• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK SKRIPSI OLEH SRI ULINA C. GINTING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK SKRIPSI OLEH SRI ULINA C. GINTING"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK

SKRIPSI

OLEH

SRI ULINA C. GINTING 110406084

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK

SKRIPSI

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Dalam Departemen Arsitektur

Pada Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara

Oleh

SRI ULINA C. GINTING 110406084

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)

PERNYATAAN

ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, Januari 2016 Penulis

(4)

Judul Skripsi : Adaptasi Budaya Karo Terhadap Tipologi Gereja Katolik Nama Mahasiswa : Sri Ulina C. Ginting

Nomor Pokok : 110406084 Departemen : Arsitektur

Menyetujui Dosen Pembimbing

(Imam Faisal Pane, ST.MT.)

Koordinator Skripsi, Ketua Program Studi,

(Dr.Wahyu Utami, ST.MT.) (Ir. N. Vinky Rahman, MT.)

(5)

Telah diuji pada

Tanggal : 08 Januari 2016

Panitia Penguji Skripsi

Ketua Komisi Penguji : Dr.Wahyu Utami S.T.MT Anggota Komisi Penguji : 1. Ir. Samsul Bahri, MT.

(6)

SURAT HASIL PENILAIAN SKRIPSI

Nama : Sri Ulina C. Ginting

Nim : 110406084

Judul Skripsi : Adaptasi Budaya Karo Terhadap Tipologi Gereja Katolik Rekapitulasi Nilai :

A B+ B C+ C D E

Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan :

No Status Waktu Pengumpulan Laporan Paraf Pembimbing Koordinator Skripsi 1 Lulus Langsung 2 Lulus Melengkapi 3 Perbaikan Tanpa Sidang 4 Perbaiki Dengan Sidang 5 Tidak Lulus Medan, Januari 2016

Ketua Departemen Arsitektur Koordinator Skripsi

Ir. N. Vinky Rahman, MT. Dr. Wahyu Utami, ST.MT.

(7)

i KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Masa Esa, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh proses penyusunan skripsi ini sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur di Universitas Sumatera Utara.

Selama proses hingga selesainya laporan ini, penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang turut ambil dalam menyukseskannya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Imam Faisal Pane, ST.MT., selaku Dosen Pembimbing yang telah membantu memberikan petunjuk, pengarahan memberikan pandangan-pandangan arsitektur yang cukup membuka wawasan saya dalam penulisan skripsi ini.

2. Ibu Dr. Wahyu Utami, ST.MT., selaku Dosen Ketua Komisi Penguji dan Bapak Ir. Samsul Bahri, MT., selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan kritik dan saran dalam penulisan skripsi ini.

3. Bapak Ir. N. Vinky Rahman, MT, selaku Ketua Departemen Arsitektur dan Bapak Ir. Rudolf Sitorus, MLA, selaku Sekretaris Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak dan Ibu Dosen staff pengajar Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

(8)

ii 5. Kedua orang tua saya yang tercinta Joseph E Ginting, BBA dan Nur Hasanah Br. Sitepu yang selalu memberikan semangat, perhatian, doa, dan bantuan untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.

6. Kakak dan adik penulis yang tercinta Yessi Caroja Ginting, S.E., Melin Caroja Ginting, S.E., dan Glory Safitri Caroja Ginting yang selalu memberikan motivasi, bantuan serta perhatiannya.

7. Sahabat-sahabat tersayang, Khairunnisa Matondang, Susi Ermadani, ST., Agnes Marpaung, Chronika D N Sitorus, Yuni Syarah, Rinaldo Sijabat yang telah banyak membantu, memberikan semangat dan perhatiannya bagi penulis.

8. Kakak Ayu yang selalu memberikan tempat untuk mengerjakan skripsi di perpustakaan Arsitektur, memberikan semangat untuk asistensi dengan dosen dan memberikan motivasi di waktu susah.

9. Teman-teman PERMATA Pasar 7 terkhusus Sabrina Evrita Sinulingga, S.Kom., Sawindri N Br. Bangun, Frans Steven Singarimbun, Lydia Octaviani Sinulingga, yang selalu memberi motivasi serta doa untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.

10. Teman-teman seperjuangan sekelompok skripsi Khairunnisa Matondang, Ronald Sinaga, Yon Permana, Erdinal Agung, Benfri Judika Matondang, dan Yurizki Oktabria, yang telah memberikan semangat dan suka cita yang telah dilewati bersama selama penulisan skripsi.

(9)

iii 11. Teman-teman seperjuangan mahasiswa stambuk 2011 yang juga telah

banyak membantu dan memberikan semangat.

12. Pastor dan Penjaga Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Asisi, Gereja Katolik Santa Perawan Maria, dan Gereja Katolik St. Yohanes Don Bosco yang telah memberikan izin untuk masuk kedalam gereja dan juga memberikan informasi tentang gereja.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi masih jauh dari sempurna. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sebagai bahan penyempurnaan skripsi ini.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak.

Medan, Januari 2016 Penulis

Sri Ulina C. Ginting 110406084

(10)

iv ABSTRAK

Budaya pada masyarakat Karo tidak terlepas dari kegiatan sehari-hari termasuk dalam kegiatan beribadah. Gereja yang merupakan tempat beribadah bagi masyarakat yang bearagama kristenpun tidak luput dari budaya Karo tersebut. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan membahas tentang gereja yang beradaptasi dengan buadaya Karo. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yaitu menghasilkan data deskriptif mengenai Gereja Katolik Fransiskus Asisi Berastagi,Gereja Santa Perewan Maria Naik Kesurga Kabanjahe., dan Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco Suka Julu-Tiga Jumpa, Barusjahe. Hasil analisa menunjukan Gereja Katolik Fransiskus Asisi Berastagi dan Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco Suka Julu-Tiga Jumpa, Barusjahe telah beradaptasi dengan budaya Karo, hal tersebut dapat dilihat dari kesamaan bentuk bangunan dengan rumah Siwaluh Jabu.

Keywords:adaptasi, budaya karo, tipologi gereja

ABSTRACT

Karonesee culture on society cannot be separated from daily activities, including the activities of worship. Church is a place of worship for the people who are Christians were not spared from the Karonesee culture. Therefore, this study will discuss the churches which are adapted to the culture of Karonesee. This study used a qualitative methodology, which produces descriptive data about St. Fransiskus Asisi Catholic Church in Berastagi, Santa Perawan Maria Naik Kesurga in Kabanjahe, and the Catholic Church St. Yohannes Don Bosco in Suka Julu-Tiga Jumpa, Barusjahe.The data analysis showed that St. Fransiskus Asisi Catholic Church in Berastagi and Catholic Church of St. Yohannes Don Bosco in Suka Julu-Tiga Jumpa, Barusjahe have adapted to the culture of Karonesee, it can be seen from the similarity of the shape of the building to house of Siwaluh Jabu.

(11)

v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i ABSTRAK ... iv DAFTAR ISI ... v DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR ... x BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Perumusan Masalah ... 3 1.3. Tujuan Penelitian ... 4 1.4. Manfaat Penelitian ... 4 1.5. Batasan Masalah... 4 1.6. Keaslian Penelitian ... 5 1.7. Kerangka Berpikir ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1. Budaya Masyarakat Karo ... 8

2.1.1. Sosial Budaya Masyarakat Karo ... 8

2.1.2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan dan Kekerabatan Masyarakat Batak Karo ... 11

2.2. Arsitektur Karo... 13

(12)

vi

2.2.2. Aksara Karo ... 44

2.3. Jenis Rumah Adat Karo ... 44

2.4. Arsitektur Gereja ... 48

2.4.1. Ruang Sakral dalam Fungsi dan Bentuk Arsitektur Gereja Katolik... 48 2.4.1.1. Fungsi Liturgial ... 48 2.4.1.2. Simbolisasi Kekristenan ... 50 2.5. Definisi Tipologi ... 51 2.5.1. Tipologi Arsitektur ... 51 2.5.2. Tipologi Bangunan ... 54 2.6. Wujud Arsitektur ... 55 2.7. Kerangka Teori... 57

BAB III METODE PENELITIAN ... 58

3.1. Jenis Penelitian ... 58

3.2. Variabel Penelitian ... 58

3.3. Metoda Pengumpulan Data ... 60

3.4. Kawasan Penelitian ... 61

3.4.1. Objek Penelitian ... 61

3.5. Metode Analisa Data ... 63

BAB IV ADAPTASI BUDAYA KARO TERHADAP TIPOLOGI GEREJA KATOLIK ... 65

4.1. Deskripsi Kawasan Penelitian ... 65

(13)

vii

4.1.2. Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 67

4.1.3. Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco Suka Julu-Tiga Jumpa, Barusjahe ... 68

4.2. Sistem Spasial ... 69

4.2.1. Bentuk Denah ... 69

4.2.2. Organisasi Ruang ... 70

4.2.3. Adaptasi Tipologi Gereja Berdasarkan Tatanan Massa ... 71

4.3. Sistem fisik ... 74

4.3.1. Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 74

4.3.1.1. Atap ... 75

4.3.1.2. Dinding ... 76

4.3.1.3. Lantai ... 76

4.3.1.4. Kolom ... 77

4.3.2. Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 78

4.3.2.1. Atap ... 78

4.3.2.2. Dinding ... 79

4.3.2.3. Lantai ... 79

4.3.2.4. Kolom ... 80

4.3.3. Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 81

4.3.3.1. Atap ... 81

4.3.3.2. Dinding ... 81

4.3.3.3. Lantai ... 82

(14)

viii

4.4. Sistem Model /Tampilan ... 87

4.4.1. Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 87

4.4.1.1. Pintu ... 87

4.4.2. Jendela dan Ventilasi ... 88

4.4.3. Ornamen ... 89

4.4.2. Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 90

4.4.2.1. Pintu ... 90

4.4.2.2. Jendela dan Ventilasi ... 91

4.4.2.3. Ornamen ... 91

4.4.3. Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 92

4.4.3.1. Pintu ... 92

4.4.3.2. Jendela dan Ventilasi ... 93

4.4.3.3. Ornamen ... 93

4.4.4. Adaptasi Tipologi Gereja Berdasarkan Proporsi Fasad ... 94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 100

5.1. Kesimpulan ... 100

5.2. Saran ... 101

(15)

ix DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Kerangka Berpikir ... 7

Tabel 2.1 Kerangka Teori ... 57

Tabel 3.1 Variabel Penelitian ... 59

Tabel 4.1 Sistem Spasial Gereja... 72

Tabel 4.2 Pengelompokan Sistem Fisik ... 84

(16)

x DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tari-tarian masyarakat Karo sering Digunakan

dalam Upacara Ritual ± Tahun 1900 ... 8

Gambar 2.2 Skema Rakut Sitelu dalam sistem kekerabatan Batak ... 12

Gambar 2.3 Denah Kamar pada rumah adat Batak Karo ... 16

Gambar 2.4 Rumah adat Batak Karo, model atap sada tersek (satu tingkat) ... 17

Gambar 2.5 Motif Tapak Raja Sulaiman ... 23

Gambar 2.6 Motif Bindu Natogog ... 24

Gambar 2.7 Motif Embun Sikawiten ... 25

Gambar 2.8 Motif Pantil Manggis ... 26

Gambar 2.9 Gerga motif Pengretret pada dinding rumah, sekaligus sebagai pengikat dinding papan ... 31

Gambar 2.10 Motif Cuping-cuping ... 33

Gambar 2.11 Motif Desa Siwaluh ... 36

Gambar 2.12 Pola geometris pada ayo rumah memiliki nama-nama flora dan fauna ... 38

Gambar 2.13 Posisi paradoks, kepala kerbau jantan dan betina penyatuan ke dunia tengah... 42

Gambar 2.14 Gerga Kepala Kerbau di atas atap rumah adat Batak Karo ... 43

Gambar 2.15 Hierarki simbol gerga berdasarkan struktur rumah adat pada rumah adat Batak ... 43

(17)

xi

Gambar 2.16 Aksara Karo... 44

Gambar 2.17 Rumah Sianjung-anjung ... 46

Gambar 2.18 Jenis Atap Rumah Mecu ... 46

Gambar 2.19 Rumah Sangka Manuk ... 47

Gambar 2.20 Rumah Sendi ... 47

Gambar 2.21 Hirarki Ruang Sakral Arsitektur Gereja Katolik ... 50

Gambar 3.1 Kawasan Penelitian ... 61

Gambar 3.2 Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi Berastagi ... 62

Gambar 3.3 Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 62

Gambar 3.4 Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 63

Gambar 4.1 Kawasan Penelitian ... 65

Gambar 4.2 Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi Berastagi ... 67

Gambar 4.3 Peta Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 67

Gambar 4.4 Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 68

Gambar 4.5 Peta Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 68

Gambar 4.6 Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 69

Gambar 4.7 Bentuk denah Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi (kiri) dan skema denah rumah adat karo ... 70

Gambar 4.8 Bentuk denah Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 70

Gambar 4.9 Organisasi Ruang Pada Masing-Masing Gereja... 71 Gambar 4.10 Tatanan massa bangunan Gereja Katolik Inkulturatif

(18)

xii St. Fransiskus Assisi (kiri), Gereja Katolik Santa

Perawan Maria (tengah), dan Gereja Katolik St.

Yohannes Don Bosco (kanan) ... 71 Gambar 4.11. Penggunaan atap Rumah sianjung-anjung adalah

rumah bermuka empat atau lebih, yang dapat juga

terdiri atas satu atau dua tersek dan diberi tanduk ... 75 Gambar 4.12 Dinding Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus

Assisi yang beradaptasi dengan Budaya Karo ... 76 Gambar 4.13 Elevasi Lantai Dari Muka Tanah Pada Gereja Katolik

Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 77 Gambar 4.14 Lantai bagian dalam Gereja Katolik Inkulturatif St.

Fransiskus Assisi menggunakan lantai keramik ... 77 Gambar 4.15 Kolom Pada Gereja Katolik Inkulturatif St.

Fransiskus Assisi ... 78 Gambar 4.16 Penggunaan Atap Rumah Adat Karo

Namun Tidak Bertingkat ... 78 Gambar 4.17 Dinding Gereja Tidak Beradaptasi dengan

Budaya Karo ... 79 Gambar 4.18 Tangga Pada Entrance Gereja Santa Perawan Maria ... 79 Gambar 4.19 Lantai Bagian Dalam Gereja Santa Perawan Maria

yang Menuju Ke Altar ... 80 Gambar 4.20 Kolom Konvensional Pada Gereja Katolik Santa

(19)

xiii Gambar 4.21 Penggunaan atap rumah sianjung-anjung pada

Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 81

Gambar 4.22 Dinding gereja yang miring sama dengan rumah adat karo ... 82

Gambar 4.23 Tangga Pada Entrance Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 82

Gambar 4.24 Lantai keramik pada gereja ... 83

Gambar 4.25 penggunaan kolom pada Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 83

Gambar 4.26 Pintu Kayu Pada Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 87

Gambar 4.27 Jendela Pada Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi ... 88

Gambar 4.28 Ventilasi Pada Bagian Dinding yang Miring ... 88

Gambar 4.29 Ventilasi Pada Bagian Atap Gereja ... 88

Gambar 4.30 Ornamen Tapak Sulaiman Pada Dinding Gereja ... 89

Gambar 4.31 Ornamen Pengretret Pada Gereja ... 89

Gambar 4.32 Ornamen Malaikat Pada Gereja ... 90

Gambar 4.33 Pintu Utama Gereja (Kiri) Dan Pintu Samping Gereja (Kanan) ... 91

Gambar 4.34 Jendela Dan Ventilasi Bagian Depan (Atas) dan Jendela Dan Ventilasi Bagian Samping (Bawaah) ... 91

(20)

xiv

Gambar 4.36 Entrance Gereja Katolik St. Yohannes Don Bosco ... 92

Gambar 4.37 Jendela Dan Ventilasi Gereja ... 93

Gambar 4.38 Ornamen Tapak Sulaiman Pada Gereja ... 93

Gambar 4.39 Ornamen Pengretret Di Gereja ... 94

Gambar 4.40 Fasad Gereja Katolik Inkulturatif St. Fransiskus Assisi yang simetris ... 94

Gambar 4.41 Fasad Gereja Katolik Santa Perawan Maria ... 95

Referensi

Dokumen terkait