BAB II KAJIAN REPERTOAR

33 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

6 BAB II

KAJIAN REPERTOAR

A. Sejarah Drumset dan Kendang Sunda

Alat musik perkusi yang tidak bernada sangat beragam jenisnya, salah satunya adalah drum. Didalam dunia musik barat istilah drum digunakan untuk menyebut jenis alat musik perkusi yang menggunakan cylindrical shell atau tabung yang berongga yang terbuat dari kayu maupun logam. Alat musik pukul dengan pemukul/stik maupun tangan ini merupakan instrumen perkusi yang terdiri dari satu sampai dua head atau membran kulit yang terbuat dari kulit binatang, seperti kulit kadal, ular, dan ikan.1

Sebagian besar instrumen perkusi yang dikenal sebagai drum termasuk dalam kategori membranophone. Membranophone menghasilkan suara saat membran atau head tersebut dipukul. Beragam bentuk dari drum berpengaruh pada suara yang dihasilkan, semakin kecil bentuk tabung drum suara yang dihasilkan semakin tinggi, begitu juga sebaliknya semakin besar bentuk drum akan menghasilkan suara yang lebih rendah.

Fungsi dari drum umumnya dipakai di dalam upacara kemiliteran, ritual keagamaan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan hiburan. Drum dimainkan secara ensembel atau kelompok seperti didalam sebuah drum band/marching band, atau pun dimainkan secara perseorangan. Seiring dengan perkembangan jaman, pemain drum menyatukan beberapa macam–macam drum dari yang berukuran diameter kecil sampai ke ukuran yang besar dan menambahkan beberapa instrument perkusi lain seperti cymbal. Dari penyatuan alat musik drum lebih dikenal dengan nama drumset.

1James Blade. Percussion Instrument and their History (London : Faber and

(2)

7

Sebuah drumset biasanya terdiri dari 3 macam perangkat yang digabung menjadi satu kesatuan yaitu:

1. Drum, didalamnya termasuk snare drum, bass drum, tom-tom, dan floor tom. 2. Cymbal, didalamnya termasuk ride cymbal, hi-hat, crash cymbal, Chinese

cymbal, splash, dan cymbal efek.

3. Hardware, di dalamnya termasuk stand/tiang cymbal, pedal bass/kick, pedal hi-hat, dan kursi/stool.

Para pemain drum cenderung hanya mengetahui drumset standart. Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa drumset yang dikenal sekarang baru hadir pada sekitar tahun 1930. Bahkan pada tahun 1930-an, sistem tuning (lug casings dan tunable heads) yang baru saja ditambahkan pada tom-tom dan hi-hat masih terhitung baru.2

Drumset dengan susunan yang sekarang, merupakan tambahan baru pada repertoire pemain perskusi. Hingga pada akhir 1800an, pemain–pemain drum dalam sebuah band memainkan salah satu dari bass drum, snare drum drum atau cymbal. Hal ini membutuhkan 3 orang pemain dan menyita ruang dari panggung

yang sudah penuh.3 Pada abad ke-20, semakin banyak orang yang memainkan

drumset, karena drum mudah dibuat, menghasilkan suara yang keras sehingga dapat didengar dengan sangat jelas. Berikut ini adalah sejarah dari perangkat drumset dari Snare drum, Bass drum, Cymbal, Hi hat dan Tom-tom.

Snare drum

Sejarah snare drum merupakan turunan dari Tabor (diucapkan "tay-bor") ditemukan di Eropa pada abad pertengahan sekitar tahun 1300. Tabor adalah drum yang terdiri dari dua membran/head dan memiliki snare drum tunggal yang menempel pada membran bawah. Pada Abad Pertengahan Tabor sering

2John Aldrige, Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994).

3 Ibid

(3)

8

dimainkan unison dengan flute tiga lubang. Musik rakyat Eropa modern melanjutkan tradisi sampai saat ini.

Snare drum umumnya digunakan pada masa perang. Drum dengan tali senar sederhana ini menjadi populer dikalangan militer Swiss pada era tahun 1400-1500-an yang mempengaruhi militer Ottoman Turki yang juga menggunakan drum. Pengembangan selanjutnya di tahun 1600-an, dengan menggunakan baut untuk mengaitkan tali senar yang menghasilkan suara yang lebih jernih.4

Penggunaan snare drum di militer terpengaruh dari instrumen yang digunakan oleh tentara kekaisaran Ottoman yang berkuasa pada abad ke-15. Ottoman dipengaruhi pemain drum Swiss, yang pada gilirannya mempengaruhi pembuat drum lokal. Snare drum menjadi sangat populer di tahun 1400-an dengan flute dan sekelompok pemain drum prajurit tentara Swiss untuk

menyampaikan tanda.5

Pada snare drum terdapat bagian yang sangat penting yaitu snare drum wire/strainer yang terdapat di samping atau di badan snare drum. Fungsi strainer adalah untuk mengencangkan atau mengendorkan snappy atau per yang terdapat di bagian membran bawah snare drum. Jika strainer di kencangkan maka snappy akan menyentuh membran bawah snare drum dan jika snare drum dipukul menghasilkan suara efek derak.

Menjelang akhir tahun 1924, snare drum jenis “New Style Multi-Model” mulai di kenalakan dengan strainer baru yang di sebut “strainer presto”. Pada tahun 1924 strainer presto mulai di tingggalan dan beralih ke model yang baru yaitu speedway. Speedway ini juga dapat di gunakan di strainer model yang lama.6

4Sejarah “snare drum” yang diulas dalam laman Vienna Symphonic Library:

http://www.vsl.co.at/en/70/3196/3211/3212/5783.vsl (19 Mei 2017)

5 Ibid

(4)

9

Gambar 1. Strainer

Ditahun 1600-an, metode baru tensioning drum dikembangkan. Hal ini memungkinkan tali pada drum diperkuat lebih aman dengan sekrup. Sebelum pengembangan metode tersebut, head atau membran drum dikencangkan dengan cara menarik tali, yang sangat mirip seperti merenda sepatu. Metode yang digunakan dengan cara merenda tali dalam pola W atau Y disekitar shell atau kerangka drum. Peningkatan ketegangan pada drumhead, pemain drum bebas untuk bermain dengan ritme lebih rumit dan lebih cepat.

Pada pertengahan 1800-an, snare drum drum dibuat dari kuningan/brass, ukuran dan bentuk dikurangi sehingga suara yang dihasilkan lebih tinggi dan populer di simfoni orkestra. Di dalam Musik orkes, snare drum ditambahkan

drum untuk memberikan warna, atau timbre, untuk mars.7

Setelah 1900, popularitas snare drum drum meningkat dalam drum corps dan terompet. Metal counter-hoops ditambahkan agar lebih efisien untuk mengencangkan drumheads. Snare drum pun terdiri dari berbagai variasi ukuran antara 10” hingga 15”.

Membawa sejarah snare drum ke era modern adalah penggunaannya dalam drum set. Campuran drum, beberapa perkusi dan cymbal dirakit menjadi satu set

7Sejarah “snare drum” yang diulas dalam laman Vienna Symphonic Library:

(5)

10

drum atau drumset. Inovasi ini digunakan dalam berbagai cara, termasuk silent movie, jazz dan musik ragtime.

Gambar 2. Metal counter-hoops

Penggunaan snare drum drum dalam musik Rock n Roll menekankan stabilitas backbeat. Sementara penggunaan snare drum dalam musik Jazz dikenal sebagai comping, atau pendukung dan interaksi sebagai rhythm section dengan musisi lain dalam sebuah band.

Bass Drum

Bass Drum mempunyai peran penting dalam beberapa gaya musik barat. Pilihan timbre atau warna suara yang dapat digunakan untuk menandai irama tidak hanya didalam orkestra besar, tetapi juga dalam ansambel kecil. Di dalam musik militer, bass drum dimainkan bersama dengan cymbal, dalam musik pop, rock dan jazz, bass drum dimainkan menggunakan pedal bass sebagai bagian dari drum set, atau dalam orkestra.

Bass drum berevolusi dari berbagai drum yang tersebar luas di seluruh Eropa semenjak abad pertengahan. Instrumen ini merupakan turunan langsung dari davul, juga dikenal sebagai tabl turki (Turki Drum), yang diketahui telah ada

di daerah Mediterania dari abad ke-14.8

Dari pertengahan abad ke-19 tali pengatur ketegangan head secara bertahap digantikan oleh sekrup. Kulit sapi atau kuda yang digunakan untuk membran head lebih mudah untuk diatur ketegangannya. Shell atau badan drum tidak lagi

8Sejarah “bass drum” yang diulas dalam laman Vienna Symphonic Library: http://www.vsl.co.at/en/70/3196/3211/3212/5783.vsl (19 Mei 2017)

(6)

11

dibuat hanya dari kayu, tetapi juga dari kuningan atau aluminium. Untuk bass drum dengan satu head mendapatkan popularitas terutama di Inggris. Drum ini sering digunakan dalam musik orkestra. Bass drum dengan shell sempit, terbuka disatu sisi, dan kemudian dikenal sebagai gong drum. Gong drum memiliki resonansi yang luar biasa, tetapi cenderung menghasilkan Definite pitch, karakteristik yang tidak seharusnya dimiliki drum.

Bass Drum tidak hanya menghasilkan beberapa efek paling halus dan lembut dalam orkestra, tetapi juga menghasilkan suara paling keras. Bass drum dalam musik orkestra dipasang dengan frame/bingkai penyangga, yang memungkinkan untuk bergerak bebas dan diposisikan di setiap sudut. Sekarang, drum orkestra memiliki diameter 70 - 100 cm dan ketebalan sisi shell dari 35 - 55 cm.

Dalam perkembangan bass drum pada tahun 1890an, penemuan pedal bass drum memungkinkan drummer untuk memainkan dua instrumen. Pedal bass drum awal dapat dikelompokkan pada 2 kategori, yakni pedal yang digantung pada tepi rim atas, dan pedal yang dipasang pada tepi rim bawah (gambar 1). Model yang digantung dioperasikan oleh sebuah kawat, tangkai atau kabel yang menghubungkan pedal yang terletak di lantai. Namun karena sebagian besar bass drum yang digunakan berukuran 26” atau lebih besar, panjangnya tangkai

pemukul berakibat pada suara pukulan yang lemah.9

9

John Aldrige. Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994), hal 5

(7)

12

Gambar 3. Paten pedal drum oleh G. R. Olney

Model pedal secara umum terbuat dari kayu dan lebih dikenal dengan pedal Frisco. Pedal ini dioperasikan oleh gerakan tumit dan jari kaki, yang menyebabkan drummer harus mengontrol gerakan memukul (strike) sekaligus gerakan kembalinya (recoil). Berhubung tidak ada bantuan pegas/per, hal ini menjadi sangat melelahkan. Ketika pedal bass drum akhirnya dapat diterima, munculah ide untuk membuat cymbal yang dapat dimainkan dengan pedal kaki.

(8)

13

Gambar 4. Pedal Frisco

Usaha pertama untuk memainkan cymbal dengan pedal kaki muncul dalam

bentuk sebuah pemukul yang dipasangkan pada tangkai pemukul bass drum.10

Semula, pedal frisco sebagian besar terbuat dari bahan kayu, pemukulnya dari tangkai besi, dikaitkan pada batang pemukul dengan tali. Setiap kali pemain memainkan bass drum, maka cymbalnya akan berbunyi juga. Kelemahan terbesarnya adalah pemain tidak dapat mematikannya atau menhentikan sustain cymbal. Kombinasi cymbal dan bass drum ini adalah satu-satunya pilihan yang ada pada saat itu sampai muncul pedal Frisco Heel dengan pedal kaki yang terpisah. Satu pedal kaki menggerakkan satu pemukul bass drum sekaligus pemukul cymbal yang terpasang. Pedal kaki yang satunya hanya menggerakkan

10John Aldrige. Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994), hal 5

(9)

14

pemukul bass drum. Selanjutnya pada tahun - tahun itu muncul banyak alternatif

mekanisme pemukul cymbal yang dipasang pada bass drum.11

Pada tahun 1909 pedal bass drum dikembangkan oleh William F. Ludwig di Chicago. Bass drum menjadi bagian penting dari perkusi jazz dan diikuti dengan berkembangnya teknik permainan bass drum dengan pedal. Pedal bass drum memungkinkan bagi pemain drum untuk memainkan instrumen lain, seperti snare drum drum dan cymbal, pada saat yang sama dengan bass drum. Permainan drum set untuk pemain tunggal pun menyebar dari big band, be-bop combo, rock dan musik pop.

Ukuran bass drum dalam sebuah drumset menjadi lebih kecil dan lebih kecil lagi untuk menghasilkan suara yang kering dan pendek yang banyak disukai dimusik populer. Saat ini model dengan kedalaman 30-40 cm, diameter 45-70 cm dan membran yang terbuat dari plastik digunakan dalam musik populer.

Cymbal

Nama cymbal (Cimbel atau cymbel) berasal dari bahasa latin cymbalum (jamak Cymbala untuk sepasang cymbal) yang pada gilirannya berasal dari Yunani kumbalon (cup). Cymbal berasal dari Asia dan termasuk instrumen perkusi tertua. Mereka selalu berkaitan erat dengan ibadah dan ritual (misalnya upacara pemakaman) agama, meskipun mereka juga digunakan untuk mengiringi tarian, seperti cymbal yang tergantung di leher penari pada selembar benang12.

Cymbal pertama kali diperkenalkan ke Eropa pada Abad Pertengahan oleh Saracen,13 yang membawa mereka ke Spanyol dan Italia Selatan. Namun, pada

11

John Aldrige. Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994), hal 5.

12 Sejarah “cymbal” yang diulas dalam laman Vienna Symphonic Library: http://www.vsl.co.at/en/70/3196/3211/3212/5783.vsl (19 Mei 2017)

13 Saracen adalah istilah yang digunakan oleh orang Kristen Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Islam (tanpa memperdulikan ras atau sukunya).

(10)

15

awal milenium terakhir mereka menghilang lagi, mungkin karena seni memalu telah hilang. Meskipun demikian, penggambaran cymbal dapat ditemukan dalam miniatur abad pertengahan sampai sekitar abad ke-15.

Dalam tiga puluh tahun terakhir dari abad ke-19 cymbal akhirnya menetapkan diri sebagai bagian permanen dari bagian perkusi. Instrumen tersebut digunakan sangat efektif oleh Wolfgang Amadeus Mozart (The Abduction from the Seraglio, 1782), Ludwig van Beethoven (Symphony ke-9), Piotr I. Tchaikovsky (Romeo and Juliet, Fantasy-overture, 1870, rev. 1880), Georges

Bizet (Carmen), Franz Liszt (Mazeppa) dan Richard Wagner.14

Dalam orkestra sepasang cymbal digunakan terutama untuk menekankan aksen musik yang penting, tetapi juga dapat digunakan sebagai instrumen pengiring ritme yang tenang, misalnya bersama dengan bass drum.

Hi-hat

Hi-hat yang dibesarkan dan bisa dimainkan dengan tangan serta kaki telah dikembangkan sekitar tahun 1926 oleh Barney Walberg dari Perusahaan aksesori drum Walberg dan Auge.

Versi awal dari hi-hat disebut "clangers", cymbal kecil yang terpasang pada pinggiran bass drum dan dipukul dengan lengan pedal pada bass drum. Kemudian muncul "snowshoes" pedal yang terdiri dari dua papan bergantung dengan cymbal pada ujung yang saling berbenturan. Berikutnya adalah "low-boy" atau "low-hat", mirip dengan stand hi-hat modern, hanya dengan cymbal dekat pada lantai.

Hi-hat, sebagaimana dikenal, pada awalnya memiliki bentuk yang sederhana karena sehubungan dengan kebutuhan ruang yang sempit. Pada peralihan abad ke-20, tempat untuk Vaudeville orchestra jelas sekali sempit.

14 Sejarah “cymbal” yang diulas dalam laman Vienna Symphonic Library: http://www.vsl.co.at/en/70/3196/3211/3212/5783.vsl (19 Mei 2017)

(11)

16

Untuk mengatasi keterbatasan tempat dan untuk memangkas biaya, seksi perkusi yang terdiri dari 3 orang yang memainkan snare drum, bass drum, dan cymbal menjadi dirangkap oleh satu orang saja. Mengacu dari kebutuhan tersebut lahirlah trap-set. Berbagai macam model bass drum dirancang, namun demikian sebagian besar menggunakan model dengan pemukul kedua untuk membunyikan cymbal yang dipasang pada hoop bass drum. Peralatan ini sering disebut “clanger”, dan tentu saja yang dihasilkan adalah bunyi “clang” yang monoton15

. Para pemain drum yang menginginkan bunyi lebih menyenangkan dari dua cymbal yang dimainkan bersamaan lalu mengembangkan pedal snowshoe shock. Konstruksinya hanya terdiri dari dua cymbal yang disusun diantara dua papan berbentuk kaki dengan engsel pegas. Pemainnya menyelipkan kakinya ke dalam sebuah tali jari kaki (sehingga dinamakan “snowshoe”) dan dapat menghasilkan bunyi “crash” atau “chick” tergantung dari cara memainkannya.

Gambar 5. Snowshoe

Tidak membutuhkan waktu lama dari snowshoe berkembang ke versi yang lebih canggihnya yaitu sock cymbal atau Low-Boy yang dirancang oleh Walberg and Auge. Rancangan Low-boy sangatlah mirip dengan hi-hat masa kini, bedanya cymbal bagian bawah tingginya hanya 9 inchi dari lantai. Cymbal standar yang digunakan pada Low-boy pada umumnya sekitar 10” dengan bell besar yang kadang – kadang sampai berdiameter 5”.

15

John Aldrige. Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994), hal 22.

(12)

17

Gambar 6. Low Boy

Di pertengahan tahun 1930-an, hi-hat menjadi lebih digemari di komunitas drum dan Low-Boy ditinggalkan menjadi sejarah. Sampai akhir 1960-an, hi-hat standar berdiameter 14 inchi, dengan 13 inchi sebagai alternatif.

Tom-tom

Tom-tom merupakan jenis drum yang pertama kali muncul. Tom-tom berasal dari Afrika, dimana penduduk pribumi menggunakannya untuk memberitahu sukunya agar waspada, dan juga untuk menghasilkan musik. Mereka dapat membuat drum dari gading yang dilubangi dan kulit hewan, mereka juga menciptakan berbagai irama dan pola. Beberapa pola ritme tersebut masih merupakan dasar dari berbagai jenis musik yang dimainkan sekarang.

Bangsa Yunani berhubungan dengan Afrika, sekitar 2000 SM. Mereka belajar tentang drum Afrika dan membawa pulang sebagian darinya, tapi bangsa Yunani tidak terlalu terkesan. Mereka jarang menggunakan drum tersebut. Namun kemudian bangsa Romawi datang. Kerajaan Romawi tumbuh semakin besar dan sekitar 200 SM mereka telah menjajah Yunani dan Afrika bagian selatan. Bangsa Romawi juga belajar tentang drum. Tidak seperti bangsa Yunani, mereka melihat kegunaan dari drum tersebut. Bangsa Romawi mulai menggunakan drum untuk pasukan dan orkestra mereka. Namun walaupun

(13)

18

mereka manggunakan drum Afrika, mereka tidak manggunakan irama dan pola yang sama, jadi nuansa Afrika hilang dari musik mereka.

Pemakaian tom-tom dalam drum-set berawal di tahun 1900-an. Kondisi musik pada awal tahun 1900-an sebagian besar terdiri dari musik teater. Keterhubungan ini menuntut para pemain drum untuk menghasilkan efek suara sesuai dengan aksi yang sedang berlangsung di panggung. Para pemain drum menambahkan peralatan-peralatan tambahan lainnya yang menghasilkan efek-efek suara yang beragam. Setelah bass drum, cymbal dan snare drum, tom-tom seperti chinese tom menjadi salah satu suara efek yang digunakan untuk

melengkapi.16

Chinese toms adalah jenis tom-tom berasal dari Cina. Tom ini terdiri dari satu head atau satu permukaan yang dilapisi dengan kulit dan tidak menggunakan hoop atau pinggiran, langsung ditempel pada badan tom. Setiap drum tanpa kumparan snare dibawah head secara teknis dianggap sebagai tom tom. Conga, bongo juga masuk dalam kategori ini.

Sampai akhir tahun 1920 dan awal 1930, chinese tom secara perlahan tergantikan oleh tom single head yang dapat ditata. Serta tom yang terlihat

modern, tom ini memiliki head yang terpasang pada bagian atas dan bawah.17

Sejarah kendang

Kendang atau gendang merupakan alat musik dalam gamelan jawa yang berfungsi mengatur irama dan termasuk alat musik membranophone. Alat musik ini cara memainkannya di pukul menggunakan tangan. Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, yang ukuran sedang disebut ciblon atau kebar, pasangan ketipung ada satu lagi yaitu kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. Untuk wayangan ada satu lagi yaitu kendang kosek.

16

John Aldrige. Guide To Vintage Drum (California: CENTERSTREAM Publishing, 1994), hal 10

(14)

19

Kendang sunda dalam satu set terdiri dari 3 kendang, yaitu satu kendang indung (kendang besar) dan dua kendang anak (kendang kulanter).kendang kulanter terbagi menjadi dua yaitu kendang katipung dengan suara “tung” dan kendang kutipak dengan suara “pak”. Kendang sunda memiliki banyak jenis, yang membedakan sesuai dengan kebutuhan lagu. Macam-macam kendang sunda yaitu Kendang Kiliningan, Kendang Jaipongan, Kendang Ketuk Tilu, Kendang Keurseus, Kendang Penca Silat, Kendang Bajidoran, Kendang Sisingaan. Setiap jenis dalam karawitan sunda memiliki perbedaan dalam hal ukuran, pola, ragam, dam motif.18

Gambar 7. Kendang Sunda

B. Sejarah Perkembangan Genre Musik

1. Rock

Musik rock adalah genre musik yang memiliki irama kuat dan dengan ketukan yang sederhana, dan di dalamnya terdapat blues, country, R & B, pop, folk. Rock berkekmbang di Inggris dan Amerika pada tahun 1950-an. Kemudian pada tahun 1960-an musik rock mulai banyak di kembangkan. Musik rock sudah banyak berkembang yaitu ada hard rock, rock progresive, dll. Alat musik yang

(15)

20

cenderung di gunakan oleh genre rock adalah gitar eletrik, bass elektrik, keyboard dan drum.19

2. Jazz Funk

Funk semakin diminati oleh sebagian orang, namun memasuki tahun 1980an jazz mulai tersingkir dikarenakan perkembangan musik yang ada pada saat itu.20 Musik digital sudah mulai masuk dan jazz funk mulai berkurang peminatnya, karena musik digital lebih praktis dan menarik untuk dijadikan sebagai musik pengiring dansa. Jazz funk mempunyai ciri khas dengan alunan ritmenya yang digunakan untuk berdansa.

3. Fusion

Genre fusion adalah genre yang menggabungkan dua genre atau lebih. Awalnya dikembangkan sebagai perpaduan musik blues, gospel dan country. Karakteristik utama genre fusion adalah variasi tempo, ritme dan terkadang

dinamika dengan gaya permainan setiap pemain musik.21

Fusion menggunakan alat-alat musik elektronik baru, bas elektrik digunakan sebagai pengganti double bass. Keyboard dan gitar memaikan akor-akor, sedangkan drum memainkan peran yang lebih menonjol. Sukat dan aksen yang merupakan perluasan pola-pola rock menghasilkan kerumitan ritmis.

C. Analisis Repertoar 19 https://www.britannica.com/art/rock-music 20 https://www.allaboutjazz.com/funk-jazz-60s-70s-by-douglas-payne.php ( 13 juli 2017 ) 21 http://en.wikipedia.org/wiki/Fusion ( 13 juli 2017 )

(16)

21

Pada analisis repertoar, repertoar-repertoar yang akan dianalisis berjumlah tiga perwakilan dari setiap genre yang di mainkan ketika resital, yaitu fusion, jazz funk, rock. Dalam pembahasan analisis repertoar komposisi resital, perlu diketahui bentuk penulisan notasi drumset dan kendang sebagai lambang atau simbol bunyi yang digunakan penulis. Berikut ini merupakan lambang notasi drumset dan kendang yang digunakan dalam penulisan.

Notasi 1. Drum dan Cymbal

Notasi 2. Suara kendang

1. Analisis “Better World” karya TOTO Band

Better World menceritakan tentang keadaan hidup yang sedang terjadi dan mengajak pendengar untuk menjalani hidup yang lebih baik, belajar dari pengalaman yang sudah terjadi. Lagu ini bergenre rock dengan variasi perpindahan beberapa sukat, yaitu : 4/4, 6/8, 7/8. Lagu ini terbagi menjadi beberapa bagian.

 Intro (birama 1-30)  A (birama 31-34)  B (birama 35-50)  C (birama 51-75)

(17)

22  D (birama 76-89)  E (birama 90-106)  F (birama 107-152)  G (birama 153-172)  H (birama 173-180)  I (birama 181-186)

Pada awal lagu menggunakan simbol ritmis agar ketukan tidak kacau. Berikut simbol ritmisnya.

Notasi 1. 1 simbol ritmis birama 1-2

Pola ritmis fill in masuk pada birama ke-10, dengan pola ritmis bass drum dam crash cymbal pada ketukan berat dan dilanjutkan dengan pukulan tom dan floor tom untuk menjaga tempo agar tidak hilang. Dengan sukat 6/8, berikut pola ritmisnya.

Notasi 1. 2 pattern birama 10-12

Pada bagian A sudah mulai perpindahan sukat dari birama 29, yaitu menjadi 7/8 dan pola ritmis dimulai dari birama 30 ketukan ke 6 dengan not 1/32 dan masuk kepola ritmis pada birama ke 31 dengan not 1/8. Berikut pola ritmisnya.

(18)

23

Notasi 1. 3 fill in perpindahan sukat birama 28-29

Notasi 1. 4 fill in dan pattern birama 30-31

Pada birama ke 35 terjadi perpindahan sukat menjadi 4/4 yaitu bagian B. Ada fill in untuk jembatan masuk ke bagian B, yaitu pada birama ke 34 ketukan ke 6 dengan memukul snare drum dan floor tom dengan not 1/32. Ada pengembangan pola ritmis pada bagian B ini. Pola ritmis menggunakan not 1/8 pada hihat dan ada sinkopasi pada ketukan ke 4 dengan not 1/16.

Notasi 1. 5 pattern birama 34-35

Dan pada birama ke 43 ada pengembangan pola ritmis dengan not 1/8 berpindah ke ride cymbal dan sinkopasi memukul cymbal China dan snare drum. Berikut pengembangan pola ritmisnya.

(19)

24

Pada birama ke 48 ada jembatan fill in untuk masuk ke perpindahan sukat menjadi 7/8 pada birama ke 49. Dengan fill in not 1/32 dan 1/16 dengan memukul snare drum, tom dan floor tom.

Notasi 1. 7 pola fill in perpindahan sukat birama 48-49

Pada birama ke 50 ketukan ke 3 ada fill in untuk jembatan masuk ke bagian C, dengan not 1/32 dan. Dan masuk ke bagian C dengan pola ritmis sebagai berikut.

Notasi 1. 8 Fill in dan pattern birama 50-51

Kembali mengalami perpindahan sukat pada birama ke 56 menjadi 6/8 dan mulai masuk vocal atau song. Pola drum masuk pada birama ke 75 ketukan ke 4 dengan not 1/8 memukul tom dan masuk ke bagian D dengan pola ritmis not 1/8. Dan ada pengembangan pada birama ke 83 dengan open hihat . berikut pola ritmisnya.

(20)

25

Notasi 1. 9 fill in dan pattern birama 75-76

Notasi 1. 10 pengembangan pattern birama 82

Pada bagian E dengan pola ritmis not 1/16 dengan ketukan bersama semua intrument lainya pada ketukan ke 4 dengan awal memukul snare drum dengan not 1/16 kemudian bassdrum dan crash cymbal dengan not 1/8. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 1. 10 pattern birama 90

Pada birama ke 99 suasana lagu mulai soft dan masuk birama ke 100 mengisi dengan cymbal. Kemudian pada birama ke 106 ada fill in jembatan untuk masuk ke bagian F yaitu masuk melodi gitar, dengan pola ritmis drum not 1/32 pada bass drum, kemudian not 1/16 pada snare drum dan open hihat kemudian bass drum dan open hihat dan masuk ke bagian G dengan pola ritmis sama dengan bagian D.

(21)

26

Notasi 1. 11 fill in dan pattern bagian G birama 152-153

Pada birama 171 ada fill in untuk masuk ke bagian H dengan not 1/32 pada bass drum kemudian not 1/16 pada snare drum dan open hihat, floor tom dan open hihat. Masuk ke bagian H dengan pergantian sukat menjadi 4/4 dengan ketukan not 1/8, bass drum dan snare drum not 1/8. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 1. 12 fill in birama 171

Notasi 1. 13 pattern bagian H birama 172

Sebelum memasuki bagian I pada birama ke 180 ada triplet pada ketukan ke 4 dan masuk pada bagian I dengan sukat 6/8, pola ritmis not 1/8 bass drum dan ride cymbal 1/8, kemudian ada triplet di ketukan 4.

(22)

27

Notasi 1. 14 pattern bagian I birama 180-181

Notasi 1. 14 pattern bagian akhir lagu birama 183-186

2. Analisis “Bahia Funk” karya Lee Ritenoure

Bahia Funk adalah lagu dari Lee Mark Ritenoure seorang gitaris dengan julukan Captain Finger. Lagu ini terdapat pada album yang berjudul Color Rit, yang dirilis pada tahun 1989. Lagu ini merupakan komposisi instrumental dengan ciri khas pada gitar nilon yang digunakan oleh Lee Mark Ritenoure. Lagu ini bergenre jazz funk dengan sukat 4/4, penulis membawakan lagu ini dengan menambahkan kendang sunda sebagai pengganti bongo dan conga. Lagu ini ada beberapa bagian.  A (birama 1-19)  B (birama 20-29)  C (birama 30-37)  D (birama 38-47)  E (birama 48-73)  F (birama 74-99)  G (birama 100-126)

(23)

28  H (birama 127-144)

Lagu di awali dengan ketukan drum dua ketuk kemudian dilanjutkan fill in dengan not 1/8 dan 1/16. Di birama ke 2 ketukan 2 berhenti, kemudian ketukan ke 3 masuk fill in bersamaan dengan melodi gitar. Bagian A dengan pola ritmis not 1/8. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 2. 1 pola fill in dan pattern bagian A birama 1-3

Bagian B ( bir. 20-29), pada birama ke 19 ada ketukan fill’in untuk jembatan masuk ke bagian B. Berikut pola ritme.

Notasi 2. 2 pola fill in dan pattern bagian B birama 19-20

Masuk ke bagian B pola ritmis sama seperti bagian A, tetapi pada birama ke 23 terdapat pola ritme ketukan bersamaan dengan intrumen lainya, tutti dengan not 1/4 bassdrum dan crash cymbal. Berikut pola ritmisnya.

(24)

29

Kemudian kembai lagi ke pola ritme awal, dan pada birama ke 27 ada pola yang sama, tetapi ada pengembangan menjadi not1/18 ketukan ke 2 dan 4 asa penekanan memukul cymbal china dan snare drum. Birama ke 28 kembali ke pola ritme tetapi dengan open hihat dan pada ketukan ke 3 fill in untuk jembatan masuk ke bagian C. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 2. 4 pengembangan pattern birama 27

Notasi 2. 4 pola fill in dan pattern birama 28-30

Pada birama ke 47 ada jembatan berupa fill in untuk masuk ke bagian E. Pola ritmis bagian D sama seperti pola ritmis bagian A. Kemudian bagian E sama dengan pola ritmis bagian B.

Pada bagian E memasuki tema baru dengan melodi pada saxophone, tetapi pola ritmis sama dengan bagian sebelumnya. Ada fill in pada birama ke 56 ketukan ke 3 dan berhenti di birama 57 ketukan pertama. Kemudian masuk ke bagian kendang dan solo keyboard. Berikut pola ritmisnya.

(25)

30

Ketika solo kendang dan keyboard pada birama ke 64 ritme drum mulai memberi tutti dengan not 1/4 di hihat. Pola ritmis sebagai berikut.

Notasi 2. 6 pattern birama 64-65

Patern drum masuk pada birama ke 65 dengan not 1/16. Ada sinkopasi pada birama ke 72-73 pada ketukan ke 2,4 di birama 72 dan ketukan ke 2 di birama 73 kemudian di lanjutkan fill in dengan not 1/32.

Notasi 2. 7 pattern sinkopasi dan fill in birama 72-73

Masuk ke bagian F dengan pola ritmis sama seperti pada bagian A birama 3, B birama 20, C birama 30, D birama 38. Pada birama ke 89 pola ritmis sama pada bagian B , kemudian masuk pada bagian G yang pola ritmisnya sama dengan bagian E birama 48. Pada birama ke 108 ketukan ke 2 mulai patern kendang untuk masuk bagian bersahutan anatara kendang dan drum. Patern kendang pada birama 112 sebagai berikut.

.

(26)

31

. Dan ditirukan oleh drum pada birama ke 113, dengan not 1/8,1/32, dan 1/16 menggunakan single stoke,sebagai berikut

Notasi 2. 9 pattern birama 113

Pada birama ke 116 kendang membangun patern lagi sebagai berikut.

Notasi 2. 10 pattern kendang birama 116

Ditirukan oleh drum pada birama ke 117 dengan patern not 1/16 dan pada ketukan ke 4 not 1/8, sebagai berikut.

Notasi 2. 11 pattern birama 117

Memasuki birama ke 119 ketukan ke 4 dengan not 1/16 drum mengawali dengan pola ritmmis sebagai berikut.

(27)

32

Notasi 2. 12 pattern birama 119-120

Kemudian ditirukan oleh kendang dan dimainkan bersamaan dengan drum pada birama ke 121-123.

Notasi 2. 13 pattern birama 121

Pada birama ke 124 mulai untuk drum masuk ke bagian H, dengan pola ritmis sebagai berikut.

Notasi 2. 14 pattern birama 124

Bagian H dimulai pada birama ke 126 dengan pola ritme sama dengan bagian A birama 3, tetapi birama ke 137-141 terdapat ketukan bersamaan dengan instrument lainya, ritmisnya sebagai berikut.

(28)

33

Notasi 2. 16 patern birama 139-140

Pada birama ke 141 ketukan ke 4 terdapat triplet pada snare drum.

Notasi 2. 17 fill in birama 141

Diakhiri oleh melodi gitar dan di selesaikan dengan fill in drum.

3. Analisis “Queenz” karya Anika Nilles

Queenz adalah komposisi dari seorang drummer perempuan yang bernama Anika Nilles. Komposisi ini bergenre fusion berupa instrumental, dengan sukat 4/4. Lagu ini menggunakan teknik menghitung yang bernama quintuplets, komposisi ini ada beberapa bagian.

 Intro (birama 1-2)  A (birama 3-10)  B (birama 11-17)  C (birama 18-29)  D (birama 30-37)  E (birama 38-45)  F (birama 46-57)  G (birama 58-65)  H (birama 66-69)

(29)

34  I (birama 70-86)  J (birama 87-95)

Pada bagian intro dimulai dengan synthesizer dan pada birama ke 2 ketukan ke masuk fill in untuk jembatan masuk ke bagian A pada birama ke 3. Dengan pola fill in not 1/16 dengan teknik flam dan single stroke. Sebagai berikut pola ritme.

Notasi 3. 1 pola fill in

Bagian A dengan pola ritme quintuplets not 1/16 dengan bass drum dan snare drum not 1/8. Quintuplets adalah dengan sukat 4/4 dengan not 1/4 dipecah menjadi not 1/16 ada 5 not. Sebagai berikut ritmenya.

Notasi 3. 2 pattern birama 3

Pada birma ke 11 masuk ke bagian B. Dengan ritme shuffle berikut pola ritmisnya.

(30)

35

Pada birama ke 13 terdapat pola ritme quintuplets dan masuk ke ritme shuffle lagi, dan kembali masuk ke ritme quintuplet pada birama ke 16-17, dan ada pukulan pada birama ke 17 ketukan ke 4 pada open hihat dan floortom untuk jembatan masuk ke bagian C.

Notasi 3. 4 pattern birama 12-13

Notasi 3. 5 pattern birama 17-18

Bagian C terdapat patern sixtuplets dengan bass drum dan snare drum not 1/8, hihat not 1/8 dan 1/6, berikut pola ritmisnya.

Notasi 3. 6 pattern birama 18

Pada birama ke 21 ketukan ke 4 terdapat fill in berupa triplet untuk jembatan masuk ke pengembangan pola ritme pada birama ke 22, yaitu dengan not 1/8 pada cymbal ride. Berikut pola ritmenya.

(31)

36

Pada birama ke 25 ketukan ke 4 ada fill in triplet untuk jembatan masuk ke birama 26. Kemudian pada birama ke 27 ketukan ke 3 ada triplet not 1/16 memukul hihat unison dengan intrumen. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 3. 8 pattern dan fill in birama 25-27

Kemudian pada birama ke 29 ketukan ke 3 ada fill in triplet untuk jembatan masuk ke bagian D. Berikut pola ritmisnya.

Notasi 3. 9 fill in dan pattern birama 29-30

Bagian D mempunya pola ritme quintuplets dengan not 1/8 pada hihat. Berikut pola ritmenya.

Notasi 3. 10 pola ritme birama 30

Pada birama ke 37 ada fill in untuk jembatan masuk ke bagian E. Bagian E pola ritme sama seperti pola ritme bagian A birama 3, tetapi pada birama ke 44 ada pengembangan pola ritme di bass drum. Berikut pola ritmisnya.

(32)

37

Notasi 3. 11 fill in dan pattern birama 37-38

Notasi 3. 12 pattern birama 44

Bagian F ada di birama ke 46 dengan pola ritme sama dengan pola ritme pada bagian C birama 18. Dan bagian G pola ritme sama dengan pola ritme bagian D birama 30. Pada birama ke 65 ada fill in untuk jembatan masuk ke bagian H, pada bagian H terdapat not 1/4 pada bass drum dan snare drum, dan di birama ke 67 pada ketukan ke 3 dengan quintuplet memukul hihat. Pada birama ke 69 terdapat fill in untuk jembatan masuk ke bagian I. Pada bagian I pola ritme quintuplets dengan pengembangan di snare drum, dan pada birama ke 78 pengembangan pada floortom. Berikut pola ritmenya.

Notasi 3. 13 fill’in dan pola pattern birama 65-68`

Notasi 3. 14 fillin dan pattern birama 69-70

(33)

38

Notasi 3. 16 pengembangan pattern floor tom birama 78

Bagian J pola ritme sama dengan pola ritme pada bagian D birama 30 dan G birama 58. Pada birama ke 94 ada fill in not 1/16 untuk jembatan masuk ke birama 95. Birama ke 95 diakhiri dengan hentakan bersama dengan instrumen lainya. Berikut pola ritmisnya.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :