Bab 1. Pendahuluan. Kalau kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup, kita akan kalah dalam

11  Download (0)

Teks penuh

(1)

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Pendidikan sudah menjadi hal yang sangat penting pada era modern ini. Manusia tidak lagi mementingkan kekuatan fisik melainkan otak dan pengetahuan. Terutama di era teknologi ini, manusia sangat dituntut untuk mengikuti perkembangannya. Kalau kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup, kita akan kalah dalam persaingan. Di era reformasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, perbaikan kegiatan belajar dan mengajar harus diupayakan secara maksimal agar mutu pendidikan meningkat. Hal ini dilakukan karena kemajuan di bidang pendidikan membawa implikasi meluas terhadap pemikiran manusia dalam berbagai bidang sehingga setiap generasi muda harus belajar banyak untuk menjadi manusia terdidik sesuai dengan tuntunan zaman.

Menurut Mudyahardjo (2002:8), arti pendidikan ada dua yaitu definisi pendidikan secara luas yaitu segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Pendidikan berlangsung seumur hidup selama ada pengaruh lingkungan yang khusus diciptakan untuk pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya. Tujuan pendidikan terkandung dalam setiap pengalaman belajar, termasuk tujuan hidup. Definisi pendidikan secara sempit adalah sekolah tempat pengajaran diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepada sekolah agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.Pendidikan sendiri dimulai dari kecil, sebelum kita masuk dalam dunia pendidikan di sekolah

(2)

pun, kita sudah mendapat pendidikan dari orang tua kita sendiri. Tetapi orang tua tetap hanya sebagai pemeran kedua, yang membantu anak dalam memasuki dunia pendidikan. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik.

Dalam hal ini, peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan pendidik hanya menempati posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing, pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik.Keberhasilan anak didik dalam dunia pendidikan juga bergantung pada pengajar dan lingkungan ajar itu sendiri.Berhasilnya suatu tujuan pendidikan tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa. Seorang guru dituntut untuk teliti dalam memilih dan menerapkan metode mengajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menciptakan kegiatan belajar mengajar yang mampu menciptakan hasil belajar yang efektif merupakan tugas dan kewajiban guru.Demikian pula dalam mengajarkan bahasa. Melalui bahasa manusia mengemukakan pikiran dan gagasannya baik melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan. pengajar hendaknya memiliki cara atau trik khusus, sehingga pembelajaran bahasa terasa menyenangkan. Baik bahasa ibu maupun bahasa asing. Salah satu bahasa asing yang sudah berkembang dan banyak dipelajari sekarang ini adalah bahasa Jepang.

Dalam penelitian ini, penulis mengambil tema pengajaran, yaitu mengajarkan kata kerja Bahasa Jepang dengan menggunakan metode TPR (Totally Physical Response) sebagai metode yang akan digunakan dalam penelitian ini. Penulis memilih judul “Analisis metode TPR dalam pengajaran kata kerja tingkat dasar bahasa Jepang terhadap mahasiswa semester 2 Sastra Jepang Universitas Bina Nusantara”. Karena metode tersebut dianggap memiliki pengaruh yang besar dalam proses mengajar, yaitu pengajaran dilakukan dengan verba dan gerakan. Menurut

(3)

Richard (2005:73), TPR didefinisikan sebagai berikut “a language teaching method built around the coordination of speech and action; it attempts to teach language through physical (motor) activity”. Jadi metode TPR (Totally Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action); dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor).

Pendekatan yang dikenal dengan sebutan Totally Physical Response (TPR) adalah suatu proses belajar mengajar yang menekankan kesatuan antara perbuatan dan berbicara. Pendekatan ini mempunyai dasar keyakinan bahwa pikiran manusia, perbuatan dan perasaannya membentuk suatu kesatuan yang tidak bercerai berai.

1.2 Rumusan Permasalahan

Penulis akan meneliti dan mengamati penggunaan metode TPR (Totally Physical Response). Kata kerja yang diajarkan oleh penulis antara lain: hikimasu, oshimasu, mochimasu, untenshimasu, tatakimasu, nagemasu, araimasu, kakimasu, sutemasu, haraimasu, orimasu, hakimasu, kimasu, kaburimasu, kakemasu, machimasu, shimemasu, hairimasu, norimasu, demasu, chuumonshimasu, arukimasu, okimasu, torimasu, denwa wo kakemasu, tsukemasu, kaerimasu, oboemaseu, otoshimasu, oshiemasu.。

1.3 Ruang Lingkup Permasalahan

Maka dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup pada penggunaan metode TPR dalam pembelajaran bahasa Jepang yang dikaitkan dengan kata kerja

(4)

bahasa Jepang. Dan penulis meneliti 20 orang responden, yang kemudian akan dibagi menjadi dua kelas, kelas eksperimen dan kelas non eksperimen

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah, penulis ingin mengetahui keefektifan metode TPR dibandingkan dengan metode konvensional.

Manfaat dari penelitian ini adalah agar penulis khususnya pengajar dapat menjadikan metode ini sebagai metode alternatif pembelajaran bahasa Jepang dan bisa digunakan untuk pebelajar bahasa asing lainnya.

1.5 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Metode eksperimen, penulis akan meneliti dua puluh orang mahasiswa Universitas Bina Nusantara jurusan Sastra Jepang semester dua, yang dipilih secara acak, kemudian membagi responden kedalamdua kelas yang masing-masing berjumlahsepuluh orang. Kelas pertama diajarkan kata kerja Bahasa Jepang dengan menggunakan metode TPR, sedangkan kelas kedua diajarkan kata kerja bahasa Jepang tanpa menggunakan metode TPR, melainkan metode biasa atau konvensional.

2. Deskriptif analitis, yaitu dengan mengumpulkan berbagai teori yang berkaitan dengan stratergi metode TPR, dan menganalisis data dengan teori yang berkaitan dengan penelitian ini.

(5)

1.6 Teknik Pengumpulan Data

1. Pre Test

Pre Test diberikan kepada responden diawal penelitian, yaitu pada pertemuan pertama. Untuk mengukur kemampuan awal responden sebelum diajarkan menggunakan metode TPR.

2. Post Test

Post Test diberikan kepada responden diakhir penelitian, yaitu pada pertemuan terakhir, untuk mengukur kemampuan responden setelah diajarkan menggunakan metode TPR.

3. Angket

Membagikan angket kepada responden untuk menyaring informasi yang berkaitan dengan metode TPR terhadap proses pembelajaran. Dan untuk mendukung hasil dari post test responden.

1.7 Sistematika Penulisan

Bagian pembuka terdiri dari kata pengantar dan daftar isi. Pada kata pengantar, berisi ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini, permintaan maaf atas segala kekurangan dalam penulisan dan harapan–harapan penulis.

Bab 1 berisi pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, rumusan permasalahan, ruang lingkup permasalahan, manfaat dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penelitian. Pada latar belakang, penulis menjelaskan alasan pemilihan tema pengajaran, alasan pemilihan judul “Analisis metode TPR

(6)

dalam pengajaran kata kerja tingkat dasar Bahasa Jepang terhadap mahasiswa semester dua Universitas Bina Nusantara”, pengenalan teori yang akan digunakan oleh penulis, dan hubungan antara analisis dengan teori yang akan dipakai oleh penulis.

Pada bab 2 (landasan teori), akan dijelaskan mengenai teori–teori yang akan digunakan oleh penulis dalam penelitian skripsi ini. Beberapa teori yang akan digunakan adalah teori teori dan metode pengajaran yang digunakan sebagai induk teori. Selain itu, juga ada teori pendukung yang akan digunakan untuk menganalisis.

Pada bab 3 (analisis data), penulis akan menganalisis dan memaparkan data , kemudian penulis akan menganalisa data yang dihubungkan dengan teori dan korpus data yang ada, untuk mengetahui apakah metode TPR tersebut efektif dalam pengajaran. Penulis juga akan menambahkan teori – teori pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yang tidak diuraikan pada bab 2.

Bab 4 yang merupakan bab penutup, berisi simpulan yang diperoleh penulis dari hasil analisis data dalam penelitian skripsi yang dihubungkan dengan teori dan saran bagi para pembaca yang ingin melakukan penelitian dengan tema yang sama.

Bab 5 adalah ringkasan yang berisi kesimpulan akhir dari semua penelitian yang dilakukan oleh penulis, yaitu dari bab 1 sampai bab 4. Ringkasan pada bab 5 ini, yang kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang atau yang disebut dengan gaiyou.

Penulis juga akan memasukkan bibliografi yang berisi buku – buku, jurnal baik, hasil dari internet berupa pdf dan sumber – sumber lain yang penulis gunakan sebagai

(7)

sumber data dan korpus dalam penelitian skripsi ini. Selain itu, ada juga lampiran– lampiran lain, seperti hasil angket.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di