• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cinta & Kehidupan Lika-Liku Kehidupan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cinta & Kehidupan Lika-Liku Kehidupan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Cinta

&

Kehidupan

“Lika-Liku Kehidupan”

Genre : Human’s life stories

Page : 132 pages

Writer : Gunawan Tambunsaribu

…Stories…..

Semua manusia pasti ingin dimengerti dan

selalu ingin mengerti dan selalu ingin dipuji, jarang

sekali orang memperhatikan keadaan orang-orang di

sekelilingnya. Apakah dunia ini memang benar-benar

sudah penuh dengan ego?

***

“Lo tau gak”. Sebenarnya... gue kesal banget sama lo. Tapi semakin sebel lagi ngelihat tingkah lo yang pura-pura tidak tahu itu. Gue lihat lo itu gak ngehormatin gue. Sadar gak lo di situ? Kalau lo Tanya balik ke gue apa salah lo, lo memang benar-benar manusia yang paling “GOBLOK” dan paling menyebalkan! Lo sering bilang, “Kita kan teman!”. Semudah itu bibir lo yang busuk itu ngomong begitu? Lo tau gak?, teman itu bukan hanya teman

(2)

waktu untuk ngakak-ngikik atau teman yang hanya bisa diajak ‘Nongkrong’ semata. Tapi jauh lebih berarti dari yang lo anggap “sempit’ selama ini.

***

Aku hanya tak habis fikir, katanya dunia hanyalah

singkat dan sementara. Namun yang kurasakan saat ini

seperti bermilyar-milyar jam yang harus aku lewati.

Padahal menghadapi satu detik saja rasanya aku tak

sanggup lagi. Kenapa orang-orang selalu berusaha

menghindari apa yang seharusnya ia hadapi?. Aku

adalah salah satu diantaranya. Aku sibuk dengan

pertanyaan-pertanyaan yang terus berkecamuk di

pikiranku. Satu pertanyaan belum bisa aku jawab, dan

pertanyaan yang kedua datang, begitu juga dengan

pertanyaan yang ke tiga, keempat dan ntah berapa

banyak itu, aku pun tak bisa menghitungnya.

***

Kata orang, di dunia ini ada dua pilihan yang harus

kita pilih. “ya” atau “tidak”. “Hitam” atau “Putih”. Namun

dua-duanya bagiku sama saja. Terkadang di saat aku tertawa,

di saat itu juga aku merasakan ada tangisan. Di saat aku

kesedihan dan kesepian di saat itu juga kau merasakan

adanya kebahagiaan.

(3)

“....loe juga tahu kan kalo gue itu gak suka kalo

yang namanya keributan dan kekacauan. Nah! gue itu di

rumah punya dua adik yang masih kecil-kecil. Dan

lagi-lagi setiap kali gue pengen tentram belajar atau

ngedengerin TV, nah, bocah-bocah ini tetep aja

nge’gangguin gue, nangis minta jajanlah, susulah atau

apalah itu… Gue pusing… pusing...”.

***

Kebanyakan manusia seperti aku, baru menyadari “Untung” dan “Rugi” atau “sedih” dan “bahagia” di saat kita melihat derita orang lain. Saat ditinggal oleh teman-temanku sore ini, aku kembali takut akan “Sunyi” yang akan kuhadapi sampai besok pagi.

***

Sungguh!, aku minta maaf dan mohon bantuanMu Tuhan. Aku tidak ingin menjadi anak yang “pura-pura” baik dan “Alim” di depan mereka tetapi sejujurnya aku adalah anak “Jahanam” dan tidak punya perasaan seperti layaknya “BINATANG” yang tidak pernah berfikir untuk berbuat baik.

(4)

“Yah!, memang dunia sudah terlalu diagung-agungkan oleh perkataan

CINTA

”, tanpa tersadar aku telah membohongi perasaanku sendiri. Aku sadar cinta itu diberikan Tuhan agar manusia bisa mengerti dan merasakan perasaan orang lain. Oleh karena itu, manusia harus saling berbagi cinta, agar hidup berwarna. Cinta…ya…cinta. Berapa juta orang sakit dan akhirnya meninggal oleh karena Cinta. Memang!, cinta itu benar-benar gila. Manusia bisa diperbudak oleh Cinta.

***

Aku sering gelisah dan bertanya kepada benda-benda mati di sekelilingku, termasuk meja dan kursi yang setia menemaniku menuliskan isi-isi ceritaku pada lembaran buku ini. Aku bertanya, “aku ini sebenarnya anak kuliah apa bukan sih? Aku sebenarnya hidup atau sudah mati? Sampai-sampai aku pernah berfikir dan bertanya dalam hati “aku ini manusia apa bukan, sih? Heran dengan pertanyaanku? Aku juga heran dan bingung.

***

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari saja

karena esok hari kita punya kesusahan tersendiri

”. Tapi..., aku memang orang yang bebal dan pembantah. Belum pun aku jalani, tetapi aku sudah berfikir yang bukan-bukan dan bahkan terlalu gelisah akan “Esok Pagi” yang akan aku jalani. Hhh..., aku semakin gelisah dan terus gelisah. ***

(5)

Di sini, di dalam hatiku berkecamuk resah dan takut jika suatu hari nanti aku mati dan tidak melakukan apa-apa yang terbaik buat orang-orang yang mengenal dan menyayangiku. Sampai hari ini aku hanya bisa menyusahkan hidup mereka. Andai mereka punya “Kasih” seperti yang Tuhan punya, aku tak akan segelisah ini. Aku pun tahu mereka mencintai aku, tapi tak selamanya mereka menyayangi aku apa adanya. Karena aku tahu manusia punya batas kesabaran. Tapi..di dalam kegelisahan untuk tetap bertahan hidup, aku hanya dan masih bisa berharap kepada Tuhan, walau aku tak tahu kapan saatnya Dia menjawab Doa-doaku.

***

Pagi ini aku bersyukur, aku masih bisa menemukan

nafasku masih utuh dan kulihat matahari masih bersinar menyinari

hariku. Aku harus mencoba untuk mengalahkan rasa ‘gelisahku’.

Semakin hari, aku semakin kuat untuk ingin cepat membuang rasa

‘jenuhku’ dalam menghadapi hidup ini. Memang hidup harus aku

terus jalani walau apapun menghalangi. Di dalam kondisi ‘lemah’

dan ‘lelah’ dalam jalan pikiranku, aku memang harus mencoba

selalu menumbuhkan semangat hidupku..

(6)

Hatiku yang sekeras batu dan yang ‘SOK TEGAR’

ini akhirnya bisa juga meneteskan air mata. Biarlah air mata

ini mempunyai arti dan selalu mengingatkanku untuk terus

berjuang untuk menapak masa depanku yang lebih cerah

lagi. Menjauhkan keangkuhan, kesombongan dan juga

kepura-puraan selama ini. Aku ingin menjadi apa adanya.

Berharap Tuhan akan mengerti setiap liku-liku tulisan yang

tertulis seperti apa yang aku rasakan saat ini. ‘Angkuh’ dan

‘Sombong’ adalah topeng kemunafikan hatiku.

***

Aku tahu, hari ini pasti hari yang tak kunjung

datang lagi kesempatannya. Dan kau tak mau

‘hari-hariku’ terlewati dengan kesedihan, tetapi aku harus

bertahan untuk tetap bahagia dengan apa yang kau

dapatkan. Memang, pengharapan ialah sebuah obat

yang paling mujarab dan paling manjur untuk dapat

mengalahkan segala bentuk kesedihan yang

disebabkan oleh kegagalan.

(7)

Aku tak mampu membendung rasa sedih ini. Seolah-olah semua orang-orang yang kukenal baik dulu, berbalik menjauhiku. Aku menyadari akan hal itu. Bagaimana bisa aku bisa bersama-sama dengan mereka lagi untuk jalan-jalan, sedangkan aku tahu posisiku seperti apa saat ini. Aku memang harus lebih menebalkan semangatku agar aku tidak rapuh hanya karena ditinggalkan dan dikucilkan oleh mereka.

***

Tapi yang namanya ‘Manusia’ tetap saja ‘Manusia’ yang di

suatu saat nanti dia pasti akan menceritakan rahasia itu kepada

orang lain dengan ‘syarat’ orang lain yang mendenagrkan cerita itu

bisa menjadikan ‘Rahasia’ itu menjadi sebuah ‘rahasia’ lainnya.

“tapi ingat ya!, hanya kamu dan aku yang boleh tahu masalah ini.

Janji?...”. jawabnya “Janji!”. “Ah!, bagiku…..yang namanya

rahasia itu tetap saja menjadi sebuah

“Barang Koleksi Indah”

yang bisa dipandangi oleh setiap orang karena harganya dan

keindahannya mengundang perhatian orang untuk membeli dan

menjadikan “Rahasia” itu menjadi sebuah “Alur Film” yang

terbaru dan spektakuler dan setiap orang pasti ingin dia yang

pertama sekali menonton Film itu.

(8)

Dia masih ingin mencari kerja di “Jakarta”, kota Metropolitan yang selalu dianggap orang tempat paling bagus untuk mengadu nasib. “Tapi apa?”. Jakarta ialah kota yang sangat padat penduduknya dan penuh dengan kejahatan. Di kota ini, banyak sekali pengangguran, pengemis dan bahkan dari kota yang selalu kita dibanggakan ini banyak melahirkan orang-orang yang tidak waras alias “Gila”. Dari gila kehormatan, gila pujian, gila prestasi, gila harta dan akhirnya banyak berubah menjadi Gila Pikiran alias Hilang akal sehat dan pikirannya menjadi tak berfungsi dan lunglai, letih dan lesu hingga tak bisa lagi untuk menjalankan pikirannya alias MATI. Aku merasa orang-orang yang ‘akan atau yang ‘sudah’ tinggal di kota raksasa ini adalah orang-orang yang harus punya mental dan iman yang kuat.

***

Hidupku sekarang ini tak jauh dari kata sebuah peribahasa “Bagaikan Telor di Ujung Tanduk”. Aku bingung mencari uang untuk melanjutkan kuliahku. Aku tidak bekerja lagi dan sekarang kehidupan semakin sulit dengan keadaanku seperti sekarang yang hanya bisa pergi dan pulang ke kampus untuk belajar. Semua langkah dan jalan pikiranku sudah penuh dengan ancang-ancang jika nantinya aku harus rela meninggalkan bangku kuliah jika masalah keuangan sudah tak bisa teratasi lagi.

(9)

Aku tak bisa berbuat apa-apa karena isi hati

dan juga bentuk ruang-ruangnya tak bisa kulihat

dengan jelas, kerena bentuknya Abstrak. Aku hanya

mampu berimajinasi tentang semuanya itu. Dan itu

muncul di setiap kali aku menemukan kegelisahan

dan yang menyebabkan hatiku melemah dalam

menghadapi hari-hariku. Aku juga punya keinginan

untuk tetap damai dan ingin dengan normal

mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi sampai

sekarang, hanya satu kata yang aku pegang yaitu

“BERTAHAN” untuk tetap dalam ‘pengharapan’.

Aku masih yakin kalau Tuhan itu adil.

***

Apakah sampai tua aku harus menerima keadaan yang seperti

ini??. Apakah memang aku yang tak pantas untuk bermimpi? Ataukah

usahaku untuk ‘menang’ dalam mencapai keinginanku salah??. Ataukah

memang aku yang sudah ‘

KRISIS IMAN’ sehingga aku tak bisa

menghadapi kenyataan pahit??. Sebenarnya aku tahu itu adalah sifat

pesimisku atau pikiran negatifku yang sering kali muncul saat aku tak

menemukan apa yang aku impikan. #kegagalan#. Aku seakan-akan sudah

MUAK…MUAK…dengan beban dan rasa ini.

(10)

Aku senang… aku gembira…, walau kutahu besok aku akan punya beban tersendiri yang aku pun belum tahu apa itu. Tapi aku selalu berharap agar semua gelisah ini bisa aku atasi dengan adanya ‘Harapan’ di setiap hariku untuk bisa lebih dewasa memahami dan menjalani serta menerima kenyataan hidup yang telah dan yang akan aku hadapi esok hari. ***

***

“Gila ya?. Masih ada orang kampungan yang berpikiran seperti ini”, pikirku dalam hati. “harusnya tahu dong, kalau customer di counter kami adalah orang-orang elit yang memang tingkat pendidikannya juga tinggi. Mereka bisa saat itu juga melapor dan mungkin juga menonjok aku kalau aku memaksa mereka untuk membayar uang tip. Emang gua goblok apa?” pikirku dalam hati. “Heh… kalo punya mulut tuh dipake buat ngomong yang bener ya!”.

***

“Kalau memang begitu keadaannya, untuk apa lagi kita hidup di dunia ini?”, aku mencoba meredam rasa gelisahku. “Apa benar? Apakah semua itu terjadi secepat yang kamu katakan tadi??”, aku berkata dengan nada sedikit kesal dan emosional, penuh amarah. “lalu…kenapa kamu mau kuliah dan menghabiskan banyak uang untuk bayar kuliah kalau kamu tidak percaya kalo itu tidak berarti lagi buat kamu?. Terus…untuk apa kamu sekarang capek-capek ngerjain tugas yang kamu sedang tulis itu kalau toh kamu yakin akan mati secepatnya?”, aku bertanya dengan geramnya.

***

(11)

Tapi..apa??. Aku harus terima kenyataannya bahwa sekarang ini aku tidaklah seperti apa yang aku inginkan. Aku harus berjuang sendiri melawan rasa sakitku. Aku memaksakan diriku untuk memasak ‘

lauk-pauk

’, sayur dan ikan, sendiri agar aku tidak kelaparan dan tidak mati karena tidak makan. Andai saja orangtuaku berada di sampingku, mereka akan bisa merawatku dengan baik dan aku akan cepat sembuh.

***

Semakin aku mencoba untuk menentramkan hatiku

yang kacau, semakin aku kesal, geram dengan diriku

sendiri. Inilah gelisah yang selalu mencampakkan akal

sehatku dan mengganggu hari-hariku. Sampai kapan

gelisah ini lari dan punah dari hatiku?. Aku tak mengerti

mengapa dia selalu datang menghancurkan ceriaku.

Referensi

Dokumen terkait

Komponen ‘proses’ yang dominan pada teks menunjukkan bahwa seluruh nilai budaya dan norma-norma sosial masyarakatnya merujuk kepada ajaran Islam dan setiap ungkapan-ungkapan Melayu

Pemeriksaan secara rutin kecukupan gizi janin sangat penting agar setiap ibu hamil mendapatkan bayi yang sehat dengan berat janin yang sesuai dengan masa kehamilannya dan

source code hasil plagiaris, akan tetapi kelemahannya adalah Jaccard similarity mem- bandingkan isi N – gram dengan eksak dan hanya melihat apakah ada suatu N –

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan multi representasi pada materi Fluida Statis terhadap hasil belajar siswa dan untuk

Melalui analisis organisasi, analisis tugas dan analisis personal yang telah dilakukan, maka akan ditentukan matriks kategorisasi pelatihan K3 berdasarkan tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan cara penerapan teknik pencegahan kecelakaan kerja dengan metode program observasi terhadap penerapan

(3) HTCK Kasetum Polri dengan Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Asrena Kapolri), bersifat Horizontal dan bentuk hubungan adalah (garis) koordinasi

Selain sebagai sumber senyawa bahan alam, spons juga memiliki manfaat yang lain, seperti: digunakan sebagai indikator biologi untuk pemantauan pencemaran laut (Amir,