• Tidak ada hasil yang ditemukan

bahwa dokumen Rencana Strategis Satuan Kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "bahwa dokumen Rencana Strategis Satuan Kerja"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

WALIKOTAMAGELANG

PROVINSI

JAWATENGAH

KEPUTUSAN WALIKOTA

NOMOR

oeJt/

124.

70,

MAGELANG

TAHUN

2017

TENTANG

PENGESAHAN

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS

PERANGKAT

DAERAH TAHUN 2OI6.2O2L

PADA PEMERINTAH KO?A MAGELANG

Menimbang

:

a.

c.

b.

WALIKOTA

MAGELANG,

bahwa

dokumen

Rencana

Strategis Satuan

Kerja

Perangkat

Daerah

Tahun

2016-2021

pada

pada

Pemerintah

Kota

Magelang

telah

disahkan

melalui

Keputusan

Walikota

Magelang

Nomor

O5O.I3

/2O5/

112

Tahun 2016

tentang

Pengesahan

Rencana

Strategis

Satuan

Ke{a

Perangkat Daerah

Tahun 2Ol6-2Q21

pada

Pemerintah Kota Magelang;

bahwa

dengan berlakunya Peraturan Daerah

Kota

Magelang

Nomor

3

Tahun

2O16

tentang

Pembentukan

dan

Susunan

Perangkat

Daerah,

maka

seluruh

Perangkat

Daerah

wajib

meLakukan

penyesuaian

Perubahan Rencana

Strategis

Perangkat

Daerah

berdasarkan Peraturan

Daerah

dimaksud:

bahwa

berdasarkan

ketentuan Pasal

97

Peraturan

Menteri dalam

Negeri

Nomor

54

Tahun 2010 tentang

Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor

8

Tahun

2008

tentang

Tahapan, Tatacara

Penyusunan,

Pengendalian,

Dan

Evaluasi

Pelaksanaan Rencana

Pembangunan

Daerah,

Rancangan

Perubahan

Rencana

Strategis Perangkat

Daerah diverifikasi

dan

kemudian

disahkan melalui

Keputusan Walikota;

dimaksud pada

huruf a, huruf

b,

dan

huruf

c

perlu

menetapkan

Keputusan Walikota

tentang

Pengesahan

Peru

bahan

Rencana Strategis

Perangkat

Daerah

Tahun 2016-2O21 pada

Pemerintah

Kota Magelang;

(3)

Mengingat

:

1.

Undang-Undang

Nomor

17

Tahun

1950

tentang

Pembentukan Daerah-daerah

Kota Kecil

dalam

Lingkungan

Provinsi Jawa

Timur, Jawa

Tengah

dan

Jawa

Barat:

Undang-Undang Nomor

25

Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan

Pembangunan Nasional;

Undang-Undang

Nomor

17

Tahun 2007 tentang

Rencana

Pembangunan

Jangka Panjang Nasional

Tahun

2007-2027;

Undang-Undang

Nomor

12

tahun 2Ol1

tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;

5.

Undang-Undang

Nomor

23

Tahun 2014

tentang

Pemerintahan Daerah

sebagaimana

telah diubah dengan

Peraturan

Pemerintah Pengganti

Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 2

Tahun 2Ol4;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor

79

Tahun 2005

tentang

Pedoman Pembinaan

dan

Pengawasan

Penyelenggaraan

Pemerintahan

Daerah;

Peraturan Pemerintah

Nomor

8

Tahun 2008

tentang

Tahapan,

Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian

dan

Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

Peraturan

Pemerintah

Nomor

18 Tahun 2016

tentang

Perangkat Daerah;

9.

Peraturan Presiden

Nomor

2

Tahun

2015 tentang

RencanaPembangunan

Jangka

Menenga-h

Nasional

Tahun

2O15-2019:

10.

Peraturan Daerah Kota

Magelang

Nomor

4

Tahun

2010

tentang Rencana

Tata

Ruang Wilayah

(RTRW)

Kota

Magelang

Tahun 2O

I

l -2O3 1 ;

11.

Peraturan Daerah

Kota

Magelang

Nomor

1 Tahun 2016

tentang

Rencana

Pembangunan

Jangka

Menenga-h

Daerah

(RPJMD)

Kota Magelang

Tahun

2O16-2021;

12.

Peraturan

Daerah Nomor

3

Tahun

2016

tentang

Pembentukan dan

Susunan

Perangkat Daerah;

13.

Peraturan Menteri Dalam

Negeri

Nomor

13 Tahun

2006

tentang

Pedoman

Pengelolaan

Keuangan

Daerah

sebagaimana

telah

diubah beberapa

kali

terakhir

dengan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21

Tahun

2011;

2.

3.

4.

(4)

Menetapkan

KESATU

KEDUA

KETIGA

KEEMPAT

14.

Peraturan Menteri Dalam

Negeri

Nomor

54

Tahun 2010

tentang Pelaksanaan

Peraturan

Pemerintah

Nomor

8

Tahun 2008

tentang

Tahapan, Tatacara

Penyusunan,

Pengendalian

dan

Evaluasi

Rencana

Pembangunan

Daerah:

MEMUTUSI(AN:

KEPUTUSAN

WALIKOTA

TENTANG

PENGESAHAN

PERUBAHAN

RENCANASTRATEGIS PERANGKAT DAERAH

TAHUN 2016-202I

PADA PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Mengesahkan

Peru bah

an

Rencana

Strategis

Perangkat Daerah

Tahun

2OI6-2O2L

pada

Pemerintah Kota

Magelang

sebagaimana

tercantum

dalam

lampiran

Keputusa-n

Walikota

ini

Memerintahkan

kepada

seluruh

Kepala

Perangkat

Daerah

untuk

menetapkan Perubahan

Rencana Strategis

Organisasi Perangkat

Daerah, paling

lambat 7 (tujuh) hari

sejak

ditetapkannya

Keputusan Walikota

ini

Memerintahkan

kepada Kepala Badan

Perencanaal

Pembangunan

Daerah

Kota

Magelang

untuk

melakukan

monitoring

dan

evaluasi terhadap

penetapan

perubahan

Rencana Strategis Perangkat Daerah

sebagaimana

dimaksud

dalam

diktum KEDUA

Keputusan Walikota

ini

Keputusan

Walikota

ini

mulai

berlaku

pada

tanggal

ditetapkan

Ditetapkan

di

Magelang

Pada

tan

L'(oref

2Ol7

OTA MAGELANG

(5)
(6)
(7)
(8)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 i DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Landasan Hukum ... 2 1.3 Maksud dan Tujuan ... 4 1.4 Sistematika ... 4

BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD ... 6

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi OPD ... 6

2.2 Sumber Daya OPD ... 10

2.3 Kinerja Pelayanan OPD ... 18

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD ... 25

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 27

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi DPMPTSP Kota Magelang ... 27 3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 29 3.3 Telaahan Renstra Kementerian/ Lembaga dan Renstra Provinsi ... 34 3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 36 3.5 Penentuan Isu-isu Strategis ... 44

BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 45

0.1 Telaah Visi Misi Kota ... 45

0.2 Tujuan dan Sasaran ... 48

0.3 Strategi dan Kebijakan ... 50

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 58

BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 80

BAB VII PENUTUP ... 82

7.1 Program Transisi ... 82

(9)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 ii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Susunan Kepegawaian menurut Jabatan, Pendidikan, dan Jenis Kelamin ... 10 Tabel 2.2 Susunan Kepegawaian menurut Golongan, Pendidikan, dan Jenis Kelamin ... 10 Tabel 2.3 Komposisi Pegawai Pensiun menurut Golongan, Pendidikan dan Jenis Kelamin Sampai Dengan Tahun 2021 ... 11 Tabel 2.4 Susunan Kepegawaian menurut Keahlian, Pendidikan dan Jenis Kelamin ... 12 Tabel 2.5 Daftar Inventaris Sarana Prasarana Utama ... 13 Tabel 2.6 Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah ... 14 Tabel 2.7 Perkembangan Pengelolaan Dana APBD Tahun 2011-2015 ... 17 Tabel 2.8 Perkembangan Data Indikator Kinerja BP2T Kota Magelang ... 19 Tabel 2.9 Kinerja Penerbitan Izin Per Bidang pada Tahun 2011-2015 ... 21 Tabel 2.10 Perkembangan Data Indikator Kinerja Penanaman Modal ... 22 Tabel 2.11 Proyeksi Penerbitan Izin per Bidang Tahun 2016-2021 ... 26 Tabel 3.1 Keterkaitan Visi, Misi, Program Unggulan dengan Program Pembangunan Daerah oleh DPMPTSP Kota Magelang ... 30 Tabel 3.2 Sasaran, Strategi dan Kebijakan Pelaksanaan Misi pada DPMPTSP Kota Magelang ... 32 Tabel 3.3 Permasalahan Pelayanan Terhadap Sasaran BKPM ... 35 Tabel 3.4 Permasalahan Pelayanan Terhadap Sasaran BPMD ... 36 Tabel 3.5 Indikasi Program Utama Pelaksanaan RTRW oleh DPMPTSP Kota Magelang ... 38 Tabel 4.1 Strategi dan Kebijakan Kota Magelang Pada Misi Pertama dan Ketiga ... 52 Tabel 4.2 Analisis SWOT dan Strategi DPMPTSP Kota Magelang ... 54 Tabel 5.1 Indikator Kinerja Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2016 -2021 ... 58 Tabel 5.2 Definisi Operasional Indikator Renstra DPMPTSP Kota Magelang ... 62 Tabel 5.3 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif pada DPMPTSP Kota Magelang ... 65 Tabel 5.4 Rencana Program dan Kegiatan Pendukung Lainnya dan Pendanaan Indikatif pada DPMPTSP Kota Magelang ... 73 Tabel 6.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah pada DPMPTSP Kota Magelang... 80

(10)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 iii

DAFTAR GRAFIK

Grafik 2.1 Perkembangan Pengelolaan Dana APBD Tahun 2011-2015 ... 17

(11)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra OPD Kabupaten/Kota ... 2 Gambar 2.1 Struktur Organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang ... 7 Gambar 3.1 Keterkaitan Antar Dokumen Perencanaan ... 34

(12)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka waktu selama lima tahun (jangka menengah) yang berisi penjabaran visi, misi, dan program kepala daerah dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah serta memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang dalam upaya mencapai keberhasilannya perlu didukung dengan perencanaan yang baik sesuai dengan visi dan misi daerah yang dijabarkan dalam kerangka tugas dan fungsi OPD. Penjabaran tersebut tercermin dalam rumusan tujuan dan sasaran beserta indikator kinerja sasarannya yang dituangkan dalam perencanaan jangka menegah perangkat daerah sebagai Rencana Strategi (Renstra) OPD. Rencana strategis OPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra OPD adalah dokumen perencanaan OPD untuk periode lima tahun. Renstra OPD masih perlu dijabarkan lagi dalam Rencana Kerja OPD untuk dapat dilaksanakan pada setiap tahun anggaran.

Renstra OPD disusun sesuai dengan tugas dan fungsi OPD serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif. Rencana strategis OPD memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah. Penyusunan Renstra OPD terdiri dari tahapan sebagai persiapan penyusunan Renstra OPD, penyusunan rancangan Renstra OPD, penyusunanrancangan akhir Renstra OPD dan penetapan Renstra OPD.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan OPD yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. DPMPTSP merupakan OPD dengan tipe B dan menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal. Secara efektif, DPMPTSP melaksanakan tugas dan fungsinya sejak 1 Januari 2017.

Sebelum dibentuk DPMPTSP, urusan penanaman modal dilaksanakan oleh Kantor Penanaman Modal Kota Magelang, sedangkan pelayanan terpadu satu pintu dilaksanakan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BP2T). Sejak terpilihnya kepala daerah pada Februari 2016, baik Kantor Penanaman Modal maupun BP2T Kota Magelang telah menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). Namun dengan berlakunya Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 3 Tahun 2016 maka penyusunan Renstra OPD tetep harus dilakukan dengan melandaskan pada pelaksana urusan penanaman modal sebelumnya.

(13)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 2 Penyusunan Renstra DPMPTSP sebagai pelaksana urusan penanaman modal di daerah menyelaraskan renstra lembaga pemerintah di tingkat atasnya yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada tingkat pusat dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah.

Proses penyusunan renstra OPD dilaksanakan melalui beberapa tahapan, merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 sebagai berikut : persiapan penyusunan Renstra OPD, penyusunan rancangan Renstra OPD, penyusunan rancangan akhir Renstra OPD dan penetapan Renstra OPD.

Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra OPD Kabupaten/Kota dapat dilihat pada gambar diagram berikut.

Gambar 1.1

Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra OPD Kabupaten/Kota

1.2 Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat;

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

(14)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 3 5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara

Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah;

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal; 8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 10. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

15. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

16. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

17. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tetang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025; 18. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok

Pengelolaan Keuangan Daerah;

19. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Kota Magelang Tahun 2005-2025; 20. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang

Wilayah Kota Magelang Tahun 2011-2031;

21. Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Penanaman Modal; 22. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah Kota Magelang Tahun 2016-2021;

23. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(15)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 4

1.3 Maksud dan Tujuan a. Maksud

Maksud dari penyusunan Renstra adalah menggambarkan kondisi saat ini sampai dengan lima tahun ke depan dalam rangka melaksanaan pembangunan berdasarkan visi dan misi kepala daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, serta memberikan pedoman penyusunan rencana kerja tahunan OPD.

b. Tujuan

Tujuan penyusunan Renstra adalah:

1. Sebagai dokumen perencanaan teknis strategis dan sebagai alat koondinasi sinkronisasi pelaksanaan pembangunan sesuai urusan terkait tugas pokok dan fungsi DPMPTSP.

2. Merumuskan dan menetapkan arah dan strategi DPMPTSP Kota Magelang dalam mencapai sasaran dan tujuan lembaga serta kebijakan berdasarkan kewenangan yang dimiliki.

3. Mengidentifikasi dan mengarahkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan dan tantangan untuk menyusun strategi dalam melaksanakan pelayanan yang berorientasi pada hasil.

4. Menyusun program strategis sesuai kewenangannya sebagai dasar perencanaan program jangka menengah dan tahunan serta perencanaan kebutuhan anggaran. 5. Menyusun indikator kinerja sebagai tolok ukur pelaksanaan program dan

kegiatan selama 5 (lima) tahun.

1.4 Sistematika

Bab 1 Pendahuluan terdiri atas latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan penyusunan Renstra dan sistematika penulisan;

Bab 2 Gambaran Pelayanan OPD memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) OPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas sumber daya yang dimiliki dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas OPD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra OPD;

Bab3 Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi memuat permasalahan-permasalahan pelayanan OPD, telaahan visi, misi dan program kepala daerah terpilih dan penentuan isu-isu strategis;

Bab 4 Penjabaran Visi, Misi kepala daerah yang sesuai tugas dan fungsi OPD, Tujuan, Strategi dan Kebijakan.

Bab 5 Memuat rencana program dan kegiatan,indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif;

(16)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 5 Bab 6 Memuat indikator kinerja OPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai dalam lima tahun mendatang sebagaikomitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

Bab 7 Memuat rencana program transisi serta kaidah pelaksanaan renstra sebagai penutup;

(17)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 6

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN OPD

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi OPD

Sesuai dengan Peraturan Walikota Magelang Nomor 42 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, DPMPTSP mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan Urusan Pemerintahan bidang Penanaman Modal yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah. Sedangkan fungsi yang dilaksanakan yaitu : 1. Perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya; 2. Pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya; 3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya; 4. Pelaksanaan administrasi sesuai dengan lingkup tugasnya, dan 5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Selain melaksanakan urusan penanaman modal, DPMPTSP juga melaksanakan fungsi sebagai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yaitu kegiatan penyelenggaraan suatu Perizinan dan Non perizinan yang mendapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan Perizinan dan Non perizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu tempat. Penyelenggaraan pelayanan terpadu adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan secara terpadu dalam satu pintu dan satu tempat.

Sesuai dengan Peraturan Walikota Magelang Nomor 42 Tahun 2016, struktur DPMPTSP adalah sebagai berikut: a. Kepala Dinas; b. Sekretariat, membawahkan : 1) Sub Bagian Program dan Keuangan; 2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; c. Bidang Promosi dan pengembangan membawahkan : 1. Seksi Promosi; 2. Seksi Pengembangan dan Pengkajian Potensi; 3. Seksi Fasilitasi. d. Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan; e. Bidang Pengendalian Dan Pengawasan; f. Bidang Pengelolaan Data dan Informasi; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(18)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 7 Berdasarkan uraian tersebut maka bagan organisasi DPMPTSP sebagaimana lampiran Peraturan Walikota tersebut adalah sebagai berikut.

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Magelang

Adapun tugas pokok, fungsi dan rincian tugas jabatan struktural utama di lingkungan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan urusan penanaman modal dan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan arahan pimpinan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai fungsi:

1) Perumusan rencana dan kebijakan teknis di bidang penanaman modal dan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu;

2) Pengoordinasian dan pengarahan dalam penyusunan program, pengelolaan keuangan serta urusan umum dan kepegawaian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

3) Pelaksanaan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

4) Pengendalian dan pembinaan terhadap pelaksanaan operasional di lingkup tugasnya.

(19)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 8

b. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam penyusunan program, pengelolaan keuangan serta urusan umum dan kepegawaian di lingkup Dinas.

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Sekretaris mempunyai fungsi :

1) Pengoordinasian bidang-bidang dalam rangka penyusunan rencana strategis, program dan kegiatan serta penyusunan laporan tahunan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 2) Perencanaan penyusunan program dan kegiatan di lingkup Sekretariat; 3) Pelaksanaan pengelolaan urusan program, keuangan, umum dan kepegawaian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 4) Pelayanan administrasi kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 5) Pengawasan dan pengendalian program dan kegiatan Sekretariat.. c. Kepala Bidang Promosi Dan Pengembangan

Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan mempunyai tugas memimpin dan melaksanakan penyusunan konsep kebijakan dan pedoman, fasilitasi, koordinasi, monitonng dan evaluasi bidang promosi dan pengembangan sesuai ketentuan yang berlaku dan arahan pimpinan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan mempunyai fungsi :

1) Perencanaan penyusunan program dan kegiatan Bidang Promosi dan Pengembangan;

2) Pengoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan Bidang Promosi dan Pengembangan;

3) Pelaksanaan kegiatan Bidang Promosi dan Pengembangan;

4) Pembinaan dan pengendalian program dan kegiatan Promosi dan Pengembangan.

d. Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan perizinan dan non perizinan terpadu satu pintu sesuai ketentuan yang berlaku dan arahan pimpinan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Bidang Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan mempunyai fungsi :

1) Perencanaan penyusunan program dan kegiatan Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;

(20)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 9 2) Pengoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan Bidang Pelayanan

Perizinan dan Non Perizinan; 3) Pelaksanaan kegiatan Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan; 4) Pembinaan dan pengendalian program dan kegiatan Bidang Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan. e. Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan mempunyai tugas memimpin dan melaksanakan penyusunan konsep kebijakan dan pedoman, fasilitasi, koordinasi, monitoring dan evaluasi bidang pengendalian dan pengawasan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu sesuai ketentuan yang berlaku dan arahan pimpinan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan mempunyai fungsi : 1) Perencanaan penyusunan program dan kegiatan Bidang Pengendalian dan Pengawasan; 2) Pengoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan Bidang Pengendalian dan Pengawasan; 3) Pelaksanaan kegiatan Bidang Pengendalian dan Pengawasan;

4) Pembinaan dan pengendalian program dan kegiatan Bidang Pengendalian dan Pengawasan..

f. Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai tugas memimpin dan melaksanakan penyusunan konsep kebijakan dan pedoman, fasilitasi, koordinasi, monitoring dan evaluasi bidang Pengelolaan data dan informasi penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu sesuai ketentuan yang berlaku dan arahan pimpinan untuk optimalisasi pelaksanaan tugas. Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi mempunyai fungsi : 1) Perencanaan penyusunan program dan kegiatan Bidang Pengelolaan Data dan Informasi; 2) Pengoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan Bidang Pengelolaan Data dan Informasi; 3) Pelaksanaan kegiatan Bidang Pengelolaan Data dan Informasi;

4) Pembinaan dan pengendalian program dan kegiatan Bidang Pengelolaan Data dan Informasi;

(21)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 10

2.2 Sumber Daya OPD

Susunan Kepegawaian Pegawai Badan Pelayanan Perizinan Terpadu posisi sampai dengan Maret tahun 2017 berjumlah 17 orang PNS/CPNS, terdiri dari laki-laki 6 orang dan perempuan 11 orang. Jumlah tersebut masih terdapat satu kekosongan pejabat struktural eselon III. Komposisi pegawai tersebut dijabarkan dalam tabel-tabel berikut.

Tabel 2.1

Susunan Kepegawaian menurut Jabatan, Pendidikan, dan Jenis Kelamin

POSISI JENIS PENDIDIKAN JML S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA L P L P L P L P L P L P L P L P Eselon II/b - - - - Eselon III/a - - - - 1 - - - 1 Eselon III/b - - - 1 1 2 - - - 4 Eselon IV/a - - 1 - 2 1 - - - 1 - - - 5 Eselon IV/b - - - - Fungsional - - - - Staf Pelaksana - - - 1 2 3 - - - 4 - - - - 1 2 13 JUMLAH - - 1 2 6 6 - - - 5 - - - - 1 2 23 PROSENTASE - - 13,04 52,17 - 21,74 - - 13,04 100 Tabel 2.2

Susunan Kepegawaian menurut Golongan, Pendidikan, dan Jenis Kelamin

POSISI JUMLAH JML S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA L P L P L P L P L P L P L P L P Gol IV - - - 1 1 2 - - - 4 Gol III - - 1 1 5 2 - - - 2 - - - 1 12 Gol II - - - 2 - - - 3 - - - - 1 1 7 Gol I - - - - JUMLAH - - 1 2 6 6 - - - 5 - - - - 1 2 23 PROSENTASE - 13,04 52,17 - 21,74 - - - - 13,04 100

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa sebanyak 65,21% pegawai telah berpendidikan minimal sarjana (S1), terdiri dari 13,04% S2 dan 52,17% S1. Dari

(22)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 11 komposisi tersebut akan berdampak pada pelaksanaan tugas pelayanan perizinan serta operasional organi sasi yang lebih baik. Namun perlu dicermati bahwa saat ini terdapat 6 dari 13 staff pelaksana yang telah mencapai golongan III/b, yang pada beberapa tahun ke depan berpotensi untuk promosi. Dikarenakan hanya 1 bidang selain sekretariat yang memiliki tingkat jabatan struktural eselon IV, maka sangat memungkinkan jika terdapat staff pelaksana yang dipromosikan, maka akan menempati jabatan struktural di luar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yang berarti akan ada pengurangan jumlah pegawai.

Di sisi yang lain, perlu diantisipasi adanya pengurangan komposisi pegawai dikarenakan adanya pegawai yang memasuki masa pensiun. Hal ini tentu akan berdampak terhadap jalannya organisasi, sehingga perlu langkah antisipasi lebih awal. Berikut disampaikan komposisi pegawai pensiun dalam lima tahun ke depan.

Tabel 2.3

Komposisi Pegawai Pensiun menurut Golongan, Pendidikan, dan Jenis Kelamin Sampai Dengan Tahun 2021

POSISI JUMLAH JML S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA L P L P L P L P L P L P L P L P Gol IV - - - 2 - - - 2 Gol III - - - - 1 - - - 1 Gol II - - - - Gol I - - - - JUMLAH - - - - 1 2 - - - - - - - - - - 3

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, DPMPTSP Kota Magelang memerlukan pegawai dengan kompetensi tertentu, yaitu kompetensi teknis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan PTSP bidang Penanaman Modal. Jumlah pegawai dengan keahlian kompetensi tersebut adalah sebagai berikut.

(23)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 12

Tabel 2.4

Susunan Kepegawaian menurut Keahlian, Pendidikan dan Jenis Kelamin

Kompetensi JUMLAH S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA L P L P L P L P L P L P L P L P Diklat Teknis PTSP - - - - 1 2 - - - 1 - Diklat PTSP bidang PM Tingkat Dasar - - 1 1 1 - - - - Diklat PTSP bidang PM Tingkat Lanjutan - - 1 1 - - - - Diklat PTSP bidang PM Tingkat Sektoral - - - 1 - - - - Diklat SPIPISE - - 1 1 - 2 - - - - Diklat SIPID - - - 1 - - - 1 Diklat Promosi Penanaman Modal - - - 1 - - - -

Kompetensi tersebut dinilai penting dikarenakan bahwa dalam melaksanakan pelayanan izin penanaman modal, pelaksana pelayanan diharuskan telah memiliki keterampilan dan kapasitas pengetahuan di bidang penanaman modal sebagaimana disyaratkan oleh BKPM RI. Pendidikan tersebut diselenggarakan sepenuhnya oleh BKPM dan peserta yang telah lulus menjalani pendidikan akan diberikan sertifikasi keahlian penanaman modal sesuai jenjangnya.

Dari komposisi pegawai tersebut belum semua jabatan struktural dapat terisi. Terdapat satu jabatan struktural eselon IIb yang belum terisi yaitu Kepala Dinas, yang sementara tugas dan kewenangannya dilaksanakan oleh Sekretaris DPMPTSP. Berdasar susunan kepegawaian yang dimiliki DPMPTSP Kota Magelang, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya dengan keahlian PTSP terlebih untuk tingkat dasar dan lanjutan.

Sarana prasarana yang dikelola dalam rangka pelaksanaan pelayanan dan operasional organisasiseperti pada Table 2.5.

(24)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 13

Tabel 2.5

Daftar Inventaris Sarana Prasarana Utama

NO SARANA DAN PRASARANA JUMLAH SATUAN Kondisi

1. Gedung 635 m2 Baik

2. Komputer / Server 19 Unit Baik

3. Printerdan Scanner 21 Unit Sebagian Rusak

4. Notebook / Laptop 9 Unit

Kurang Baik Sebagian

5. LCD Proyektor 2 Unit Baik

6. Mesin Tulis / Mesin Ketik 2 Unit Baik

7. AC Split 15 Unit Baik

8. Televisi 2 Unit Baik

9. Sambungan Telepon 2 Line Baik

10. Pesawat telepon 14 Unit Baik

11. Sound System 2 Set Baik

12. Alat Antrian Elektronik 1 Unit Baik

13. CCTV 4 kamera Baik

14. Genset 1 Unit Baik

15. Roll O Pack 3 Unit Baik

16. Filling Cabinet 5 Unit Baik

17. Almari Arsip Besi 7 Unit Baik

18. LAN (Local Net Working) 1 Jaringan Baik

19. Koneksi Internet 2 Jalur Baik

20. Kendaraan Roda 4 3 Unit Baik

21. Kendaraan Roda 2 10 Unit Rusak

Sebagian 22. Ruang Sidang/Rapat (daya tampung) 30 Orang Baik

23. Kursi Lipat 40 Buah Baik

24. Penghancur Kertas 1 Unit Baik

25. Kursi tunggu layanan (panjang) 4 Buah Baik

26. Kamera 2 Buah Baik

Selain daftar inventaris tersebut, masih diperlukan beberapa peralatan dan perlengkapan gedung kantor yang diusulkan dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah selama periode renstra, yang tersaji pada Tabel 2.6. Kebutuhan tersebut dapat mencakup kebutuhan barang penggantian yang bersifat mendesak yang belum direncanakan sebelumnya, atau barang yang ditugaskan untuk diadakan, dengan mempertimbangkan untuk kelangsungan pelayanan dan operasional,

(25)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 14

Tabel 2.6

Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah

No Nama/jenis barang Merk/Type/ Ukuran Jumlah Barang Harga Satuan (Rp) Jumlah Biaya (Rp) Rencana Tahun Pelaksanaan Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Mobil Branding Toyota 1 400.000.000 400.000.000 2018 2 Sepeda Motor Honda 3 20.000.000 60.000.000 2016 3 Sepeda Motor Honda 2 20.000.000 40.000.000 2019

4 Laptop Acer/Asus 3 8.000.000 24.000.000 2018 3 Kabid, KTU, Kasubag U&K, Pengurus Barang

5 Laptop Acer/Asus 2 7.250.000 14.500.000 2016

6 Notebook Acer/Asus 1 4.500.000 4.500.000 2016

7 Monitor LED 21 inchi LED/LG/Samsung 4 1.700.000 6.800.000 2016 Bendahara, Subag Program

8 Televisi LED 42 inchi Samsung 1 6.000.000 6.000.000 2018 Front Office

9 Televisi LED 32 inchi Samsung 1 4.500.000 4.500.000 2018 Ka. Badan

10 AC - 1,5PK LG 1 5.000.000 5.000.000 2018 Ruang Rapat

11 Almari besi Brother 2 3.000.000 6.000.000 2020 TU

12 Almari tanam Buatan 1 5.000.000 5.000.000 2018 U & K

13 Printer Epson/ Canon 3 2.200.000 6.600.000 2018 Ka Badan + BO + TU

14 Aplikasi TDG Online - 1 10.000.000 10.000.000 2019 FO/BO + Bidang

15 Aplikasi Trayek Online - 1 10.000.000 10.000.000 2019 FO/BO + Bidang

16 Aplikasi TDI Online - 1 10.000.000 10.000.000 2019 FO/BO + Bidang

17 Peralatan Teleconference - 1 5.000.000 5.000.000 2021 Tata Usaha

18 Aplikasi / Software Perizinan - 3 10.000.000 30.000.000 2019 FO/BO + Bidang

19 UPS 1200VA 4 1.800.000 7.200.000 2017 Subag Program

20 Sensor Uang Kasiro 1 500.000 500.000 2018 Bendahara Penerima

(26)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 15

No Nama/jenis barang Merk/Type/ Ukuran Barang Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah Biaya (Rp) Rencana Tahun Pelaksanaan Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8

22 Tulisan informasi yang digantung Buatan 1 200.000 200.000 2018 FO

23 Scanner Scan Scap / Canon/ Fujitsu 1 30.000.000 30.000.000 2019 FO, BO

24 Almari arsip di front Office Buatan 6 1.500.000 9.000.000 2018 FO, BO

25 Roll O pack Elite 1 40.000.000 40.000.000 2018 U & K

26 Mesin Fotocopy Fuji Xerox 1 25.000.000 25.000.000 2018 U & K

27 Filling Cabinet berlaci 4 Brother 2 2.000.000 4.000.000 2018 Kabag TU

28 Almari Arsip kayu (rak arsip) Buatan 2 2.500.000 5.000.000 2018 U & K

29 Tempat Leaflet Buatan 3 100.000 300.000 2018 U & K

30 Dispenser Sharp 2 2.500.000 5.000.000 2018 Kabag TU

31 Almari besi berpintu Brother 3 2.500.000 7.500.000 2020 Kabid

32 Meja Komputer Ergopro 1 1.500.000 1.500.000 2020 Ruang Pelayanan

33 Speaker Komputer Logitech 1 500.000 500.000 2018 U & K

34 Kursi tamu ruang kepala - 1 7.000.000 7.000.000 2020 BO

35 Kendaraan roda empat Toyota 3 200.000.000 600.000.000 2021 BO

36 Meja Kayu Buatan 1 1.500.000 1.500.000 2020 BO

37 Kulkas LG/Sharp/Samsung 1 3.000.000 3.000.000 2018 Ka Badan

38 Wireless hotspot 802.11ac 2 1.500.000 3.000.000 2016, 2019 Tiap Bidang

39 SMS Gateway - 1 11.450.000 11.450.000 2017 Kabid Kesra 40 Papan Informasi (penunjuk arah) - 5 5.200.000 26.000.000 2016 U & K 41 Pompa Air - 1 2.350.000 2.350.000 2016 Subag Program 42 Water torrent stainless - 1 2.900.000 2.900.000 2016 Subag Program 43 Water torrent 1 m3 - 1 2.400.000 2.400.000 2016 U & K 44 Lemari Besi - 1 4.500.000 4.500.000 2016 U & K 45 Tenda Limasan - 2 5.500.000 11.000.000 2016 U & K

(27)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 16

No Nama/jenis barang Merk/Type/ Ukuran Barang Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah Biaya (Rp) Rencana Tahun Pelaksanaan Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8

47 Pintu otomatis - 1 50.000.000 50.000.000 2017 U & K

48 Komputer Server - 2 26.000.000 52.000.000 2019 U & K

(28)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 17 Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi didukung dengan anggaran berbasis kinerja, yaitu setiap unit kerja mengelola anggaran untuk mendanai program kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Perkembangan pengelolaan dana APBD dari periode Renstra sebelumnya pada Tahun 2011 - 2015 disajikan pada tabel berikut.

Tabel 2.7

Perkembangan Pengelolaan Dana APBD Tahun 2011-2015

No. Tahun Pagu Angggaran (Rp) Pertu mbuh an (%) Realisasi APBD Belanja Pegawai /BTL Jumlah Belanja Langsung /BL (Rp) % 1 2011 1.633.675.000 -9,99 1.572.425.073 96,25 966.757.774 605.667.299 2 2012 1.859.985.000 13,85 1.785.193.137 95,98 1.147.202.593 637.990.544 3 2013 2.207.764.000 18,70 1.974.518.867 89,44 1.157.954.101 816.564.766 4 2014 2.487.851.000 12,69 2.060.950.386 82,84 1.106.061.922 954.888.464 5 2015 2.730.268.000 9,74 2.372.031.862 86,88 1.226.294.991 1.145.736.871 Data tersebut diambil dari pengelolaan APBD Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang, yang sebelum dibentuknya DPMPTSP Kota Magelang menempati gedung yang sama berlokasi di Jl. Veteran No. 7 Kota Magelang. Untuk lebih memudahkan pembacaan, dari tabel tersebut dapat divisualisasi seperti pada grafik berikut.

Grafik 2.1

Perkembangan Pengelolaan Dana APBD Tahun 2011-2015

Dari grafik tersebut dapat dilihat adanya peningkatan anggaran setiap tahun. Hal ini disebabkan antara lain adanya kenaikan standar pembiayaan serta volume

(29)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 18 penanganan perizinan yang semakin bertambah. Kenaikan anggaran tersebut tentu berkorelasi dengan output yang dihasilkan berupa peningkatan pelayanan, penambahan sarana prasarana serta biaya operasional yang semakin tercukupi sehingga meminimalkan hambatan pelaksanaan operasional organisasi. Hal lain yang perlu dijelaskan adalah adanya gap yang semakin besar antara pagu anggaran dengan realisasi APBD dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan adanya posisi pegawai yang masih kosong seperti dijelaskan di atas, namun kebijakan anggaran adalah penyusunan anggaran dilakukan dengan mengasumsikan komposisi pegawai yang lengkap. Selain itu terdapat kondisi dimana pegawai tersebut tidak dapat melaksanakan realisasi anggaran dikarenakan sebab yang dapat diterima, seperti halnya cuti, melaksanakan pendidikan, dan sebagainya.

Sebagai gambaran awal untuk pelaksanaan program kegiatan OPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, alokasi anggaran yang direncanakan pada Tahun 2017 adalah sebesar Rp. 3.275.913.000,- pada belanja tidak langsung, serta Rp. 2.963.780.000,- pada belanja langsung. Namun perlu diketahui bahwa alokasi belanja tidak langsung tersebut direncanakan untuk 32 PNS. Namun pada realisasinya, pegawai yang ditempatkan baik struktural maupun pelaksana sejak dibentuknya DPMPTSP terhitung mulai Januari 2017 adalah sejumlah 23 PNS.

2.3 Kinerja Pelayanan OPD

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu selama 5 tahun terakhir pelaksanaan renstra sebelumnya melaksanakan program dan kegiatan dengan indikator yang merujuk pada IKU RPJMD Kota Magelang tahun 2011-2015 yaitu lama proses perijinan. Selain itu terdapat 5 Indikator Kinerja Kunci (IKK) lainnya. Capaian indikator kinerja selama 5 tahun terakhir disajikan pada Tabel 2.6.

Definisi operasional dari indikator lama proses perijinan tersebut adalah waktu rata-rata penyelesaian perizinan sejak berkas lengkap dan benar sampai dengan selesainya pemrosesan izin sesuai dengan prinsip manajemen mutu yang dilaksanakan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang yaitu ISO 9001:2008, dimana perhitungan yang dilakukan berdasarkan pada proses yang sepenuhnya ditangani atau yang menjadi kewenangan dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang.

Pada akhir periode renstra sebelumnya, indikator kinerja utama hanya tercapai sebesar 72%. Hal utama yang menjadikan indikator tersebut tidak tercapai sepenuhnya dikarenakan bahwa kewenangan penerbitan perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang masih parsial. Selain hal tersebut adalah belum maksimalnya tim teknis karena melibatkan petugas dari OPD teknis yang tidak setiap saat dapat terjadwal untuk pelaksanaan survey.

(30)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 19

Tabel 2.8

Perkembangan Data Indikator Kinerja BP2T Kota Magelang

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi OPD Sumber Indikator (IKK/IKU/SPM) Target Renstra Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Tahun ke- (%) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) 1 Lama proses perijinan IKU 5 hr 5 hr 5 hr 2 hr 2 hr 5 hr 5 hr 3,5 hr 3 hr 2,56 hr 48,39 48,39 62,9 67,74 72 2 Penyelesaian aduan masyarakat IKK 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100 100 100 100 100 3 Nominasi Invesment Award Tingkat Nasional IKK 10 besar 10 besar 10 besar 10 besar 10 besar - 10 besar - - - - 100 - - - 4 Sertifikasi ISO 9001:2008 IKK √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 100 100 100 100 100 5 Index Kepuasan Masyarakat (IKM) IKK 79 79,5 80 80,5 81 79,815 75,622 73,518 75,085 74,338 101,03 95,12 91,90 93,27 91,78 6 Daya saing daerah Tingkat

Provinsi Jawa Tengah IKK No 1 No 1 No 1 No 1 No 1 No 4 - - - -

(31)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 20 Sesuai dengan Keputusan Walikota Magelang Nomor 068.2/64/112 Tahun 2008 tentang Penetapan Jenis-Jenis Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan yang Dikelola Pelayanannya oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang, serta berdasarkan peraturan daerah dan peraturan walikota yang mengamanatkan pelayanan administrasi perizinan yang dilaksanakan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Magelang, jenis-jenis perizinan dan non perizinan yang dilayani yaitu : 1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP); 2. Izin Usaha Industri (IUI); 3. Tanda Daftar Industri (TDI); 4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP); 5. Tanda Daftar Gudang (TDG); 6. Izin Pengelolaan dan Pengusahaan Sarang Burung; 7. Izin Perpanjangan Kartu Pengawasan; 8. Izin Usaha Angkutan; 9. Izin Trayek dan Perubahan/ Perpanjangan Trayek; 10. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 11. Balik Nama IMB; 12. Izin Usaha Jasa Konstruksi; 13. Izin Reklame dan Perpanjangan Reklame; 14. Izin Gangguan; 15. Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol; 16. Daftar Ulang dan Pemindahtanganan Izin Penempatan Pasar Tradisional; 17. Surat Izin Penempatan Pedagang Pasar Tradisional ( SITU ); 18. Izin Pangkalan Minyak Bersubsidi; 19. Izin Pangkalan Gas LPG 3 kg; 20. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; 21. Izin Rumah Bersalin; 22. Izin Balai Pengobatan; 23. Izin Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA); 24. Izin Laboratorium Kesehatan Swasta; 25. Izin Pengobat Tradisional; 26. Izin Praktek Ahli Kecantikan; 27. Izin Penyelenggaraan Salon Kecantikan; 28. Izin Pusat Kebugaran Jasmani; 29. Izin Pelayanan Ambulance dan Evakuasi Pasien; 30. Izin Pemulasaraan Jenasah; 31. Izin Apotek; 32. Izin Optikal; 33. Izin Pedagang Eceran Obat; 34. Izin Depot Air Minum Isi Ulang;

(32)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 21 Sedangkan beberapa perizinan lain yang akan segera ditangani antara lain: 1. Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT); 2. Izin Prinsip Penanaman Modal; 3. Izin Usaha Penanaman Modal;

Dari pelayanan perizinan dan non perizinan yang telah ditangani selama ini, kinerja pelayanan dalam penerbitan izin selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut.

Tabel 2.9

Kinerja Penerbitan Izin Per Bidang pada Tahun 2011-2015

No Bidang Perizinan 2011 2012 2013 2014 2015 1 Izin Bidang Perekonomian 1.562 1.296 1.276 1.412 1.487 2 Izin Bidang Pembangunan 988 979 878 888 874 3 Izin Bidang Kesejahteraan Rakyat 226 186 204 208 255 4 Total 2.776 2.461 2.358 2.508 2.616 Demikian juga untuk Kantor Penanaman Modal sebagai pelaksana utama urusan penanaman modal sebelum dibentuknya DPMPTSP, pada periode renstra sebelumnya mengampu beberapa indikator terkait urusan yang dilaksanakannya. Capaian pelaksanaan urusan penanaman modal yang dilaksanakan oleh Kantor Penanaman Modal mencakup beberapa indikator sebagaimana diuraikan pada tabel 2.10.

(33)

Perubahan Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 22

Tabel 2.10

Perkembangan Data Indikator Kinerja Penanaman Modal

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi OPD Sumber Indikator (IKK/ IKU/ SPM) Target Renstra Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) 1 Jumlah dan jenis kerjasama antar daerah yang berhasil dijalin IKK 2 2 3 3 2 3 3 2 2 Bertambahnya laju pertumbuhan investasi IKK 229 272 315 3,75% 464 615 821 19,73% 3 Pertumbuhan investasi sektor riil IKK 313,641,522,171 503,889,730,541 537,830,837,405 592,990,000,000 4 Pertumbuhan investasi sektor jasa IKK 99,130,596,376 109,180,453,576 120,307,943,576 135,823,000,000 5 Kenaikan/penurunan Nilai Realisasi PMDN IKK 24,640,568,291 24,647,045,528 24,653,522,764 24,660,000,000 26,298,375,548 30,298,065,569 45,068,596,864 70,675,000,000 6 Rasio daya serap tenaga kerja IKK 01:01.1 01:01.1 01:01.1 00:00.0 01:01.1 1.825:618 2.593:824 3.526:983 7 Jumlah Perda yang

mendukung iklim usaha IKK 2 2 0 0 2 7 0 0

9

Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah

IKK ada ada ada ada ada ada ada ada

10 Blue Print investasi daerah IKK — 100% 100% 100% — 100% 100% 100% 11 Terimplementasikannya Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) IKK -- 100% 100% 100% — 100% 100% 0% 12 Pendaftaran Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Prinsip Penanaman Modal Dalam Negeri, Izin Usaha IKK — 100% 100% 100% — 100% 100% 50%

(34)

Perubahan Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 23 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi OPD Sumber Indikator (IKK/ IKU/ SPM) Target Renstra Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Penanaman Modal Dalam Negeri, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Perpanjangan Izin Mempekerjajan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang bekerja di lebih dari 1 (satu) kabupaten/kota, sesuai kewenangan pemerintah kabupaten/kota 13 Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) IKK 44 45 46 47 38 51 64 87 14 Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) IKK 52,210,541,297 66,002,005,036 79,793,468,775 93,584,932,514 83,451,976,754 274,686,321,923 299,753,764,284 357,314,783,722 15 Jumlah investor dan nilai investasi baru yang masuk (nasional & reqional) IKK 1 1 1 1 146 152 206 159 16 Jumlah MOU dalam investasi IKK 1 1 1 0 0 0 1 0 17 Terselenggaranya bimbingan pelaksanaan Kegiatan Penanaman Modal kepada masyarakat dunia usaha

IKK 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 0 0 2 keg 1 keg

18

Terselenggaranya sosialisasi kebijakan penanaman modal kepada masyarakat dunia usaha

IKK 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg

(35)

Perubahan Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 24 NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi OPD Sumber Indikator (IKK/ IKU/ SPM) Target Renstra Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) strategis dan cepat tumbuh 20 Jumlah kerja sama PES (Payment for Ecological/ environment Services = imbal jasa lingkungan) IKK 1 1 1 1 0 0 0 0 21 Terselenggaranya fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka kerjasama kemitraan Antara Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) tingkat kabupaten/kota dengan pengusaha

IKK 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg 1 keg

22 Nilai investasi swasta 73,118,488,589 170,482,414,564 292,091,777,924 682,383,000,000 412,272,118,548 613,070,184,117 658,138,780,981 728,813,000,000 23 Tersedianya informasi peluang usaha sektor/bidang unggulan 4 4 4 4 4 4 4 4

(36)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 25

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD

Tantangan yang dihadapi bagi pengembangan pelayanan pada lima tahun mendatang adalah :

a. Belum kondusifnya iklim investasi yang menyangkut perbaikan di bidang Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Daerah tentang Penanaman Modal, perbaikan pelayanan dan penyederhanaan birokrasi, efisiensi pembiayaan investasi dan penyediaan infrastruktur yang cukup dan berkualitas.

b. Potensi daerah lain yang tidak kalah menarik yang berusaha menarik investor ke daerahnya.

c. Belum optimalnya OPD terkait dalam mendukung pencapaian tujuan membuka peluang Investasi.

d. Belum optimalnya pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dikarenakan masih terdapatnya perizinan yang masih diselenggarakan oleh OPD teknis lainnya yang memungkinkan untuk diselenggarakan di DPMPTSP Kota Magelang.

e. Masih banyaknya obyek perizinan baik berupa fisik maupun kegiatan yang belum dilengkapi dengan dokumen perizinan yang disyaratkan. Objek fisik dapat berupa bangunan rumah, gedung, reklame yang belum dilengkapi dengan izin bangunan, perlu peningkatan kesadaran dan fasilitasi kepada masyarakat sehingga tercipta tertib administrasi perizinan yang selaras dengan pembangunan Kota Magelang. Kegiatan dapat berupa bentuk usaha baru yang belum dapat dipayungi dengan ketentuan peraturan yang ada, maupun usaha yang telah diatur izin usahanya namun belum mengajukan perizinan, yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Disamping adanya tantangan tersebut terdapat beberapa peluang yang dapat dijadikan pijakan bagi pengembangan layanan kepada masyarakat, antara lain :

a. Potensi Investasi.

b. Dukungan dari Visi Kota Magelang sebagai pusat jasa pelayanan yang berkualitas. c. Terjalinnya minat investor untuk berinvestasi di Kota Magelang.

d. Adanya peraturan-peraturan mengenai penanaman modal yang mendukung iklim investasi.

e. Terbukanya peluang dan kesempatan dari Pemerintah Pusat / Provinsi untuk meningkatkan kemampuan, ketrampilan, dengan mengikuti jenjang pendidikan formal, bintek, workshop maupun seminar.

f. Terbukanya peluang kerjasama antar pemerintah daerah, instansi pemerintah dan dunia usaha.

g. Semakin terbukanya peluang kerjasama antar daerah untuk pengelolaan potensi ekonomi strategis.

h. Kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan investasi dan penyederhanaan pelayanan perizinan.

(37)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 26 j. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dan

terjangkau, sehinga dapat dimanfaatkan untuk penerapan e-government dalam rangka mendukung pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Secara kuantitas, peluang penerbitan perizinan dapat diproyeksikan berdasarkan volume penerbitan selama beberapa tahun terakhir sabagai berikut. Perhitungan tersebut berdasarkan trend perhitungan berdasarkan realisasi penerbitan pada tahun-tahun sebelumnya. Trend penerbitan perizinan diproyeksikan naik pada tahun-tahun-tahun berikutnya, hal ini dipengaruhi oleh visi Kota Magelang sebagai Kota Jasa, maka keberlangsungan perekonomian perlu dipayungi oleh legalitas usaha yang sah, serta harapan adanya pertumbuhan di sektor perekonomian sehingga menumbuhkan sektor-sektor usaha yang baru. Selain itu rasio bangunan ber-IMB yang dinilai masih rendah akan terus diupayakan legalisasinya seperti melalui kegiatan pemutihan IMB yang akan semakin diintensifkan sehingga penerbitan izin IMB diharapkan terus meningkat. Tidak menutup kemungkinan adanya pelaksanaan pelayanan perizinan baru yang didelegasikan dan dilaksanakan oleh DPMPTSP Kota Magelang, seperti IMB bagi reklame, Tanda Daftar Usaha Pariwisata, Izin Penanaman Modal serta izin lainnya berpotensi meningkatkan output penerbitan izin selama beberapa tahun ke depan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa penerbitan tidak sesuai dengan yang diproyeksikan dikarenakan terdapat kebijakan-kebijakan terkait kemudahan perizinan yang harus dilaksanakan, pengurangan bahkan penghapusan izin-izin tertentu.

Tabel 2.11

Proyeksi Penerbitan Izin per Bidang Tahun 2016-2021

No Bidang Perizinan 2016 2017 2018 2019 2020 2021 1 Izin Bidang Perekonomian 1.227 1.276 1.311 1.338 1.361 1.381 2 Izin Bidang Pembangunan 1.065 1.032 1.183 1.143 1.270 1.228 3 Izin Bidang Kesejahteraan Rakyat 232 237 241 245 248 251 Total 2.742 2.774 2.971 2.968 3.125 3.110 Tantangan dan peluang tersebut memberikan landasan untuk menyusun strategi pemecahan permasalahan yang akan diterjemahkan dalam rencana strategis dan rencana kerja berikutnya, maupun dalam rencana kerja pada tahun yang akan datang.

(38)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 27

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi DPMPTSP Kota Magelang

Urusan Penanaman Modal termasuk dalam urusan wajib non pelayanan dasar. Urusan wajib berarti harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pelayanan dasar yang harus dilaksanakan adalah urusan seperti pendidikan dan kesehatan, sementara penanaman modal bukan merupakan bidang urusan yang harus diterima oleh setiap penduduk sehingga bukan dikategorikan sebagai pelayanan dasar. Namun demikian urusan penanaman modal adalah menyangkut investasi, yang berperan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan di sektor ekonomi yang secara tidak langsung akan berpengaruh secara mutiplier effect bagi kehidupan masyarakat.

Tujuan diselenggarakannya pemerintahan dan pembangunan adalah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga pemerintah dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja terbaik yakni kemajuan pembangunan dan pelayanan yang dapat memuaskan publik. Dalam upaya mewujudkan Kota Jasa, maka sudah merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk dapat terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam segala layanan. Berbagai regulasi yang ada harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menyikapi tuntutan tersebut. Standar pelayanan harus diterapkan, baik yang menyangkut sarana-prasarana, mekanisme/prosedur, SDM, keterbukaan informasi dan lain-lain. Kemudahan perizinan, transparansi/kejelasan SOP, tidak adanya pungutan liar dan iklim yang kondusif akan sangat menunjang kegairahan dalam berinvestasi.

Peningkatan Kualitas Pelayanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Sedangkan targetnya adalah: (a) Meningkatnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat (transparan, cepat, tepat, sederhana, aman, terjangkau dan memiliki kepastian); (b) Meningkatnya jumlah unit pelayanan yang memperoleh standarisasi pelayanan internasional; dan (c) Meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik oleh Pemda dan instansi pemerintah (OPD).

Isu strategis dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2016-2021 disusun berdasarkan beberapa sumber, pertama berdasarkan analisis terhadap situasi dan kondisi urusan Penanaman Modal di Kota Magelang. Kedua bersumber dari permasalahan dan isu dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah dan RPJMD Kota Magelang Tahun 2016-2021. Ketiga didasarkan pada analisis capaian kinerja pelaksanaan rencana kerja dan rencana strategis periode sebelumnya, sehingga dapat diidentifikasi berbagai permasalahan umum yang dapat diangkat menjadi agenda atau prioritas pembangunan tahun 2016-2021.

Permasalahan yang diangkat pada lingkup Kota Magelang terkait urusan penanaman modal yaitu :

(39)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 28 a. Kemudahan Berbisnis

Pemerintah pusat tengah gencar dalam meningkatkan posisi/ peringkat Indonesia dalam hal Ease of Doing Business (EoDB – Kemudahan berbisnis). Pada tahun 2015, Indonesia berada pada peringkat 106 dari 189 negara yang disurvey. Target yang akan dicapai adalah peringkat 40, sementara capaian pada tahun 2016 adalah peringkat 91 dari dari 190 negara yang disurvey. Sampai dengan akhir 2016. Pemerintah telah mengeluarkan 14 paket kebijakan ekonomi dalam rangka menaikkan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia, dan mengupayakan bahwa paket kebijakan ekonomi tersebut dapat terlaksana sampai pada level terendah di daerah.

b. Pelaksanaan PTSP

Pelayanan pengurusan perijinan yang masih membutuhkan waktu lebih dari satu hari, serta terbatasnya jumlah dan kualitas SDM yang menangani pelayanan pengurusan perijinan dan investasi di Kota Magelang.

c. Iklim Investasi

Dari capaian kegiatan investasi di Kota Magelang 5 tahun terakhir, masih banyak potensi investasi yang dapat dihimpun yang masih terkendala. Beberapa masalah yang masih dihadapi dalam kegiatan penanaman modal yang terkait dengan pelayanan perizinan adalah pelayanan pengurusan perizinan yang masih membutuhkan waktu lebih dari satu hari, serta terbatasnya jumlah dan kualitas SDM yang menangani pelayanan pengurusan perizinan dan investasi di Kota Magelang. d. Reformasi Birokrasi

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, Pemerintah Kota Magelang telah mengupayakan beberapa hal seperti reformasi birokrasi mutlak harus dilakukan oleh setiap institusi pemerintah. Perubahan mind-set dan culture-set serta pengembangan budaya kerja merupakan hal penting dalam reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi diarahkan pada upaya-upaya mencegah pemberantasan korupsi, menciptakan tata pemerintahan yang baik (good governance), pemerintahan yang bersih (clean government) dan bebas KKN. Peningkatan kualitas pelayanan publik termasuk dalam komponen pengungkit pada penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi, sedangkan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat termasuk dalam komponen hasilnya.

e. Infrastruktur dan Perhubungan

Terkait dengan permasalahan tata ruang, Pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengurus perizinan kegiatan masih kurang.

Isu global juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari kajian kebijakan pembangunan nasional dan agenda pembangunan internasional antara lain terkait dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yaitu terkait pengembangan investasi yang fokus pada :

(40)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 29 - Peningkatan investasi melalui peningkatan kepastian hukum; - Kemudahan berusaha; - Perluasan investasi; - Database investasi; dan - Perluasan investasi perusahaan nasional di kawasan ASEAN. Kemudahan berusaha menjadi bagian penting dari langkah pemerintah untuk menaikkan posisi Indonesia peringkat kemudahan berbisnis antara lain berupa kebijakan pemerintah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XII yang berisi pemangkasan sejumlah izin, prosedur, waktu dan biaya.

Beberapa permasalahan di Kota Magelang yang perlu ditangani pada periode tahun 2016-2021 berdasarkan pelaksanaan Urusan Pemerintah Daerah yang menjadi tugas pokok dan fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu diuraikan sebagai berikut:

a. Belum maksimalnya implementasi dari Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2013 tentang Penanaman Modal di Kota Magelang.

b. Ketersediaan perangkat hukum dan landasan peraturan pelaksanaan lainnya yang dirasa masih kurang terutama dari OPD teknis pembina sebagai pembina regulasi, sehingga implementasinya masih kurang jika langsung dihadapkan pada pelayanan masyarakat.

c. Masih adanya perizinan yang ditangani oleh OPD teknis sedangkan perizinan tersebut memungkinkan untuk dilaksanakan di PTSP, sehingga kurang memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

d. Pola pelaksanaan PTSP yang belum sepenuhnya diterapkan, antara lain terkait kewenangan penandatanganan izin yang masih parsial, serta kewenangan tim teknis yang belum sepenuhnya mendapat perhatian penuh dari OPD teknis.

e. Kurangnya SDM yang tersertifikasi keahlian bidang penanaman modal.

f. Implementasi e-government yang belum menemukan pola dan langkah yang tepat dikarenakan belum cukupnya penerapan budaya kerja berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Berdasarkan penjabaran atas Misi Kota Magelang Tahun 2016-2021, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu bertanggungjawab untuk mewujudkan unsur visi Kota Jasa yang Modern dan Cerdas serta unsur Sejahtera, dengan mendukung misi pertama yaitu “Meningkatkan sumber daya manusia aparatur yang berkualitas dan profesional dengan mengoptimalkan kemajuan teknologi sebagai dasar terciptanya pemerintahan daerah yang bersih serta tanggap terhadap pemenuhan aspirasi masyarakat, mampu meningkatkan dan mengelola potensi daerah dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat didukung partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat”. Selain itu, diukungan juga terarah unsur visi

(41)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 30 Sejahtera pada misi ketiga yaitu “Meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur perkotaan untuk mendukung pemerataan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”

Dalam penjabaran visi tersebut, DPMPTSP Kota Magelang mendukung program unggulan Program pengembangan daya saing daerah melalui Program Pembangunan Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat serta Program Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Investasi. Keterkaitan Visi, Misi, Program Unggulan dengan Program Pembangunan yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Kota Magelang dapat disajikan pada tabel berikut.

Tabel 3.1

Keterkaitan Visi, Misi, Program Unggulan

dengan Program Pembangunan Daerah oleh DPMPTSP Kota Magelang

No Visi Misi Isu Strategis Program unggulan Program pembangunan Indikator 1 KOTA JASA YANG MODERN DAN CERDAS 1, 2, 3, 4 - Pengembangan dan pemanfaatan potensi daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan - Peningkatan peran serta masyarakat serta perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat (tanpa diskriminasi). - Penguatan reformasi birokrasi - Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perluasan pemenuhan pelayanan dasar - Pengembangan dan pelestarian kesenian dan kebudayaan Pengemba-ngan dan pemanfaa-tan potensi daerah untuk mendukung terwujud-nya pembangun an berkelanjut an dan berwawa-san lingkungan Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat Persentase jenis layanan perijinan yang dilayani di PTSP Persentase pengaduan masyarakat yang tertangani 2 SEJAHTERA 2, 3, 4 - Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perluasan pemenuhan pelayanan dasar - Memperkuat terwujudnya perekonomian daerah yang kuat, tangguh, Program penguatan pertumbuh an ekonomI Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi Jumlah kerjasama pemerintah dan investor

(42)

Perubahan Rencana Strategis DPMPTSP Kota Magelang Tahun 2016-2021 31

No Visi Misi Isu Strategis Program unggulan Program pembangunan Indikator dan mandiri - Pengembangan dan pemanfaatan potensi daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan - Pengembangan dan pelestarian kesenian dan kebudayaan

Dari program unggulan daerah tersebut dijabarkan dalam sasaran, strategi dan kebijakan umum pelaksanaan misi ketiga yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPMPTSP Kota Magelang seperti pada tabel berikut :

Referensi

Dokumen terkait

Proses penempelan primer pada utas DNA yang sudah terbuka memerlukan suhu optimum, sebab suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan amplifikasi tidak terjadi karena

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh dari kualitas sistem terhadap kepuasan mahasiswa selaku pengguna yang berjalan di sistem informasi akademik STIE Sampit yakni negatif

1. Mempunyai daya pemanasan yang tinggi karena mempunyai nilai kalori yangrelatif lebih tinggi per-satuan beratnya dibanding bahan bakar lain untukkegunaan yang

Kondisi lingkungan yang berada di lahan pertanian Dusun Pule cukup memprihatinkan karena prilaku masyarakat sendiri yang awalnya tidak menggunakan obat kimia

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun tabar-tabar lebih menghambat bakteri gram positif dibandingkan dengan bakteri gram negatif,

Seperti telah dibahas sebel$mnya% asli empat perspektif tidak menak$p sem$a pemangk$ kepentingan harapan. :am$n% generasi bar$ dari BS masih k$rang peng$k$ran l$as di daerah

antara jarak mahalanobis dengan chi-square. Jika scatter-plot membentuk garis lurus dan lebih dari 50% nilai jarak mahalanobis kurang dari atau sama dengan chi-square,

Nakon što me je Bilić uputio i „na katalog zbirke ugarskog novca u Kun- sthistorisches Museumu u Beču, gdje se problemu pristupilo na vrlo sličan način” kao što