• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan jenis usaha yang dapat dikelola

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan jenis usaha yang dapat dikelola"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang Penelitian

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan jenis usaha yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat maupun keluarga. UKM mempunyai peranan penting bagi perekonomian sebuah negara, terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Eksistensi dan peran UKM dapat dikatakan cukup dominan dalam perkembangan perekonomian negara, yang dapat dilihat dari perannya dalam menyerap tenaga kerja, menopang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, investasi nasional dan devisa nasional Indonesia. Disamping sebagai penyerap tenaga kerja dan penghasil barang dan jasa, UKM juga memberikan pengaruh dalam menghasilkan ekspor dan dapat menjaga neraca pembayaran, khususnya dalam komoditi ekspor non-migas. Data BPS tahun 2012 menyebutkan jumlah UKM sebanyak 56,5 juta unit atau tumbuh 15,3 persen dari tahun 2006 yang sebanyak 49 juta unit (www.kemenkeu.go.id).

Pentingnya perlindungan bagi UKM tertulis dalam keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 1998 yang menyatakan bahwa, “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan menengah perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat”. Pemerintah telah menegaskan pentingnya pencatatan dan penyelenggaraan informasi akuntansi pada UKM. Hal

(2)

ini tertuang dalam Undang-undang UKM No. 9 Tahun 1995 dan Undang-undang Perpajakan No. 2 Tahun 2007 tentang pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi. Hanya saja banyak pengusaha kecil dan menengah kurang menyadari akan pentingnya hal ini. Upaya pemerintah tersebut masih membutuhkan penanganan yang lebih serius. Termasuk UKM di Jakarta, masih terdapat UKM yang belum menggunakan sistem informasi akuntansi dalam usahanya.

Keterbatasan UKM di Jakarta dalam menggunakan dan menghasilkan informasi akuntansi mengakibatkan kegagalan dalam pengembangan usaha. Kinerja suatu unit bisnis dapat diketahui melalui laporan keuangan entitas bisnis, dan informasi dalam akuntansi inilah yang digunakan oleh pihak internal maupun eksternal untuk menilai kinerja suatu entitas bisnis. Namun UKM di Jakarta belum melakukan pencatatan dengan baik dan hanya sebatas untuk pengingat, sehingga format laporan keuangan tidak sesuai dengan kriteria pengguna internal maupun eksternal laporan keuangan. Astuti (2007) mengungkapkan bahwa faktor penyebab permasalahan yang dapat mengakibatkan kegagalan pengusaha kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya adalah ketidakmampuan penggunaan sistem informasi akuntansi dan kurangnya informasi dari dalam maupun luar usaha, maka penggunaan sistem informasi sangat penting dalam suatu sistem disuatu UKM.

Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang

mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan

mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan. Sistem informasi akuntansi (SIA) dirancang untuk menghasilkan

(3)

informasi berupa informasi keuangan yang dibutuhkan oleh organisasi, serta membantu pekerjaan organisasi lebih baik dalam melakukan pekerjaannya. Penggunaan sistem informasi akuntansi dapat digunakan oleh berbagai macam jenis perusahaan, baik perusahaan jasa, perusahaan manufaktur, maupun perusahaan dagang. Sistem informasi akuntansi pada dasarnya dapat dioperasikan tanpa menggunakan teknologi komputer, akan tetapi keterlibatan teknologi komputer dalam menangani tugas-tugas organisasi dalam suatu sistem memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kelancaran dalam sebuah sistem, sehingga informasi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen dapat disajikan dengan cepat, tepat waktu dan akurat.

Penggunan sistem informasi akuntansi dilibatkan dengan adanya teknologi informasi. Teknologi informasi meliputi segala alat maupun metode yang terintegrasi untuk digunakan dalam menjaring atau menangkap data (capture), menyimpan (saving), mengolah (process), mengirim (distribute), atau menyajikan kebutuhan informasi secara elektronik kedalam berbagai format, yang bermanfaat bagi user (pemakai informasi). Menurut Bagu (2013) perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu perusahaan. Teknologi berpengaruh pada pengguna sistem informasi akuntansi karena akan memudahkan pengguna dalam melakukan input, akurasi hasil hitung, kecepatan proses penyelesaian informasi yang dibutuhkan, keamanan dan kemudahan penyimpanan data. Teknologi informasi dapat berupa kombinasi perangkat keras dan lunak dari komputer, non komputer (manual) maupun prosedur, operator, dan para manajer dalam suatu

(4)

sistem yang terpadu satu sama lain. Oleh sebab itu maka teknologi berpengaruh meningkatkan penggunaan SIA. Menurut Hameed dan Counsell (2014) karakteristik teknologi yang positif dan signifikan dalam penggunaan sistem

informasi akuntansi adalah keunggulan relatif (relative advantage) dan

kompatabilitas (compatibility).

Keunggulan relatif merupakan kemampuan yang diperoleh melalui

karakteristik dan suatu teknologi di suatu perusahaan untuk

memiliki teknologi yang lebih tinggi dibandingkan teknologi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam teknologi yang menjadi ciri yang membedakannya dengan yang lain. Menurut Mardia Rahmi (2013) pemanfaatan kemajuan teknologi adalah tingkat integrasi teknologi informasi pada pelaksanaan tugas-tugas akuntansi. Hubungan keunggulan relatife dengan penggunaan sistem informasi akuntansi adalah dengan adanya keunggulan relatife teknologi akan mengurangi biaya dan waktu dalam membuat laporan keuangan, memperbaiki kualitas operasi, meningkatkan efektivitas operasi dan lebih memudahkan pengguna SIA di UKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan semakin tinggi kunggulan relative teknologi, maka akan dapat meningkatkan pula minat dalam menggunakan sistem informasi akuntansi.

Karakteristik teknologi yang juga berperan penting dalam penggunan SIA adalah kompatibilitas (compatibility). Kompatibilitas adalah tingkat keserasian dari suatu inovasi teknologi, apakah dianggap konsisten atau sesuai dengan nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhan yang ada, dan sesuai dengan teknologi yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar teknologi yang lama tetap dapat digunakan,

(5)

selain karena alasan faktor biaya yang tidak sedikit, namun juga teknologi yang lama menjadi bagian dari proses transisi ke inovasi teknologi yang baru. Selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi. Rogers (2003) menekankan, kompatibilitas antara inovasi teknologi dalam penggunaan SIA dan kebijakan perusahaan akan membuat perusahaan lebih mudah dalam menggunakan SIA. Menurut Hameed (2012) pengaruh kompatabilitas dengan penggunaan SIA untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, menciptakan produk dan solusi bisnis yang tepat sehingga tercapainya tujuan UKM. Oleh karena itu sehingga dapat dikatakan bahwa dengan teknologi yang kompatibel atau sesuai dengan apa yang dipersepsikan oleh UKM akan dapat meningkatkan pengaruh penggunaan sistem informasi akuntansi.

Faktor kedua yang mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi adalah organisasi. Organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan terlibat dengan peraturan yang ada. Menurut Guo dan Wu (2010) kemampuan organisasi mengacu pada sejauh mana sumber daya yang tersedia dianggap setara dengan sumber daya yang diperlukan untuk berhasil mempertahankan dan menggunakan inovasi tertentu. Organisasi berpengaruh terhadap SIA karena penggunaan SIA ditentukan oleh organisasi di UKM tersebut. Suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bisa tercapai tujuan tersebut. Menurut Sila (2013) faktor organisasi seperti kesiapan organisasi (organizational readiness) dan

(6)

komitmen pemilik/manager (owner/manager commitment) memiliki peran penting dalam menentukan sistem informasi akuntansi.

Faktor organisasi yang pertama adalah kesiapan organisasi (organizational readiness). Organisasi yang dimaksud adalah pemilik dan karyawan yang berada dalam UKM. Kesiapan organisasi telah didefinisikan sebagai "kemampuan karyawan untuk berhasil mengadopsi, menggunakan, dan manfaat dari sistem informasi akuntansi. Kesiapan organisasi sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaan SIA, pengaruhnya karena tingkat kesiapan organisasi akan menentukan sukses tidaknya pengembangan atau penerapan sistem informasi akuntansi. Kesiapan organisasi berasal dari kesiapan secara finansial, pengetahuan, serta keahlian yang dimiliki setiap organisasi. Tanpa adanya keahlian dan pengetahuan tentang sistem informasi akuntansi, maka organisasi akan gagal dalam menerapkan penggunaan SIA dalam mencapai tujuan UKM. Oleh karena itu kesiapan organisasi yang maksimal dapat meningkatkan minat pengguna SIA serta akan tercapainya tujuan dalam menggunakan sistem informasi akuntansi.

Faktor organisasi yang kedua adalah komitmen pemilik/manajer. Komitmen pemilik/manajer dapat mendorong keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi, sebagaimana yang dinyatakan oleh Larsen (2003) bahwa dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan sistem informasi akuntansi, komitmen pemilik/manajer adalah faktor utama dan sangat penting, karena inti dari komitmen adalah keterikatan dan loyalitas seorang manajer kepada perusahaan yang akan mendorong mereka untuk selalu bekerja dalam

(7)

berbagai situasi. Hubungan komitmen pemilik/manajer berpengaruh terhadap penggunaan SIA karena manajer yang menentukan penggunaan SIA di UKM tersebut, manajer memiliki kualitas profesional, mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu memanfaatkan peluang dan mengantisipasi tantangan yang akan terjadi di masa datang, Sehingga dalam suatu perusahaan atau UKM komitmen pemilik/manajer menjadi faktor utama yang mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi.

Faktor terakhir yang mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi adalah faktor lingkungan. Frederick H.WU dalam Jogiyanto (1997) menyatakan bahwa suatu sistem beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya untuk

mencapai sasaran (objective) tertentu. Suatu sistem menunjukkan tingkah lakunya

melalui interaksi di antara komponen-komponen di dalam system dan di antara lingkungannya. Untuk dapat mencapai sasaran yang dituju di dalam UKM maka system perlu untuk berinteraksi dengan lingkungan. Grover dan Saeed, (2007) ; Teo et al, (2003) mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan seperti tekanan kompetitif, dukungan pemerintah, dan jaringan informal.

Faktor lingkungan yang pertama adalah tekanan kompetitif (competitive

pressure). Tekanan kompetitif berupa ancaman pemain baru dan persaingan antar UKM. UKM dapat berhasil dalam jangka panjang jika UKM tersebut berhasil mengembangkan strategi untuk menghadapi lime tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam industrinya. Tekanan kompetitif berpengaruh terhadap penggunaan SIA karena para pesaing bisnis yang menggunakan SIA disekitar lingkungan UKM akan mencontohkan kemudahan

(8)

bagi organisasi dalam melakukan aktifitas, seperti membuat laporan keuangan, meningkatkan produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan keunggulan besar. Secara langsung atau tidak langsung, persaing bisnis ikut menentukan tingkat keuntungan yang diraih oleh UKM dalam menggunakan SIA. Oleh karena itu tekanan kompetitif yang menunjukan kesuksesan dalam dalam penggunaan SIA akan berpengaruh meningkatkan minat penggunaan SIA pada UKM disekitar lingkungannya.

Faktor lingkungan selanjutnya yang berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi adalah dukungan pemerintah. Peran pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas perekonomian di indonesia adalah suatu kewajiban dan tugas pemerintah untuk mensejahterakan seluruh warga masyarakat Indonesia. Dukungan pemerintah akan mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi karena pemerintah dapat menginspirasi organisasi untuk menggunakan SIA dengan cara mendorong, mencontohkan, memfasilitasi dan mengatasi berbagai kendala yang menghambat dalam penggunaan, sehingga UKM dapat mencapai tujuan dan meningkatkan kinerja organisasi dalam membuat laporan keuangan. Sehingga dapat disimpulkan dukungan pemerintah yaang mendorong penggunaan SIA akan meningkatkan pengguna SIA di UKM.

Faktor lingkungan terakhir yang mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi yaitu jaringan informal. Jaringan informal terdiri dari pihak yang memiliki hubungan dekat dengan pemilik/manager seperti teman-teman, kerabat, dan staf. Menurut Allinson et al., (2004) jaringan informal berpengaruh dalam penggunaan SIA karena jaringan informal memiliki ikatan kuat dengan organisasi

(9)

perusahaan dan menjanjikan tingkat kepercayaan yang besar tentang manfaat SIA, sehingga akan mempengaruhi pemilik perusahaan untuk meningkatkan efektivitas aliran informasi dan memberikan pengetahuan di dalam organisasi tentang manfaat penggunaan SIA, serta menyampaikan fakta-fakta dan informasi kepada pemilik UKM. Dengan demikian sehingga dapat dikatakan jaringan informal yang telah menggunakan dan memperkenalkan SIA kepada organisasi UKM akan berpengaruh meningkatkan minat penggunaan SIA pada UKM tersebut.

Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengungkap permasalahan yang dialami oleh UKM tersebut yaitu dengan dilakukannya penelitian-penelitian tentang penyiapan dan penggunaan Informasi Akuntansi. Dalam pengaruh teknologi didapatkan penelitian sebelumnya. Penelitian Anike Dwi (2011) yang mengungkapkan kegagalan penggunaan sistem informasi akuntansi disebabkan oleh teknologi, dan pada tahun berikutnya hasil penelitian Rahab (2009) menunjukkan bahwa keunggulan relatif mempunyai pengaruh positif secara signifikan mengadopsi teknologi yang menyatakan bahwa keungulan relatif memiliki pengaruh positif pada penggunaan sistem informasi akuntansi pada tingkat keyakinan yang tinggi, dan sebuah penelitian Hameed dan Counsell (2014) menunjukkan bahwa keunggulan relatife dan kompatibilitas dibandingkan dengan karakteristik teknologi lainnya telah dilaporkan sebagai positif dan signifikan mempengaruhi keputusan penggunaan sistem informasi akuntansi.

Penelitian sebelumnya tentang pengaruh organisasi didapatkan penelitian sebelumnya. Wahyudi (2009) melakukan penelitian terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil dan menengah yang menunjukkan hasil

(10)

bahwa variabel skala usaha dan pendidikan organisasi berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi. Menurut penelitian Riskei (2010) menyebutkan bahwa komitmen manajer puncak dan keterlibatan pengguna dalam pengembangan sistem informasi akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi. Dengan demikian, manajer berkomitmen untuk memainkan peran yang dominan dalam mempengaruhi anggota organisasi untuk merangkul SIA. Hasil penelitian Wulan Witalizma (2015) kesiapan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi. Menurut penelitian Anwar (2012) faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi adalah komitmen pemilik/manajer, dan menurut Aldi Anwar (2012) keberhasilan penggunaan sistem informasi akuntansi dipengaruhi oleh kesiapan organisasi di perusahaan.

Penelitian sebelumnya tentang pengaruh lingkungan didapatkan penelitian sebelumnya penelitian Zhu dan Kraemer (2010) faktor lingkungan mengacu pada tingkat tekanan dari pesaing dalam lingkungan di mana bisnis beroperasi. Dengan kata lain, ketika pesaing mulai menggunakan SIA, UKM akan terdorong untuk mulai mempelajari dan menggunakan SIA lebih luas sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mempertahankan daya saing mereka. Pentingnya dukungan pemerintah tentang penggunaan teknologi SIA telah dilaporkan secara empiris oleh banyak peneliti (Riyadh et al., 2009; Zhu dan Kraemer,2000; Tan et al., 2009). Oleh karena itu, maka dukungan pemerintah berperan penting dalam mempromosikan sistem informasi akuntansi, memfasilitasi penggunaan dan

(11)

mengatasi berbagai kendala yang menghambat penggunaannya di antara UKM. Menurut penelitian Allinson et al (2004) jaringan informal yang memiliki ikatan kuat dengan organisasi di UKM, menjanjikan tingkat yang lebih, dan kepercayaan yang besar, sehingga mudah diakses dibandingkan dengan jenis yang lebih formal jaringan terhadap SIA dan menurut penelitian Abd Alwali Lutfi, Kamil Md Idris, dan Rosli Mohamad (2016) yang membuktikan pengaruh teknologi, organisasi dan lingkungan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha kecil menengah. Dalam penelitian tersebut di dapatkan hasil dari faktor teknologi bahwa kompatibilitas mempengaruhi penggunaan SIA sedangkan keunggulan relatif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengguna SIA. Selanjutnya pada faktor organisasi bahwa komitmen pemilik cenderung memiliki tingkat yang lebih besar dari pengguna SIA dibandingkan dengan kesiapan organisasi. Dan untuk faktor lingkungan tekanan kompetitif memiliki efek terkuat kedua pada penggunaan SIA setelah kompatibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus pesaing bisnis berhasil merangkul pengguna dengan manfaat yang wajar, UKM bermaksud untuk meniru langkah itu. Seperti memindahkan berpotensi mereka untuk menghindari risiko yang ditanggung pertama. Dukungan pemerintah memiliki hubungan yang wajar dan positif dalam SIA, sedangkan jaringan informal tidak berpengaruh terhadap penggunaan SIA.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji kebenaran pada pengaruh teknologi, organisasi dan faktor lingkungan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh Abd Alwali Lutfi, Kamil Md

(12)

Idris, dan Rosli Mohamad (2016). Pada penelitian sebelumnya, didapatkan hasil penelitian bahwa pengaruh teknologi, organisasi, dan lingkungan mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha kecil menengah di Yordania. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah lingkungan dan lokasi. Penelitian sebelumnya di lakukan pada UKM di negara Yordania, sedangkan penelitian ini dilakukan di UKM Jakarta dan faktor lingkungan Indonesia yang berbeda dengan Yordania.

Melihat beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan Sistem Informasi Akuntansi pada UKM, maka peneliti tertarik untuk mengembangkan dan

melakukan penelitian yang berjudul „’Pengaruh Keunggulan Relatif,

Kompatabilitas, Kesiapan Organisasi, Komitmen Pemilik atau Manajer, Tekanan Kompetitif, Dukungan Pemerintah, Dan Jaringan Informal Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Kecil Dan Menengah (UKM)’’. (Studi Kasus Pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jakarta Barat)

B. Rumusan Masalah Penelitian

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan jenis usaha yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat maupun keluarga. UKM mempunyai peranan penting bagi perekonomian sebuah negara, terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, dalam laporan keuangan yang disajikan UKM belum melakukan pencatatan dengan baik dan hanya sebatas untuk pengingat, sehingga format laporan keuangan tidak sesuai dengan kriteria

(13)

pengguna internal maupun eksternal laporan keuangan. Sistem informasi akuntansi (SIA) untuk menghasilkan informasi berupa informasi keuangan yang dibutuhkan oleh organisasi, serta membantu pekerjaan organisasi lebih baik dalam melakukan pekerjaanya. Hanya saja banyak pengusaha kecil dan menengah kurang menyadari akan pentingnya penggunaan sistem informasi akuntansi. Dalam penelitian ini akan dibahas beberapa faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah keunggulan relatif teknologi berpengaruh terhadap penggunaan

sistem informasi akuntansi pada UKM ?

2. Apakah kompatibilitas teknologi berpengaruh terhadap penggunaan sistem

informasi akuntansi pada UKM ?

3. Apakah kesiapan organisasi berpengaruh terhadap penggunaan Sistem

Informasi Akuntansi pada UKM ?

4. Apakah komitmen pemilik/manajer organisasi berpengaruh terhadap

penggunaan Sistem Informasi Akuntansi pada UKM ?

5. Apakah tekanan kompetitif berpengaruh terhadap penggunaan sistem

informasi akuntansi pada UKM ?

6. Apakah dukungan pemerintah berpengaruh terhadap penggunaan sistem

informasi akuntansi pada UKM ?

7. Apakah jaringan informal berpengaruh terhadap penggunaan sistem

(14)

C. Tujuan dan Kontribusi Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :

1. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah keunggulan relatif teknologi

berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM

2. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah kompatibilitas teknologi

berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM

3. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah kesiapan organisasi

berpengaruh terhadap penggunaan Sistem Informasi Akuntansi pada UKM

4. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah komitmen pemilik/manajer

organisasi berpengaruh terhadap penggunaan Sistem Informasi Akuntansi pada UKM

5. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah tekanan kompetitif

berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM

6. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah dukungan pemerintah

berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada UKM

7. Untuk menguji dan memberikan bukti apakah jaringan informal

(15)

2. Kontribusi Penelitian

a. Memberikan kontribusi bagi pengguna sistem informasi akuntansi untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan SIA sehingga SIA yang dikembangkan akan memberikan manfaat besar bagi UKM.

b. Memberikan kontribusi bagi penulis untuk dapat mengembangkan serta

membuktikan penelitian dari penelitian sebelumnya yang penelitian sebelumnya dilakukan di negara yang berbeda yaitu negara Yordania.

c. Memberikan kontribusi bagi akademik diharapkan dapat menambah

pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa, serta dapat dijadikan referensi untuk penelitian dalam bidang sistem informasi akuntansi dimasa yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Benar bahwa terapi simptomatis cukup membantu, namun faedahnya hanya bersifat sementara dan tidak mungkin meraih kesembuhan sepenuhnya, maka dari itu satu-satunya upaya

Sosok nilai yang menunjukan kualitas termoelektrik suatu bahan dapat dilihat salah satunya dari BiSbTe paduan material yang menghasilkan nilai ZT puncak 1,4 pada suhu 100

Abstrak: Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang kedua, dimana solat lima waktu ini wajib hukumnya atas setiap orang muslim yang beriman, namun pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan rekomendasi peningkatan kualitas layanan penjualan online pada website Esgotado yang sesuai dengan True Customer Needs (TCN)..

Sikap demokrasi adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap warga negara, dalam menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalam demokrasi yaitu: mengutamakan

mempergunakan harta kekayaan perseroan, dilarang menggunakan informasi perseroan, tidak menggunakan posisi untuk kepentingan pribadi, tidak mengambil atau menahan

Konsep toleransi menurut Ketus GP Ansor Ngantru adalah sikap tidak saling menyalahkan terhadap kelompok yang memiliki perbedaan pandangan dalam hal fiqih atau mahzab. Sedangkan

Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data secara bertahap terhadap variabel Produk Wisata, Kualitas Pelayanan ,Electronic Word of Mouth, dan Keputusan Berkunjung