• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Arsyad S Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor. Avery TE, Burkhart HE Forest Measurements, McGraw-Hill, New York.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Arsyad S Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor. Avery TE, Burkhart HE Forest Measurements, McGraw-Hill, New York."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Alder D. 1980. Forest Volume Estimation and Yield Prediction. Vol. 2. Yield Prediction. FAO. Rome.

Arrijani, Setiadi D, Gujharja E, Qayim I. 2006. Korelasi model arsitektur pohon dengan laju aliran batang, curahan tajuk, infiltrasi, aliran permukaan dan erosi: studi kasus tentang peranan vegetasi dalam konservasi tanah dan air pada sub DAS Cianjur Cisokan Citarumtengah. FPSIPB, 29: 215-225. Arsyad S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Asdak C. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Avery TE, Burkhart HE. 1994. Forest Measurements, McGraw-Hill, New York. Baroto JABK. 2001. Penggunaan teknik kriteria ganda dalam pemilihan metode

pengaturan hasil pada tingkat kesatuan pengelolaan hutan (Studi kasus pada tiga kesatuan pemangkuan hutan Perum Perhutani). [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Program Pascasarjana. Tidak diterbitkan.

Belsley DA, Kuh E, Welsch RE. 2005. Regression Diagnostics: Identifying Influential Data and Sources of Collinearity. Wiley-Interscience. Hoboken. Bennet HH. 1995. Soil Concervation. McGraw-Hill Book Company, Inc. New

York.

Boland DJ, Brooker MIH, Chippendale GM, Hall N, Hyland BPM, Johnston RD, Kleinig DA, Turner JD. 1989. Forest Trees of Australia. Over 200 of Australia’s Most Important Native Trees Described & Illustrated. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization- CSIRO. Australia.

Bruce D, Schumacher FX. 1950. Forest Mensuration. Mc. Graw Hill Book Co. Inc. New-York.

Campinhos EN. 1993. A Brazilian example of a large scale forestry plantation in tropical region: Aracruz. In: J Davinson (ed.). Proceedings of The Regional Symposium on Recent Advances in Mass Clonal Multiplication of Forest Trees for Plantation Programmes. FAO, Los Banos, Philipines: 46-59.

Chapman SB. 1950. Forest Management. The Hildreth Press, Publisher, Bristol, Conn.

Davis LS, Johnson KN. 1987. Forest Management. 3th Edition. McGraw-Hill Book Co. New York.

(2)

Davis LS, Bettinger PS, Howard TE. 2001. Forest Management: to sustain ecological, economic, and social values. 4thEdition. McGraw-Hill Book Co. New York.

[Dephut] Departemen Kehutanan. 1999. Pedoman Teknis Penanaman Jenis-jenis Kayu Komersil. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan. Jakarta.

__________________________. 1989. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 564/Kpts/II/1989 tentang Pedoman Teknik Silvikultur TPTI. Departemen Kehutanan. Jakarta.

[Dirjen RRL] Direktur Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan. 1998. Penilaian dan Pengukuran Hasil Rehabilitasi Hutan Bantuan OECF di Sumatera Selatan. Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan, Departemen Kehutanan. Jakarta.

Draper NR, Smith H. 1998. Applied Regression Analysis. Third Edition. John Wiley & Sons, Inc., Sydney.

Dulsalam. 2010. Keteknikan dan Pemanenan Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan dan Pengolahan Hasil Hutan. Bogor.

Eldridge K, Davidson J, Harwood C, Wyk GV. 1993. Eucalypt Domestication and Breeding. Clarendon Press. Oxford.

Eriyatno. 1999. Ilmu Sistem Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. IPB Press. Bogor.

ESRI. 1995. Understanding GIS. The ARC/INFO Method (Version 7 for Unix and Open VSMTM). John Wiley & Sons. New York.

Evans J. 1992. Plantation Forestry in The Tropis.2nd ed. Clarendom Press, Oxford.

FAO. 1993. Forest Resource Assesssment 1990. Tropical Countries. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome.

____. 1998. Guidelines for The Management of Tropical Forests. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome.

Fisher RF, Binkley D. 2000. Ecology and Management of Forest Soil. John Willey & Sons, Inc.

(3)

Gonçalves JLM, Barros NF, Nambiar EKS, Novais RF. 1997. Soil and stand management for short rotation plantations. In: Nambiar EKS and Brown AG (eds). Management of Soil Nutrient and Water in Tropical Plantation Forest. ACIAR. Australia.

Grant WE, Pedersen EK, Marin SL. 1997. Ecology and Natural Resource Management: systems analysis and simulation. John Wiley & Sons. Inc. Toronto Canada.

Hamilton LS, King PN. 1997. Daerah Aliran Sungai Hutan Tropika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta, penerjemah: Suryanata K, Tjitrosoepomo (editor). Terjemahan dari: Tropical Forested Watersheds.

Harbagung. 2010. Teknik dan Perangkat Pangaturan Hasil: sintesa hasil penelitian kuantifikasi pertumbuhan dan hasil tegakan hutan tanaman. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. Bogor. Harmoko AD. 2004. Inventarisasi hasil-hasil penelitian tentang pertumbuhan

pohon dan pengaturan hasil hutan di Indonesia [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan, Departemen Manajemen Hutan. Tidak diterbitkan.

Harwood CE. 1998. Eucalyptus pellita An Annotated Bibliography. CSIRO Publishing, Victoria, Australia.

Helms JA (Editor). 1998. The Dictionory of Forestry. The Society of American Foresters and CABI Publishing, Bethesda and Wallington.

Husch B, Beers TW, Kershaw JA. 2003. Forest Mensuration. Fourth edition. New Jersey: John Wiley & Sons.

Iskandar U. 2004. Kebijakan pembangunan hutan tanaman industri. Di dalam: Hardiyanto EB dan Arisman H.2004. Pembangunan Hutan Tanaman Acacia mangium. Pengalaman di PT. Musi Hutan Persada, Sumatera Selatan. PT. Musi Hutan Persada. Hal.: 43 – 89.

Ispriyanto, Arifjaya NM, Hendrayanto. 2001. Aliran permukaan dan erosi di areal tumpangsari tanaman Pinus merkusii Jungh. et de Vriese. Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 7 (1): 37 - 47.

Jayaraman K, Rugmini P. 2008. Optimazing management of even-aged teak stands using growth simulation model: a case study in Kerala. Journal of Tropical Forest Science 20 (1): 19–28.

[Kepmenhut] Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 70/Kpts-II/1995 tentang Pengaturan Tata Ruang Hutan Tanaman Industri. Departemen Kehutanan. Jakarta.

(4)

Kramer PJ, Kozlowski TT. 1960. Physiology of Trees. Mc Graw-Hill Book Co., New York Toronto London.

Krebs CJ. 1994. Ecology The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. Addision-Wesley Educational Publishers, USA.

Krisnawati H. 2001. Pengaturan hasil hutan tidak seumur dengan pendekatan dinamika struktur tegakan (Studi kasus hutan alam bekas tebangan. [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Program Pascasarjana. Tidak diterbitkan. Krisnawati H, Kallio M, Kanninen M. 2011. Acacia mangium Willd. Ekologi,

Silvikultur dan Produktivitas. Center for International Forestry Research. Bogor.

Kuncahyo B. 2006. Model simulasi pengaturan hasil lestari yang berbasis kebutuhan masyarakat desa hutan [disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana. Tidak diterbitkan.

Kustiawan D. 2006. Implementasi kebijakan pembangunan hutan tanaman industri. Di dalam: Seminar Kebijakan Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Pengembangan Industri Pulp di Indonesia. Hotel Le Meridien Jakarta, 28 Juni 2006.

Kutner MH, Nachtsheim CJ, Neter J, Li W. 2005. Applied Linier Statistical Models. McGraw-Hill Irwin. Boston.

[LEI] Lembaga Ekolabel Indonesia. 2003. Sistem Sertifikasi Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari. Lembaga Ekolabel Indonesia. Bogor.

Leksono B. 2010. Efisiensi seleksi awal pada kebun benih semai Eucalyptus pellita. Jurnal Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Vol. 7 (1): 1-13.

Levin RI, Recknagel AB, Stevenson DD, Bartoo RA. 1989. Forest Management. The Ronald Press Company. New York.

Mackensen J. 2000. Kajian Suplai Hara Lestari pada Hutan Tanaman Cepat Tumbuh, Implikasi Ekologi dan Ekonomi di Kalimantan Timur. Badan kerjasama teknis Jerman-Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH. Jerman.

Marwa J. 2010. Model dinamika pengaturan hasil hutan tidak seumur dan kontribusinya terhadap ekonomi daerah (Studi kasus IUPHHK PT Bina Balantak Utama, Kabupaten Sarmi, Papua) [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana. Tidak diterbitkan.

(5)

Meyer HA, Recknagel AB, Stevenson DD, Bartoo RA. 1961. Forest Management. The Ronald Press Company. New York.

Mindawati N. 2010. Pengelolaan hutan tanaman penghasil kayu pulp. Di dalam: Rencana penelitian integratif (RPI) tahun anggaran 2010 – 2014: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta. Hal.: 299 – 335.

Mindawati N, Indrawan A, Mansur I, Rusdiana O. 2010. Kajian pertumbuhan tegakan Eucalyptus urograndisdi Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. Vol. 7(1): 39 – 50.

Montgomery DC, Peck AE, Vining GG. 2001. Introduction to Linear Regression Analysis. Wiley. New York.

Muhammadi EA, Soesilo B. 2001. Analisis Sistem Dinamis, Lingkungan Hidup, Sosial, Ekonomi, Manajemen. UMJ Press. Jakarta.

Nambiar EKS. 1996. Sustained productivity of forest is a continuing challenge to soil science. Soil Science Society of America Journal 60. 1629-1642.

___________. 2004. Science and technology for sustainable development of plantation forest. Australian Forestry 66: 43-50.

Nambiar EKS, Brown AG. 1997. Toward sustained productivity of tropical plantations: Science and Practice. In: Nambiar EKS, Brown. (eds). Management of Soil, Nutrients and Water in Tropical Plantation Forest ACIAR, CSIRO and CIFOR: 527-557.

Onyekwelu JC. 2005. Site index curves for site quality assessment of Nauclea diderrichiimonoculture plantations in Omo Forest Reserve, Nigeria. Journal of Tropical Forest Science 17 (4): 532 – 542.

Osmaston FC. 1968. The Management of Forest. George Allen and Unwin, Ltd. London.

Parthama P. 2002. Pengaturan hasil hutan alam produksi. Di dalam: Diskusi Penentuan AAC Hutan Alam Produksi Bekas Tebangan. Jakarta, 21 Februari 2002. Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan DFID-FRP (The University of Edinburgh). Hal.: 6 – 9.

[PP] Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1990 tentang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI). Departemen Kehutanan. Jakarta.

[PP] Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1999 tentang Pengusahaan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan pada Hutan Produksi. Departemen Kehutanan. Jakarta.

(6)

[PP] Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Permenhut [Peraturan Menteri Kehutanan] Nomor: P. 32/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungan (RTkRHL-DAS). Kementerian Kehutanan. Jakarta. Perum Perhutani. 1974. Surat keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No.

143/KPTS/DJ/1974 tentang Peraturan Inventarisasi Hutan Jati dan Peraturan Penyusunan Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan, Khusus Kelas Perusahaan Tebang Habis Jati. PHT 19 Seri Produksi 11 Tahun 1974. Perum Perhutani. Jakarta.

Prahasta E. 2007. Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografi, Penerbit Informatika. Bandung.

Pratiwi. 2000. Pemanfaatan organik sisa tumbuhan untuk mengurangi aliran permukaan, erosi dan kehilangan unsur hara di lahan marginal – Muara Dua, Lampung. Buletin Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. No. 624: 30-39. ______. 2007. Laju aliran permukaan dan erosi di beberapa hutan tanaman dan

beberapa alternatif upaya perbaikannya. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol. 4 (3): 267-276.

Pratiwi, Mindawati. 2005. Laju aliran permukaan, tingkat erosi dan kehilangan unsur hara pada berbagai umur tegakan Acacia mangium Willd. di Riau. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 2 (3): 251 – 257.

Prodan M. 1968. Forest Biometrics. Perganon. Oxford-London.

Pudjiharta A. 2001. Aspek hidrologi dari eucalyptus. Buletin Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol. 2 (1): 23 – 29.

Puntodewo A, Dewi S, Tarigan J. 2003. Sistem Informasi Geografis untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. CIFOR. Bogor.

Purnomo H. 2005. Teori Sistem Kompleks, Pemodelan dan Simulasi untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Purwanto E, Ruijter J. 2004. Hubungan antara hutan dan fungsi Daerah Aliran Sungai. Di dalam: Agus, Noordwijk F, Rahayu S. Dampak Hidrologis Hutan, Agroforestri dan Pertanian Lahan Kering sebagai Dasar Pemberian Imbalan Kepada Penghasil Jasa Lingkungan di Indonesia. Prosiding Lokakarya, Singkarak 25 – 28 Februari 2004. Hal.: 24 – 31.

(7)

Quilhó T, Miranda I, Pereira H. 2006. Within-tree variation in wood fibre biometry and basic density of the urograndis eucalypt hybrid (Eucalyptus grandis x E. urophylla). Journal IAWA, Vol. 27 (3): 243–254.

Roise JP, Cubbage FW, Abt RC, Siry JP. 2000. Regulation of timber for sustainable management of industrial forest plantations – theory and ptactice. In: Gadow KV, Pukkala T, Tome M. Sustainable Forest Management. Kluwer Academic Publishers. AA Dordrecht, Netherland. P. 217 – 255.

Schmidt FH, Ferguson JHA. 1951. Rainfall Types Based on Wet and Dry Period Ratios for Indonesia with Western New Guinee. Verhandelingen No. 42. Kementrian Perhubungan, Jawatan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta. Seydack AHW. 1995. An unconventional approach to timber yield regulation for

multi aged species forest I: fundamental consideration. Forest Ecology and Management. Vol. 77: 139-153.

Sholten JH, Stillwell HJ. 1990. Geographic Information System and Regional Planning. Kluwer Academic Publisher. Netherland.

Sihite O. 2008. Hubungan umur pohon Eucalyptus sp dengan kandungan pentosan bahan baku pulp pada PT Toba Pulp Lestari [tesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara. Sekolah Pascasarjana. Tidak diterbitkan.

Simon H. 1993. Hutan Jati dan Kemakmuran Problema dan Strategi Pemecahannya. Bigraf Publishing. Yogyakarta.

_________. 2007. Metode Inventore Hutan. Pustaka Belajar. Yogyakarta.

_________. 2010. Perencanaan Pembangunan Sumberdaya Hutan. Jilid I.A. Celeban Timur. Yogyakarta.

Sinukaban N. 2003. Bahan Kuliah Teknologi Pengelolaan DAS. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soares P, Tome M, Skovsgaard JP, Vanclay JK. 1995. Evaluating a growth-model for forest management using continuous forest inventory data. Forest Ecology and Management 71: 251–265.

Spurr SH. 1952. Forest Inventory. The Ronald Press CO, New York.

Suhendang E. 1993. Alternatif metode pengaturan hasil pada areal bekas tebangan tidak seumur. Makalah disampaikan dalam seri diskusi ilmiah kehutanan dalam rangka dies natalis IPB ke-30 dan HAPKA IX-1993. Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor, 4 September 1993.

(8)

Suhendang E. 1999. Pembentukan hutan normal tidak seumur sebagai strategi pembenahan Hutan Alam Produksi menuju pengelolaan hutan lestari di Indonesia: sebuah analisis konseptual dalam ilmu manajemen hutan. Orasi ilmiah Guru Besar Tetap pada Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suhendang E, Jaya INS, Hadjib A. 2005. Ilmu Perencanaan Hutan. Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan, Departemen Manajemen Hutan, Bagian Perencanaan Hutan. Bogor.

Sukirno. 1995. Hand Out Teknik Konservasi Tanah. Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Teknik Pertanian Program. Yogyakarta.

Sukresno, Murtiono U, Supangat AB. 2002. Evaluasi dampak kebakaran hutan terhadap limpasan dan erosi tanah pada areal hutan produksi Pinus merkusii di BKPH Pujon, Malang, Jawa Timur. Buletin Pengelolaan DAS, Surakarta. Vol. 8 (1): 59 – 66.

Supranto J. 2005. Ekonometri: buku satu. Ghalia Indonesia. Bogor.

Sutisna U, Kalima T, Purnadjaja. 1998. Pedoman pengenalan pohon hutan di Indonesia. Di dalam: Soetjipto NW, Soekotjo. Yayasan PROSEA Bogor dan Pusat Diklat Pegawai & Sumber Daya Manusia Kehutanan. Bogor.

[TPL] Toba Pulp Lestari. 2008. Rencana Kerja Tahunan HPHTI PT Toba Pulp Lestari tahun 2009. PT Toba Pulp Lestari. Porsea.

Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

van Gardingen PR, Valle D, Thompson I. 2006. Evaluation of yield regulation options for primary forest in Tapajo´s National Forest, Brazil. Forest Ecology and Management 231: 184–195.

Vanclay JK. 1994. Modelling Forest Growth and Yield (application to mixed tropical forest). CAB International, Wallingford, UK.

Wahjono Dj. 1995. Pengaturan hasil ganda suatu pendekatan penataan hutan tanaman pinus: Studi kasus di KPH Lawu Perum Perhutani unit II Jogjakarta. [Tesis]. Jogjakarta: Universitas Gajah Mada, Program Pascasarjana. Tidak diterbitkan.

Wibowo A, Lisnawati Y, Zuraida, Rostiwati T, Sukresno, Supangat AB, Apriani Y, Kunarso A, Adriyani S, Handayani W, Kurniadi R. 2010. Potensi degradasi dan manfaat lingkungan akibat pembangunan hutan tanaman. Di dalam: sintesa hasil penelitian pengelolaan lingkungan hutan tanaman. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. Bogor.

Yulianti, Kurniawati PP. 2003. Ampupu (Eucalyptus urophylla S.T. Blake). Atlas Benih Tanaman Hutan Indonesia. Balai Penelitian dan Pengembangan

Referensi

Dokumen terkait

Evaluasi Tata Ruang Pesisir Sadeng Gunungkidul: Perspektif Pengurangan Risiko Bencana.. Paper presented at the 3 rd National Seminar on Sustainable Culture,

Level 0 (Kepala Daerah) Level I (CAMAT) Level II (Sekcam) Level III (Kasi/ Kasubbag) STAFF MENINGKATK AN TATA KELOLA PEMERINTAH AN YANG PROFESIONA L DAN AKUNTABEL UNTUK

Pengaruh pembenah tanah terhadap sifat fisika tanah dan hasil bawang merah pada lahan pasir Pantai Bugel, Kabupaten Kulon Progo. Pengaruh

Untuk kendaraan yang diuji, emisi CO maupun HC+NOx dengan bahan bakar pertamax masih dalam ambang batas yang ditentukan, sedangkan emisi gas buang dengan bahan bakar

Penggunaan Vmware, sebagai software virtualisasi yang bisa digunakan untuk membuat virtual machine dan juga teknologi Jaringan VOIP (Voice over Internet Protocol)

Hasil analisis uji chi-square maka terdapat 0 cell (0,0%) dan tidak ada nilai ekpectednya kurang dari 5 sehingga digunakan continuity correction dengan nilai P= 0,000 lebih

(DATA CENTER TECHNICAL SUPPORT JUNIOR) IT ADMINISTRATIVE ASSISTANT ENTERPRISE RESOURCE MANAGEMENT BUSINESS ANALYST ENTERPRISE ARCHITECT CHANGE CONTROL SUPERVISOR

Penelitian yang dilakukan oleh Saptorini (2008) mengenai Peningkatan Keterampilan Generik Sains bagi Mahasiswa Melalui Perkuliahan Praktikum Kimia Analisis