• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EVALUASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

i

TESIS

EVALUASI PARADE OGOH-OGOH

SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN

PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR

NI LUH PUTU ARISTRAWATI NIM 1391061007

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI KAJIAN PARIWISATA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(2)

ii

EVALUASI PARADE OGOH-OGOH

SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN

PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister

pada Program Magister, Program Studi Kajian Pariwisata Program Pascasarjana Universitas Udayana

NI LUH PUTU ARISTRAWATI NIM 1391061007

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI KAJIAN PARIWISATA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(3)

iii

Lembar Pengesahan

TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 21 MEI 2015

Pembimbing I, Pembimbing II,

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Dr. Drs. Ida Bagus Gde Pujaastawa, M.A.

NIP 196112051986031004 NIP 196211181988031001

Mengetahui

Ketua Program Studi Kajian Pariwisata Direktur

Program Pascasarjana Program Pascasarjana

Universitas Udayana, Universitas Udayana,

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K).

NIP 196112051986031004 NIP 195902151985102001

(4)

iv

Tesis Ini Telah Diuji pada Tanggal 19 Mei 2015

Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor

Universitas Udayana, No.: 1386/UN14.4/HK/2015, Tanggal 12 Mei 2015

Ketua : Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Sekretaris : Dr. Drs. Ida Bagus Gde Pujaastawa, M.A. Anggota :

1. Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. 2. Prof. Dr. I Nyoman Kutha Ratna, SU 3. Dr. I Gede Mudana, M.Si.

(5)

v

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

NAMA : Ni Luh Putu Aristrawati

NIM : 1391061007

PROGRAM STUDI : S2 Kajian Pariwisata

JUDUL TESIS : Evaluasi Parade Ogoh-Ogoh sebagai Pendukung Pengembangan Pariwisata Budaya di Kota Denpasar

Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah tesis ini bebas plagiat.

Apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan Mendiknas RI No. 17 tahun 2010 dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Denpasar, 19 Mei 2015

(6)

vi

UCAPAN TERIMA KASIH

Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung wara nugraha-Nya, tesis ini dapat diselesaikan. Tesis dengan judul “Evaluasi Parade Ogoh-ogoh sebagai Pendukung Pengembangan Pariwisata Budaya di Kota Denpasar” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister pada Program Studi Kajian Pariwisata, Program Pascasarjana, Universitas Udayana.

Tesis ini dapat terwujud berkat adanya bimbingan, motivasi, dan bantuan dari berbagai pihak, baik secara moral maupun material. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. selaku Ketua Program Studi Magister Kajian Pariwisata sekaligus pembimbing I yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan, arahan, bimbingan dan saran kepada penulis dalam penyelesaian tesis ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya pula penulis sampaikan kepada Dr. Drs. Ida Bagus Gde Pujaastawa, M.A selaku pembimbing II yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universitas Udayana. Selanjutnya, ucapan terima kasih juga penulis haturkan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas

(7)

vii

Udayana yang dijabat oleh Prof. Dr. dr. A.A Raka Sudewi, Sp.S(K) atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi karyasiswa Program Magister pada Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen penguji Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A, Prof. Dr. I Nyoman Kutha Ratna, SU dan Dr. I Gede Mudana, M.Si, yang telah memberikan masukan, saran dan koreksi untuk menyempurnakan tesis ini. Terima kasih penulis sampaikan kepada seluruh dosen pengajar pada Program Studi Kajian Pariwisata Universitas Udayana, atas semua ilmu dan kesabaran yang diberikan kepada penulis semasa perkuliahan. Terima kasih pula kepada seluruh staf administrasi pada Program Studi Kajian Pariwisata Universitas Udayana, atas bantuan dan perhatian yang diberikan dari awal masa perkuliahan hingga akhir penyusunan tesis.

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Drs. I Wayan Geriya dan I Made Gede Saskara, SE, M.Si atas arahan dan saran kepada penulis dalam penyelesaian tesis ini. Terima kasih penulis sampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Drs. I Made Mudra, M.Si; Kepala Bidang Adat Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Drs. I Made Wedana, M.Si; Kepala Seksi Desa Pakraman Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Ni Made Astiani, S.Sn dan Kasubag Bina Keagamaan Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Oka atas waktu, bantuan, dan informasi yang diberikan serta kemudahan dalam mengumpulkan data untuk penyelesaian tesis ini.

Pada kesempatan yang baik ini, penulis menghaturkan ucapan terima kasih kepada Dr. I Nyoman Astita, MA, Dr. Drs. I Ketut Sudita, M.Si dan Drs. I Gusti

(8)

viii

Made Peredi atas semua bantuan, kemudahan dan informasi yang diberikan kepada penulis dalam mengumpulkan data di lapangan. Terima kasih penulis sampaikan kepada Wisnu Arimbawa, Komang Sukerni, I Nyoman Dayuh, S.Ag, M.Si, I Gd Anom Ranuara, S.Pd, S.Sn, Drs. I Made Karim, Sugiani dan Iin Kusumaningtyas atas bantuan dan informasi yang telah diberikan. Terima kasih pula kepada travel agent dan sekaa teruna yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, atas bantuan, waktu, dan informasi yang diberikan kepada penulis dalam mengumpulkan data di lapangan.

Rasa syukur dan ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga tercinta, kedua orang tua tercinta dan adik atas doa, dukungan, perhatian dan dorongan yang telah diberikan selama ini. Terima kasih pula kepada rekan-rekan seangkatan tahun 2013/2014, serta berbagai pihak yang telah membantu penelitian serta penyusunan tesis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang secara tulus memberi bantuan sehingga tesis ini dapat terwujud. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam penulisan dan penyusunan tesis ini.

Denpasar, Mei 2015

Penulis

(9)

ix

ABSTRAK

EVALUASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR

Evaluasi terhadap parade ogoh-ogoh di Kota Denpasar selama ini telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Evaluasi yang dilakukan belum secara menyeluruh karena belum adanya indikator yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi parade ogoh-ogoh berdasarkan tiga aspek yaitu implementasi parade ogoh-ogoh, analisis kontribusi parade ogoh-ogoh sebagai pendukung Denpasar dalam mengembangkan pariwisata budaya dan memberikan rekomendasi strategi pelaksanaan parade ogoh-ogoh. Terdapat dua teori yang yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori pariwisata budaya dan teori evaluasi. Data yang disajikan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan dilengkapi dengan wawancara dan sumber-sumber tertulis dengan pendekatan kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis model evaluasi CIPP (Context, Input, Process & Product), analisis expert judgement dan analisis deskriptif kualitatif.

Dari penelitian ini didapatkan bahwa parade ogoh-ogoh memenuhi kriteria sebagai event yang memberikan kontribusi dalam usaha mewujudkan Denpasar sebagai kota budaya. Parade ogoh-ogoh juga berkontribusi sebagai pendukung Denpasar dalam mengembangkan pariwisata budaya. Strategi pelaksanaan parade ogoh-ogoh dapat dilakukan melalui strategi pelaksanaan lomba dan strategi peningkatan promosi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagai salah satu event budaya di Kota Denpasar parade ogoh-ogoh dapat mendukung pengembangan pariwisata budaya di Kota Denpasar walaupun masih memerlukan pembenahan untuk pelaksanaan ke depannya.

(10)

x

ABSTRACT

THE EVALUATION OF OGOH-OGOH PARADE AS SUPPORTING CULTURAL TOURISM DEVELOPMENT IN DENPASAR CITY

The evaluation of ogoh-ogoh (giant effigies) parade in Denpasar has been conducted regularly every year by the Cultural Institution of Denpasar City. The evaluation has not been conducted thoroughly because of the lack of indicators that can be used as a basis for evaluation. The aim of this research are to evaluate the ogoh parade based on three aspects, such as the implementation of

ogoh-ogoh parade, the contribution of ogoh-ogoh-ogoh-ogoh parade to the development of cultural

tourism in Denpasar and to provide recommendations for strategy implementation of ogoh-ogoh parade. This study was used evaluation theory and culture tourism theory. The data presented in this study was collected through observation and complemented by interviews and other published sources with qualitative approach. The collected data analyzed by CIPP (Context, Input, Process & Product) evaluation model, expert judgment and qualitative descriptive.

The result shows that ogoh-ogoh parade meet the criteria as an event that contributes in an effort to realize Denpasar as cultural city. Ogoh-ogoh parade also contributes as a supporting Denpasar in developing cultural tourism. The implementation strategy of ogoh-ogoh parade can be done through by the competition strategy and the increasing promotion strategy. From this study it can be concluded that as one of the cultural event in Denpasar city ogoh-ogoh parade can support the development of cultural tourism in the city of Denpasar, although in its implementation it requires sustain improvement.

(11)

xi

RINGKASAN

Sebagai upaya membangun Denpasar sebagai kota budaya sekaligus untuk menarik lebih banyak wisatawan, Pemerintah Kota Denpasar berupaya untuk mengembangkan berbagai event seni dan budaya dengan melibatkan peran serta masyarakat. Hal ini, misalnya dilakukan dengan menggelar Sanur Village Festival, Festival Pesona Pulau Serangan, Denpasar Festival dan parade ogoh-ogoh. Atraksi pawai ogoh-ogoh yang digelar setiap tahunnya sehari menjelang Hari Raya Nyepi merupakan salah satu jenis event madya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Pawai ogoh-ogoh yang digelar di catus pata Catur Muka ternyata tidak hanya menarik masyarakat lokal namun juga wisatawan domestik dan mancanegara yang tengah berlibur di Kota Denpasar. Hanya saja promosi yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar terkait parade ogoh-ogoh masih kurang, terutama infomasi ke pihak pelaku pariwisata khususnya travel agent. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Denpasar, mengingat selain keterlibatan dari masyarakat tentunya keterlibatan komponen pariwisata juga diperlukan agar hasil kreativitas masyarakat ini mampu memberikan nilai tambah bagi perkembangan kepariwisataan budaya di Kota Denpasar.

Untuk menjaga kualitas dan entitas penyelenggaraan parade ogoh-ogoh sebagai salah satu event di Kota Denpasar, tentunya perlu dilakukan evaluasi. Melalui evaluasi akan diperoleh informasi mengenai keberhasilan dan kegagalan

(12)

xii

pelaksanaan event sehingga dapat disusun rekomendasi terkait pelaksanaan event ke depannya. Hanya saja selama ini, dalam penyelenggaraan event di Kota Denpasar belum ada indikator-indikator yang dijadikan dasar dalam melakukan evaluasi yang mampu memberikan gambaran dan ukuran tentang efektivitas sebuah event termasuk parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Evaluasi terhadap parade ogoh-ogoh selama ini telah dilakukan secara rutin setiap tahunnya oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Evaluasi yang dilakukan belum secara menyeluruh karena belum adanya indikator yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi. Mengingat pada penyelenggaraan tahun 2014 muncul kembali protes dari sekaa teruna (organisasi tradisional pemuda di Bali) peserta seleksi dan juga terjadi penurunan jumlah peserta seleksi, serta terlebih lagi atraksi pawai ogoh-ogoh merupakan salah satu atraksi budaya di Kota Denpasar yang berbentuk hallmark event yang sudah dimasukkan dalam kalender event kepariwisataan Kota Denpasar, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap parade ogoh-ogoh tahun 2014 secara menyeluruh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parade ogoh-ogoh berdasarkan tiga aspek yaitu implementasi parade ogoh-ogoh sebagai pendukung Denpasar sebagai kota budaya, analisis kontribusi parade ogoh-ogoh sebagai pendukung Denpasar dalam mengembangkan pariwisata budaya dan memberikan rekomendasi strategi pelaksanaan parade ogoh-ogoh. Adapun konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: evaluasi kegiatan, parade ogoh-ogoh dan pengembangan pariwisata budaya. Ada dua teori yang dipakai untuk

(13)

xiii

memecahkan permasalahan dalam penelitian ini, yaitu teori pariwisata budaya dan teori evaluasi.

Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi di lapangan serta data tambahan lainnya yang berasal dari sumber-sumber tertulis. Dalam penentuan informan, teknik yang digunakan di dalam penelitian ini adalah secara purposif. Informan terdiri atas unsur pemerintah Kota Denpasar, tim juri, seniman, budayawan, unsur sekaa teruna dan pelaku pariwisata yang meliputi travel agent, hotel dan asosiasi pariwisata.

Pemerintah Kota Denpasar berupaya untuk lebih meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan aset budaya yang dimiliki, salah satunya melalui pelaksanaan

event-event budaya yang bercirikan nilai-nilai kearifan lokal kota Denpasar

sebagai atraksi wisata. Atraksi pawai ogoh-ogoh yang digelar setiap tahunnya sehari menjelang Hari Raya Nyepi di Kota Denpasar merupakan salah satu ajang kreativitas masyarakat yang berbasis budaya unggulan Kota Denpasar. Untuk menyelenggarakan sebuah event tentunya terdapat beberapa dimensi yang harus dipenuhi, di antaranya tujuan, tema, produk, lokasi, peserta, serta adanya pihak penyelenggara. Sebagai salah satu event budaya yang dikembangkan di Kota Denpasar, parade ogoh-ogoh telah memenuhi kriteria/unsur-unsur yang dimaksud. Diselenggarakannya parade ogoh-ogoh merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar dalam menyikapi perkembangan kreativitas masyarakat Kota Denpasar, khususnya generasi muda yang terhimpun dalam wadah sekaa teruna. Sekaa teruna dapat menuangkan berbagai ide dan kreativitasnya melalui ogoh-ogoh sekaligus sebagai bentuk pelestarian tradisi

(14)

xiv

ogoh-ogoh. Untuk mengantisipasi dampak negatif dan menjaga ketertiban umum maka Pemerintah Kota Denpasar mengatur perhelatan ogoh-ogoh agar lebih tertib, aman dan menarik melalui penyelenggaraan parade ogoh-ogoh. Dengan demikian diharapkan parade ogoh-ogoh dapat menjadi salah satu ikon budaya yang dapat menarik wisatawan sehingga secara tidak langsung nantinya akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar.

Atraksi pawai ogoh-ogoh merupakan salah satu atraksi budaya di Kota Denpasar yang menggunakan tradisi sebagai daya tarik wisata. Untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan dalam pemaknaan pembuatan ogoh-ogoh maka pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar telah menetapkan ketentuan bagi sekaa teruna untuk membuat ogoh-ogoh dengan tema

bhuta kala yang mengacu pada sumber sastra Agama Hindu. Melalui pembuatan

ogoh-ogoh bertema bhuta kala diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat di dalam memaknai sastra-sastra agama melalui simbol-simbol yang ada dalam perwujudan ogoh-ogoh.

Lokasi diselenggarakannya sebuah event tentunya juga menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan dalam menentukan pilihannya. Parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan sehari menjelang Hari Raya Nyepi oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dipusatkan di catus pata Catur Muka Denpasar. Di lokasi inilah para peserta yang telah lolos seleksi di masing-masing kecamatan menampilkan atraksi ogoh-ogoh disertai dengan penataan tari ogoh-ogoh yang diiringi gamelan (alat musik tradisional). Lokasi parade ogoh-ogoh di catus pata Catur Muka yang terletak di pusat kota Denpasar

(15)

xv

sangatlah strategis sehingga mudah untuk dijangkau menggunakan angkutan umum dan fasilitas umum lainnya. Berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan event telah tersedia di sekitar lokasi penyelenggaraan parade, seperti tempat parkir dan toilet umum, meskipun belum memenuhi standar fasilitas pariwisata.

Keberhasilan pelaksanaan sebuah event sangat tergantung dari berbagai faktor, salah satunya adalah adanya dukungan atau partisipasi masyarakat lokal di mana

event tersebut dikembangkan. Dalam parade ogoh-ogoh di Kota Denpasar

dukungan atau partisipasi masyarakat lokal dapat dilihat dari dilibatkannya generasi muda (sekaa teruna) se-Kota Denpasar sebagai peserta. Dalam pelaksanaan kegiatan, Dinas Kebudayaan bekerja sama dengan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kota Denpasar, Sabha Upadesa Kota Denpasar, Parum Bendesa Desa Pakraman Kota Denpasar, Listibia Kota Denpasar dan SKPD Kecamatan se-Kota Denpasar.

Seperti dapat disaksikan hampir di seluruh wilayah Bali, atraksi pawai ogoh-ogoh pada malam pengerupukan sehari menjelang Hari Raya Nyepi di Kota Denpasar tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan parade ogoh-ogoh, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pecalang se-Kota Denpasar.

Parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan sehari menjelang Hari Raya Nyepi di Kota Denpasar memberikan kontribusi bagi pengembangan Denpasar sebagai

(16)

xvi

kota budaya, yang meliputi: mendukung pegembangan citra positif Denpasar sebagai kota budaya; secara berjenjang dan berkesinambungan menumbuhkembangkan kreativitas seni; menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara dan mempertahankan tradisi ogoh-ogoh; sebagai wahana untuk mensosialisasikan pesan-pesan agama dan kesenian; keberhasilan pelaksanaan parade ogoh-ogoh yang sesuai dengan tujuan pelaksanaan secara tidak langsung berkontribusi bagi pengembangan Denpasar sebagai kota budaya.

Parade ogoh-ogoh juga berkontribusi sebagai pendukung Denpasar dalam mengembangkan pariwisata budaya, yang meliputi: mendapat sambutan positif dari pelaku pariwisata dan wisatawan; mendukung perkembangan industri kreatif dan memberikan peluang usaha bagi masyarakat maupun pengusaha lokal; mampu memberikan manfaat pencitraan bagi Denpasar yang mengembangkan kepariwisataan budaya; meningkatkan kepedulian mengenai lingkungan dengan penggunaan kembali bahan-bahan tradisional dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Strategi yang efektif untuk dapat bersaing dengan atraksi wisata di daerah lain terkait pelaksanaan parade ogoh-ogoh sebagai event budaya adalah dengan strategi intensif yang terdiri atas strategi pelaksanaan lomba dan strategi peningkatan promosi. Strategi pelaksanaan parade ogoh-ogoh yang telah dilaksanakan namun masih perlu ditingkatkan adalah kualitas pada tahapan sosialisasi dan seleksi ogoh-ogoh. Strategi baru yang dapat diterapkan antara lain sosialiasi tentang ogoh-ogoh menggunakan berbagai media, pemberian daftar sumber-sumber sastra agama sebagai referensi, sistem pelaksanaan parade ogoh-ogoh melalui sistem lomba ogoh-ogoh-ogoh-ogoh dengan dua kriteria lomba terdiri atas

(17)

xvii

ogoh-ogoh tradisional dan ogoh-ogoh kreasi baru dengan sistem penilaian oleh tim juri yang ditunjuk oleh peserta lomba.

Strategi promosi yang telah ada saat ini dan memerlukan perhatian dari pihak penyelenggara adalah masih minimnya promosi terkait penyelenggaraan parade ogoh-ogoh. Strategi baru yang dapat diterapkan yaitu: pemasangan iklan melalui media cetak dan media elektronik, peningkatan kerjasama dengan organisasi pariwisata dan biro perjalanan wisata dalam menetapkan kalender kepariwisataan (calendar of events) Kota Denpasar dan juga dalam mempromosikan parade ogoh-ogoh di Kota Denpasar, penyediakan souvenir yang berkaitan dengan ogoh-ogoh-ogoh-ogoh serta penyediaan informasi khusus tentang ogoh-ogoh dalam bentuk website dan media online lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap ketiga rumusan masalah dalam penelitian ini, maka dapat ditarik simpulan, sebagai berikut: (1) Sebagai salah satu

event budaya yang dikembangkan di Kota Denpasar, parade ogoh-ogoh telah

memenuhi kriteria/unsur-unsur event, di antaranya memiliki tujuan, tema, produk, lokasi, serta adanya peserta dan pihak penyelenggara; (2) Parade ogoh-ogoh yang diselenggarakan sehari menjelang Hari Raya Nyepi di Kota Denpasar memberikan kontribusi bagi pengembangan Denpasar sebagai kota budaya dan bagi pengembangan pariwisata budaya di Kota Denpasar; (3) Strategi peningkatan parade ogoh-ogoh sebagai event wisata budaya untuk mendukung pengembangan pariwisata budaya di Kota Denpasar yakni strategi pelaksanaan lomba dan strategi peningkatan promosi.

(18)

xviii

Untuk lebih mengoptimalkan parade ogoh-ogoh sebagai event budaya di Kota Denpasar, maka dapat dikemukakan saran antara lain: untuk mengarahkan kegiatan malam pengerupukan agar lebih tertib dan terorganisir dapat dilakukan melalui sistem lomba ogoh-ogoh; agar penilaian yang diberikan lebih adil dan objektif, maka yang melakukan penilaian sebaiknya melibatkan juri yang diajukan oleh masing-masing peserta lomba; untuk meminimalisir kecurigaan terkait hasil nilai lomba, tim juri sebaiknya memberikan penjelasan terkait dengan nilai yang diberikan dan dirinci untuk masing-masing peserta; memberikan pencerahan tentang fungsi dan makna ogoh-ogoh melalui media cetak maupun media eletronik; Pemerintah Kota Denpasar perlu memperketat aturan mengenai ogoh, seperti menetapkan standarisasi mengenai bahan, bentuk dan tema ogoh-ogoh serta melarang penggunaan musik modern sebagai musik pengiring pada saat pengarakan ogoh ogoh.

Lebih diintensifkan lagi kerjasama yang telah terjalin selama ini antara pemerintah Kota Denpasar dengan organisasi pariwisata yang ada di Bali khususnya informasi mengenai parade ogoh-ogoh; menyediakan sarana promosi dalam bentuk website dan media online lainnya yang khusus memberikan layanan informasi mengenai ogoh-ogoh; menyediakan tempat yang khusus bagi wisatawan untuk menonton parade ogoh; menyediakan souvenir yang bertema ogoh-ogoh, seperti miniatur ogoh-ogoh-ogoh, gantungan kunci, postcard maupun baju dengan desain ogoh-ogoh, peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk memarkir kendaraannya dengan tertib dan teratur serta menumbuhkan kesadaran pemuda untuk memajang karya ogoh-ogoh mereka pada tempat strategis.

(19)

xix

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PRASYARAT GELAR ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN... iii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iv

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT... v

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

ABSTRAK ... ix

ABSTRACT ... x

RINGKASAN ... xi

DAFTAR ISI ... xix

DAFTAR GAMBAR ... xxiii

DAFTAR TABEL ... xxv

DAFTAR LAMPIRAN ... xxvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 12 1.3 Tujuan Penelitian ... 13 1.3.1 Tujuan Umum ... 13 1.3.2 Tujuan Khusus ... 13 1.4 Manfaat Penelitian ... 14 1.4.1 Manfaat Akademik ... 14 1.4.2 Manfaat Praktis ... 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN MODEL PENELITIAN ... 16

2.1 Tinjauan Pustaka ... 16

(20)

xx

2.2.1 Evaluasi Kegiatan ... 23

2.2.2 Parade Ogoh-ogoh ... 24

2.2.3 Pengembangan Pariwisata Budaya ... 27

2.3 Landasan Teori ... 30

2.3.1 Teori Pariwisata Budaya ... 30

2.3.2. Teori Evaluasi ... 37

2.4 Model Penelitian ... 40

BAB III METODE PENELITIAN... 45

3.1 Rancangan Penelitian ... 45

3.2 Lokasi Penelitian ... 45

3.3 Jenis dan Sumber data ... 46

3.3.1 Jenis Data ... 46

3.3.2 Sumber Data ... 47

3.4 Instrumen Penelitian ... 48

3.5 Teknik Penentuan Informan ... 49

3.6 Teknik Pengumpulan Data ... 50

3.6.1 Observasi ... 50

3.6.2 Wawancara ... 50

3.6.3 Dokumen ... 52

3.6.4 Triangulasi ... 53

3.7 Analisis Data ... 53

3.7.1 Analisis Model Evaluasi CIPP ... 53

3.7.2 Analisis Expert Judgement ... 54

3.7.3 Analisis Deskriptif Kualitatif ... 55

(21)

xxi

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH KOTA DENPASAR ... 58

4.1 Sejarah Kota Denpasar ... 58

4.2 Lokasi dan Lingkungan Alam ... 63

4.3 Sistem Pemerintahan ... 66

4.4 Demografi Penduduk Kota Denpasar ... 69

4.5 Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Kota Denpasar ... 71

4.6 Denpasar sebagai Destinasi Pariwisata ... 76

BAB V IMPLEMENTASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG DENPASAR SEBAGAI KOTA BUDAYA ... 81

5.1 Sejarah Ogoh-ogoh di Bali ... 82

5.2 Ogoh-ogoh sebagai Unsur Budaya Unggulan Kota Denpasar ... 84

5.3 Pelaksanaan Parade Ogoh-ogoh di Kota Denpasar ... 86

5.3.1 Lomba dan Parade Ogoh-ogoh Tahun 2010 ... 89

5.3.2 Parade Ogoh-ogoh Tahun 2011-2013 ... 93

5.3.3 Parade Ogoh-ogoh Tahun 2014 ... 96

5.4 Implementasi Parade Ogoh-ogoh sebagai Pendukung Denpasar sebagai Kota Budaya ... 98

5.4.1 Tujuan ... 102 5.4.2 Tema ... 103 5.4.3 Produk ... 105 5.4.4 Lokasi ... 107 5.4.5 Peserta ... 109 5.4.6 Pihak Penyelenggara ... 111

BAB VI KONTRIBUSI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG DENPASAR DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA BUDAYA ... 119

(22)

xxii

6.1 Keberadaan Komponen-komponen Pariwisata di Kota Denpasar .... 120

6.1.1 Atraksi Wisata ... 120

6.1.2 Fasilitas Wisata ... 128

6.1.3 Aksesibilitas ... 131

6.1.4 Pelayanan Pendukung ... 136

6.1.5 Promosi ... 137

6.2 Evaluasi Parade Ogoh-ogoh di Kota Denpasar ... 142

6.2.1 Analisis Dimensi Konteks ... 143

6.2.2 Analisis Dimensi Masukan ... 146

6.2.3 Analisis Dimensi Proses ... 149

6.2.4 Analisis Dimensi Produk ... 154

6.3 Kontribusi Parade Ogoh-ogoh sebagai Pendukung Pengembangan Denpasar Menjadi Kota Budaya ... 160

6.4 Kontribusi Parade Ogoh-ogoh sebagai Pendukung Denpasar dalam Mengembangkan Pariwisata Budaya ... 168

BAB VII STRATEGI PELAKSANAAN PARADE OGOH-OGOH UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR ... 179

7.1 Strategi Pelaksanaan Lomba ... 179

7.2 Strategi Peningkatan Promosi ... 185

BAB VIII SIMPULAN DAN SARAN ... 190

8.1 Simpulan ... 190

8.2 Saran ... 193

DAFTAR PUSTAKA ... 196

(23)

xxiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Kerangka Model Penelitian ... 44

3.1 Wilayah Kota Denpasar ... 46

4.1 Puri Denpasar tempo dulu ... 61

4.2 Kondisi Puri Denpasar setelah diduduki oleh Belanda ... 62

5.1 Antusiasme masyarakat menyaksikan lomba dan parade ogoh-ogoh ... 92

5.2 Sosialisasi oleh tim panitia dan tim juri ... 94

5.3 Tahap seleksi/penilaian oleh tim juri ... 95

5.4 Suasana festival ogoh-ogoh tahun 2011 ... 96

5.5 Penampilan salah satu peserta dalam parade ogoh-ogoh di Desa adat Sumerta ... 97

5.6 Baliho besar yang dipasang di simpang empat depan bale Banjar Tainsiat ... 98

5.7 Ogoh-ogoh yang menggambarkan rwa bhinedha ... 107

5.8 Ogoh-ogoh yang dipajang sebelum parade ... 108

5.9 Tempat bagi penonton parade ogoh-ogoh yang kurang teratur ... 109

5.10 Salah satu bentuk sosialisasi tradisi ogoh-ogoh melalui website Kota Denpasar ... 112

5.11 Sosialisasi jadwal seleksi melalui website Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ... 113

5.12 Promosi parade ogoh-ogoh melalui website kepariwisataan Kota Denpasar ... 114

6.1 Beberapa objek kunjungan Denpasar City Tour ... 121

6.2 Beberapa event yang diselenggarakan di Kota Denpasar ... 122

6.3 Komentar wisatawan setelah mengunjungi Museum Bali ... 126

6.4 Suasana kemacetan di salah satu ruas jalan di Kota Denpasar ... 133

6.5 Tampilan website Kota Denpasar... 138

6.6 Tampilan website promosi kepariwisataan di Kota Denpasar ... 139

(24)

xxiv

6.8 Tampilan depan calendar of events Kota Denpasar ... 140

6.9 Ogoh-ogoh dengan tema Jokowi ... 151

6.10 Ogoh-ogoh yang belum jadi pada saat penilaian ... 152

6.11 Ogoh-ogoh dengan tema tradisional ... 156

6.12 Ogoh-ogoh berpasangan... 157

6.13 Bentuk ogoh-ogoh yang tidak sesuai dengan buku pedoman ... 159

6.14 Penampilan ogoh-ogoh pada pawai pembukaan Denpasar Festival tahun 2014 ... 163

6.15 Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Dharma Yowana Banjar Anggarkasih ... 164

7.1 Salah satu atraksi peserta lomba ogoh-ogoh di Gianyar ... 180

(25)

xxv

DAFTAR TABEL

Halaman

4.1 Luas Wilayah Kota Denpasar Menurut Kecamatan Tahun 2013... 65 4.2 Jumlah Desa/Kelurahan dan Banjar di Kota Denpasar Tahun 2014 ... 68 4.3 Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan dan

Jenis Kelamin Per Kecamatan Tahun 2013 ... 69 4.4 Jumlah Penduduk Kota Denpasar Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 .... 71 4.5 Persentase Tenaga Kerja Menurut Sektor Lapangan Usaha di Kota

Denpasar Tahun 2012-2013 ... 73 4.6 Jumlah Sekolah dan Siswa di Kota Denpasar Tahun 2013 ... 74 4.7 Jumlah Organisasi Kesenian Menurut Kecamatan Tahun 2013 ... 76 6.1 Perkembangan Kunjungan Wisatawan ke Daya Tarik Wisata di Kota

Denpasar Tahun 2010-2014 ... 125 6.2 Perkembangan Akomodasi di Kota Denpasar Tahun 2010-2014 ... 129 6.3 Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kota Denpasar Tahun 2010-2013 ... 130 6.4 Perkembangan Restoran dan Rumah Makan di Kota Denpasar

Tahun 2010-2014 ... 131 6.5 Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis di Kota Denpasar

Tahun 2010-2013 ... 134 6.6 Jumlah Sekaa Teruna se- Kota Denpasar Tahun 2014 ... 149 6.7 Jumlah Peserta Seleksi Parade Ogoh-ogoh Tahun 2011-2014 ... 155 6.8 Perkembangan Wisatawan yang Menginap di Kota Denpasar

(26)

xxvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Daftar Informan Penelitian ... 203 Lampiran 2 Pedoman Wawancara ... 209

Referensi

Dokumen terkait

Segenap pihak Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta, yang telah memberikan ijin pada penulis untuk melakukan penelitian dan memberikan bantuan berupa sumber

Untuk mengoptimasi potensi artefak budaya yang ada di sepanjang koridor Sungai Musi di Kota Palembang dibutuhkan deliniasi kawasan wisata budaya yang di peroleh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pemerintah daerah di Dinas Pendapatan Daerah Kota Denpasar dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif

Pengaruh Budaya Kewarganegaraan (Civic Culture) Dan Pendidikan Kepramukaan Terhadap Sikap Nasionalisme Siswa Sma Negeri Se Kota Denpasar. Universitas Pendidikan Indonesia |

Secara umum Pemkot Denpasar dan seluruh pemangku pariwisata di Kota Denpasar berkomitmen mendukung upaya Pemerintah untuk membuka pariwisata Bali kepada

bahwa untuk dapat mendukung terwujudnya Kota Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya sekaligus dalam rangka pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Denpasar dan tindak

Salah satu Daerah Tujuan Wisata DTW yang terletak di Kota Palembang, destinasi tersebut adalah wisata budaya Kampung Kapitan sebagai daya tarik untuk dikembangakan sebagai tujuan wisata