• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN-NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BUN N. Perusahaan Perseroan. Persero. PELABUHAN. PT. Pelabuhan Indonesia III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN-NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BUN N. Perusahaan Perseroan. Persero. PELABUHAN. PT. Pelabuhan Indonesia III"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

L E M B A R A N - N E G A R A R E P U B L I K I N D O N E S I A

No. 139. 2000 BUN N. Perusahaan Perseroan. Persero. PELABUHAN. PT. Pelabuhan Indonesia III

PERATURAN PENIERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2000

TENTANG

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN

PERSEROAN (PERSERO) PT PELABUHAN INDONESIA III

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang :

a. bahwa untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Pelabuhan Indonesia III, dipandang perlu untuk melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Pelabuhan Indonesia Ill;

b. bahwa kekayaan Negara Republik Indonesia yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 19921993 sampai dengan Tahun Anggaran 1997/1998 yang berupa bangunan peralatan dan instalasi fasilitas pelabuhan, tanah, jalan dan bangunan, serta emplasemen, dapat ditetapkan sebagai penambahan penyertaan modal Negara ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Pelabuhan Indonesia III;

c. bahwa penambahan penyertaan modal Negara tersebut perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No.139, 2000

Mengingat :

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 schagaimana telah diubah dengan Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 9 Tabun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor Tahun 1969 tentang Bentuk-bentuk Usaha Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 16. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2890) menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2904);

3. Undang-undang Nomor I Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 13, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3587); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1991 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan

Umum (PERUM) Pelabuhan Indonesia III Menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 76);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 1998 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3731);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 1999 tentang Pengalihan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan Selaku Rapat Umum Pemegang Saham (REPS) atau Pemegang Saham pada Perusahaan Perseroan (PERSERO) dan Perseroan Terbatas yang Sebagian Sahamnya Dimiliki oleh Negara Republik Indonesia kepada Menteri Negara Penanantan Modal dan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 225 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3920, sebagaintana telah beberapa kali diubah. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 20(X) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 103 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3978);

MEMUTUSKAN :

(2)

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAIIAM PERUSAHAAN PERSEROAN

(PERSERO) PT PELABUNAN INDONESIA III

BAB I

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL

Pasal 1

Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Pelabuhan Indonesia Ill yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1991.

Pasal 2

(1) Penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berupa bangunan, peralatan dan instalasi fasilitas pelabuhan, tanah, jalan dan bangunan, serta emplasemen yang pembangunannya berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1992/1993 sampai dengan Tahun Anggaran 1997/1998.

(2) Nilai penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (I) sebesar Rp. 48.827.737.642.00 (empat puluh delapan miliar delapan miliar dua puluh tujuh juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh dua rupiah), dengan rincian sebagai berikut :

a. sebesar Rp. 78.934.897.374,00 (delapan belas miliar sembilan ratus tiga puluh empat juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu tiga ratus tujuh puluh empat rupiah), sebagaimana terlampir pada Lampiran I.

b. sebesar Rp. 29.892.840.268,00 (dua puluh sembilan miliar delapan ratus sembilan puluh dua juta delapan ratus empat puluh ribu dua ratus enam puluh delapan rupiah) sebagaimana terlampir pada Lampiran II.

BAB II

PELAKSANAAN PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL

Pasal 3

PeIaksanaan Penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Pelabuhan Indonesia III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan menurut ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 1999 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2000 serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

BAB III

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 4

Ketentuan lebih Ianjut yang diperlukan bagi pclaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Menteri Keuangan.

Pasal 5

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

(3)

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2000

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ABDURRAHMAN WAHID

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2000

SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

(4)

LAMPIRAN I

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 66 TAHUN 2000

TANGGAL : 21 AGUSTUS 2000

NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PELABUHAN INDONESIA III

NO NAMA ASET SATUAN NILAI ASET JUMLAH

1. BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN

a. Lapangan penumpukan berikut fasilitas penunjang umum di Pelabuhan Tanjung Emas :

4050 m²

Rp. 520.987.350,00 b. Dermaga perahu di Pelabuhan Badas 419,50 m² Rp. 859.575.000,00 c. Dermaga Nusantara di Pelabuhan Bima 500 m² Rp. 1.193.723.000,00 d. Dermaga III di Pelabuhan Celukan Bawang 500 m² Rp. 1.369.797.273,00 e. Talud di Pelabuhan Celukan Bawang 160 m² Rp. 272.184.545,00 f. Dermaga di Pelabuhan Maumere 990 m² Rp. 2.424.882.000,00 g. Talaud di Pelabuhan Maumere 485 m² Rp. 972.315.130,00 h. Dolphin dermaga di Pelabuhan Maumere 2 buah Rp. 363.181.250,00 i. Rehabilitasi dermaga di Pelabuhan Maumere 760 m² Rp. 147.100.000,00 j. Rehabilitasi talaud di Pelabuhan Maumere 385 m² Rp. 376.280.000,00 k. Rehabilitasi breakwater di Pelabuhan Tegal 120 m² Rp. 167.400.000,00

l. Reklamasi talud di Pelabuhan Maumere 668 m² Rp. 8.863.000,00

Jumlah

Rp. 8.676.228.548.00

2. ALAT-ALAT FASILITAS PELABUHAN

a. Hend truck di Pelabuhan Tanjung Emas 10 unit Rp. 2.071.943.280,00 b. Chasis kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas 26 unit Rp. 1.199.973.060,00 c. Forklif kapasitas 2 ton di Pelabuhan Tanjung Emas 6 unit Rp. 682.996.336,00 d. Forklif kapasitas 10 ton di Pelabuhan Tanjung Emas 1 unit Rp. 818.561.500,00

Jumlah Rp. 4.773.474.176,00 3. INSTALASI FASILITAS PELABUHAN

a. Jaringan listrik dan peralatannya di Jalan Kalibaru Timur,

Pelabuhan Tanjung Emas 1 unit Rp. 127.849.320,00

Jumlah Rp. 127.849.320,00 b. Urugan pemadatan tanah di Pelabuhan Lembar 21 m³ Rp. 311.757.000,00

c. Urugan pemadatan tanah di Pelabuhan Waingapu 24.200 m³ Rp. 679.672.746,00 d. Urugan pemadatan tanah di Pelabuhan Gresik 5 ha Rp. 4.141.305.493,00

Jumlah Rp. 8.462.934.256,00 4. JALAN DAN BANGUNAN

a. Jalan (pembuatan dan peninggian) di Pelabuhan Benoa 2,90 km Rp. 2.539.513.000,00 b. Overlay jalan coaster di Pelabuhan 10.000 m² Rp. 1.343.292.396,00 c. Jalan (peninggian) di Pelabuhan Tanjung Emas 663 m² Rp. 103.396.427,00

Jumlah Rp. 3.986.201.823,00 5.

PERALATAN

Komputer type AS/400 di Pelabuhan Tanjung Emas 1 unit Rp. 2.691.436.000,00

Jumlah Rp. 2.691.436.000,00

Jumlah Keseluruhan Rp. 29.892.840.268,00

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd

(5)

LAMPIRAN II

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 66 TAHUN 2000

TANGGAL : 21 AGUSTUS 2000

NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PELABUHAN INDONESIA III

NO NAMA ASET SATUAN NILAI ASET JUMLAH

1. BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN

a. Dermaga di Pelabuhan Bima 620 m² Rp. 1.289.863.000,00 b. Talaud Pelabuhan Lembar 158 m² Rp. 127.688.000,00 c. - Dermaga Beton

- Lapangan penumpukan di Pelabuhan Sampit

1440 m²

350 m²

Rp. 2.089.772.000,00 d. Dermaga Nusantara di Pelabuhan Waingapu 750 m² Rp. 1.745.228.000,00 e. Rehab Dermaga Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Waimangu 500 m² Rp. 1.181.181.582,00 f. Replacement Dermaga Pelayaran 500 m² Rp. 1.074.104.620,00 g. Talaud di Pelabuhan Waimangu 186 m² Rp. 474.876.052,00 h. Dermaga Pelayaran Rakyat di Pelabuhan Kupang 500 m² Rp. 1.054.875.000,00 i. Lapangan Penumpukan di Pelabuhan Tanjung Emas 800 m² Rp. 314.340.000,00 j. Gudang rangka kap di Pelabuhan Kotabaru 11.760

m² Rp. 824.517.000,00

k. - Reklamasi lapangan penumpukan dan gudang; serta

- Urugan tanah bahu jalan di Pelabuhan Kotabaru 1.500 m² Rp.

l. Dermaga di Pelabuhan Gresik 5.000 m² Rp. 3.853.563.000,00 m. Rehap pier di Pelabuhan Probolinggo 150 m² Rp. 146.432.000,00

Jumlah

Rp. 14.495.670.956,00 2. INSTALASI FASILITAS PELABUHAN

Jaringan listrik di Pelabuhan Benoa 68 buah Rp. 256.597.233,00

Jumlah Rp. 256.597.233,00 TANAH

3.

a. Urugan pemadatan tanah di Pelabuhan Benoa 25.222 m³ Rp. 3.330.199.017,00 4. TANAH

Pengurukan tanah di Pelabuhan Maumere 24,000 km Rp. 406.956.000,00

Jumlah Rp. 3.986.201.823,00 5. JALAN DAN BANGUNAN

a. Peninggian jalan pada Jalan Kalibaru Timur di Pelabuhan

Tanjung Emas 2.357 m³ Rp. 801.748.640,00

b. Peninggian jalan coaster di Pelabuhan Tanjung Emas 10.000 m³ Rp. 1.346.567.050,00 c. Terminal penumpang di Pelabuhan Badas 300 m³ Rp. 114.877.000,00 d. Terminal penumpang di Pelabuhan Dili 300 m³ Rp. 298.050.000,00 e. Jalan di Pelabuhan Maumere 3.702 m³ Rp. 191.078.000,00 f. Terminal di Pelabuhan Maumere 200 m³ Rp. 182.965.000,00 g. Rehabilitasi rumah dinas Kepala Cabang di Pelabuhan Maumere 150 m³ Rp. 37.977.000,00 h. Rehabilitasi mess dinas di Pelabuhan Maumere 50 m³ Rp. 10.282.000,00 i. Pembangunan pos jaga di Pelabuhan Maumere 100 m³ Rp. 24.728.000,00 j. Pembangunan talud darat berikut penahanan tanah di Pelabuhan

Tanjung Emas 7.601 m³ Rp. 533.675.640,00

Jumlah Rp. 3.541.948.330,00 EMPLASEMEN

a. Riol di Pelabuhan Maumere 1.080 m³ Rp. 189.587.000,00 b. Pagar di Pelabuhan Maumere 100 m³ Rp. 11.936.000,00 c. Lapangan parkir terminal penumpang di Pelabuhan Banjarmasin 11.700 m³ Rp. 1.173.369.000,00 d. Pintu gerbang di Pelabuhan Maumere 2 unit Rp. 33.489.000,00

Jumlah Rp. 1.408.381.000,00

Jumlah Keseluruhan Rp. 18.934.897.374,00

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd

(6)

LAMPIRAN I

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 66 TAHUN 2000

TANGGAL : 21 AGUSTUS 2000

NILAI PENAMBAIIAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PELABUHAN INDONESIA III

NO NAMA ASET SATUAN NILAI ASET JUMLAH

1. BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN

II. Lapangan penumpukan berikut fasilitas penunjang umum di Pelabuhan Tanjung Emas : III. Dermaga perahu di Pelabuhan Badas IV. Dermaga Nusantara di Pelabuhan Bima V. Dermaga III di Pelabuhan Celukan Bawang VI. Talud di Pelabuhan Celukan Bawang VII. Dermaga di Pelabuhan Maumere VIII. Talaud di Pelabuhan Maumere IX. Dolphin dermaga di Pelabuhan Maumere X. Rehabilitasi dermaga di Pelabuhan Maumere XI. Rehabilitasi talaud di Pelabuhan Maumere XII. Rehabilitasi breakwater di Pelabuhan Tegal XIII. Reklamasi talud di Pelabuhan Maumere

(7)

6

No.

b. lkugan pemadalsn laugh di relabuhan

e. Urugan perosdalan lanah dl

l'clabuhan

Waingapu

d. I!nppn pemadalen latish di IFlabuhan

krteaik

Jumlah Rp. 4 JA LAN DAN

a JAI., tpcmbualan clan

pninggian) di

Iblabuhan Iknua

14,. 29 892 No.

1 39,

h. Uvetisy Aan cnblcrdi

Pctabuhan TanJung Emus c. JaWn (penmy$ian) di ltlsbuhan TanJung Emas ---J u m a h Rp. 3.9136,.201 5. I'I:RAIATAN

Komputer lype AS/400 di Pelabuhanl and Kp, 2301,436 000,00 1 urn lab Rp 2 691456.000,06 Jumlah Keseluruhan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd

(8)

2000. NO. 139

LAMPIRAN II

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2000

TANGGAL 12 AGUSTUS 2000

NILAI PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA PADA PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT. PELABUHAN INDONESIA III

N A M A - SAWAN a .. ABET :IUMLAH ' . DANGUNAN I'ASII.1TAS a. Ucrmaga di Pelabuhan 620 r Rp. 1.289 b. Talud di Iklabuhan Icmbar 158 sry' Rp. 127.688.0 C. Ihrmaga baton 1.440 rpr Rp. 2.089.772.0 - Upangan pcnumpuksn 350 m+ di Ptlabuhan Sampil d. lkrmaga Nusanlara di Pelabuhan 750 m< Rp. 1745.228.0 Waingapu r. Rehab lkrmaga Iblayaran Rakyat di 500 ma Rp. 1.181.181.5 Pelabuhan Waingapu f. Ncpiaccnrcnllhrmaga Pclayarsn 500 ink Rp. 1.074.104.6 Rakyal di Pelabuhan Waingapu g Talud di f labuh.n 186 m' Rp. 474 878.052,00 It Derma*. Pclaysran Rakyal di 500 mr p. 1.054 875.000,00 Pelabuhan Kupang i. apangan penumpukan di IYlabuhan 3.500 mt Rp 319,230.7 Tanjong Emaa

j Gudsng r i n k s lap baja di I'elabuhan 800 ma Rp. 314.340.0 Kolabaru k . . Rcklamui lapangan pcnumpukan 11.7W ink Rp. 824.517.0 din gudang; scan 1.500 di Pelabuhan Kolabanr I. lkrmaga di Pclahuhan Grcsik 5.000 no Rp. 3.853.563.0 00,00

in. Rehab picr di I'clabuhan 150

r Rp. -u m 1 a h Rp. 14.495 870.958,00 2. INSI'AI.ASI I'ASII.ITAS

Jarirt,gan Iiatrik di 68 bush Rp

u in la h Rp,

25(..597.23

3. TANA!!

a. Urugan pcmadalan Ianah di IkIsbuhan 25.222 ma Rp. 3.330.199.0 Ilenoa

(9)

No. 139. 2000 8

No. NAMA ASET SATU4

N,

NILAI ASEr JUMLAH

4 'IANAII Itngurukan Ianah di 24 000 s Rp J u m l a h Rp 40:!151:.00 JAIIIN 118N IIANca'NAN

a Timur di ltlabuhan ItninMranlalan pads 2357 Rp

Tan)ur.3 limas 10.000 Rp 1

Tsmung I:mas

c. '6crmvral 1ladas pcnumpang di 300 Rp d Terminal pcnumpang di 300 m l Rp c. Juan m ltlabuhan Maumcre 3.702 mr Rp 191.07 I Terminal penumpmg di ltlabuhan 200ma Rp IS2905. Maumcre

A Kehabihtasr di 'elubu han Mau mere rumnh dinas 150 Rp 37

h Rchablbtast mess dings 50 m

r Rp

Maumcre

I Maumcre Pembangunan pus lags 100 Rp

I pcnahan Itmbangunan Ianah dr talud daral 7.601 Rp

l'clabuhsn T.n)ung Emits J u m l a h Kp 3 541.946.330 I:MIt.ASI:MEN a. Rol di ltlabuhan 1.080 Rp 189.587 n. 1'agur di ltlabuhan Maumcs 100 m' Rp 11.73(1.

c. 18pangen parkir terminal

pcnumpsng 11.700 m, Rp 1173.369. di Itiabuhan 8anjarmasin

d. finks gcrbanA di 2 unit Rp

J umlah Rp 1.408.3141 Jumlah Kcaclunahan Kp 18.934.897 374,00

rRESIDI:N REPUBLIK INDONESIA, ltd ABIIURRAIIMAN WAIIID

Referensi

Dokumen terkait

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - Badan Pengembangan Perjalanan Dinas Luar daerah Konsultasi, pengiriman berkas dan Pelaporan pelaksanaan Orasai I lmiah ke:. jakarta -

Kepatuhan para tenaga medis atau paramedis dalam memberikan pelayanan mengacu kepada standar dan prosedur sangat mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan terhadap

Judul Tesis : HUBUNGAN FAKTOR RESIKO PADA WANITA HAMIL DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENANGAN, KECAMATAN PERCUT SEI

Suatu utang yang berasal dari kegiatan operasional akan diklasifikasikan sebagai utang lancar jika utang ini akan dilunasi dengan menggunakan harta lancar dalam satu tahun ke

• Pemerintah Daerah dapat menerbitkan Obligasi Daerah hanya untuk membiayai kegiatan investasi sektor publik yang menghasilkan penerimaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat

Ekonomi Tiongkok mengarah ke kondisi yang lebih stabil yang tercermin dari cadangan devisa yang mulai meningkat, namun risiko pelemahan masih tinggi terindikasi dari

- Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan - Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan.. - Mencuci tangan dan menggosok gigi

[r]