• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amalia Dosen Tetap Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada di Palembang ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Amalia Dosen Tetap Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada di Palembang ABSTRAK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

71

HUBUNGAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR

OPERASIONAL PROSEDUR DALAM PEMASANGAN IVFD DIRUANG

RAWAT INAP RUMAH SAKIT PELABUHAN

PALEMBANG TAHUN 2014

Amalia

Dosen Tetap Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada di Palembang Email:[email protected]

ABSTRAK

Terapi intravena merupakan suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan cairan pada klien yang tidak mampu mengkonsumsi cairan oral secara adekuat, untuk menjaga keseimbangan elektrolit, glukosa dalam proses metabolisme serta menjadi media untuk pemberian obat melalui pembuluh darah vena. Salah satu akibat dari pemasangan infus yaitu flebitis.DiIndonesia 9,8 %pasienrawatinapmendapatinfeksiyangbaruselamadirawat. Rumah Sakit Pelabuhan Palembang pada tahun 2014 didapatkan angka 1587 kali pemasangan infus, apabila pemasangan IVFD tidak dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur maka dikhawatirkan akan terjadi infeksi nosokomial (flebitis).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku perawat terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam pemasangan IVFD. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan rancangan

Cross Sectional.Sampel penelitian ini adalah Perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014, Sampel penelitian sebanyak 38 perawat yang ditentukan dengan menggunakan porposive sampling. Sumber data diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada 24 November-1 Desember 2014.Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan variabel pengetahuan p value(0,011), sikapp value (0,002), tindakanp value (0,003), simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara variabel pengetahuan, sikap dan tindakanterhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur pemasangan IVFD di ruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang. Berdasarkan hasil peneltian di harapkan kepada pihak Rumah Sakit Pelabuhan Palembang hendaknya dapat dijadikan bahan evaluasi sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dengan mengadakan review ulang atau pelatihan-pelatihan tentang Standar Operasional Prosedur sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

Kata kunci:Standar Operasional Prosedur, Infeksi Nosokomial, IVFD

ABSTRACT

The intravenous therapy is an action of giving fluid to meet the needs of the are unable to consume adequate oral fluid, to maintain the balance of electrolytes, the balance of glucose during metabolic processes, as well to be the medium of drug delivery through the veins. One of the infusion consequences is phlebitis. In Indonesia, there are 9.8% of inpatients got new infections during their care. In Pelabuhan General Hospital Palembang in 2014, there were 1587 infusion given. If the IVFD installation is not conducted in accordance with the Standard Operaing Procedure, nosocomial infection (phlebitis) might happen.The purpose of this study was to find out the correlation between the nurse’s behavior and the implementation of IVFD Standard Operating Procedures. This study used “Cross Sectional” quantitaive method. The samples were nurses in inpatient room at Pelabuhan General Hospital Palembang in2014. The samples were 38 nurses who were obtained through purposive sampling method. Data were taken questionnaire and interview. This study was conducted from November 24 – December 1,

(2)

72

2014.The data were analyzed by using univariate and bivariate analysis through chi square test. The result showed that p value of each variable, namely p value for knowledge < α (0.011 < 0.05); p value for attitude < α (0.002 < 0.05); p value for nurse care < α (0.003 < 0.05). Therefore, it could be concluded that there was a significant correlation between knowledge, attitude and nurse care with the implementation of IVFD installation Standard Operating Procedures in inpatient room at Pelabuhan General Hospital Palembang.Based on these results, it is expected that the Pelabuhan General Hospital Palembang use this study as an evaluation material, so as to overcome the existing problems or to conduct re-review or trainings on the standard operating procedures in order improve to improve the quality of hospital services.

Keywords: Standard Operating Procedures, Nosocomial Infections, IVFD

PENDAHULUAN

Rumah sakit merupakan unit pelayanan medis sangat kompleks. Kompleksitasnya tidak hanya dari segi jenis dan macam penyakit yang harus memperoleh perhatian dari para dokter (medical provider) untuk menegakkan diagnosa dan menentukan terapinya (upaya kuratif), namun adanya berbagai macam peralatan medis dari sederhana hingga modern dan canggih serta sejumlah orang/personel yang berada bersamaan sehingga sulit untuk mencegah penularan penyakit infeksi dari orang/personel yang mempermudah terjadinya infeksi silang karena kuman, virus dan sebagainya. Penderita yang sedang dalam perawatan keadaan umumnya tentu tidak/kurang baik sehingga daya tahan tubuhnya menurun yang akan mengakibatkan terjadinya infeksi silang yang terjadi pada penderita maupun petugas/personel medis lainnya yang disebut dengan istilah infeksi nosokomial.Infeksi nosokomial dapat diartikan sebagai infeksi maupun penyakit

baru yang diderita setelah pasien dirawat lebih dari 72 jam di Rumah Sakit2.

Terapi intravena merupakan suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan cairan pada klien yang tidak mampu mengkonsumsi cairan oral secara adekuat, menambah asupan elektrolit untuk mejaga keseimbangan elektrolit, menyediakan glukosa untuk kebutuhan energi dalam proses metabolisme, memenuhi kebutuhan vitamin larut air, seta menjadi media untuk pemberian obat melalui vena5 Salah satu

infeksi nosokomial yang timbul akibat dari pemasangan infus yaitu flebitis, flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah balik/vena1

Di Negara maju,infeksi nosokomial terjadi dengan angka yang cukup tinggi. Diseluruh dunia,pasien rawat inap rumah sakit mengalami infeksi yang baru selama dirawat. DiIndonesia,penelitian yang dilakukan di11 rumah sakit di DKI Jakarta pada 2004 menunjukkan bahwa 9,8 persen pasien rawat inap mendapat infeksi yang baru selama dirawat9

Rumah Sakit Pelabuhan Palembang merupakan salah satu rumah sakit rujukan

(3)

73

pelayanan kesehatan di wilayah kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan. Dari studi dapatkan hasil penelitian tentang perilaku perawat dalam pencegahan di pendahuluan yang dilakukan, bahwa resiko terjadinya infeksi nosokomial lebih rentan terjadi di ruang rawat inap karena di ruang rawat inap terdapat pasien yang terpasang infus, ventilator, luka setelah operasi, dan lain sebagainya yang dapat menjadi resiko terjadinya infeksi nosokomial. Data yang didapatkan dari Komite (PPI) Pengendalian Pencegahan Infeksi Rumah Sakit Pelabuhan Palembang dari bulan Februari sampai Desember 2013 didapatkan angka 1587 Data pemasangan infus, didapatkan pada tahun 2014, apabila tidak dilakukan sesuai standar operasional prosedur maka akan terjadi infeksi nosokomial dalam pemasangan infus atau IFVD3

Dalam meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (plebitis) diperlukan perilaku dalam perawat yang mendukung untuk menuju perubahan yang lebih baik. Maka, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Perilaku Perawat Terhadap Pelaksanakan Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang 2014.

Tujuan Penelitian Tujuan Umum

Diketahuinya hubungan tentang perilaku perawat terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014.

Tujuan Khusus

a. Diketahuinya hubungan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. b. Diketahuinya hubungan sikap perawat

terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. c. Diketahuinya hubungan tindakan perawat

terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014.

1.1 Manfaat Penelitian

1.3.1 Bagi Rumah Sakit Pelabuhan Palembang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi yang berguna bagi pihak rumah sakit mengenai bagaimana Hubungan perilaku perawat terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan

(4)

74

IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014.

1.3.2 Bagi STIK Bina Husada

Hasil penelitian ini dihaharapkan dapat bermanfaat serta meningkatkan kualitas pendidikan khususnya keperawatan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi ilmiah dan acuan bagi penelitian selanjutnya.

1.3.3 Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang berharga dalam melakukan penelitian khusunya mengenai bagaimana perilaku perawat dalam melaksanakan standar operasional prosedur pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014.

2. METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode

survey analitik melalui pendekatan cross sectional di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014, sebanyak 38 perawat yang ditentukan dengan menggunakan porposive sampling. Sumber data diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada 24 November-1 Desember 2014.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HubunganPengetahuan Perawat Terhadap Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan IVFD Tabel 1. N o Pelaksa naan SOP pemasa ngan IVFD

Pengetahuan Total Tingkat

kem akna an ( p-valu e) OR Baik Kurang baik n % n % N % 1 Dilaksa nakan 16 72 ,7 6 27 ,3 2 2 10 0 0,01 1 5,86 7 2 Tidak Dilaksa nakan 5 31 ,2 11 68 ,8 1 6 10 0 Jumlah 21 55 ,3 17 44 ,7 3 8 10 0

Berdasarkan tabel 3.1, perawat yang mempunyai pengetahuan baik yang melaksanakan SOP dalam pemasangan IVFD sebanyak 16 orang (72,7%) dari 22 perawat, lebih besar dibanding dengan perawat yang mempunyai pengetahuan baik yang tidak melaksanakan SOP dalam pemasangan IVFD 5 orang (31,2%) dari 16 perawat. Hasil uji uji Chi Square didapat p-value = 0,011 artinya adahubunganantara pengetahuan terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 5,867 artinya perawat yang mempunyai pengetahuan baik mempunyai resiko 5,867 kali lebih besar untuk melaksanakan SOP pemasangan IVFD dibanding perawat yang mempunyai pengatahuan kurang baik.

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukanpenginderaan terhadap suatu objek tertentu. Suatu penelitian mengatakan

(5)

75

bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan mampu bertahan lama dari pada yang tidak didasari oleh pengetahuan yang ada (Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan oleh Ince (2012) menunjukkan bahwa tindakan pemasangan infus dilakukan oleh perawat dengan patuh pada Standar Prosedur Operasional Pemasangan infus (88,2%) dan yang tidak mengalami phlebitis mayoritas(97,1%). uji statistik “koefisien kontingensi” dan didapatkan p = 0,000. Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat IGD dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional Pemasangan infus dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit BaptisKediri.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berpendapat bahwa pengetahuan perawat di rumah sakit pelabuhan palembang ada hubungan yang signifikan pengetahuan terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur pemasangan IVFD.Hal ini disebabkan karena Pengetahuan merupakan hasil tahu dari seorang perawat melalui indranya mengenai Standar Operasional Prosedur dalam pemasangan IVFD yang di implementasikan ke dalam pelaksanaan pemasangan IVFD.

2. HubunganSikap Perawat Terhadap Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan IVFD

Tabel 2 N o Pelaksa naan SOP pemasa ngan IVFD

Sikap Total Tingkat

kema knaa n ( p-value ) OR Positif Negatif n % n % N % 1 Dilaksa nakan 18 81 ,8 4 18 ,2 2 2 10 0 0,002 9,900 2 Tidak Dilaksa nakan 5 31,2 11 68,8 1 6 10 0 Jumlah 23 60 ,5 15 39 ,5 3 8 10 0

Berdasarkan tabel 3.2, perawat yang mempunyai sikap positif yang melaksanaan SOP dalam pemasangan IVFD sebanyak 18 orang (81,8%) dari 22 perawat, lebih besar dibanding dengan perawat yang mempunyai sikap negatif yang tidak melaksanaan SOP dalam pemasangan IVFD sebanyak 5 oarang (31,2%) dari 16 perawat. Hasil uji Chi Square didapatp-value = 0,002 artinya adahubungan antara sikapterhadap pelaksanaan standar operasional prosedur pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 9,900 artinya perawat yang mempunyai sikap positif mempunyai resiko 9,900 kali lebih besar untuk melaksanakan SOP pemasangan IVFD dibanding perawat yang mempunyai sikap negatif.

Teori terkaitsikap adalah penilaian atau pendapat seseorang terhadap stimulasi atau objek dalam hal ini masalah kesehatan. Setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek, proses selanjutnya akan menilai atau bersikap terhadap stimulus atau objek

(6)

76

kesehatan tersebut. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuain reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.Salah seorang ahli psikologis sosial menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu.Sikap merupakan reaksi tertutup terhadap stimulus atau objek (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan oleh Ince (2012) menunjukkan bahwa tindakan pemasangan infus dilakukan oleh perawat dengan patuh pada Standar Prosedur Operasional Pemasangan infus (88,2%) dan yang tidak mengalami phlebitis mayoritas(97,1%). uji statistik “koefisien kontingensi” dan didapatkan p = 0,000. Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat IGD dalam melaksanakan StandarProsedur Operasional Pemasangan infus dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit BaptisKediri.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berpendapat bahwa sikap perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang ada hubungan yang signifikan terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam pemasangan IVFD.Hal ini di sebabkan karena sikap merupakan suatu respon dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek untuk melakukan suatu tindakan. Jika seorang perawat mempunyai

sikap yang positif maka perawat tersebut akan mampu melaksanakan sikap positifnya ke tindakan yang dilakukannya khususnya dalam hal pemasangan IVFD berdasarkan SOP dalam pemasngan IVFD.

3. HubunganTindakan Perawat Terhadap Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan IVFD Tabel 3 N o Pelaksan aan SOP pemasan gan IVFD

Tindakan Total Tingkat

kem akn aan ( p-valu e) OR Dilakuka n Tidak dilakuka n n % n % N % 1 Dilaksan akan 15 68 ,2 7 31 ,8 22 10 0 0,00 3 9,2 86 2 Tidak Dilaksan akan 3 18 ,8 13 81 ,2 16 10 0 Jumlah 18 47 ,4 20 52 ,6 38 10 0

Berdasarkan tabel 3.3, perawat yang melakukan pelaksanaan SOP dalam pemasangan IVFD sebanyak 15 orang (68,2%) dari 22 perawat, lebih besar dibanding dengan perawat yang mempunyai tindakan yang tidak melakukan pelaksanaan SOP dalam pemasangan IVFD 3 orang (18,8%) dari 16 perawat. Hasil uji Chi Square didapatp-value = 0,003 artinya adahubunganantara tindakanterhadap pelaksanaan SOP pemasangan IVFD di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 9,286 artinya perawat yang mempunyai tindakan dilakukan mempunyai resiko 9,286 kali lebih besar untuk melaksanakan SOP pemasangan IVFD dibanding perawat yang mempunyai tindakan tidak dilakukan.

(7)

77

Teori terkait Tindakan atau perilaku kesehatan terjadi setelah seseorang mengetahui stimulus kesehatan, kemudian mengadakan penilaian terhadap apa yang diketahui dalam memberikan respon batin dalam bentuk sikap. Proses selanjutnya di harapkan subjek akan melaksanakan apa yang diketahui atau di sikapi. Suatu sikap belum optimis terwujud dalam suatu tindakan, untuk terbentuknya sikap menjadi suatu perbuatan yang nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain adalah fasilitas. Disamping faktor fasilitas juga diperlukan fakta dukungan (support) dari pihak lain (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan oleh Ince (2012) menunjukkan bahwa tindakan pemasangan infus dilakukan oleh perawat dengan patuh pada Standar Prosedur Operasional Pemasangan infus (88,2%) dan yang tidak mengalami phlebitis mayoritas(97,1%). uji statistik “koefisien kontingensi” dan didapatkan p = 0,000. Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat IGD dalam melaksanakan StandarProsedur Operasional Pemasangan infus dengan kejadian phlebitis di Rumah Sakit BaptisKediri.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti berpendapat bahwa tindakan perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang ada hubungan yang signifikan terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam pemasangan IVFD. Hal ini

di karenakan suatu tindakan merupakan suatu sikap positif yang di lakukan karena adanya sarana dan prasarana yang mendukung sehingga suatu tindakan bisa terlaksana dengan baik, begitu juga dengan perawat yang melakukan tindakan pemasangan IVFD, jika sarana dan prasarana pemasangan IVFD telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur maka perawat akan mampu melaksanakan pemasangan IVFD sesuai dengan Standar Operasional Prosedur pemasangan IVFD dengan baik.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka didapat simpulan sebagai berikut :

1. Ada hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pelaksanaan IVFD diruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014 p value (0,011).

2. Ada hubungan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pelaksanaan IVFD diruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014 pvalue (0,002).

3. Ada hubungan pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam Pelaksanaan IVFD diruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014p value(0,003).

(8)

78

Saran

1. Bagi Rumah Sakit Pelabuhan Palembang

Dapat dijadikan bahan evaluasi sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dengan mengadakan review ulang atau pelatihan-pelatihan tentang SOP sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

2. Bagi STIK Bina Husada

Diharapkan untuk lebih meningkatkan penerapan dan pengetahuan ilmu keperawatan manajemen keperawatan dalam sistem belajar, sehingga mahasiswa mampu menerapkan ilmu pengatahuan dalam pelaksanaan manajemen keperawatan yang profesional dalam praktek lapangan.

3. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang berharga dalam melakukan penelitian khusunya mengenai bagaimana hubungan perilaku perawat terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur dalam pemasangan IVFD di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014.

DAFTAR PUSTAKA

1. Komaling, Christian M. 2014 [internet].

Hubungan Lamanya Pemasangan Infus (Intravena) dengan Kejadian Flebitis pada pasien di Irina F Blu RSUP

Prof.KANDOUMANADO diakses pada

28 juli 2015: 01:

2chttp://download.portalgaruda.org/articl e.php?article=147002&val=5798

2. Darmadi. 2008 Infeksi Nosokomial

Problematika dan

Pengendaliannya.Salemba Medika : Jakarta.

3. Rumah Sakit Pelabuhan Palembang. 2014Data Pemasangan Infus

4. Ince Maria. 2012[internet]. Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Standar Prosedur Operasional Pemasangan Infus Terhadap Phlebitis Diakses pada

22 Juli 2015:03:

47http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index .php/stikes/article/download/18467/1828 1

5. Mubarak, Wahid Iqbal. 2007Buku Ajar Kebutuhan Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik.EGC : Jakarta.

6. Notoatmodjo, Soekidjo.2010 Ilmu Perilaku Kesehatan.Rineka Cipta : Jakarta.

7. Notoatmodjo, Soekidjo.2010 Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Rineka Cipta : Jakarta.

8. Nursalam. 2013Metodologi Penelitian Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 3.Salemba Medika: Jakarta.

9. Spirita. 2004[internet]. Infeksi

Nosokomial dan Kewaspadaan

Universal citied pada 12 Januari 2014:

08:25pm. Available

from;http://www.spiritia.or.id/cst/bacacst. php?artno=1043&menu=perawmenu

Referensi

Dokumen terkait

6.1.3 Hasil Observasi Pelaksanaan Timbang Terima ( Handover ) Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Malang ..... Timbang Terima ( Handover )

bullying dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap Rumah

Analisis Beban Kerja Perawat Pelaksana untuk Mengevaluasi Jumlah Kebutuhan Tenaga Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Haji... Tesis,

Bani Salim (2011) berdasarkan hasil wawancara yang dilakukannya dengan 4 orang seorang perawat pada ruang rawat inap Rumah sakit Muhammadiyah Palembang di

Pasien yang memanfaatkan instalasi rawat inap, bukan karena upaya promosi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, melainkan dari variabel-variabel

Hubungan Kompetensi, Motivasi Dan Beban Kerja Perawat Pelaksana Dalam Penerapan Asuhan Keperawatan Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Badan Rumah Sakit

Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif yang dilakukan di ruang rawat inap bedah Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan sampel penelitian adalah pasien

Hubungan Komunikasi Perawat dengan Kepuasan Klien atas Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.. Effective Islamic Spiritual Care: Foundations And