LAPORAN
LAPORAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN DAN ASUHAN KEPERAWAKEPERAWATATANN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN
HEMODIALISA HEMODIALISA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Individu Profesi Ners Departemen Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan Individu Profesi Ners Departemen
Medical di Ruang Hemodialisa RSU Dr Saiful !n"ar Malang Medical di Ruang Hemodialisa RSU Dr Saiful !n"ar Malang
Oleh : Oleh : DIAN FITHRIA DIAN FITHRIA 15000!000110! 15000!000110! Kel"#$"% 1& Kel"#$"% 1& PROGRAM
PROGRAM STUDI STUDI ILMU ILMU KEPERAWAKEPERAWATATANN FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNI'ERSITAS BRAWIAYA UNI'ERSITAS BRAWIAYA MALANG MALANG 01* 01*
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
LAPORAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN DAN ASUHAN KEPERAWAKEPERAWATATANN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN
HEMODIALISA HEMODIALISA Oleh : Oleh : DIAN FITHRIA DIAN FITHRIA 15000!000110! 15000!000110!
Telah diperiksa dan disetujui pada : Telah diperiksa dan disetujui pada :
H
Haarrii :: T
Taanngggagall ::
P
Peemmbbiimmbbiinng g AAkkaaddeemmiik k PPeemmbbiimmbbiinng g LLaahhaann
N
Nss.T.Tiinna Ha Hananddayayaani ni NN., ., S.S.KeKepp, M, M.K.Keepp MMhhaammmmaad Md Muu!h!hllaas.s., S, S.S.STT N"P
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
LAPORAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN DAN ASUHAN KEPERAWAKEPERAWATATANN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN
HEMODIALISA HEMODIALISA Oleh : Oleh : DIAN FITHRIA DIAN FITHRIA 15000!000110! 15000!000110!
Telah diperiksa dan disetujui pada : Telah diperiksa dan disetujui pada :
H
Haarrii :: T
Taanngggagall ::
P
Peemmbbiimmbbiinng g AAkkaaddeemmiik k PPeemmbbiimmbbiinng g LLaahhaann
N
Nss.T.Tiinna Ha Hananddayayaani ni NN., ., S.S.KeKepp, M, M.K.Keepp MMhhaammmmaad Md Muu!h!hllaas.s., S, S.S.STT N"P
LAPORAN
LAPORAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN DAN ASUHAN KEPERAWAKEPERAWATATANN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HIPOALBUMIN DAN
HEMODIALISA HEMODIALISA
1+
1+ LAPLAPORAORAN N PENPENDADAHUHULUALUAN N CKCKDD
1
1++11++ DDEEFFIINNIISSII #hro
#hronic $idne% Diseanic $idne% Diseasese -K/ adalah salah satu penyakit renal tahap-K/ adalah salah satu penyakit renal tahap a
akhkhiirr..--K K mmereruuppaakakan n gganangggguauan n 0ung0ungsi si rerennaal l yyaang ng pprrggreresisi0 0 ddanan ir
irrere1e1ersrsibiblele..imimanana a kekemamampmpuauan n tutububuh h gagagagal l ununtutuk k memempmperertatahahanknkanan metablisme dan keseimbangan !airan elektrlit yang menyebabkan uremia atau metablisme dan keseimbangan !airan elektrlit yang menyebabkan uremia atau retensi urea dan
retensi urea dan sampah nitrgenlain dalam darah Smelt2er dan 3are, sampah nitrgenlain dalam darah Smelt2er dan 3are, '&&#/.'&&#/. 4agal ginjal krnik 44K/ biasanya akibat akhir dari kehilangan 0ungsi 4agal ginjal krnik 44K/ biasanya akibat akhir dari kehilangan 0ungsi ginj
ginjal al lanjlanjut ut se!ase!ara ra bertbertahap engahap enges, es, #$$$#$$$5 5 ('(('(/. /. 4aga4agal l ginjginjal al krnkrnis is atauatau pe
penyanyakit kit renrenal al tahtahap ap akakhir hir 6S6S77/ / mermerupaupakan kan gaganggngguauan n 0un0ungsi gsi renrenal al yayangng p
prrgrgresesi0 i0 ddan an iirrrree1e1ersrsiibblle e ddimimanana a kemkemamampupuaan n tutubbuh uh ggaagagal l uunntutukk m
meemmppeerrttaahhaannkkaan n mmeettaabblliissmme e ddaan n kkeesseeiimmbbaannggaan n !!aaiirraan n ddaann elek
elektrlitrlit,ment,menyebayebabkan bkan uremuremia ia reteretensi nsi ureurea a dan dan sampsampah ah nitrnitrgen gen lailain n daladalamm da
darahrah/. /. 3r3rununner ner 8 8 SudSuddardarth, th, '&&'& #5 #)#))%/)%/. . 4ag4agal al ginginjal jal krkrninik k memeruprupakaakann perk
perkembaembangan ngan gagagagal l ginjginjal al yang yang prgprgresiresi0 0 dan dan lamblambat,biat,biasanasanya ya berlberlangsangsungung beberapa tahun. Pri!e, #$$'5 %#'/.
beberapa tahun. Pri!e, #$$'5 %#'/.
1+
1+ ETIETIOLOOLOGIGI iba
iba9ah ini 9ah ini ada beberapa penyebada beberapa penyebab ab -K menurut Pri!e -K menurut Pri!e dan ilsndan ilsn '&&
'&&(/ (/ diandiantarantaranya ya adaladalah ah tubutubula la inteintestinastinal, l, penypenyakit akit peraperadangdangan, an, penypenyakitakit 1askuler hipertensi0, gangguan jaringan ikat, gangguan kngenital dan herediter, 1askuler hipertensi0, gangguan jaringan ikat, gangguan kngenital dan herediter, penyakit metablik, ne0rpati tksik, ne0rpati bsrukti0. 3eberapa !nth dari penyakit metablik, ne0rpati tksik, ne0rpati bsrukti0. 3eberapa !nth dari glngan penyakit tersebut adalah :
glngan penyakit tersebut adalah : #.
#. PenPenyayakit in0ekkit in0eksi si tubtubululintinterserstintinal al sepsepererti ti piepiel l ne0ne0ritritis is krkrninik k dan re0ldan re0luksuks ne0rpati.
ne0rpati. '.
*. Penyakit 1askular seperti hipertensi, ne0rsklersis benigna, ne0rsklersis maligna, dan stensis arteria renalis.
). 4angguan jaringan ikat seperti Lupus eritematsus sistemik, pliarteritis ndsa, dan seklersis sistemik prgresi0.
;. 4angguan kngenital dan herediter seperti penyakit ginjal plikistik, dan asidsis tubulus ginjal.
(. Penyakit metablik seperti diabetes militus, gut, dan hiperparatiridisme, serta amilidsis.
+. Ne0rpati tksik seperti penyalah gunaan analgetik, dan ne0rpati timah. %. Ne0rpati bstrukti0 seperti traktus urinarius bagian atas yang terdiri dari
batu, neplasma, 0ibrsis retrperitneal. Traktus urinarius bagian ba9ah yang terdiri dari hipertrpi prstat, setriktur uretra, anmali !ngenital leher 1esika urinaria dan uretra.
Sedangkan penyebab P4K menurut National $idne% &oundation < NK= '&#&/ adalah
#. iabetes militus dan Hipertensi
ua penyebab utama penyakit ginjal krnis diabetes dan tekanan darah tinggi.iabetes militus terjadi ketika gula darah terlalu tinggi, menyebabkan kerusakan pada banyak rgan dan tt dalam tubuh, termasuk ginjal dan jantung, serta pembuluh darah, sara0, dan mata.Tekanan darah tinggi atau hipertensi, terjadi ketika tekanan darah meningkat pada dinding pembuluh darah.>ika tidak dikntrl dengan baik, tekanan darah tinggi bisa menjadi penyebab serangan jantung, strke dan P4K.
'. 4lmerulne0ritis
4lmerulne0ritis menyebabkan peradangan dan kerusakan unit penyaringan ginjal, merupakan penyebab ketiga yang paling sering terjadi pada penyakit ginjal krnis.
*. Plikistik 4injal
Plikistik ginjal merupakan penyakit ginjal ba9aan sejak lahir. Keadaan ini mengakibatkan kista pada ginjal yang akan merusak jaringan disekitarnya. ). Lupus.
Penyakit ini dalam ilmu kedkteran disebut S%stemic Lupus 'r%thematosus SL6/, yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia.
;. Adanya sumbatan karena tumr, batu ginjal atau sumbatan karena ada pembesaran kelenjar prstat pada pria
1+!+ KLASIFIKASI
4agal ginjal krnik dibagi * stadium :
#. Stadium # : penurunan !adangan ginjal, pada stadium kadar kreatinin serum nrmal dan penderita asimptmatik.
'. Stadium ' : insu0isiensi ginjal, dimana lebihb dari +; ? jaringan telah rusak, 3ld @rea Nitrgen 3@N / meningkat, dan kreatinin serum meningkat. *. Stadium * : gagal ginjal stadium akhir atau uremia.
Menurut Su9itra '&&(/ dan $%dne% (rgani)a)ion '&&+/ tahapan -K dapat ditunjukan dari laju 0iltrasi glmerulus L=4/, adalah sebagai berikut : #. Tahap " adalah kerusakan ginjal dengan L=4 nrmal atatu meningkat $&
ml<menit<#,+* m'.
'. Tahap "" adalah kerusakan ginjal dengan penurunan L=4 ringan yaitu (&B %$ ml<menit<#,+* m'.
*. Tahap """ adalah kerusakan ginjal dengan penurunan L=4 sedang yaitu *&B ;$ ml<menit<#,+* m'.
). Tahap "C adalah kerusakan ginjal dengan penurunan L=4 berat yaitu #;B '$ ml<menit<#,+* m'.
;. Tahap C adalah gagal ginjal dengan L=4 D #; ml<menit<#,+* m'. @ntuk menilai 4=7 4lmelular =iltratin 7ate / < --T -learan!e -reatinin Test / dapat digunakan dengan rumus:
Pada 9anita hasil tersebut dikalikan dengan &,%;
1+&+ PATOFISIOLOGI Te,l-#$.,
1+5+ MANIFESTASI KLINIS
a. 4ejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan 0isik dan mental, berat badan berkurang, mudah tersinggung, depresi
b. 4ejala yang lebih lanjut : anreksia, mual disertai muntah, na0as dangkal atau sesak na0as baik 9aktui ada kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah.
Mani0estasi klinik menurut Smelt2er, '&&# : #))$/ antara lain : hipertensi, akibat retensi !airan dan natrium dari akti1itas sistem renin B angitensin E aldstern/, gagal jantung kngesti0 dan udem pulmner akibat !airan berlebihan/ dan perikarditis akibat iritasi pada lapisan perikardial leh tksik, pruritis, anreksia, mual, muntah, dan !egukan, kedutan tt, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berknsentrasi/.
Mani0estasi klinik menurut Suyn '&&#/ adalah sebagai berikut: a. 4angguan kardi1askuler
Hipertensi, nyeri dada, dan sesak na0as akibat perikarditis, e00use perikardia! dan gagal jantung akibat penimbunan !airan, gangguan irama jantung dan edema.
b. 4annguan Pulmner
Na0as dangkal, kussmaul, batuk dengan sputum kental dan riak, suara krekels.
!. 4angguan gastrintestinal
Anreksia, nausea, dan 0mitus yang berhubungan dengan metablisme prtein dalam usus, perdarahan pada saluran gastrintestinal, ulserasi dan perdarahan mulut, na0as bau ammnia
d. 4angguan mus!ulskeletal
7esiles leg sindrm pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan/, burning 0eet syndrm rasa kesemutan dan terbakar, terutama ditelapak kaki /, tremr, mipati kelemahan dan hipertrpi tt E tt ekstremitas.
e. 4angguan "ntegumen
kulit ber9arna pu!at akibat anemia dan kekuning E kuningan akibat penimbunan urkrm, gatal E gatal akibat tksik, kuku tipis dan rapuh.
4angguan seksual : libid 0ertilitas dan ereksi menurun, gangguan menstruasi dan aminre. 4angguan metabli! gluksa, gangguan metabli! lemak dan 1itamin .
g. 4angguan !airan elektrlit dan keseimbangan asam dan basa
biasanya retensi garam dan air tetapi dapat juga terjadi kehilangan natrium dan dehidrasi, asidsis, hiperkalemia, hipmagnesemia, hipkalsemia.
h. System hematlgi
Anemia yang disebabkan karena berkurangnya prduksi eritpetin, sehingga rangsangan eritpesis pada sum E sum tulang berkurang, hemlisis akibat berkurangnya masa hidup eritrsit dalam suasana uremia tksik, dapat juga terjadi gangguan 0ungsi trmbsis dan trmbsitpeni.
1+*+ PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pemeriksaan Labratrium :
a/ @rin
Clume : 3iasanya kurang dari )&& ml<jam liguria/, atau urine tidak ada anuria/.
arna : Se!ara nrmal perubahan urine mungkin disebabkan leh pus < nanah, bakteri, lemak, partikel klid, 0s0at, sedimen ktr, 9arna ke!klatan menunjukkan adanya darah, miglbin, dan pr0irin.
3erat >enis : Kurang dari #,&#; menetap pada #,&#& menunjukkan kerusakan ginjal berat/.
Fsmlalitas : Kurang dari *;& mFsm<kg menunjukkan kerusakan tubular, amrasi urine < ureum sering #:#.
b/ Kliren kreatinin mungkin agak menurun.
!/ Natrium : Lebih besar dari )& 6mG<L karena ginjal tidak mampu mereabsrbsi natrium.
d/ Prtein : erajat tinggi prteinuria *B) /, se!ara kuat menunjukkan kerusakan glmerulus bila sel darah merah SM/ dan 0regmen juga ada e/ arah
Kreatinin : 3iasanya meningkat dalam prprsi. Kadar kreatinin #& mg<dL diduga tahap akhir mungkin rendah yaitu ;/.
Hitung darah lengkap : Hematkrit menurun pada adanya anemia. Hb biasanya kurang dari +B% g<dL.
SM Sel arah Merah/ : aktu hidup menurun pada de0isiensi eritrpetin seperti pada a2temia.
4A 4as arah Analisa/ : pH, penurunan asidsis metabli! kurang dari +,'/ terjadi karena kehilangan kemampuan ginjal untuk mengeksekresi hidrgen dan amnia atau hasil akhir katablisme prtein. 3ikarbnat menurun P-F' menurun.
Natrium serum : Mungkin rendah, bila ginjal kehabisan natrium atau nrmal menunjukkan status dilusi hipernatremia/.
Kalium : Peningkatan sehubungan dengan retensi sesuai dengan perpindahan selular asidsis/, atau pengeluaran jaringan hemlisis SM/. Pada tahap akhir , perubahan 6K4 mungkin tidak terjadi sampai kalium (,; m6G atau lebih besar. Magnesium terjadi peningkatan 0s0at, kalsium menurun. Prtein khuusnya albumin/, kadar serum menurun dapat menunjukkan kehilangan prtein melalui urine, perpindahan !airan, penurunan pemasukan, atau penurunan sintesis karena kurang asam amin esensial. Fsmlalitas serum lebih besar dari '%; msm<kg, sering sama dengan urine.
+ Pe#e,.%/-- ,-."l"2.
a/ @ltrasn gra0i ginjal digunakan untuk menentukan ukuran ginjal dan adanya masa , kista, btruksi pada saluran perkemihan bagian atas.
b/ 3ipsi 4injal dilakukan se!ara endskpik untuk menentukan sel jaringan untuk diagnsis histlgis.
!/ 6ndskpi ginjal dilakukan untuk menentukan pel1is ginjal.
d/ 6K4 mungkin abnrmal menunjukkan ketidakseimbangan elektrlit dan asam basa
e/ K@3 0t digunakan untuk menunjukkan ukuran ginjal < ureter < kandung kemih dan adanya btruksi batu/.
0/ Arterigram ginjal adalah mengkaji sirkulasi ginjal dan megidenti0ikasi ekstra1askuler, massa.
h/ Sisturetrgram adalah berkemih untuk menunjukkan ukuran kandung kemih, re0luk kedalam ureter, dan retensi.
i/ Pada pasien -K pasien mendapat batasan diit yang sangat ketat dengan diit tinggi kalri dan rendah karbhidrat. Serta dilakukan pembatasan yang sangat ketat pula pada asupan !airan yaitu antara ;&&B%&& ml<hari.
j/ Pada terapi medis untuk tingkat a9al dapat diberikan terapi bat anti hipertensi, bat diuretik, dan atrapit yang berguna sebagai pengntl pada penyakit M, sampai selanjutnya nanti akan dilakukan dialisis dan transplantasi.
1++ KOMPLIKASI
Seperti penyakit krnis dan lama lainnya, penderita -K akan mengalami beberapa kmplikasi. Kmplikasi dari -K menurut Smelt2er dan 3are '&&#/ serta Su9itra '&&(/ antara lain adalah :
1+ Hiper kalemi akibat penurunan sekresi asidsis metablik, kata blisme, dan masukan diit berlebih.
+ Prikarditis, e0usi perikardial, dan tampnad jantung akibat retensi prduk sampah uremik dan dialisis yang tidak adekuat.
!+ Hipertensi akibat retensi !airan dan natrium serta mal0ungsi sistem rennin angitensin aldstern
&+ Anemia akibat penurunan eritrpitin.
5+ Penyakit tulang serta klasi0ikasi metablik akibat retensi 0s0at, kadar kalsium serum yang rendah, metablisme 1itamin yang abnrmal dan peningkatan kadar alumunium akibat peningkatan nitrgen dan in anrganik.
*+ @remia akibat peningkatan kadar uream dalam tubuh.
+ 4agal jantung akibat peningkatan kerja jantung yang berlebian. 3+ Malnutrisi karena anreksia, mual, dan muntah.
4+ Hiperparatirid, Hiperkalemia, dan Hiper0s0atemia.
1+3+ PENATALAKSANAAN 1+ Te,-$. %"/e,-6.7
Tujuan dari terapi knser1ati0 adalah men!egah memburuknya 0aal ginjal se!ara prgresi0, meringankan keluhanBkeluhan akibat akumulasi tksin a2temia, memperbaiki metablisme se!ara ptimal dan memelihara keseimbangan !airan dan elektrlit Sukandar, '&&(/.
a. Peranan diet
Terapi diet rendah prtein 7P/ menguntungkan untuk men!egah atau mengurangi tksin a2temia, tetapi untuk jangka lama dapat merugikan terutama gangguan keseimbangan negati0 nitrgen.
b. Kebutuhan jumlah kalri
Kebutuhan jumlah kalri sumber energi/ untuk 44K harus adekuat dengan tujuan utama, yaitu mempertahankan keseimbangan psiti0 nitrgen, memelihara status nutrisi dan memelihara status gi2i.
!. Kebutuhan !airan
3ila ureum serum #;& mg? kebutuhan !airan harus adekuat supaya jumlah diuresis men!apai ' L per hari.
d. Kebutuhan elektrlit dan mineral
Kebutuhan jumlah mineral dan elektrlit bersi0at indi1idual tergantung dari L=4 dan penyakit ginjal dasar underlying renal disease/.
+ Te,-$. /.#6"#-6.% a. Asidsis metablik
Asidsis metablik harus dikreksi karena meningkatkan serum kalium hiperkalemia/.@ntuk men!egah dan mengbati asidsis metablik dapat diberikan suplemen alkali. Terapi alkali sdium bi!arbnat/ harus segera diberikan intra1ena bila pH I +,*; atau serum bikarbnat I '& m6G<L.
b. Anemia
Trans0usi darah misalnya Paked 7ed -ell P7-/ merupakan salah satu pilihan terapi alternati0, murah, dan e0ekti0.Terapi pemberian trans0usi darah harus hatiBhati karena dapat menyebabkan kematian mendadak. !. Keluhan gastrintestinal
Anreksi, !egukan, mual dan muntah, merupakan keluhan yang sering dijumpai pada 44K.Keluhan gastrintestinal ini merupakan keluhan
utama !hie0 !mplaint/ dari 44K. Keluhan gastrintestinal yang lain adalah ulserasi muksa mulai dari mulut sampai anus. Tindakan yang harus dilakukan yaitu prgram terapi dialisis adekuat dan batBbatan simtmatik.
d. Kelainan kulit
Tindakan yang diberikan harus tergantung dengan jenis keluhan kulit. e. Kelainan neurmuskular
3eberapa terapi pilihan yang dapat dilakukan yaitu terapi hemdialisis reguler yang adekuat, medikamentsa atau perasi subttal paratiridektmi.
0. Hipertensi
Pemberian batBbatan anti hipertensi. g. Kelainan sistem kardi1askular
Tindakan yang diberikan tergantung dari kelainan kardi1askular yang diderita.
!+ Te,-$. $e22-6. 2.8-l
Terapi pengganti ginjal dilakukan pada penyakit ginjal krnik stadium ;, yaitu pada L=4 kurang dari #; ml<menit.Terapi tersebut dapat berupa hemdialisis, dialisis peritneal, dan transplantasi ginjal Su9itra, '&&(dalam Alamang '&#'/.
a. Hemdialisis
Tindakan terapi dialisis tidak bleh terlambat untuk men!egah gejala tksik a2temia, dan malnutrisi. Tetapi terapi dialisis tidak bleh terlalu !epat pada pasien 44K yang belum tahap akhir akan memperburuk 0aal ginjal L=4/. "ndikasi tindakan terapi dialisis, yaitu indikasi abslut dan indikasi elekti0.3eberapa yang termasuk dalam indikasi abslut, yaitu perikarditis, ense0alpati<neurpati a2temik, bendungan paru dan kelebihan !airan yang tidak respnsi0 dengan diuretik, hipertensi re0rakter, muntah persisten, dan 3ld @remi! Nitrgen 3@N/ #'& mg? dan kreatinin #& mg?. "ndikasi elekti0, yaitu L=4 antara ; dan % mL<menit<#,+*mJ, mual, anreksia, muntah, dan astenia berat.
Hemdialisis di "ndnesia dimulai pada tahun #$+& dan sampai sekarang telah dilaksanakan di banyak rumah sakit rujukan.@mumnya dipergunakan ginjal buatan yang kmpartemen darahnya adalah kapilerBkapiler selaput semipermiabel hll9 0ibre kidney/.Kualitas hidup yang diperleh !ukup baik
dan panjang umur yang tertinggi sampai sekarang #) tahun.Kendala yang ada adalah biaya yang mahal.
b. ialisis peritneal P/
AkhirBakhir ini sudah ppuler -ntinuus Ambulatry Peritneal ialysis -AP/ di pusat ginjal di luar negeri dan di "ndnesia. "ndikasi medik -AP, yaitu pasien anakBanak dan rang tua umur lebih dari (; tahun/, pasienB pasien yang telah menderita penyakit sistem kardi1askular, pasienpasien yang !enderung akan mengalami perdarahan bila dilakukan hemdialisis, kesulitan pembuatan AC shunting, pasien dengan strke, pasien 44T gagal ginjal terminal/ dengan residual urin masih !ukup, dan pasien ne0rpati diabetik disertai !Bmrbidity dan !Bmrtality. "ndikasi nnBmedik, yaitu keinginan pasien sendiri, tingkat intelektual tinggi untuk melakukan sendiri mandiri/, dan di daerah yang jauh dari pusat ginjal.
b. Transplantasi ginjal
Transplantasi ginjal merupakan terapi pengganti ginjal anatmi dan 0aal/. Pertimbangan prgram transplantasi ginjal, yaitu:
#. -angkk ginjal kidney transplant/ dapat mengambil alih seluruh #&&?/ 0aal ginjal, sedangkan hemdialisis hanya mengambil alih +&B%&? 0aal ginjal alamiah
'. Kualitas hidup nrmal kembali
*. Masa hidup sur1i1al rate/ lebih lama
). Kmplikasi biasanya dapat diantisipasi/ terutama berhubungan dengan bat imunsupresi0 untuk men!egah reaksi penlakan
+ LAPORAN PENDAHULUAN HIPOALBUMIN
+1+ DEFINISI
Hipalbuminemia adalah kadar albumin yang rendah<diba9ah nilai nrmal atau keadaan dimana kadar albumin serum D *,; g<dL Muhammad Sjai0ullah Ner, Ninik Semyars, '&&( dan iagnseBMe.!m, '&&+/. Hipalbuminemia men!erminkan paskan asam amin yang tidak memadai dari prtein, sehingga mengganggu sintesis albumin serta prtein lain leh hati Murray, dkk, '&&*/.
++ ETIOLOGI
Menurut "9an S. Handk '&&;/, Adhe Hariani '&&;/ dan 3arn #$$;/ hipalbuminemia adalah suatu masalah umum yang terjadi pada pasien. Hipalbuminemia dapat disebabkan lehmasukan prtein yang rendah, pen!ernaan atau absrbsi prtein yang tak adekuat dan peningkatan kehilangan prtein yang dapat ditemukan pada pasien dengan kndisi medis krnis dan akut:
#. Kurang 6nergi Prtein, '. Kanker,
*. Peritnitis, ). Luka bakar, ;. Sepsis,
(. Luka akibat Pre dan Pst pembedahan penurunan albumin plasma yang terjadi setelah trauma/,
+. Penyakit hati akut yang berat atau penyakit hati krnis sintesa albumin menurun/,
%. Penyakit ginjal hemdialisa/, $. Penyakit saluran !erna krnik,
#&. 7adang atau "n0eksi tertentu akut dan krnis/, ##. iabetes mellitus dengan gangren, dan
+!+ MANIFESTASI KLINIK
#. As!ites B akumulasi !airan di rngga perut5
'. dapat menyebabkan sesak napas.Hal ini menunjukkan akumulasi e0usi pleura dan pengembangan edema paru5
*. suara hati akan dinnakti0kan5hilangnya ). na0su makan5
5. kelemahan.
+&+ KLASIFIKASI KLINIK
e0isiensi albumin atau hipalbuminemia dibedakan berdasarkan selisih atau jarak dari nilai nrmal kadar albumin serum, yaitu *,;E; g<dl atau ttal kandungan albumin dalam tubuh adalah *&&B;&& gram Albumin.htm, '&&+ dan Peralta, '&&(/. Klasi0ikasi hipalbuminemia menurut Agung M dan Hendr '&&;/ adalah sebagai berikut:
#. Hipalbuminemia ringan : *,;E*,$ g<dl
'. Hipalbuminemia sedan4 : ',;E*,; g<dl
*. Hipalbuminemia berat : D ',; g<dl
+5+ PENATALAKSANAAN 1+ Therapi diet
Tujuan utama terapi diet hipalbuminemia adalah meningkatkan dan mempertahankan status gi2i dalam hal ini kadar serum albumin serta men!egah seminimal mungkin penurunan kadar albumin untuk men!egah kmplikasi. Kebutuhan energi pada hipalbuminemia diupayakan terpenuhi karena apabila asupan energi kurang dari kebutuhan maka bisa terjadi pembngkaran prtein tubuh untuk diubah menjadi sumber energi sehingga beresik memperburuk kndisi hpalbuminemia. Fleh karena itu pada pasienBpasien hypalbumin khususnya dan pasien bedah pada umumnya di 7S@P r Kariadi diberikan diet TKTP, kalau perlu diberikan ekstra putih telur, ekstra ikan gabus, dan atau MPT.
Mdis! merupakan singkatan dari Mdi0ied ried Skimmed Milk and -!nut.Mdis! pertama kali dtemukan leh May dan hitehead pada tahun #$+*.Mdis! merupakan makanan atau minuman bergi2i tinggi yang pertama kali di!bakan pada anakBanak yang mengalami gangguan gi2i berat di @ganda A0rika/ dengan hasil yang memuaskan.Man0aat mdis! yang paling utama
adalah untuk mengatasi gi2i buruk pada manusia dengan !epat dan mudah.Karena mdis! mempunyai kandungan kalri yang tinggi serta mudah di!erna leh usus manusia.Mdis! juga dapat membantu memper!epat penyembuhan penyakit sehingga biaya pengbatan menjadi lebih ringan Sudiana 8 A!ep, '&&;/.
+ Therapi Medis
PasienBpasien yang rentan terhadap malnutrisi, terutama yang terkait dengan hipalbumin seperti kasusBkasus di atas dari team medis diberikan trans0usi ==P dan atau human albumin. @ntuk pemberian kedua trans0usi tersebut pada kasus yang kadar albumin dalam darah I ',; gr<dl Hill, '&&&/. Namun kedua therapi medis tersebut perlu beberapa pertimbangan antara lain : pertimbangan harga yang !ukup mahal, tidak mudah untuk mendapatkannya khususnya untuk pasien dengan status kelas """ < jamkesmas.
!+ Peran Pera9at alam Therapi Hypalbumin
Pemberian therapi pada pasien hypalbumin baik therapi medis maupun therapi diet, pera9at terlibat dalam mengptimalkan pemberian therapi tersebut sesuai dengan peran dan 0ungsinya sebagai pera9at diantaranya: sebagai !nselr, edu!atr, klabratr, dan ad1!atr. Karena pera9at merupakan petugas kesehatan yang selalu berada di samping pasien ') jam, sehingga baik buruknya kndisi < status keshatan pasien pera9atlah yang pertama kali mengetahui baru kemudian dilanjutkan klabrasi dengan pihak terkait medis, gi2i, 0isitherapi, dll/.
alam pemberian therapi hypalbumin peran pera9at sangat penting diantaranya: memberikan K"6 pada pasien dan keluarga tentang therapi hypalbumin, memnitr distribusi instrumen < suplemen sampai ke pasien dan benarBbenar diknsumsi pasien dengan benar .Setelah yakin suplemen diknsumsi pasien dengan benar, kemudian dilanjutkan peran pera9at untuk menge1aluasi baik se!ara klinis maupun bikimia. Salah satu indikatr keberhasilan pemberian therapi diet hypalbumin adalah meningkatnya kadar serum albumin dalam darah yang akan memper!epat prses penyembuhan penyakit dan kepulangan pasien sehingga akan memperpendek LFS.
!+ LAPORAN PENDAHULUAN HEMODIALISA
!+1+ DEFINISI
ialisis menghilangkan nitrgen sebagai prduk limbah, mengreksi elektrlit, air, dan kelainan asamBbasa yang berhubungan dengan gagal ginjal.ialisis tidak memperbaiki kelainan endkrin karena gagal ginjal, atau men!egah kmplikasi kardi1askular. Prses dialysis membutuhkan membran semipermeabel yang akan membersihkan bagian air dengan berat mlekul ke!il 2at terlarut/, tetap tidak untuk mlekul besar misalnya prtein/.
Hemdialisa dide0inisikan sebagai pergerakan larutan dan air dari darah pasien mele9ati membran semipermiabel *dial%)er+ ke dalam dial%sateDial%)er juga dapat dipergunakan untuk memindahkan sebagian besar 1lume
!airan.Pemindahan ini dilakukan melalui ultra0iltrasi dimana tekanan hidrstatik menyebabkan aliran yang besar dari air plasma dengan perbandingan sedikit larutan/ melalui membran. engan memperbesar jalan masuk pada 1askuler, antikagulansi dan prduksi dial%)er yang dapat diper!aya dan e0isien, hemdialisa telah menjadi metde yang dminan dalam pengbatan gagal ginjal akut dan krnik di Amerika Serikat dan dunia
Dial%)er atau ginjal buatan memiliki dua bagian, satu bagian untuk darah dan bagian lain untuk !airan dial%sate.i dalam dial%)er antara darah dan dialisat tidak ber!ampur jadi satu tetapi dipisahkan leh membran atau selaput tipis.SelB sel darah, prtein dan hal penting lainnya tetap dalam darah karena mempunyai ukuran mlekul yang besar sehingga tidak bisa mele9ati membran.Prduk limbah yang lebih ke!il seperti urea, kreatinin dan !airan bisa melalui membran dan dibuang.Sehingga darah yang banyak mengandung sisa prduk limbah bisa bersih kembali National $idne% &oundation , NK=, '&&(/.
Prses hemdialisis yang terjadi didalam membran semipermiabel terbagi menjadi tiga prses yaitu smsis, di0usi dan ultra0iltrasi -urtis, 7sht 8 7sht, '&&%/. Fsmsis adalah prses perpindahan 2at terlarut dari bagian yang berknsentrasi rendah kearah knsentrasi yang lebih tinggi. i0usi adalah prses perpindahan 2at terlarut dari knsentrasi tinggi kearah knsentrasi yang rendah. Sedangkan ultra0iltrasi adalah perpindahan !airan karena ada tekanan dalam membran dial%)er yaitu dari tekanan tinggi kearah yang lebih rendah -urtis, 7sht.,8 7sht, '&&%/
!++ TUUAN HEMODIALISA
Hemdialisis tidak mengatasi gangguan kardi1askuler dan endkrin pada penderita P4K. Tindakan hemdialisis bertujuan untuk membersihkan nitrgen sebagai sampah hasil metablisme, membuang kelebihan !airan, mengreksi elektrlit dan memperbaiki gangguan keseimbangan basa pada penderita P4K Le1y, dkk., '&&)/. Tujuan utama tindakan hemdialisis adalah mengembalikan keseimbangan !airan intraseluler dan ekstraseluler yang terganggu akibat dari 0ungsi ginjal yang rusak Himmel0arb 8 "ki2ler, '&#&/
!+!+ PRINSIP DALAM PROSES HEMODIALISA
Se!ara sederhana prses dialisis hanya memmpa darah dan diali2at melalui membran diali2er Le1y,dkk., '&&)/
#. Dial%sate adalah larutan air murni yang mengandung, klrida, natrium kalium, magnesium, kalsium, detrse, bi!arbnat atau asetat.
'. i dalam dial%)er darah dan dial%sate dipisahkan leh membrane semipermiabel. arah mengandung sisa prduk metablism berupa ureum, !reatin, dan lainnya. Sedangkan dial%sate tidak mengandung prduk sisa metablisme. Karena perbedaan knsentrasi ini akan terjadi prses di0usi dalam dial%)er
*. Prses di0usi akan maksimal bila arah aliran darah dan dialisa berla9anan *counter current flo"+ Ke!epatan aliran darah dan dialisat dalam dialiser juga berpengaruh pada peningkatan prses di0usi.
). Prses kn1eksi dalam dial%)er dapat ditingkatkan dengan meningkatkan tekanan dalam membran dial%)er *trans mem-rane pressure+. Pada prses Hemdialisa kn1ensinal, mlekul dengan ukuran ke!il tidak semua terlepas denagan prses kn1eksi saja. Tetapi hampir semua mlekul dengan ukuran ke!il terlepas dengan prses di0usi. Sebaliknya mlekul dengan ukuran besar 3'B mikrglbulin dan 1it 3#'/ dikeluarkan e0ekti0 dengan prses kn1eksi. Hal ini telah menyebabkan peningkatan penggunaan metde @= di Hemdialisa untuk meningkatkan penghapusan mlekul M lebih besar.
!+&+ KOMPONEN HEMODIALISA
1+
Mesin HemdialisaMesin hemdialisa memmpa darah dari pasien ke dialy2er sebagai membran semipermiabel dan memungkinkan terjadi prses di0usi, smsis dan ultra0iltrasi karena terdapat !airan dialysate didalam dialy2er. Prses dalam mesin hemdialisa merupakan prses yang kmplek yang men!akup kerja dari deteksi udara, kntrl alarm mesin dan mnitr data prses hemdialisa Misra, '&&;/
+
4injal 3uatan dial%)er /Dial%)er atau ginjal buatan adalah tabung yang bersisi membrane semipermiabel dan mempunyai dua bagian yaitu bagian untuk !airan dial%sate dan bagian yang lain untuk darah Le1y,dkk., '&&)/. 3eberapa syarat dial%)er yang baik Heni!h 8 7n!, '&&%/ adalah 1lume priming atau 1lume dial%)er rendah, clereance dial%)er tinggi sehingga bisa menghasilkan clearance urea dan creatin yang tinggi tanpa membuang prtein dalam darah, ke0esien ultra0iltrasi tinggi dan tidak terjadi tekanan membrane yang negati0 yang memungkinkan terjadi -ack ultrafiltration, tidak
mengakibatkan reaksi in0lamasi atau alergi saat prses hemdialisa hemocompati-le/, murah dan terjangkau, bisa dipakai ulang dan tidak mengandung ra!un. Syarat dial%)er yang baik adalah bisa membersihkan sisa metablisme dengan ukuran mlekul rendah dan sedang, asam amin dan prtein tidak ikut terbuang saat prses hemdialisis, 1lume dial%)er ke!il, tidak mengakibatkan alergi atau -iocompati-ilit% tinggi, bisa dipakai ulang dan murah harganya Le1y, dkk., '&&)/
*.
Dial%sateDial%sate adalah !airan elektrlit yang mempunyai kmpsisi seperti !airan plasma yang digunakan pada prses hemdialisis Heni!h 8 7n!, '&&(/. -airan dial%sate terdiri dari dua jenis yaitu !airan a!etat yang bersi0at asam dan bi!arbnat yang bersi0at basa. Kandungan dial%sate dalam prses hemdialisis menurut 7eddy 8 -heung '&&$ /
).
.lood Line *.L+ atau Saluran arah.lood line untuk prses hemdialisa terdiri dari dua bagian yaitu bagian arteri ber9arna merah dan bagian 1ena ber9arna biru. 3L yang baik harus mempunyai bagian pmpa, sensr 1ena, air leak detector penangkap udara/, karet tempat injeksi, klem 1ena dan arteri dan bagian untuk heparin Misra, '&&;/. =ungsi dari 3L adalah menghubungkan dan mengalirkan darah pasien ke dial%)er selama prses hemdialisis
;.
&istula Needles&istula Needles atau jarum 0istula sering disebut sebagai !rteri /ena &istula AC =istula/ merupakan jarum yang ditusukkan ke tubuh pasien P4K yang
akanmenjalani hemdialisa. >arum 0istula mempunyai dua 9arna yaitu 9arna merah untuk bagian arteri dan biru untuk bagian 1ena
!+5+ KOMPLIKASI SELAMA HEMODIALISIS
Selama prses hemdialisis sering mun!ul kmplikasi yang berbedabeda untuk setiap pasien. Kmplikasi hemdialisis menurut Katank dan Le1in '&&%/ adalah intradial%tic hipotension0 kram tt, mual muntah, embli udara dan sakit kepala.Menurut Armiyati '&#&/ salah satu kmplikasi selama hemdialisis adalah hipertensi.
#. Intradial%tic H%potension "H/
Intradial%tic H%potension adalah tekanan darah rendah yang terjadi ketika prses hemdialisis sedang berlangsung. "H terjadi karena penyakit dia-etes millitus0 kardimipati, left ventricular h%pertroph% LCH/, status gi2i kurang baik, albumin rendah, kandungan Na dial%sate rendah, target penarikan !airan atau target ultra0iltrasi yang terlalu tinggi, berat badan kering terlalu rendah dan usia diatas (; tahun
'. Kram tt
Kram tt yang terjadi selama hemdialisis terjadi karena target ultra0iltrasi yang tinggi dan kandungan Na dial%sate yang rendah.
*. Mual dan muntah
Kmplikasi mual dan muntah jarang berdiri sendiri, sering menyertai hiptensi dan merupakan salah satu presensi klinik dise1uilli-rium s%ndrom.3ila tidak disertai gambaran klinik lainnya harus di!urigai penyakit hepar atau gastrintestinal.
). Sakit kepala
Penyebab tidak jelas, tapi bisa berhubungan dengan dialisat a!etat dan dise1uilli-rium s%ok s%ndrome S/.
;. 6mbli udara
6mbli udara dalam prses hemdialisis adalah masuknya udara kedalam pembuluh darah selama prse hemdialisis.
(. Hipertensi
Keadaan hipertensi selama prses hemdialisis bisa diakibatkan karena kelebihan !airan, akti1asi sistem renin angiotensin aldosteron0 kelebihan
natrium dan kalsium, karena er%thropoietin stimulating agents dan pengurangan bat anti hipertensi.
Kmplikasi yang mun!ul dalam prses hemdialisis tidak bisa diduga sebelumnya dan harus segera diatasi. Menurut Sukandar '&&(/ ketika t erjadi hiptensi intradialisis dan kram tt, penanganan yang harus dilakukan adalah menurunkan 3, menurunkan ultra0iltrasi dan memberikan !airan Na-l &,$?. 3ila terjadi kmplikasi sakit dada atau terjadi dise1uilli-rium s%ok s%ndrome SS/ penanganan yang dilakukan adalah menurunkan 3, menurunkan 1uick of dial%sate, menurunkan ultr0iltrasi, dan pemberian ksigen.
!+*+ AKSES 'ASKULER
!merican 2ournal of $idne% Diseases A>K/ merekmendasikan bah9a pasien P4K stadium ) dan ; sudah harus dipasang akses 1askuler untuk persiapan tindakan hemdialisis yang berupa kateter subkla1ia atau !rteriovenous shunt A>K, '&&(/ Pembuatan akses 1askuler untuk prses hemdialisis bertujuan untuk mendapatkan aliran darah yang ptimal agar prses hemdialisis bisa berjalan dengan baik 7eddy 8 -heung, '&&$/. Akses 1askuler yang disarankan adalah !/ Shunt atau cimino, dou-le lumen dan arteriovenosa grafts AC4/ NK= F", '&&(/. !/ Shunt merupakan akses 1askuler yang paling aman saat ini tetapi bila saat insersi tidak menggunakan tehnik yang benar akan mengakibatkan kerusakan.
3 !rteriovenous &istula AC=/
AC= dibuat dengan !ara menyambung sisi arteri dengan ujung dari 1ena yang diptng atau dengan tehnik end to side.
4 !rteriovenous 5raft AC4/
AC4 dibuat apabila perasi pembuatan AC= sudah tidak mungkin dilakukan lagi. Pembuatan AC4 dilakukan dengan !ara menyambung antara arteri dan 1ena yang dihubungkan dengan saluran sintetis yang terbuat dari bahan Litetra0luretilena PT=6/ atau turunannya yaitu PT=6 ePT=6/. Sedangkan untuk plyurethaneurea P@@/ jarang digunakan.
Kmplikasi dari akses arteriovenous yang sering mun!ul adalah stensis, trmbsis, iskemik bagian distal, anurisma, kematian jaringan, gagal jantung dan in0eksi 7eddy 8 -heung, '&&$/.
6 Dou-le lumen atau temporar% catheters
Kateter sementara ini dipasang pada pasien di 1ena jugularis, 1ena 0emralis atau 1ena subklai1ia.Kmplikasi yang sangat sering terjadi pada pemasangan kateter ini adalah in0eksi.
ASUHAN KEPERAWATAN CKD #. Pengkajian
Pengkajian 0kus yang disusun berdasarkan pada 4rdn dan menga!u pada enges '&&#/, serta -arpenit '&&(/ sebagai berikut :
a/ emgra0i.
Penderita -K kebanyakan berusia diantara *& tahun, namun ada juga yang mengalami -K diba9ah umur tersebut yang diakibatkan leh berbagai hal seperti prses pengbatan, penggunaan batBbatan dan sebagainya. -K dapat terjadi pada siapapun, pekerjaan dan lingkungan juga mempunyai peranan penting sebagai pemi!u kejadian -K.Karena kebiasaan kerja dengan duduk < berdiri yang terlalu lama dan lingkungan yang tidak menyediakan !ukup air minum < mengandung banyak senya9a < 2at lgam dan pla makan yang tidak sehat.
b/ 7i9ayat penyakit yang diderita pasien sebelum -K seperti M, glmerul ne0ritis, hipertensi, rematik, hiperparatiridisme, bstruksi saluran kemih, dan traktus urinarius bagian ba9ah juga dapat memi!u kemungkinan terjadinya -K
!/ Pengkajian pla 0ungsinal 4rdn
#/ Pla persepsi dan pemeliharaan kesehatan pasien
4ejalanya adalah pasien mengungkapkan kalau dirinya saat ini sedang sakit parah.Pasien juga mengungkapkan telah menghindari larangan dari dkter.Tandanya adalah pasien terlihat lesu dan kha9atir, pasien terlihat bingung kenapa kndisinya seprti ini meski segala hal yang telah dilarang telah dihindari.
'/ Pla nutrisi dan metablik.
4ejalanya adalah pasien tampak lemah, terdapat penurunan 33 dalam kurun 9aktu ( bulan.Tandanya adalah anreksia, mual, muntah, asupan nutrisi dan air naik atau turun.
*/ Pla eliminasi
4ejalanya adalah terjadi ketidak seimbangan antara utput dan input. Tandanya adalah penurunan 3AK, pasien terjadi knstipasi, terjadi peningkatan suhu dan tekanan darah atau tidak singkrnnya antara
tekanan darah dan suhu. )/ Akti0itas dan latian.
4ejalanya adalah pasien mengatakan lemas dan tampak lemah, serta pasien tidak dapat menlng diri sendiri.Tandanya adalah akti0itas dibantu. ;/ Pla istirahat dan tidur.
4ejalanya adalah pasien terliat mengantuk, letih dan terdapat kantung mata.Tandanya adalah pasien terliat sering menguap.
(/ Pla persepsi dan kkniti0.
4ejalanya penurunan sensri dan rangsang.Tandanya adalah penurunan kesadaran seperti ngmng nglantur dan tidak dapat berkmunikasi dengan jelas.
+/ Pla hubungan dengan rang lain.
4ejalanya pasien sering menghindari pergaulan, penurunan harga diri sampai terjadinya H7 Harga iri 7endah/. Tandanya lebih menyendiri, tertutup, kmunikasi tidak jelas
%/ Pla reprduksi
4ejalanya penurunan keharmnisan pasien, dan adanya penurunan kepuasan dalam hubungan.Tandanya terjadi penurunan libid, keletihan saat berhubungan, penurunan kualitas hubungan.
$/ Pla persepsi diri.
4ejalanya knsep diri pasien tidak terpenuhi.Tandanya kaki menjadi edema, !itra diri jauh dari keinginan, terjadinya perubahan 0isik, perubahan peran, dan per!aya diri.
#&/ Pla mekanisme kping.
4ejalanya emsi pasien labil.Tandanya tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat, mudah terpan!ing emsi.
##/ Pla keper!ayaan.
4ejalanya pasien tampak gelisah, pasien mengatakan merasa bersalah meninggalkan perintah agama.Tandanya pasien tidak dapat melakukan kegiatan agama seperti biasanya.
d/ Pengkajian 0isik
#/ Penampilan < keadaan umum.
Lemah, akti0itas dibantu, terjadi penurunan sensi0itas nyeri.Kesadaran pasien dari !mps mentis sampai !ma.
Tekanan darah naik, respirasi riet naik, dan terjadi dispnea, nadi meningkat dan reguler.
*/ Antrpmetri.
Penurunan berat badan selama ( bulan terahir karena kekurangan nutrisi, atau terjadi peningkatan berat badan karena kelebian !airan.
)/ Kepala.
7ambut ktr, mata kuning < ktr, telinga ktr dan terdapat ktran telinga, hidung ktr dan terdapat ktran hidung, mulut bau ureum, bibir kering dan pe!ahBpe!ah, muksa mulut pu!at dan lidah ktr.
;/ Leher dan tenggrk.
Peningkatan kelenjar tirid, terdapat pembesaran tirid pada leher (/ ada
ispnea sampai pada edema pulmnal, dada berdebarBdebar. Terdapat tt bantu napas, pergerakan dada tidak simetris, terdengar suara tambahan pada paru rngkhi basah/, terdapat pembesaran jantung, terdapat suara tambahan pada jantung.
+/ Abdmen.
Terjadi peningkatan nyeri, penurunan pristaltik, turgr jelek, perut bun!it. %/ 4enital.
Kelemahan dalam libid, genetalia ktr, ejakulasi dini, imptensi, terdapat ulkus.
$/ 6kstremitas.
Kelemahan 0isik, akti0itas pasien dibantu, terjadi edema, pengerpsan tulang, dan #apillar% Refil lebih dari # detik
#&/ Kulit.
Turgr jelek, terjadi edema, kulit jadi hitam, kulit bersisik dan mengkilat < uremia, dan terjadi perikarditis.
'. iagnse
Menurut enges #$$$/ dan Lynda >uall '&&&/, diagnsa kepera9atan yang mun!ul pada pasien -K adalah:
a/ Kelebihan 1lume !airan b/ Penurunan !urah jantung
d/ Perubahan nutrisi e/ Perubahan pla na0as 0/ 4angguan per0usi jaringan g/ "ntleransi akti1itas
h/ kurang pengetahuan tentang tindakan medis i/ resti terjadinya in0eksi
*. 7en!ana kepera9atan
a/ Penurunan !urah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat
Tujuan: Penurunan !urah jantung tidak terjadi
Kriteria hasil : mempertahankan !urah jantung dengan bukti tekanan darah dan 0rekuensi jantung dalam batas nrmal, nadi peri0er kuat dan sama dengan 9aktu pengisian kapiler
"nter1ensi:
#/ Auskultasi bunyi jantung dan paru
7: Adanya takikardia 0rekuensi jantung tidak teratur '/ Kaji adanya hipertensi
7: Hipertensi dapat terjadi karena gangguan pada system aldsternBreninB angitensin disebabkan leh dis0ungsi ginjal/
*/ Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikanlkasi, rediasi, beratnya skala &B#&/ 7: HT dan 44K dapat menyebabkan nyeri
)/ Kaji tingkat akti1itas, respn terhadap akti1itas 7: Kelelahan dapat menyertai 44K juga anemia
b/ 4angguan keseimbangan !airan dan elektrlit berhubungan dengan edema sekunder : 1lume !airan tidak seimbang leh karena retensi Na dan H'F/ Tujuan: Mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan !airan
Kriteria hasil: tidak ada edema, keseimbangan antara input dan utput "nter1ensi:
#/ Kaji status !airan dengan menimbang 33 perhari, keseimbangan masukan dan haluaran, turgr kulit tandaBtanda 1ital
'/ 3atasi masukan !airan
7: Pembatasan !airan akn menentukan 33 ideal, haluaran urin, dan respn terhadap terapi
*/ >elaskan pada pasien dan keluarga tentang pembatasan !airan
7: Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam pembatasan !airan
)/ Anjurkan pasien < ajari pasien untuk men!atat penggunaan !airan terutama pemasukan dan haluaran
7: @ntuk mengetahui keseimbangan input dan utput
!/ Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anreksia, mual, muntah
Tujuan: Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat Kriteria hasil: menunjukan 33 stabil
"nter1ensi:
#/ A9asi knsumsi makanan < !airan 7: Mengidenti0ikasi kekurangan nutrisi '/ Perhatikan adanya mual dan muntah
7: 4ejala yang menyertai akumulasi tksin endgen yang dapat mengubah atau menurunkan pemasukan dan memerlukan inter1ensi
*/ 3erikan makanan sedikit tapi sering
7: Prsi lebih ke!il dapat meningkatkan masukan makanan )/ Tingkatkan kunjungan leh rang terdekat selama makan
7: Memberikan pengalihan dan meningkatkan aspek s!ial ;/ 3erikan pera9atan mulut sering
7: Menurunkan ketidaknyamanan stmatitis ral dan rasa tak disukai dalam mulut yang dapat mempengaruhi masukan makanan
d/ Perubahan pla na0as berhubungan dengan hiper1entilasi sekunder: kmpensasi melalui alkalsis respiratrik
Tujuan: Pla na0as kembali nrmal < stabil "nter1ensi:
#/ Auskultasi bunyi na0as, !atat adanya !rakles 7: Menyatakan adanya pengumpulan se!ret '/ Ajarkan pasien batuk e0ekti0 dan na0as dalam
7: Membersihkan jalan na0as dan memudahkan aliran F' */ Atur psisi senyaman mungkin
7: Men!egah terjadinya sesak na0as )/ 3atasi untuk berakti1itas
7: Mengurangi beban kerja dan men!egah terjadinya sesak atau hipksia e/ Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritis
Tujuan: "ntegritas kulit dapat terjaga
Kriteria hasil : Mempertahankan kulit utuh dan Menunjukan perilaku < teknik untuk men!egah kerusakan kulit
"nter1ensi:
#/ "nspeksi kulit terhadap perubahan 9arna, turgr, 1askuler perhatikan kadanya kemerahan
7: Menandakan area sirkulasi buruk atau kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan dekubitus < in0eksi.
'/ Pantau masukan !airan dan hidrasi kulit dan membran muksa
7: Mendeteksi adanya dehidrasi atau hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan
*/ "nspeksi area tergantung terhadap udem
7: >aringan udem lebih !enderung rusak < rbek )/ @bah psisi sesering mungkin
7: Menurunkan tekanan pada udem , jaringan dengan per0usi buruk untuk menurunkan iskemia
;/ 3erikan pera9atan kulit
7: Mengurangi pengeringan , rbekan kulit (/ Pertahankan linen kering
7: Menurunkan iritasi dermal dan risik kerusakan kulit
+/ Anjurkan pasien menggunakan kmpres lembab dan dingin untuk memberikan tekanan pada area pruritis
7: Menghilangkan ketidaknyamanan dan menurunkan risik !edera %/ memakai pakaian katun lnggar
7: Men!egah iritasi dermal langsung dan meningkatkan e1aprasi lembab pada kulit
0/ "ntleransi akti1itas berhubungan dengan ksigenasi jaringan yang tidak adekuat, keletihan
"nter1ensi:
#/ Pantau pasien untuk melakukan akti1itas '/ Kaji 0ektr yang menyebabkan keletihan */ Anjurkan akti1itas alternati0 sambil istirahat )/ Pertahankan status nutrisi yang adekuat
P-6"7./."l"2.
Peningkatan rennin angitensin "
kemudian diubah mjd angitensin "" di paru Penurunan per0usi jaringan penurunan
darah, F',dan nutrisi
4angguan pada ginjal
Kerusakan parenkim, kerusakan ne0rn
petan tek. glmerulus Casknstriksi arteril
mekan reabs. Na
Peningkatan aldstern
7eabs. -airan menurun
banyak yang dibuang termasuk prtein, terutama
albuminh.$"-l9#.
7etensi !airan di ekstra1askuler
Kelebihan 1lume !airan
Mempengarugi tekanan di al1eli peningkatan
tekanan !airan di al1eli
Mempengaruhi kerja tek.nktik dan hidrstatik 1askuler tek di 1askuler
menurun 4angguan pertukaran gas
Kelebihan !airan di al1eli pertukaran F'tidak
maksimal -airan yang ter retensi masuk se!ara bebas ke interstisiil edema peri0er
Penurunan suplai darah ke jar. peri0er
Sisa metablisme ikut peredaran darah masuk
ke lambungmual muntah
Penurunan pembuangan air, garam dan sisa metablisme sindrm
uremia
Perparahan penurunan 4=7akibat kerusakan
bertambah parah
Penurunan intake penan
na0su makan
Ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dengan
intake
4angguan nutrisi kurang daru kebutuhan tubuh