• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKITTINGGI TRADITIONAL TRADE CENTER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUKITTINGGI TRADITIONAL TRADE CENTER"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

0 BUKITTINGGI TRADITIONAL TRADE CENTER

ArnolSaputra, Sudirman Is, Asmardi

Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta Jl.Sumatra, Ulak Karang, Padang, 25133, Indonesia

E-mail : [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak

Bukittinggi Traditional Trade Center merupakan pusat perdagangan tradisional yang menitikberatkan proses jual beli dengan tawar menawar barang, dan produk – produk yang diperdagangkan disini adalah hasil usaha kecil menengah dari berbagai kabupaten kota yang berada di Sumatera barat. Bukititnggi Traditional Trade Center berlokasi di Pasar Atas Bukittinggi dengan luas 1,4 Ha, yang merupakan kawasan padat dengan banyak aktifitas pada lokasi tersebut. Tema pada perancangan ini adalah arsitektur berwawasan budaya, yaitu bagaimana memasukkan nilai-nilai budaya pada bangunan baik dari segi sirkulasi, proses perdagangan, besaran ruang dan zonasi parapedagang yang berada pada Bukittinggi Traditional Trade Center.

Kata Kunci : bukittinggi, traditional, trade, arsitektur, budaya

BUKITTINGGI TRADITIONAL TRADE CENTER

Arnol Saputra, Sudirma Is, Asmardi

Department of Architecture, Faculty of Civil Engineering and Planning, Bung Hatta University Jl.Sumatra, Ulak Karang, Padang, 25133, Indonesia

E-mail : [email protected], [email protected], [email protected]

Abstract

Bukittinggi Traditional Trade Center is the center of traditional trade that emphasizes trade process by offering a price, and the traded product are the crop of society effort from several cities in west sumatera. Bukittinggi Traditional Trade Center is located in the upper market of Bukittinggi that has wide 1,4 Hectare, it is the crowded area where there are many activities done in that location. The concept of the design is on the architecture of culture concept, that is how to enter the culture values on the building of sirkulation side, trade process, room size and all traders in Bukittinggi Traditional Trade Center.

(2)

1 PENDAHULUAN

Kawasan perdagangan Pasar Atas Bukittinggi merupakan pusat perdagangan dan pariwisata. Kondisi saat ini kawasan perdagangan Pasar Atas menjadi pusat perdagangan dan perbelanjaan barang di Sumatera Barat. Untuk mengarahkan pembangunan Kawasan Perdagangan Pasar Atas yang mampu menghadapi pasar bebas, tentunya banyak aspek yang diperkuat karena sesuai dengan tujuan dan berpotensi terhadap kemajuan bagi kepentingan umum atau kota. Untuk itu biasanya karena fungsi sudah tepat tapi tidak efisien atau fasilitasnya tidak layak dan bahkan tergusur, hal ini dimungkinkan menjadi kelemahan atau ancaman bagi kepentingan yang nantinya menjadi prioritas untuk mengahadapi pasar bebas kedepanya.

METODOLOGI

Penyusunan tugas akhir ini dengan judul “Bukittinggi Traditional Trade Center” dilakukan dengan beberapa macam pendekatan berupa proses pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, maka perlu dilakukan beberapa langkah – langkah berikut: 1. Menentukan Judul Tugas Akhir

Penentuan judul yang sesuai dengan gagasan dan ide yang dikemukakan, dimana meliputi nama proyek serta lokasi yang akan di tempati.

2. Mengumpulkan Data a) wawancara

Melakukan Tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang terkait b) Studi Banding

Dengan mencari informasi beberapa project atau bangunan yang berkaitan dengan perancangan, lalu melakukan perbandingan terhadap segi arsitektural yang di rancang untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang arah perencanaan desain dengan melakukan pengamatan langsung.

c) StudiLiteratur

Mengmpulkan semua referensi dan data-data yang terkait dengan perancangan, dimana nantinya studi literature akan menjadi arahan dan pemandu dalam merancang.

d) Studi Standarisasi

Mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan yang direncanakan untuk melengkapi data masukan dalam proses perencanaan dan perancangan. e) Studi Lokasi

Dengan melakukan studi lokasi pada site yang telah dipilih guna mengenali karakter site yang menyangkut batasan, kendalaman dan potensi yang ada.

(3)

2

3. Menganalisa Data:

Proses ini dilakukan dengan pembahasan dan observasi berdasarkan data real yang diperoleh untuk ditindak lanjuti dalam proses pemecahan permasalahan.

4. Konsepdan Proses Desain

Pada tahap inilah pemikiran terhadap pemecahan masalah yang akan diaplikasikan dalam perancangan. Proses ini terbagi atas tiga bagian yaitu : Konsep makro merupakan analisa dari segi kawasan, messo ke site, dan mikro kebangunan yang terbagi menjadi konsep tapak dan konsep desain bentuk.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data Dan Analisa 1. Posisi site

Berdasarkan RTRW Kota Bukittinggi kawasan Pasar Atas merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Peruntukan kawasan ini berdasarkan pada kondisi existing artinya dengan tidak merubah fungsi yang ada saat ini 2. Luasan Site

Site berada pada kawasan PasarAtas yang merupakan pusat kota bukittinggi dan berpapasan langsung dengan landmark kota yaitu jam gadang. Luas Site 1,4 Ha.

3. Batasan site

Gambar1 :Site

Sumber :Peta Administrasi kota Bukittinggi, 2015

A. Sebelah Utara berbatasandengan : Jenjang 40 B. Sebelah Selatan berbatasandengan : Jam Gadang C. Sebelah Barat berbatasandengan : Pertokoan D. SebelahTimurberbatasandenga n : Pertokoan 4. Analisa Tapak a. Analisa Matahari Keuntungan

Saat matahari pagi site dilindungi oleh bangunan sekitarnya, sedangkan sinar matahari pada siang hari sinarnya terlalu menyengat, dan sinar matahari sore saat terbenamnya matahari diujung perbukitan menjadi suatu pemandangan yang indah. b. Analisa Angin

Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat kearah laut yang umumnya terjadi pada saat

(4)

3

malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00,

Site berada di dataran tinggi, jadi Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar.

c. Analisa Vegetasi

Penghijauan pada kawasan ini akan lebih dimaksimalkan karena kawasan ini dikelilingi oleh bangunan pertokoan.

d. Analisa Kontur

Dari data site yang ada, cenderung pada kawsan yang lebih datar atau bisa dikatakan tidak berkontur bentuk perletakan massa bangunan pada site, memanjang dengan mengikuti pola site. Agar dapat memanfaatkan ruang yang lebih baik.

e. Analisa Aksesibilitas/sirkulasi Didalam site memiliki 2 sirkulasi yaitu sirkulasi pada bagian utara dan selatan site, sedang parkir pada site diarahkan pada semi basement karena ruang pada site yang terbatas. f. Analisa View

Lokasi ini sangat cocok untuk kegitatan perdagangan karena pada

kawasan ini merupakan kawsan padat aktivitas dan didukung oleh landmark kota yaitu jam gadang

5. AnalisaRuangLuar a. Orientasibangunan

Mempertimbangkan arah view pada semua sisi site bagus. Orientasi bangunan mengacu kepada analisa view atau arah facade dari suatu bangunan.

b. PencapaianDalam Site

Pencapaian langsung bisa digunakan, karena merupakan kawasan pusat perdagangan, dan parkir di arahkan langsung ke semi basement agar tidak ada lagi sirkulasi kendaraan, sehingga untuk menuju ruang dalam, pencapaian dapat dilakukan dengan jalan kaki, sehingga minimnya karbon dari kendaraan pada area bangunan, untuk menunjang pola pencapain, adanya vegetasi peneduh yang mengarah sirkulasi, sehingga karbon dapat diminimalisir oleh vegetasi tersebut. c. Lansekap

Sebagai elemen pelengkap lanskap. Selain itu pemakaian paving atau perkerasan juga menjadi elemen penunjang pada lanskap dimana pola pekerasan dapat menjadi media seni dan desain.

d. Penataan Parkir

tata parkir yang dapat diterapkan pada site, baik roda 4 maupun roda 2.

(5)

4

Pertama, parkir 1 arah dengan kemiringan 90º terdapat taman pada tengah-tengah pola parkir. Kedua, pemakaian ruang untuk vegetasi pelindung memberikan kesan nyaman pada kendaraan, namun memakan lebih banyak ruang. Ketiga pola parkir 2 arah 90º, sangat nyaman untuk digunakan sebagai pola parkir kendaraan roda 2.

6. KonsepPerencangan

a. KonsepDasarPerancangan Untukmenanggapipermasalahan tradisional disini lebih menitik beratkan pada proses transaksi jual beli, yang memungkinkan interaksi antar penjual dan pembeli terjadi, untuk itu besaran ruang sangat sangat diperhatikan dalam proses perencanaan agar kenyaman para pengunjung tidak terganggu.

b. KonsepFilosofi

Menggunakan bentuk penggabungan konsep arsitektur kebudayaan setempat dan konsep arsitektur

bangunan modern, maka

menghasilkan bentuk pola lanskape, sehingga tidak terkesan

membosankan dan dapat

menghasilka nilai-nilai estetika pada massa bangunan dan unsur-unsur kebudayaan tersebut.

(6)

5 Gambar 2 :Site plan

Sumber :Konsep Penulis, Tahun 2015

16 22 18 7 7 18 24 9 9 24 24 16 17 18 6 21 KE R A JI NA N KE R A JI NA N KE R A JI NA N KE R A JI NA N KE R A JI NA N KE R A JI NA N KE R A JI NA N P R O P E R T I P R O P E R T I P R O P E R T I P R O PE R T I P R O P E R T I JE NJ A N G 4 0 JE NJ A NG M IN A NG O pe n R es ta ur an t KE R A JI NA N P R O P E R T I

Gambar 3 :Block plan

(7)

6            Open Restaurant

Gambar 5 :Denah Lantai 1 Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015

Gambar 4 :Denah Lantai Basement Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015

(8)

7 O pen Rest aur an t

Gambar 6 :Denah Lantai 2 Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015

Gambar 7 :Denah Lantai 3 Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015

(9)

8 Gambar 8 :Denah Lantai 4

Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015

Gambar 9 :Tampak

(10)

9 Gambar 10 :Perspektif Bukittinggi Traditional Trade

Center

(11)

10 KESIMPULAN

Setelah dilakukan evaluasi baik itu konsep maupun desain yang dikaitkan dengan skripsi dan gambar prarencana, maka dapat ditarik kesimpulanya itu sebagai berikut:

a. Kawasan ini sangat berpotensi untuk perencanaan Bukittinggi Traditional Trade Center kedepannya selain untuk menjawab tantangan pasar bebas Asean 2015.

b. Perlu adanya penyusunan ruang kembali agar dapat memenuhi kebutuhan ruang sesuai fungsi dan kenyamanan (standart).

c. Memperkuat Citra Kota Bukittinggi sebagai pusat perdagangan terkenal di sumatera barat.

DAFTAR PUSTAKA

Ching, Francis DK, 1996, Arsitektur, Bentuk, Ruang Dan susunannya, Jakarta :Erlangga.

Neufert, Ernts, 2002, Data Arsitektur Edisi 33 jilid 1, Jakarta :Erlangga.

Neufert, Ernts, 2002, Data Arsitektur Edisi 33 jilid 2, Jakarta :Erlangga.

White, Edward T, 1985, Buku pedoman Konsep, Bandung :Intermedia.

Gambar

Gambar 3 :Block plan
Gambar 5 :Denah Lantai 1  Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015
Gambar 6 :Denah Lantai 2  Sumber : Konsep Penulis, Tahun 2015
Gambar 9 :Tampak

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan terbaik rotifera terdapat pada perlakuan dengan pemberian media ikan tongkol dengan pertumbuhan rotifera mencapai 158

Gastritis kronis tipe  merupakan suatu penyakit autoimun yang disebabkan ole" adanya autoantibodi ter"adap sel parietal kelen-ar lambung dan faktor

Upacara ritual penghormatan kepada roh-roh nenek moyang yang telah meninggal menghasilkan karya seni rupa yaitu lukisan dinding gua (cave painting), upacara ritual itu

Hasil yang tidak begitu bagus tersebut karena guru kurang maksimal dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran.Ditemukan fakta bahwa pada saat mengambil data awal

dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut, jika mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Dari pendapat

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di UPRS Provinsi Kalimantan Barat, pemberian hukuman oleh pengasuh kepada anak yaitu

antara keterampilan satu dan lainnya pasti berkaitan dengan keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Keterampilan berbahasa diperoleh melalui suatu hubungan

Dengan demikian berdasarkan kriteria analisis deskriptif persentase dapat diketahui bahwa Pemberian Kredit Terhadap Anggota Koperasi Sepakat Makmur Pemangkat dengan