BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Renja SKPD adalah Dokumen Perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Konsukuensipenerapan system AkuntabilitasKinerjaIntansiPemerintah
(LAKIP) tidakterlepasdari proses pembuatanRencanaKerja (RENJA) yang
merupakanbagianterpentingbagi SKPD, yang
akandigunakanuntukmenilaikeberhasilanmaupunkegagalan SKPD
dalammelaksanakankegiatandalamrangkapencapaianVisidanMisi
KomponenutamadalampenyusunanRencanaKerja (RENJA) adalahadanya
indicator kinerja yang dapatditukarsecarakuantitatiffdankualitatif, yang
menggambarkantingkatpencapaian status kegiatandansasaran yang
telahditetapkan, indikator kinerjamemberikanpenjelasan,
baiksecarakuantitatifdankualitatif, mengenai apa yang akan di ukurkan untukmenentukanapakahtujuansudahtercapai.
Proses PenyusunanRencanaKerja (RENJA)
InidimulaidenganmerumuskanRencana Strategis (Renstra) SKPD yang
merupakanrencanajangkamenengah (lima tahunan) yang
dilanjutkandenganmenjabarkanrencana limatahunantersebutkedalamRencanaKerja
(RENJA) tahunandanberdasarkanRencanaKerja (RENJA)
tahunantersebutakanditindaklanjutidengan penyusunanRencanaKegiatanAnggaran (RKA) SKPD danDokumenKegiatanAnggaran (DPA) SKPD.
1.2 LANDASAN HUKUM
DasarpenyusunanRencanakerja(Renja) DinasKomunikasidanInformatika Kota Makassar adalahberdasarkan :
1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang–undang Nomor 30 Tahun 2014, tentang Administrasi
Pemerintahan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas
penyelenggaraan pemerintahan, badan dan atau pejabat pemerintahan dalam menggunakan wewenang harus mengacu pada asas-asas umum pemerintahan yang baik dan berdasrakan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun2014 tentang Pemerintah Daerah;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tentang Perubahan Batas-batas Daerah Kotamadya Makassar dan Kabupaten-Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkajene dan Kepulauan Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2970);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 tentang Perubahan Nama Kota Ujung Pandang Menjadi Kota Makassar Dalam Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 193);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentangTahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan kemudian diubah kembali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
15. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 13 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Makassar Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 13 Tahun 2006);
16. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah Menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Daerah Kota Makassar Tahun 2009 Nomor 2);
17. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Makassar Nomor 3
Tahun 2009) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukkan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar (Lembaran Daerah Tahun 2013 Nomor 7);
18. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Keduaatas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar.
19. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Makassar Tahun 2014-2019 (Lembaran Daerah Kota Makassar Tahun 2014 Nomor 5).
20. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 18 Tahun 2005 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Makassar.
1.3 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Tahun 2017 adalah:
1. Tersedianya kebijakan dan program strategis Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar 1 (satu) tahun ke depan yang mengacu pada RPJMD tahun 2015-2019 Pemerintah Kota Makassar.
2. Tersedianya dokumen/rumusan program strategis sebagai acuan kegiatan dan sebagai tolak ukur dalam penilaian kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar.
3. Terwujudnya komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif terhadap program dan kegiatan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar yang didanai APBD Kota Makassar.
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Tahun 2017, adalah untuk terjamin pelaksanaan pembangunan di bidang Komunikasi dan Informatika serta pemerataan penyebarluasan informasi kepada masyarakat Kota Makassar yang efisien dan efektif berdasarkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik.
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
Rencana Kerja (RENJA) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Tahun 2017, yang sistematika penulisannya terdiri dari :
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB 11 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD
2.1 Evaluasi Pelaksanaan RENJA SKPD tahun lalu dan capaian RENSTRA SKPD
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD
2.3 Isu-isu penting penyelenggaraan Tugas dan Fungsional SKPD
2.4 Penelahan Usulan Program & Kegiatan Masyarakat
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
3.2 Tujuan dan Sasaran RENJA SKPD
3.3 Program dan Kegiatan
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KOMUNIKASI TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Komunikasi dan Informatika Tahun
Sebelumnya dan Capaian Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika
Tahun 2015 adalah tahun pertama pelaksanaan Visi dan Misi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Pelaksanaan Program Selama tahun 2015 Dinas Komunikasi dan Informatika telah melaksanakan 10 program (67 kegiatan), terdiri dari 5 program penunjang/pendukung ( 31 kegiatan) dan 5 program utama ( 36 kegiatan) adapun pagu Dinas Komunikasi dan Informatika yang dibiayai oleh APBD tahun 2015 sebesar Rp.28.609.000.000.00,- Dalam hal ini dari 10 Program yakni 5 Program pendukung dan 5 program utama telah mencapai target dengan predikat sangat baik.
Pada tahun 2015 Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar telah melaksanakan berbagai kegiatan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Adapun capaian realisasi anggaran Dinas Komunikasi dan informatika Pada tahun 2015 adalah sebesar 81.46% serta Capaian realisasi kinerja pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar ialah sebesar 80.22%, dan untuk mewujudkan pencapaian sasaran stratejik tersebut telah dilaksanakan10 (Sepuluh) program dan 67 (Enam Puluh Tujuh) kegiatan yang dibiayai oleh APBD tahun 2015 sebesar Rp. 28.609.000.000,00-
Dalam hal ini dapat dijabarkan capaian target kinerja dan realisasi keuangan program/kegiatan RENJA SKPD, yakni :
PROGRAM PENDUKUNG
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Program ini memiliki indicator utama yaitu indeks kepuasan kepegawaian terhadap pelayanan sekretariat, hingga pada akhir periode T.A RENJA 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.1.065.464.652,- dari pagu Rp.1.391.600.200,- maka persentase yang didapat ialah sebesar 77%.
Capaian kinerja pada program ini mencapai 100% yakni semua kegiatan telah terlaksana sebagaimana yang diharapkan, adapun kendala dalam program ini sehingga capaian anggaran tidak mencapai 100% dikarenakan beberapa kegiatan yang tidak memenuhi anggaran yang ditetapkan seperti,
a. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
Pada kegiatan ini anggaran biaya yang digunakan sebanyak Rp.133.987.292 dari pagu Rp.195.000.000 maka presentasenya ialah 69%, anggaran tidak sepenuhnya habis dikarenakan pembayarannya dibayar sesuai dengan peruntukannya.
b. Pengelolaan Administrasi Perkantoran
Pada Kegiatan ini anggaran biaya yang digunakan sebanyak
Rp.127.728.400,- dari pagu Rp. 140.160.400,- maka presentasenya mencapai 91 % , anggaran tidak sepenuhnya habis karena kebutuhan akan belanja atk, penggandaan dan makan minum disesuaikan denan kebutuhan.
c. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
Pada kegiatan anggaran biaya yang digunakan sebanyak Rp.252.775.760 dari pagu Rp.443.670.000 maka presentasenya mencapai 57% dikarenakan terdapat beberapa sisa anggaran yang tidak digunakan mengingat keberangkatan keluar daerah atau tugas dinas luar di biayai sesuai dengan keperluan dan peruntukannya juga.
d. Sosialisasi Kinerja Pelayanan Publik
Pada Kegiatan anggran biaya yang digunakan sebanyak Rp. 279.500.000,- dari pagu Rp. 341.296.600,- maka presntasenya mencapai 82 % dikarenakan terdapat beberapa sisa anggaran yang tidak digunakan disebabkan pada belanja jasa publikasi dan dokumentasi pihak yang bersanngkutan tidak dapat menunjukkan bukti siar dan pa belanja jasa tenaga ahli/dan narasumber ada anggaran sekitar Rp. 15.000.000,- tidak dicairkan dikarenakan tenaga narasumber tidak bisa menunjukkan laporan pertanggung jawaban.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Pada program ini memiliki indicator kinerja yakni terpenuhinya sarana dan prasarana aparatur, dengan demikian pada akhir periode T.A 2015 telah mencapai target realisasi keuangan sebanyak Rp. 793.010.000,- dari Rp.968.882.100,- maka presentase yang didapat ialah sebesar 82%
Adapun capaian realisasi kinerjanya sebanyak 100% sehingga program inipun dapat terlaksanakan dengan baik dan memuaskan di tahun anggaran 2015, namun terdapat kegiatan yang dalam hal ini tidak dapat berjalan
sehingga pagu anggaran yang telah ditetapkan tidak digunakan sampai habis sehingga tidak mencapai 100% kegiatan tersebut yakni :
a. Pemeliharaan Rutin/berkala mobil jabatan
Pada Kegiatan ini anggaran biaya yang digunakan sebanyak Rp. 24.237.600,- dari pagu Rp. 37.085.500,- maka presentasenya mencapai 65 % dikarenakan terdapat beberapa sisa anggaran yang tidak digunakan disebabkan pada belanja jasa service di cairkan sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan rutin mobil jabatan.
b. Pemeliharaan Rutin/berkala alat angkutan darat bermotor
Pada Kegiatan ini anggaran biaya yang digunakan sebanyak Rp. 152.804.300,- dari pagu Rp. 280.074.100,- maka presentasenya mencapai 54 % dikarenakan terdapat beberapa sisa anggaran yang tidak digunakaan semua disebabkan pada belanja jasa service,belanja penggantian suku cadang dan belanja Bahan bakar minyak/ Gas dan pelumas disesuaikan dengan kebutuhan.
c. Pemeliharaan rutin/berkala alat kantor
Pada Kegiatan ini anggaran tidak digunakan 100 % dikarenakan disesuaikan dengan kebutuhan pemeliharaan alat kantor.
d. Pemeliharaan rutin/berkala alat rumah tangga
Pada kegiatan ini anggaran biaya yang digunakan sebanyak Rp. 10.000.000,- dari pagu Rp. 25.200.000,- maka presentasenya mencapai 40 % , terdapat sisa anggaran yang tidak digunkan dikarenakan sesuai dengan kebutuhan.
3. Peningkatan Disiplin Aparatur
Pada program ini memiliki indikator kinerja yakni presentase sumber dayaaparatur yang berkompeten dalam bidang komunikasi dan informatika maka, adapun hingga pada akhir periode T.A 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.42.500.000 dari pagu Rp.45.000.000 dan presentasenya mencapai 100% serta capaian kinerja sebanyak 100%, program ini telah dilaksanakan dengan predikat memuaskan.
4. Program peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Pada Program ini memiliki indicator kinerja yakni terlaksananya peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, demikian telah mencapai realisasi keuangan sebanyak Rp.26.914.600 dari total pagu Rp.26.914.600 maka presentase pada program ini mencapai 100% pada realisasi anggarannya.
Pada capaian kinerjanya mencapai 100% maka dengan ini program ini telah dilaksanakan dengan baik dengan predikat sangat memuaskan.
5. Program peningkatan Pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan
Pada program ini memiliki indicator kinerja presentase laporan/document unit yang diterbitkan tepat waktu 100% sehingga pada akhir periode T.A 2015 telah mencapai target realisasi keuangan sebanyak Rp.399.365.000,- dari pagu Rp.446.660.000 maka presentase yang didapat ialah 89%.
Adapun realisasi capaian kinerjanya ialah sebanyak 100% sehingga program inipun dapat terlaksanakan dengan baik dan memuaskan di tahun anggaran 2015, namun dalam hal ini terdapat beberapa kegiatan tidak mencapai target 100% yakni pada kegiatan:
a. Penyusunan RKA
Kegiatan ini hanya mencapai target presentase sebanyak 100 % dengan predikat memuaskan .
b. Penyusan DPA
Kegiatan ini hanya mencapai target presentase sebanyak 90 %
dikarenakan adanya permasalahan dalam proses
pengadministrasian.yang dalam hal ini akan direampungkan pada bulan januari 2016.
c. Penyusunan RENJA
Kegiatan ini hanya mencapai target presentase sebanyak 91 % dikarenakan adanya permasalahan dalam belanja jasa tenaga narasumber yang dikembalikankarena jumlah narasumber yang ada di daftar tidak saesuai dengan yang ada di DPA.
d. Penyusunan LAKIP
Kegiatan ini hanya mencapai target presentase sebanyak 88 % dikarenakan adanya permasalahan dalam belanja jasa tenaga narasumber yang dikembalikan karena jumlah narasumber yang ada di daftar tidak saesuai dengan yang ada di DPA dan belanja alat tulis kantor disesuaikan dengan kebutuhan
e. Penyusunan TAPKIN
Kegiatan ini mencapai target presentase sebanyak 98 % dikarenakan adanya Belanja alat tulis kantor yang pencairannya disesuaikan dengan kebutuhan.
PROGRAM UTAMA
1. Program Pengembangan POS dan TELEKOMUNIKASI
Program ini memiliki indikator kinerja yakni jumlah unit ruang public yang terfasilitasi akses wi-fi (internet) hingga pada akhir T.A periode RENJA 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.587.759.200 dari total pagu sebanyak Rp.652.554.200 maka presentase mencapai 90%.
Adapun capaian kinerja pada program ini ialah mencapai 10%, dalam hal ini adapun indicator kinerja programnya ialah jumlah unit ruang public yang terfasilitasi akses wi-fi (Internet).
Pada awal perencanaan target kinerja program ini ialah 10 titik pemasangan wi-fi gratis di gedung-gedung dengan menempelkan wi-fi yang dimaksud tanpa menggunakan tower namun dikarenakan banyaknya kemungkinan kendala yang dihadapi seperti pembayaran iuran sewa oleh pemilik gedung di pasangkan hingga dengan adanya hal tersebut maka kegiatan ini mendapat revisi kembali sehingga menjadi 11 titik wi-fi di tambah 1 titik di pulau, dengan demikian peralihan pemasangan wi-fi inipun disetujui oleh semua pihak yang terkait. Namun dengan berakhirnya tahun anggaran 2015 pemasangan titik wi-fi telah rampung dan selesai mulai dari pengadministrasian hingga kinerjanya.
2. Program Optimalisasi Pemanfaatan teknologi Informasi
Program ini memiliki indikikator kinerja ialah laporan kinerja SKPD yang terpublikasikan, pada program ini hingga pada akhir periode T.A RENJA 2015 hanya mencapai target realisasi keuangan sebanyak Rp.1.025.770.000 dari total pagu Rp.3.103.450.400 yakni sebanyak 33.05%
Adapun progres capaian kinerja ialah 82.00%, hal ini dinilai dari jumlah 5 SKPD yakni, BAPPEDA, DUKCAPIL, DISNAKER, PU, dan RSUD yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan website yang terkoneksi dengan web
Kota Makassar www.makassarkota.go.id, dibagi 52 SKPD dikali 100%
Maka realisasinya sebesar 9.6%.
program ini memiliki 5 kegiatan dengan progres 4 diantaranya mencapai target 100 % namun terdapat 1 kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan pada periode tahun 2015 ini yaitu;
a. Operasional Aplikasi Smart City dengan jumlah dana sebesar Rp.1.897.360.000, kegiatan ini tidak dapat terlaksanya sebagaimana perencanaannya.
3. Program Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi
Pada program ini memiliki indicator kinerja SKPD yang menerapkan elektronik E-government yang terintegrasi sehingga pada akhir periode T.A RENJA 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.13.883.473.500,- dari total pagu Rp.16.115.961.700 maka persentase yang didapat ialah sebesar 86.15%
Pada program ini progress capaian kinerjanya telah mencapai 100%, hal ini dinilai dari jumlah 3 SKPD yang menerapkan E-Government dibagi dengan 52 SKPD dikali 100%, maka hasil sebesar 9.6% dengan rasio sebesar 100%. Adapun SKPD yang menerapkan E-Government yakni Dukcapil, Disnaker, dan Bappeda yang SKPD ini telah mengaplikasikan, 1. Musrenbang Online
2. Data elektronik 3. Bursa Kerja
Adapun kendala dalam program ini pada kegiatan yang tidak berjalan di T.A 2015 yakni;
a. Penyediaan software tata naskah dan Media analytics, dengan anggaran sebesar Rp.1.995.435.000
b. Pelatihan software microsoft, dengan anggaran sebesar Rp.150.000.000
4. Program Kerjasama informasi Dengan mas Media
Pada program ini memiliki indikator kinerja yakni SKPD yang dokument perencanaan dan laporan kinerjanya dipubliksikan di media, sehingga pada akhir periode T.A RENJA 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.3.847.622.800 dari total pagu Rp.4.005.024.150 maka persentase yang didapat ialah sebesar 96%, hal ini dinilai dari 52 seluruh SKPD dibagi dengan 52 SKPD yang document perencanan dan laporan kinerja dipublikasikan di media dikali 100%, maka hasil sebesar 100%.
Adapun capaian progres kinerjanya telah mencapai 100% capaian tersebut dinilai sangat memuaskan karena seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya.
5. Program Pemberdayaan Kelembagaan Media Massa dan Masyarakat Pada program ini memiliki indicator kinerja yakni lembaga media massa dan kelompok informasi masyarakat yang dibina sehingga pada akhir periode T.A RENJA 2015 telah mencapai realisasi anggaran sebanyak Rp.962.771.750 dari total pagu Rp.1.028.612.950 maka persentase yang didapat ialah sebesar 94%
begitupun dengan capaian kinerjanya telah mencapai 100%, hal ini dinilai dari 2 target KIM yang ditetapkan pada perjanjian kinerja dapat terbina yakni pada perlombaan KIM yang dilaksanakan di Kelurahan Terpadu bertempat di Kel.Batua serta pembinaan kegiatan P2WK2SS di Kel. Pannampu, hingga berakhirnya tahun 2015 ini program ini telah mencapai target yang diinginkan dengan predikat sangat memuaskan.
Secara umum Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar tahun 2015 telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab
organisasi. Rata-rata tingkat capaian indikator kinerja outcome dan output
adalah sebesar 80.22% dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 81.46%. Adapun faktor penghambat pelaksana kegiatan sehingga tidak tercapai 100% adalah fasilitas penunjang informasi dan komunikasi yang masih terbatas, perlunya peningkatan kerjasama dan dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penyampaian informasi. Adapun capaian target kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika adalah sebagai berikut :
3 Program pendukung mencapai target 100 % dan 2 Program tidak mencapai target. 3 Program yang mencapai target 100 % adalah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Disiplin Aparatur, dan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya aparatur. Sedangkan 2 Program tidak mencapai target 100 % yaitu Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dan Programn Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan.
5 ( Lima ) program utama tidak mencapai target 100 % yaitu: a. Program Pengembangan Pos dan Telekomunikasi
Ada beberapa kendala sehingga tidak mencapai 100 % disebabkan Pada Proram ini makan minum rapat tidak dicairkan karena tidak didukung oleh absen peserta rapat.
b. Program Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi
Pada Program ini terdapat 2 kegiatan yang tidak dicairkan 100 % yaitu kegiatan Operasional Aplikasi Smart city senilai Rp. 1.1.897.630.000,- dan Penyediaan Software Tata Naskah Dan Software Digital media Analitics senilai Rp.1.995.435.000 dikarenakan tidak ada di dalam E-Katalog.
c. Program Pengembangan sistem informasi dan komunikasi
Pada Program ini terdapat 1 kegiatan yaitu Penyediaan aplikasi berbasis website dan mobile pada belanja modal Pengadaan Aset Tidak berwujud senilai Rp. 54.617.100,00,-. 1 aplikasi tidak di proses karena tidak sesuai dengan kebutuhan.
d. Program kerjasama informasi dengan mas media
Pada kegiatan Penyelenggaraan Pameran Makassar Fair belanja jasa publikasi, dokumentasi dan iklan pemerintah sejumlah Rp.43.500.000,- tidak dicairkan disebabkan karena belanja publikasi pada salah satu dia terlalu tinggi.
e. Program Pemberdayaan kelembagaan media massa dan masyarakat Pada program ini terdapat 1 rekening belanja yaitu belanja sewa tenda pada kegiatan Pemberdayaan pengelolaan lomba kelompok informasi masyarakat (KIM) di geser.
Tindak lanjut yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut di atas ialah I. PROGRAM PENGEMBANGAN POS DAN TELEKOMUNIKASI
Pada program ini terdapat pencairan anggaran makan minum disertai dengan absen peserta rapat peserta.
II. PROGRAM OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Terdapat 2 (dua) kegiatan yang tidak dicairkan 100%, yaitu masing-masing :
(1). Operasional Aplikasi Smart City senilai Rp. 1.897.630.000,-. Kegiatan tidak dicairkan oleh karena pertimbangan sebagai berikut :
(a) Perpanjangan sewa sementara aplikasi tersebut sebelumnya tidak pernah diserah-terimakan menjadi aset kepada pemkot dan / atau diduga hasil penyelenggaraan kegiatan pada tahun sebelumnya (2014) belum/ tidak memenuhi standar teknis aplikasi smart city sesuai kebutuhan pemkot.
(b). Pihak penyedia (TELKOM) telah diundang untuk presentasi dan menyampaikan evaluasi laporan penyelenggaraan tahun sebelumnya (2015), namun kemudian didapati solusi aplikasi smart city dimaksud selama ini adalah aplikasi trial (uji coba), yang hanpir dari segala sudut baik segi keamanan,
skalabilitas, fitur dll, sama sekali belum memenuhi standar pengembangan pemkot.
(c). PPTK menilai patut mencegah terjadinya pengeluaran negara yang kurang dari segi teknis diduga tidak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemkot, dan dari segi administrasi patut diduga tidak memenuhi aspek pelaksanaannya apabila tanpa melalui proses pengadaan sesuai perundang-undangan.
(d). Dari keadaan tersebut telah dilakukan diskusi dengan pimpinan yang kemudian menginginkan setiap aplikasi bisa bersifat on premise (diinstal di server-server milik pemkot) dan bukan bersifat sewa menyewa aplikasi agar sepenuhnya source code jadi milik pemkot. Aplikasi tersebut kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemkot oleh sumberdaya internal pemkot. (e). Dari model ini diharapkan terwujud skalabilitas, development , dan peningkatan capacity building aparatur internal pemkot, dan aplikasi smart city milik pemkot akan terus tumbuh dari segi jumlah, fitur, dan manfaat karena setiap tahun dapat dialokasikan aplikasi baru sesuai kebutuhan pemkot, bukan sekedar bayar sewa yang tidak akan pernah pemkot miliki aplikasinya.
KESIMPULAN : Kegiatan perlu dilkikan perubahan dari operasional aplikasi smart city yang jumlahnya tidak akan tumbuh menjadi pengadaan aplikasi smart city yang diharapkan menumbuhkan aplikasi-aplikasi baru milik pemkot
(2). Penyediaan Software Tata Naskah dan Media Analytic senilai Rp. 1.995.345.000,-. Kegiatan tidak dicairkan karena tidak terdapat dalam e-katalog1.995.345.000,-.
Kegiatan yang terbagi menjadi 2 (dua) item ini tetap diusulkan masuk ke APBD perubahan dan siap dilaksanakan. Namun yang terjadi adalah keterlambatan pengesahan APBD-P, sehingga prosedur lelang umum tidak memungkinkan dari segi waktu. Oleh karena itu dipilihlah skenario e-purchasing melalui e-katalog lkpp. Namun
yang terjadi kemudian tidak ditemukan calon penyedia dan salah satu calon baru memenuhi prosedur (listing) di sistem LKPP pada tanggal 2 Desember 2015, dari ketentuan sistem lkpp yang disepakati pada 20 November 2015. Sehingga atas keadaan tersebut pembelian tidak dapat direspon oleh sistem LKPP.
KESIMPULAN : Hasil kegiatan dinilai dapat memberikan manfaat bagi pemkot untuk menemukan isu-isu dan tuntutan masyarakat melalui media sosial. Atas keadaan tersebut PPTK menilai kegiatan tersebut perlu dilaksanakan tetapi dengan pembiayaan yang dapat dirasionalisasikan dan dapat menggunakan SDM internal pemkot sehingga dapat menekan peneluaran dengan hasil yang diseuaikan tujuannya.
Adapun untuk kegiatan Tata Naskah Digital PPTK menilai kegiatan ini tidak cukup memiliki urgensi oleh karena pengelolaan naskah dinas masih belum terdapat standar baku BPM (business process management) yang ditetapkan. Oleh karena itu, sebelum memasuki implementasi pengelolaan naskah melalui aplikasi, sangat perlu menetapkan BPM terlebih dahulu.
III. PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
(1). Penyediaan Aplikasi Berbasis Mobile dan Website senilai Rp. 54.617.100,- tidak dicairkan oleh karena belum ditemukan kebutuhan aplikasi atau alur proses aplikasi belum disepakati hingga akhir tahun anggaran 2015. Adapun salah satu aplikasi yang direncanakan tahun 2015 tersebut adalah aplikasi Bank Sampah Online.
KESIMPULAN : Masih dibutuhkan kegiatan-kegiatan serupa untuk konvergensi aplikasi smart city yang memudahkan dan menggerakan smart people di kota Makassar.
(2) Pelatihan Software Microsoft senilai Rp. 150.000.000,-. Telah terjadi perbedaan pendapat mengenai harus perubahan/ revisi renstra karena item brand/ merek untuk pelatihan dimaksud sudah mengarahkan pada pihak tertentu. Lagi pula keadaan ini tidak sejalan dengan arahan kebijakan pusat yang mengarah ke aplikasi open source. Jika dilakukan perubahan / revisi renstra maka akan mudah melakukan kegiatan yang dapat digabungkan antara aplikasi propietary dengan open source menurut kebutuhan.
KESIMPULAN : Pelatihan tersebut telah diarahkan dalam RENSTRA secara jelas ke kode tertutup, sehingga tidak sejalan dengan deklarasi INDONESIA GO OPEN SOURCE tanggal 27 mei 2008 yang disepakati 18 instansi pemerintah termasuk
kementerian, kejaksaan, kepolisian, lembaga pemerintah lainnya. Sehingga dipandang perlu mengarahkan kegiatan yang sejalan dengan kebijakan nasional.
IV. PROGRAM KERJASAMA INFORMASI DENGAN MASS MEDIA
Pada penyelenggaraan pameran Makassar Fair pada belanja jasa publikasi (Dokumentasi) iklan pemerintah akan dikurangi anggarannya sesuai dengan kebutuhan.
V. PROGRAM PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN MEDIA MASSA DAN MASYARAKAT Pada kegiatan KIM ini belanja sewa tenda yqang seharusnya memang dalam
kegiatan ini tidak perlu adanya sewa tenda.
Secara keseluruhan kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Dinas KOMINFO tahun lalu (n-2) dapat dilihat pada tabel 2.1
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa tahun 2015 merupakan masa tahun pertama pelaksanaan visi dan misi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dimana pada Renstra Dinas komunikasi dan informatika 2015-2019, sasaran Dinas Komunikasi dan Informatika sebanyak 6 (enam) Sasaran Strategis dengan 10 Indikator Kinerja. Dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.3
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar
No Sasaran SPM/standar
nasional IKK
Target Renstra SKPD Realisasi
Capaian Proyeksi Catatan Analisis Tahu n 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1 Presentase Capaian Kinerja yang termuat dalam Citizen Charter SKPD
- 92 % 85 % 85 % 90 % 95 % 100 % 85 % 85 % 85 % 90 %
2
Jumlah Unit ruang public yang terfasilitasi Akses Wifii ( Internet ) 247 Hari x 5 tahun = 50 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 3 Laporan Kinerja SKPD - 100 % 100 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
yang terpublikasikan % 4 SKPD yang menerapkan Elektronik Government yang terintegrasi - 100 % 22 % 22 % 22 % 22 % 22 % 22 % 22 % 22 % 22 % 5 SKPD Yang dokumen Perencanaan dan laporan Kinerjanya di publikasikan di Media 60 Kali / 5 Tahun 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 6
lembaga media massa dan kelompok informasi masyarakat yang dibina
10 Kali pembentukan KIM 100 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 % 1.40 %
Berdasarkan Tabel 2.2 di atas, dari 6 indikator kinerja sasaran pelayanan SKPD, sebanyak 6 indikator tercapai 30%,
Pencapaian target kinerja DISKOMINFO 2015 (Renstra 2015-2019), secara keseluruhan rata-rata nya mencapai adalah 85%, dari 6 indikator terdapat4 indikator kinerja yang tidak tercapai target yakni Terwujudnya jasa titipan yang bertanggung jawab pada bidang pos dan telekomunikasi pada resentase mencapai 50%, terwujudnya pembinaan internet yang bertanggung jawab pada bidang pos dan telekomunikasi pada presentase 100%,pengadaan jaringan komunikasi dan informasi,pengadaan SDM radio,pemantauan dan pembinaan pos,bimbingan teknis migrasi open sourcebelum sampai waktunya untuk di laksanakan,maka dapat disimpulkan bahwa dari 10 indikator kinerja dalam bidang pos 2 diantaranya tidak mencapai target sehingga dicatat target mencapai 95.27%, pada presentasetersedianya jasa tenaga pendukung administrasi kantor pada Program pelayanan administrasi perkantoran yakni 86% secara keseluruhan dari 12 indikator kinerja juga hanya 1 indikator yang tidak mencapai target sehingga secara keseluruhan presentase mencapai 98.15%, pada presentase Berfungsinya dengan baik kendaraan operasional pada program peningkatan sarana dan prasarana aparatur mencapai 90% secara keseluruhan dari 9 indikator sasaran hanya 1 diantaranya yang tidak mencapai target sehingga keseluruhan presentase mencapai 98.88%
Walaupun secara keseluruhan capaian target kinerja Diskominfo cukup baik, masih banyak beberapa hal yang perlu dibenahi pada tahun kedepan guna peningkatan kinerja capain sasaran program kegiatan. Pencapaian target indikator kinerja Diskominfo didukung oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Dukungan yang kuat dari unsur pimpinan dan semua pegawai dalam merespon kepentingan daerah.
Adapun faktor-faktor penghambat atas capaian kinerja sebagaimana ditetapkan dalam target kinerja tahun 2014 dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut :
Masih kurangnya pemahaman dalam membuat indikator kinerja sehingga ada ketidaksikronan antara Rencana Kerja/Dokumen pelaksanaan anggaran yang berisi indikator kinerja (keluaran dan hasil) dengan target kinerja dan format penetapan kinerja sehingga sangat sulit untuk melakukan penilaian indiaktor kinerja.
Adanya keterbatasan waktu pelaksanaan yang tidak dapat di hindari, hal ini disebabkan alur proses pengesahan pembahasan anggaran yang membutuhkan waktu yang agak lama, berdampak pada tidak tercapainya target dari sasaran kegiatan yang akan dilaksanakan.
Masih kurangnya tenagayang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional dalam menangani hal tersebut (RENSTRA – RENJA) sehingga diperlukan pelatihan pada bidang ini.
Faktor pendorong :
1. Adanya pemanfaatan teknologi yang mendukung sosialisasi pembangunan; 2. Tersedianya layanan internet untuk mendukung penyampaian informasi
dan sosialisasi kepada masyarakat;
3. Tersedianya sumber daya manuasia yang memadai guna mendukung sosialisasi penyampaian informasi.
Langkah-langkah yang akan diambil untuk meminimalisir faktor-faktor penghambat seperti tersebut diatas, sebagai berikut:
1. Melakukan koordinasi lebih lanjut kepada masing-masing PPTK atas kegiatan/program yang tercantum dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) sehingga dapat terealisasi sesuai jadwal yang ditentukan.
2. Melakukan konsultasi dan koordinasi yang lebih intensif kepada kantor Bappeda sehingga terjalin komunikasi yang baik dalam pelaksanaan
pembahasan sasaran pembangunan, penyepakatan prioritas, sasaran, indikator, serta target dari program dan kegiatan.
3. Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia melalui kegiatan Seminar, Bimbingan Teknis dan Workshop maupun Diklat, baik yang dilakukan secara mandiri dengan mengundang narasumber baik dari kalangan akademisi, kementeriaan terkait serta praktisi yang mana mengikut sertakan dalam setiap pendidikan dan pelatihan (diklat) dan diklat teknis
lainnya guna memenuhi kebutuhan stakeholder dan menghadapi
kompetitor.
2.3 Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
Perencanaan kebijakan, program dan kegiatan yang diselaraskan dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh Dinas komunikasi dan Informatika mengintegrasikan Visi Pemerintah Kota Makassar sebagai berikut:
“Mewujudkan Makassar Kota Dunia Berbasis tekhnologi Informasi dan Komunikasi“
Makna pokok yang terkandung dalam Visi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar tersebut antara lain :
a. Makassar Kota Dunia adalahkota yang lebih cerdas, yaitu layak huni, efisien, dan berkelanjutan. Makassar Kota dunia paling tidak meliputi enam dimensi, yaitu ekonomi, mobilitas, lingkungan, manusia, kehidupan dan pemerintahan.;
b. Pelayanan Informasi dan Komunikasi, adanya pelayanan Informasi dan Komunikasi yang disebarluaskan melalui berbagai media dan tehnologi terkini, merupakan suatu syarat mutlak untuk dapat mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan menuju masyarakat maju dan mandiri.
Misi merupakan deskripsi tugas-tugas utama yang bersifat global dalam rangka mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Misi adalah suatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi (instansi pemerintah) agar tujuan organisasi dapat tercapai dan berhasil dengan baik.
Dengan pernyataan misi yang ditetapkan ini, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dan mengetahui alasan keberadaan dan perannya lebih dalam.
Misi yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publikasi yang profesional berbasis teknologi informasi:
Pelayanan publik yang profesional berbasis teknologi informasi merupakan pelayanan umum menggunakan sarana prasarana teknologi informasi sebagai bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang
publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab
dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di
lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah,
dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berkualitas secara transparan, akuntabel, cepat, efisien dan efektif.
2. Meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur jaringan untuk pelayanan teknologi informasi dan komunikasi;
Pemenuhan infrastruktur jaringan yang terpadu diperlukan sebagai landasan konektifitas bagi komunikasi data layanan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan teknologi modern yang berbasis teknologi informasi merupakan faktor pendukung untuk meningkatkan kualitas layanan informasi yang bisa diakses secara cepat dan tepat.
1. Meningkatkan kualitas sistem aplikasi yang terintegrasi disemua lembaga pemerintahan;
Sistem aplikasi yang terintegrasi merupakan penyatuan berbagai macam aplikasi layanan pemerintahan untuk memudahkan pertukaran data
antar instansi pemerintahan sebagai perwujudan layanan e-government
bagi masyarakat.
2. Meningkatkan kerjasama dan kemitraan bersama komunitas teknologi informasi berbasis potensi lokal;
Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai komunitas lokal, nasional maupun internasional yang memanfaatkan teknologi informasi dan sarana potensi lokal untuk mendukung program pemerintah dalam layanan komunikasi dan informasi.
Ada 2 tugas pokok yang menjadi tanggung jawab Dinas Komunikasi
dan Informasi, yaitu menyelenggarakan pelayanan urusan
pemerintahan dan pelayanan umum dibidang komunikasi dan informatika.
Dalam urusan komunikasi dan informatika ada 2 tugas utama yang harus dilakukan yaitu :
1. Peningkatan akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat dan
jajaran birokrasi pemerintah Kota Makassar
Era Globalisai berdampak kepada kebutuhan masyarakat akan informasi. Kebutuhan akan informasi dan selalu up to date dengan perkembangan dunia menjadi bagian dari kebutuhan primer masyarakat dewasa ini. Untuk itu Pemerintah Kota Makassar melalui Departemen Penerangan yang merupakan cikal bakal lahirnya Dinas Komuniaksi dan Informatika membangun sebuah jaringan komunikasi dan informasi membangun sebuah jaringan komunikasi dan informasi yang berbasis open source dalam bentuk e-government, sejak tahun 2009 yang diawali dengan dibentuknya
tersebut semata-mata untuk membuka akses informasi, dan memebrikan ruang gerak bagi masyarakat untuk ikut serta dalam proses pemerintahan dan pembangunan.
2. Penyebarluasan informasi pemerintah dan pembangunan daerah
KebijakanPemerintah Kota Makassar pentinng untuk disosialisaikan kepada masyarakat secara formal maupun informal , untuk mmnedapatkan feed back sehingga kebijakan yang diambil tersebut dapat dirasakan masyarakat, dan bisa betul-betul sampai kepada tujuan yang ingin dicapai.
Untuk merealisasikan sebagaimana yang tertuang dalam Visi dan Misi tersebut, maka setiap karyawan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar harus mampu memahami makna dari Visi danMisi tersebut, yang merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengarahkan opresionalisasi organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai sesuai Visi dan Misi yang telah ditetapkan, karena merupakan penentu arah tindakan operasional organisasi, maka perumusan Visi dan Misi perlu mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi organisasi
Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar melaksanakan kewenangannya dalam Bidang Komunikasi dan Informatika yang menjadi tanggung jawabnya meliputi Bidang Pengembangan Informasi Aplikasi dan Telematika, Bidang Pos dan Telekomunikasi, Bidang Pendayagunaan Media, Bindang Pemberdayaan dan Kelembagaan Informasi
Adapun Permasalahan dan hambatan yang dihadapi
dalammelaksanakan tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatikaadalah sebagai berikut:
Faktor Pendorong :
Adanya pemanfaatan teknologi yang mendukung sosialisasi
pembangunan;
Tersedianya layanan internet untuk mendukung penyampaian
informasi dan sosialisasi kepada masyarakat;
Tersedinaya sumber daya manusia yang memadai guna mendukung
sosialisasi penyampaian informasi. Faktor Penghambat :
Fasilitas penunjang informasi dan komunikasi yang masih terbatas;
Perlunya peningkatan kerjasama dan dukungan dari berbagai
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyampaian informasi. Untuk mengantisipasi isu-isu di Dinas Komunikasi dan Informatika seperti tersebut diatas, maka diusulkan 5 Program penunjang dan 5 program utama dengan 69Kegiatan sbb;
PROGRAM PENDUKUNG/PENUNJANG
A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Penyediaan Jasa Suratmenyurat
Penyediaan jasakomunikasisumberdaya air danlistrik
Penyediaan JasaKebersihankantor
Penyediaan JasaTenagaPendukungadministrasi kantor /
tekhnislainnya
Penyediaan BahanbacaandanPeraturan Perundang-undangan
PengelolaanAdministrasiPerkantoran
Rapat-rapat Koordinasidankonsultasikeluardaerah
Sosialisasi Kinerja pelayanan Publik
B. Program peningkatan sarana dan prasarana kantor
PengadaanAlat Kantor
PengadaanAlat Rumah Tangga
Pengadaan meja dan kursi rapat
Pengadaan alat studio
Pemeliharaanrutin / berkalamobiljabatan
Pemeliharaan rutin/berkala alat angkuan darat bermotor
Pemeliharaan rutin/berkala alat kantor
Pemeliharaan rutin/berkala alat rumah tangga
Pemeliharaanrutin / berkalakomputer
Pemeliharaanrutin / meja dan kursi kerja/rapat
Pemeliharaan rutin/berkala alat studio
Rehabilitasi sedang/berat rumah gedung kantor
Penyediaan Jasa Perizinan dan Sertifikasi
C. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Pengadaan pakaian Dinas beserta Perlengkapannya
D. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
Pendidikan dan Pelatihan Formal
E. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja & Keuangan
Penyusunan RKA-SKPD
Penyusunan DPA-SKPD
PenyusunanRencanaKerja RENJA SKPD
Penyusunan LAKIP –SKPD
Penyusunan TAPKIN - SKPD
PenyusunanLaporanKeuangansemesteran, laporan Keuangan akhir
tahun dan perhitungan penyusunan asset.
Pengelolaan keuangan SKPD
- PROGRAM UTAMA
F. Program Pengembangan pos dan telekomunikasi
PemantauandanPembinaanPos, Jasatitipandantelekomunikasikhusus
PenyebarluasanInformasimelalui media social, SMS Gateway, SMS
Flash
Pembinaan JasaTitipan
Pembinaan Internet
Pengadaan Jaringan Komunikasi dan Informasi
Peningkatan SDM Radio
Desiminasi Tentang tata cara memeperoleh rekomondasi
pembangunan Tower
Bimbingan Teknis Migrasi Open Source Software
Pembinaan Warnet Sehat
G. program optimilisasi pemanfaatan tekhnologi informasi
PengelolaanPerangkat Multimedia danTelematika
Sosialisasi Program Pemerintah Kota
KajiandanPenelitianterkaitTehnologiInformasidanKomunikasi di Kota
Makassar
Sosialisasi Manfaat Smart City bagi kelompok Kepemudaan
Oprasional Aplikasi Smart City
Pengadaan Jaringan Komunikasi dan Informasi
Workshop tatacarapengaduanLayananSistemInformasiPublik
H. Program pengembangan sistem informasi dan komunikasi
KontentKinerja SKPD Pemerintah Kota Makassar
Pengelolaan Website Pemerintah Kota Makassar
Penyediaan Aplikasi berbasis website dan mobil
Penyediaan software tata naskah dan software digital media
analytics
Pelatihan software Microsoft
Pembangunan Operation Room
Pengembangan teknologi Informasi
I. Program kerjasama informasi dengan mass media
Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah
Penyebarluasan Informasi bersifat Penyuluhan Bagi masyarakat
Pembuatan Video Profil kota Makassar
Penyelenggaraan Pameran makasar Fair
Penyelenggaraan Pameran
Monitoring Sosial media
J. Program Pemberdayaan kelembagaan media massa dan
Masyarakat
Pengelolaan jaringan media centre
Pemberdayaan pengelolaan lomba kelompok informasi masyarakat
(KIM)
Pembinaan dan Pengembangan komunikasi anak lorong kota
Makassar
Koordinasi dan kemitraan dalam bidang usaha produktif kominfo
Verifikasi bidang usaha produktif kominfo
Temu Wartawan media cetak dan elektronik
Pemasangan spanduk/sticker tower/menara telekomunikasi
Bimbingan teknis kelompok informasi Masyarakat
Bimbingan teknis peningkatan wawasan dan kreatifitas bidang
komunikasi dan informasi bagi pelajar Pelatihan Design Grafis
Desiminasi Nilai-nilai Kemanusiaan
Seminar Peran City Branding dalam mendukung daya saing kota
Makassar pada tingkat nasional dan internasional.
Desiminasi Nilai-nilai Kemanusiaan
Nama SKPD :Dinas Komunikasi dan Informatika Lembar…….dari………
Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan Catata
n Pentin g No Program/ Kegiatan Lokasi Indikator kinerja Target capaian Pagu indikatif (Rp.000) Program/ Kegiatan Lokasi Indikator kinerja Target capaian Kebutuh an Dana (Rp.000) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
URUSAN WAJIB URUSAN
WAJIB Program Pengembanga n Pos dan Telekomunika si Jumlah Unit ruang Publik yang berfasilita si kases wiffi Program Pengemba ngan Pos dan Telekomu nikasi Jumlah Unit ruang Publik yang berfasilitasi kases wiffi
Pembinaan Jasa Kecamata
n Tersedianya 200
77.560.300 Pembinaa n Jasa
Kecamat
Titipan Panakkuk ang
Jasa titipan Orang Titipan Panakkuk
ang
Jasa titipan Orang 00
Pembinaan Internet Kecamata n Panakkuk ang Terwujudny a Internet sehat yang bertanggun g jawab 100 Orang 37.548.000 Pembinaa n Internet Kecamat an Panakkuk ang Terwujudnya Internet sehat yang bertanggung jawab 100 Orang 37.548.0 00 Peningkatan SDM Radio Kecamata n Panakkuk ang Terpenuhin ya Peningkatan SDM Radio 70 Orang 31.000.100 Peningkat an SDM Radio Kecamat an Panakkuk ang Terpenuhiny a Peningkatan SDM Radio 70 Orang 31.000.1 00 Pemantauan dan Pembinaan Pos Jasa Titipan dan telekomunikasi Khusus Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya Kemampua n Pengelola Bloger , youtube 120 Orang 68.606.200 Pemantau an dan Pembinaa n Pos Jasa Titipan dan Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a Kemampuan Pengelola Bloger , youtube dan 120 Orang 68.606.2 00
dan geogle absence telekomun ikasi Khusus geogle absence Penyebarluasan Informasi melalui media sosial, sms Gateway dan sms Flash Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya kapasitas dan kuantitas pelayanan 12 Bulan 144.796.80 0 Penyebarl uasan Informasi melalui media sosial, sms Gateway dan sms Flash Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a kapasitas dan kuantitas pelayanan 12 Bulan 144.796. 800 Bimbingan Teknis Migrasi Open Source Sofware Kercamat an Panakkuk ang Tercapainya akases yang bermanfat bagi seluruh 100 Orang 41.697.600 Bimbingan Teknis Migrasi Open Source Kercamat an Panakkuk ang Tercapainya akases yang bermanfat bagi seluruh 100 Orang 41.697.6 00
SKPD Sofware SKPD Desiminasi Tentang tata cara memperoleh Rekomondasi Pembangunan Tower Kecamata n Panakkuk ang Terselengga ranya Program Jaringan telekomunik asi sekota Makassar 100 Orang 47.199.800 Desiminasi Tentang tata cara memperol eh Rekomond asi Pembangu nan Tower Kecamat an Panakkuk ang Terselenggar anya Program Jaringan telekomunik asi sekota Makassar 100 Orang 47.199.8 00 PROGRAM OPTIMALISAS I PEMANFAATA N TEKNOLOGI INFORMASI Laporan KInerja SKPD yang terpublika sikan
Perangkat Multimedia dan telematika n Panakkuk ang ya pengelolan Perangkat Multimedia dan telematika an Perangkat Multimedi a dan telematika an Panakkuk ang a pengelolan Perangkat Multimedia dan telematika 00 Kajian dan Penelitian terkait teknologi informasi dan komunikasi di kota makassar Kecamata n Panakkuk ang Terlaksanan ya kajian dan penelitian TIK 1 Paket 55.069.400 Kajian dan Penelitian terkait teknologi informasi dan komunikas i di kota makassar Kecamat an Panakkuk ang Terlaksanany a kajian dan penelitian TIK 1 Paket 55.069.4 00 Sosialisasi manfaat smart City bagi Kecamata n Panakkuk Pemahama n terhadap kelompok 210 Orang 100.095.60 0 Sosialisasi manfaat smart City Kecamat an Panakkuk Pemahaman terhadap kelompok 210 Orang 100.095. 600
kelompok Kepemudaan ang kepemudaa n tentang manfaat smart city bagi kelompok Kepemuda an ang kepemudaan tentang manfaat smart city Oprasional Aplikasi Smart City Kecamata n Panakkuk ang Terlaksanan ya program pemerintah melalui aplikasi smart city 4 Paket 1.897.630.0 00 Oprasional Aplikasi Smart City Kecamat an Panakkuk ang Terlaksanany a program pemerintah melalui aplikasi smart city 4 Paket 1.897.63 0.000 Sewa Layanan Internet Kecamata n Panakkuk ang Terkoneksin ya Layanan internet yang terintegrasi dengan system hostingan 1 paket (25 Mbps) 997.975.70 0 Sewa Layanan Internet Kecamat an Panakkuk ang Terkoneksiny a Layanan internet yang terintegrasi dengan system hostingan 1 paket (25 Mbps) 997.975. 700
Server Server PROGRAM PENGEMBANG AN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI SKPD yang menerapka n elektronik Government yang terintegrasi Pengelolaan Website Pemerintah Kota Makassar Kecamaty an Panakkuk ang Tersedianya Website pemerintah Kota Makassar yang siap pakai 1 Paket 319.773.30 0 Pengelola an Website Pemerinta h Kota Makassar Kecamaty an Panakkuk ang Tersedianya Website pemerintah Kota Makassar yang siap pakai 1 Paket 319.773. 300 Penyediaan aplikasi berbasis Kecamata n Tersedianya Aplikasi 1 Paket 307.067.10 0 Penyediaa n aplikasi Kecamat an Tersedianya Aplikasi 1 Paket 307.067. 100
web dan mobile Panakkuk ang berbasis webstite dan mobile bagi masyarakat berbasis web dan mobile Panakkuk ang berbasis webstite dan mobile bagi masyarakat Penyediaan Software tata naskah dan software digital media analitics Kecamata n Panakkuk ang Tersedianya Software tata naskah dan software digital media analitics 1 Paket 1.995.435.0 00 Penyediaa n Software tata naskah dan software digital media analitics Kecamat an Panakkuk ang Tersedianya Software tata naskah dan software digital media analitics 1 Paket 1.995.43 5.000 Pelatihan Software Kecamata n Panakkuk Tersedianya Kualitas SDM 50 Orang 150.000.00 0 Pelatihan Software Kecamat an Panakkuk Tersedianya Kualitas SDM software dan 50 Orang 150.000. 000
Microsoft ang software dan Microsoft
Microsoft ang Microsoft
Pelatihan Pembuatan Website dan Blog sebagai Media E-Learning Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya Kemampua n Pengelolaan Website dan E-Bloger 150 Orang 75.591.700 Pelatihan Pembuata n Website dan Blog sebagai Media E-Learning Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a Kemampuan Pengelolaan Website dan E-Bloger 150 Orang 75.591.7 00 Pembangunan Operation Room Kecamata n Panakkuk ang Tersedianya akases pengelolaan system Informasi yang terintegrasi 1 paket 14.166.274. 600 Pembangu nan Operation Room Kecamat an Panakkuk ang Tersedianya akases pengelolaan system Informasi yang terintegrasi 1 paket 14.166.2 74.600
ke semua system ke semua system Penyebarluasan Informasi penyelenggaraa n pemerintahan daerah Kecamata n Panakkuk ang Tersedianya Informasi tentang program pemerintah kota 1 Dokumen 2.687.182.5 00 Penyebarl uasan Informasi penyeleng garaan pemerinta han daerah Kecamat an Panakkuk ang Tersedianya Informasi tentang program pemerintah kota 1 Dokum en 2.687.18 2.500 Penyebarluasan Informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat Kecamata n Panakkuk ang Motivasi dalam rangka pemberday aan masyarakat 5000 Lembar 93.342.800 Penyebarl uasan Informasi yang bersifat penyuluha n bagi masyaraka Kecamat an Panakkuk ang Motivasi dalam rangka pemberdaya an masyarakat 5000 Lembar 93.342.8 00
t
Pembuatan Video Profil Kota Makassar Kecamata n Panakkuk ang Tersedianya Video Profil Kota Makassar 1 Paket 75.141.500 Pembuata n Video Profil Kota Makassar Kecamat an Panakkuk ang Tersedianya Video Profil Kota Makassar 1 Paket 75.141.5 00 Penyelenggaraa n Pameran Makassar Fair Kecamata n panakkuk ang Pemahama n yang lebih detail, kongkrit dan nyata tenmtang program makassar mewujudka n kota dunia 1 paket 942.584.55 0 Penyeleng garaan Pameran Makassar Fair Kecamat an panakkuk ang Pemahaman yang lebih detail, kongkrit dan nyata tenmtang program makassar mewujudkan kota dunia 1 paket 942.584. 550
Monitoring Sosial Media Kecamata n Panakuka ng Terlaksanan ya Monitoring Akun di sosial Media yang memberi masukan dan kritikan 1 Paket 241.272.80 0 Monitoring Sosial Media Kecamat an Panakuka ng Terlaksanany a Monitoring Akun di sosial Media yang memberi masukan dan kritikan 1 Paket 241.272. 800 Pengelolaan Jaringan Media Centre Kecamata n Panakuka ng Terselengga ranya Penyebaran informasi 1200 Orang 77.996.700 Pengelola an Jaringan Media Centre Kecamat an Panakuka ng Terselenggar anya Penyebaran informasi 1200 Orang 77.996.7 00 Pemberdayaan Pengelolaan lomba kelompok informasi Kecamata n Panakkuk Meningkatn ya Pengetahua n Kelompok 2 Kelompok 88.951.600 Pemberda yaan Pengelola an lomba Kecamat an Panakkuk Meningkatny a Pengetahuan Kelompok 2 Kelomp ok 88.951.6 00
masyarakat (KIM ) ang Informasi MAsyarakat kelompok informasi masyaraka t (KIM ) ang Informasi MAsyarakat Pembinaan dan Pengembangan komunikasi anak lorong kota Makassar Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya kemampuan pengelolaan blogger dan google absence 200 Orang 82.064.800 Pembinaa n dan Pengemba ngan komunikas i anak lorong kota Makassar Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a kemampuan pengelolaan blogger dan google absence 200 Orang 82.064.8 00 Workshop dan Kemitraan Dalam Bidang Usaha Produktif Kecamata n Panakkuk ang Terpenuhi kordinasi dan komunikasi mitra usaha 200 Orang 92.263.200 Workshop dan Kemitraan Dalam Bidang Kecamat an Panakkuk ang Terpenuhi korrdinasi dan komunikasi mitra usaha 200 Orang 92.263.2 00
Kominfo Dinas Komunikasi dan Informasi Usaha Produktif Kominfo Dinas Komunikasi dan Informasi Verifikasi bidang usaha produktif kominfo Kecamata n Panakkuk ang Terselengga ranya verifikasi bidang usaha produktif kominfo 4 Kegiatan 72.682.700 Verifikasi bidang usaha produktif kominfo Kecamat an Panakkuk ang Terselenggar anya verifikasi bidang usaha produktif kominfo 4 Kegiata n 72.682.7 00 Temu WArtawan Media Cetak, Elektronik dan SKPD Kecamata n Panakkuk ang Informasi Makassar Smart City di media cetak dan elektronik 500 Orang 214.460.00 0 Temu WArtawan Media Cetak, Elektronik dan SKPD Kecamat an Panakkuk ang Informasi Makassar Smart City di media cetak dan elektronik 500 Orang 214.460. 000
Pemasangan Spanduk / sticker tower / menara telekomunikasi Kecamata n Panakkuk ang Tercapainya
Target PAD 3 Keg 66.197.700
Pemasang an Spanduk / sticker tower / menara telekomun ikasi Kecamat an Panakkuk ang Tercapainya
Target PAD 3 Keg
66.197.7 00 Bimbingan teknis kelompok informasi masyarakat Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya kesadaran masyarakat terhadap program pemkot makassar 200 Orang 81.238.000 Bimbingan teknis kelompok informasi masyaraka t Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a kesadaran masyarakat terhadap program pemkot makassar 200 Orang 81.238.0 00 Bimbingan teknis Kecamata n Peningkatan wawasan 150 67.245.000 Bimbingan teknis Kecamat an Peningkatan wawasan 150 67.245.0
peningkatan wawasan dan kreatifitas bidang Panakkuk ang dan kreatifitas bidang komunikasi dan informasi bagi pelajar Orang peningkat an wawasan dan kreatifitas bidang Panakkuk ang dan kreatifitas bidang komunikasi dan informasi bagi pelajar Orang 00 Pelatihan Design Grafis Kecamata n Panakkuk ang Meningkatn ya kemampuan Design Grafis Warga Kota Makassar 150 Peserta 75.052.300 Pelatihan Design Grafis Kecamat an Panakkuk ang Meningkatny a kemampuan Design Grafis Warga Kota Makassar 150 Peserta 75.052.3 00
Seminar peran city branding dalam mendukung daya sainng kota Makassar pada tingkat nasional dan internasional Kecamata n Panakkuk ang Dukungan daya saing kota Makassar pada tingkat nasional dan internasiona l 200 Peserta 110.460.95 0 Seminar peran city branding dalam mendukun g daya sainng kota Makassar pada tingkat Kecamat an Panakkuk ang Dukungan daya saing kota Makassar pada tingkat nasional dan internasional 200 Peserta 110.460. 950
nasional dan internasio nal
2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Penyempurnaan rancangan Renja Diskominfo mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD yang dilakukan setelah mendapat masukan dari usulan masyarakat melalui musrenbang, mulai dari musrenbang kelurahan. Penyempurnaan rancangan Renja Diskominfo dilakukan dengan manyajikan pengabungan Daftar Kegiatan Prioritas dari semua kecamatan dan hasi penyerapan aspirasi melalui reses anggota DPRD. Telaahan terhadap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerjapencapaian target Renstra Diskominfo dan tingkat kinerja yang dicapai oleh Diskominfo, serta pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD berdasarkan rancangan awal RKPD.
Hasil review terhadap rancangan awal RKPD yang meliputi kegiatan identifikasi prioritas program dan kegiatan, indikator dan target kinerja program/kegiatan (output dan outcome), serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program/kegiatan untuk SKPD yang bersangkutan, dapat disimpulkan bahwa secara umum, usulan program dan kegiatan dalam Renja tidak berbeda dengan rancangan awal RKPD.
Secara keseluruhan, usulan program dan kegiatan Kominfo dapat dilihat dalam tabel berikut :
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Usulan Program Kegiatan yang berasal dari masyarakat dan Pemangku Kepentingan berasal dari hasil jaring aspirasi/usulan masyarakat lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan sampai tingkat Kota. Diskominfo selakuleaning sektor Pemerintah Kota dalam perumusan dan penghibaan dan pengendalian kebijakan di bidang kominfo, sehingga banyak usulan masyarakat dari Musrembang tahun 2015. Untuk itu Program dan Kegiatan di Diskominfo bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga terdapat Program dan Kegiatan yang berasal dari usulan masyarakat yang terkait dengan Tugas Pokok dan Fungsi Diskominfo. Usulan Musrembang untuk Dinas komuinikasi dan Informatika tahun 2015, sebanyak 3 usulan kegiatan yang meliputi :
1. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi
-Pelatihan Pembuatan Website dan Blog sebagai media E-Learning
2. Program Pemberdayaan Kelembagaan Media Massa dan Masyarakat
-Pelatihan Design Grafis
- Bimbingan Teknis Peningkatan wawasan dan kreatifitas bidang komunikasi dan informasi bagi pelajar
3. Program pengembangan Pos dan telekomunikasi - Pengadaan Jaringan Komunikasi dan Informasi
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 Telaahan Terhadap kebijakan Nasional
Arah kebijakan pembangunan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makasassar telah di atur dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makasssar dengan berfokus kepada kebijakan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas korupsi. Di mana Kebijakan tersebut yang Mendorong Pembangunan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar yang nantinya akan diimplementasikan ke dalam beberapa Program utama dan Program Pendukung
Program dan kebijakan di jabarkan sesuai arah kebijakan pokok Pemerintah Kota Makassar.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja
Dinas Komunikasi dan Informatika kota Makassar telah menetapkan tujuan dan sasaran Renja berdasarkan pada tujuan dan sasaran rencana strategis pada priode tahun 2009-2014, sebagai berikut:
a. Tujuan
Pencapaian tujuan dalam organisasi didasarkan pada faktor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan Visi dan Misi, hal ini dimaksudkan agar organisasi mampu mencapai tujuan dan sasaran sehingga tidak ada suatu aktifitas yang terbengkalai sehingga tujuan tidak tercapai. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan Dinas Komunikasi dan Informasi dalam kurun waktu 1 sampat 5 tahun kedepan untuk mencapai hal tersebut harus memperhatikan sumberdaya yang dimiliki, kemampuan
yang ada serta faktor lingkungan yang akan selalu mempengaruhi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan.
Adapun tujuan yang akan dicapai adalah “Meningkatkan pelayanan
dibidang komunikasi dan informatika”. b. Sasaran
Sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Sasaran akan memberikan fokus pada penyusunan kegiatan bersifat spesifik, terinci dapt diukur dan dapat dicapai.
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar adalah :
a. Pada Misi pertama terdapat sasaran, yaitu : 100% layanan informasi publik dan layanan pengaduan dalam rangka keterbukaan informasi publik
b. Pada Misi kedua terdapat sasaran yaitu : 60% tersedianya
infrastruktur jaringan baik kabel maupun nirkabel sebagai wadah komunikasi data dan informasi
c. Pada Misi Ketiga terdapat sasaran yaitu : 75% terintegrasinya sistem aplikasi pemerintahan untuk mewujudkan pelayanan e-government d. Pada Misi Keempat terdapat sasaran yaitu : 50% terjalin kerjasama
dengan komunitas dalam rangka mendukung diseminasi informasi
Meningkatnya peranan lembaga swasta nasional maupun lokal dalam mendukung kebijaksaan Pemerintah Kota.
Untuk memenuhi Visi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar diharapkan kepada seluruh pengawai dan pihak yang berkepentingan/mitra kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dapat mengenal dan mengetahui keberadaan serta perannya yang lebih mendalam sebagai salah satu unit kerja dijajaran Pemerintah Kota Makassar.
1. Meningkatnya akses Informasi dan Komunikasi berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) secara merata kepada masyarakat, ini mengandung makna bahwa bagaimana staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar melaksanakan kegiatan-kegiatan
pembangunan dan kemasyarakatan dapat mewujudkan
masyarakat Informative Society yang sadar akan program-program dan kebijakan Pemerintah Makassar dapat disukseskan;
2. Meningkatnya kualitas pelayanan Informasi dan Komunikasi melalui pendayagunaan multi media secara berimbang, cepat dan akurat dengan sasaran yang ingin dicapai, terpenuhinya sarana dan prasarana pendukung dalam penyebarluasan berbagai Informasi kepada masyarakat sehingga aktivitas media komunikasi (media cetak, elektronik/radio, pameran) sebagai saluran Informasi;
3. Mewujudkan iklim usaha masyarakat di Bidang Informasi dan Komunikasi dalam mewujudkan masyarakat yang kreatif dengan sasaran yang diharapkan meningkatnya peranan sektor usaha produktif bidang Informasi dan Komunikasi secara positif dan mandiri sehingga pencapaian PAD dari tahun ke tahun meningkat.
3.3 Program dan Kegiatan
Program dan Kegiatan yang ditetapkan dalam program dan kegiatan sebagai penjabaran dari Renstra dan Renja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar dengan memperhatikan Visi Misi dan Perubahan Kondisi lingkup organisasi Pemerintah Kota Makassar
Program dan Kegiatan di jabarkan sesuai Arah kebijakan pokok Pemerintah Kota Makassar.
KEBIJAKAN DESENTRALITASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAH YANG BAIK DAN BEBAS KORUPSI DENGAN PROGRAM UTAMA
A. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
Penyediaan jasa komunikasi sumberdaya air danlistrik
Penyediaan Jasa Kebersihan kantor
Penyediaan Bahan bacaan danPeraturan Perundang-undangan
Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi keluar daerah
Penyediaan JasaTenaga Pendukung administrasi kantor / tekhnis
lainnya
Pengelolaan Administrasi Perkantoran
Sosialisasi kinerja pelayanan publik
B. Program peningkatan sarana dan prasarana kantor
Pengadaan Alat Kantor
Pengadaan Alat rumah tangga
Pengadaan Komputer
Pengadaan Meja dan Kursi kerja / rapat
Pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan
Pemeliharaan rutin/berkala alat angkutan darat Bermotor
Pemeliharaan rutin /berkala alat kantor
Pemeliharaan rutin/ berkala alat rumah tangga
Pemeliharaan rutin / berkala computer
Pemeliharaan rutin / berkala meja dan kursi kerja / rapat
Pemeliharaan rutin / berkala alat studio
Rehabilitasi sedang / berat rumah gedung Kantor