• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 1

Pada bulan Juli 2016 di Kota Meulaboh terjadi inflasi sebesar 0,41 persen, di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,73 persen dan di Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 0,15 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Meulaboh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga yang mengalami inflasi sebesar 1,84 persen; diikuti oleh Kelompok Sandang dengan inflasi sebesar 0,69 persen; Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,58 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau dengan inflasi sebesar 0,42 persen; dan Kelompok Kesehatan dengan inflasi sebesar 0,16 persen. Sedangkan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami deflasi sebesar 0,10 persen. Sementara itu Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Laju Inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Juli 2016 untuk Kota Meulaboh adalah sebesar 1,58 persen; Kota Banda Aceh 1,84 persen dan Kota Lhokseumawe 0,75 persen. Inflasi “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) untuk Kota Meulaboh adalah sebesar 1,75 persen; Kota Banda Aceh 2,14 persen dan Kota Lhokseumawe 2,87 persen.

No. 07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JULI 2016 INFLASI 0,41 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

(2)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 2 Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar

2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga. Untuk Provinsi Aceh SBH 2012 dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh dengan total sampel sebanyak 400 Blok Sensus dan 4.000 rumahtangga.

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 859 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas. Paket Komoditas di Banda Aceh sebanyak 383 komoditas, Lhokseumawe 369 komoditas dan Meulaboh 347 komoditas.

JULI 2016 MEULABOH INFLASI SEBESAR 0,41 PERSEN

Pada bulan Juli 2016, harga berbagai komoditas di Kota Meulaboh secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Hal ini ditandai dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122,68 pada bulan Juni 2016 menjadi 123,18 pada bulan Juli 2016 atau terjadi inflasi sebesar 0,41 persen. Sedangkan di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,73 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 117,58 pada bulan Juni 2016 menjadi 118,44 pada bulan Juli 2016. Sementara di Kota Lhokseumawe terjadi inflasi sebesar 0,15 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 119,02 pada bulan Juni 2016 menjadi 119,20 pada bulan Juli 2016.

Laju Inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Juli 2016 untuk Kota Meulaboh adalah sebesar 1,58 persen; Kota Banda Aceh 1,84 persen dan Kota Lhokseumawe 0,75 persen.

(3)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 3 Inflasi “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) untuk Kota Meulaboh adalah sebesar

1,75 persen; Kota Banda Aceh 1,84 persen dan Kota Lhokseumawe 2,87 persen.

Inflasi yang terjadi di Kota Meulaboh secara umum disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga yang mengalami inflasi sebesar 1,84 persen; diikuti oleh Kelompok Sandang dengan inflasi sebesar 0,69 persen; Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,58 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau dengan inflasi sebesar 0,42 persen; dan Kelompok Kesehatan dengan inflasi sebesar 0,16 persen. Sedangkan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami deflasi sebesar 0,10 persen. Sementara itu Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi menurut Kota Bulan Juli 2016, Tahun Kalender 2016, dan Year on

Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran

Kota Meulaboh Kota Banda Aceh Kota Lhokseumawe

IHK Inflasi Laju Inflasi IHK Inflasi Laju Inflasi IHK Inflasi Laju Inflasi

Jul, Jul, Inflasi Year

on Jul, Jul, Inflasi

Year

on Jul, Jul, Inflasi

Year on

2016 2016 1) 2016 2) Year 3) 2016 2016 1) 2016 2) Year 3) 2016 2016 1) 2016 2) Year 3)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

UMUM 123,18 0,41 1,58 1,75 118,44 0,73 1,84 2,14 119,20 0,15 0,75 2,87

1 Bahan Makanan 120,55 0,58 3,47 2,36 132,39 1,70 7,15 5,21 126,63 -0,24 -0,20 5,24 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 129,38 0,42 3,16 5,08 116,18 0,40 3,76 5,09 116,89 0,26 3,44 5,22 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 118,31 -0,10 -0,33 0,02 110,22 -0,02 -0,92 -0,04 117,54 0,24 -0,14 0,75 4 Sandang 127,51 0,69 2,24 1,45 119,78 0,71 7,45 7,02 122,28 0,92 5,10 4,41 5 Kesehatan 113,66 0,16 1,34 1,41 110,56 0,25 0,85 2,40 112,94 0,09 1,97 3,75 6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 122,25 1,84 2,31 2,97 117,03 0,63 0,95 5,17 113,14 0,06 0,96 2,56 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 123,26 0,00 -4,64 -4,76 119,89 1,09 -3,43 -3,38 112,13 0,28 -2,67 -3,14

1) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK Juli 2016 terhadap IHK Juli 2015

(4)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 4

Grafik 1

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Meulaboh Juli 2015 – Juli 2016

Grafik 2

Perkembangan Inflasi Kota Meulaboh, Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe Juli 2015 – Juli 2016 100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00

Jul'15 Agt'15 Sep '15 Okt '15 Nov '15 Des '15 Jan '16 Feb '16 Mar '16 Apr '16 Mei '16 Jun '16 Jul '16

Umum Bahan Makanan

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Sandang Kesehatan

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Jul '15 Agt '15 Sep '15 Okt '15 Nov '15 Des '15 Jan '16 Feb '16 Mar '16 Apr '16 Mei '16 Jun '16 Jul '16

Meulaboh 0,41 -0,22 -0,02 0,05 0,28 0,49 0,46 0,37 -0,07 -0,14 0,39 0,16 0,41 Banda Aceh 0,98 0,76 -0,36 0,10 0,23 0,54 0,61 0,02 -0,26 -1,09 0,73 1,10 0,73 Lhokseumawe 0,33 0,18 0,22 0,36 0,34 1,31 0,29 -0,13 -0,19 -0,39 0,25 0,79 0,15 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50

(5)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 5 Dari 39 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk Kota Meulaboh

di bulan Juli 2016, 26 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan harga dan 13 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga.

Beberapa komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi bulan Juli 2016 antara lain adalah: Gula Pasir dengan andil sebesar 0,0921 persen; Emas Perhiasan dengan andil sebesar 0,0778 persen; Daging Kerbau dengan andil sebesar 0,0762 persen; Akademi/Perguruan Tinggi dengan andil sebesar 0,0751 persen; Tomat Sayur dengan andil sebesar 0,0470 persen; Ayam Hidup dengan andil sebesar 0,0286 persen; Tarip Listrik dengan andil sebesar 0,0202 persen; Wortel dengan andil sebesar 0,0159 persen; Kentang dengan andil sebesar 0,0156 persen dan Rokok Kretek Filter dengan andil sebesar 0,0136 persen.

Sementara itu beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah: Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil sebesar minus 0,0390 persen; Bandeng/Bolu dengan andil sebesar minus 0,0145 persen; Cabe Hijau dengan andil sebesar minus 0,0120 persen; Cabai Rawit dengan andil sebesar minus 0,0101 persen; Bawang Merah dengan andil sebesar minus 0,0091 persen; Kembang Kol dengan andil sebesar minus 0,0079 persen; Flash Disk dengan andil sebesar minus 0,0041 persen; Beras dengan andil sebesar minus 0,0032 persen; Pemutih dengan andil sebesar minus 0,0012 persen; dan Cabai Merah dengan andil sebesar minus 0,0011 persen.

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi menurut Kota Juli 2016 (persen)

Kelompok Pengeluaran Kota Kota Kota

Meulaboh Banda Aceh Lhokseumawe

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0,4140 0,7265 0,1502

1. Bahan Makanan 0,1481 0,3904 -0,0696

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Tembakau 0,1057 0,0627 0,0466

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

Bakar -0,0205 -0,0049 0,0552

4. Sandang 0,0911 0,0488 0,0785

5. Kesehatan 0,0052 0,0109 0,0037

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,0844 0,0309 0,0031

(6)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 6

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN KOTA MEULABOH

1. Bahan Makanan

Pada bulan Juli 2016 Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,58 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 119,85 pada bulan Juni 2016 menjadi 123,18 pada bulan Juli 2016.

Dari 11 subkelompok dalam Kelompok Bahan Makanan, 6 subkelompok mengalami inflasi; 3 subkelompok mengalami deflasi; dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Bahan Makanan, terutama disebabkan oleh kenaikan indeks pada Subkelompok Daging dan Hasil-hasilnya yang mengalami inflasi sebesar 5,44 persen; diikuti oleh Subkelompok Sayur-sayuran dengan inflasi sebesar 2,96 persen; Subkelompok Telur, Susu dan Hasil-hasilnya dengan inflasi sebesar 1,03 persen; Subkelompok Kacang-kacangan dengan inflasi sebesar 0,42 persen; Subkelompok Buah-buahan dengan inflasi sebesar 0,16 persen; dan Subkelompok Ikan Diawetkan dengan inflasi sebesar 0,06 persen. Sedangkan Sub kelompok Bumbu-bumbuan mengalami deflasi sebesar 0,90 persen; diikuti oleh Subkelompok Ikan Segar dengan deflasi sebesar 0,19 persen; dan Subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya dengan deflasi sebesar 0,06 persen. Sementara itu, Subkelompok Lemak dan Minyak dan Subkelompok Bahan Makanan Lainnya tidak mengalami perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1481 persen. Ada 11 komoditas yang mengalami kenaikan harga, yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: Daging Kerbau dengan andil sebesar 0,0762 persen; Tomat Sayur dengan andil sebesar 0,0470 persen; Ayam Hidup dengan andil sebesar 0,0286 persen; Wortel dengan andil sebesar 0,0159 persen; dan Kentang dengan andil sebesar 0,0156 persen.

Sementara itu, ada 7 komoditas mengalami penurunan harga, yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: Bandeng/Bolu dengan andil sebesar minus 0,0145 persen; Cabai Hijau dengan andil sebesar minus 0,0120 persen; Cabai Rawit dengan andil sebesar minus 0,0101 persen; Bawang Merah dengan andil sebesar minus 0,0091 persen; dan Kembang Kol dengan andil sebesar minus 0,0079 persen.

(7)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 7

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan Juli 2016 Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 0,42 persen atau mengalami kenaikan IHK dari 128,84 pada bulan Juni 2016 menjadi 129,38 pada bulan Juli 2016.

Dari 3 Subkelompok dalam Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, 2 Subkelompok mengalami inflasi dan 1 Subkelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, disebabkan oleh kenaikan indeks pada Subkelompok Minuman yang Tidak Beralkohol yang mengalami inflasi sebesar 1,94 persen; diikuti oleh Subkelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol dengan inflasi sebesar 0,17 persen. Sementara itu, Subkelompok Makanan Jadi tidak mengalami perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1057 persen. Terdapat 2 komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu Gula Pasir dengan andil sebesar 0,0921 persen dan Rokok Kretek Filter dengan andil sebesar 0,0136 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Juli 2016 mengalami deflasi sebesar 0,10 persen atau mengalami penurunan IHK dari 118,43 pada bulan Juni 2016 menjadi 118,31 pada bulan Juli 2016.

Dari empat Subkelompok dalam Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar, 4 Subkelompok mengalami deflasi dan 2 Subkelompok tidak mengalami perubahan indeks .

Deflasi yang terjadi pada kelompok ini disebabkan oleh penurunan indeks pada Subkelompok Bahan Bakar, Penerangan dan Air sebesar 0,36 persen; diikuti oleh Subkelompok Penyelenggaraan Rumah Tangga dengan deflasi sebesar 0,10 persen. Sementara itu Subkelompok Biaya Tempat Tinggal dan Subkelompok Perlengkapan Rumah Tangga tidak mengalami perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar minus 0,0206 persen. Terdapat 4 komoditas mengalami penurunan harga, antara lain: Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil sebesar minus 0,0390 persen;

(8)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 8 Pemutih dengan andil sebesar minus 0,0012 persen; Pembersih Lantai dengan andil

sebesar minus 0,0003 persen; dan Pengharum/Pelembut Cucian dengan andil sebesar minus 0,0002 persen. Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah Tarip Listrik dengan sumbangan inflasi sebesar 0,0202 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok Sandang pada bulan Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 126,63 pada bulan Juni 2016 menjadi 127,51 pada bulan Juli 2016.

Dari 4 subkelompok dalam Kelompok Sandang, seluruh Subkelompok mengalami inflasi.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Sandang disebabkan oleh kenaikan indeks pada Subkelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain sebesar 1,40 persen; diikuti oleh Subkelompok Sandang Anak-anak dengan inflasi sebesar 0,38 persen; Subkelompok Sandang Wanita mengalami inflasi sebesar 0,12 persen; dan Subkelompok Sandang Laki-laki mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0911 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain: Emas Perhiasan dengan andil sebesar 0,0778 persen; Sandal dengan andil sebesar 0,0099 persen; Pembalut Wanita dengan andil sebesar 0,0031 persen; dan Baju Kaos Berkerah dengan andil sebesar 0,0003 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok Kesehatan pada bulan Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 113,48 pada bulan Juni 2016 menjadi 113,66 pada bulan Juli 2016.

Dari 4 subkelompok dalam Kelompok Kesehatan; 2 Subkelompok mengalami inflasi dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Kesehatan disebabkan oleh kenaikan indeks pada Subkelompok Obat-obatan sebesar 0,49 persen; diikuti oleh Subkelompok Perawatan Jasmani dan Kosmetika dengan inflasi sebesar 0,17 persen. Sementara itu,

(9)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 9 Subkelompok Jasa Kesehatan dan Subkelompok Jasa Perawatan Jasmani tidak mengalami

perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0052 persen. Terdapat 2 komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu Obat Gosok dengan andil sebesar 0,0031 persen dan Sabun Mandi dengan andil sebesar 0,0029 persen. Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah Obat Batuk dengan sumbangan inflasi sebesar minus 0,0008 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Pada bulan Juli 2016 Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga mengalami inflasi sebesar 1,84 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 120,04 pada bulan Juni 2016 menjadi 122,25 pada bulan Juli 2016.

Dari 5 subkelompok dalam Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga, 2 Subkelompok mengalami inflasi, 1 Subkelompok mengalami deflasi dan 2 Subkelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Inflasi yang terjadi pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga disebabkan kenaikan indeks pada Subkelompok Pendidikan sebesar 3,26 persen; diikuti oleh Subkelompok Perlengkapan/Peralatan Pendidikan dengan inflasi sebesar 0,66 persen. Sedangkan Subkelompok Rekreasi mengalami deflasi sebesar 0,42 persen. Sementara itu, Subkelompok Kursus-kursus / Pelatihan; dan Subkelompok Olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Juli 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar minus 0,0844 persen. Terdapat 6 komoditas yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini, yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu Akademi/ Perguruan Tinggi dengan andil sebesar 0,0751 persen; Sekolah Dasar dengan andil sebesar 0,0075 persen; Buku Tulis Bergaris dengan andil sebesar 0,0029 persen; Sekolah Menengah Pertama dengan andil sebesar 0,0021 persen; dan Modem Internet dengan andil sebesar 0,0005 persen. Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah Flash Disk dengan andil sebesar minus 0,0041 persen.

(10)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 10

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok ini pada bulan Juli 2016 tidak mengalami perubahan indeks atau konstannya nilai IHK sebesar 123,26 pada bulan Juni dan Juli 2016.

Empat subkelompok dalam Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan yaitu Subkelompok Transpor, Subkelompok Komunikasi dan Pengiriman, Subkelompok Sarana dan penunjang Transpor, dan Subkelompok Jasa Keuangan tidak mengalami perubahan indeks.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Juli) 2016 Kota Meulaboh sebesar 1,58 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 1,75 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender pada periode (Juli) 2015 adalah 0,41 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2015 terhadap Juli 2014) adalah 4,84 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Juli) 2016 Kota Banda Aceh sebesar 1,84 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 2,14 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender pada periode (Juli) 2015 adalah 0,98 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2015 terhadap Juli 2014) adalah 5,47 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Juli) 2016 Kota Lhokseumawe sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) sebesar 2,87 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender pada periode (Juli) 2015 adalah 0,33 persen dan tingkat inflasi “year on year” (Juli 2015 terhadap Juli 2014) adalah 5,28 persen.

(11)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 11

Grafik 3

Perbandingan Inflasi Tahunan Kota Meulaboh, Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe Antara Juli 2015 dengan Juli 2016

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Year on Year Menurut Kota Juli Tahun 2016 Inflasi Kota Meulaboh Kota Banda Aceh Kota Lhokseumawe (1) (2) (3) (4)

1. Juli terhadap Juni 0,41 0,73 0,15

2. Juli tahun n terhadap Desember

tahun (n-1) 1,58 1,84 0,75

3. Juli tahun n terhadap Juli tahun

(n-1) (year on year) 1,75 2,14 2,87

Meulaboh Banda Aceh Lhokseumawe

Tahun Kalender juli '15 0,41 0,98 0,33

Tahun Kalender juli '16 1,58 1,84 0,75

Year on Year juli '15 4,84 5,47 5,28

Year on Year juli '16 1,75 2,14 2,87

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

(12)

Berita Resmi Statistik No.07/1107/TH.III, 1 Agustus 2016 12

Tabel 4

IHK (2012=100) dan Inflasi Kota Meulaboh Juli 2016

Kelompok/Sub kelompok IHK Juli 2016 % Perubahan terhadap Juni 2016 Tahun Kalender % Perubahan Juli 2016 terhadap Des 2015 Year on Year % Perubahan Juli 2016 terhadap Juli 2015 [1] [2] [3] [4] [5] U M U M / T O T A L 123,18 0,41 1,58 1,75 I BAHAN MAKANAN 120,55 0,58 3,47 2,36

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 114,64 -0,06 -5,97 5,98

Daging dan Hasil-hasilnya 134,64 5,44 13,68 11,36

Ikan Segar 121,01 -0,19 7,44 -8,42

Ikan Diawetkan 127,21 0,06 -0,71 -6,14

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 105,77 1,03 -7,02 -1,43

Sayur-sayuran 133,72 2,96 6,76 18,59

Kacang - kacangan 140,45 0,42 0,06 -0,59

Buah - buahan 124,21 0,16 7,23 7,60

Bumbu - bumbuan 126,46 -0,90 8,40 16,41

Lemak dan Minyak 99,59 0,00 0,66 1,08

Bahan Makanan Lainnya 143,34 0,00 6,30 7,27

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 129,38 0,42 3,16 5,08

Makanan Jadi 127,66 0,00 2,78 2,78

Minuman yang Tidak Beralkohol 119,52 1,94 5,03 4,63

Tembakau dan Minuman Beralkohol 139,19 0,17 2,63 9,15

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 118,31 -0,10 -0,33 0,02

Biaya Tempat Tinggal 106,88 0,00 0,22 0,36

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 138,38 -0,36 -2,33 -1,53

Perlengkapan Rumahtangga 129,34 0,00 0,69 0,69 Penyelenggaraan Rumahtangga 118,28 -0,10 1,37 1,99 IV SANDANG 127,51 0,69 2,24 1,45 Sandang Laki-laki 119,86 0,02 -0,55 -1,63 Sandang Wanita 129,61 0,12 1,74 0,26 Sandang Anak-anak 143,86 0,38 0,90 0,52

Barang Pribadi dan Sandang Lain 123,41 1,40 4,35 3,82

V KESEHATAN 113,66 0,16 1,34 1,41

Jasa Kesehatan 112,23 0,00 0,47 0,47

Obat-obatan 111,14 0,41 1,17 1,05

Jasa Perawatan Jasmani 125,14 0,00 0,00 0,00

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 113,02 0,17 1,99 2,17

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 122,25 1,84 2,31 2,97

Pendidikan 118,70 3,26 3,26 3,39

Kursus-kursus / Pelatihan 124,79 0,00 0,00 5,45

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 137,80 0,66 3,84 5,51

Rekreasi 121,31 -0,42 -0,42 -0,42

Olahraga 147,24 0,00 3,91 3,91

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 123,26 0,00 -4,64 -4,76

Transpor 128,38 0,00 -6,98 -7,38

Komunikasi Dan Pengiriman 103,65 0,00 0,03 0,03

Sarana dan Penunjang Transpor 141,47 0,00 0,00 1,53

Referensi

Dokumen terkait

 Melaksanakan administrasi aktiva tetap dan penyusutan.  Mereview harga pokok dan proyek-proyek di Galangan maupun Cabang.  Monitoring, menyiapkan dan melaporakan

Sedangkan pada Game Edukasi Siaga Bencana Gempa Bumi terdapat video animasi yang berisikan tentang tindakan yang harus dilakukan ketika pra bencana gempa bumi, saat

Pabrik Kediri: Produksi makanan olahan (Nata de coco, jelly, ice bon-bon, lidah buaya, bekicot kaleng, bekicot beku, jagung manis, dan jagung muda).. 17 Juni 2011 16

terwujudnya kemampuan Pengolahan Hasil Pertanian dan Perkebunan di dalam negeri, melalui integrasi antara Klaster Industri Pengolahan Hasil Pertanian antara Klaster Industri

Uterus tidak akan pernah kembali seperti keadaan sebelum hamil, tetapi terjadi penurunan ukuran, dari berat 1000 gr setelah melahirkan, menjadi 500 gr pada akhir minggu I

Analisis hasil pretest merupakan acuan dari kemampuan awal siswa, tahap berikutnya siswa dijelaskan oleh peneliti pada materi pengenalan bentuk aljabar dan

Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Apakah ada hubungan kecederungan yang dilihat/persepsi gejala dengan persepsi ancaman kesehatan?; 2) Apakah ada hubungan

Yang pertama diselesaikan oleh khalifah Ali ialah menghidupkan cita-cita Abu Bakar dan Umar, menarik kembali semua tanah dan hibah yang telah dibagikan oleh