• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

7 2.1. Konsep Dasar Web

Menurut Fathansyah (2018:464) mengemukakan bahwa “World Wide Web (WWW atau Web) merupakan sistem informasi terdistribusi yang berbasis hypertext”. Dokumen-dokumen yang dikelola dalam web bisa beraneka jenis (pengolah kata, lembar kerja, tabel basis data, presentasi, hypertext dan lain-lain) dan beragam format (.doc, .pdf, .xls, .dbf, .ppt, .htm dan lain-lain).

WWW (World Wide Web) atau diringkasw web merupakan bagian dari protokol bahasa HTTP yang paling populer dalam internet. Sekarang, web atau internet telah menjadi sumber data dan informasi yang tidak terbatas yang dapat diakses oleh semua orang. Di dalam WWW semua dokumen, menu, indeks, dan lain-lain ditampilkan pada para pengguna internet sebagai objek dalam format HTML yang dapat dilihat dengan menggunakan web browser.

2.1.1. Website

Menurut Abdulloh (2016:1) menyatakan bahwa “Website atau disingkat web, dapat diartikan sekumpulan halaman yang terdiri atas beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk data digital, baik berupa teks, gambar, video, audio, dan animasi lainnya yang disediakan melalui jalur koneksi internet”. Lebih jelasnya, website merupakan halaman-halaman yang berisi informasi yang ditampilkan oleh browser, seperti Mozilla Firefox, Google, Chrome, atau yang lainnya.

(2)

Menurut Kustiyahningsih, Devie Rosa Anamisa dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:128) “Jenis website dapat dikategorikan menjadi dua yaitu Web Statis dan Web Dinamis”. Web statis adalah web yang menampilkan informasi-informasi yang sifatnya statis (tetap). Disebut statis karena pengguna tidak dapat berinteraksi dengan web tersebut. Sedangkan web Dinamis adalah web yang menampilkan informasi serta dapat berinteraksi dengan pengguna. web Dinamis memungkinkan pengguna untuk berinteraksi menggunakan form sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan.

Menurut Arief dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:128) Pengertian “Website adalah kumpulan dari halaman web yang sudah dipublikasikan di jaringan internet dan memiliki domain/URL (Uniform Resource Locator) yang dapat diakses semua pengguna internet dengan cara mengetikan alamatnya”.

A. Internet

Menurut Tracy Laquey dalam Rusman (2017:235) bahwa “Internet merupakan jaringan longgar dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia”. Pengertian internet juga mencangkup perangkat lunak berupa data yang dikirim dan disimpan sewaktu-waktu dapat diakses. Beberapa komputer yang saling berhubungan satu sama lain dapat menciptakan fungsi sharing yang secara sederhana hal ini dapat disebut sebagai jaringan (networking). Internet memungkinkan suatu program untuk melakukan sharing dengan siapa pun, dimana pun, dan kapan pun termasuk pengimplementasian program E-learning model CBI.

(3)

B. Web Browser

Menurut Fridayanthie dan Mahdiati (2016:42) mengemukakan bahwa “Web browser disebut juga sebagai perambah, adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web”. Browser pada umumnya juga mendukung berbagai jenis URL, dan protokol, misalnya ftp: untuk File Transfer Protocol (FTP), rtsp: untuk Real-Time Streaming Protocol (RSTP), and https: untuk versi http yang terenkripsi (SSL). File format sebuah halaman Web biasanya Hyper-Text Mark Up Language (HTML) menggunakan header MIME, format lainnya antara lain XML, dan XHTML. Sebagian besar browser mendukung bermacam format tambahan pada HTML, seperti format gambar JPEG, PNG and GIF image format, dan dapat dikembangkan dukungannya misal terhadap SVG dengan menambahkan/menggunakan plugin.

Menurut Arief dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:128) “Web browser adalah aplikasi yang mampu menjalankan dokumen-dokumen web dengan cara diterjemahkan”. Prosesnya dilakukan oleh komponen yang terdapat didalam aplikasi browser yang biasa disebut Web Engine. Semua dokumen web ditampilkan oleh browser dengan cara diterjemahkan. Beberapa jenis browser yang populer saat ini diantaranya adalah Internet Explorer yang diproduksi oleh Microsoft, Mozilla Firefox, Opera, dan Safari yang diproduksi oleh Apple.

C. Web Server

Menurut Rahman (2018:20) mengemukakan bahwa:

“Server web adalah komputer yang diatur dengan perangkat lunak khusus yang memungkinkannya menerima permintaan dari internet untuk mengakses file situs web yang disimpan di dalamnya dan mengirim file-file itu melalui internet sehingga komputer yang meminta dapat menampilkannya dalam bentuk halaman website pada browser”.

(4)

Server web juga menyediakan layanan penting lainnya. Pertama dan terpenting adalah kemampuan untuk membuat alamat email berdasarkan nama domain anda dan untuk mengirim dan menerima email.

Menurut Fathansyah (2018:466) mengemukakan bahwa “Server Web (Web Server) merujuk pada perangkat keras (server) dan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP ataupun variannya (seperti FTP dan HTTPS) atas berkas-berkas yang terdapat pada URL ke pemakai”.

Menurut Arief dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:128) ”Web Server adalah program aplikasi yang memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan dokumen-dokumen web”.

D. Domain

Menurut Rahman (2018:18) mengemukakan bahwa “Nama domain adalah nama identitas situs yang unik di dunia internet. Unik disini berarti satu nama domain hanya bisa dimiliki oleh satu orang”. Domain sendiri merupakan alat pengingat atau panggilan atau identitas untuk mempermudah manusia dalam mengakses komputer di internet. Dalam dunia jaringan komputer, dikenal dengan nomor ip. Domain ini adalah jumlah alamat web yang dapat menunjuk ke akun hosting web anda.

(5)

E. Hosting

Menurut Rahman (2018:20) menyatakan bahwa “Layanan web hosting adalah layanan yang menyewakan ruang penyimpanan pada server web”. Sebuah situs web bukan hanya nama domain, termasuk juga kumpulan file yang dihubungkan oleh kode-kode pemograman website dalam bentuk untuk di dalam komputer atau smartphone.

2.1.2. Bahasa Pemrograman A. Hypertext Prepocessor (PHP)

Menurut Abdulloh (2016:3) mengemukakan bahwa “PHP singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan server-side programming, yaitu bahasa pemrograman yang diproses di sisi server”. Fungsi utama PHP dalam membangun website adalah untuk melakukan pengolahan data pada database. Data website akan dimasukkan ke database, diedit, dihapus dan ditampilkan pada website yang diatur oleh PHP.

Menurut Syifani dan Dores (2018:25) mengemukakan bahwa “PHP (Hypertext Preprocessor) yaitu bahasa pemrograman berbasis web server-side yang bersifat open source”. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis.

Menurut Nugroho dalam Lavarino dan Yustanti (2016:74) “Hypertext Preprocessor (PHP) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis”. PHP banyak dipakai untuk pemrograman situs web dinamis. Karena PHP merupakan server-side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya

(6)

dikirim ke browser dalam format HTML. Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin. PHP dirancang untuk membentuk sutu tampilan berdasarkan permintaan terkini, seperti menampilkann isi basis data ke halaman web.

Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:

1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunanya.

2. PHP memiliki tigkat akses yang lebih cepat.

3. PHP memiliki tingkat lifecycle yang cepat sehingga selalu mengikuti perkemangan teknologi internet.

4. PHP juga mendukung akses ke beberapa database yang sudah ada baik yang bersifat free/gratis ataupun komersial. Database itu antara lain : MySQL, PostgresSQL, infomix, dan MicrosoftSQL Server. Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana mana dari mulai Apache, IIS, AOserver, phttp. Fhttp. PWS, Lighttpd hingga Xitami dengan konfigurasi yang relative mudah.

B. Hyper Text Markup Language (HTML)

Menurut Faizal dan Irnawati (2015:1) menyatakan bahwa:

“Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi”.

Menurut Hidayatullah dan Kawistara (2017:15) mengemukakan bahwa “Hyper Text Markup Language (HTML) adalah bahasa standard yang digunakan untuk menampikan halaman web”.

(7)

Yang bisa dilakukan dengan HTML, yaitu: a. Mengatur tampilan dari halaman web dan isinya b. Membuat tabel dalam halaman web

c. Mempublikasikan halaman web secara online

d. Membuat form yang bisa di gunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via web

e. Menambahkan objek-objek seperti citra, audio, video, animasi java applet dalam halaman web

f. Menampilkan area gambar (canvas) di browser

Menurut Suyanto dalam Lavarino dan Yustanti (2016:74) menjelaskan tentang “Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa markup yang umum digunakan untuk membuat halaman web”. Sebenarnya HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman. Apabila di tinjau dari namanya, HTML merupakan bahasa markup atau penandaan terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut di gunakan untuk menentukan format atau style dari teks yang di tandai.

C. XAMPP

Menurut Abdulloh (2016:7) “Xampp adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server tempat menyimpan file-file yang diperlukan website, dan PhpMyAdmin sebagai aplikasi yang digunakan untuk perancangan database MySQL.

Menurut Wicaksono dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:129) menjelaskan bahwa “XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL di komputer lokal”. XAMPP berperan sebagai server web pada komputer lokal, XAMPP

(8)

juga dapat disebut sebuah Cpanel Server Cirtual, yang dapat membantu melakukan preview sehingga dapat dimodifikasi website tanpa harus online atau terakses dengan internet.

Sebagai informasi kata XAMPP merupaka singkatan dari:

X: berarti program ini dapat dijalankan diberbagai platform, misalnya windows linux, mac OS, dan Solaris.

A: Apache merupakan aplikasi web server, dan bertugas untuk menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan.

M: MySQL merupakan aplikasi database server, pengembangannya disebut Struktural Query Language (SQL) SQL merupakan bahasa terstuktur yang digunakan untuk mengolah database beserta isinya. Pengguna dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah dan mengapus data yang berada dalam database.

P: PHP bahasa pemrograman lainnya yang serupa dan sebagainya.

D. Cascanding Style Sheet (CSS)

Menurut Abdulloh (2016:2) menyatakan bahwa “CSS singkatan dari Cascanding Style Sheet, yaitu skrip yang digunakan untuk mengatur desain website”. Walaupun HTML mempunyai kemampuan untuk mengatur website, namun kemampuannya sangat terbatas. Fungsi CSS adalah memberikan pengaturan yang lebih lengkap agar struktur website yang dibuat dengan HTML terlihat lebih rapi dan elegan.

(9)

Menurut Sianipar (2015:483) menjelaskan “CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheets, memuat aturan-aturan gaya yang memberitahu browser anda bagaimana menyajikan sebuah dokumen”.

E. JQuery

Menurut Lavarino dan Yustanti (2016:4) menjelaskan bahwa “JQuery adalah library JavaScript yang dibuat untuk memudahkan pembuatan website dengan HTML yang berjalan di sisi Client”. JQuery diluncurkan pada tanggal 26 Januari 2006 di Barcamp NYC oleh John Resig dan berlisensi ganda di bawah MIT dan GPL. Script JQuery dibuat untuk memudahkan pengaturan document seperti menyeleksi object dengan element DOM dan membuat aplikasi dengan AJAX. JQuery juga menyediakan layanan atau support para developer untuk membuat plug-ins di dalam bahasa JavaScript tentunya. Sehingga memungkinkan para developer website membuat website lebih interaktif dengan animasi, efek – efek, tema dan widget.

Menurut Aloysius Sigit W dalam Lavarino dan Yusanti (2016:75) mengemukakan bahwa “JQuery juga adalah kumpulan kode JavaScript siap pakai”. Keunggulan menggunakan JQuery dibandingkan dengan JavaScript standar, yaitu menyederhanakan kode JavaScript dengan cara memanggil fungsi-fungsi yang disediakan oleh JQuery. JavaScript sendiri merupakan bahasa Scripting yang bekerja disisi Client/Browser sehingga website bisa lebih interaktif.

Menurut Hidayatullah dan Kawistara dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:131) “JQuery adalah suatu library JavaScript yang akan menjadikan web lebih bagus dalam hal user interface, lebih stabil, dan dapat mempercepat waktu kinerja

(10)

dalam pembuatan web hanya perlu memanggil fungsinya saja tanpa harus membuat dari awal”.

F. JavaScript

Menurut Sianipar (2015:1) mengemukakan bahwa “JavaScript merupakan bahasa skript populer yang dipakai untuk menciptakan halaman web yang dapat berinteraksi dengan pengguna dan dapat merespon event yang terjadi pada halaman”. JavaScript merupakan perekat yang menyatukan halaman-halaman web. Akan sangat susah menjumpai halaman web komersial yang tidak memuat kode JavaScript.

JavaScript tidak memahami HTML, tetapi ia dapat memuat konten HTML di dalam statemen-statemennya. JavaScript tidak didesain untuk menulis dan menyimpan file pada server. Ia tidak dapat membuka atau menutup jendela yang telah dibuka oleh aplikasi lain.

Menurut kadir dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:131) ”JavaScript adalah bahasa script yang biasa diletakkan bersama kode HTML untuk menentukan suatu aksi”. JavaScript dikembangkan oleh Netscape, sebagai bahasa pemrograman ”sederhana” karena tidak dapat digunakan untuk membuat aplikasi ataupun Applet. Namun dengan JavaScript kita dapat membuat halaman web yang interaktif dan mudah.

G. Sublime Text

Menurut Syifani dan Dores (2018:25) mengemukakan “Sublime Text adalah aplikasi editor untuk kode dan teks yang dapat berjalan diberbagai platform operating system dengan menggunakan teknologi Phyton API”. Terciptanya aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi Vim, Aplikasi ini sangatlah fleksibel dan powerfull.

(11)

Fungsionalitas dari aplikasi ini dapat dikembangkan dengan menggunakan sublime-packages.

2.1.3. Basis Data (Database)

A. Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Rahman (2018:30) mengemukakan “Basis Data adalah salah satu elemen yang digunakan untuk membuat situs web dinamis seperti sistem manajemen konten”.

Menurut Simarmata dalam Faizal dan Irnawati (2015:17) menjelaskan “Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan digunakan perangkat luna untuk memanipulasinya“. Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti:

1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang di organisasi sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. 2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama-sama

sedemikian rupa dan tanpa perulangan (redundansi)

3. Kumpulan file teman tabel yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpan elektronis

Menurut Jogiyanto dalam Lavarino dan Yustanti (2016:73) mengemukakan bahwa “Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut”. Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang

(12)

biasa kita sebut dengan software (perangkat lunak). Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query. DBMS adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi data yang diminta banyak pengguna. Contoh DBMS adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.

B. My Structure Query Language (MySQL)

Menurut Faizal dan Irnawati (2015:4) mengemukakan bahwa “MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 (enam) juta instalasi di seluruh dunia”.

MySQL adalah satu jenis database server yang sangat terkenal. Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL (Struktur Query Language) sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu, ia bersifat Open Source (kita tida perlu membayar untuk menggunakanya) pada berbagai platform (kecuali untuk jenis Enterprise, yang bersifat komersial).

Menurutu Syifani dan Dores (2018:26) menjelaskan bahwa “MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License)”. Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial.

(13)

2. PhpMyAdmin

Menurut Mandar (2017:11) “phpMyAdmin adalah salah satu dari tiga aplikasi yang include pada satu paket software web server seperti Wampserver atau Xampp”.

Menurut Abdulloh (2016:6) mengatakan bahwa “phpMyAdmin merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat database MySQL sebagai tempat untuk menyimpan data-data website”.

Fungsi utama PHP dalam membangun website adalah untuk melakukan pengolahan data pada database. Data website akan dimasukkan ke database, diedit, dihapus dan ditampilkan pada website yang diatur oleh PHP.

2.1.4. Model Pengembangan Perangkat Lunak dengan Metode Waterfall

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:25) menjelaskan bahwa “Pada awal pengembangan perangkat lunak, para pembuat program (programmer) langsung melakukan pengkodean perangkat lunak tanpa menggunakan prosedur atau tahapan pengembangan perangkat lunak”. Dan ditemuilah kendala-kendala seiring dengan perkembangan skala sistem-sistem perangkat yang semakin besar.

SDLC atau Software Development Life Cycle atau sering disebut juga

System Development Life Cycle adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu

sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik). Seperti halnya proses metamorfosis pada kupu-kupu, untuk menjadi kupu-kupu yang indah maka dibutuhkan beberapa tahap untuk dilalui, sama halnya dengan membuat perangkat

(14)

lunak, memiliki daur tahapan yang dilalui agar menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas.

Dalam perancangan aplikasi pada tugas akhir ini penulis menggunakan SDLC model Waterfall. Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:28) menjelaskan bahwa “Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun:

Sumber: Rosa dan Salahuddin (2018:29)

Gambar II.1.

Ilustrasi Model Metode Waterfall

1. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

(15)

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari tahap analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak baru.

(16)

2.1.5. Sistem dan Informasi A. Sistem

Menurut Taufiq (2018:2) mengemukakan bahwa “Sistem adalah kumpulan dari sub-sub sistem baik abstrak maupun fisik yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Menurut Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart dalam Fauzi (2017:2) bahwa sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin dalam Fauzi (2016:2) mendefinisikan sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem untuk mencapai tujuan yang sama.

B. Informasi

Menurut Taufiq (2018:2) bahwa “Informasi adalah data-data yang diolah sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna”.

Menurut Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart dalam Fauzi (2017:10) mendefinisikan “Informasi adalah data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti”.

Menurut Robert J. Verzello/John Reuter III dalam Fauzi (2017:10) mengemukakan bahwa “Informasi adalah kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan”.

Menurut Barry E. Cushing dalam Fauzi (2017:10) mendefinisikan bahwa Informasi menunjukan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna kepada orang yang menerimanya.

(17)

C. Sistem Informasi

Menurut Taufiq (2018:2) menjelaskan bahwa “Sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling terintegrasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah tertentu dengan cara mrngolah data hingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna”.

Menurut Henry C. Lucas dalam Fauzi (2017:18) bahwa “Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi”.

Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang terdiri dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting dan memberi sinyal kepada manajemen terhadap kejadian-kejadian internal maupun eksternal.

2.1.6. Koperasi

Menurut Ibnoe Sudjono dalam Supriyanto (2015) mengemukakan bahwa “Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama-sama melalui perusahaan koperasi yang dimiliki bersama dan dikendalikan secara demokratis”. Definisi tersebut menunjukan bahwa koperasi merupakan perkumpulan otonom dari orang-orang secara sukarela yang mengakui, bahwa anggota yang mempunyai corak ragam yang berbeda dan pada definisi tersebut menekankan ada 4 poin, yaitu:

(18)

a. Koperasi Otonom

Beridiri sendiri, sejauh mungkin bebas dari pemerintah dan perusahaan swasta.

b. Koperasi adalah perkumpulan orang

Berarti bahwa koperasi memiliki kebebasan untuk mendifinisikan orang-orang sesuai dengan ketentuan hukum yang dipilihnya.

c. Orang-orang bersatu secara sukarela

Keanggotan tidak boleh merupakan keharusan, anggota harus bebas dalam batas tujuan-tujuan dan sumber daya koperasi, untuk bergabung atau menanggulangi.

d. Anggota memiliki kebutuhan yang sama

Berarti bahwa koperasi diorganisir oleh anggota-anggota untuk kemanfaatan bagi diri sendiri dan mereka bersama.

2.2. Tools Program 2.2.1. Struktur Navigasi

Menurut Binanto dalam Achyani dan Eni Arviani (2018:179) menyatakan bahwa “Navigasi adalah gabungan dari struktur referensi informasi situs web dan mekanisme link yang mendukung pengunjung untuk melakukan penjelajahan situs”.

Ada 4 macam bentuk dasar struktur navigasi, yaitu Struktur Navigasi Linear, Struktur Navigasi Hierarchy, Struktur Navigasi Non Linear, dan Struktur Navigasi Composite.

(19)

1. Struktur Navigasi Linear

Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dari frame atau byte informasi ke informasi lainnya.

1.

Sumber : Binanto dalam Archyani dan Arviana (2018:179) Gambar II.2.

Struktur Navigasi Linear

2. Struktur Navigasi Hierarchy

Struktur Navigasi Hierarchy sering disebut struktur navigasi bercabang. Karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.

Sumber : Binanto dalam Archyani dan Arviana (2018:179) Gambar II.3.

(20)

3. Struktur Navigasi Non Linear

Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terkait dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sumber : Binanto dalam Archyani dan Arviana (2018:179) Gambar II.4.

Struktur Navigasi Non Linear

4. Struktur Navigasi Composite

Struktur Navigasi Composite (Campuran) merupakan struktur gabungan dari ketiga struktur sebelumnya. Struktur ini disebut juga struktur navigasi bebas. Kelebihan dengan menggunakan struktur ini adalah suatu aplikasi mampu memberikan keterkaitan informasinya lebih baik.

(21)

Sumber : Binanto dalam Archyani dan Arviana (2018:180) Gambar II.5.

Struktur Navigasi Composite

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Fathansyah dalam Faizal dan Irnawati (2015:15) mengemukakan bahwa “Entity Relationship Diagram adalah diagram yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta yang ditinjau.

Menurut Simarmata dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:132) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”. Proses memungkinkan analis menghasilkan struktur basis data dapat disimpan dan diambil secara efisien.

(22)

Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut:

a. Entitas : suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana kita akan menyimpan data.

b. Atribut : ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. c. Relasi : hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas. d. Link : garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan

entitas dengan relasi. 1. Kardinalitas Relasi

a. Satu ke satu (One to One)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada Entitas B. Demikian juga sebaliknya setiap elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada Entitas A.

b. Satu ke banyak (One to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.

c. Banyak ke satu (Many to One)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B behubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.

d. Banyak ke banyak (Many to Many)

Setiap elemen dari Entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada Entitas B demikian sebaliknya.

(23)

Sumber : Zamaludin, dkk (2016:23)

Gambar II.6.

Entity Relationship Diagram

2.2.3. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Simarmata dan Paryudi dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:132) “Logical Record Structure adalah representasi dari struktur record-record pada tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan Foreign Key (FK).

Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Strutured) berdasarkan Entity Relationship Diagram:

(24)

a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada tau menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibua “file konektor” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

1 1 1 1 M M 1 M M Sumber : Zamaludin, dkk (2016:23) Gambar II.7. Logical Record Structure

LATIHAN kodesoal soal a b c d tahapan soal_gambar id_member MEMBER id_member username password nama_lengkap email jenis_kelamin situs_web avatar tanggal_daftar MODUL id_modul tanggal_mo dul nama_file tipe_file ukuran_file file id_member DISKUSI id_topik id_member topik isi dilihat total_balasan tanggal KOMENTAR id_balasan id_member id_topik topik isi tanggal

(25)

2.2.4. Black Box Testing

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:275) “Black Box Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.

Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah. Misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Tabel II.1.

Contoh Tabel Blackbox Testing

No Skenario

Pengujian Test Case

Hal yang Diinginkan Hasil Pengujian Kesimpul an 1 Username dan Password tidak diisi kemudian klik tombol login. Username: Kosong Password: Kosong Sistem akan menolak akses user dan menampilkan “Maaf semua field harus diisi”. Sesuai Harapan Valid 2 Mengetikkan Username diisi dan Password

tidak diisi atau kosong kemudian klik tombol login. Username: Desi Password: Kosong Sistem akan menolak akses user dan menampilkan “Maaf semua field harus diisi”.

Sesuai Harapan

(26)

3 Username tidak diisi dan Password diisi kemudian klik tombol login. Username: Kosong Password: Desi Sistem akan menolak akses user dan menampilkan “Maaf semua field harus diisi”. Sesuai Harapan Valid 4 Mengetikkan salah satu kondisi salah pada Username atau password kemudian klik tombol login. Username: Desi (Benar) Password: Desi123 (Salah) Sistem akan menolak akses user dan menampilkan “Maaf Username dan Password tidak valid”. Sesuai Harapan Valid 5 Mengetikkan Username dan Password dengan data yang benar kemudian klik tombol login. Username: Desi Password: Desi93 Sistem menerima akses login dan kemudian langsung menampilkan menu utama. Sesuai Harapan Valid Sumber: Zamaludin, dkk (2016:25)

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.6.
Tabel II.1.

Referensi

Dokumen terkait

Pertimbangan Evaluasi Tatanan Usaha Jasa Konstruksi Isi: Duabelas Bab, 46 Pasal, dan 117 Ayat, kita scanning beberapa Bab dan Ayat. Scanning

penundaan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) diatur dengan Peraturan Bupati.

Tanggapan masyarakat atas nama-nama calon tersebut di atas dapat disampaikan melalui e-mail : [email protected] atau melalui surat ke Kantor KPU Jakarta Barat

Perhitungan mengenai energi yang hilang atau W Loss yang tertunda akibat gangguan hilangnya medan penguat pada generator unit 4 mengakibatkan kondisi unit tidak beroperasi

Kesimpulan mereka sejalan dengan hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa konsentrasi SA yang cukup (benih yang diberi perlakuan PGPR) dapat melindungi tanaman

APLIKASI PENYUNTIKAN PROSTAGLANDIN PADA INDUK SAPI POTONG Untuk memperoleh hasil yang baik dari penyerentakan berahi dengan penyuntikan prostgalandin pada kelompok induk

ﺪﻌﺑ ﺎﻣأ ﻪﻟا لﻮﺳر ﻠﻋ مﻼﺴﻟاو ةﻼﺼﻟاو ،ﻪﻟ ﺪﻤﺤﻟا: “Sungguh aku telah membaca bantahan Asy-Syaikh ‘Al-‘Allamah Ubaid bin

Dijadikan pupuk (composting) yaitu pengolahan sampah menjadi pupuk (kompos), khususnya untuk sampah organik daun-daunan, sisa makanan, dan sampah lain yang