ii
Kecamatan Tatanga Dalam Angka 2016
ii
KECAMATAN TALATAKO DALAM ANGKA 2018
ISBN
: 978-602-5575-19-8
No. Publikasi
: 72090.1816
No. Katalog
: 1102001.7209082
Ukuran Buku
: 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman
: xii + 120 Halaman
Naskah :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tojo Una-Una
Penyunting :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tojo Una-Una
Gambar Kulit :
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tojo Una-Una
Diterbitkan oleh :
©
Badan Pusat Statistik
Kabupaten Tojo Una-Una
Dicetak oleh
CV. Dinisya Grafika
Dilarang
mengumumkan,
mendistribusikan,
mengomunikasikan,
dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk
tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
iii
PETA WILAYAH
KECAMATAN TALATAKO
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
v
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
vii
KATA PENGANTAR
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018 adalah buku referensi
tahunan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tojo
Una-Una untuk menyediakan informasi yang berkaitan dengan
kegiatan sosial dan ekonomi di Kecamatan Talatako.
Buku ini merupakan edisi tahun 2018 dan sebagian besar data
yang disajikan adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai
instansi pemerintah dan swasta serta kepala desa/kelurahan yang ada
di Kecamatan Talatako. Selain itu, publikasi ini dilengkapi pula dengan
data hasil sensus dan survei yang dilaksanakan oleh Koordinator
Statistik Kecamatan.
Ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada
seluruh instansi/jawatan serta kepala desa/kelurahan atas kerja sama
dan bantuannya. Mudah-mudahan hubungan kerja sama ini dapat
berlanjut dan ditingkatkan di masa yang akan datang.
Semoga publikasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pengguna data. Untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun
dari semua pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan publikasi ini.
Ampana, September 2018
KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN TOJO UNA-UNA
viii
Kecamatan Tatanga Dalam Angka 2016
viii
Kacamatan Talatako Dalam Angka 2017
ix
DAFTAR ISI Halaman PETA WILAYAH KECAMATAN TALATAKO ... iii
FOTO KEPALA BPS KABUPATEN TOJO UNA-UNA ... v
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI... ix
DAFTAR TABEL ... x
1 GEOGRAFI dan IKLIM ... 1
2 PEMERINTAHAN ... 11
3 PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN ... 23
4 SOSIAL ... 35
4.1 PENDIDIKAN ... 43
4.2 KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA ... 49
4.3 AGAMA ... 56 5 PERTANIAN ... 61 5.1 Tanaman Pangan ... 68 5.2 Hortikultura... 70 5.3 Perkebunan ... 72 5.4 Peternakan ... 73
6 INDUSTRI DAN ENERGI ... 77
6.1 INDUSTRI ... 82
6.2 ENERGI ... 84
7 PERDAGANGAN ... 85
8 HOTEL ... 91
9 PERHUBUNGAN DAN KOMUNIKASI ... 97
10 KEUANGAN DAN HARGA... 105
10.1 KEUANGAN DAERAH ... 110
10.2 HARGA ... 112
x
Kacamatan Talatako Dalam Angka 2017
DAFTAR TABEL Halaman 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 2 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 3 3.1 3.2 3.3 3.4 4 4.1 4.1.1 4.1.2GEOGRAFI DAN IKLIM
Luas Wilayah Kecamatan Talatako Menurut Desa, 2017
Bentuk Permukaan Tanah dan Ketinggian dari Permukaan Laut Per Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Nama dan Panjang Sungai yang Melintasi Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Nama dan Luas Pulau Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Nama dan Tinggi Gunung di Kecamatan Talatako Menurut Desa, 2017
PEMERINTAHAN
Keadaan Klasifikasi Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Lingkungan, Dusun, RW dan RT di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Lembaga Masyarakat Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Personil Hansip, Kamra dan Wanra di Kecamatan Talatako, 2017
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Kecamatan Talatako Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2017 Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Kecamatan Talatako menurut Jenjang Kepangkatan dan Jenis Kelamin, 2017 PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Luas Wilayah, Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kecamatan Talatako, 2017
Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Talatako, 2017 Penduduk Menurut Kewarganegaraan dan Jenis Kelamin di Kecamatan Talatako, 2017
Penduduk Menurut Kelompok Umur di Kecamatan Talatako, 2017
SOSIAL Pendidikan
Banyaknya Sekolah menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2017
6 7 8 9 10 16 17 18 19 20 21 30 31 32 33 44 45
Kacamatan Talatako Dalam Angka 2017
xi
4.1.3 4.1.4 4.1.5 4.2 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 4.2.5 4.2.6 4.3 4.3.1 4.3.2 4.3.3 4.3.4 5 5.1 5.1.1 5.1.2 5.2 5.2.1 5.2.2 5.3 5.3.1 5.4 5.4.1 5.4.2Banyaknya Guru Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Murid Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Sekolah, Guru, Murid SD dan Rasio Murid Terhadap Guru di Kecamatan Talatako, 2017
Kesehatan dan Keluarga Berencana
Banyaknya Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Talatako, 2017 Banyaknya Tenaga Kesehatan dan Dukun Bayi di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Klinik KB dan PUS serta Akseptor KB Aktif dan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Talatako, 2017
Target dan Pencapaian Peserta KB Aktif di Kecamatan Talatako, 2017
Target dan Pencapaian Peserta KB Baru di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Petugas/Penyuluh, Pelayanan Kontrasepsi, PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok Akseptor di Kecamatan Talatako, 2017 Agama
Banyaknya Tempat Ibadah di Kecamatan Talatako, 2017 Banyaknya Tenaga Kerohanian Menurut Desa dan Agama di Kecamatan Talatako, 2017
Jumlah Penduduk Menurut Agama yang Dianut menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Jumlah Peristiwa Nikah, Cerai, Talak dan Rujuk di Kecamatan Talatako, 2017
PERTANIAN Tanaman Pangan
Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Tanaman Bahan Makanan di Kecamatan Talatako, 2017
Luas Tanah Sawah dan Bukan Sawah Menurut Sumber Pengairannya di Kecamatan Talatako, 2017 (Ha)
Hortikultura
Luas Panen dan Produksi Tanaman Sayur-sayuran di Kecamatan Talatako, 2017
Jumlah dan Produksi Tanaman Buah-buahan di Kecamatan Talatako, 2017
Perkebunan
Luas Tanaman Perkebunan di Kecamatan Talatako, 2017 (Ha) Peternakan
Banyaknya Ternak Besar di Kecamatan Talatako, 2017 Banyaknya Ternak Kecil di Kecamatan Talatako, 2017
46 47 48 50 51 52 53 54 55 57 58 59 60 68 69 70 71 72 73 73
xii
Kacamatan Talatako Dalam Angka 2017
5.4.3 5.4.4 5.4.5 6 6.1 6.1.1 6.1.2 6.2 6.2.1 7 7.1 8 8.1 9 9.1 9.2 10 10.1 10.1.1 10.1.2 10.2 10.2.1 11 11.1Banyaknya Ternak Unggas di Kecamatan Talatako, 2017 Jumlah Perahu/Kapal dan Jenis Kapal di Kecamatan Talatako Banyaknya Produksi Tangkap Menurut Jenis Perairan di Kecamatan Talatako, 2017
INDUSTRI dan ENERGI Industri
Banyaknya Usaha Jasa Menurut Jenis dan Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Banyaknya Usaha/Jasa menurut desa di Kecamatan Talatako, 2017
Energi
Jumlah Pelanggan PAM/PDAM Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
PERDAGANGAN
Banyaknya Sarana Pemasaran menurut desa di Kecamatan Talatako, 2017
Hotel
Banyaknya Sarana Akomodasi Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
PERHUBUNGAN DAN KOMUNIKASI
Jumlah Alat Komunikasi Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Jumlah Alat Komunikasi Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
KEUANGAN dan HARGA Keuangan Daerah
Jumlah Obyek Pajak dan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Anggaran Penerimaan Keuangan Menurut Desa di Kecamatan Talatako Tahun 2017 (Rupiah)
Harga
Harga Sembilan Bahan Pokok di Ibukota Kecamatan Talatako, 2017
PERBANDINGAN ANTARA KECAMATAN
Perbandingan Wilayah dan Kependudukan Antar Kecamatan di 74 75 76 82 83 84 90 96 102 103 110 111 112 117
Kacamatan Talatako Dalam Angka 2017
xiii
11.211.3
Kabupaten Tojo Una-Una, 2017
Jumlah Pasangan Usia Subur dan Peserta KB Aktif Menurut Kecamatan di Kabupaten Tojo Una-Una, 2017
Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kecamatan dan Jenis Kapal di Kabupaten Tojo Una-Una, 2017
118 119
GEOGRAFI DAN IKLIM
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
1
GEOGRAFI DAN IKLIM
GEOGRAFI DAN IKLIM
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
3
PENJELASAN TEKNIS
1. Secara astronomis, Kabupaten Tojo Una-Una terletak antara 00 06’ 56 “ Lintang
Utara dan 20 01’ 41” Lintang Selatan dan antara 1210 01’ 41”−1230 06’ 17” Bujur
Timur.
2. Berdasarkan posisi geografisnya, Kecamatan Talatako memiliki batas-batas: Utara – Teluk Tomini; Selatan – Teluk Tomini; Barat – Kecamatan Togean; Timur – Teluk Tomini.
3. Kecamatan Talatako terdiri dari 5 Desa, yaitu: - Desa Kabalutan - Desa Pautu - Desa Kalia - Desa Tumotok - Desa Malenge - Desa Kadoda
GEOGRAFI DAN IKLIM
GEOGRAFI DAN IKLIM
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
5
ULASAN
a.
WilayahKecamatan Talatako memiliki luas wilayah 83,64 km2 atau 8.364 hektar. Desa
Pautu memiliki wilayah paling luas sebesar 19,39 km2 atau sekitar 23,18% dari seluruh
luas wilayah Kematan Talatako sedangkan wilayah paling kecil yaitu desa Kadoda sebesar 4,06 km2 atau sekitar 4,85 % seperti terlihat pada tabel 1.1. Kecamatan
Talatako terdiri dari 6 desa dengan persentase bentuk permukaan tanah dapat dilihat pada tabel 1.2. Bila di lihat dari potensi Alamnya sangat potensi apabila di kembangkan lahan pertanian khususnya lahan persawahan yang selama ini belum dapat di garap oleh masyarakat, di akibatkan pemerintah belum memprokramkan untuk percetakan sawah baru dan bendungan yang berada di ibukota Kecamatan, yakni di Desa Kalia. b. Batas Wilayah
Wilayah Kecamatan Talatako mempunyai batas administrasi sebagai berikut: a. Sebelah utara berbatasan dengan perairan Teluk Tomini
b. Sebelah selatan berbatasan dengan perairan Teluk Tomini c. Sebelah timur berbatasan dengan perairan Teluk Tomini d. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Togean c. Jarak Tempuh
Kecamatan Talatako merupakan daerah kepulauan yang membahi 6 Desa. 3 desa diantaranya berada di satu pulau yang dapat di tempu dengan berjalan kaki dan 3 desa berada di luar pulau atau dapat di tempuh dengan mengunakan kapal motor dan perahu motor sebagai sarana transportasi. Adapun nama pulau dari masing-masing desa dapat dilihat pada tabel 1.4.
GEOGRAFI DAN IKLIM
6
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
Tabel 1.1. Luas Wilayah Kecamatan Talatako Menurut Desa, 2017Desa Luas (Km2) Persentase
(1) (2) (3) 01 Kabalutan 15,13 18,09 02 Pautu 19,39 23,18 03 Kalia 18,62 22,26 04 Tumotok 19,08 22,81 05 Malenge 7,36 8,80 06 Kadoda 4,06 4,85 2017 83,64 100,00 2016 83,64 100,00
GEOGRAFI DAN IKLIM
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
7
Tabel 1.2. Bentuk Permukaan Tanah dan Ketinggian dari Permukaan Laut Per Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Desa
Bentuk Permukaan Tanah Ketinggian dari Permukaan Laut
(m) Dataran (%) Perbukitan (%) Pegunungan (%)
(1) (2) (3) (4) (5) 01 Kabalutan 8,01 12,97 72,02 24 02 Pautu 10,00 20,00 70,00 21 03 Kalia 15,01 25,00 60,61 17 04 Tumotok 9,01 17,98 73,01 22 05 Malenge 6,12 8,86 57,49 20 06 Kadoda 3,66 4,97 18,29 16
GEOGRAFI DAN IKLIM
8
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
Tabel 1.3. Nama dan Panjang Sungai yang Melintasi Desa di Kecamatan Talatako,2017
Desa Nama Sungai Panjang (m)
(1) (2) (3) 01 Kabalutan - - 02 Pautu - - 03 Kalia Talatako 26 04 Tumotok Dalapunu 12 05 Malenge - - 06 Kadoda - -
GEOGRAFI DAN IKLIM
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
9
Tabel 1.4. Nama dan Luas Pulau Menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Nama Pulau Luas (km2)
(1) (2) (3) 01 Kabalutan Batongan 8,53 02 Pautu Talatako 64,98 03 Kalia Talatako 64,98 04 Tumotok Talatako 64,98 05 Malenge Malenge 12,21 06 Kadoda Malenge 12,21
GEOGRAFI DAN IKLIM
10
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
Tabel 1.5. Nama dan Tinggi Gunung di Kecamatan Talatako Menurut Desa, 2017Desa Nama Gunung Tinggi (m)
(1) (2) (3) 01 Kabalutan - - 02 Pautu - - 03 Kalia Talatako … 04 Tumotok Hoho … 05 Malenge Malenge … 06 Kadoda - -
PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
13
PENJELASAN TEKNIS
1. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dipilih melalui pemilihan umum (pemilu) dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun.
2. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia no. 43 tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, yang dimaksud Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Pasal 2 Ayat 1 UU RI no. 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, membagi Pegawai Negeri menjadi 3 yaitu
- Pegawai Negeri Sipil
- Anggota Tentara Republik Indonesia
- Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pada pasal 2 ayat 2 Pegawai Negeri Sipil di bedakan menjadi 2 yaitu: - Pegawai Negeri Sipil Pusat
- Pegawai Negeri Sipil Daerah
4. Pegawai Negeri Sipil Pusat adalah Pegawai Negeri Sipil yang gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan bekerja pada Departemen, Lembaga pemerintah non-Departemen, Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, Instansi Vertikal di Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota, Kepaniteraan Pengadilan, atau dipekerjakan untuk menyelenggarakan tugas negara lainnya. 5. Pegawai Negeri Sipil Daerah adalah Pegawai Negeri Sipil Daerah
Propinsi/Kabupaten/Kota yang gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan bekerja pada Pemerintah Daerah, atau dipekerjakan di luar instansi induknya.
PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
15
ULASAN
Kecamatan Talatako merupakan kecamatan termuda di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una. Sesuai dengan amanat Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2003 Pemerintah Daerah berwewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Hal ini diarahkan pemerintah untuk mempercepat terwujudnya kesejatraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, maka pemeritah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Memekarkan Kecamatan Talatako. Sebelumnya, kecamatan ini merupakan bagian dari Kecamatan Walea Kepulauan. Hingga pada tahun 2014, Kecamatan Talatako resmi menjadi kecamatan baru dengan pusat pemerintahan kecamatannya berada di Desa Kalia, dengan batas-batas dan luas wilayah sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya.
Berdasarkan tingkat perkembangannya, desa dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) kategori yaitu:
1. Desa swadaya 2. Desa swakarya 3. Desa Swasembada
Secara administrasi Kecamatan Talatako terdiri dari 6 desa. Berdasarkan tingkat klasifikasinya 6 desa masuk dalam kategori swakarya (tabel 2.1.). Di samping itu, dalam upaya percepatan pembangunan pedesaan, maka pemerintah desa dibantu oleh beberapa organisasi kemasyarakatan seperti BPD, LPM, dan PKK, serta anggota Hansip di setiap desa untuk menjaga stabilitas keamanan. Lebih jelas lihat tabel 2.3. dan tabel 2.4.
Untuk pembagian SLS (Satuan Lingkungan Setempat) tiap desa, kecamatan Talatako terdiri dari 17 Dusun. Secara umum, pembagian untuk seluruh desa di Kecamatan Talatako terbatas sampai dengan tingkat dusun seperti pada tabel 2.2.
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
16
Tabel 2.1. Keadaan Klasifikasi Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Swadaya Swakarya Swasembada
(1) (2) (3) (4) 01 Kabalutan - 1 - 02 Pautu - 1 - 03 Kalia - 1 - 04 Tumotok - 1 - 05 Malenge - 1 - 06 Kadoda - 1 - Jumlah 2017 - 6 - 2017 - 5 1
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
17
Tabel 2.2. Banyaknya Lingkungan, Dusun, RW dan RT di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Lingkungan Dusun RW RT
(1) (2) (3) (4) (5) 01 Kabalutan - 3 - - 02 Pautu - 3 - - 03 Kalia - 3 - - 04 Tumotok - 2 - - 05 Malenge - 3 - - 06 Kadoda - 3 - - Jumlah 2017 - 17 - 2 2016 - 17 - 2
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
18
Tabel 2.3. Banyaknya Lembaga Masyarakat Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Desa BPD LPM PKK
(1) (2) (3) (4)
Sumber: Kantor Desa
01 Kabalutan 1 1 1 02 Pautu 1 1 1 03 Kalia 1 1 1 04 Tumotok 1 1 1 05 Malenge 1 1 1 06 Kadoda 1 1 1 Jumlah 2017 6 6 6 2016 6 6 6
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
19
Tabel 2.4. Banyaknya Personil Hansip, Kamra dan Wanra di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Hansip Kamra Wanra Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5)
Jumlah 2017 29 - - 29 2016 27 - - 27
Sumber: Kantor Desa
Kabalutan 8 - - 8 Pautu 7 - - 7 Kalia 5 - - 5 Tumotok 2 - - 2 Malenge 4 - - 4 Kadoda 5 - - 5
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
20
Tabel 2.5. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Kecamatan Talatako Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2017
Desa Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Sumber: Kantor Kecamatan Talatako
01 Sekolah Dasar (SD) - - - 02 Sekolah Menengah Pertama (SMP) - - - 03 Sekolah Menengah Atas ( SMA) 4 - 4 04 Diploma I-III 1 - 1 05 Diploma IV-SI 4 - 4 06 S2/S3 - - - Jumlah 2017 9 - 9 2016 9 - 9
PEMERINTAHAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
21
Tabel 2.6. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Kecamatan Talatako menurut Jenjang Kepangkatan dan Jenis Kelamin, 2017
Golongan Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Sumber: Kantor Kecamatan Talatako
I/a - - - I/b - - - I/c - - - I/d - - - II/a 1 - 1 II/b - - - II/c - - - II/d 4 - 4 III/a - - - III/b - - - III/c 1 - 1 III/d 2 - 2 IV/a 1 - 1 IV/b - - - IV/c - - - Jumlah 2017 9 - 9 2016 9 ... 9
PEMERINTAHAN
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
25
PENJELASAN TEKNIS
1. Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka, yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.
Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing kecuali anggota korps diplomatik negara sahabat beserta keluarganya.
Metode pengumpulan data dalam sensus dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responden dan juga melalui e-census. Pencatatan penduduk menggunakan konsep usual residence, yaitu konsep di mana penduduk biasa bertempat tinggal. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petugas sensus pada malam ‘Hari Sensus’. Termasuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap adalah tuna wisma, awak kapal berbendera Indonesia, penghunii perahu/rumah apung, masyarakat terpencil/terasing, dan pengungsi. Bagii mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap dan sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah di tempat tinggalnya, tetapi dicacah di tempat tujuannya. Untuk tahun yang tidak dilaksanakan sensus penduduk, data kependudukan diperoleh dari hasil proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk merupakan suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen perubahan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Proyeksi penduduk Indonesia 2010–2035 menggunakan data dasar penduduk hasil SP2010.
2. Penduduk Indonesia adalah semua orang yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.
3. Laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan persentase pertambahan penduduk dalam jangka waktu tertentu.
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
26
5. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan.
6. Distribusi penduduk adalah pola persebaran penduduk di suatu wilayah, baik berdasarkan batas-batas geografis maupun berdasarkan batas-batas administrasi pemerintahan.
7. Komposisi penduduk adalah pola persebaran penduduk menurut
karakteristiknya, contoh: penduduk menurut kelompok umur, penduduk menurut jenis kelamin
8. Rumah tangga adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus dan biasanya tinggal bersama serta pengelolaan makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu.
9. Anggota rumah tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada.
10. Rata-rata anggota rumah tangga adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga per rumah tangga.
11. Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas.
12. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran.
13. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
27
dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi).
14. Jumlah jam kerja seluruhnya adalah jumlah jam kerja yang digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan).
15. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja di mana seseorang bekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit.
16. Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang dalam unit usaha/kegiatan dalam melakukan pekerjaan.
17. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.
18. Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar adalah bekerja atau berusaha atas risiko sendiri, dan menggunakan buruh/pekerja tak dibayar dan atau buruh/pekerja tidak tetap.
19. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah berusaha atas risiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar.
20. Buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/ perusahaan secara tetap dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
28
tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan. Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.
21. Pekerja bebas adalah seseorang yang bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1 majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga, ataupun di nonpertanian atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan
22. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji baik berupa uang maupun barang.
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
29
ULASAN
Berdasarkan angka proyeksi penduduk 2010-2035, penduduk Kecamatan Talatako berjumlah 5.925 jiwa yang tersebar di 6 desa. Penduduk laki-laki sebanyak 2.923 jiwa (49,33 persen) dan perempuan sebanyak 3.002 jiwa (50,67 persen). Pada tabel 3.4. disajikan data kelompok umur penduduk Kecamatan Talatako. Sementara keseluruhan penduduk di Kecamatan Talatako adalah WNI seperti tampak pada tabel 3.3.
A. Kepadatan Penduduk
Penyebaran penduduk yang tidak merata mengakibatkan kepadatan penduduk di setiap desa menjadi beragam. Desa Kabalutan adalah desa yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 150 jiwa per km2, sementara desa Pautu memiliki kepadatan penduduk terendah yaitu 23 jiwa per km2. Secara rata-rata, kepadatan penduduk di kecamatan Talatako sebanyak 71 jiwa per km2. B. Sex Ratio
Pada tahun 2017, perbandingan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan (sex ratio) di Kecamatan Talatako adalah 97. Ini menunjukkan bahwa di Kecamatan Talatako jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding dengan jumlah penduduk laki-laki (tabel 3.2.).
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
30
Tabel 3.1 Luas Wilayah, Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kecamatan Talatako, 2016
Desa Luas (Km²) Jumlah Penduduk
Kepadatan Penduduk/ Km² (1) (2) (3) (4) 01 Kabalutan 15,13 2.295 150 02 Pautu 19,39 449 23 03 Kalia 18,62 1 315 70 04 Tumotok 19,08 504 26 05 Malenge 7,36 858 115 06 Kadoda 4,06 504 123 Jumlah 2017 83,64 5.925 71 2016 83,64 5 861 70
Sumber : BPS Kabupaten Tojo Una-Una
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
31
Tabel 3.2 Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Talatako, 2016
Jumlah 2017 2.923 3.002 5.925 2016 2.892 2.969 5.861
Sumber: BPS Kabupaten Tojo Una-Una
Desa Laki-Laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) 01 Kabalutan 1.121 1.174 2.295 02 Pautu 218 231 449 03 Kalia 643 672 1.315 04 Tumotok 249 255 504 05 Malenge 443 415 858 06 Kadoda 249 255 504
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
32
Tabel 3.3 Penduduk Menurut Kewarganegaraan dan Jenis Kelamin di Kecamatan Talatako, 2017
Desa WNI WNA Jumlah L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Jumlah 2017 2.923 3.002 - 5.925 2016 2.892 2.969 - - 5.861
Sumber : BPS Kabupaten Tojo Una-Una
01 Kabalutan 1.121 1.174 - - 2.295 02 Pautu 218 231 - - 449 03 Kalia 643 672 - - 1.315 04 Tumotok 249 255 - - 504 05 Malenge 443 415 - - 858 06 Kadoda 249 255 - - 504
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
33
Tabel 3.4 Penduduk Menurut Kelompok Umur di Kecamatan Talatako, 2017
Kelompok Umur Age Group Jenis Kelamin/Sex Laki-Laki Male Perempuan Female Jumlah Total (1) (2) (3) (4) 0‒4 343 376 719 5‒9 330 357 687 10‒14 286 281 567 15‒19 211 224 435 20‒24 228 230 458 25‒29 226 210 436 30‒34 204 224 428 35‒39 227 244 471 40‒44 196 190 386 45‒49 182 173 355 50‒54 153 175 328 55‒59 112 101 213 60‒64 102 79 181 65‒69 58 47 105 70-74 34 39 73 75+ 31 52 83 Jumlah/Total 2.923 3.002 5.925
PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
SOSIAL
SOSIAL
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
37
PENJELASAN TEKNIS
1. Tidak/belum pernah sekolah adalah mereka yang tidak pernah atau belum pernah terdaftar dan tidak pernah atau belum pernah aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal. Termasuk juga yang tamat/belum tamat taman kanak-kanak tetapi tidak melanjutkan ke sekolah dasar.
2. Masih bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan formal dan nonformal (Paket A, B, atau C), baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap masih bersekolah.
3. Tidak bersekolah lagi adalah mereka yang pernah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal dan nonformal (Paket A, B, atau C), tetapi pada saat pencacahan tidak lagi terdaftar dan tidak aktif mengikuti pendidikan.
4. Tamat sekolah adalah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat belajar/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti ujian akhir dan lulus dianggap tamat sekolah.
5. Jalur Pendidikan di Indonesia terdiri atas 1) pendidikan formal, 2) pendidikan nonformal, dan 3) pendidikan informal yang ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkaya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
6. Jenjang Pendidikan Formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
a. Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
38
b. Pendidikan Menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
c. Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas. 7. Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya
berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, yang melayani penderita yang sakit untuk berobat rawat jalan atau rawat inap.
8. Rumah Sakit Bersalin adalah rumah sakit khusus untuk persalinan, dilengkapi pelayanan spesialis pemeriksaan kehamilan, persalinan, rawat inap dan rawat jalan ibu dan anak yang berada di bawah pengawasan dokter spesialis kandungan. 9. Rumah Bersalin adalah sarana pelayanan kesehatan dengan izin sebagai rumah
bersalin, dilengkapi pelayanan pemeriksaan kehamilan, persalinan serta pemeriksaan ibu dan anak yang berada di bawah pengawasan bidan senior. 10. Poliklinik adalah sarana kesehatan yang dipakai untuk pelayanan berobat jalan,
biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis.
11. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/ kota yang mempunyai fungsi utama sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat pertama. Wilayah kerja puskesmas maksimal adalah satu kecamatan dan untuk dapat menjangkau wilayah kerjanya, puskesmas mempunyai jaringan pelayanan yang meliputi unit Puskesmas Pembantu (Pustu), unit Puskesmas Keliling (Puskel), dan unit bidan desa/komunitas (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat). 12. Apotek adalah suatu tempat tertentu yang digunakan untuk melakukan pekerjaan
kefarmasian, dan penyaluran/penjualan obat atau bahan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat yang dikelola oleh tenaga apoteker (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1332 Tahun 2002 Tentang Perubahan Atas
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
39
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 922/MENKES/PER/X/1993 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek).
13. Imunisasi adalah memasukkan kuman atau racun penyakit tertentu yang sudah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum (diteteskan dalam mulut) dengan maksud agar terjadi kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.
14. Kasus kumulatif AIDS adalah kumulatif kasus AIDS sampai dengan referensi waktu tertentu.
15. BCG (Bacillus Calmette Guerin) merupakan vaksinasi untuk mencegah penyakit TBC, diberikan pada bayi baru lahir atau anak, dengan suntikan pada kulit pangkal lengan atas. Bekas suntikan kemudian akan membentuk tonjolan kecil jaringan parut pada kulit lengan atas. Suntikan BCG diberikan kepada anak sebanyak 1 kali. 16. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) merupakan vaksin untuk mencegah penyakit
Difteri, Pertusis, dan Tetanus yang diberikan pada bayi berumur 3 bulan ke atas, dengan suntikan pada paha, diulang 1 bulan dan 2 bulan kemudian, sehingga suntikan imunisasi DPT lengkap pada balita berjumlah 3 kali (kadang-kadang selang waktu antar suntikan bisa lebih dari 1 bulan).
17. Peristiwa tindak pidana yang dilaporkan ialah setiap peristiwa yang diterima kepolisian dari laporan masyarakat, atau peristiwa dimana pelakunya tertangkap tangan oleh kepolisian.
18. Jumlah tindak pidana menggambarkan jumlah kasus tindak pidana yang terjadi pada kurun waktu tertentu.
19. Bencana Alam adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan/penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor sehingga mengakibatkan kerugian materi maupun non-materi.
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
40
20. Korban meninggal adalah orang yang dilaporkan tewas atau meninggal dunia akibat bencana.
21. Korban hilang adalah orang yang dilaporkan hilang atau tidak ditemukan atau tidak diketahui keberadaannya setelah terjadi bencana.
22. Korban luka/sakit adalah orang yang mengalami luka-luka atau sakit, dalam keadaan luka ringan, luka sedang maupun luka parah/berat, baik yang berobat jalan maupun rawat inap.
23. Rusak Berat adalah kriteria kerusakan yang mengakibatkan bangunan roboh atau sebagian besar komponen struktur rusak.
24. Rusak sedang adalah kriteria kerusakan yang mengakibatkan sebagian kecil komponen struktur rusak, dan komponen penunjang rusak namun bangunan masih tetap berdiri.
25. Rusak ringan adalah kriteria kerusakan yang mengakibatkan sebagian komponen struktur retak (struktur masih bisa digunakan) dan bangunan masih tetap berdiri. 26. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi
kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.
27. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
28. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori per kapita per hari. Garis
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
41
Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
29. Ukuran Kemiskinan
a. Head Count Index (HCI-P0) adalah persentase penduduk miskin yang berada di
bawah Garis Kemiskinan (GK).
b. Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran
rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.
c. Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2) memberikan
gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Foster-Greer-Thorbecke (1984) merumuskan suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan sebagai berikut:
dimana: a=0, 1, 2
z=Garis kemiskinan
=Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (i=1,2,…,q), < z
q=Banyaknya penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan n=Jumlah penduduk
Jika a=0, diperoleh Head Count Index (P0), jika a=1 diperoleh indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) dan jika a=2 disebut indeks keparahan kemiskinan (Poverty Severity Index-P2).
SOSIAL
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
43
ULASAN
4.1 PENDIDIKANPendidikan dapat dikatakan sebagai investasi yang bersifat jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju kemajuan dan kesejateraan di suatu wilayah. Dibagian ini gambaran jumlah sarana pendidikan yang memadai, jumlah tenaga pendidik juga memiliki korelasi positif bagi keberhasilan pendidikan.
Pada tabel 4.1.1. dan 4.1.2 menunjukkan jumlah sekolah menurut tingkat pendidikan sekaligus status sekolah pada setiap desa di kecamatan Talatako. Terlihat bahwa banyaknya sekolah yang ada merupakan sekolah negeri, kecuali sekolah TK yang merupakan sekolah swasta. Selain itu, dapat dilihat juga bahwa di setiap desa terdapat sekolah TK hingga SD minimal 1 bangunan, tetapi jumlahnya menurun untuk bangunan SLTP ke atas.
Pada tabel 4.1.3. hingga tabel 4.1.5. ditampilkan jumlah murid dan tenaga pengajar (guru) menurut tingkat pendidikan. Dapat dilihat bahwa jumlah guru terbanyak ada pada tingkat SD, yaitu 71 orang. Demikian juga rasio murid terhadap guru paling tinggi pada tingkat SD, yaitu 15. Artinya, beban guru SD di Kecamatan Talatako paling berat diantara jenjang pendidikan lainnya yaitu 1 guru harus mengawasi sekitar 1 murid.
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
44
Tabel 4.1.1 Banyaknya Sekolah menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Talatako, 2017 Desa Tingkat Pendidikan TK/ PAUD SD SLTP SMU/SMK Univ/ Akademi (1) (2) (3) (4) (5) (6) 01 Kabalutan 3 2 1 1 - 02 Pautu 1 1 - - - 03 Kalia 3 2 1 - - 04 Tumotok 1 1 - - - 05 Malenge 2 1 1 - - 06 Kadoda 1 1 - - - Jumlah 2017 11 8 3 1 -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
45
Tabel 4.1.2 Banyaknya Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2017
Tingkat Pendidikan Status Sekolah Jumlah Negeri Swasta (1) (2) (3) (4) 01 TK/PAUD - 11 11 02 SD 8 - 8 03 SLTP 3 - 3 04 SMU/SMK 1 - 1 05 PT/Universitas - - - Jumlah 2017 12 11 23 2016 12 7 19
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
46
Tabel 4.1.3 Banyaknya Guru Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2016
Tingkat Pendidikan Status Sekolah Jumlah Negeri Swasta (1) (2) (4) (5) 01 TK - 36 36 02 SD 53 - 53 03 SLTP 12 - 12 04 SMU/SMK 9 - 9 05 PT/Universitas - - - Jumlah 2017 74 36 110 2016 99 36 135
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
47
Tabel 4.1.4 Banyaknya Murid Menurut Tingkat Pendidikan dan Status Sekolah di Kecamatan Talatako, 2017 Tingkat Pendidikan Status Sekolah Jumlah Negeri Swasta (1) (2) (3) (4) 01 TK - 481 481 02 SD 1.118 - 1.118 03 SLTP 277 - 277 04 SMU/SMK 58 - 58 05 PT/Universitas - - - Jumlah 2017 1.399 481 1.880
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
48
Tabel 4.1.5 Banyaknya Sekolah, Guru, Murid SD dan Rasio Murid Terhadap Guru di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Jumlah
Sekolah Guru Murid
Rasio Murid Terhadap guru (1) (2) (3) (4) (5) 01 TK 11 36 481 13 02 SD 8 53 1.118 21 03 SLTP 3 12 277 23 04 SMU/SMK 1 9 58 6 05 PT/Universitas - - - -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
49
4.2. KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA a. Kesehatan
Dalam pembangunan tingkat kesehatan pemerintah telah melakukan upaya perbaikan kesehatan melalui peningkatan partisipasi aktif masyarakat yang berorentasi pada golongan masyarakat berpenghasilan rendah. untuk memenuhi pelayanan masyarakat di bidang kesehatan untuk wilayah kecamatan Talatako terdapat 3 unit puskesmas pembantu, 2 unit poskesdes, serta 6 unit pos keluarga berencana, seperti pada tabel 4.2.1. Dari sarana/prasarana di atas, kecamatan Talatako mempunyai tenaga 18 orang bidan/perawat serta dibantu oleh 7 orang dukun bayi (Lihat tabel 4.2.2).
b. Keluarga berencana (KB)
Bab ini juga menyajikan berbagai data mengenai Keluarga Berencana (KB). Pelaksanaan program KB yang digalakkan pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan penduduk, hingga saat ini masih tetap berjalan di kecamatan Talatako.
Pada tahun 2017 jumlah klinik 3 Unit, Pus 1.527 pasangan, untuk mengetahui penggunaan alat kontrasepsi di Kecamatan Talatako dapat di lihat Pada tabel 4.2.3 dan tabel 4.2.5.
Tabel 4.2.6 Menunjukan banyaknya petugas / penyuluh, pelayanan kontrasepsi, PPKBD, sub PPKBD dan kelompok ekseptor yang ada di Kecamatan Talatako pada tahun 2017.
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
50
Tabel 4.2.1 Banyaknya Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Puskesmas Puskesmas
Pembantu Pos KB Poskesdes
(1) (2) (3) (4) (5) 01 Kabalutan - 1 1 - 02 Pautu - - 1 1 03 Kalia - 1 1 - 04 Tumotok - - 1 1 05 Malenge - 1 1 - 06 Kadoda - - 1 - Jumlah 2017 - 3 6 2 2016 - 3 6 2
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
51
Tabel 4.2.2 Banyaknya Tenaga Kesehatan dan Dukun Bayi di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Dokter Mantri Bidan dan
Perawat Dukun Bayi
(1) (2) (3) (5) 01 Kabalutan - 4 1 02 Pautu - 1 2 03 Kalia - 6 - 04 Tumotok - 2 2 05 Malenge - 3 1 06 Kadoda - 2 1 Jumlah 2017 - 18 7 2016 - 13 6
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
52
Tabel : 4.2.3. Banyaknya Klinik KB dan PUS serta Akseptor KB Aktif dan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Talatako, 2016
Klinik/PUS/Alat Kontrasepsi 2017 (1) (2) 1. Klinik KB 3 2. P U S 1.527 3. P I L 628 4. Spiral/IUD 7 5. Kondom 62 6. Suntik 441 7. Susuk KB/Implant 152 8. M O P - 9. M O W - 10. Obat Vaginal -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
53
Tabel : 4.2.4. Target dan Pencapaian Peserta KB Aktif di Kecamatan Talatako, 2016 Rincian 2016 (1) (2) P U S 1.527 Target 1.527 Pencapaian 1.290 Persentase Pencapaian 84,48
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
54
Tabel : 4.2.5. Target dan Pencapaian Peserta KB Baru di Kecamatan Talatako, 2017 Rincian 2017 (1) (2) Target 237 Pencapaian 78 Persentase Target 32,91
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
55
Tabel : 4.2.6. Banyaknya Petugas/Penyuluh, Pelayanan Kontrasepsi, PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok Akseptor di Kecamatan Talatako, 2016 Petugas/ Penyuluh 2017 (1) (2) Ajun - PPLKB - PLKB - Dokter - Bidan dan Perawat
18 PPKBD - Sub PPKBD - Kelompok Akseptor - Sumber : Kantor Kecamatan Talatako
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
56
4.3. AGAMA
Dalam peningkatan pembinaan kehidupan bermasyarakat serta untuk mengatasi berbagai masalah sosial dan budaya antara sesama pemeluk agama maka perlu ditumbuh kembangkan kerukukan sesama pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Di kecamatan Talatako terdapat tempat ibadah di setiap desa berupa masjid. Jumlah masjid terbanyak adalah desa Kalia sejumlah 3 unit dengan jumlah tenaga kerohanian sebanyak 15 orang yang juga terbanyak di kecamatan Talatako (Lihat tabel 4.3.1). Penduduk di kecamatan Talatako mayoritas beragama islam yaitu sebanyak 5.741 orang dan lainnya begama kristen sebanyak 29 orang.
Pada tabel 4.3.4 disajikan peristiwa nikah, cerai, talak dan rujuk di kecamatan Talatako selama tahun 2016. Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa jumlah peristiwa nikah di kecamatan Talatako sebanyak 27 meningkat di banding ahun 2015 yaiti 25 peristiwa. Sementara itu, peristiwa cerai, talak dan rujuk tidak ada disepanjang tahun 2016.
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
57
Tabel 4.3.1 Banyaknya Tempat Ibadah di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Masjid Mushola Gereja Pura Wihara
(1) (2) (3) (4) (5) (6) 01 Kabalutan 2 1 - - - 02 Pautu 1 - - - - 03 Kalia 3 - - - - 04 Tumotok 1 - - - - 05 Malenge 1 - - - - 06 Kadoda 2 1 - - - Jumlah 2017 10 2 - - - Jumlah 2016 10 - - - -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
58
Tabel 4.3.2 Banyaknya Tenaga Kerohanian Menurut Desa dan Agama di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Islam Kristen Hindu Budha (1) (2) (3) (4) (5) 01 Kabalutan 10 - - - 02 Pautu 7 - - - 03 Kalia 17 3 - - 04 Tumotok 5 - - - 05 Malenge 7 - - - 06 Kadoda 13 - - - Jumlah 2017 58 3 - - 2016 52 - - -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
59
Tabel 4.3.3 Jumlah Penduduk Menurut Agama yang Dianut menurut Desa di Kecamatan Talatako, 2017
Desa Islam Kristen Hindu Budha (1) (2) (3) (4) (5) 01 Kabalutan 2.295 - - - 02 Pautu 449 - - - 03 Kalia 1.292 23 - - 04 Tumotok 504 - - - 05 Malenge 855 3 - - 06 Kadoda 504 - - - Jumlah 2017 5.899 26 - 2016 5.741 29 - -
SOSIAL
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
60
Tabel : 4.3.4. Jumlah Peristiwa Nikah, Cerai, Talak dan Rujuk di Kecamatan Talatako, 2017 Peristiwa 2017 (1) (2) Nikah 16 Cerai - Talak - Rujuk -
PERTANIAN
PERTANIAN
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
63
PENJELASAN TEKNIS
1. Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/ menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperoleh atau status lahan tersebut. Lahan yang dimaksud termasuk lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan bekas tanaman tahunan yang telah dijadikan sawah, baik yang ditanami padi, palawija atau tanaman semusim lainnya.
2. Tegal/Kebun adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak berpindah pindah.
3. Ladang/Huma adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur.
4. Lahan yang sementara tidak diusahakan adalah lahan yang biasanya diusahakan tetapi untuk sementara (lebih dari 1 (satu) tahun tetapi kurang dari atau sama dengan 2 (dua) tahun) tidak diusahakan, termasuk lahan sawah yang tidak diusahakan selama lebih dari 2 (dua) tahun.
5. Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen dan produktivitas (hasil per hektar). Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas. Pengumpulan data luas panen dilakukan setiap bulan dengan pendekatan area kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. Pengumpulan data produktivitas dilakukan melalui pengukuran langsung pada plot ubinan berukuran 2½ m x 2½ m. Pengumpulan data produktivitas dilakukan setiap subround (empat bulanan) pada waktu panen petani.
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
64
6. Data produksi padi dan palawija yang disajikan adalah dalam kualitas: gabah kering giling (padi), pipilan kering (jagung), biji kering (kedelai dan kacang tanah), dan umbi basah (ubi kayu dan ubi jalar).
7. Tanaman sayuran dan buah-buahan semusim
- Tanaman sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah, dan umbinya, yang berumur kurang dari satu tahun.
- Tanaman buah-buahan semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral, dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, tidak berbentuk pohon/rumpun tetapi menjalar dan berbatang lunak.
8. Tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan
- Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral, dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan tanaman tahunan.
- Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral, dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun dan atau buah yang berumur lebih dari satu tahun.
9. Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik, dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) ataupun akar.
10. Tanaman hias adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan baik bentuk, warna daun, tajuk maupun bunganya, sering digunakan untuk penghias pekarangan dan lain sebagainya.
11. Luas panen tanaman hortikultura adalah luas tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka, dan tanaman hias yang diambil hasilnya/dipanen pada periode pelaporan.
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
65
12. Luas panen untuk tanaman sayuran adalah luas tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar dan luas tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/belum habis.
Tanaman yang dipanen sekaligus/ habis/dibongkar adalah tanaman yang sehabis panen langsung dibongkar/dicabut, terdiri dari bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel, lobak, dan kacang merah.
Tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/belum habis adalah tanaman yang pemanenannya lebih dari satu kali dan biasanya dibongkar apabila panenan terakhir sudah tidak memadai lagi, terdiri dari: kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, jamur, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung, bayam, melon, semangka, dan blewah.
13. Produksi hortikultura adalah hasil menurut bentuk produk dari setiap tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka dan tanaman hias yang diambil berdasarkan luas yang dipanen/tanaman yang menghasilkan pada bulan/triwulan laporan. 14. Data Statistik Kehutanan sebagian besar merupakan data sekunder yang
bersumber dari Dinas Kehutanan.
15. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang berupa hutan, yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunjuk menjadi kawasan hutan tetap.
16. Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan dibagi ke dalam kelompok Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi.
17. Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
18. Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
66
banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
19. Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hutan produksi terdiri dari Hutan Produksi Tetap (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT), dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi. 20. Hutan Konservasi terdiri dari:
Kawasan suaka alam berupa Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM); kawasan pelestarian alam berupa Taman Nasional (TN), Taman Hutan Raya (THR), dan Taman Wisata Alam (TWA);
Taman Buru (TB).
Taman Buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.
21. Data populasi ternak bersumber dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tojo Una-Una, sedangkan jumlah pemotongan ternak merupakan hasil Survei Laporan Pemotongan Ternak.
22. Data statistik perikanan merupakan data sekunder yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tojo Una-Una. Statistik perikanan dibedakan atas data Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Perikanan Tangkap diklasifikasikan atas penangkapan ikan di laut dan penangkapan ikan di perairan umum. Perikanan Budidaya diklasifikasikan atas jenis budidaya yaitu budidaya laut, tambak, kolam, karamba, jaring apung, dan sawah.
23. Rumah Tangga Perikanan Tangkap adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan penangkapan ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.
24. Rumah Tangga Perikanan Budidaya adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual.
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
67
ULASAN
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidup. Dalam era kemakmuran dan kemandirian bangsa, Sektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat. Oleh karna itu Kegiatan yang termasuk dalam pertanian biasa difahami sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam, serta pembesaran hewan ternak. Selain itu, sektor pertanian memainkan peran penting dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dalam skala besar. Sehingga, sektor pertanian mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian.
Seperti pembahasan pada bab sebelumnya, Kecamatan Talatako merupakan kecamatan baru hasil pemekaran dari kecamatan Walea Kepulauan. Hal ini berdampak pada sistem pendataan pada kecamatan Talatako yang belum sepenuhnya dapat dipisahkan dari kecamatan Walea Kepulauan, terutama untuk sektor pertanian tanaman pangan dan Perkebunan belum tersedia datanya, Untuk sektor Peternakan dan Sektor Perikanan dapat lihat pada tabel 5.4.1 sampai tabel 5.4.5
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
68
5.1 TANAMAN PANGAN
Tabel 5.1.1 Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Tanaman Bahan Makanan di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis Tanaman Luas Tanam (Ha)
Luas Panen (Ha)
Produktivitas
(Kw/Ha) Produksi (Ton) (1) (2) (3) (4) (5) 01 Padi ... ... ... ... 02 Jagung ... ... ... ... 03 Ubi Kayu ... ... ... ... 04 Ubi Jalar ... ... ... ... 05 Kacang Tanah ... ... ... ... 06 Kacang Hijau ... ... ... ...
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
69
Tabel 5.1.2 Luas Tanah Sawah dan Bukan Sawah Menurut Sumber Pengairannya di Kecamatan Talatako, 2017 (Ha)
Sumber Pengairan 2016 2017
(1) (2) (3)
Sawah Irigasi ... ...
Sawah Tadah Hujan ... ...
Bukan Sawah ... ...
Jumlah ... ...
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
70
5.2 HORTIKULTURA
Tabel 5.2.1 Luas Panen dan Produksi Tanaman Sayur-sayuran di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis Sayuran Luas Panen ( Ha ) Produksi ( Ton ) (1) (2) (3) 01 Sawi ... ... 02 Cabe Besar ... ... 03 Cabe Rawit ... ... 04 Tomat ... ... 05 Kangkung ... ... 06 Bayam ... ... 07 Bawang Merah ... ...
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
71
Tabel 5.2.2 Jumlah dan Produksi Tanaman Buah-buahan di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis Buah-buahan Jumlah Tanaman ( Pohon ) Produksi ( Kuintal ) (1) (2) (3) 01 Alpokat ... ... 02 Mangga ... ... 03 Jeruk Keprok ... ... 04 Jambu Biji ... ... 05 Jambu Air ... ... 06 Pepaya ... ... 07 Pisang ... ... 08 Nenas ... ... 09 Nangka ... ... 10 Sirsak ... ... 11 Sawo ... ... 12 Rambutan ... ... 13 Sukun ... ... 14 Belimbing ... ... 15 Anggur ... ...
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
72
5.3 PERKEBUNAN
Tabel 5.3.1 Luas Tanaman Perkebunan di Kecamatan Talatako, 2017 (Ha)
Jenis Tanaman Luas (Ha) Produksi (Kg) Jumlah Petani (KK) (1) (2) (3) (4) 01 Kelapa ... ... ... 02 Kopi ... ... ... 03 Kakao ... ... ... 04 Jambu Mente ... ... ... 05 Kemiri ... ... ... Jumlah 2017 ... ... ... 2016 ... ... ...
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
73
5.4 PETERNAKAN
Tabel 5.4.1 Banyaknya Ternak Besar di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis ternak 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4)
Sumber: Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan & Keswan Kabupaten Tojo Una-Una
Tabel 5.4.2 Banyaknya Ternak Kecil di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis Ternak 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4)
Kambing ... 65 405
Domba ... ... -
Babi ... ... -
Sumber: Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan & Keswan Kabupaten Tojo Una-Una
Sapi ... 77 280
Kerbau ... ... -
PERTANIAN
Kecamatan Talatako Dalam Angka 2018
74
Tabel 5.4.3 Banyaknya Ternak Unggas di Kecamatan Talatako, 2017
Jenis Ternak 2015 2016 2017 (1) (2) (4) (5) Ayam Kampung ... 18.532 11.493 Ayam Ras ... ... - Itik ... ... - Itik Manila ... ... -