• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Akhir Modul 2 PPKN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tugas Akhir Modul 2 PPKN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Akhir Modul 2 Tugas Akhir Modul 2

1.

1. Carilah sedikitnya 3 artikel di jurnal online tentang Carilah sedikitnya 3 artikel di jurnal online tentang topic penegakan hukum, kemudian analisistopic penegakan hukum, kemudian analisis topic tersebut 

topic tersebut 

Analisis Jurnal 1 Analisis Jurnal 1

1.

1. Judul Judul : : Problematika Problematika penegakan penegakan hukum hukum di di Indonesia Indonesia menuju menuju hukum hukum yang yang responsifresponsif berlandaskan nilai-nilai Pancasila

berlandaskan nilai-nilai Pancasila 2.

2. Peneliti Peneliti : : Yadyn, Yadyn, Abdul Abdul Razak, Razak, AswantoAswanto 3.

3. Penerbit Penerbit :: http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/699413c70548c75a4d377b0c9a623d8f.pdf http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/699413c70548c75a4d377b0c9a623d8f.pdf  4. Metode

4. Metode Penelitian Penelitian

:

: Penelitian Penelitian ini ini merupakan penelitian merupakan penelitian hukum, hukum, yang tipe yang tipe penelitiannya penelitiannya merupakanmerupakan penelitian normatif

penelitian normatif (Legal Research)(Legal Research)  dan Juridis sosiologis  dan Juridis sosiologis (Socio Legal(Socio Legal Research).

Research). 5.

5. Analisis Analisis : : Lawrence Lawrence Friedman Friedman mengemukakan mengemukakan 3 3 aspek aspek yang yang menjadi menjadi dasar dasar keterpurukanketerpurukan hukum suatu negara, yakni struktur, substansi dan kultur. Ketiga pisau analisis hukum suatu negara, yakni struktur, substansi dan kultur. Ketiga pisau analisis Friedman tersebut, apabila dikombinasikan dengan keterpurukan penegakan Friedman tersebut, apabila dikombinasikan dengan keterpurukan penegakan hukum yang ada di Indonesia menjadi sangat tepat, mengingat berbicara hukum yang ada di Indonesia menjadi sangat tepat, mengingat berbicara mengenai sistem hukum, maka tidak akan terlepas dari 3 (tiga) komponen mengenai sistem hukum, maka tidak akan terlepas dari 3 (tiga) komponen sistem hukum.

sistem hukum.

Dari laporan penelitiannya, penulis mengungkapkan bahwa permasalahan Dari laporan penelitiannya, penulis mengungkapkan bahwa permasalahan penegakan hukum di Indonesia, terletak pada 3 faktor yakni, Integritas aparat penegakan hukum di Indonesia, terletak pada 3 faktor yakni, Integritas aparat penegak hukum, produk hukum dan tidak dilaksanakannya nilai-nilai Pancasila penegak hukum, produk hukum dan tidak dilaksanakannya nilai-nilai Pancasila oleh aparat penegak

oleh aparat penegak hukum dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.hukum dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari.

Analisis terhadap keseluruhan hasil penelitian berupa struktur hukum, Analisis terhadap keseluruhan hasil penelitian berupa struktur hukum, terhadap aparat penegak hukum menempatkan 70% tingkat ketidakpercayaan terhadap aparat penegak hukum menempatkan 70% tingkat ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum di Indonesia., disebabkan oleh berbagai masyarakat terhadap penegak hukum di Indonesia., disebabkan oleh berbagai faktor antara lain integritas aparat penegak hukum tersebut, rendahnya tingkat faktor antara lain integritas aparat penegak hukum tersebut, rendahnya tingkat pelaksanaan kinerja oleh aparat penegak hukum, serta tidak diaplikasikannya pelaksanaan kinerja oleh aparat penegak hukum, serta tidak diaplikasikannya nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas seharihari oleh aparat penegak nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas seharihari oleh aparat penegak hukum.

hukum.

Selanjutnya terkait keterpurukan hukum dalam hal substansi hukum, yaitu Selanjutnya terkait keterpurukan hukum dalam hal substansi hukum, yaitu keseluruhan aturan hukum, norma hukum dan asas hukum, baik yang tertulis keseluruhan aturan hukum, norma hukum dan asas hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis sudah ketinggalan zaman dan merupakan produk maupun yang tidak tertulis sudah ketinggalan zaman dan merupakan produk peninggalan penjajah Belanda, sehingga dirasakan kurang aspiratif dalam peninggalan penjajah Belanda, sehingga dirasakan kurang aspiratif dalam menyerap keinginan masyarakat Indonesia, dan tidak selaras dengan nilai-nilai menyerap keinginan masyarakat Indonesia, dan tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila.

Kemudian keterpurukan hukum dari aspek Kultur Hukum. Kebiasaan-kebiasaan Kemudian keterpurukan hukum dari aspek Kultur Hukum. Kebiasaan-kebiasaan atau praktek suapmenyuap merupakan kebiasan dalam penegakan hukum di atau praktek suapmenyuap merupakan kebiasan dalam penegakan hukum di

(2)
(3)

Indonesia, 87% responden dari 3 lokasi penelitian menyatakan bahwa aparat Indonesia, 87% responden dari 3 lokasi penelitian menyatakan bahwa aparat penegak hukum di Indonesia belum bersih dari praktek suap-menyuap.

penegak hukum di Indonesia belum bersih dari praktek suap-menyuap.

Atas dasar hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterpurukan Atas dasar hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterpurukan penegakan hukum di Indonesia terletak pada faktor integritas aparat penegak penegakan hukum di Indonesia terletak pada faktor integritas aparat penegak hukum, aturan hukum yang tidak responsif, serta tidak diaplikasikannya hukum, aturan hukum yang tidak responsif, serta tidak diaplikasikannya nilainilai Pancasila khususnya nilai kemanusiaan, nilai musyawarah untuk nilainilai Pancasila khususnya nilai kemanusiaan, nilai musyawarah untuk mufakat dan nilai keadilan dalam penegakan hukum oleh aparat penegak mufakat dan nilai keadilan dalam penegakan hukum oleh aparat penegak hukum, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum yang ada di Indonesia.

penegakan hukum yang ada di Indonesia.

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka dibutuhkan aparat Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka dibutuhkan aparat penegak hukum yang memiliki integritas baik, aturan hukum yang responsif penegak hukum yang memiliki integritas baik, aturan hukum yang responsif yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan selanjutnya diimplementasikan ke yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan selanjutnya diimplementasikan ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh aparat penegak hukum.

dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh aparat penegak hukum.

Analisis Jurnal 2 Analisis Jurnal 2

1.

1. Judul Judul : : Penegakan Penegakan Hukum Hukum dan dan Perlindungan Perlindungan NegaraNegara (Analisys Kritis Terhadap Kasus Penistaan Agama

(Analisys Kritis Terhadap Kasus Penistaan Agama Oleh PatahanaOleh Patahana Gubernur DKI Jakarta )

Gubernur DKI Jakarta ) 2.

2. Peneliti Peneliti : : M. M. Husein Husein MaruapeyMaruapey 3.

3. Penerbit Penerbit : : Jurnal Jurnal Ilmu Ilmu Politik Politik dan dan Komunikasi Komunikasi Volume Volume VII VII No. No. 1 1 /Juni /Juni 20172017

https://jipsi.fisip.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume7no1/3-m-husen-maruapey.pdf/pdf/3-m-husen-maruapey.pdf 

maruapey.pdf/pdf/3-m-husen-maruapey.pdf  4.

4. Metode Metode Penelitian Penelitian : : Tidak Tidak dijelaskan. dijelaskan. Kerangka Kerangka penulisan penulisan hanya hanya menyajikan menyajikan pendahuluan,pendahuluan, tinjauan pustaka, pembahasan dan penutup.

tinjauan pustaka, pembahasan dan penutup. 5.

5. Analisis Analisis : : Tulisan Tulisan M. M. Husein Husein Maruapey Maruapey yang yang dipublikasikan dipublikasikan melalui melalui Jurnal Jurnal IlmuIlmu Politik dan Komunikasi, Universitas Komputer Indonesia ini sejatinya Politik dan Komunikasi, Universitas Komputer Indonesia ini sejatinya mampu memberikan daya tarik dan rasa penasaran yang tinggi bagi mampu memberikan daya tarik dan rasa penasaran yang tinggi bagi siapapun untuk membaca dan menelaah lebih jauh isinya sebagai siapapun untuk membaca dan menelaah lebih jauh isinya sebagai bahan referensi dan pembelajaran, terutama di kalangan praktisi bahan referensi dan pembelajaran, terutama di kalangan praktisi hukum.

hukum.

Mengingat judul yang diangkat berkaitan dengan penegakan hukum Mengingat judul yang diangkat berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan negara, analisis kritis terhadap kasus penistaan dan perlindungan negara, analisis kritis terhadap kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kasus ini sempat menjadi tranding topic di dunia maya serta alias Ahok. Kasus ini sempat menjadi tranding topic di dunia maya serta menjadi pembahasan utama berbagai media massa mainstream. menjadi pembahasan utama berbagai media massa mainstream. Puncaknya adalah aksi demonstrasi di Monas bersandi 212 yang diikuti Puncaknya adalah aksi demonstrasi di Monas bersandi 212 yang diikuti  jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia.

(4)
(5)

Hanya saja secara substansi, setelah membaca seluruh pembahasan Hanya saja secara substansi, setelah membaca seluruh pembahasan yang disajikan, tulisan ini belum menggambarkan analisis kritis secara yang disajikan, tulisan ini belum menggambarkan analisis kritis secara komprehensif atas kasus yang dihadapi Ahok, termasuk menjawab komprehensif atas kasus yang dihadapi Ahok, termasuk menjawab pertanyaan publik, apakah kasus Ahok telah sesuai dengan pertanyaan publik, apakah kasus Ahok telah sesuai dengan kaidah-kaidah hukum di Indonesia, atau sebaliknya kasus ini bergulir karena kaidah hukum di Indonesia, atau sebaliknya kasus ini bergulir karena desakan publik yang begitu besar melalui berbagai aksi demontrasi. desakan publik yang begitu besar melalui berbagai aksi demontrasi. Penulis hanya menyajikan pembahasan terkait masalah utama Penulis hanya menyajikan pembahasan terkait masalah utama penegakan hukum di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia penegakan hukum di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia bukanlah pada sistem hukum melainkan pada kualitas manusia yang bukanlah pada sistem hukum melainkan pada kualitas manusia yang menjalankan hukum (penegak hukum).

menjalankan hukum (penegak hukum).

Banyak faktor yang mempengaruhi lemahnya mentalitas aparat Banyak faktor yang mempengaruhi lemahnya mentalitas aparat penegak hukum diantaranya lemahnya pemahaman agama, ekonomi, penegak hukum diantaranya lemahnya pemahaman agama, ekonomi, proses rekruitmen tidak transparan dan lain sebagainya. Persamaan proses rekruitmen tidak transparan dan lain sebagainya. Persamaan dimata hukum nyatanya tidak berjalan de

dimata hukum nyatanya tidak berjalan de ngan efektif.ngan efektif.

Kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum semakin Kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum semakin memprihatinkan, bahkan aksi demo yang dilakukan 4 November 2016 memprihatinkan, bahkan aksi demo yang dilakukan 4 November 2016 serta disangkakannya Ahok belum dirasakan sebagai kesungguhan serta disangkakannya Ahok belum dirasakan sebagai kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan penegakan hukum, sehingga pemerintah dalam melaksanakan penegakan hukum, sehingga kesepakatan kaum muslimin untuk mengawal proses hukum penistaan kesepakatan kaum muslimin untuk mengawal proses hukum penistaan Alquran yang dilakukan Ahok, kembali akan dilakukan melalui Alquran yang dilakukan Ahok, kembali akan dilakukan melalui demonstarsi tanggal 2 desember 2016.

demonstarsi tanggal 2 desember 2016.

Selain itu, penulis lebih banyak mengulas profil pribadi Ahok, prestasi Selain itu, penulis lebih banyak mengulas profil pribadi Ahok, prestasi yang telah diraihnya serta gaya kepemimpinan yang tegas dinilai cocok yang telah diraihnya serta gaya kepemimpinan yang tegas dinilai cocok untuk memimpin Jakarta. Pada bagian penutup, penulis juga tidak untuk memimpin Jakarta. Pada bagian penutup, penulis juga tidak menjelaskan keterkaitan judul dengan isi pembahasan dalam bentuk menjelaskan keterkaitan judul dengan isi pembahasan dalam bentuk kesimpulan dan hanya memberikan rekomendasi kepada pemerintah kesimpulan dan hanya memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait proses penegakan hukum. Hal ini dimaksudkan agar terkait proses penegakan hukum. Hal ini dimaksudkan agar kewibawaan Negara dimata rakyat mendapat harkat dan martabatnya. kewibawaan Negara dimata rakyat mendapat harkat dan martabatnya. Bahwa Negara menjamin dan melindungi seluruh warga negara. Negara Bahwa Negara menjamin dan melindungi seluruh warga negara. Negara menjamin hak-hak setiap warga negara, sebagaimana status dan fungsi menjamin hak-hak setiap warga negara, sebagaimana status dan fungsi dari negara itu sendiri yang diatur dalam Konstitusi Negara Republik dari negara itu sendiri yang diatur dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia.

Indonesia.

Analisis Jurnal 3 Analisis Jurnal 3

1.

1. Judul Judul : : Determinasi Determinasi Media Media Dalam Dalam Mengawal Mengawal dan dan Mendorong Mendorong PenegakanPenegakan Hukum Melawan Korupsi

Hukum Melawan Korupsi 2.

2. Peneliti Peneliti : : Amir Amir Machmud Machmud N.SN.S 3.

(6)
(7)

4.

4. Metode Metode Penelitian Penelitian : : Tidak Tidak ada ada karena karena merupakan merupakan artikel artikel ilmiah ilmiah dan dan bukan bukan penelitian.penelitian. Kerangka penulisan terdiri dari Pendahuluan, Pembahasan, Simpulan Kerangka penulisan terdiri dari Pendahuluan, Pembahasan, Simpulan dan Saran serta Daftar Pustaka.

dan Saran serta Daftar Pustaka. 5.

5. Analisis Analisis : Pasca : Pasca reformasi reformasi dan dan terbitnya terbitnya Undang-undang Undang-undang Nomor Nomor 40 40 Tahun Tahun 19991999 tentang Pers, determinasi media dalam mengawal dan mendorong tentang Pers, determinasi media dalam mengawal dan mendorong upaya penegakan hukum melawan korupsi di Indonesia menjadi fakta upaya penegakan hukum melawan korupsi di Indonesia menjadi fakta nyata yang mewarnai sebagian besar pemberitaan media massa, baik nyata yang mewarnai sebagian besar pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik maupun media siber.

cetak, elektronik maupun media siber.

Banyak skandal korupsi skala besar yang melibatkan pejabat negara Banyak skandal korupsi skala besar yang melibatkan pejabat negara dan tokoh politik dengan kerugian negara hingga ratusan miliaran dan tokoh politik dengan kerugian negara hingga ratusan miliaran berhasil di ungkap ke public sekaligus menjadi penekan bagi lembaga berhasil di ungkap ke public sekaligus menjadi penekan bagi lembaga anti rasuah dalam pemberantasan korupsi. Terakhir, kasus yang paling anti rasuah dalam pemberantasan korupsi. Terakhir, kasus yang paling menyita perhatian public adalah mega korupsi KTP elektronik yang menyita perhatian public adalah mega korupsi KTP elektronik yang melibatkan Ketua DPR sekaligus Ketua Partai Golkar Setya Novanto. melibatkan Ketua DPR sekaligus Ketua Partai Golkar Setya Novanto. Dalam kasus ini, masifnya determinasi media berhasil memainkan Dalam kasus ini, masifnya determinasi media berhasil memainkan peran untuk membangun opini public, sehingga Setya Novanto di peran untuk membangun opini public, sehingga Setya Novanto di  jebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 jebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak dapat dipungkiri, dalam konteks penegakan hukum di Indonesia Tidak dapat dipungkiri, dalam konteks penegakan hukum di Indonesia yang masih diwarnai tarik menarik kepentingan politik, determinasi yang masih diwarnai tarik menarik kepentingan politik, determinasi media menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan media menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pemberantasan korupsi, terutama oleh KPK. Pers memainkan fungsi pemberantasan korupsi, terutama oleh KPK. Pers memainkan fungsi tersebut sebagai amanat dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tersebut sebagai amanat dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 untuk mengawal penyelenggaraan negara dan pemerintahan yang untuk mengawal penyelenggaraan negara dan pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Salah satu fungsi pers yakni melaksanakan akuntabel dan transparan. Salah satu fungsi pers yakni melaksanakan control sosial yang merupakan penjabaran dari pemahaman bahwa control sosial yang merupakan penjabaran dari pemahaman bahwa kemerdekaan pers mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme.

kemerdekaan pers mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme.

Media mendeterminasi penegakan hukum melawan korupsi dengan Media mendeterminasi penegakan hukum melawan korupsi dengan mengetengahkan kebijakan pemberitaan yang berbasis framing atau mengetengahkan kebijakan pemberitaan yang berbasis framing atau pembingkaian dengan mengonstruksi realitas yang berorientasi pada pembingkaian dengan mengonstruksi realitas yang berorientasi pada sebesar-besarnya kemaslahatan public.

sebesar-besarnya kemaslahatan public.

Satjipto Rahardjo dalam Sisi Lain dari Hukum di Indonesia menulis Satjipto Rahardjo dalam Sisi Lain dari Hukum di Indonesia menulis bahwa sesungguhnya perjalanan hukum penuh dengan lika-liku yang bahwa sesungguhnya perjalanan hukum penuh dengan lika-liku yang tidak bisa dipolakan secara absolute-eksak. Namun hal itu tidak berarti tidak bisa dipolakan secara absolute-eksak. Namun hal itu tidak berarti hukum merupakan suatu institusi yang bisa dibengkak-bengkokkan hukum merupakan suatu institusi yang bisa dibengkak-bengkokkan menurut selera orang. Hanya ingin ditunjukkan, bahwa penegakan menurut selera orang. Hanya ingin ditunjukkan, bahwa penegakan hukum tidak segampang dan sejelas seperti yang dikatakan hukum tidak segampang dan sejelas seperti yang dikatakan undang-undang, melainkan sarat akan intervensi sosial, politik, ekonomi serta undang, melainkan sarat akan intervensi sosial, politik, ekonomi serta praktik perilaku substansial dari orang-orang yang

praktik perilaku substansial dari orang-orang yang menjalankannya.menjalankannya. Pada sisi inilah kebijakan pemberitaan media akan menjadi penentu, Pada sisi inilah kebijakan pemberitaan media akan menjadi penentu, seberapa besar media berpihak dengan member ruang y

seberapa besar media berpihak dengan member ruang y ang lebih besarang lebih besar dan kuat bagi element-element anti korupsi. Mengonstruksi realitas dan kuat bagi element-element anti korupsi. Mengonstruksi realitas dalam pemberitaan media lewat hard news, artikel opini, tajuk rencana dalam pemberitaan media lewat hard news, artikel opini, tajuk rencana

(8)
(9)

atau bahkan pojok merupakan langkah penting mengorientasikan atau bahkan pojok merupakan langkah penting mengorientasikan keberpihakan media.

keberpihakan media.

Karena itu, agar determinasi media dalam mengawal dan mendorong Karena itu, agar determinasi media dalam mengawal dan mendorong upaya penegakan hukum melawan korupsi di Indonesia dapat terus upaya penegakan hukum melawan korupsi di Indonesia dapat terus berjalan, perlu terus didorong oleh kekuatan-kekuatan masyarakat berjalan, perlu terus didorong oleh kekuatan-kekuatan masyarakat sipil. Selain itu, pengawasan terhadap media dalam menjalankan sipil. Selain itu, pengawasan terhadap media dalam menjalankan fungsi-fungsinya harus secara konsisten dijalankan oleh fungsi-fungsinya harus secara konsisten dijalankan oleh lembaga-lembaga yang mempunyai akses pertanggungjawaban ke public, lembaga yang mempunyai akses pertanggungjawaban ke public, sehingga media tidak bias dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehingga media tidak bias dalam melaksanakan tugas dan fungsi  jurnalistiknya.

 jurnalistiknya.

2.

2. Silahkan membaSilahkan membaca artikel pada wca artikel pada website beriebsite berikut dan berikut dan berikan argumentaskan argumentasi saudara: i saudara: LihatLihat Url 

Url ::https://www.shttps://www.scribd.ccribd.com/doc/82254135/om/doc/82254135/Gagasan-Negara-HGagasan-Negara-Hukum-Indoneukum-Indonesiasia

Keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu hasil amandemen keempat Undang-undang Keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu hasil amandemen keempat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan salah satu penegasan konsep negara Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan salah satu penegasan konsep negara hukum modern Indonesia. Keberadaan Mahkamah Konstitusi merupakan perwujudan cita-cita hukum modern Indonesia. Keberadaan Mahkamah Konstitusi merupakan perwujudan cita-cita negara hukum yang harus di mulai dengan mengawal tegaknya konstitusi sebagai hukum tertinggi negara hukum yang harus di mulai dengan mengawal tegaknya konstitusi sebagai hukum tertinggi dalam sebuah negara hukum.

dalam sebuah negara hukum.

Pembentukan Mahkamah Konstitusi diperlukan untuk menegakkan

Pembentukan Mahkamah Konstitusi diperlukan untuk menegakkan prinsip negara hukum Indonesiaprinsip negara hukum Indonesia dan prinsip konstitusionalisme. Artinya tidak boleh ada undang-undang dan peraturan dan prinsip konstitusionalisme. Artinya tidak boleh ada undang-undang dan peraturan perundang- perundang-undangan lainnya yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar sebagai puncak dari tata undangan lainnya yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar sebagai puncak dari tata urutan perundang-undangan di Indonesia.

urutan perundang-undangan di Indonesia.

Mahkamah Konstitusi mempunyai fungsi mengawal dan menjaga agar konstitusi sebagai hukum Mahkamah Konstitusi mempunyai fungsi mengawal dan menjaga agar konstitusi sebagai hukum tertinggi dapat ditaati dan ditegakan dengan setegak-tegaknya, sekaligus dalam rangka tertinggi dapat ditaati dan ditegakan dengan setegak-tegaknya, sekaligus dalam rangka mengendalikan, mengawal dan mengarahkan proses demokrasi kehidupan kenegaraan mengendalikan, mengawal dan mengarahkan proses demokrasi kehidupan kenegaraan berdasarkan Undang-Und

berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara ang Dasar Negara Republik Republik Indonesia TahuIndonesia Tahun 1945. n 1945. Sebagai pengawalSebagai pengawal konstitusi

konstitusi dan dan pengarah pengarah demokrasi, demokrasi, Mahkamah Mahkamah Konstitusi Konstitusi juga juga berfungsi berfungsi sebagai sebagai penafsirpenafsir tertinggi

tertinggi atas atas Undang-Undang Undang-Undang Dasar Dasar melalui melalui putusan-putusannya putusan-putusannya sebagaimana sebagaimana mestinya.mestinya.

Karena itu, kedudukan dan peranan Mahkamah Konstitusi sangat penting dan strategis dalam Karena itu, kedudukan dan peranan Mahkamah Konstitusi sangat penting dan strategis dalam rangka bekerjanya sistem ketatanegaraan Republik Indonesia di masa yang akan datang, guna rangka bekerjanya sistem ketatanegaraan Republik Indonesia di masa yang akan datang, guna mendukung upaya membangun kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita yang semakin mendukung upaya membangun kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita yang semakin demokratis, damai, sejahtera, mandiri, bermartabat, dan berkeadilan.

(10)
(11)

3.

3. Silahkan membaca artikel pada website berikut dan berikan argumentasi saudara : Silahkan membaca artikel pada website berikut dan berikan argumentasi saudara : lihatlihat https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh

1.

1. Judul Judul : : Aktualisasi Aktualisasi nilai-nilai nilai-nilai Pancasila Pancasila terhadap terhadap hak hak atas atas kebebasan kebebasan beragamaberagama dan beribadah di Indonesia

dan beribadah di Indonesia 2.

2. Peneliti/Penulis Peneliti/Penulis : : Sekar Sekar Anggun Anggun Gading Gading Pinilih, Pinilih, Sumber Sumber Nurul Nurul HikmahHikmah 3.

3. Penerbit Penerbit :: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/17002/13374https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/17002/13374 4.

4. Argumentasi Argumentasi : : Artikel Artikel berjudul berjudul aktualisasi aktualisasi nilai-nilai nilai-nilai Pancasila Pancasila terhadap terhadap hak hak atasatas kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia ini sangat tepat untuk kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia ini sangat tepat untuk menggambarkan kondisi kekinian kehidupan beragama di Indonesia, menggambarkan kondisi kekinian kehidupan beragama di Indonesia, terutama semenjak munculnya kasus penistaan agama yang dilakukan terutama semenjak munculnya kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang berlanjut pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang berlanjut pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sejatinya Indonesia merupakan negara dengan pluralism agama. Sejatinya Indonesia merupakan negara dengan pluralism agama. Namun di tengah pluralisme agama tersebut, hubungan lintas agama di Namun di tengah pluralisme agama tersebut, hubungan lintas agama di Indonesia semakin terpuruk. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aksi Indonesia semakin terpuruk. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aksi kekerasan atas nama agama yang semakin meningkat belakangan ini. kekerasan atas nama agama yang semakin meningkat belakangan ini. Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang terdapat dalam alinea Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang terdapat dalam alinea keempat UUD NRI Tahun 1945 dengan sila pertama “Ketuhanan Yang keempat UUD NRI Tahun 1945 dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” bukan saja menjadi d

Maha Esa” bukan saja menjadi dasar rohani dan dasar moral kehidupanasar rohani dan dasar moral kehidupan bangsa, melainkan secara implisit mengandung toleransi beragama. bangsa, melainkan secara implisit mengandung toleransi beragama. Selain sila pertama tersebut, aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam Selain sila pertama tersebut, aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam menjamin hak atas kebebasan beragama dan beribah di Indonesia menjamin hak atas kebebasan beragama dan beribah di Indonesia termaktub dalam pasal 28 E ayat (1) dan pasal 29

termaktub dalam pasal 28 E ayat (1) dan pasal 29 UUD NRI Tahun 1945.UUD NRI Tahun 1945. Dalam menyikapi pluralisme agama harus mendasarkan atau Dalam menyikapi pluralisme agama harus mendasarkan atau menyesuaikan pada nilai-nilai Pancasila, utamanya nilai Ketuhanan menyesuaikan pada nilai-nilai Pancasila, utamanya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang harus dihayati dan dijadikan pedoman dalam Yang Maha Esa yang harus dihayati dan dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, hak atas kebebasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, hak atas kebebasan bearagama adalah hak asasi manusia yang wajib dan telah dijamin oleh bearagama adalah hak asasi manusia yang wajib dan telah dijamin oleh negara, artinya tidak ada seorangpun yang dapat mengusik ataupun negara, artinya tidak ada seorangpun yang dapat mengusik ataupun mengganggu ibadah agama setiap orang, karena setiap orang memiliki mengganggu ibadah agama setiap orang, karena setiap orang memiliki kebebasan untuk bertuhan menurut agama dan kepercayaan, setiap kebebasan untuk bertuhan menurut agama dan kepercayaan, setiap orang menjalankan agama dan kepercayaan secara berkeadaban, saling orang menjalankan agama dan kepercayaan secara berkeadaban, saling menghormati, serta segenap agama dan kepercayaan mendapat menghormati, serta segenap agama dan kepercayaan mendapat tempat dan perlakuan yang sama.

tempat dan perlakuan yang sama.

Dengan menanamkan nilai Pancasila tersebut akan dapat mewujudkan Dengan menanamkan nilai Pancasila tersebut akan dapat mewujudkan rasa kemanusiaan yang beradab dan tercipta kehidupan bermsayarakat rasa kemanusiaan yang beradab dan tercipta kehidupan bermsayarakat yang humanis karena tidak adanya konflik agama. Adanya rasa humanis yang humanis karena tidak adanya konflik agama. Adanya rasa humanis dan kemanusiaan tersebut akan mendorong persatuan dan kesatuan dan kemanusiaan tersebut akan mendorong persatuan dan kesatuan bangsa, dalam hal ini apabila rakyat bersatu mempertahankan negara bangsa, dalam hal ini apabila rakyat bersatu mempertahankan negara

(12)
(13)

dan bela negara, maka negara akan kuat dari ancamanancaman luar dan bela negara, maka negara akan kuat dari ancamanancaman luar yang ingin meruntuhkan Indonesia.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Strategi pemuliaan dengan metode seleksi berulang yang diaplikasikan pada spesies tanaman hutan tropis, selain mempunyai mutu genetik tinggi juga mudah, cepat dan relatif

Itulah sebabnya banyak persoalan, keributan, atau konflik dalam gereja, karena ada pemimpinnya yang melayani menurut pola “apa yang dipikirkan manusia.” Maka

 Pengertian latihan yang berasal dari kata training adalah penerapan dari suatu perencanaan untuk meningkatkan kemampuan berolahraga yang berisikan materi teori dan praktek,

Ampul dibuat dari bahan gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka terhadap cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan gelas

 Dalam welfare state, hak kepemilikan diserahkan kepada swasta sepanjang hal tersebut memberikan insentif ekonomi bagi pelakunya dan tidak merugikan secara sosial,

sumber data adalah perannya dalam pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan sastra Jawa modern. Adapun alasan pemilihan cerkak DPBLL sebagai objek penelitian adalah

Inkubasi tabung mikrosentrifus kedua selama 10 menit pada temperatur ruang (bolak-balikkan tabung 2-3 kali selama masa inkubasi) untuk melisis sel-sel darah

Sedangkan upaya sekolah yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam kegiatan tidak terprogram (kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan) yaitu; (a)