• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1 Pendidikan Teknik Elektro dan Kurikulum Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1 Pendidikan Teknik Elektro dan Kurikulum Nasional"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN UMUM

1.1 Pendidikan Teknik Elektro dan Kurikulum Nasional

Definisi pendidikan dalam perspektif kebijakan sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) atau Indonesian Qualification

Framework adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangkapemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Kualifikasipada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)merefleksikan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang diperoleh seseorang melalui jalur: (1) pendidikan; (2) pelatihan; (3) pengalaman kerja, dan (4) pembelajaran mandiri. Hadirnya peraturan ini tentu bukan dimaksudkan untuk membuat stratifikasi sosial (pengkastaan) baru di tengah-tengah masyarakat kita, melainkan untuk dimaknai sebagai upaya untuk mewujudkan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

KKNI sebagai suatu framework dalam menetapkan jenjang kompetensi akan berpengaruh pada proses pendidikan S1 Teknik Elektro. Walaupun demikian, KKNI mengungkapkan suatu kompetensi umum mengenai jenjang S1 tanpa menyatakan secara rinci kompetensi jenjang S1 Teknik Elektro. Sehingga acuan

(2)

jenjang S1 Teknik Elektro seharusnya ditetapkan oleh lembaga profesi yang menaungi profesi Teknik Elektro. Lembaga profesi international IEEE dan ACM sebagai lembaga profesi international yang diakui menaungi bidang Teknik Elektro telah mengeluarkan beberapa dokumen yang dapat dijadikan acuan. Acuan lainnya dapat dilihat dalam dokumen kriteria akreditasi program pendidikan seperti ABET dan BAN. ABET telah mengeluarkan standard kompetensi atau criteria khusus untuk jenjang S1 Teknik Elektro.

1.2 Student Outcome Program Studi Strata 1 (S1) Teknik Elektro

ABET sebagai lembaga akreditasi bekerja sama dengan lembaga profesi IEEE dan CSAB dalam menentukan kompetensi lulusan S1 Teknik Elektro. Adapun kompetensi tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu kompetensi Engineering (a-k) dan khusus Electrical Engineering(l-r). Student Outcomedari program studi S1 Teknik Elektro adalah sebagai berikut:

a) Kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan di bidang matematika, sains dan teknik.

b) Kemampuan untuk mendesain dan melakukan eksperimen, juga menganalisa dan menginterpretasikan data

c) Kemampuan untuk mendesain suatu sistem, komponenatau proses untuk memperoleh hasil yang diinginkan dan memenuhi kendala-kendala yang realistik seperti ekonomi, lingkungan, social, politik, etika, kesehatan dan keselamatan, dapat di produksi, dan keberlanjutan.

d) Kemampuan untuk bekerjasama dalam tim multi-disiplin.

e) Kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasi dan memecahkan masalah-masalah teknis.

f) Pemahaman mengenai tanggung jawab profesi dan etika. g) Kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif.

h) Pendidikan dengan cakupan yang luas diperlukan untuk memahami pengaruh solusi teknik dalam konteks global dan sosial.

(3)

i) Menyadari akan kebutuhan, dan kemampuan untuk melakukan pembelajaran seumur hidup.

j) Pengetahuan akan topik-topik terkini.

k) Kemampuan menggunakan teknik, keterampilan dan perangkat teknik modern yang dibutuhkan dalam praktek di bidang teknik.

l) Memiliki pengetahuan yang cukup luas dalam bidang teknik elektro termasuk teknik tenaga, teknik telekomunikasi, sistem kendali, sistem instrumentasi, mikroelektronika, pengolahan sinyal digital, sistem mikroprosesor dankomputer, serta material teknik elektro.

m) Mendalami paling tidak salah satu bidang konsentrasi.

n) Memiliki pengetahuan probabilitas dan statistik dan aplikasinya dalam teknik elektro dan sistem komputer.

o) Memiliki pengetahuan matematika dalam kalkulus diferensial dan intergral. p) Memiliki pengetahuan sains dasar, sains komputerdan sains rekayasa yang

diperlukan untuk menganalisis dan merancang divais elektronik atau elektrikal yang kompleks, perangkat lunak, dan sistem yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak.

q) Pengetahuan dalam matematika lanjut yaitu aljabar linier, variabel kompleks, dan matematika diskrit.

r) Memiliki latar belakang untuk meneruskan pendidikan pada tahap selanjutnya.

KKNI level 6 mendefinsikan kompetensi umum seorang lulusan Strata 1 (S1) sebagai berikut:

1. Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi;

2. Menguasai konsep teoretis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoretis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah procedural;

(4)

3. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok;

4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

1.3 Latar Belakang Pendirian Teknik Elektro Undana

Program Studi Teknik Elektro didirikan dan bernaung dibawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik didasarkan pada RIP UNDANA tahun 1994 – 2003 dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan dan pengembangan SDM di Bidang Teknik dalam rangka peningkatan percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prodi Teknik Elektro dimulai di Universitas Nusa Cendana berdasarkan SK Rektor Undana No. 34 Thn 1993 bersama kedua Program Studi lainnya yaknik Teknik Sipil dan Teknik Mesin, tanggal 5 April 1993. Dalam perjuangan akhirnya mendapat ijin dari Direktrorat Jenderal Pendidikan melalui SK Pendirian No. 242/DIKTI/KEP/1999 yang ditandatangani oleh Dirjen Dikti Satryo Soemantri Brodjonegoro pada tanggal 18 Mei 1999, sehingga Prodi Teknik Elektro dipekernankan untuk meluluskan mahasiswa. Pergerakan UPT Teknik sejak Tahun 1994 sampai Tahun 2003 membawahi ketiga Program Studi yang selanjutnya melalui SK Rektor No. 61/KP/2003 tanggal 28 Juli 2003 yang ditandatangani Prof. Dr. Agustinus Benu, MS, status UPT Teknik berubah menjadi Fakultas Teknik. Perubahan status ini menjadikan Program Studi Teknik Elektro mempunyai daya saing yang cukup tinggi di NTT. Namun status Fakultas Teknik yang didalamnya terdiri dari 3 Program Studi tidak berlangsung lama yang kemudian bersama UPT MIPA dibentuklah sebuah fakultas baru dimana berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2006, yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Prof. Dr. Bambang Sudibyo), April 2006 tentang pengesahan penggabungan Fakultas MIPA dan Teknik menjadi Fakultas Sains dan Teknik (FST). Prodi Teknik Elektro merupakan elemen dari FST tersebut bersama sembilan Prodi lainnya. Legalitas Prodi Teknik Elektro sampai saat ini memiliki ijin penyelenggaraan Program Studi (Prodi) dari Direktur Jenderal Pendidikan

(5)

Tinggi (Dikti) dengan SK No. 12032/D/T/K-N/2012 tanggal 22 Mei 2012. Pembukaan Fakultas Sains dan Teknik (FST) dimaksudkan sebagai wadah pengembangan pendidikan sains dan teknik di tingkat program studi yang feasible dan prospektif.

Seiring dengan perkembangan IPTEK dan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan pasar kerja, sejak di semester genap tahun 2005/2006, bidang minat program studi Teknik Elektro dikembangkan dari sebelumnya terdiri atas bidang minat Teknik Telekomunikasi dan Teknik Tenaga Listrik bertambah satu pilihan bidang minat lagi yaitu Teknologi Informasi. Di tahun itu pula, Program Studi Teknik Elektro memberlakukan format kurikulum baru yaitu kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pada aspek kognigtif, afektif dan psikomotorik. Selain memuat kurikulum lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah, kurikulum Program studi Teknik Elektro juga memuat kurikulum nasional berdasarkan hasil kesepakatan pada Forum Komunikasi Teknik Elektro Indonesia Tahun 2005 dan berlangsung sampai Tahun 2015 dengan melakukan revisi pada Tahun 2011. Selanjutnya sejak Tahun 2013 Kementerian Pendidikan Nasional telah merancang sebuah kurikulum baru yang disebut kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan framework baru dalam dunia pendidikan dikaitkan dengan dunia kerja sehingga penentuan level dalam dunia kerja tidak hanya berdasarkan pada pendidikan formal, namun pendidikan non formal juga dapat diakui berdasarkan tingkat keahlian seseorang. Pada Tahun 2014 ketika pertemuan Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di ITB Bandung telah menetapkan secara garis besar kompetensi (capaian pembelajaran) beserta bahan kajian dan mata kuliah yang dapat diberlakukan di Prodi Teknik Elektro. Hal ini dimaksudkan untuk keseragaman Prodi Teknik Elektro di seluruh Indonesia. Anggota FORTEI terdiri atas seluruh program studi atau jurusan yang memiliki bidang Teknik Elektro baik pada jenjang Diploma, Politeknik, Sarjana, Master, maupun Doktor. Jumlah universitas yang terlibat aktif pada forum ini adalah 123 universitas ditambah dengan universitas yang memiliki Prodi Teknik Elektro.

Berdasarkan data sampai Bulan Oktober 2015 Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknik Undana telah berhasil menghasilkan 245 lulusan Sarjana Teknik yang tersebar di Kabupaten, Kota dan Provinsi Nusa Tenggara Timur serta di berbagai Provinsi lainnya. Lulusan Program Studi Teknik Elektro Undana telah turut

(6)

serta berkontribusi dalam Pembangunan Daerah dan Pembangunan Nasional. Alumni Prodi Teknik Elektro tersebar pada berbagai pasar kerja baik yang sesuai dengan profil lulusan yaknik Konsultan, Wirausahawan, akademisi/peneliti, namun ada juga yang bekerja pada bidang yang lain seperti guru, pegawai swasta dengan lintas ilmu, politikus, jurnalis dan sebagainya. Prodi Teknik Elektro telah dengan gigih memperjuangkan komitmen dalam menghasilkan output yang secara kuantitas sedikit namun kualitas yang baik berdasarkan knowledge, afektif (sikap dan tata nilai) dan psikomotorik/ skill. Prodi Teknik Elektro berdasarkan hasil akreditas BAN PT Tahun 2014 mendapat akreditasi B, dengan harapan kualitas lulusan semakin meningkat selaras dengan perkembangan pengelolaan Prodi yang makin baik pula. Visi dan Misi Program Studi Teknik Elektro mengarahkan pengelolaan pada tri dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian. Selain itu juga manajemen Prodi sehingga tercipta kerja sama yang harmonis baik internal maupun eksternal serta memberikan atmosfir akademik sehingga mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.

1.4 Penutup

1. Rangkuman

a. Pendidikan Teknik Elektro yang dilaksanakan pada perguruan tinggi di

Indonesia mengacu kepada kurikulum berbasis KKNI.

b. Program Studi yang awalnya dikenal dengan Jurusan Teknik Elektro FST Undana adalah bagian dari pengembangan IPTEK secara wilayah dan nasional.

2. Latihan dan Tugas

1. Jelaskan maksud dan tujuan pendidikan Teknik Elektro jenjang strata 1 (S1)

pada perguruan tinggi ?

2. Jelaskan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang yang telah

(7)

REFERENSI

1. Ashfaq Husain, Fundamental of Electrical Engineering, 3rd Ed, Dhanpat Ray & Co., 2002.

2. A. Bruce Carlson & David G. Gisser, Electrical Engineering : Concepts and

Applications, 2nd Ed, Addison-Wesley, 1990.

3. Richard J. Fowler, Electricity : Principles and Applications, 5th Ed, Glencoe McGraw-Hill, 1999.

4. Tim Pengembangan Kurikulum, Kurikulum KKNI Teknik Elektro FST-Undana,

Kupang, 2016

5. Kemenristekdikti, KKNI, Jakarta 2016 6. ABET, 2015

Referensi

Dokumen terkait

Kita sebagai anak ekonomi bisa menggunakan cara yang dapat menarik perhatian konsumen atau pengguna instagram lainnya dengan menjual produk yang baik dan

Menindaklanjuti Berita Acara Evaluasi Harga (Penawaran Biaya) Nomor : 009/PPBJ-PRC/ RT.02,01 SANTAN /APBD/BM-SDA/V/2012, Tanggal 28 Mei 2012 kegiatan Perencanaan Teknis Semenisasi

calculate his work is presented below:.. d) Surface Roughness Values from Various Machining Processes. As explained in second chapter that surface roughness are formed from

Bank Mandiri (Persero) Kantor Kas Condet, Jakarta Timur yaitu untuk mengetahui perlu atau tidakkah melakukan penambahan jumlah loket teller untuk melayani para nasabah., apakah dengan

Critical temperature (mean ± SE) resulting in initial nee- dle electrolyte leakage of seedlings of four Sitka × interior spruce hy- brids during the fall together with

Agar skor tes yang diperoleh dapat dipercaya maka butir soal tes harus

Therefore, this research can be used as a guide in teaching speaking because it was considered when teachers read this research, teachers can understand kinds of teaching

[r]