BEBAN KERJA DOSEN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
TAHUN 2017
PEDOMAN BEBAN KERJA DOSEN
Panduan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
Hak Cipta © Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Palangka Raya
Cetakan I : Agustus 2017
Desain Sampul dan Tata Letak Isi
Rahmad Hidayat
KEPUTUSAN
REKTOR IAIN PALANGKA RAYA
NOMOR: 225 TAHUN 2017
Tentang
PEDOMAN BEBAN KERJA DOSEN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALANGKA RAYA Bismillahirrahmanirrahim
Rektor Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya,
Menimbang : Bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja dan profesionalitas dosen di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya serTa menjamin ketera-turan dan ketertib-an pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi perlu diatur pedoman beban kerja dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya. : Bahwa berdasarkan pertimbangan seba-gaimana
dimaksud dalam huruf (a) perlu menetapkan Pera-turan Rektor IAIN Palangka Raya tentang Pedoman Beban Kerja Dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.
Mengingat : Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sis-tem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Repub-lik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lem-baran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Ta-hun 1999 tentang Peru-bahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 ten-tang Pokok-Pokok Kepegawaian;
: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Tahun 2002 No-mor 84, Tambahan Lembaran Negara NoNo-mor 4219); : Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Nega-ra Republik Indonesia Nomor 4586);
: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55
Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidi-kan Keagamaan;
: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen;
: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Professor, terutama pasal 3 ayat 1;
: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengel-olaan Pendidikan;
: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penye-lenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan;
: Peraturan Mendiknas Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen;
: Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Jam Kerja Dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan
: Permenkeu Republik Indonesia No-mor 101/ PMK,05/2010 yang di-rubah menjadi Permenku No-mor 164/PMK.05/2010 tentang Tatacara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khu-sus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehor-matan Professor;
: Surat Keputusan Menkowasbangpan RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya;
: Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik In-donesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tu-gas Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional; : Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia
No-mor 175 Tahun 2010 tentang Pemberian Tugas Bela-jar dan Izin BelaBela-jar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Ling-kungan Kementerian Agama;
: Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. B.II/3/0101152.1 Tanggal 11 Februari 2015 tentang Rektor IAIN Palangka Raya 2015-2019.
: Keputusan Direktur Jenderal Pendi-dikan Tinggi De-partemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik In-donesia Nomor 48/D3/Kep/1983 Tentang Be-ban Tu-gas Tenaga Pengajar Pada Perguruan Tinggi; : Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 144
Ta-hun 2014 tentang Perubahan Alih Status Sekolah Tinggi agama Islam Negeri (STAIN) Palangka Raya
menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya;
: Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja In-stitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya; : Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No.
B.II/3/0101152.1 Tanggal 11 Februari 2015 tentang Rektor IAIN Palangka Raya 2015-2019;
: Surat Keputusan Senat Nomor 027 Tahun 2015 Ten-tang Penetapan Rencana Induk Pengembangan IAIN Palangka Raya Tahun 2015-2019;
: Surat Keputusan Senat Nomor 028 Tahun 2015 Ten-tang Penetapan Rencana Strategis IAIN Palangka Raya Tahun 2015-2039;
: Surat Keputusan Senat Nomor 029 Tahun 2015 Ten-tang Penetapan Rencana Operasional IAIN Palangka Raya Tahun 2015-2019;
: KeputusanSenat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Nomor 166 Tahun 2015 tentang Pedoman Mutu IAIN Palangka Raya; dan
: Surat Keputusan Rektor Nomor 335 Tahun 2016 Tentang Standar Minimum Dokumen Akreditasi Pro-gram Studi Jenjang Sarjana dan Magister IAIN Pal-angka Raya.
Memperhatikan : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) IAIN Palangka Raya Tahun Anggaran 2017 Nomor: SPDIPA-025.04.2.426273/2017;
: Menteri Keuangan RI Nomor 33/PMK.02/2016 Tanggal 02 Maret 2016 tentang Standar Masukan Tahun Anggaran 2017;
: Program Kerja Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Palangka Raya Tahun 2017; dan
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALANGKA RAYA TENTANG PE-DOMAN BEBAN KERJA DOSEN IAIN PALANGKA RAYA
Pertama : Menetapkan Pedoman Beban Kerja Dosen IAIN Pal-angka Raya sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini;
Kedua : Pedoman Beban Kerja Dosen sebagaimana dimak-sud pada diktum pertama berlaku sebagai pedoman dasar penyelenggaraan Beban Kerja Dosen di IAIN Palangka Raya;
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, jika terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Palangka Raya Pada Tanggal : 16 Mei 2017
R e k t o r,
Dr. Ibnu Elmi AS. Pelu, S.H., M.H. NIP. 19750109 199903 1 002
Sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas utama Tridharma Perguruan Tinggi, setiap dosen diwajibkan mendapat beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada setiap semester, yang terdiri dari komponen pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, penulisan karya ilmiah dan publikasi dalam jurnal minimal terindeks DOAJ, terakreditasi B dan jurnal internasional serta pengabdian kepada masyarakat. Agar pelaksanaan tugas utama dosen ini benar-benar dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Guru dan Dosen, maka perlu dirancang dalam penugasan
yang komprehensif oleh Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, serta dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai bentuk akuntabilitas dan profesionalisme kinerja dosen kepada para pemangku kepentingan.
Buku pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan arah dan tata cara penetapan beban kerja dosen dan evaluasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Buku pedoman ini merupakan hasil penyempurnaan dari pedoman beban kerja dosen Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI Tahun 2011 berisi (1) Latar belakang pentingnya pelaksanaan evaluasi BKD (2) beban kerja, tugas utama, dan tugas pendukung dosen serta kewajiban khusus guru besar (3) penetapan beban kerja dosen (4) komponen pelaksana BKD (5) prosedur evaluasi beban kerja dan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Diharapkan pedoman ini dapat digunakan sebagai rujukan oleh semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan tugas penetapan beban kerja dosen dan evaluasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dengan diterbitkannya buku pedoman beban kerja dosen (BKD) di lingkungan IAIN Palangka Raya ini, mulai semester genap 2016-2017, seluruh fakultas, jurusan dan program studi di lingkungan IAIN Palangka Raya dapat menyesuaikan penugasan dosennya dengan menggunakan pedoman BKD ini sehingga lebih mudah dalam evaluasi dan pelaporannya.
Dengan terbitnya buku pedoman ini, sebagai bentuk penyesuaian dari buku pedoman beban kerja dosen yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Penyusun dari LPM dan pihak lain yang telah berkontribusi aktif dalam mewujudkan pedoman ini. Dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, buku pedoman ini hendaknya dievaluasi dan revisi setiap dua tahun sekali.
DAFTAR ISI
KEPUTUSAN REKTOR IAIN PALANGKA RAYA ... v
KATA PENGANTAR ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Dasar Pemikiran ... 1
B. Landasan Hukum ... 6
C. Struktur Keilmuan IAIN Palangka Raya ... 9
D. Sasaran ... 9
BAB II TUGAS DOSEN ... 10
A. Tugas Utama Dosen ... 11
1. Pendidikan dan Pengajaran ... 11
2. Penelitian dan Pengembangan Ilmu ... 13
3. Tugas Pengabdian kepada Masyarakat ... 15
4. Tugas Penunjang... 16
5. Kewajiban Khusus Professor ... 17
6. Dosen dalam Jabatan Struktural ... 21
7. Dosen dengan Tugas Belajar dan Ijin Belajar ... 22
8. Dosen dengan Tugas Tambahan sebagai Pimpinan PTKIN 22 9. Dosen Murni tanpa Tugas Tambahan ... 23
10. Resorce Sharing... 23
BAB III PENETAPAN BEBAN KERJA DOSEN ... 24
A. Beban Kerja Dosen ... 24
B. Kelebihan Jam Mengajar (KJM) ... 25
BAB IV KOMPONEN PELAKSANA BKD ... 28
A. Dosen ... 28
B. Dekan ... 30
C. Rektor ... 31
D. Tim Assesor ... 32
BAB V PROSEDUR EALUASI BEBAN KERJA DAN PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI ... 34
A. Prosedur Evaluasi ... 34
B. Periode Evaluasi ... 37
C. Unit Pelaksana Evaluasi ... 38
D. Laporan Hasil Evaluasi ... 38
LAMPIRAN I Rencana Beban Kerja Dosen ... 41
LAMPIRAN II Laporan Beban Kerja Dosen ... 45
LAMPIRAN III Pernyataan Assesor ... 49
LAMPIRAN IV Rekapitulasi Fakultas ... 50
LAMPIRAN V Rekpitulasi Perguruan Tinggi ... 51
LAMPIRAN VI Rubrik ... 56
LAMPIRAN VII Acuan Penilaian Beban Kerja Dosen IAIN Palangka Raya ... 58
BAB I
PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tu-gas utama mentransformasikan, mengembangkan dan me-nyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pen-didikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Dalam pasa1 45 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan dalam peraturan yang berlaku.
Hak dosen dapat diperoleh, jika dalam tugas ke profesionalanya memenuhi kewajiban sesuai ketentuan dalam
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS, serta meningkatkan pengembangan kualifikasi dan kompetensi akademik secara berkelanjutan sesuai perkem-bangan ilmu pengetaHuan dan teknologi melalui pembinaan dan pengembangan profesi jabatan fungsional dan karier dosen.
Sebagai alat ukur untuk mengevaluasi ketercapaian beban kerja setiap dosen dan pembinaan serta pengembangan profesi dan karier dosen, perlu disusun standar Beban Kerja Dosen (BKD). BKD adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh setiap dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi, (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian kepada masyarakat).
Tugas institusional adalah pekerjaan dalam batas-batas fungsi pendidikan tinggi yang dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal oleh dosen dengan ketentuan :
1. Ditugaskan oleh pimpinan tingkat institut atau tingkat fakultas, pascasarjana, jurusan, program studi dan seluruh UPT lainya di lingkungan instutut Agama Islam Negeri palangka Raya.
disetujui, tercatat dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan terkait.
3. Dilaksanakan melalui kerjasama pihak luar institut Agama Islam Negeri Palangka Raya disetujui, tercatat dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan terkait.
4. Beban kerja dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya ditetapkan dengan EWMP yang setara dengan 37, 5 jam kerja per-minggu sesuai Keputusan Presiden 68 tahun 1995 dan PMA Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 28 Tahun 2013 Tentang Disiplin Kehadiran Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementrian Agama RI Pasal 3 ayat 1 dan 2.
5. EWMP setiap dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya ditetapkan minimal setara dengan 12 SKS dan dihitung setiap semester dengan ketetntuan sebagai berikut:
a. Pendidikan dan pengajaran 1 SKS setara dengan 3 jam kerja per-minggu
b. Penelitian 1 SKS setara dengan 4 jam kerja per-minggu. c. Pengabdian dan penunjang 1 SKS setara dengan 3 jam
kerja per-minggu.
6. Semester adalah satuan waktu terkecil tentang jenjang lamanya pendidikan dalam satu program. Satu semester
setara dengan 17 sampai 20 minggu jam kerja.
7. Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya adalah perguruan tinggi keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Agama dan secara fungsional dibina oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam.
8. Fakultas merupakan unsur pelaksana akademik di lingkungan Institut
9. Jurusan merupakan satuan pelaksana akademik pada Fakultas yang mempunyai tugas menyelenggarakan program studi dalam 1 (satu) disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.
10. Program studi merupakan satuan pelaksana akademik pada jurusan yang mempunyai tugas menyelenggarakan 1 (satu) disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.
11. Pascasarjana merupakan unsur pelaksana akademik yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan program Magister, program Doktor dan/atau program Spesialis dalam multi displin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni. 12. Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
adalah lembaga akademik pada struktur IAIN Palangka Raya yang bertugas melaksanakan, mengkoordinasikan,
memantau, dan menilai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebijakan Rektor.
13. Lembaga Penjaminan Mutu adalah lembaga akademik pada struktur IAIN Palangka Raya yang mempunyai tugas mengkoordinasikan, mengendalikan, mengaudit, menilai, dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik. 14. Unit Pelaksana Teknis merupakan unsur penunjang dalam
penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Institut.
15. Laboratorium merupakan perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan di lingkungan Fakultas.
Sebagai pendidik professional, setiap dosen harus membuat Rencana Beban Kerja Dosen (RBKD) sebagai bentuk akuntabilitas kinerja akademik setiap semester tentang pelaksa-naan tugas Tri Dharma perguruan tinggi. Penyusunan RBKD berpedoman pada beban kerja dosen dinyatakan dalam EWMP setara 37,5 jam kerja per minggu (sesuai Keputusan Presiden 68 tahun 1995). EWMP setiap dosen IAIN Palangka Raya ditetapkan minimal 12 SKS dan maksimal 16 SKS dihitung setiap semester.
Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen sesuai standar yang ditetapkan dalam peraturan dan perundang-undangan serta Surat Edaran Nomor 3532/Dj.I/Kp.07.6/09/2016 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Beban Kerja Dosen pada Perguruan Tinggi Agama Islam, maka Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
menyusun Pedoman Penetapan BKD dan Evaluasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAIN Palangka Raya.
B. Landasan Hukum
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 ten-tang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian;
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 tentang Perguruan Tinggi Sebagai Badan Layanan Umum (BLU);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan; 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun
2009 tentang Dosen;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan
Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Pro-Fessor, terutama pasal 3 ayat 1;
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan; 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun
2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan;
10. Peraturan Mendiknas Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Sertifikasi Pendidik untuk Dosen;
11. Surat Keputusan Menkowasbangpan RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya;
12. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 175 Tahun 2010 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin Bela-Jar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama;
13. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 28 Tahun 2013 Tentang Disiplin Kehadiran Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementrian Agama Pasal 3 ayat (1) dan (2).
14. Beban tugas dosen IAIN Palangka Raya dengan EWMP setara degan 37,5 jam kerja per minggu (diatur dalam Kepress 68 tahun 1995.
15. Permenku RI Nomor 101/PMK.05/2010 yang dirubah menjadi Permenku Nomor 164/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pem-bayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khu-sus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor; 16. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 48/D3/ Kep/1983 Tentang Beban Tugas Tenaga Pengajar pada Perguruan Tinggi;
17. Surat Edaran Biro Kepegawaian Nomor 4159/A4.3/ KP/2010 tertanggal 27 Januari 2010 tentang Peraturan Menteri Pen-didikan Nasional Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Tugas bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
18. Surat Edaran Nomor 3532/Dj.I/Kp.07.6/09/2016 tertanggal 29 Agustus 2016 tentang Beban Kerja Dosen pada Perguruan Tinggi Agama Islam.
C. Tujuan
1. Meningkatkan profesionalisme dan pemenuhan dosen IAIN Palangka Raya dalam melaksanakan beban tugas Tridharma
Perguruan Tinggi;
2. Meningkatkan kualitas proses dan hasil pelaksanaan beban tugas dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Ting-gi di IAIN Palangka Raya;
3. Menciptakan suasana akademik kompetitif untuk menjamin ketertiban, kelancaran dan kualitas tugas utama dosen IAIN Palangka Raya;
4. Meningkatkan pembinaan, pengelolaan dan pengembangan profesi serta karier dosen IAIN Palangka Raya;
Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional.
D. Sasaran
Sasaran utama pedoman penetapan BKD dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi adalah: (1) Rektor IAIN Palangka Raya; (2) Dosen Tetap (PNS, dosen Kontrak, dan Non-PNS); (4) Guru Besar; (5) Assesor beban kerja dosen; (6) Pihak-pihak terkait lainya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.
BAB II
TUGAS DOSEN
D
osen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengem-bangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai ilmuwan, dosen harus memiliki seperangkat kompetensi penge-tahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai dan dihayati dalam menjalankan tugasnya:a. Kompetensi profesional, yakni keluasan wawasan akademik dan kedalaman pengetahuan dosen terhadap keahlian keilmuan yang ditekuninya;
b. Kompetensi pedagogik, yakni penguasaan dosen pada pel-bagai macam pendekatan, metode, pengelolaan kelas dan
evaluasi pembelajaran sesuai karakteristik materi dan perkembangan mahasiswa;
c. Kompetensi kepribadian, yakni kesanggupan dosen untuk secara baik menampilkan dirinya sebagai teladan dan mem-perlihatkan antusias dan kecintaan atas profesinya;
d. Kompetensi sosial, yakni kemampuan dosen menghargai kemajemukan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan kerjasama dalam team work;
Tugas dosen terdiri dari tugas utama dan tugas penunjang. Tugas pokok dosen adalah melaksanakan Tridharma perguruan tinggi, (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Adapun tugas penunjang adalah tugas tambahan dosen yang dilakukan di dalam dan atau di luar IAIN Palangka Raya sesuai ketentuan yang berlaku.
A. TUGAS UTAMA DOSEN
1. Pendidikan dan pengajaran
Tugas Pendidikan dan pengajaran merupakan kegiatan wajib dilakukan oleh setiap dosen pada jenjang Strata 1. Dosen yang telah memperoleh jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar atau Profesor tetap harus melaksanakan tugas pendidikan dan pengajaran pada jenjang Strata 1.
secara khusus dosen wajib menunaikan beban kerja bidang pendidikan dan pengajaran dengan bobot bersama-sama
penelitian untuk pengembangan ilmu sekurang-kurangnya 9 (sembilan) SKS setiap semester pada jenjang Strata 1 (S1),
Strata 2 (S2), maupun Strata 3 (S3), pada perguruan tinggi tempat bertugas.
Adapun tugas dibidang pendidikan dan pengajaran dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:
a. Melaksanakan perkuliahan/tutorial dan menguji; b. Melakukan asistensi tugas atau praktikum; c. Melakukan bimbingan kuliah kerja terprogram; d. Melakukan bimbingan praktik lapangan; e. Melakukan bimbingan lapangan KKN; f. Melakukan bimbingan seminar mahasiswa;
g. Melakukan bimbingan tugas akhir/karya tulis/skripsi/ tesis/disertasi;
h. Menguji proposal S1, S2, S3; i. Menguji pada ujian/munaqasyah;
j. Membimbing dosen yang lebih rendah jenjang jabatan akademiknya;
k. Mengembangkan program perkuliahan/pengajaran (silabus, RPS, GBP,dan lain-lain);
l. Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;
m. Membimbing dosen yang lebih rendah jabatannya; n. Melaksanakan kegiatan datasharing, sabbatical leave
(cuti panjang untuk riset) dan pencangkokan dosen. Ketentuan lebih lanjut tentang kegiatan datasering, sab-batical leave (cuti panjang untuk penelitian), atau kegiatan akademik lainya diatur dalam peraturan pimpinan IAIN Palangka Raya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Pendidikan dan pengajaran dapat dijalan-kan dengan sistem perkuliahan biasa, sistem asistensi, sis-tem modul, dan team teaching. Teknis pengaturan sistem perkuliahan dan pembagian besaran SKS pada masing-masing dosen diatur lebih lanjut dalam peraturan pimpinan (cuti panjang untuk penelitian atau kegiatan akademik lainya) sesuai peraturan yang berlaku.
2. Penelitian untuk Pengembangan Ilmu
Tugas penelitian merupakan kegiatan wajib dilakukan oleh setiap dosen, secara perorangan maupun kelompok, dibiayai mandiri maupun oleh institusi. Dosen wajib melaksanakan penelitian bersama-sama dengan pendidikan dan pengajaran dengan bobot sekurang-kurangnya 9 (sembilan) SKS setiap semester. Bobot dan teknis pelaksa-naan penelitian setiap dosen minimal 3 (tiga) SKS per-semester. Ketentuan lebih lanjut diatur dalam lampiran
Ruberik pedoman BKD.
Tugas penelitian untuk pengembangan ilmu yang wajib dilakukan dosen dalam bentuk kegiatan berikut:
a. Menghasilkan karya penelitian; b. Melaksanakan penelitian mandiri; c. Menulis naskah buku;
d. Menulis naskah buku internasional; e. Menerjemahkan/menyadur buku ilmiah; f. Mengedit/menyunting 1 naskah buku; g. Menulis modul/diktat/bahan ajar; h. Menjadi asesor beban kerja dosen; i. Menulis jurnal ilmiah;
j. Memperoleh hak paten; k. Menulis di media massa;
l. Menyampaikan orasi ilmiah, pembicara seminar dan atau narasumber sesuai bidang keilmuannya;
m. Menjadi penyaji makalah dalam seminar atau pertemuan ilmiah sesuai bidang keilmuanya;
n. Membuat rancangan, karya teknologi dan atau karya seni.
3. Tugas Pengabdian kepada Masyarakat
Tugas pengabdian kepada masyarakat harus dil-aksanakan oleh setiap dosen IAIN Palangka Raya melalui pembiayaan mandiri maupun dibiayai oleh institut atau
me-lalui lembaga lain dalam dan luar negeri dengan jumlah SKS maksimal setara dengan 3 (tiga) SKS dalam satu (1) semes-ter.
Tugas pengabdian wajib dilakukan oleh setiap dosen dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:
a. Mengikuti kegiatan setara dengan 50 jam kerja per semester (disetujui pimpinan dan tercatat);
b. Memberikan penyuluhan dan atau penataran pada masyarakat;
c. Memberikan jasa konsultan sesuai keahlianya (disetujui pimpinan dan tercatat), seperti: menjadi tenaga ahli menyusun regulasi dan kebijakan pendidikan Islam di Kemenag yang berdampak kepada kepentingan masyarakat luas di Indonesia;
d. Menyusun atau menulis karya pengabdian kepada masyarakat;
Melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang bermanfaat untuk masyarakat
4. Tugas penunjang
Tugas penunjang Tridharma perguruan tinggi dapat diperhitungkan jumlah SKS maksimal setara dengan 3 (tiga) SKS setiap semester. Tugas penunjang Tridharma Perguruan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :
b. Menjadi penasehat akademik; c. Menjadi konselor
d. Menjadi pembina unit kegiatan mahasiswa; e. Menjadi pimpinan organisasi sosial intern; f. Administrasi dan manajemen
1) Jabatan struktural berdasarkan beban per/semester; 2) Jabatan non struktural;
3) Ketua redaksi jurnal ber-ISSN;
4) Menjadi ketua panitia Ad Hoc (lama kepanitiaan sekurang-kurangnya dua semester);
5) Menjadi ketua panitia tetap (lama kepanitiaan sekurang-kurangnya dua semester);
6) Menjadi anggota panitia tetap;
7) Menjadi assesor BAN-PT atau asesor madrasah; 8) Menjadi pengurus atau anggota asosiasi profesi; g. Pelaksanaan tugas penunjang lainnya dalam-rangka
pengembangan diri dosen
1) Peserta seminar/workshop/kursus berdasarkan Surat Tugas Pimpinan;
2) Reviewer jurnal ilmiah, proposal hibah, auditor internal, reviewer borang akreditasi berdasarkan penugasan pimpinan.
5. Kewajiban khusus Profesor
(guru besar) mempunyai kewajiban khusus, minimal setara dengan 3 (tiga) SKS setiap tahun. Tugas kewajiban khusus tersebut bagi profesor tidak menambah beban tugas profesor minimal 12 SKS, tetapi merupakan bagian dari tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang professor, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 49 ayat 2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen adalah menulis buku; menghasilkan karya ilmiah; dan menyebarluaskan gagasan. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut: a. Menulis buku
1) Menulis 1 judul naskah buku yang diterbitkan ber-ISSN disetujui pimpinan dan tercatat;
2) Menulis 1 judul naskah buku internasional dan diedarkan secara luas;
b. Membuat karya ilmiah
1) Keterlibatan dalam 1 judul penelitian (termasuk membimbing penelitian untuk tesis atau disertasi atau pembuatan karya teknologi atau seni) termasuk karya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kelompok (disetujui oleh pimpinan dan tercatat); 2) Melaksanakan penelitian atau pembuatan karya seni atau teknologi mandiri, termasuk karya pengabdian
kepada masyarakat (disetujui oleh pimpinan dan tercatat);
3) Memperoleh hak paten. 4) Menyebarluaskan gagasan
a) Menulis jurnal ilmiah;
b) Menyampaikan orasi ilmiah, pembicara seminar atau narasumber atas dasar permohonan penyelenggara bukan inisiatif pribadi;
c) Penyaji makalah dalam seminar atau pertemuan ilmiah terkait bidang ilmu;
d) Memberikan pelatihan atau penyuluhan atau penataran kepada masyarakat;
e) Mendiskusikan (menyebarluaskan) temuan karya teknologi dan (atau) seni;
f) Menulis di media massa (koran, majalah) artikel, kritik, opini, dan forum diskusi;
Seorang profesor dalam tiga tahun wajib melaksanakan ketiga kewajiban khusus tersebut. Ilustrasi pelaksanaan tugas khusus profesor disajikan dalam skema 2.1., 2.2 dan 2.3. Kelebihan SKS pada salah satu kewajiban khusus tidak bisa menggugurkan kewajiban
khusus yang lain.
Skema 2.1:
Kewajiban khusus professor dilaksanakan setiap tahun
Skema 2.2 :
Skema 2.3
Semua Kewajiban Khusus Dilaksanakan Dalam Satu Tahun
Keterangan:
Skema 2.1, 2.2 dan 2.3 menunjukkan bahwa professor mempunyai kebebasan melaksanakan kewajiban khususnya. Skema 2.1 kewajiban khusus dilaksanakan setiap tahun, artinya setiap tahun melaksanakan kewajiban khusus paling sedikit setara dengan 3 SKS. Pada skema 2.2, dua dari tiga kewajiban khusus dilaksanakan dalam satu tahun. Sehingga satu dari kewajiban khusus dilaksanakan pada salah satu ta-hun yang lain. Pada waktu melaksanakan dua kewajiban khu-sus, maka beban kewajiban khusus tahun itu paling sedikit setara dengan 6 (enam) SKS dan tahun yang lain 3 (tiga) SKS.
Pada skema 2.3 semua tugas khusus dilaksanakan dalam ta-hun yang sama. Sehingga dua tata-hun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi melaksanakan kewajiban khusus. Pa-da waktu mengerjakan semua kewajiban khusus, maka kewajiban khusus yang harus dikerjakan minimal sama dengan 9 (sembilan) SKS.
6. Dosen dalam Jabatan struktural
Dosen yang sedang menjalankan tugas negara sebagai pejabat struktural atau yang setara atas izin pimpinan dan tid-ak mendapat tunjangan profesi pendidik mtid-aka beban tugasnya diatur oleh pimpinan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Kepmenkowasbangpan Nomor 38 Tahun 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya, dan Peraturan Pemerintah Republik Indone-sia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen.
Profesor yang sedang menjalankan tugas negara sebagai pejabat struktural atau yang setara atas ijin pimpinan dan tid-ak mendapat tunjangan kehormatan, dan karena itu, dibebas-kan dari kewajiban khusus profesor.
7. Dosen dengan tugas belajar dan ijin belajar
Dosen dengan status tugas belajar dan ijin belajar diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indo-nesia Nomor 48 Tahun 2009, tentang Pedoman Pemberian Tu-gas Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departe-men Pendidikan Nasional dan Keputusan Menteri Agama Re-publik Indonesia Nomor 175 Tahun 2010 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama.
8. Dosen dengan tugas tambahan sebagai pimpinan PTKIN
Dosen yang mendapatkan tugas tambahan sebagai pimpinan diwajibkan mengajar pada jenjang S-1 sekurang-kurangnya 3 (tiga) SKS. Profesor dengan tugas tambahan sebagai pimpinan perguruan tinggi tetap harus mengerjakan kewajiban khusus sebagai profesor. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen Pasal 8 ayat (3) dan Pasal 10 ayat (5). Jenis-jenis jabatan pada IAIN Palangka Raya yang dimasukkan tugas tambahan sebagai pimpinan diatur lebih lanjut dalam PMA No. 8 Tahun 2015 tentang organisasi dan tata kelola IAIN Palangka Raya.
9. Dosen Murni Tanpa Tugas Tambahan
Dosen Tetap, yang telah memiliki NIDN, namun tidak menjabat tugas tambahan diwajibkan melakukan Tridarma Perguruan Tinggi seperti pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mengacu pada tuntutan Akreditasi Program Studi dan Institusi (AIPT) BAN-PT. Konsekuensi logis dari kewajiban ini adalah apabila ada Dosen Tetap tanpa tugas tambahan yang biasa disebut dengan Dosen Murni tidak melaksanakan penelitian atau publikasi pa-da jurnal ilmiah terindex minimal DOAJ, atau terakreditasi DIK-TI, atau Scopus, atau ISI Thompson (sebagian terdaftar pada
www.scimagojr.com) maka berdampak pada pemotongan tun-jangan Sertifikasi Dosen sesuai ketentuan yang berlaku.
10. Resourcesharing
Resource sharing untuk dosen dimungkinkan dan ke-tentuan lebih lanjut tentang hal ini diatur melalui peraturan Rektor IAIN Palangka Raya atau didasarkan pada MoU antar Perguruan Tinggi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
BAB III
PENETAPAN BEBAN KERJA DOSEN
A. Beban Kerja Dosen (BKD)
BKD adalah sejumlah tugas wajib dilaksanakan oleh setiap dosen PNS maupun Dosen Tetap Bukan PNS sebagai tugas in-stitut dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya Tri-dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat.
BKD mencakup kegiatan pokok, yang meliputi: (1) pendidi-kan dan pengajaran (merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, mengevaluasi pembelaja-ran, membimbing dan melatih), (2) melaksanakan penelitian dan
pengembangan ilmu, (3) melaksanakan tugas tambahan dibidang administrasi atau manajemen pada Perguruan Tinggi bertugas, (4) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (masing-masing telah dipaparkan pada BAB II).
BKD berdasarkan ketentuan pasal 172 ayat (2) Undang-Undang Nomor Republik Indonesia 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sekurang-kurangnya 12 (dua belas) satuan kredit se-mester (SKS) dan sebanyak-banyaknya 16 (enam belas) SKS. Acuan penetapan BKD menggunakan penghitungan SKS maksi-mum yang diatur secara terperinci pada lampiran Rubrik Penilaian Beban Kerja Dosen.
B. Kelebihan Jam Mengajar (KJM)
Penghitungan SKS didasarkan pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum pada Perguruan Tinggi yang menyebutkan 1 (satu) SKS setara dengan 3 (tiga) jam per-minggu tatap muka, dan juga Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Re-publik Indonesia Nomor 48/DJIKep./1983 tentang Beban Tugas Tenaga Pengajar pada Perguruan Tinggi yang menjelaskan Pengertian 1 (satu) SKS dalam beban kerja bidang pendidikan dan pengajaran setara dengan 50 (lima puluh) menit tatap muka di kelas, 60 (enam puluh) menit kegiatan mandiri dan 60 (enam
puluh) menit kegiatan terstruktur.
Bidang-bidang yang dapat dimasukkan dalam kelebihan jam mengajar (KJM) hanya bidang pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan ilmu. Kelebihan jam mengajar (KJM) tidak berlaku bagi dosen dan guru besar dengan tugas tambahan sebagai pimpinan sebagaimana telah disebut-kan pada BAB II huruf (f) di atas.
Bentuk penghargaan kelebihan jam mengajar (KJM) dosen diatur menurut peraturan rektor IAIN Palangka Raya sesuai peraturan yang berlaku. Jumlah KJM masing-masing dosen yang dapat dihitung adalah setelah 12 (dua belas) SKS atau sebagai beban minimalnya yang setara dengan 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja perminggu hingga sebanyak-banyaknya 16 (enam belas) SKS atau setara dengan 48 (empat puluh delapan) jam kerja perminggu sebagai beban kerja maksimalnya.
C. Sanksi
Dosen yang tidak memenuhi capaian kinerja Tridharma Perguruan Tinggi minimal 12 (dua belas) SKS atau setara dengan 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam perminggu, padahal yang bersangkutan telah menerima tunjangan profesi dan atau hormatan, dihentikan tunjangan profesi dan atau tunjangan ke-hormatannya. Adapun bagi dosen yang belum lulus sertifikasi
dan belum mendapat tunjangan profesi pendidik, sanksi diberi-kan oleh Rektor IAIN Palangka Raya sesuai peraturan yang berlaku. Laporan Beban Kerja Dosen harus memenuhi kriteria lengkap sebagaimana diatur dalam lampiran rubrik pada pedoman ini. Apabila laporan BKD tidak lengkap, maka dosen yang bersangkutan wajib melengkapi laporannya hingga waktu yang ditentukan. Apabila tetap tidak diindahkan, maka dosen yang bersangkutan tidak berhak mendapat tunjangan sertifikasinya.
BAB IV
KOMPONEN PELAKSANA BKD
A. Dosen
Berdasarkan pelaksanaan beban kerjanya, dosen diklasifi-kasikan ke dalam kategori sebagai berikut:
1. Dosen yang tidak mendapat beban kerja tambahan sebagai pimpinan yang bersifat tetap, selanjutnya disebut dosen bi-asa (DS);
2. Dosen yang mendapat beban kerja tambahan sebagai pimpi-nan yang bersifat tetap, selanjutnya disebut dosen dengan tugas tambahan (DT);
3. Dosen yang telah bergelar professor (guru besar) yang tidak
mendapat beban kerja tambahan yang bersifat tetap sebagai pimpinan yang selanjutnya di sebut profesor (PR);
4. Dosen yang telah bergelar guru besar (professor) yang mendapat beban kerja tambahan sebagai pimpinan yang ber-sifat tetap, selanjutnya di sebut profesor dengan tugas tam-bahan (PT);
Setiap awal semester, dosen harus membuat Rancangan Beban Kerja Dosen (RBKD) untuk semester akan datang. RBKD bermanfaat bagi dosen bersangkutan, asesor beban kerja dosen, maupun atasan agar merencanakan alokasi waktu implementasi BKD dan akibat yang ditimbulkannya pada perencanaan keu-angan. RBKD yang telah dibuat harus disampaikan kepada Dek-an (melalui Wakil DekDek-an BidDek-ang Akademik).
Pada akhir semester, dosen harus membuat laporan pelaksa-naan BKD sesuai dengan RBKD sebagai bahan evaluasi dan disampaikan kepada Dekan Fakultas. Dosen yang tidak me-nyusun RBKD dapat dikenai sanksi oleh Dekan Fakultas. Laporan BKD harus memuat dokumen secara lengkap. Ketidaklengkapan dokumen akan ditolak oleh Komite Penjaminan Mutu Fakultas.
B. Dekan
jurusan dan ketua program studi yang merupakan atasan lang-sung dosen memiliki kewajiban mengarahkan dan melakukan pembinaan kepada dosen dalam kedudukan sebagai pe-nanggungjawab pelaksanaan BKD di tingkat fakultas atau juru-san atau jabatan sejenis. Dekan, ketua jurujuru-san, ketua program studi wajib mendistribusikan secara adil tugas pengajaran kepa-da dosen sesuai bikepa-dang keahlianya.
Dekan, ketua jurusan dan ketua program studi wajib menga-lokasikan waktu bagi dosen untuk menjalankan tugas pendidikan dan pengajaran dan penelitian dengan bobot sekurang-kurangnya 9 (sembilan) SKS setiap semester. Dekan, Ketua Juru-san, ketua program studi wajib mengusulkan dosen fakultas yang tidak dapat memenuhi bobot minimum tugas pendidikan dan pengajaran kepada rektor melalui Wakil Rektor I untuk di-tugaskan di fakultas atau jurusan lain di lingkungan internal IAIN Palangka Raya atau perguruan tinggi lain dengan skema program
resource sharing.
Pada awal semester, Dekan, Ketua Jurusan atau Ketua Pro-gram studi melalui komite penjaminan mutu fakultas dapat meminta para dosen untuk mengumpulkan RBKD. RBKD digunakan sebagai patokan pengaturan beban kerja dosen pada semester mendatang. Teknis pengumpulan RBKD dapat ditunjuk melalui Komite Penjaminan Mutu Fakultas (KPMF). Dekan,
ket-ua jurusan atau ketket-ua program studi menegur secara lisan atau tertulis pada dosen yang belum membuat/menyampaikan RBKD sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
C. Rektor
Rektor IAIN Palangka Raya merupakan penanggungjawab pelaksanaan BKD di IAIN Palangka Raya. Rektor IAIN Palangka Raya berwenang memberikan tugas tambahan kepada dosen dan memberikan rekomendasi pembebasan tugas kepada dosen yang sedang tugas belajar.
Rektor IAIN Palangka Raya memberi wewenang Lembaga Penjaminan Mutu untuk memvalidasi seluruh laporan BKD IAIN Palangka Raya yang telah disahkan oleh masing-masing dekan fakultas. Dekan berhak mengatur assesor untuk tidak menilai BKD milik sendiri atau bertukar ganti asesor dosen (A sebagai asesor menilai B sebagai dosen, kemudian B sebagai asesor menilai A sebagai dosen).
Rektor IAIN Palangka Raya melaporkan rekapitulasi hasil pelaksanaan BKD dosen kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktur Pendidikan Tinggi Islam setiap tahun. Rektor IAIN Palangka Raya bertanggung jawab penuh atas kebenaran dan kelengkapan laporan BKD kepada Direktur Jenderal Pendi dikan Islam dan ketepatan waktu melaporkan.
D. Tim Asesor
Tim Asesor terdiri dari 2 (dua) orang yang bertugas menilai dan melakukan verifikasi laporan realisasi BKD masing-masing dosen. Asesor berasal dari dalam IAIN Palangka Raya, namun dapat meminta kesediaan asesor dari perguruan tinggi lain jika diperlukan karena alasan tidak ada asesor yang relevan dengan bidang keahlian dosen.
Persyaratan menjadi asesor laporan realisasi BKD adalah sebagai berikut:
a. Dosen aktif;
b. Mempunyai NIRA (Nomor Identifikasi Registrasi Asessor) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam.
c. Telah mengikuti sosialisasi penilaian kinerja dosen; d. Ditugaskan oleh Rektor IAIN Palangka Raya; e. Dihindari terjadinya konflik kepentingan;
f. Satu atau semuanya dapat berasal dari IAIN Palangka Raya atau dari perguruan tinggi lain;
g. Mempunyai rumpun atau sub rumpun ilmu sesuai dengan keahlian dosen yang dinilai;
h. Mempunyai kualifikasi jabatan fungsional dan atau tingkat Pendidikan yang sama atau lebih tinggi dari dosen yang dinilai.
Tugas Tim Asesor adalah:
a. Melakukan penilaian kinerja dosen berdasarkan dokumen laporan realisasi BKD secara obyektif dan bertanggungjawab;
b. Melaporkan hasil penilaian kinerja dosen kepada Rektor IAIN Palangka Raya c.q. Lembaga Penjaminan Mutu.
Teknis pelaksanaan, prosedur dan nomenklatur jabatan yang terkait dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan RBKD dan BKD dapat menyesuaikan pada kebutuhan IAIN Palangka Raya.
BAB V
PROSEDUR EVALUASI BEBAN
KERJA DAN PELAKSANAAN TRI
DHARMA PERGURUAN TINGGI
A. Prosedur Evaluasi
Prosedur evaluasi BKD pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi disajikan dalam skema 5.l. berikut ini.
Skema 5.1. Prosedur Evaluasi BKD Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi DEKAN 1. Mengesahkan hasil evaluasi 2. Mengkompilasi hasil evaluasi
tingkat Fakultas
LPM
1. Mengkompilasi hasil Validasi dari Seluruh Fakultas 2. Menyiapkan SK Validasi 3. Membuat Laporan
REKTOR
Memeriksa, Mengesahkan dan Menyampaikan Laporan
ke Dirjen Pendis
DIRJEN PENDIS
Cq. DIT. DIKTIS
DOSEN
1. Membuat Laporan Kinerja Tri Dharma Setiap Semester pendukungnya (dua rangkap) 2. Menyerahkan ke Komite
Penjaminan Mutu Fakultas
KOMITE MUTU FAKULTAS 1. Mengevaluasi Kelengkapan
Laporandan Dokumen Pen-dukung
2. Mendistribusikan BKD kedua Asessor sesuai keahlian GAGAL Dokumen dikembalikan LOLOS 3 1 2 4 INSTITUT 6 ASSESOR
1. Menilai dan Melakukan verifikasi kesesuaian data danKetercapaian SKS 2. Sinkronisasi Data dan
Validasi
Keterangan:
1. Dosen membuat laporan kinerja Tridharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang lainnya setiap semester dalam format laporan atau format F1, dilengkapi semua bukti pendukungnya dan diserahkan kepada fakultas melalui Komite Penjaminan Mutu Fakultas untuk diteliti kelengkapan dokumenya dan ditandatangani oleh ketua jurusan untuk didistribusikan kepada asessor BKD.
2. Komite Penjaminan Mutu Fakultas mendistribusikan format F1 kepada dua orang asesor sesuai keahlian untuk menilai ketercapaian ekuivalensi perhitungan SKS, dan memverifi-kasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas Tri-dharma Perguruan Tinggi yang telah dilakukan.
3. Hasil evaluasi asesor diserahkan kembali ke Komite Penja-minan Mutu Fakultas untuk direkap.
4. Jika hasil dinyatakan LULUS, maka Komite Penjaminan Mutu Fakultas merekap dan menyerahkan dokumen hasil evaluasi ke Dekan untuk disahkan.
5. Bagi dosen yang TIDAK LULUS, maka Komite Penjaminan Mutu Fakultas menindaklanjuti rekomendasi assessor BKD untuk disampaikan kepada dekan, kemudian dekan memfasilitasi sinkronisasi keputusan hasil evaluasi BKD
ulang dari kedua Tim asessor. Hasil keputusan tersebut, setelah divalidasi oleh kedua asessor, oleh komite penjaminan mutu fakultas disampaikan kepada dosen bersangkutan untuk dilakukan perbaikan dan kelengkapan dokumen BKD dan menyerahkan berkas F1 beserta bukti pendukungnya kepada fakultas melalui komite penjaminan mutu fakultas dan mendistribusikan kepada Tim asessor. Jika terjadi selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor dua, maka dekan dapat menunjuk asesor ketiga.
6. Hasil evaluasi BKD yang telah disyahkan oleh Tim asessor, kemudian diserahkan kepada dekan untuk divalidasi atau disyahkan dan disampaikan kepada Lembaga Penjaminan Mutu untuk divalidasi;
7. Rektor melalui LPM mengkompilasi hasil penilaian BKD yang telah disyahkan oleh dekan dari seluruh fakultas dan mem-buat rekap laporan untuk diserahkan ke Dirjen Pendidikan Islam c.q. Direktur Pendidikan Tinggi Islam.
8. Semua bukti dokumen pendukung disimpan di Fakultas dan Program Studi untuk kepentingan akreditasi, dll.
B. Periode Evaluasi
1. Evaluasi BKD pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dil-aksanakan secara periodik, yaitu pada setiap semester. Namun dalam keadaan khusus pimpinan dapat melakukan
evaluasi setiap saat diperlukan.
C. Unit Pelaksana Evaluasi
1. IAIN Palangka Raya menunjuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bekerjasama dengan Komite Penjaminan Mutu Fakultas (KPMF) dimana salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah melakukan evaluasi kinerja dosen di tingkat fakultas. Unit pelaksana tersebut:
2. Merupakan komite yang secara resmi ditetapkan oleh dekan dan diketahui Rektor IAIN Palangka Raya melalui Lembaga Penjaminan Mutu;
3. Mempunyai program kerja menyelenggarakan penilaian kinerja dosen dan mampu melaksanakan tugasnya dengan obyektif dan penuh tanggungkjawab;
4. Mempunyai susunan kepengurusan yang ditetapkan oleh dekan dan diketahui Rektor melalui LPM yang tidak bersifat
ad hoc.
C. Laporan Hasil Evaluasi
1. Hasil evaluasi beban kerja dosen pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dari seluruh fakultas dilaporkan dan dis-erahkan kepada Rektor IAIN Palangka Raya melalui LPM untuk disampaikan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Is-lam setiap satu tahun sekali. Hasil evaluasi beban kerja
dosen pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dapat digunakan sebagai data awal untuk melakukan pemetaan kinerja dosen. Oleh karena itu, laporan evaluasi merupakan salah satu bentuk akuntabilitas publik tentang kinerja dosen kepada masyarakat. Data tentang hasil evaluasi BKD ini sangat penting karena dapat berimplikasi kepada keberlang-sungan tunjangan profesi pendidik maupun tunjangan ke-hormatan dosen.
LAMPIRAN
Lampiran 1:
RENCANA BEBAN KERJA DOSEN
Semester: ……….. (1 / 2) (*)
I.
Identitas
Nomor Sertifikat
:………… (ditulis NIP/NIK bagi yg blm sertifikasi)
NIP
:
NIDN
:
Nama Lengkap
:
Perguruan Tinggi
:
Status
: DS/PR/DT/PT (**)………
Alamat Perguruan Tinggi
:
Fakultas
:
Jurusan/Departemen
:
Program Studi
:
Jabatan Fungsional/Gol
:
Tempat dan Tanggal Lahir :
S1
:
S2
:
S3
:
Ilmu yang ditekuni
:
Nomor HP
:
Bidang Pendidikan dan Pengajaran
No. Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Bukti Penugasan SKS 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja
II.
Bidang Penelitian
No. Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Bukti Penugasan SKS 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja
III.
Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
No. Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Bukti Penugasan SKS 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja
IV.
Bidang Penunjang Tridharma Perguruan Tinggi
No. Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Bukti Penugasan SKS 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja
V.
Kewajiban Khusus Profesor
No. Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Bukti Penugasan SKS 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja
Mengetahui,
Wakil Dekan Bidang Akademik,
( ____________________ )
Dosen Yang Membuat,
( ____________________ )
dipilih salah satu (semester 1 dan semester 2), misalnya, semester 2015-6
atau 2016-7
dipilih salah satu (DS=dosen biasa; PR = professor; DT = dosen dengan
tugas tambahan Rektor s/d kajur; PT= profesor dengan tugas tambahan
Rektor s/d Ketua Jurusan sesuai dengan peraturan pimpinan perguruan
tinggi masing-masing.
Lampiran 2:
LAPORAN BEBAN KERJA DOSEN
Semester :……….. (1 / 2) (*)
I.
Identitas
Nomor Sertifikat
: …………(ditulis NIP/NIK bagi yg blm sertifikasi)
NIP
:
NIDN
:
Nama Lengkap
:
Perguruan Tinggi
:
Status
: DS/PR/DT/PT (**)……….
Alamat Perguruan Tinggi
:
Fakultas
:
Jurusan/Departemen
:
Program Studi
:
Jabatan Fungsional/Gol
:
Tempat dan Tanggal Lahir :
S1
:
S2
:
S3
:
Ilmu yang ditekuni
:
Nomor HP
:
Alamat Email
:
Nama Asesor 1
: ………NIRA: ………..
No. HP Asesor 1
:
No. HP Asesor 2
:
II.
Bidang Pendidikan
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS % 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja Jumlah Kinerja
III.
Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS % 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja Jumlah Kinerja
IV.
Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS %
1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja Jumlah Kinerja
V.
Bidang Penunjang Tridharma Perguruan Tinggi
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS % 1. 2. 3. Dst
Jumlah Beban Kerja Jumlah Kinerja
VI.
Kewajiban Khusus Profesor
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS % 1. 2. 3. Dst
PERNYATAAN DOSEN:
Saya dosen yang membuat laporan kinerja ini menyatakan bahwa semua
aktivitas dan bukti pendukungnya adalah benar aktivitas saya dan saya
sanggup menerima sanksi apapun termasuk penghentian tunjangan dan
mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini dikemudian hari
terbukti tidak benar.
Palangka Raya, ____________________ (tgl/bln/th)
Mengetahui,
Wakil Dekan Bidang Akademik,
( ____________________ )
Dosen Yang Membuat,
( ____________________ )
dipilih salah satu (semester 1 dan semester 2), misalnya, semester 2015-6
atau 2016-7
dipilih salah satu (DS=dosen biasa; PR = profesor; DT = dosen dengan tugas
tambahan Rektor s/d kajur; PT= profesor dengan tugas tambahan Rektor s/d
Ketua Jurusan sesuai dengan peraturan pimpinan perguruan tinggi
masing-masing.
Lampiran 3:
PERNYATAAN ASESOR
Saya sudah memeriksa kebenaran dokumen yang ditunjukkan dan bisa
menyetujui laporan evaluasi Beban Kerja Dosen ini
Asesor I,
( ____________________ )
Asesor II,
( ____________________ )
Mengesahkan Dekan
Fakultas_______________
( ____________________ )
NIP.
Lampiran 4:
REKAPITULASI FAKULTAS
Nama Fakultas
:
Nama Perguruan Tinggi :
No. Sertifikat
Nama Dosen
Semester Gasal Semester Genap Kewajiban Khusus Profesor Status Kesimpulan Pd Pl Pg Pk Pd PI Pg Pk
PERNYATAAN DEKAN
Saya sudah memeriksa dan bisa menyetujui laporan evaluasi Beban Kerja
Dosen ini
___________, Tanggal,___________
Mengesahkan Dekan,
( ____________________ )
NIP.
Catatan:
Pd : Pendidikan dan Pengajaran
Pl : Penelitian dan Pengembangan Ilmu
Pg : Penunjang
Lampiran 5:
REKAPITULASI PERGURUAN TINGGI
TAHUN ……
Nama Perguruan Tinggi :
Alamat Perguruan Tinggi :
No.
Sertifikat Nama Dosen
Semester Gasal Semester Genap Kewajiban Khusus Profesor Status Kesimpulan Pd Pl Pg Pk Pd PI Pg Pk
PERNYATAAN REKTOR
Saya sudah memeriksa dan bisa menyetujui laporan evaluasi Beban Kerja
Dosen ini
___________, Tanggal,___________
Mengesahkan Rektor,
( ____________________ )
NIP.
Catatan:
Pd : Pendidikan dan Pengajaran
Pl : Penelitian dan Pengembangan Ilmu
Pg : Penunjang
Penjelasan :
1.
Contoh mengisi RBKD (sudah disiapkan pada sistem on-line)
Bidang Pendidikan dan Pengajaran
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS %
dst
Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS %
dst
2.
Contoh mengisi BKD (sudah disiapkan pada sistem on-line)
Bidang Pendidikan dan Pengajaran
No. Jenis Kegiatan Beban Kerja Masa Pelaksanaan Tugas Kinerja Penilaian/ Rekomendasi Asesor Bukti Penugasan SKS Bukti Dokumen Capaian SKS %
dst
Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu
No.
Jenis Kegiatan
Beban Kerja Masa Pelaksanaan
Kinerja Penilaian/ Rekomendasi
Penugasan Tugas Dokumen SKS % Asesor