peraturan lingkungan hidup yang bersesuaian, penentuan tujuan pencapaian dan program pengelolaan lingkungan. . Implementasi : mencakup struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, training, komunikasi, dokumentasi, kontrol dan tanggap darurat.

. Pemeriksaan reguler dan Tindakan perbaikan : mencakup pemantauan, pengukuran dan audit. . Kajian manajemen : kajian tentang kesesuaian daan efektivitas sistem untuk mencapai tujuan dan perubahan yang terjadi diluar organisasi (Bratasida, 1996).

ringkasringkas

Jan 26th

Posted by industri16victor in ringkasan modul No comments

ISO

Untuk menfasilitasi penerapan standar ISO 14001 di Indonesia dan mempermudah penerapan dilapangan serta untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaannya, maka Kementerian LH bekerjasama dengan BSN telah melakukan adopsi terhadap beberapa Standar Internasional ISO 14000 menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar yang telah diadopsi tersebut

diantaranya :

1.Sistem Manajemen Lingkungan-Spesifikasi dengan Panduan Penggunaan (SNI 19-14001-1997)

2.Sistem Manajemen Lingkungan-Pedoman Umum Prinsip Sistem dan Teknik Pendukung (SNI 19-14004-1997)

3.Pedoman Audit Lingkungan-Prinsip Umum (SNI 19-1410-1997)

4.Pedoman Untuk Pengauditan Lingkungan – Prosedur Audit – Pengauditan Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14011-1997)

5.Pedoman Audit untuk Lingkungan – Kriteria Kualifikasi untuk Auditor Lingkungan (SNI 19-14012-1997) 12 3 4 5 » 10 ...Last » • Top of Form Search Bottom of Form

(19)

• ○ Recent comments ○ Popular posts ○ Archives ○ Tags ○ Categories ○ kumpulan artikel (12) ○ pemahaman jurnal (6) ○ pertanyaan dan catatan (50) ○ presentasi (4) ○ ringkasan modul (51) ○ Uncategorized (4) ○ February 2011 (6) ○ January 2011 (93) ○ December 2010 (26) ○ November 2010 (1) ○ October 2010 (1)

○ manusia dan lingkungan (1) ○ Dampak Pertanian Industrial.. (0) ○ dampak pencemaran lingkungan (0) ○ polusi udara (0)

○ prosedural amdal (0) ○ kegunaan amdal (0)

○ analisis dampak lingkungan (0) ○ reaksi pihak pelaku industri (0) ○ sampah (0)

○ bumi yang semakin ditinggalkan (0)

○ industri16victor: terimakasih sbelumnya..maaf kalau hanya ini yang baru bisa saya buat..sekalilagi terimakasih

(20)

WordPress 97164 followers

○ Elance declares WordPress "The Undisputed Champ of Content" http://wp.me/p6aDv-kv about 1 week ago

○ @joshbetz Patches welcome, if you have the skills!about 1 week ago

○ @pricelessjunk For future reference, that's @wordpressdotcom. @wordpress is

the open source project.about 1 week ago

○ @mrsdexter FYI, it's on @wordpressdotcom. @wordpress is the open source project.about 1 week ago

Follow me on Twitter!

User Login

Top of Form User Password Login Remember me http://industri16vi Bottom of Form ○ Register

○ Lost your password?

Blogroll

○ Documentation ○ Plugins ○ Suggest Ideas ○ Support Forum ○ Themes

○ Universitas Mercu Buana ○ WordPress Blog

(21)

Penambangan Batu Kapur

Penambangan Batu Kapur

Pegunungan kapur merupakan gejala khas di daerah Karst. Daerah kapur ini tersusun dari batuan kapur (lime stone) dengan mineral penyusun utamanya adalah kalsium karbonat (CaCO3). Batuan kapur tergolong batuan sedimen yang dalam pembentukannya dipengaruhi oleh peranan organisme. Organisme yang dimaksud adalah organisme laut, yakni binatang karang. Dengan demikian daerah kapur itu sebelumnya

merupakan laut. Daerah kapur sebagai batuan sedimen, biasanya kaya akan fosil.

Di pulau Jawa, khusunya di Jawa Timur, dikelompokkan menjadi tiga rangkaian pegunungan kapur. Pegunungan kapur tersebut adalah pegunungan Kapur Utara, pegunungan Kapur Tengah yang sering disebut pegunungan Kendeng, dan pegunungan Kidul (pegunungan Kapur Selatan). Foto yang terpampang di atas adalah bagian kecil dari rangkaian pegunungan Kidul, tepatnya di daerah Malang Selatan. Gambar tersebut merupakan wujud pemanfaatan batuan kapur sebagai bahan galian. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1976 tentang Pertambangan, batu kapur sebagai bahan galian termasuk dalam bahan galian golongan C. Berdasarkan yang mengusahakan penambangan batuan kapur ini diusahakan oleh rakyat.

Dalam melakukan penambangan kapur, masyarakat setempat bekerja secara berkelompok antara tiga sampai sepuluh orang. Peralatan yang digunakannya hanya peralatan-peralatan sederhana, yakni cangkul, ganco, linggis, dan beberapa peralatan bantu lainnya. Biasanya mereka bekerja mulai dari pagi, sekitar pukul 8.00 sampai senja hari (sekitar pukul 17.00).

Walau dengan menggunakan alat sederhana dan seadanya, namun mereka mampu dan berani merobohkan batuan kapur yang terjal nan kokoh ini. Pelan tetapi pasti, bukit kapur berketinggian lebih dari 750m di atas permukaan laut ini roboh dan hancur. Apakah ada dampak ekologis? Jelas ada tentunya. Solum tanah yang relatif tipis (5cm-10cm) akan semakin mudah terkoyak dan yang tersisa adalah pemandangan yang gersang. Belum lagi dampak runtuhnya batuan kapur pada areal pertambangan.

Sebenarnya yang mereka cari adalah bongkahan-bongkahan batu kapur yang biasanya untuk pondasi bangunan atau untuk pengeras jalan, di samping kalau kualitas kapurnya bagus biasanya

(22)

akan menjadi bahan mentah dalam industri gamping. Hasilnya tidak seberapa. Pendapatan mereka setiap hari berkisar sekitar Rp 30.000,- sampai Rp

(23)

75.000,-Pabrik Semen Datang, Karst Tuban Hilang

by SAGA KBR68H on Thursday, March 11, 2010 at 9:49am

Tuban di Jawa Timur adalah wilayah yang kaya karst, alias pegunungan kapur. Tapi puluhan ribu hektar diantaranya sudah habis dikeruk, untuk bahan baku semen. Di sana berdiri Pabrik Semen Gresik, juga 60 perusahaan penambangan batu kapur. Satu per satu, dampak buruk penambangan karst mulai muncul. Banjir, kekeringan serta menjangkitnya penyakit karena nyamuk, menjadi pengalaman baru bagi warga setempat. Namun izin pendirian pabrik semen terus dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tuban demi menggenjot pemasukan daerah.

Kontributor KBR68H Didi Syahputra berbincang dengan warga sudah merasakan akibat menghilangnya karst dari Tuban.

BLOK 1

[Suara orang mencangkul]

Lengan Marsudi yang kurus tampak berkilat, dibasahi keringat. Ia mengayunkan cangkulnya berkali-kali di lantai kolam ikan yang dindingnya sudah runtuh. Ia akan membongkar kolam ikannya yang hancur akibat terjangan banjir. Sebagai gantinya, ia hendak membangun kandang ternak.

[Suara air]

Banjir yang terjadi akhir Januari lalu menyebabkan 3 desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tergenang. Ratusan hektar lahan pertanian rusak dan usaha kolam ikan yang dikelola warga musnah. Warga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Salah satunya Marsudi, warga Desa Mliwang.

[( Hujan deres toyo saking etan, kidul, ler tempuk dados setunggal terus ambleg niku terus medotne blumbang wingking griyo. Total menawi nggih 18 juta, amblas punan. Kolam Nila, lele, tombro, gurame, amblas sedoyo punan. ). : Hujan deras air dari timur, utara datang jadi satu. Lantas runtuh, memutuskan kolam belakang rumah. Total mungkin sekitar 18 juta hilang. Kolam Lele, nila, tombro gurame, hilang sudah semua.]

Sementara Saniyah, warga Desa Birbin, kehilangan puluhan hektar lahan taninya. Rumah dia, juga rumah ratusan warga lainnya, rusak akibat banjir. Rumah mereka digenangi lumpur setinggi setengah meter.

( Nggak berani di rumah, jadi ya saya membuat tenda di belakang rumah....(dari apa?), dari terpal, terpal satu wong hanya untuk 2 keluarga. Kalau yang itu....anu...tempat air itu untuk persediaan)

Sekitar 30 kilomter dari desa mereka, tepatnya di Desa Margorejo, justru sebaliknya.

Kekeringan. Mata air yang selama puluhan tahun jadi andalan warga, mati. Lahan pertanian kerontang. Aktivitas pertanian di Kecamatan Merakurak dan Kerek pun mandek. Di musim

(24)

hujan seperti sekarang ini, warga malah kesulitan air, kata Santoso, warga Desa Margorejo. (Saat ini warga nggak tahu lagi mas, air semua susah, kalaupun toh harus membuat sumur, minimal kedalamannya harus 40 meter. Sungai sungai yang saat ini ada itu dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, untuk minum. Bahkan kami harus mandi bersama sapi, lembu, wedus) Kekeringan dan banjir jadi pengalaman baru bagi warga Kabupaten Tuban bagian barat. Puluhan tahun lalu, daerah ini dikenal sebagai pemasok padi dan palawija terbesar untuk wilayah barat Jawa Timur. Kini kondisi telah berubah. Tanah di Kecamatan Merakurak, Kerek dan Jenu kering dan tandus.

Hamparan tanah milik Perhutani ini dulunya hijau kini tampak putih. Semula banyak tanaman tumbuh di sana. Kini, hanya tanah gamping sisa penambangan kapur. Penyebabnya, eksploitasi besar-besaran tanah gamping sebagai bahan baku semen, kata Edy Toyibi, Ketua Bidang Sains dan Konservasi, Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia. Speleologi adalah ilmu tentang gua dan lingkungan sekitarnya.

(Kawasan Karst sangat penting bagi kehidupan. Dari aspek hidrologi, kawasan Karst mampu menyimpan air untuk kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Karst atau kawasan kapur. Di sebuah penelitian di tahun 2002, batuan kapur atau kawasan Karst itu mampu menyimpan air dalam 1 meter kubik itu 190 liter. Jadi bisa dibayangkan kalau itu tereksploitasi terus menerus oleh penambangan kecil maupun skala besar, ini akan mengurangi cadangan air di kawasan Karst )

Tergerusnya kawasan karst menyisakan tanah tandus. Setiap hujan turun, air tak bisa lagi diserap tanah. Banjir terjadi di mana-mana, menggenangi desa dan lahan pertanian. Air hujan

menyisakan kubangan raksasa, di tempat bekas penambangan batu kapur, kata Edy. ( Dulu tidak seperti ini. Artinya eksploitasi tambang Semen Gresik mengubah morfologi

permukaan dari tanah kapur yang semula dataran memanjang menjadi cekungan-cekungan besar. Terus tata simpan dibawah permukaan, tata simpan hidrologi sangat berpengaruh, karena dalam artian secara material eksploitasi bahan tambang Semen Gresik tersebut juga mengambil batuan batuan kapur )

Sebelum PT Semen Gresik beroperasi, warga di Tuban bagian barat kebanyakan bekerja sebagai pesanggem atau buruh tani. Mereka bercocok tanam di sekitar hutan, sekaligus mengamankan hutan dari penjarahan. Kini buruh tani jadi profesi langka. Lahan pertanian milik Perhutani telah beralih fungsi jadi area penambangan batu gamping, dan bangunan pabrik semen. Yang semula petani, kini menjadi nelayan, pedagang, tukang becak atau buruh bangunan.

Muryono, warga Desa Birbin, Kecamatan Merakurak, tak bisa lagi menyandarkan hidup keluarganya pada tanah.

(Karena ada gusuran itu jadi nggak bisa tani, makannya dari mana gitu lo. Cara menyambung hidup kan sulit kalau nggak tani. Di sana itu kan tanahnya itu kan cuma pas pasan gitu. Jadi kerjanya awak awak dewe ini cuma mengabdi disitu, kadang kadang kalau pemerintah itu anu gini nanam ini saya ikut gitu aja. Trus disuruh ini ikut gitu aja. Kepengennya kan kita ini boleh bercocok tanam di tanah milik Perhutani, di samping itu kan untuk menyambung hidup awake

(25)

dewe sak keluarga gitu )

Tuban tak hanya kehilangan bentangan tanah karst. Tapi juga kehilangan puluhan gua yang indah. Pada 2000 lalu, kelompok penjelajah gua dari 6 negara Eropa mendapati belasan gua di Tuban mempunyai stalagmit dan stalaktit yang indah. Kata mereka, setara dengan Gua Mamoth di Amerika Serikat, warisan dunia versi Badan PBB, UNESCO. Namun sebagian besar telah dihancurkan untuk bahan baku semen. Kini tinggal tiga gua yang tersisa, kata Ketua LSM Cagar Tuban, Adi Waluyo.

(Keadaan hidrologi gua itu sekarang sudah menjadi semacam lorong fosil mas. Batu batu stalagtit, stalagmit itu sudah mengering semua dan coklat, dan vegetasi diatasnya sudah

terekploitasi juga ke ujung lorong semua itu. Jadi intinya kalau secara hidrologi sudah mengering )

Karena gua tak lagi ada, maka kelelawar yang semula tinggal di dalamnya kehilangan rumah. Dalam siklus alam, kelelawar berperan untuk memakan nyamuk. Alhasil begitu kelelawar hilang, maka penyakit bersumber nyamuk mulai merebak. Puluhan desa di Tuban kini dinyatakan

sebagai daerah endemis demam berdarah dan chikungunya. Dokter Subagyo dari RSUD Tuban mengatakan, jumlah pasien dua penyakit ini bertambah dari tahun ke tahun. Begitu pula jumlah wilayah endemis demam berdarah.

( Desa endemis dari 344 desa yang ada, ada 50 yang endemis. Yang sporadis, jadi sifatnya yang tahun ini ada kemudian tahun depan nggak ada, tahun depannya lagi ada itu 217. Untuk

kecamatan, dari 24 kecamatan itu 17 kecamatan yang sudah terkena )

Meski warga sudah kena getahnya, Pemerintah Kabupaten Tuban justru terus mengeluarkan izin-izin baru penambangan kapur di sana. Mengapa begitu?

(Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk)

BLOK 2

(Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk)

Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk pengangkut batuan gamping terdengar hampir di semua sudut Desa Mliwang. Desa inilah yang selama puluhan tahun menjadi area penambangan batu gamping untuk bahan baku semen. Setiap hari, ratusan truk berisi batuan gamping yang telah dikeruk dari perbukitan kapur, bergerak menuju pabrik Semen Gresik di Kecamatan Kerek.

(Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk)

Karst atau batuan gamping adalah bentang alam yang unik. Dengan bentuk yang keras, di atas lapisan tanah yang tipis bisa tumbuh aneka tanaman. Sementara di bawahnya, ada gua dan sungai bawah tanah.

(26)

Keunikan lain dari karst adalah kemampuannya menyimpan air. 1 meter kubik karst diperkirakan sanggup menampung air sampai hampir 200 liter. Air itu lantas keluar lewat retakan-retakan celah gua. Mata air di sana berkualitas tinggi karena mengandung mineral yang terdapat pada karst. Debitnya pun stabil, meski tengah musim kemarau. Tak heran, kebutuhan air masyarakat di 3 kecamatan di Kabupaten Tuban bergantung sepenuhnya pada mata air alami pada tanah karst.

(Suara air)

Selain sebagai sumber air, tanah karst menjadi sumber kapur yang dibutuhkan pabrik semen. Kabupaten Tuban memiliki 123 ribu hektar karst berupa pegunungan kapur, membentang sepanjang 1.500 kilometer persegi.

Dari penambangan kapur inilah, Tuban mendulang pendapatan daerah sampai 100 miliar rupiah per tahun. Penguasanya adalah pabrik semen PT Semen Gresik yang berdiri sejak 18 tahun lalu. Darno, Kepala Bidang Mineral dan Pengawasan Air Bawah Tanah, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban.

( Untuk SG itu kan kita minta batu atau bahan tambang yang dibutuhkan itu berapa. Ternyata dari target SG sendiri dengan realisasi itu memang kebanyakan lebih besar realisasinya. Jadi ....contoh ya ... untuk keseluruhan untuk produksi semen, seperti batu kapur, tanah liat itu sekitar 18 milyar 250 juta rupiah itu tagetnya SG. Tapi realisasinya lebih )

Pembangunan ikut menggenjot makin tingginya kebutuhan akan semen. Tahun 2009, 40 juta ton semen dibutuhkan untuk industri nasional. Laju kebutuhannya mencapai 19 persen per tahun. 5 tahun belakangan, pemakaian kapur naik lebih dari 100 persen, alias menjadi 163 juta ton. Pemerintah Tuban sadar betul akan potensi kapur di daerah mereka. Karenanya, semua beramai-ramai mendukung rencana perluasan area penambangan batu kapur oleh PT Semen Gresik seluas 800 hektar. Pemkab Tuban juga sudah meneken izin pembangunan 2 pabrik semen baru, Holcim dan Garuda. Pemkab mengklaim tak ada potensi kerusakan lingkungan akibat penambangan karst di daerah mereka.

(Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk)

Analisis dampak lingkungan sudah ada, kata Badan Lingkungan Hidup Tuban. Apalagi setiap tahun juga dilakukan penelitian soal ada tidaknya kerusakan lingkungan akibat penambangan kapur. Bambang Irawan, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian, BPLHD Tuban. ( Amdal itu pada hakekatnya adalah kajian ilmiah bukan kajian orang awam. Penyusunnya itu seorang ahli dan penelitinya adalah seorang pakar. Apapun hasil dari kajian itu adalah sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau Semen Gresik pada posisi sekarang masih taat pada posisi amdal yang disusun. Karena amdal yang disusun saat tambang batu kapur seluas 700 hektar di Mliwang, itu amdal disusun dengan Single Continuos Bank. Single

Continuos Bank itu ditambang seluruhnya baru direklamasi. Walaupun pandangan kita itu sangat panas, tapi pandangan seorang ahli itu memang dibuat seperti itu untuk mengurangi limpasan air )

(27)

Himpunan Kegiatan Speleologi 2 tahun lalu mencatat, di karst Tuban terdapat 150-an mata air yang terus mengalir konstan di segala musim. Saat kemarau panjang sekalipun, puluhan sumber air itu masih ada, mengeluarkan 1.500 liter air per detik. Cukup untuk kebutuhan ribuan keluarga dan ratusan hektar tanah pertanian di Tuban bagian barat.

Eksploitasi kapur serta pembabatan hutan mengubah segalanya. Kini lebih dari 30 sumber air mati, lainnya surut. Edy Toyibi, Ketua Bidang Sains dan Konservasi, Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia, khawatir, kondisi bakal makin parah jika penambangan kapur terus dilakukan secara besar-besaran. Apalagi jika kelak areal penambangan diperluas 800 hektar. ( Kalau Semen Gresik terus memaksakan perluasan diri 800 hektar jelas akan mempengaruhi krisis air. Kalau kita dekatkan secara ilmiah bahwa kawasan batuan kapur itu mampu

menyimpan air. Ketika simpanan itu terkurangi, maka cadangan air bawah tanah juga akan terkurangi )

PT Semen Gresik tak mau disalahkan. Juru Bicara PT Semen Gresik Syaifuddin Zuhri

mengatakan, berkurangnya debit air di Tuban bukan karena penambangan kapur yang dilakukan perusahaannya. Tapi ulah petani, yang menyedot air tanah berlebihan.

( Sampai saat ini kita nambang yang hampir 20 tahun masyarakat tidak ada yang

mempermasalahkan masalah itu. Kandungan air didalam tanah itu juga tidak ada masalah, tidak berkurang. Dan malah berkurangnya air tanah itu disebabkan karena untuk pengairan irigasi masyarakat yang disedot beberapa titik yang debitnya terlalu besar. Kalau proses Semen Gresik sendiri prosesnya adalah proses kering mas,....tidak pakai air. Kalau pakai air justru malah boros, karena harus dikeringkan dulu. Jadi kita tidak pakai air untuk industri )

Penambangan karst telah membuat gua-gua kapur di Tuban hancur. Padahal gua itu sangat penting bagi keberadaan sumber mata air. Rusaknya Gua Bulan misalnya, mengakibatkan turunnya debit mata air di sana. Jika 1 meter kubik kapur bisa menyimpan hingga hampir 200 liter air, maka serta merta penggerusan kapur ikut menghilangkan sumber air warga setempat. Bambang Irawan, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian, BPLHD Tuban, mengelak. Kata dia, kelangkaan air adalah efek pemanasan global, bukan karena penambangan kapur. ( Kalau berdasarkan pemantauan kami dan semen, sebenarnya debit air tidak banyak berkurang kok. Artinya kondisinya dimanapun di dunia ini air sulit tidak hanya di Kerek. Tapi berdasarkan pemantauan kami di lokasi, debitnya tetep di sumur pantaunya semen itu. Di sana kan ada sumur pantaunya ada 4 kalau tidak salah. Tapi kalau secara global air dimanapun ini berkurang secara otomatis dengan adanya Global Warming dan lain sebagainya )

Setiap tahun, tambang kapur menyumbang 100-an milyar rupiah untuk pendapatan Tuban. Potensi kapur yang sangat besar di Tuban itu, diharapkan bisa ikut menggenjot program Inpres Desa Tertinggal IDT yang sejak tahun lalu digalakkan di 300-an desa. Juru Bicara Pemkab Tuban, Tri Martoyo menekankan, penambangan kapur akan diteruskan karena belum ada bukti kerusakan kawasan karst di Tuban bagian barat. Tri Martoyo meminta polemik soal ini

dihentikan saja.

(28)

Dinas Pertambangan dan Energi itu sudah sesuai dengan keadaan yang ada di Kabupaten Tuban. Kajianya pun sangat sangat ilmiah sekali, data yang ada di sana sudah barang tentu sudah dapat dipertanggungjawabkan )

Pemkab menjanjikan, kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik akan mendapat perhatian khusus. Setelah penambangan oleh PT Semen Gresik selesai, 20 tahun lagi warga bisa kembali menjadi buruh tani di atas lahan milik Perhutani tersebut. Begitu janji Bambang Suharto, Kepala

Pengelolaan Sumber Daya Hutan Perhutani, Tuban.

( Tanah yang sudah selesai dikelola oleh pabrik Semen Gresik tetap reboisasi. Jadi Perhutani terima itu sudah berupa keberhasilan reboisasi. Jadi disaat penanaman kita kan menggunakan sistem tumpangsari, dibawah tegakaannya itu ditanami oleh rakyat itu mereka menanami palaija, mereka ngambil hasil dari palawija itu. Perhutani ngambil dari tanaman Perhutaninya )

Atas nama pembangunan, kebutuhan akan semen tidak pernah surut. Tinggal warga dan pegiat lingkungan yang khawatir.

(Suara mesin diesel, alat pengeruk hidrolik dan truk)

Pegunungan kapur yang hilang berarti menghilangnya sumber mata air warga, serta menyebabkan kekeringan di beberapa tempat. Tanah tak lagi mampu menyerap air hujan, menyebabkan banjir terjadi di tempat lain. Kelelawar yang biasanya tinggal dalam gua-gua pegunungan kapur kehilangan rumah, sehingga tak ada lagi hewan yang memangsa nyamuk. Perluasan wilayah endemis demam berdarah di Tuban sudah jadi bukti. Hilangnya puluhan mata air juga jadi bukti.

Lingkungan juga punya dampak sistemik. Ini yang tak disadari Pemerintah Kabupaten Tuban. (Suara orang mencangkul)

(Suara air)

Demikian SAGA yang disusun Kontributor KBR68H Didi Saputra. Saya Vitri Angreni, terima kasih sudah mendengarkan.

(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)

*** MANUSIA DAN LINGKUNGAN ***

Manusia sebagai makhluk yang diciptakanNya paling sempurna diantara makhluk lainnya memiliki ruang lingkup kehidupan yang begitu luasnya..ruang lingkup inilah yang disediakan olehNya agar diolah sedemikian rupa bagi kelangsungan hidup kita.Sebagai manusia yang sudah mengenal peadaban dan mengikuti semua perkembangan zaman,kita dituntut untuk turut

menjaga dan melestarikan lingkungan yang ada ini.Dewasa ini,perkembangan yang begitu pesatnya justru mengesampingkan dampak dan akibat nya bagi lingkungan.Bidang industri sedemikian rupa mengolah dan mengeksplorasi semua kekayaan alam..sehingga mereka kurang memperhatikan dampaknya bagi lingkungan. fokus mereka hanya bagaimana memperoleh hasil industri(barang komoditas).Pemerintah sendiri bukannya hanya berpangku tangan saja dalam hal ini,,terbukti dengan dikeluarkannya peraturan perundangan tentang pembuangan limbah

diantaranya:

* Undang RI No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

* PP RI No. 18/1999 Jo. PP No. 85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbaha &

Beracun, sebagai revisi dari PP RI No. 19/1994 Jo. PP No. 12/1995 tentang Pengelolaan Limbah B3.

* Kepdal 01/ BAPEDAL/09/1995 Tata Cara & Persyaratan Teknis Penyimpanan & Pengumpulan Limbah B3.

* Kepdal 02/BAPEDAL/09/1995 tentang Dokumen Limbah B3.

* Kepdal 04/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan teknis pengelolaan limbah B3.

* Kepdal 04/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata Cara Penimbunan Hasil Pengolahan, Persyaratan Lokasi Bekas Pengolahan dan Lokasi Penimbunan Limbah B3.

* Kepdal 05/BAPEDAL/09/1995 tentang Simbol dan Label.

* Kepdal 68/BAPEDAL/05/1994 tentang Tata Cara Memperoleh Izin Pengelolaan Limbah B3. * Kepdal 02/BAPEDAL/01/1998 tentang Tata Laksana Pengawasan Pengelolaan Limbah B3. * Kepdal 03/BAPEDAL/01/1998 tentang Program Kendali B3.

* Kepdal 255/BAPEDAL/08/1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penyimpanan dan Pengumpulan Minyak Pelumas Bekas.

Artikel

Rencana Pembangunan Pabrik Semen Gresik di Sukolilo dan Dampaknya Bagi

Masyarakat

(37)

Summary Report

Tidak banyak yang tahu bahwa pegunungan kapur (karst) yang membentang dari desa Taban (Kudus) sampai Tuban bernama Pegunungan Kendeng Utara. Pegunungan ini berdekatan dengan Kecamatan Sukolilo. Sebagai pegunungan berkapur, sepintas areal seperti ini terkesan kering dan memiliki kemanfaatan yang rendah bagi penduduk sekitar. Faktanya tidak demikian.

Pegunungan kapur yang dikenal sebagai karst, memiliki fungsi ekologi yang tak tergantikan. Pertama, pegunungan karst memiliki fungsi menyimpan air di musim kering, dan menyerap air dengan baik di musim hujan. Temuan ASC, tim ahli geologi dan lingkungan dari Yogyakarta bersama warga setempat menemukan lebih dari 60 situs sumber mata air. Dari sumber mata air ini, fungsi karst pegunungan Kendeng telah mengairi 15.873,9 ha lahan pertanian di sekitarnya, melalui sistem pompanisasi (mengambil air irigasi dari dalam tanah). Kedua, lahan di

pegunungan ini juga menjadi lahan pekerjaan bagi ribuan peladang yang menanam berbagai palawija di sela-sela pepohonan jati milik Perhutani. Total tenaga kerja yang terserap ke dalam lahan pertanian di sekitar pegunungan ini mencapai lebih dari 300.000 jiwa.

Keberadaan pegunungan Kendeng terancam dengan adanya rencana Semen Gresik yang ingin melakukan penambangan (eksploitasi) batu kapur yang ada di pegunungan Kendeng. Pada tahun 2008 PT. Semen Gresik akan membangun pabrik semen dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun yang memerlukan sekitar 2000 ha lahan yang akan digunakan untuk penambangan batu kapur, tanah liat dan bangunan pabrik. Menurut penjelasan pihak PT Semen Gresik dalam sosialisasi di Kecamatan Kayen pada tanggal 16 Nopember 2008, PT. Semen Gresik membutuhkan beberapa hal penting untuk menjalankan operasinya.

(38)

Dengan investasi yang ditanam sebesar 3,5 trilyun, seluruh proses pendirian pabrik semen memerlukan tenaga kerja sebanyak 3.000 orang, dengan rincian 2.000 orang dipekerjakan dalam tahap konstruksi dan 1.000 orang dipekerjakan untuk tahap operasional. Jumlah ini termasuk pekerja internal dari PT. Semen Gresik.

Sementara pihak pemerintah, khususnya Pemda kabupaten Pati dan Propinsi Jawa Tengah, beranggapan bahwa rencana pembangunan Pabrik semen di Pati selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat, adanya pabrik semen ini juga dapat menjadi sumber untuk meningkatkan pedapatan daerah.

Beberapa pelanggaran

Setelah mempelajari sejumlah data dari beragam sumber, maka didapat informasi tentang beberapa pelanggaran berkaitan dengan rencana pendirin pabrik semen ini.

Pertama, rencana pembangunan Semen Gresik tidak berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Pati tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) karena Rancangan Perda RTRW 2008- 2009 Kabupaten Pati masih dalam proses persetujuan Pemerintah Pusat. Perda RTRW Kabupaten Pati periode 2006-2007 telah kadaluarsa. Kondisi ini pastinya dipahami oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati, tetapi yang menjadi ganjil adalah ketika Bupati Pati mengeluarkan Surat Bupati Pati No. 131/1814/2008 tanggal 17 April 2008 untuk dijadikan rujukan dalam menilai kesesuaian rencana kegiatan dengan tata ruang kabupaten dan membuat Semen Gresik dapat merealisasikan rencananya untuk membangun Semen Gresik di Kecamatan Sukolilo, Pati.

Dalam Surat Bupati Pati tersebut dinyatakan bahwa lokasi kawasan pertambangan golongan C terdapat di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Gabus, Pucakwangi, Dukuhseti, Tayu, Tlogowungu, Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal. Kawasan peruntukan industri besar dan sedang terdapat di Kecamatan Margorejo, Pati, Juwana, Batangan, Sukolilo, Kayen, dan Gabus. Berdasarkan hal tersebut maka lokasi rencana kegiatan penambangan bahan baku di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir satu, sedangkan rencana lokasi pabrik semen di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir kedua.

Belakangan ini (2010), pemerintah propinsi berhasil merumuskan draft terbaru Peraturan

Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) propinsi Jawa Tengah (2009-2029). Konon draft ini sudah disetujui DPRD tingkat propinsi untuk dijadikan peraturan RTRW terbaru. Dalam

peraturan RTRW propinsi ini, disebutkan bahwa pegunungan Karst Kendeng di Pati Selatan adalah kawasan lindung Karst (pasal 65), akan tetapi di pasal lain digunakan bagi peruntukan industri pertambangan (pasal 83a, 84g). Maka antara Pasal 65 dan pasal 83a/84g dalam praktiknya jelas akan bertabrakan.

Kedua, penetapan pegunungan Kendeng sebagai kawasan Karst jenis I, II, ataupun III belum memiliki dasar hukum. Semen Gresik hanya mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Departemen ESDM

bekerjasama dengan Semen Gresik tentang kawasan karst Sukolilo tahun 2005. Namun

demikian, di dalam KA ANDAL tersebut, hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan golongan karst dari pegunungan Kendeng. Sementara hasil penelitian dari Pusat Studi Manajemen

Bencana UPN Veteran Yogyakarta (Bapak Eko Teguh Paripurno), Acintyacunyata Speleological Club (ASC), Yogyakarta (Dikky Mesah, AB Rodialfallah, Rikky Raimon, dkk), dan juga Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM tentang kajian potensi Kars Kawasan Sukolilo, Pati

menyimpulkan bahwa kawasan Kars Pati–kawasan kars Grobogan masuk dalam klasifikasi kars I menurut Kepmen ESDM no. 1456/K/20/MEM/2000 pasal 12. Selain itu perbukitan kawasan Kars Sukolilo berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mata air-mata air yang

(39)

mengalir di pemukiman, baik di bagian Utara maupun bagian Selatan kawasan ini yang meliputi Pati dan Grobogan, sehingga Pemerintah di dua kabupaten

(40)

Usaha pertambangan yang beroperasi di kawasan karst Citatah-Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat meliputi pertambangan yang berizin bupati berupa surat izin pertambangan daerah (SIPD) atau kuasa pertambangan (KP), izin Kecamatan Cipatat, dan lainnya berupa peti (pertambangan tanpa izin). Berdasarkan data Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat tahun 2008, jumlah SIPD/ KP 15 perusahaan (sebagian warisan dari Kabupaten Bandung/induk), Izin Camat Cipatat 15 perusahaan, dan peti 8 usaha. Namun, dari pengamatan di lapangan diperkirakan jumlah pertambangan tanpa izin ini melebihi 8 usaha, cukup banyak, terutama di Desa Gunungmasigit dan Desa Citatah.

Peti di sini, meliputi yang beroperasi tanpa izin maupun yang menambang atas izin atau sepengetahuan kepala desa setempat. Dilihat secara praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practice), kegiatan peti ini sudah sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar karena sebagian menggunakan alat berat dan peledakkan.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat, sesuai Pasal 20 ayat (1) menyebutkan bahwa, sebelum Kabupaten Bandung Barat menetapkan

Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati sebagai pelaksanaan Undang-Undang ini, semua

Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Bandung tetap berlaku dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Untuk kegiatan pertambangan yang berizin camat, memang ada dasar hukumnya, yaitu Peraturan Bupati Bandung No. 8 Tahun 2004 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati kepada Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Pelimpahan kewenangan dari bupati ke camat tersebut meliputi 25 bidang, termasuk bidang pertambangan dan energi. Pelimpahan sebagian kewenangan kegiatan pertambangan dan energi, kalau dipahami dengan benar dan teliti, sebetulnya ruh peraturan ini adalah "pertambangan rakyat", diperuntukkan bagi masyarakat setempat, bukan untuk usaha pertambangan skala menengah, besar dengan peralatan berat dan peledakan.

Dalam lampiran peraturan tersebut secara tegas disebutkan bahwa kegiatan pertambangan tersebut dengan luas maksimal 1.000 M3, jenis bahan galian yang diperbolehkan hanya untuk bahan galian pasir (di luar sungai), tanah urug, dan tanah liat, tanpa menggunakan alat berat dan bahan peledak. Tetapi yang terjadi di lapangan, semua jadi tidak terkendali, di luar kemampuan dan kapasitas sebuah kecamatan untuk menangani permasalahan pertambangan.

Semakin maraknya kegitan pertambangan di daerah ini, terutama untuk kapur, selain karena adanya kemudahan transportasi, juga sangat dipengaruhi oleh banyaknya industri pengolah tambang kapur yang sebagian merupakan penadah/penampung hasil tambang peti, yang notabenenya "rakyat". Industri pengolah tambang kapur di sini sangat diuntungkan, sehingga cukup pesat perkembangannya. Kondisi ini disebabkan oleh mudahnya mendapatkan bahan baku kapur secara kontinu, dengan harga murah dan dari sumber penambang yang bervariasi dari segi kualitas, harga dan jumlah penambang. Harga tambang kapur di daerah ini cukup murah karena biaya transportasinya kecil, jarak ke penjual dekat, sebagian dari hasil penambangan yang tidak melakukan reklamasi dan tidak membayar kewajiban pajak maupun iuran pertambangan. Industri pengolah tambang kapur di bagian hilir yang terpisah dari kegiatan pertambangan di bagian hulu, sebetulnya sangat riskan dalam manajemen pengelolaan pertambangan di daerah. Secara mata rantai kegiatan, antara pertambangan dengan industri pengolah tambang kapur (yang tidak punya lahan SIPD/KP ini saling membutuhkan. Memang industri pengolahan bahan

Gambar

Foto yang terpampang di atas adalah bagian kecil dari rangkaian pegunungan Kidul, tepatnya di  daerah Malang Selatan
Tabel 1. Tabel Jumlah Produksi Semen (dalam ton) Tahun Jumlah  Pabrik Jumlah  produksi Perubahan 1988 11 13719049 1989 11 14145048 0,031 1990 11 13822102 -0,023 1991 11 15836894 0,146 1992 11 15802349 -0,002 1993 12 19686066 0,246 1994 12 18111104 -0,080 1
Tabel 2a. Tabel Peramalan Penerimaan Cukai Tahun 2000 Tarif NP kena cukai satu
Tabel 2b.  Tabel Prediksi Penerimaan Cukai Th. 2000   Berdasarkan Jumlah  Produksi              Tarif Harga  Pabrik (Rp) Prosentase  Penurunan Jumlah produksi Jumlah produksi (ton) Penerimaan Cukai 0 169400 0 20879018 0 5 177870 4 20043857 178260044720 10
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada banyak sedikitnya produk yang akan dihasilkan (Soeharno, 2007). Biaya tetap adalah biaya yang tidak terpengaruh

Sesuai dengan prinsip keterbukaan dalam negara demokrasi yang mengharuskan Penyelenggara Negara membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang

Percobaan pertama yaitu perlakuan berupa pemberian ekstrak segar teripang yang baru diformulasikan pada media pemeliharaan larva udang galah dan percobaan kedua yaitu

Berdasarkan Pasal 86 ayat (3) PP No. Definisi Jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk melewatkan suatu massa atau traffic lewat atas

Perlindungan anak ini bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya hasil belajar fisika pada peserta didik kelas VII SMP DH PEPABRI Makassar Tahun Ajaran 2012/2013 sebelum diajar

Menurutnya, ada tiga asumsi dasar yang melandasi bahwa laki-laki lebih unggul dari perempuan (1) bahwa makhluk pertama yang diciptakan Tuhan adalah laki-laki, bukan perempuan,

Tahap pelaksanaan antara lain: (1) Memberikan pre-test kepada seluruh siswa kelas X SMA Negeri 9 Pontianak tahun ajaran 2014/2015 untuk melihat kemampuan awal siswa; (2)