METODE PENELITIAN
Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey yakni metode yang menggunakan sampling dari suatu populasi. Penelitian dilaksanakan dengan desain cross sectional study yaitu penelitian yang hanya dilakukan pada satu waktu dan tidak berkelanjutan. Pemilihan tempat dilakukan secara purposive dimana tempat yang dijadikan objek penelitian sudah ditentukan kriterianya, yakni di kelas akselerasi, kelas SBI, dan kelas reguler di Bogor, Jawa Barat. Penentuan sekolah yang dijadikan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan kelas akselerasi yang dijadikan objek penelitian adalah kelas yang berasal dari sekolah pertama yang menerapkan program akselerasi di Kota Bogor. Selain itu kelas SBI yang dipilih juga berasal dari sekolah yang sama dengan kelas akselerasi karena mempertimbangkan kondisi lingkungan dan latar belakang yang cenderung homogen. Kelas reguler sendiri dipilih dari sekolah yang memiliki latar belakang berbeda dengan kelas akselerasi dan SBI sehingga kelas ini dijadikan sebagai pembanding atau kontrol. Penelitian dilakukan selama enam bulan, yakni antara bulan Januari sampai Juni 2011.
Contoh dan Teknik Pengambilan Contoh
Contoh yang menjadi unit analisis penelitian ini adalah siswa kelas IX IPA SMA kelas akselerasi, kelas IX IPA SBI, dan siswa kelas IX IPA reguler. Seluruh populasi yang memiliki kriteria tersebut adalah kerangka contoh penelitian. Populasi penelitian sebanyak 445 siswa masing-masing 26 siswa dari kelas akselerasi, 224 siswa dari kelas SBI, dan 195 siswa dari kelas reguler. Dari kerangka contoh tersebut, kemudian dilakukan pemilihan contoh sebanyak 86 siswa kelas IPA. Dari total contoh, diambil 26 orang dari kelas akselerasi, kemudian diambil 30 orang dari kelas SBI, serta 30 orang dari kelas reguler. Penentuan kelas IPA SBI dan kelas IPA reguler yang menjadi sampel ditentukan langsung oleh sekolah karena terkait dengan jadwal akademik sekolah yang bersangkutan. Alur pengambilan contoh dapat dilihat di pada Gambar 2.
▸ Baca selengkapnya: contoh metode modular
(2)Gambar 2 Bagan cara pengambilan contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer yang dikumpulkan meliputi data karakteristik contoh (usia, jenis kelamin, urutan kelahiran), karakteristik keluarga contoh (pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, pendapatan orang tua, jumlah anggota keluarga), tingkat perkembangan nilai moral (nilai kebaikan, nilai kejujuran, dan nilai kontrol diri), motivasi (intrinsik dan ekstrinsik), kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan interpersonal contoh. Data diambil dengan pengisian kuisioner oleh contoh. Adapun data sekunder diperoleh dari bagian administrasi sekolah mengenai jumlah siswa, profil kelas, dan model pembelajaran. Jenis dan cara data ditampilkan pada Tabel 1.
Tingkat perkembangan nilai moral diukur dengan menggunakan instrumen moral remaja dan dewasa Personal Value Scales dari Scott (1965) dan dimodifikasi oleh Latifah (2008) sebanyak 20 item yang terdiri atas 10 item kindness (kebaikan) dan 10 item honesty (kejujuran). Selain itu, item self control (kontrol diri) sebanyak 10 item dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada indikator yang belum dikembangkan oleh Latifah (2008). Dalam instrumen, item kindness positif diberi kode “KP”, item kindness negatif ditandai “KM”, item honesty positif diberi label “HP”, honesty negatif “HM”, self control positif ditandai dengan “SP”, dan self control negatif dikodekan “SM”. Sementara itu, motivasi siswa dilihat melalui alat ukur yang dikembangkan oleh Pelletier, Fortier, Vellerand, Tuson, Blais (1995) dan dimodifikasi oleh Rahmaisya (2010) dengan skala Likert satu sampai empat. Sebanyak 10 item yang dikembangkan dari instrumen asli dan lima item tambahan dari peneliti untuk motivasi instrinsik, dan berlaku sama dengan item-item motivasi ekstrinsik.
Purposive
Purposive
Purposive Purposive
n=30 Kelas IPA (1 kelas =
26 siswa) Kelas IPA (1 kelas=32 siswa) n=26 n=30 Kelas IPA (1 kelas=39 siswa) Kota Bogor Kelas Akselerasi (26 siswa)
Kelas SBI (7 kelas = 224 siswa)
Kelas Reguler ( 5 kelas = 195 siswa)
▸ Baca selengkapnya: contoh aturan pengisian tempat
(3)Alat ukur yang digunakan untuk kecerdasan personal dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan penjabaran definisi teori kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal Gardner (1983) dan Hoerr (2007). Kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal memiliki masing-masing 15 item.
Tabel 1 Jenis dan cara pengumpulan data
Jenis Data Variabel Sumber Alat Bantu Skala Data
Primer
Karakteristik keluarga: - Besar keluarga
- Tingkat pendidikan
orang tua
- Pekerjaan orang tua - Pendapatan keluarga Siswa Kuesioner Rasio Ordinal Nominal Interval Primer Karakteristik contoh - Usia - Jenis kelamin - Urutan kelahiran
Siswa Kuesioner Rasio
Nominal Nominal Primer Moral: - Kindness (kebaikan) - Honesty (kejujuran) - Self control (kontrol
diri) Siswa Kuesioner (Personal Value dari Scott 1965) Ordinal Ordinal Ordinal Primer Kecerdasan
intrapersonal Siswa Kuesioner Ordinal
Primer Kecerdasan
interpersonal
Siswa Kuesioner Ordinal
Primer Motivasi belajar: - Instrinsik - Ekstrinsik Siswa Kuesioner (Pelletier, Fortier, Vellerand, Tuson, Blais 1995) Ordinal Ordinal
Sekunder Profil kelas Administrasi
Sekolah Data sekolah -
Pengolahan dan Analisis Data
Data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan Microsoft Excell 2007 for Windows dan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 16.0 for Windows. Proses pengolahan data di SPSS 16.0 melalui tahapan entry, editing, cleaning, dan analyzing. Secara ringkas, jenis data dan pengkategoriannya dapat dilihat pada Tabel 2.
Karakteristik contoh dan karakteristik keluarga contoh dianalisis secara statistik deskriptif. Statistik yang digunakan pada analisis deskriptif mencakup nilai rata-rata, nilai maksimum dan minimum pada semua data kuantitatif.
Tabel 2 Jenis data dan pengkategorian data
Jenis Data Kategori Pengukuran Dasar Pengukuran
Karakteristik Contoh:
Jenis kelamin Lak-laki; Perempuan Sebaran contoh
Urutan kelahiran Anak sulung; Anak tengah;
Anak bungsu Karakteristik Keluarga:
Besar keluarga Keluarga kecil (≤ 4 orang);
Keluarga sedang 5-7 orang); Keluarga besar (>7 orang)
Hurlock (1980)
Pendidikan orang tua tidak tamat SD; SD/ sederajat;
SMP/sederajat; SMA/ sederajat; D1/D2/D3; S1/S2/S3
Sebaran contoh
Pekerjaan orang tua tidak bekerja; wiraswasta; PNS;
Swasta; ABRI; Buruh;
Pensiunan; Dokter; supir
Sebaran contoh (untuk
analisis deskriptif)
Pekerjaan orang tua tidak bekerja; bekerja Sebaran contoh (untuk
analisis inferensia: uji
korelasi) Pendapatan keluarga ≤ Rp 1 000 000.00; Rp 1 000 001.00 - Rp 2 000 000.00; Rp 2 000 001.00 - Rp 3 000 000.00; Rp 3 000 001.00 - Rp 4 000 000.00; Rp 4 000 001.00 - Rp 5 000 000.00; ≥ Rp 5 000 001.00 Sebaran contoh Perkembangan Nilai Moral Nilai Kebaikan Nilai Kejujuran Nilai Kontrol diri
rendah (<=60); sedang (60-80); tinggi (>80) Khomsan (2002) Motivasi belajar Motivasi instrinsik Motivasi ekstrinsik rendah (<=60); sedang (60-80); tinggi (>80) Khomsan (2002) Kecerdasan intrapersonal rendah (<=60); sedang (60-80); tinggi (>80) Khomsan (2002) Kecerdasan interpersonal rendah (<=60); sedang (60-80); tinggi (>80) Khomsan (2002)
Analisis inferensia yang dilakukan adalah uji beda dan uji hubungan. Uji beda One Way Anova digunakan untuk melihat perbedaan usia contoh, usia ayah dan ibu contoh, besar keluarga, pendapatan keluarga contoh, tingkat perkembangan nilai moral, motivasi belajar, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan interpersonal siswa, sedangkan uji beda Kruskal-Wallis digunakan untuk melihat perbedaan pendidikan ayah dan ibu contoh berdasarkan latar belakang kelas akselerasi, kelas SBI, dan kelas reguler. Uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan usia contoh, usia orang tua
contoh, besar keluarga, pendidikan orang tua, dan pendapatan keluarga, dengan tingkat perkembangan nilai moral, motivasi belajar, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal. Uji korelasi Rank Pearson untuk menganalisis hubungan antara tingkat perkembangan nilai moral, motivasi belajar, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.
Alat ukur yang digunakan diuji melalui uji Alpha Cronbach untuk melihat reliabilitasnya dan melalui corrected inter item untuk mengetahui validitasnya. Untuk instrumen perkembangan nilai moral, 30 item pertanyaan diperoleh reliabilitias sebesar 0.750 dan tergolong reliabel, 15 item kecerdasan intrapersonal memperoleh realiabilitas sebesar 0.734 yang tergolong reliabel, 15 item kecerdasan interpersonal sebesar 0.789 yang termasuk reliabel, dan 30 item motivasi belajar sebanyak 0.805 yang berarti sangat reliabel.
Item perkembangan moral terdiri pertanyaan/pernyataan dengan jawaban tertutup berupa pilihan dari satu sampai tiga. Dari ketiga jawaban, hanya terdapat satu jawaban yang benar. Pemberian skor yaitu dengan memberikan nilai satu untuk jawaban yang benar dan nilai nol untuk jawaban yang salah setelah itu dikompositkan dan dikategorikan hasil komposit skornya. Sementara itu, motivasi diberikan skor dari satu sampai empat dengan menggunakan skala Likert. Pemberian skor 1 untuk jawaban STS (Sangat Tidak Setuju), skor 2 untuk TS (Tidak Setuju), skor 3 untuk S (Setuju), dan skor 4 untuk SS (Sangat Setuju). Kecerdasan personal diperlakukan sama seperti sistem pemberian skor motivasi belajar. Skor 1 untuk STS, skor 2 untuk TS, skor 3 untuk S, dan skor 4 untuk SS. Sistem pemberian skor ini dibuat konsisten dengan kategori, semakin tinggi skor maka semakin tinggi kategori. Teknik pemberian skor sendiri dilakukan dengan cut off point, yakni mengkategorikan skor menjadi tiga tingkatan, rendah (<60), sedang (60-80), dan tinggi (>80) (Khomsan 2002).
Definisi Operasional
Contoh adalah remaja yang berusia antara 15 sampai 17 tahun yang merupakan siswa kelas XI IPA akselerasi, SBI, dan reguler di kota Bogor.
Pendidikan orang tua adalah tingkat pendidikan formal tertinggi yang pernah dicapai oleh orang tua contoh (ayah dan ibu) dan dikategorikan menjadi: 0. tidak tamat SD; 1. SD/ sederajat; 2. SMP/sederajat; 3. SMA/ sederajat; 4. D1/D2/D3; dan 5. S1/S2/S3.
Pekerjaan orang tua adalah aktivitas yang dilakukan orang tua contoh dan dijadikan sebagai sumber mata pencaharian keluarga, seperti buruh,
petani, wiraswasta/pedagang, pegawai swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan PNS, atau tidak bekerja.
Pendapatan keluarga adalah penghasilan per bulan yang diperoleh dalam keluarga contoh dan dinilai dengan satuan rupiah.
Besar keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang terdiri dari ayah contoh, ibu contoh, contoh, dan anggota keluarga lainnya.
Kelas akselerasi merupakan kelas yang mensyaratkan para siswanya mengikuti tes seleksi akselerasi yang terdiri atas beberapa tahap yaitu tes IQ, komitmen dan kreativitas tes serta tes akademik. Untuk persyaratan masuk kelas akselerasi ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu standar tes IQ harus di atas 130, nilai rata-rata UN harus 8.00 dan standar tes akademik harus di atas 8.00.
Kelas SBI adalah kelas bilingual dimana bahasa Inggris adalah bahasa pengantar yang lebih dominan dibandingkan bahasa Indonesia. Bahasa pengantar ini diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan MIPA oleh semua guru dan siswa SBI. Peserta kelas SBI adalah siswa yang memiliki rata-rata nilai rapor SMP diatas 7.00.
Kelas reguler merupakan kelas dengan kurikulum standar yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan menempuh waktu pendidikan seperti pada umumnya, yakni tiga tahun untuk Sekolah Menengah Atas.
Tingkat perkembangan nilai moral adalah perubahan penalaran, perasaan, dan perilaku seseorang tentang relasi yang ideal yang digunakan untuk menilai kebaikan atau keburukan, kebenaran atau kesalahan dari sebuah relasi sosial yang dialami atau dihayati secara mutlak.
Kebaikan merupakan demonstrasi akan perhatian contoh terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain, bagaimana contoh memikirkan kebutuhan orang lain, caranya menunjukkan perhatiannya kepada sekitar, dan tawaran untuk membantu atau menolong yang sedang membutuhkan. Kejujuran adalah perbuatan contoh yang dapat dipercaya, berkata benar apa
adanya, tidak berbohong dengan alasan apapun.
Kontrol diri adalah kemampuan contoh untuk menahan perilaku impulsif, berpikir sebelum bertindak, mampu menunda kepuasan karena mempertimbangkan efek/jangka panjang.
Motivasi adalah dorongan yang memberi semangat, arah, dan kegigihan dalam perilaku seseorang.
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri contoh sendiri tanpa ada paksaan atau dorongan dari luar diri contoh, melainkan karena kesadaran dan keinginan dari dalam diri sendiri.
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang dipengaruhi oleh insentif ekternal contoh baik yang berupa dorongan positif maupun negatif.
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan contoh dalam mengetahui dan memahami dirinya sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dan berusaha memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya demi kemajuan diri sendiri. Kecerdasan ini memiliki kriteria mampu bekerja sendiri, mempromosikan diri, menetapkan tujuan dan berani memutuskan sesuatu, menyusun sasaran, berinisiatif, mengevaluasi diri sendiri, melihat kesempatan, evaluasi/instrospeksi, dapat memotivasi diri sendiri, mengenali emosi, mengendalikan pikiran, dan mengekspresikan perasaan. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan contoh dalam menilai,
memahami, dan merespon secara tepat akan motivasi, suasana hati, temperamen, maksud, dan perasaan orang lain serta kemampuan contoh dalam menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. Contoh yang memiliki kecerdasan seperti ini cenderung memiliki teman yang lebih banyak daripada yang dipunyai teman-temannya, berempati, peka terhadap wajah, suara, bahasa tubuh orang lain, dan menghargai perbedaan yang ada.