• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2014"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 Perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 45,2 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp 24,5 juta.  Ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2014 tumbuh 5,49 persen melambat dibanding tahun 2013 sebesar 6,08

persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,48 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit sebesar 15,09 persen.

Ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan IV-2014 bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,66 persen melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,21 persen.  Ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan IV-2014 mengalami pertumbuhan 2,20 persen bila dibandingkan

triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 6,60 persen. Dari sisi pengeluaran sumber pertumbuhan terbesar pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga.

No. 11/02/17/Th.VIII, 5 Februari 2015

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

P

ROVINSI

B

ENGKULU

T

AHUN

2014

EKONOMI

BENGKULU

TUMBUH

5,49

PERSEN,

PERTUMBUHAN

TERENDAH

SEJAK

LIMA

TAHUN

TERAKHIR

A.

PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2014 (c-to-c)

Perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2014 tumbuh 5,49 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. jasa kesehatan dan kegiatan sosial merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,48 persen, diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,21 persen dan jasa lainnya sebesar 8,86 persen.

Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu tahun 2014 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: pertanian, kehutanan dan perikanan (31,21 persen); perdagangan besar dan eceran (13,42 persen) serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (9,00 persen).

BPS PROVINSI BENGKULU

Grafik 1. Pertumbuhan dan Distribusi Beberapa Lapangan Usaha 2014

8 . 6 7 9 . 2 1 7. 71 8 . 6 5 9 . 4 8 8 . 8 6 ,Pengadaan Listrik Gas Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi

Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan

Sosial

Jasa lainnya

Per t umb uhan ( %)

31.21 6.37 8.96 7.62 13.42 6.31 Pertanian Industri Pengolahan Perdagangan Besar & Eceran

Transportasi Administrasi Pemerintahan

Jasa Pendidikan

(2)

Penciptaan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2014 sebesar 5,49 persen sangat dipengaruhi oleh lapangan usaha yang memiliki tingkat pertumbuhan dan peranan yang cukup besar, dalam ini lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,95 persen, diikuti lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, serta lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib masing-masing sebesar 0,79 persen dan 0,54 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2014 Terhadap Triwulan IV-2013 (y-on-y)

Pada triwulan IV-2014 Ekonomi Provinsi Bengkulu tumbuh 5,66 persen bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pengadaan listrik dan gas merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 14,0 persen, diikuti jasa keuangan sebesar 13,4 persen dan penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar 10,7 persen.

Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan IV-2014 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: pertanian, kehutanan dan perikanan (31,0 persen); perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor (13,1 persen) dan administrasi pemerintahan (9,3 persen) .

Sementara itu, sumber utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan IV-2014 adalah perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,96 persen, diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,74 persen dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,69 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2014 Terhadap Triwulan III-2013(q-to-q)

Perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan IV-2014 mengalami pertumbuhan sebesar 2,20 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi diciptakan oleh lapangan usaha jasa keuangan sebesar 6,60 persen, diikuti oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 6,11 persen.

Grafik 3. Pertumbuhan PDB q to q Menurut Lapangan Usaha

Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha

Grafik 3. Pertumbuhan PDRB q tp q Menurut Lapangan Usaha

(3)

B.

PDRB MENURUT PENGELUARAN

Pertumbuhan Kumulatif Triwulan IV-2014 (c-to-c)

Mengamati perekonomian sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 sebesar 5,49 persen terjadi pada seluruh komponen. pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumahtangga (LNPRT) merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,09 persen, diikuti oleh pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 10,58 persen, Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 8.02 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 6,03 persen.

Struktur ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2014 menurut pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga (65,19 persen), diikuti impor barang dan jasa (64,97 persen), pembentukan modal tetap bruto (42,05 persen) dan ekspor barang dan jasa (32,46 persen)

Penciptaan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2014 sebesar 5,49 persen dari sisi pengeluaran terlihatn bahwa komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,78 persen, diikuti PMTB sebesar 3,47 persen, impor barang dan jasa sebesar 2.93 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 2,03 persen sedangkan komponen lainnya masih dibawah satu persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2014 Terhadap Triwulan IV-2013 (y-on-y)

Pada triwulan IV-2014 perekonomian Provinsi Bengkulu tumbuh 5,66 persen bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen. Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan komponen yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 10,46 persen, diikuti pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 9,29 dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 6,46 persen.

Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran Grafik 4. Pertumbuhan dan Distribusi

Beberapa Komponen 2014 2.15 1.31 0.15 0.40 3.78 3.78 6.08 5.49 2013 2014

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Pengeluaran LNPRT

Lainnya Pertumbuhan

(4)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2014 Terhadap Triwulan III-2013 (q-to-q

Ekonomi Bengkulu triwulan IV-2014 tumbuh sebesar 2.20 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan yang terjadi pada seluruh komponen. Komponen konsumsi pemerintah merupakan komponen dengan pertumbuhan q-toq terbesar dibandingkan dengan komponen lainnya yaitu sebesar 10,16 persen. Kondisi ini seiring dengan berakhirnya penyerapan anggaran pemerintah pusat maupun daerah di akhir tahun 2014. Hal serupa terjadi pada komponen PMTB.

Tabel 1. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 Tahun 2014 (Persen) Lapangan Usaha Triw III- 2014 terhadap Triw II-2014 Triw IV-2014 terhadap Triw III-2014 Triw IV-2014 terhadap Triw IV-2013 Laju Pertumbuhan 2014 Sumber Pertumbuhan 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,12 1,25 2,4 2,5 0,79

B Pertambangan dan Penggalian 0,93 0,52 3,0 6,2 0,25

C Industri Pengolahan 1,60 1,21 4,1 6,4 0,40

D Pengadaan Listrik , Gas dan Produksi Es 2,73 6,11 14,0 8,7 0,01 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang 1,36 0,98 4,5 2,6 0,01

F Konstruksi 2,20 2,69 4,1 6,3 0,28

G Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 2,94 1,82 6,8 6,7 0,95

H Transportasi dan Pergudangan 3,09 2,52 7,6 6,3 0,49

I Penyedian Akomodasi dan Makan Minum 3,50 1,79 10,7 9,2 0,13

J Informasi dan Komunikasi 2,93 1,46 7,2 7,7 0,32

K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,71 6,60 13,4 6,1 0,22

L Real Estate 1,45 2,11 5,6 6,3 0,28

M,N Jasa Perusahaan 2,09 2,57 7,8 6,3 0,14

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,62 4,37 8,2 6,4 0,54

P Jasa Pendidikan 2,77 3,53 9,4 8,7 0,52

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3,70 3,87 10,4 9,5 0,13

R,S,T,U Jasa Lainnya 1,75 3,28 9,2 8,9 0,06

NILAI TAMBAH BRUTO

ATAS HARGA DASAR KONSTAN 2,08 2,20 5,66 5,49 5,49

Grafik 6. Pertumbuhan PDB q to q Beberapa Komponen

(5)

Tabel 2. Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bengkulu Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010

Tahun 2014 (Persen)

Komponen Triw III- 2014 Terhadap Triw II-2014 Triw IV-2014 terhadap Triw III-2014 Triw IV-2014 terhadap Triw IV-2013 Laju Pertumbuhan 2014 Sumber Pertumbuhan 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2.85 1.11 6.46 6.03 3.78

2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0.98 0.45 9.29 15.09 0.40

3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.22 10.16 10.46 10.58 2.03 4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 3.43 4.06 5.39 8.02 3.47

5 Perubahan Inventori 0.79 2.31 10.37 21.76 0.41

6 Ekspor Barang dan Jasa 4.25 1.86 1.85 -4.44 -1.66

7 Dikurangi Impor Barang dan Jasa 5.11 4.36 5.95 4.38 2.93

PRODUK DOMESTIK BRUTO 2.08 2.20 5.66 5.49 5.49

Tabel 3. PDRB Perkapita Provinsi Bengkulu Tahun Dasar 2010 Tahun 2012-2014

Uraian 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

PDRB Per kapita Atas Dasar Harga Berlaku

- Nilai (rupiah) 20.298.912 22.300.148 24.520.477

PDRB Per kapita Atas Dasar Harga Konstan

(6)

Tabel 4. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2012-2014 (Juta Rupiah)

LAPANGAN USAHA 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

1. PERTANIAN 9.386.620,02 10.509.437,45 11.458.754,53

2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 1.014.388,70 1.063.836,93 1.137.246,40

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 1.064.413,58 1.230.745,32 1.378.563,03

5. BANGUNAN 917.445,95 1.039.549,79 1.168.782,26

6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 4.591.124,16 5.316.026,18 6.007.964,32

7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 1.956.256,14 2.208.590,09 2.452.996,92

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JS. PRSH. 1.172.429,51 1.350.989,95 1.513.157,89

9. JASA-JASA 3.883.153,42 4.512.828,61 5.223.298,41

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 24.112.456,21 27.376.991,84 30.498.971,10

Tabel 5. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 Tahun 2012-2014 (Juta Rupiah)

LAPANGAN USAHA 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

1. PERTANIAN 3.505.807,29 3.651.526,06 3.772.941,50

2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 336.102,12 339.489,76 348.903,59

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 416.771,62 448.153,27 478.958,99

4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 46.941,83 49.320,81 51.148,79

5. BANGUNAN 298.813,88 313.926,23 333.172,99

6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 1.899.825,42 2.054.475,80 2.182.795,93

7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 787.541,69 837.569,08 889.341,39

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JS. PRSH. 469.885,92 507.444,52 542.411,18

9. JASA-JASA 1.705.339,47 1.851.377,04 2.010.456,41

(7)

Tabel 6. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2000 Tahun 2012-2014 (Juta Rupiah)

Komponen 2012 2013 2014

(1) (2) (3) (4)

1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 14,329,822.3 16,311,376.3 18,367,054.7

2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 225,577.4 235,855.2 280,157.8

3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,920,558.0 4,297,036.0 4,809,032.2

4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 2,619,782.4 3,027,786.9 3,468,874.8

5 Perubahan Inventori (1,379,034.9) (594,058.5) (522,198.9)

6 Ekspor Barang dan Jasa 7,665,379.9 8,069,068.6 8,730,106.2

7 Dikurangi Impor Barang dan Jasa 3,269,628.8 3,970,072.7 4,634,055.7

PRODUK DOMESTIK BRUTO 24,112,456.2 27,376,991.8 30,498,971.1

Tabel 7. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bengkulu Atas Dasar Harga Konstan Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2000

Tahun 2012-2014 (Juta Rupiah)

Komponen 2012 2013 2014

(1) (5) (6) (7)

1 Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 5,937,179.1 6,303,012.6 6,700,271.0

2 Pengeluaran Konsumsi LNPRT 98,381.6 96,978.2 109,543.7

3 Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1,569,451.2 1,625,462.9 1,730,289.9

4 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 1,115,853.4 1,207,980.0 1,315,479.7

5 Perubahan Inventori (345,149.9) (52,537.6) (2,291.4)

6 Ekspor Barang dan Jasa 2,907,257.9 2,953,396.5 3,035,230.1

7 Dikurangi Impor Barang dan Jasa 1,815,944.0 2,081,010.2 2,278,392.2

(8)

BPS PROVINSI BENGKULU

DATA

Mencerdaskan Bangsa

Informasi lebih lanjut hubungi :

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Rudy Nooryadi, S.Si, ME

Telepon: 0736-349117

(9)

Gambar

Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB  Menurut Lapangan Usaha
Grafik 5. Sumber Pertumbuhan PDB  Menurut Pengeluaran  Grafik 4. Pertumbuhan dan Distribusi
Tabel 1. Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010  Tahun 2014 (Persen)     Lapangan Usaha  Triw III- 2014 terhadap  Triw II-2014  Triw IV-2014 terhadap Triw III-2014  Triw IV-2014 terhadap Triw IV-2013  Laju  Pertumbuhan 2014  Sumber
Tabel 2. Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Bengkulu   Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010
+3

Referensi

Dokumen terkait

Bahan yang telah dipotong kemudian dikirim ke bagian pengepressan, yang berfungsi untuk memberikan bentuk bahan menjadi tutup botol sesuai dengan jenis tutup

Penanda genetik env SU dengan metode RT- PCR atau PCR dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi sapi Bali yang dicurigai terin- feksi penyakit

(1) Usaha budi daya tanaman perkebunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1), dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan unit pengolahan hasil tanaman

Dalam hal terdapat perbedaan data antara DIPA Petikan dengan database RKA-K/L-DIPA Kementerian Keuangan maka yang berlaku adalah data yang terdapat di dalam database

Kajian ini tidak hanya akan melihat bagaimana proses partisipasi masyarakat dalam penyusunan undang-undang, namun secara mendalam akan melihat latar belakang

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan

(3) Selama pelepasan masih dapat dicabut, maka atas perintah jaksa tempat dimana dia berada, orang yang dilepaskan bersyarat dapat ditahan guna menjaga ketertiban

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual sudah berjalan dengan baik hal ini berdasarkan perolehan rata-rata 83%, keaktifan