PERAN PERBANKAN SYARIAH TERHADAP UMKM
•
Sektor ekonomi Provinsi
Jawa Timur didominasi
oleh sektor
UMKM
,
memberikan kontribusi
hingga
54,98% terhadap
PDRB
setara Rp
600 T.
•
Ini berarti lebih setengah
gerak perekonomian
Jawa Timur ditopang
sektor UMKM.
•
Perbankan syariah
lebih
Pro UMKM
dengan prosentase
rekening pembiayaan
UMKM yang mencapai
83%
.
Non UMKM 17% UMKM 83% Non UMKM 48% UMKM 52%Share Rekening
UMKM
Jumlah Rekening Pembiayaan UMKM
–
Syariah Spasial
Kab/Kota Jumlah UMKM Peringkat Jumlah UMKM 2013 2014 2015OKT NOV DES
JAWA TIMUR 6.738.896 - 327,290 434,528 394,647 393,05 2 398,29 7 Kota.SURABAYA 260.762 7 300,931 411,131 376,223 375,06 6 380,43 2 Kota MALANG 414.516 2 11,063 5,702 4,932 4,817 5,024 Kota KEDIRI 251.493 10 2,605 5,190 3,878 3,801 3,713 Kab.SIDOARJO 171.264 24 4,528 4,597 3,436 3,440 3,394 Kab.JEMBER 424.151 1 1,256 2,358 3,032 2,939 2,825
Selaras dengan penyebaran kredit di Jawa Timur, jumlah nasabah pembiayaan
UMKM secara spasial juga terkonsentrasi di 5 wilayah dengan pangsa keseluruhan
mencapai 99,3%, meliputi Kota Surabaya (95,5%), Kota Malang (1,3%), Kota Kediri
(0,9%), Kab. Sidoarjo (0,9%), dan Kabupaten Jember (0,7%).
PENYALURAN PEMBIAYAAN UMKM-SKALA
Skala UMKM Nominal Pembiayaan UMKM Jumlah Rekening
Konvensional % Syariah % Konven % Syariah %
MIKRO Rp 21.925.951.522.509 22,37 Rp 1.362.750.465.626 22,96 1.328.877 85,61 386.182 96,96
KECIL Rp 29.711.520.831.679 30,32 Rp 1.677.748.203.855 28,27 176.043 11,34 9.094 2,28
MENENGAH Rp 46.356.515.840.934 47,31 Rp 2.893.824.411.817 48,76 47.408 3,05 3.021 0,76
Total Rp 97.993.988.195.122 Rp 5.934.323.081.298 1.552.328 398.297
Skala UMKM Nilai per Rekening
Konvensional % Syariah %
MIKRO Rp 114.946.241 5,62 Rp 24.379.049 0,84
KECIL Rp 431.106.049 21,06 Rp 328.659.938 11,32
MENENGAH Rp 1.501.054.835 73,33 Rp 2.551.236.346 87,84
VISI BANK INDONESIA
VISI
Mencapai dan Memelihara Kestabilan Nilai RupiahStabilitas Moneter Sistem Pembayaran yang Efisien Stabilitas Sistem Keuangan
Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan
Kredibel dan Terbaik di Regional
Nilai Strategis
Inflasi
Nilai Tukar
KOORDINASI Monetary Policy Macroprudential Fiscal Policy Financial DevelopmentPolicy Mix Core Function
Advise and Pilot Project Advise
Amanah Gubernur Bank Indonesia, yang disampaikan pada Seminar Akhir Tahun
Perbankan Syariah Bank Indonesia, Senin 16 Desember 2013
Beralihnya pengaturan dan pengawasan bank syariah ke OJK pada 31 Desember 2013 bukan berarti Bank Indonesia tidak lagi berperan dalam pengembangan industri keuangan syariah.Peranan Bank indonesia adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pengaturan dan pengawasan makroprudensial melalui pemantauan terhadap
lembaga-lembaga maupun pasar keuangan dalam rangka memelihara stabilitas sistem keuangan, termasuk lembaga dan pasar keuangan yang berdasarkan prinsip syariah
2. Melaksanakan kebijakan moneter berbasis syariah dalam menjaga stabilitas perekonomian
3. Dalam pengembangan keuangan syariah akan ditempuh melalui pengaturan terhadap pasar uang dan
berbagai instrumen funding pengelolaan likuiditas lembaga keuangan, seperti transaksi repo antar bank berdasarkan prinsip syariah. Selain itu, Bank Indonesia juga akan menyempurnakan Giro Wajib Minimum (GWM) syariah serta menerapkan secara bertahap instrumen likuiditas seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) untuk pengelolaan risiko likuiditas yang lebih baik.
4. Dalam rangka Islamic financial safety net dan Islamic financial stability, Bank Indonesia antara lain juga akan melakukan review terhadap konsep dan mekanisme Lender of Last Resort (LOLR) berbasis syariah, serta melaksanakan kajian berkala terhadap stabilitas sistem keuangan syariah
5. Bank Indonesia akan melakukan harmonisasi dan koordinasi kebijakan antar otoritas yang lebih erat serta meningkatkan sosialisasi & edukasi kepada stakeholders yang lebih terintegrasi, antara lain melalui implementasi Gerakan Ekonomi Syariah.
Sektor
Objektif
Konsumsi Konsumsi Golongan Pendapatan Menengah dan Tinggi Golongan Pendapatan Rendah OJKInstitusi
Kemenkeu BAZNAS BWI Policy Bank Dana PensiunBank Indonesia berperan sebagai katalisator dalam
pembangunan ekonomi Islam di Indonesia
Keadilan | Keseimbangan | Akhlak Mulia | Profesionalisme | Maslahah | Kebebasan dan Tanggung Jawab
Initiator, Advisor dan Integrator Pengembangan Ekonomi Islam Indonesia
Perekonomian syariah yang Sehat, Efisien, dan Adil
Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Human Capital and Market Empowerment Core Values De velop men t’s Pil la rs Vision Ultimate Goal Regulatory and Supervisory Supporting Infrastructure Product and Market Development Efficient Industrial Structure Base
VISI DAN MISI PENGEMBANGAN KEUANGAN
SYARIAH BANK INDONESIA
Memiliki pasar keuangan Islam berbasis sektor riil dan mendukung pencapaian stabilitas
sistem keuangan dan pengembangan pasar keuangan Islam global
1. Mencapai tingkat efisiensi industri yang lebih tinggi dan membuka peluang investasi
yang lebih efisien melalui pendalaman pasar keuangan (uang) syariah
2. Mewujudkan kerangka asesmen sektor keuangan syariah yang handal dan regulasi
pasar keuangan untuk memperkuat SSK
3. Meningkatkan kontribusi Keuangan syariah dalam program
financial deepening
VISI
STRATEGI PENGEMBANGAN
Meletakkan fondasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah
Membangun dan memperbesar peran ekonomi dan keuangan
KEBIJAKAN BANK INDONESIA:
PENDALAMAN PASAR KEUANGAN
43
Financial Market Deepening Program
Mini MRA, Swap hedging, hedging, MTD, NCD, CP, asset securitization, foreign exchange derivative market, financial inclusion
Financial Market Deepening General Framework
Institutions
Regulation and standard Market infrastructure Market instrument
Education and socialization
Monetary Stability Framework
Interest rate policy Exchange rate policy Capital flows management Market regulation and Instrument Macro prudential policy
Financial System Stability Framework
Surveillance
Macro prudential policies Financial market regulation Payment system regulations
Monetary Policy Transmission Mechanism
Monetary policy (with monetary instruments) will affect market liquidity and price of assets, exchange rate,
interest rate, credit, company’s balance
sheet, and expectations. These will influence domestic demand, output gap and finally inflation.
Monetary Operation Strategies
Managing excess liquidity with monetary policy strategies to target the O/N money market (PUAB) interest rate
Monetary Instruments
OMO: (i) injection and (ii) liquidity contractions: SBI, SDBI, SBIS, Term deposit, SBN, repo, foreign exchage intervention
Standing facility: (i) injection and (ii) liquidity contractions: deposit facility and lending facility
Macro prudential Policies
Monitoring financial system Identification of risks Measurement of risks Signal of risks
Design and policy implementation Evaluation of effective policies
ISLAMIC FINANCIAL
MARKET DEEPENING
Payment Systeml Policies
POTENSI INDONESIA SEBAGAI PUSAT INDUSTRI
SYARIAH GLOBAL
Indonesia The Biggest Food Expenditure Globally (US$197 Billion)
GLOBAL
ISLAMIC
ECONOMY
FOOD US$1.088 Billion Global Expenditure FINANCE US$1.354 Billion Global Assets CLOTHING US$224 Billion Global Expenditure TRAVEL US$137 Billion Global Expenditure MEDIA/RECREATION US$151 Billion Global Expenditure PHARMACEUTICAL US$70 Billion Global Expenditure COSMETICS US$26 Billion Global Expenditure Indonesia The Fifth Largest Financial Asset Globally & The Largest in East Asia (US$375 Billion)Indonesia
The Third Largest Market in Muslim World & The Biggest Market in South East Asia
(US$17 Billion)
Indonesian The Fifth Muslim Tourist Expenditure in Muslim World & the Largest Country in South East Asia (US$7.2 Billion) Indonesian The Biggest Mobile Cellular Subscribers in Muslim Countries (US$8.13 Billion) Indonesian The Third Biggest Pharmaceutical Expenditure in Muslim Countries
(US$5 Billion)
Indonesian
The Top Ten of The Largest Consumers in The World (US$1.1 Billion)
PROGRAM
PENGEMBANGAN
DAN
AKSELERASI EKONOMI SYARIAH JAWA
TIMUR
48
Diskusi dengan Perwakilan Stakeholder (OJK KR 3, FAES, MES, ASBISINDO) di Kantor
Perwakilan BI Jawa Timur dalam rangka Koordinasi PPAES 2015
49
Diskusi dengan Perwakilan 17 Pondok Pesantren di Kantor
Perwakilan BI Jawa Timur
Diskusi dengan FAES dan FORDEIS di Kantor Perwakilan BI Jawa
Timur
Edukasi Keuangan Syariah
untuk Pengusaha Besar
Edukasi Keuangan Syariah untuk Dai
& Takmir Masjid Besar di Jatim
Edukasi Keuangan Syariah untukPerbankan, Akademisi, KKMB dan Pemda
Edukasi Keuangan
& Seminar “
Ekonomi
Syariah dalam Pengendalian Inflasi
”
53
Edukasi Keuangan Syariah untuk Pengusaha: Pembuktian inklusivitas ekonomi syariah, upaya linkage UMKM-UMB, dan edukasi komprehensif dalam mendukung peningkatan kesadaran dan komitmen stakeholder
Buku
Modul
Edukasi
Keuangan
Syariah
54
55
•
Penyelenggaraan
“Seminar
Kebijakan Strategis Pemerintah Pusat dan Daerah dalam
Mengakselerasi Perkembangan Ekonomi Syariah
”
tanggal 27 Oktober 2015 (Pra ISEF).
•
Dalam seminar ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan membentuk Satuan
Tugas Akselerasi Ekonomi Syariah (Satu Akses) dan rencana membentuk 3.500 koperasi
syariah.
56
•
Penyelenggaraan
“
Edukasi Keuangan Syariah untuk Pengusaha
”
tanggal 28 Oktober 2015.
•
Seminar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari berbagai unsur seperti KADIN,
HIPMI, Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), Indonesian Islamic Business Forum
(IIBF), serta berbagai pimpinan perusahaan besar yang menjadi kontak liaison BI Jatim.
57
•
Penyelenggaraan
“Seminar
Potensi Wisata Berbasis Syariah
”
tanggal 29 Oktober 2015.
•
Seminar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari berbagai unsur seperti ASITA
58
•
Penyelenggaraan
“Seminar
Pengembangan Inkubator Bisnis Untuk Pesantren
”
tanggal 31
Oktober 2015.
•
Seminar ini dihadiri oleh 17 Pondok pesantren mitra strategis pengembangan ekonomi
syariah, akademisi, dinas terkait (Dinas Koperasi & UMKM, dll).
59
•
Penyelenggaraan
“Seminar
Pengembangan Inkubator Bisnis Untuk Pesantren
”
tanggal
31 Oktober 2015.
•
Seminar ini dihadiri oleh 17 Pondok pesantren mitra strategis pengembangan ekonomi
syariah, akademisi, dinas terkait (Dinas Koperasi & UMKM, dll).
60
Penjajagan Potensi Implementasi LKD Pondok
Pesantren-Pondok Bahrul Ulum Tambak Beras
Penjajagan & Implementasi LKD Pondok Al Mawaddah
Penjajagan Potensi Implementasi LKD Pondok
Pesantren-Pondok
Darussalam “
Gontor
”
61