• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi seperti saat ini, industri telekomunikasi sangatlah berkembang pesat dibanding dengan tahun-tahun yang sebelumnya, dimana kecenderungan teknologi berubah dari tradisional menjadi lebih kekinian dibandingkan dengan yang sebelumnya. Sampai saat ini penyedia jasa layanan jaringan telekomunikasi di Indonesia mencapai 12 operator. Indonesia menduduki sebagai negara yang memiliki operator terbanyak di Asia, dimana terdiri dari 8 operator seluler, 4 operator FWA, dan 2 operator PSTN. Tingginya tingkat jumlah penggunaan telepon gengam, maka hal ini berpengaruh bagi industri telekomunikasi. Saat ini banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa telepon genggam sangatlah penting untuk menjalankan aktivitasnya, misalnya untuk menghubungi rekan bisnis mereka. (sumber: academia.edu, 2011)

Telepon Bergerak Seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon tetap kabel, namun dapat dibawa ke mana-mana (portable, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telekomunikasi kabel. Selain berfungsi sebagai telepon, telepon selular modern biasanya mendukung layanan tambahan seperti Short Messages Services (SMS), Multimedia Messages Service (MMS), e-mail dan akses Internet, aplikasi bisnis dan permainan, serta fotografi. Saat ini, Indonesia mempunyai dua sistem jaringan telepon bergerak seluler yaitu Global System for Mobile Telecommunications (GSM) dan Code Division Multiple Access (CDMA). (sumber: academia.edu, 2011)

Adanya perkembangan telekomunikasi, diterbitkanlah undang-undang telekomunikasi yang pertama yaitu undang-undang No 3 Tahun 1989 tentang telekomunikasi yang berlaku sejak 1 April 1989. Maksud dari undang-undang ini, pemerintah mulai memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk berpartisipasi dengan persyaratan bahwa pihak swasta yang berminat harus menjalin kerjasama dengan badan penyelenggara. Selang sepuluh tahun sejak UU pertama tadi, lahirlah UU telekomunikasi yang baru. Pemerintah menjadikan sektor komunikasi sebagai

(2)

pasar monopoli. Namun akhirnya pemerintah menyadari bahwa ridak semua bagian memiliki karakteristik yang tepat. (sumber: academia.edu, 2011)

Saat ini setiap orang pasti memiliki telepon genggam untuk menghubungi orang terdekatnya dengan berbagai macam tujuan, telepon genggam yang digunakan pastinya membutuhkan operator jaringan didalamnya. Setiap wilayah pastinya mempunyai jumlah pengguna telepon seluler yang berbeda-beda, pada tabel berikut ini, terlampir jumlah pengguna telepon seluler dibeberapa provinsi diIndonesia.

Tabel 1. 1 Persentase Rumah Tangga yang Memiliki/Menguasai Telepon Seluler menurut provinsi, 2009-2012

Sumber gambar: Badan Pusat Statistik, 2014

Dari tabel diatas menunjukkan hampir setiap tahunnya jumlah pengguna telepon seluler semakin meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Dimana jumlah pengguna telepon seluler ditahun 2009 sebanyak 61,84% dan meningkat 10,16% ditahun berikutnya. Jumlah pengguna terus meningkat dari tahun ketahunnya.

(3)

PT. Batavia Akses Nusantara adalah salah satu perusahaan yang juga bergelut dibidang telekomunikasi, perusahaan ini mulai didirikan sejak tahun 2003. Dimana perusahaan ini melakukan pendistribusian dari Telkomsel. Perusahaan ini hanya mendistribusikan pulsa dan SIM card di wilayah jabotabek saja, dimana sampai saat ini memiliki 21 distributor, PT. Batavia Akses Nusantara memiliki kantor utama di Karawang, Jawa barat, dan memiliki 23 kec disana. Perusahaan memiliki tanggung jawab atas ketersediaan barang untuk wilayah Karawang pada setiap outlet disana serta bertanggung jawab atas pertumbuhan pada setiap cluster yang dimilikinya di Karawang. Pada setiap kecamatan, memiliki 1 atau 2 sales dan juga kendaraan masing-masing.

Mitra bisnis yang dimiliki dari perusahaan ini adalah Reseller (RS) dan Server (multi), jalur pendistribusian perusahaan juga memiliki patokan, yakni hanya diwilayah Karawang saja dan tidak boleh keluar dari wilayah Karawang, bila keluar dari wilayah Karawang maka itu disebut OC atau Out Cluster, dan jumlah OC denom kecil(senilai pulsa 5-25) hanya boleh dengan jumlah 16% saja, dan jumlah OC denom besar(50-100) hanya boleh 1,5% saja. Bila perusahaan melebihi persentase tersebut, maka perusahaan akan mendapatkan peringatan dari perusahaan Telkomsel. Contoh OC misalnya nomor Karawang mau melakukan isi pulsa, namun sedang berada di Bekasi, hal ini disebut sebagai OC. Istilah OR atau Out Regent, istilah ini hampir sama dengan OC namun perbedaannya adalah OR keluar dari Jabotabek, sedangkan OC masih wilayah Jabotabek. Jumlah OR yang dibatasi juga sama hal nya dengan OC, yakni jumlah OR denom kecil (senilai5-25) hanya boleh 5% saja, dan jumlah OR denom besar (50-100) hanya boleh 2% saja.

Perusahaan ini memiliki key perform, yang dilihat dari segi sales perusahaan. Levelnya dimulai dari black senilai 30% sebagai urutan terendah, sampai platinum sebagi urutan paling tinggi senilai 110%. Level yang saat ini dimiliki oleh PT Batavia Akses Nusantara adalah dilevel silver senilai 70%. Key perform ini nantinya akan menghasilkan bonus untuk perusahaan. Sales dalam perusahaan ini memiliki kewajiban untuk mengunjungi 15 cluster berbeda disetiap harinya, yang bertujuan untuk memastikan apakah jumlah barang masih cukup atau tidak. Kendala utama dari perusahaan ini adalah ingin meraih pangsa pasar yang ada, tolak ukur dari hal ini berkaitan dengan sales, dimana jika sales tidak menjalankan kewajiban tugasnya, maka target perusahaan juga akan menurun. (sumber: PT. Batavia Akses Nusantara)

(4)

Sampai saat ini PT. Batavia Akses Nusantara memiliki kurang lebih 77 karyawan. Karyawan yang lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya biasa akan segera mendapatkan teguran lisan, kemudian surat peringatan pertama, kedua, ketiga, dan selanjutnya akan diberhentikan bila tetap melanggar kewajiban dan tanggung jawabnya.

Berdasarkan dari latar belakang dan kendala serta masalah yang muncul, maka penulis memutuskan untuk menganalisis topik strategi bisnis dengan judul “ANALISIS FORMULASI STRATEGI BISNIS PADA PT. BATAVIA AKSES NUSANTARA”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari latar belakang dan masalah diatas, maka permasalan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) PT. Batavia Akses Nusantara?

2. Bagaimana kondisi eksternal (peluang dan ancaman) PT. Batavia. Akses Nusantara?

3. Apakah rekomendasi strategi yang tepat bagi PT. Batavia Akses Nusantara?

1.3 Ruang Lingkup

Penelitian ini dilakukan pada PT. Batavia Akses Nusantara, dimana penelitian ini akan menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan tahapan masukan yang terdiri dari matriks EFE, matriks IFE, matriks CPM, kemudian pada tahap pencocokan terdiri dari matriks SWOT, matriks SPACE, matriks IE, dan matriks GRAND STRATEGY. Dan pada tahap terakhir adalah tahapan pengambilan keputusan yaitu matriks QSPM. Proses penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner dan melakukan wawancara pada pihak PT. Batavia Akses Nusantara.

(5)

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan dari latar belakang dan identifikasi masalah, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) PT. Batavia Akses Nusantara.

2. Untuk mengetahui kondisi eksternal (peluang dan ancaman) PT. Batavia Akses Nusantara.

3. Untuk mengetahui rekomendasi strategi yang tepat bagi PT. Batavia Akses Nusantara.

1.5 Manfaat penelitian

Berdasarkan dari penelitian ini, penulis mengaharapkan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi penulis:

• Untuk menambah ilmu dan pengetahuan terkait bidang strategi bisnis. • Untuk menambah wawasan terkait industri telekomunikasi di

Indonesia.

• Sebagai bahan dasar penelitian yang nantinya akan digunakan penulis dikemudian hari.

2. Bagi perusahaan:

• Memberikan informasi terkait kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) PT. Batavia Akses Nusantara.

• Memberikan informasi terkait kondisi eksternal (peluang dan ancaman) PT. Batavia Akses Nusantara.

• Memberikan informasi terkait strategi bisnis yang tepat pada PT. Batavia Akses Nusantara.

3. Bagi pembaca:

• Sebagai referensi dan masukan bagi pembaca yang nantinya ingin melakukan penelitian dikemudian hari.

• Menambah ilmu pengetahuan serta wawasan bagi pembaca terkait ilmu strategi bisnis.

(6)

• Membantu memotivasi pembaca jika ingin melakukan penelitian dikemudian hari

1.6 State of The Art

Berikut ini adalah hasil penelitian terdahulu:

Tabel 1.2 Penelitian terdahulu (SOTA)

Judul Jurnal Pengarang Keterangan

Strategi Bisnis pada PT. Wirapati Garuda Paksi Jurnal The Winners, Volume 11 / Nomor 01 / March 2010

Astini, Rini & Adhiprasetyo, Rizcky

Berdasarkan dari penelitian ini, strategi yang direkomendasikan untuk

perusahaan adalah strategi

pengembangan pasar, pengembangan produk dan pentrasi pasar

Analisis Perumusan Strategi Bisnis Pada PT. Samudera Nusantara Logistindo Jurnal Binus Business Review Vol. 1 No. 1 Mei 2010 : 169-184 Kuncoro, Engkos Achmad

Strategi yang direkomendasikan untuk perusahaan adalah pengembangan pasar dan pengembangan produk

Dampak dari strategi bisnis pada kepemimpinan Journal of Strategy and Management, Vol. 8 Iss: 2, pp.110 - 126 Marx, Thomas G

Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menguji proposisi bahwa strategi bisnis mempengaruhi fungsi kepemimpinan, keterampilan, sifat, dan gaya, dan untuk menilai implikasi dari efek ini untuk praktek

kepemimpinan dan perencanaan strategis. Mewujudkan Strategi: garis Buram antara Perumusan British Journal of Management, Vol. 26, S17– Leonardi, Paul M

Dengan adanya strategi, maka kegiatan bisnis yang dijalankan akan lebih terarah dari sebelumnya. Serta dapat menjadi follower dari pesaing. Dengan

(7)

Lanjutan Penelitian terdahulu (SOTA)

Judul Jurnal Pengarang Keterangan

Strategi dan strategi Implementasi

S21 (2015) adanya strategi mereka jadi mengetahui apa strategi yang tepat untuk digunakan dalam teknologi tersebut agar menjadi lebih sempurna. Harapan serta tujuan mereka adalah mengetahui bagaimana membuat strategi yang nantinya akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Usulan Alternatif Strategi PT. X Menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) E-Jorunal Graduate Unpar; Vol.1, No. 1 (2014); pp.1-12 Febrianti, Oei Venny & Susan, Marcellia

Strategi yang direkomendasikan untuk PT. X berdasarkan dari matriks IE adalah Hold and Maintain yang berupa penetrasi pasar dan pengembangan produk. Sedangkan berdasarkan dari matriks SPACE, PT. X berada pada kuadran Agresive The Quantitative Strategis Planning Matrix (QSPM) Applied To A Retail Computer Store The Coastal Business Journal, Vol. 8, No.1, pp. 42-52 David, Meredith E; David, Forest R; David, Fred R

QSPM menyediakan kerangka kerja objektif yang dapat memfasilitasi perencanaan strategis organisasi dengan baik Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Sebagai Landasan Menentukan Strategi Pemasaran Pada SMK CITRA MEDIKA SUKOHARJO Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta, vol.1, no.3 (2015), pp. 1-9 Purwandari, Suci

Strategi prioritas adalah strategi yang dapat dilakukan oleh SMK CITRA MEDIKA SUKOHARJO, dengan meningkatkan sarana serta prasarana pendidikan, juga peningkatan kualitas tenaga pengajar. Dengan demikian, akan memberikan citra yang baik bagi sekolah

(8)

Lanjutan Penelitian terdahulu (SOTA)

Judul Jurnal Pengarang Keterangan

Formulating A Strategy Through Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Based On SWOT Framework (Case Study: Industrial Group Of Barez Tires) International Journal of Economy, Management and Social Sciences, Vol.3, No.8 (2014), pp.451-457 Taslimi, Mohammad Saeed; Omeyr, Ali Kaab; Arab Koohsar Sakineh

Alternatif strategi yang dirumuskan untuk perusahaan ada 3, dimana ketiga strategi ini mendapatkan total nilai skor bobot yang sama. Strategi terbaik yang diadopsi dengan menggunakan teknologi terkini untuk menghasilkan ban yang bisa bersaing dengan ikatan impor Business Strategy Recommendation for Warung Lepak Restaurant Using Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) The Indonesian Journal of Business Administration, Vol.1, No.3, (2012); pp.137-145 Garthinda, Denna & Aldianto, Leo

Strategi yang dirumuskan untuk Warung Lepak adalah Turnaround strategy atau strategi pertahanan, karena Warung Lepak sedang mengalami penurunan penjualan. Setelah dalam kondisi yang stabil nantinya maka kemudian dapat dilanjutkan dengan strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan pangsa pasar. Strategy Formulation With SWOT Matrix: A Case Study of an Irianian Company Global Business and Management Research: An International Journal, Vol.6, No.2 (2014), pp.150-158 Mirzakhani, Maliheh; Parsaamal, Elahe; Golzar, Abolghasem

Posisi yang ditunjukan dari kondisi internal dan eksternal cukup baikm serta indikasi dari posisi perusahaan berdasarkan matriks IE adalah Agresive. Hasil yang diperoleh dari matriks QSPM adalah strategi yang diprioritaskan untuk mempengaruhi pasar.

(9)

Lanjutan Penelitian terdahulu (SOTA)

Judul Jurnal Pengarang Keterangan

Perancangan Strategi Bisnis di PT. Botani Tropical Lestari Business Strategy Journal, vol.2, no.2. pp.1-17 Padmi, Made. Trianti. Gideon, Richard

Dalam tahapan QSPM, alternatif strategi yang dinilai cocok untuk perusahaan adalah berupa strategi pengembangan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Kondisi internal serta eksternal perusahaan juga dinilai sudah cukup baik.

Sumber data: Emerald, Wiley Online Library & Library Binus

(10)

Gambar

Tabel 1. 1 Persentase Rumah Tangga yang Memiliki/Menguasai Telepon Seluler  menurut provinsi, 2009-2012
Tabel 1.2 Penelitian terdahulu (SOTA)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk