• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. produsen yang memprodusi sebuah produk maupun jasa, disitu mereka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. produsen yang memprodusi sebuah produk maupun jasa, disitu mereka"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia periklanan sedang sangat pesat berkembang saat ini. memang Periklanan tidak bisa dipisahkan dengan sebuah produk. Karena selama ada produsen yang memprodusi sebuah produk maupun jasa, disitu mereka membutuhkan sebuah kegiatan promosi. Dan kegiatan promosi tersebut membutuhkan proses periklanan

Berbicara mengenai periklanan sudah pasti ada kaitannya dengan advertising agency. Sebuah advertising agency atau biro periklanan adalah sebuah perusahaan yang beroperasi pada bidang kreatif. Mereka mengelola pekerjaan kreatif dalam proses pembuatan iklan. Baik iklan above the line, below the line, maupun true the line. Ada jenis agency yang menyediakan jasa khusus hanya pada satu atau beberapa spesialis item pada dunia periklanan. Misal hanya spesialis media, spesialis below the line misalkan event, spesialis media luar ruang, dll. Teteapi ada juga perusahaan advertising agency besar yang mampu menghandle semua kegiatan periklanan.

Dalam dunia kerja periklanan banyak posisi pekerjaan. Posisi kerja berdasarkan dari tahapan-tahapan proses kreatif mulai dari perancangan sebuah iklan hingga eksekusi. Mulai dari account executive yang mempunyai tanggung jawab pertama kali dari sebuah proses periklanan. Yaitu menjadi hub atau

(2)

penghubung dari klien kepada agency. Kemudian setelah seorang AE meneria klien brief dari klien lalu mengkomunikasi kepada tim kreatif untuk bersama-sama dikonversikan menjadi creative brief. Pada tim kreatif terdapat beberapa posisi, antara lain Crestive Director, Art Director, dan Copy Writer. Lalu mereka menghasilkan ide besar dan kemudian membuat konsep storyboard dan storyline. Setelahnya masuk kepada tahap produksi yang dilakukan oleh tim produksi dan biasanya diketuai oleh production manager.

Ada salah satu jobdesk dalam advertising management yang kaitannya dengan pembuatan sebuah project iklan. Biasa disebut dengan project manager atau advertising project manager. Seorang project manager mengepalai tim AE, tim kreatif, dan tim produksi. Ia bertanggung jawab untuk berjalannya sebuah project pembuatan sebuah iklan agar sesuai dengan apa yang diinginkan klien baik itu tujuan, waktu pembuatan, maupun pengeluaran budget untuk pembuatan iklan tersebut.

Banyak disebutkan pada dunia kreatif di Indonesia dengan istilah project management. Tetapi seorang project manger jika ditelaah digunakaan oleh banyak bidang kerja pula di Indonesia. Baik dalam membuat film, maupun project-project lain yang hubungannya dengan proses produksi. Oleh karena itu perancang menegaskan bahwa project yang dikerjakan pada saat ini adalah sebuah project dalam dunia advertising. sehingga perancang paparkan bahwa jobdesk yang perancang ambil adalah mengenai Advertising Project Management.

(3)

Manajemen Proyek Periklanan atau Advertising Project Management adalah usaha yang dilakukan meliputi perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek yang berkaitan dengan periklanan untuk memenuhi tujuan proyek tertentu yang dalam kaitannya dengan hal ini adalah pembuatan iklan perusahaan Citilink mengenai kampanye safety flight. Adapun tugas dari seorang Advertising Project Manager adalah sebagai berikut :

1. Mengelola dan mengkoordinasi semua kegiatan pemasaran, periklanan, dan aktivitas promosi

2. Menganalisa riset konsumen, kondisi pasar saat ini, dan informasi pesaing 3. Mengembangkan dan mengimplementasikan marketing plans dan project

plan untuk suatu produk

4. Menetepkan dan mengelola anggaran pemasaran

5. Mengatur proses produksi dari marketing plans dan project plan yang ada 6. Memonitori, mereview, dan melaporkan semua kegiatan pemasaran

beserta hasilnya

Transportasi udara niaga dewasa ini mengalami perkembangan pesat, hal tersebut dapat dilihat dari banyak perusahaan atau maskapai penerbangan yang melayani jasa penerbangan ke berbagai rute penerbangan baik domestik maupun internasional, sampai dengan oktober 2014 terdapat 55 perusahaan atau maskapai penerbangan yang beroperasi dengan menggunakan pesawat terbang sebanyak 2261.1 Perusahaan-perusahaan yang melayani jasa penerbangan niaga diantaranya

(4)

Citilink, Garuda Indonesia, Batik Air, Merpati Nusantara Airlines, Sriwijaya Air, Air Asia, Lion Air dan lainlain.

Perkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan tersebut tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi udara. Berdasarkan data statistik dari Direktorat Hubungan Udara Departemen Perhubungan pada Tahun 2014 terdapat 10.270.000 (sepuluh juta dua ratus tujuh puluh ribu) penumpang tercatat menggunakan jasa transportasi udara niaga berjadwal, dan diperkirakan di tahun 2015 jumlah tersebut akan meningkat menjadi 20.000.000 ( dua puluh juta ) penumpang.2

Ada beberapa alasan konsumen menggunakan jasa transportasi udara, diantaranya untuk kepentingan bisnis, kepentingan pariwisata, dan berbagai urusan lainnya. Dilihat dari aspek penyelenggaraan penerbangan terdapat dua bentuk kegiatan penerbangan, yaitu penerbangan komersil dan penerbangan bukan komersil. Penerbangan komersil atau niaga merupakan bentuk transportasi udara yang mengenakan biaya bagi penggunanya. Jenis penerbangan ini dibedakan lagi menjadi dua bentuk, yaitu penerbangan niaga berjadwal dan penerbangan niaga tidak berjadwal.

Perkembangan jumlah perusahaan penerbangan di satu sisi menguntungkan bagi para pengguna jasa transporatsi udara (penumpang dan

(5)

pemilik kargo) karena akan banyak pilihan. Perusahaan-perusahaan tersebut bersaing untuk untuk menarik penumpang sebanyak banyaknya dengan menawarkan tarif yang lebih murah atau menawarkan berbagai bonus yang kita kenal dengan LCC (Low Cost Carier). Awal mula low cost carrier ini dirintis oleh Maskapai Southwest yang didirikan Rollin King, Lamar Muse dan Herber Kelleher pada 1967. Fenomena Southwest menjadi fenomena kajian bisnis penerbangan yang sangat menarik dibahas di universitas Harvard dan diberbagai sekolah bisnis diseluruh belahan dunia. Efisiensi yang dilakukan mencakup mulai dari harga (murah), teknologi, struktur biaya, rute hingga berbagai peralatan operasional yang digunakan.

Keberhasilan Southwest kemudian banyak ditiru oleh maskapai lainnya seperti Vanguard, America West, Kiwi Air, Ryanair yang berdiri tahun 1990, Easyjet yang berdiri tahun 1995, Shuttle (anak Perusahaan United Airlines), MetroJet (anak perusahaan USAir) dan Delta Express (anak perusahaan Delta), Continental Lite (anak perusahaan Continental Airlines). Langkah Low cost carrier kemudian juga ditiru di Asia dengan munculnya Air Asia di tahun 2000 yang bermarkas di Malaysia, Virgin Blue di Australia, sedangkan di Indonesia kemudian berdiri Lion Air, dan Wings Air yang merupakan anak perusahaan Lion Air.

Namun di sisi lain, dengan tarif yang murah tersebut sering menurunkan kualitas pelayanan (service), bahkan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah akan menyebabkan berkurangnya kualitas pemeliharaan (maintenance) pesawat

(6)

sehingga rawan terhadap keselamatan penerbangan dan akan berdampak kurang baik terhadap keamanan, kenyamanan dan perlindungan konsumen.3

Seperti yang terjadi pada Januari 2007 silam pesawat boeing 737-400 Adam Air jurusan Surabaya-Manado jatuh dari langit Sulawesi. Banyak berpendapat kecelakaan penerbangan ini merupakan dampak dari era penerbangan murah yang menurunnya keselamatan penerbangan. Sejak era Low Cost Carrier menyerbu masuk Indonesia pada tahun 2001, jumlah penumpang pesawat terbang meninggkat 130% dari priode lima tahun sebelumnya. Jumlah penerbangan juga meningkat 26%.4 Dengan penyelidikan yang panjang diketahui pesawat Adam Air pada saat kecelakaan merupakan pesawat lama yang diproduksi pada tahun 1989 yang dinilai sudah tidak layak untuk digunakan oleh maskapai penerbangan kembali.

Dan yang baru-baru ini tragedi hilangnya pesawat Airasia QZ8501 jurusan Surabaya-Singapura yang hilang kontak disekitaran Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pesawat ini berpenumpang 155 orang dengan rincian 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak dan 11 bayi. Kru yang sedang bertugas saat itu ada 7 orang, dengan pilot Kapten Iriyanto. Kejadian yang terjadi pada tanggal 28 Desember 2014 ini diduga akibat buruknya cuaca pada hari itu. Setelah beberapa proses investigasi yang dilakukan tim KNKT selama ini disaat proses pencarian

3E. Saefullah Wiradipradja, 2006, Tanggung Jawab Perusahaan Penerbangan Terhadap Penumpang Menurut Hukum Udara Indonesia( Jakarta: Jurnal Hukum Bisnis Vol 25) hal. 5-6. 4 Koran Tempo, edisi 14 Januari 2007

(7)

korban dan pesawat yang hilang, telah ditemukan kejanggalan dimana pada saat hari penerbangan Airasia QZ8501 minggu pagi tanggal 28 Desember 2014 izin penerbangannya ilegal dalam kata lain pada saat hari minggu itu Airasia tidak dapat izin untuk melakukan penerbangan. Selain itu didapatkan pula pelanggaran yang dilakukan pilot yang tidak mengikuti briefing mengenai perkiraan cuaca penerbangan pada hari itu.5

Dikutip dari airlineratings.com pada Senin (10/3/14), 10 penerbangan terburuk didunia sebagai berikut :

1. Kam Air 2. Scat 3. Bluewing Airlines 4. Afghan Airways 5. Daallo Airlines 6. Eritrean Airlines 7. Lion Air 8. Merpati Airlines 9. Susi Air 10. Air Bagan

Menurut data diatas yang menempatkan 3 maskapai Indonesia masuk kepada urutan 10 maskapai terburuk di dunia dan juga hal-hal yang dialami oleh Adam Air dan Airasia mengenai kecelakaan pesawat membuat publik menyorot

(8)

keras mengenai prosedur Safety Flight pada penerbangan Low Cost Carier, apakah biaya murah yang ditawarkan oleh berbagai maskapai penerbangan memperngaruhi kurangnya kualitas pelayanan (service) dan berkurangnya maintenance/ perawatan kepada pesawat. Dalam skripsi aplikatif ini penulis ingin membuat sebuah hasil karya aplikatif mengenai corporate advertising berbentuk iklan TVC Saffety Flight & Best Service maskapai penerbangan.

Dengan topik:

“Perancangan Strategi Advertising Project Management Dalam Produksi Kampanye Iklan Perusahaan “Safetylink” (Safety Flight With Citilink)”

Gambar 1.0 Logo Citilink

Untuk maskapai penerbangan itu sendiri penulis meggunakan brand Citilink sebagai bahan dari skripsi aplikatif, Citilink (PT Citilink Indonesia) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah dan anak perusahaan Garuda Indonesia. Perusahaan ini berdiri tahun 2001 sebagai Unit Bisnis Strategis (SBU) dan difungsikan sebagai salah satu alternatif penerbangan berbiaya murah di Indonesia. Tanggal 5 Juli 2012 Citilink meresmikan penerimaan sertifikat Air

(9)

Operation Certificate (AOC) dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.6 Sertifikat ini menandai era baru perubahan dalam manajemen Citilink yang sebelumnya berada di bawah manajemen PT Garuda Indonesia Tbk., untuk menjadi manajemen yang dinamis dan mandiri. AOC adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI bagi perusahaan maskapai yang resmi beroperasi di Indonesia.

Sekarang Citilink mengoperasikan 29 pesawat yaitu 22 buah pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, 6 buah pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas 148 kursi, dan 1 buah pesawat Boeing 737-400 dengan kapasitas 170 kursi. Citilink melayani 140 frekuensi harian dari Jakarta dan Surabaya ke Ambon, Batam, Banjarmasin, Bandung, Denpasar, Balikpapan, Solo, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Ujung Pandang, Pekanbaru, Padang, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan.

Alasan kenapa penulis memilih Citilink dikarenakan, karena Citilink telah meraih beberapa penghargaan, antara lain, dari :

1. Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012,

2. The Budgies and Travel Awards 2012 untuk kategori Best Overall Marketing Campaign,

3. Penghargaan Service To Care Award 2012 untuk Airlines Category dari Markplus Insight

(10)

4. Indonesia Leading Low Cost Airlines selama tiga tahun yaitu 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014 dari ITTA Foundation

Berdasakan pencapain diatas, itu terbukti bahwa Citilink mempunyai citra yang baik dalam kategori penerbangan murah atau LCC. Sehingga dengan demikian akan lebih mudah bagi perancang untuk mengkomunikasikan apa yang menjadi tujuan dari karya ilmiah ini yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang penerbangan aman di Indonesia.

Selama ini CitiLink mempunyai iklan-iklan atau membuat iklan-iklan yang berjenis komersil, sama seperti kebanyakan pesaing-pesaingnya di jenis penerbangan LCC. Karena konsep mereka yang mengedepankan penerbangan berbayar murah sehingga komunikasi yang mereka kedepankan juga berkaitan dengan promo-promo harga tiket pesawat. sehingga jenis iklannya pun menjadi iklan berjenis komersial. Dan karena Citilink merupakan pemain baru di dunia penerbangan Indonesia, selain mengkomunikasikan promo tiket, mereka juga mempunyai iklan-iklan yang mengkomunikasikan rute-rute perjalanan armada Citilink, dan juga penambahan armada-armada pesawat Citilink itu sendiri.

(11)

Gambar 1.2 Materi iklan Citilink

Gambar 1.3 Materi iklan Citilink Gambar 1.4 Materi iklan Citilink

Dengan konsep diatas dan keadaan yang ada, perancang memilih jenis iklan perusahaan atau Corporate Advertising. Iklan perusahaan adalah iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan perusahaan akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyarakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan perusahaan merupakan bentuk lain dari iklan strategis ketika sebuah perusahaan melakukan kampanye untuk mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaannya kepada public.

Tidak hanya membuat corporate advertising, tapi perancang juga akan membuat sebuah rancangan campaign yang mendukung untuk memperkuat pesan

(12)

yang disampaikan dalam corporate advertising yang akan dibuat. Campaign atau kampanye itu sendiri adalah sebuah kegiatan yang biasanya dikaitkan dengan brand activity yang mengikutsertakan interaksi langsung kepada konsumen dengan kampanye yang sedang dibuat atau disugukan. Penerapan kampanye untuk mendukung sebuah pesan komunikasi memang beragam. Ada yang membuat

experiential marketing, ada juga yang membuat produk kreatif atau

memanfaatkan ambient media untuk menyampaikan pesan iklan yang dikampanyekan, dan masih banyak lagi. Dengan berkembangnya teknologi baik elektronik, massa, dan internet, ini membuat para pekerja kreatif dapat mengkorelasikan ide-ide dalam membuat kampanye iklan dengan banyak hal.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas, mengenai disorotinya prosedur-prosedur keamanan yang ada pada maskapai-maskapai berjenis LCC (Low Cost

Carier) yang ada di Indonesia. Maka untuk itu kami ingin membuat sebuah

rancangan karya ilmiah untuk menanggapi isu diatas. Adapun rumusan masalah yang diusung adalah mengenai bagaimana merancang iklan perusahaan kampanye “Safety Flight” Citilink.

(13)

1.3 Tujuan Perancangan

Adapun tujuan dari perancangan karya ilmiah ini adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat baik dalam hal ini cangkupannya konsumen yang menggunakan jasa penerbangan LCC maupun para maskapai penerbangan jenis LCC yang ditujukan agar masyarakat mengetahui dan mengenal lebih jauh bagaiman seharusnya prosedur-prosedur safety flight itu agar mereka dapat berkendara dengan nyaman pada jasa angkutan udara dan juga semoga para maskapai penerbangan lain menyadari pentingnya prosedur-prosedur akan hal tersebut dan menerapkannya lebih baik lagi pada maskapainya masing-masing agar nantinya menciptakan suasana nyaman menggunakan jasa transportasi udara di Indonesia khususnya yang berjenis Low Cost Carier.

1.4 Alasan Pemilihan Judul

Dasar pemilihan judul dalam tugas akhir ini adalah ingin menunjukan bahwa Maskapai penerbangan CityLink adalah penerbangan Low Cost Carrier (LCC) dengan tingkat keselamatan yang tinggi dan juga salah satu maskapai penerbangan yang mampu memberikan pelayanan yang baik untuk konsumen. Pemilihan judul ini disesuaikan dengan komitmen Citilink yang selalu menempatkan kepuasan pelanggan di atas segalanya. Sebagai bukti keberhasilan Citilink dalam komitmennya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Citilink telah meraih beberapa penghargaan antara lain oleh Indonesia Travel and Tourism Foundation untuk kategori Leading Low Cost Airline 2011/2012, kategori Best

(14)

Overall Marketing Campaign di The Budgies and Travel Awards 2012 dan yang terbaru yaitu penghargan Service To Care Award , penghargan Service To Care Award dua tahun berturut-turut 2012 dan 2013 untuk Airlines category dari Markplus Insight dan yang terbaru yaitu Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik untuk kategori Transportasi dalam penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2012 dan Indonesia Leading Low Cost Airlines 2012/2013 dari ITTA Foundation7.

1.5 Manfaat Perancangan

1. Manfaat Akademis

Penulis membuat perancangan kerja seperti ini bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu matakuliah yang telah penulis ambil selama menjalani pendidikan pada jurusan Marketing Communication and Advertising di Universitas MercuBuana. Dan juga agar rancangan kerja ini dapat bermanfaat bagi bidang akademisi yang kami geluti selama ini untuk tahun-tahun ajar yang akan datang.

2. Manfaat Praktisi

Penulis membuat perancangan kerja seperti ini dalam bidang praktisi bertujuan untuk menjalin hubungan antara Universitas Mercubuana dengan Coorporate bidang airlines yaitu Citilink. Sehingga kami berharap untuk kedepannya akan terjalin hubungan-hubungan yang positif dan bermanfaat bagi keduabelah pihak yaitu untuk Universitas Mercu Buana & Citilink.

Gambar

Gambar 1.0 Logo Citilink

Referensi

Dokumen terkait

kemampuan menyebutkan fonem yang sama diperoleh data 40%. Maka kemampuan membaca permulaan dalam kegiatan belajar sebelum tindakan diklasifikasikan kurang baik. Hal

Produktivitas kerja yang baik bisa diwujudkan dengan cara memberikan motivasi kepada para karyawan, sehingga perusahaan dituntut untuk mampu memberikan motivasi kepada

1. Karya, Yulianti Ji Wong, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan judul, ”Peran Serta Pedagang Kaki Lima Dalam Pengelolaan Fungsi Lingkungan

Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup menurut Kotler dan Amstrong (2012) mengemukakan bahwa gaya hidup seseorang dapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh

Adapun perbedaan dari penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis antara lain, penelitian tersebut dilakukan secara kualitatif dan obyek

Kumpulan BP tidak akan bertanggungjawab untuk sebarang kerosakan atau kecederaan akibat daripada penggunaan, selain daripada kegunaan produk bahan yang dinyatakan, kegagalan

Tugas akhir yang berjudul “Analisis Pemilihan Moda Transportasi Alternatif Akibat Gangguan Operasional Kereta Commuter Indonesia Pada Rute Red Line Jakarta Kota -

Pada tabel 4.3 bisa dilihat bahwa manajemen laba dan ukuran perusahaan memiliki nilai VIF yang sama yaitu 1,204 yang lebih kecil dari 10 sehingga kedua variabel independen dalam