Formulasi Mikroemulsi Glukosamin Hidroklorida
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
4.5 Turbiditas mikroemulsi minyak kelapa sawit dalam air menggunakan surfaktan Tween 80 – lesitin pada nilai HLB 14, rasio minyak dan surfaktan 15:85, pada rasio
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menentukan proporsi minyak, surfaktan dan air yang dapat menghasilkan mikroemulsi minyak dalam air yang stabil dengan menggu-
Setelah dilakukan optimasi basis mikroemulsi, dilanjutkan dengan pembuatan sediaan mikroemulsi ekstrak etanol beras merah (Oryza nivara), terlihat pada tabel 4.3
Membuat dan mengevaluasi sediaan mikroemulsi topikal yang jernih dan stabil menggunakan fase minyak isopropil miristat dan minyak zaitun dengan natrium diklofenak
Komposisi optimum minyak, surfaktan, dan kosurfaktan dapat menghasilkan emulsi yang jernih, mempunyai ukuran droplet berskala nanometer, teremulsifikasi secara
Pengujian efektivitas antibakteri mikroemulsi terhadap P. acnes dilakukan setelah mendapatkan formulasi mikroemulsi yang stabil dan kontrol negatif yaitu mikroemulsi
Karakteristik formula mikroemulsi dengan perbandingan surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (butanol) 6:3; 7:3 dan 8:3 baik tanpa ovalbumin maupun setelah
Dilakukan optimisasi dengan variasi perbandingan surfaktan Tween 80- Span 80 (Smix), variasi kosurfaktan, dan fasa dalam. Variasi Smix dimulai dari 1:1 sampai