• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konversi Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Minyak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Konversi Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Minyak"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

229

Konversi Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Minyak

Muhamad Rijani 1), C. Rangkuti 2)

1). Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti E-mail: [email protected]

2) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti E-mail: [email protected]

Abstrak.

Di jaman sekarang khususnya di kota besar seperti Jakarta tentunya banyak sekali kebutuhan masyarakat setiap harinya. Begitu pula dengan jumlah sampah setiap harinya yang mencapai 6000 ton pada TPU bantar Gebang , dan diantara dari sampah tersebut 13%-14% adalah berjenis plastik belum lagi yang tidak terpungut oleh pemulung. Dengan menggunakan metode destilasi yang akan mengubah uap dari plastik tersebut menjadi minyak . Sampel dari penelitian ini adalah dengan membedakan tempratur uap yang masuk ke dalam kondensor dan juga tempratur air dalam

kondensor. Dan yang nantinya akan di uji bahwa minyak dari plastik tersebut mendekati jenis bensin atau solar. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa suhu optimum untuk mendapatkan hasil yang EDQ\DN GDODP NJ SODVWLN DGDODK GHQJDQ VXKX XDS Û& GDQ VXKX DLU NRQGHQVRU \DLWX Û& -XPODK minyak yang dihasilkan dalam suhu tersebut yaitu 800 ml . hasil ini berarti bernilai 80% dari berat plastik yang di proses. Sedangkan untuk hasil dari minyak ini adalah mendekati jenis bensin. Kata kunci:: Plastik,Propilena, Bahan bakar minyak, LPG

Pendahuluan

Kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar telah menjadi masalah global, terutama di negara kita - Indonesia. Masalah ini diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan. Krisis energi telah menjadi perhatian penting bagi kita semua dan tidak mungkin untuk diabaikan.

Peningkatan sampah kota di Jakarta merupakan dampak dari perkembangan kota. Peningkatan penggunaan plastik untuk keperluan rumah tangga berdampak pada

peningkatan sampah plastik. Saat ini jumlah sampah tiap harinya yang masuk di TPA Bantar Gebang sekitar 6.000-6.500 ton dan sekitar 13% - 14% merupakan sampah plastik .

Mengingat asal mula plastik adala minyak bumi, maka sampah plastik ini dapat di rubah menjadi bentuk semula. Akan lebih bermanfaat jika di rubah menjadi minyak seperti semula dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat yang selalu membakar sampah yang berdampak tidak baik bagi lingkungan.

Studi pustaka

Plastik adalah polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang (beberapa jenis komersial juga berdasar silikon).

Polipropilena biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang. Bahan ini merupakan jenis plastik terbaik yang bisa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia dan tahan terhadap panas [Budi]

(2)

230 Gambar 1. Logo Polipropilena

Nilai kalor dari plastik polipropilena ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 1. Nilai Kalor Plastik dan Bahan Lainnya.

Material Nilai Kalor (MJ/kg)

Polietilena 46,3 Polipropilena 46,4 Polivinil klorida 18,0 Polisterin 41,4 Batubara 24,3 Petrol 440 Diesel 43,0

Heavy fuel oil 41,1

Light fuel oil 41,9

LPG 46,1

Kerosin 43,4

Sumber: [Budi]

Pirolisis adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui

proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau reagen lainnya, di mana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus

khusus termolisis. Pirolisis ekstrem, yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu, disebut karbonisasi.

Gambar 1. Pirolisis dan Destilasi Sederhana

Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan

(3)

231 Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan.Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.

Metode termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa Penerapan proses didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.

Metode Penelitian

1. Bahan

Plastik polipropilena yang berupa sedotan dan gelas air mineral. 2. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan di lingkungan kampus Universitas Trisakti. Dalam penelitian ini terdapat dua parameter, yaitu suhu air pendingin kondensor dan suhu gas yang akan masuk kedaODP NRQGHQVRU 6XKX JDV \DQJ PDVXN NHGDODP NRQGHQVRU DGDODK Û& GDQ

Û& GDQ VXKX DLU SHQGLQJLQ NRQGHQVRU Û& GDQ Û& ODOX GHQJDQ SDUDPHWHU LQL GDSDW dibagi menjadi empat sampel dalam proses menghasilkan minyak tersebut ,sebagai berikut :

1. M 100-30 : VXKX *DV \DQJ PDVXN NH NRQGHQVRU Û& GDQ VXKX DLU SHQGLQJLQ Û&

2. M 100-15 : VXKX *DV \DQJ PDVXN NH NRQGHQVRU Û& GDQ VXKX DLU SHQGLQJLQ Û&

3. M 90-30 VXKX *DV \DQJ PDVXN NH NRQGHQVRU Û& GDQ VXKX DLU SHQGLQJLQ Û&

4. M 90-15 : VXKX *DV \DQJ PDVXN NH NRQGHQVRU Û& GDQ VXKX DLU SHQGLQJLQ Û&

6XKX GL GDODP UHDNWRU EHUNLVDU Û&- Û&. Suhu tersebut adalah titik didih plastik. Suhu gas yang PDVXN NH GDODP NRQGHQVRU Û& GDQ Û&. Dipilih sedemikian karena masuk kedalam suhu destilasi bensin dan dengan suhu tersebut juga dapat mengurangi kerja kondensor sehingga dapat meminimalisir jumlah gas yang terbuang.

Pertama, masukkan potongan plastik seberat 1 kg kedalam tungku, lalu panaskan hingga plastik meleleh semuanya. Atur panas api agar gas dapat naik dengan menjaga suhu gas sesuai parameter yang di tetapkan sebelum masuk ke kondensor. Setelah masuk dalam kondensor, disinilah terjadi proses destilasi yang akan merubah fasa gas plastik menjadi cair dan pada akhirnya di tampung pada penampung gelas kaca. Setelah itu minyak di saring menggunakan kertas saring serta pisahkan air dengan minyak. Lalu

lakukan semua proses ini lagi dengan suhu gas dan temperatur air kondensor yang berbeda seperti suhu yang telah ditetapkan diatas.

Setelah minyak dari bahan baku plastik tersebut selesai di buat, selanjutnya minyak ini akan di lakukan proses penyaringan, uji laboratorium dan perbandingan dari keempat sampel yang ada.

Minyak dari hasil destilasi ini tentunya masih mengandung kotoran yang

menyebabkan warna dari minyak tersebut keruh. Untuk itu digunakan kertas saring untuk memisahkan kotoran yang ada pada minyak tersebut.

Tes destilasi karakteristik yang dilakukan pada sampel minyak tersebut untuk mengetahui apakah minyak sampel itu termasuk unsur solar atau bensin berdasarkan suhu penguapannya.

(4)

232 Dari hasil pengujian laboratorium dan pengamatan yang dilakukan, ke-empat

sampel tersebut dapat di bandingkan berdasarkan data yang sudah diperoleh.

Hasil Penelitian

Berikut adalah hasil dari empat sampel produk minyak dari plastik polipropilena:

Tabel 2. Data Penelitian

Perc obaa n Suhu Uap (ºC) Suhu Kondens or (ºC) Hasil ± (ml) Efisien si (%) Warna minyak Kotora n Waktu (menit ) Konsu msi Gas Kandunga n Bensin(%) 1 100 30 690 69 Kuning gelap Banyak 35 0,4 58 2 100 15 700 70 Kuning gelap Banyak 33 0,4 55 3 90 30 750 75 Kuning muda sedikit 90 0,6 58 4 90 15 800 80 Kuning muda sedikit 94 0,6 58

Jumlah minyak yang dihasilkan dari kempat percobaan tersebut ditunjukkan dalam Gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2. Grafik perbandingan hasil dari tiap percobaan

Jumlah gas LPG yang terpakai pada proses pemanasan dan pelelehan bahan plastik pada masing-masing sampel ditunjukkan dalam Gambar 3.

0 200 400 600 800 1000 Ju m la h M in y a k (m l) Percobaan vP vdP •W õì vdl}v v•}ŒWíñ vP vdP •W õì vdl}v v•}ŒWïì vP vdP •W íìì vdl}v v•}ŒWíñ vP vdP •W íìì vdl}v v•}ŒWïì

(5)

233 Gambar 3. Pemakaian gas LPG dari masing-masing sampel

Waktu produksi dari masing-masing sampel.ditunjukkan dalan Gambar 4.

Gambar 4. Grafik waktu produksi tiap sampel

Perbandingan biaya produksi berdasarkan harga bahan bakar LPG yang terpakai untuk proses ditunjukkan dalam Gambar 5..

Tabel 3. Harga Produksi dari ke-empat sampel

SAMPEL Pemakaian LPG (kg) Harga Satuan Per 0,1 kg (Rp) Biaya Produksi (Rp) M 100-30 0,4 633,33 2600 M 100-15 0,4 633,33 2600 M 90-30 0,6 633,33 3800 M 90-15 0,6 633,33 3800

Dari Tabel 2 diatas, dapat dilihat bahwa pada sampel ke-empat suhu uap dan pendinginan adalah optimum dalam menghasilkan bahan bakar, tetapi memerlukan waktu yang lama dalam prosesnya dan menghabiskan lebih banyak gas dalam prosesnya.

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 M 100-30 M 100-15 M 90-30 M 90-15 Ga s Ya n g T e rp a ka i (kg ) Sampel vP vdP •W õì dan Tkondensor : íñ vP vdP •W õì dan Tkondensor : ïì vP vdP •W íìì vdl}v v•}ŒWíñ 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 M 100-30 M 100-15 M 90-30 M 90-15 W a kt u (m e n it ) Sampel waktu produksi

(6)

234 Konsumsi LPG yang paling rendah adalah sampel M 100-30 dan M 100-15, sedangkan pada sampel M90-30 dan M90-15 pemakaian gas LPG adalah yang terbanyak.

Dari tabel 3, terlihat bahwa untuk mengolah 1 kg plastik Polipropilena dengan parameter M 100-30 dan M 100-15 membutuhkan biaya Rp. 2600,00 sedangkan untuk M 90-30, M 90-15 membutuhkan Rp.3800,00.

Hasil pengujian laboratorium dengan metode destilasi karakteristik menunjukan bahwa dari keempat sampel tersebut lebih cocok dikatakan mendekati bensin, sebgai berikut : (a) M 100 - 30 (b) M 100 - 15 0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350 375 400 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 T e m p e ra tu r Û& Volume (%)

Destilasi Bahan Bakar M 100-30

Hasil Batas Bensin Batas Diesel Linear (Batas Bensin) 5; 119 10; 136 20; 150 30; 168 40; 180 50; 197 60; 234 70; 265 80; 300 90; 333 100; 336 0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350 375 400 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 T e m p e ra tu r ( Û& Volume (%)

Destilasi Bahan Bakar M 100-15

Hasil

batas bensin

Batas Diesel

Linear (batas bensin)

(7)

235 (c) M 90 - 30

(d) M 90 - 15

Gambar 5. Hasil uji laboratorium destilasi minyak yang dihasilkan.

Dari grafik destilasi hasil tes laboratorium untuk ke-empat sampel pada Gambar 5 (a), (b), (c) dan (d) diatas, dapat dikatakan bahwa jumlah kandungan bensin yang ada pada minyak yang dihasilkan adalah 55% - 58% .

Kesimpulan

Dari uraian hasil pengujian laboratorium diatas dapat disimpulkan bahwa: a). Minyak yang dihasilkan dari plastik ini hampir menyerupai bensin

b). Dengan suhu gas yang masuk ke dalam kondensor ± 90 ºC dan suhu air pada kondensor ±15 ºC, dari 1 kg plastik dapat dihasilkan sebanyak 800 ml minyak.

c). Biaya produksi untuk bahan dasar 1 kg plastik berkisar Rp.2.500,00 ± Rp.3.800,00 dari

harga bahan bakar pemanas berupa gas LPG.

d). Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan 600-700 ml adalah 35 menit dengan biaya produksi Rp 2.500,00, sedangkan untuk 750-800 ml adalah 80 menit dengan biaya produksi Rp 3.800,00

Referensi:

Budi, Untoro S. Berbagai Metode Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak,Jurusan 5; 134 10; 140 20; 149 30; 158 40; 171 50; 192 60; 220 70; 240 80; 259 90; 300 100; 303 0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350 375 400 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 T e m p e ra tu r ( Û& Volume (%)

Destilasi Bahan Bakar M 90-30

Hasil Batas Bensin Batas Diesel 5; 126 10; 132 20; 146 30; 157 40; 174 50; 200 60; 234 70; 256 80; 280 90; 308 100; 346 0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350 375 400 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 T e m pera tur ( Û& Volume (%)

Destilasi Bahan Bakar M 90-15

Hasil Batas Bensin Batas Diesel

(8)

236 Teknik Mesin Universitas Janabadra, Yogyakarta,. Jurnal Teknik vol.3 no.1. 2013

http://www.ampl.or.id/digilib/read/46-mengkhawatirkan-sampah-plastik-capai-5-4-juta-ton-per-tahun/49539.6/08/2015.

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar.6/08/2015

Migristine, Rinrin., Pengolahan Sampah Plastik.Titian Ilmu .2009

Mustofa, D. 3LUROLVLV 6DPSDK 3ODVWLN +LQJJD 6XKX Û& 6HEDJDL 8SD\D 0HQJKDVLONan Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Jakarta, Simposium Nasional RAPI XIII-2014.ISSN1412-9612

Natalia, M. Pengolahan Sampah Organik (Sayur-Sayuran). Jakarta, Seminar Nasional Teknik Mesin Usakti, 2013

Ramadhan, Eprian dan Munawar.,2011, Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Minyak Menggunakan Proses Pirolisis, Jakarta, Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Pembangunan Nasional Vol. 4 No. 1.

Gambar

Tabel 1. Nilai Kalor Plastik dan Bahan Lainnya.
Tabel 2. Data Penelitian  Perc obaa n  Suhu Uap (ºC)  Suhu  Kondensor (ºC)  Hasil  ± (ml)  Efisiensi (%)  Warna  minyak  Kotoran  Waktu (menit)  Konsumsi Gas  Kandungan  Bensin(%)  1  100  30  690  69  Kuning  gelap  Banyak  35  0,4  58  2  100  15  700  7
Tabel 3. Harga Produksi dari ke-empat sampel  SAMPEL  Pemakaian  LPG (kg)  Harga Satuan  Per 0,1 kg (Rp)  Biaya Produksi (Rp)  M 100-30  0,4  633,33  2600  M 100-15  0,4  633,33  2600  M 90-30  0,6  633,33  3800  M 90-15  0,6  633,33  3800
Gambar 5. Hasil uji laboratorium destilasi minyak yang dihasilkan.

Referensi

Dokumen terkait

Plainteks masukan yang berupa nilai red green blue dari citra digital akan di susun dalam sebuah array yang kemudian sistem akan menghitung panjang data

2 Saat ini, hal yang paling penting dalam hidup saya adalah berolahraga dengan sebaik-baiknya pada cabang olahraga yang saya tekuni.. 3 Saya ingin berlatih

Fath al-Bari Sharh Sahih al-Bukhari (Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Abu al-Fadl Al-‘Asqalani Al-..

Hasil isolasi BAL dari 3 sampel biji kakao diperoleh 22 isolat BAL, empat isolat diantaranya memiliki potensi sebagai probiotik berdasarkan ketahanan pada kondisi

Penyair Sulawesi Tenggara yang pertama menggunakan internet sebagai sarana publikasi puisi adalah Abdul Razak Abadi yang juga dikenal dengan nama Adhi Rical. la

Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku berpengaruh signifikan terhadap Intensi Investor dalam Pemilihan Saham yang artinya semakin tinggi Kualitas Informasi

Berawal dari datangnya material ke pabrik, kemudian material tersebut diterima oleh petugas warehouse, kemudian setelah itu sebelum material dipakai harus dilakukan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari faktor demografi yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan serta ketidakpuasan terhadap