PENDIDIKAN
BERKEPRIBADIAN
PENDAHULUAN
PEND. SAAT INI
ALASAN PEND. ISLAM
KONSEP PEND. ISLAM
ISLAM MEMBENTUK PRIBADI
PENUTUP
PERMASALAHAN PEND
.
Pendahuluan
Untuk menghasilkan manusia yang taqwa, terampil,
dan berpengetahuan, maka pendidikan merupakan
alat utama dan strategis.
Pendidikan merupakan cara terbaik untuk
membimbing perkembangan manusia; mengantisipasi
masa depan yang lebih baik.
Profesi pendidik dengan tugas dan fungsi
kerasulan-kewahyuan adalah sebagai berikut.
1. Membimbing generasi muda untuk menemukan jati
dirinya dalam peran sebagai khalifah di muka bumi.
2. Membimbing ke arah pencerahan dan jalan lurus.
No
Negara
Rata-rata
nilai
SE
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Finlandia Canada Selandia Baru Australia Irlandia Hongkong-China Korea Inggris Jepang Swedia Austria Belgia Islandia Norwegia Perancis Amerika Serikat Denmark Swiss Spanyol Ceko 546 534 528 527 525 525 523 522 516 507 507 507 505 505 504 497 494 493 492 2.6 1.6 3.5 3.2 2.9 2.4 2.6 5.2 2.2 2.4 3.6 1.5 2.8 2.7 7.1 2.4 4.3 2.7 2.4No Negara Rata-rata nilai SE
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Italia Jerman Lithuania Hungaria Polandia Greece Portugal Rusia Latvia Israel Luxembourg Thailand Bulgaria Mexico Argentina Chili Brazilia Macedonia Indonesia Albania Peru 487 484 483 480 479 474 470 462 458 452 441 431 430 422 418 410 396 373 371 349 327 2.9 2.5 4.1 4.0 4.5 5.0 4.5 4.2 5.3 8.5 1.6 3.2 4.9 3.3 9.9 3.6 3.1 1.9 4.0 3.3 4.4
Sumber: Organization for Economic cooperation and Development (OECD) Programme for International Student Assessment (PISA) dan Puspendik Balitbang Diknas, 2003
No Negara Rata-rata nilai SE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Hongkong-China Jepang Korea Selandia Baru Finlandia Australia Canada Swiss Inggris Belgia Perancis Austria Denmark Islandia Lithuania Swedia Irlandia Norwegia Ceko Amerika Serikat Jerman 560 557 547 537 536 533 533 529 529 520 517 515 514 514 514 510 503 499 498 493 490 3.3 5.5 2.8 3.1 2.2 3.5 1.4 4.4 2.5 3.9 2.7 2.5 2.4 2.3 7.0 2.5 2.7 2.8 2.8 7.6 2.5
No Negara Rata-rata nilai SE 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Hungaria Rusia Spanyol Polandia Latvia Italia Portugal Greece Luxembourg Israel Thailand Bulgaria Argentina Mexico Chili Albania Macedonia Indonesia Brazilia Peru 488 478 476 470 463 457 454 447 446 433 432 430 388 387 384 381 381 367 334 292 4.0 5.5 3.1 5.5 4.5 2.9 4.1 5.6 2.0 9.3 3.6 5.7 9.4 3.4 3.7 3.1 2.7 4.5 3.7 4.4
Sumber: Organization for Economic cooperation and Development (OECD) Programme for International Student Assessment (PISA) dan Puspendik Balitbang Diknas, 2003
No Negara Rata-rata nilai SE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Korea Jepang Hongkong-China Finlandia Inggris Canada Selandia Baru Australia Austria Irlandia Swedia Ceko Perancis Norwegia Amerika Serikat Hungaria Islandia Belgia Swiss Spanyol Jerman 525 550 541 538 532 529 528 528 519 513 512 511 500 500 499 496 496 496 496 491 487 2.7 5.5 3.0 2.5 2.7 1.6 2.4 3.5 2.6 3.2 2.5 2.4 3.2 2.8 7.3 4.2 2.2 4.3 4.4 3.0 2.4
No Negara Rata-rata nilai SE 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Polandia Denmark Italia Lithuania Greece Rusia Latvia Portugal Bulgaria Luxembourg Thailand Israel Mexico Chili Macedonia Argentina Indonesia Albania Brazilia Peru 483 481 478 476 461 460 460 459 448 443 436 434 422 415 401 396 393 376 375 333 5.1 2.8 3.1 7.1 4.9 4.7 5.6 4.0 4.6 2.3 3.1 9.0 3.2 3.4 2.1 8.6 3.9 2.9 3.3 4.0
Profil Kemampuan Sains (IPA) Siswa Usia 15 Tahun Tingkat Internasional
Sumber: Organization for Economic cooperation and Development (OECD) Programme for International Student Assessment (PISA) dan Puspendik Balitbang Diknas, 2003
No. TAHUN
MATA PELAJARAN
BHS. INDONESIA MATEMATIKA BHS. INGGRIS
1. 1994/1995 6,07 3,85 4,79 2. 1995/1996 6,64 5,00 4,97 3. 1996/1997 6,73 5,21 4,98 4. 1997/1998 5,62 5,30 5,04 5. 1998/1999 5,96 5,67 5,68 6. 1999/2000 5,38 5,21 5,31 7. 2000/2001 5,40 5,33 5,08 8. 2001/2002 5,30 4,92 4,78 9. 2002/2003 5,79 5,11 5,29 10. 2003/2004 5,84 5,34 5,22 11. 2004/2005 6,64 6,57 6,16 12. 2005/2006 7,46 7,13 6,62 13. 2006/2007 7,39 6,96 6,72
Sumber: Puspendik 2007
No. TAHUN
MATA PELAJARAN
BHS. INDONESIA MATEMATIKA BHS. INGGRIS
1. 1994/1995 6,84 4,83 5,28 2. 1995/1996 7,01 4,91 6,18 3. 1996/1997 6,74 4,27 4,83 4. 1997/1998 6,17 4,23 4,96 5. 1998/1999 5,56 3,43 4,66 6. 1999/2000 5,74 3,41 5,08 7. 2000/2001 5,34 3,57 4,99 8. 2001/2002 5,84 3,54 4,83 9. 2002/2003 5,60 4,47 5,43 10. 2003/2004 5,96 5,38 5,31 11. 2004/2005 6,96 6,86 6,64 12. 2005/2006 7,90 7,16 7,99 13. 2006/2007 7,56 7,29 7,84
Sumber: Puspendik 2007
No. TAHUN MATA PELAJARAN BHS. INDONESIA MATEMATIKA/ EKONOMI* BHS. INGGRIS 1. 1994/1995 6,07 3,93 4,51 2. 1995/1996 6,19 3,49 4,48 3. 1996/1997 6,30 3,78 4,13 4. 1997/1998 5,59 3,41 4,22 5. 1998/1999 5,00 2,76 3,70 6. 1999/2000 5,05 3,33 4,14 7. 2000/2001 4,67 4,10* 3,83 8. 2001/2002 5,13 3,81* 3,78 9. 2002/2003 4,93 4,59* 4,53 10. 2003/2004 5,36 5,07* 4,86 11. 2004/2005 6,32 6,32* 5,80 12. 2005/2006 7,26 6,78* 7,26 13. 2006/2007 6,95 6,58* 7,13
No. TAHUN
MATA PELAJARAN
BHS. INDONESIA BHS. INGGRIS BHS. ASING
1. 1994/1995 6,18 5,10 5,06 2. 1995/1996 3. 1996/1997 6,15 4,86 5,48 4. 1997/1998 5,77 4,88 5,47 5. 1998/1999 4,75 4,54 5,17 6. 1999/2000 5,29 4,65 5,33 7. 2000/2001 5,06 4,61 5,02 8. 2001/2002 4,48 4,32 4,80 9. 2002/2003 4,66 4,57 5,39 10. 2003/2004 5,61 5,02 6,16 11. 2004/2005 6,84 5,99 6,91 12. 2005/2006 7,40 6,93 7,37 13. 2006/2007 7,08 7,14 7,39
Sumber: Puspendik 2007
”
Seperti apa pendidikan yang kita selenggarakan
selama ini?
Tidak lain, adalah sebuah penjara bagi anak-anak kita
yang bernama KELAS
Kita tumpuki mereka dengan seonggok jagung,
membusuklah mereka bersama jagung itu
Lupa kita membawa mereka ke tanah ladang,
mengamati bagaimana jagung itu
tumbuh-berkecambah-berbunga- berbuah
Beri mereka ruang dan kesempatan untuk tumbuh dan
berkembang sesuai ke-UNIK-annya
Bantu mereka untuk menjadi dirinya, untuk bekal
mengarungi kehidupannya”.
“
Sistem pendidikan nasional di
Indonesia masih mewarisi sistem
kolonial.
Perlu dilakukan perombakan total pada
sistem pendidikan nasional agar bisa
membentuk watak anak yang mandiri
dan kreatif ….
.
”
(Ajip Rosidi, Ketua Umum Yayasan
Rancage, dalam penutupan Konferensi
Internasional Budaya Sunda I,
PENDIDIKAN
BERKEPRIBADIAN ISLAMI
Pendidikan berkepribadian Islam
merupakan upaya sadar, terstruktur, serta
sistematis untuk menyukseskan misi
penciptaan manusia sebagai hamba Allah
dan khalifah Allah di muka bumi. Suatu
penemuan yang benar-benar baru hasil
kreasi manusia.
TUJUAN PENDIDIKAN BERKEPRIBADIAN ISLAMI
Membentuk manusia yang (1)
berkepribadian Islam, (2) menguasai
tsaqofah Islam, (3) menguasai ilmu
kehidupan (sains, teknologi, dan
keahlian) yang memadai
.
Faktual
Akar
Masalah
Solusi
Funda-mental
KRISIS KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL
(kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, kemerosotan
moral, ketidakadilan, dll.)
SISTEM KEHIDUPAN SEKULERISTIK
Ekonomi Kapitalistik Politik Oportunistik Pendidikan Materialistik Tata Sosial Individualistik Budaya Hedonistik Sekolah/kampus
TEGAKNYA SISTEM KEHIDUPAN ISLAM
Tatanan berdasarkan syariah
Ekonomi
Politik
Pendidikan
Tata Sosial
Budaya
SYAKHSIYAH ISLAMIYAH TSAQOFAH ISLAM ILMU KEHIDUPAN SYAKHSIYAH ISLAMIYAH TSAQOFAH ISLAM ILMU KEHIDUPAN
Bagan Faktual Orientasi Pendidikan. Sekuleristik
RUMAH
(+/-)
MASYARAKAT
(+/-)
SEKOLAH/KAMPUS
(+/-)-
-
-
-
-
-
SYAKHSIYAH ISLAMIYAH TSAQOFAH ISLAMILMU
KEHIDUPAN
Bagan Solusi Orientasi Pendidikan.
Optimasi & Integrasi
Bagan Faktual 3 Unsur Pelaksana Pendidikan.
RUMAH
(+)
MASYARAKAT
(+)
SEKOLAH/KAMPUS(+)
+
+
+
+
+
+
RUMAH
MASYARAKAT
SEKOLAH
/KAMPUS
(+)
+
+
+
+
+
+
+
-+Tiga Unsur Pelaksana Pendidikan:
Sinergi Pengaruh Positif
Tiga Unsur
Pelaksana
Pendidikan
• Langkah untuk membentuk dan mengembangkan
kepribadian Islami pada diri seseorang, sebagaimana
dicontohnya Rasulullah SAW.
• Pertama, menanamkan aqidah Islam kepada yang
bersangkutan dengan metode tepat, yakni yang sesuai
dengan kategori aqidah Islam sebagai aqidah aqliyyah
(aqidah yang keyakinannya dicapai melalui proses berfikir).
• Kedua, mengajaknya bertekad bulat untuk senantiasa
menegakkan bangunan cara berpikir dan perilakunya di atas
pondasi ajaran Islam semata.
•
Ketiga, mengembangkan kepribadiannya dengan cara
membakar semangatnya untuk bersungguh-sungguh mengisi
pemikirannya dengan tsaqofah Islamiyyah dan mengamalkan
dan memperjuangkannya dalam seluruh aspek kehidupannya
sebagai ujud ketaatan kepada Allah SWT.
Tabel Struktur dan Performa Komponen Kurikulum
JENJANG
PENDIDIKAN
TK
SD
SMP
SMU
PT
KOMPONEN
MATERI
Pembentukan
Syakhsiyyah
Islamiyyah
Pembentukan
Pematangan
Dasar-dasar
Tsaqofah
Islam
5
4
3
2
1
Ilmu Kehidupan
- Iptek /keahlian
- Keterampilan
5
4
3
2
1Tabel Pendekatan Terpadu Pembentukan
Syakhshiyyah Islamiyyah
No
JENIS
PENDEKATAN
IMPLEMENTASI
MATERI
INDUK
PELAKSANA
1. Formal
struktural Dilakukan melalui kegiatan tatap muka formal dalam jam belajar-mengajar resmi.
Tsaqofah
Islam Guru
2.
Formal-nonstruktural Dilakukan melalui proses pencerapan nilai-nilai Islam dalam setiap mata ajaran yang diberikan kepada siswa, di antaranya melalui internalisasi
nilai tauhid.
Iptek Guru
3. Keteladanan Diberikan dalam wujud contoh nyata
amaliyah
harian (akhlak & ibadah) di lingkungan sekolah.Tsaqofah
Islam Guru, Pengelola pendidikan 4. Penerapan
budaya sekolah
(school culture)
Diterapkan melalui pengamalan syariat Islam secara nyata, baik menyangkut akhlak, ibadah,
pergaulan, kebersihan atau hal lain, yang ditunjang dengan proses
pembiasaan dalam penerapan aturan beserta sanksinya.
Tsaqofah
Islam dan penerapan Aturan sekolah Guru, Pengelola Pendidikan 5. Pembinaan pergaulan antar siswaDilakukan dalam suasana
ukhuwah
Islamiyyah
dengan standarkepribadian Islam, antara lain saling
menyayangi dan menghormati, serta
saling mengingatkan.
Tsaqofah
Islam dan penerapan aturan Guru, Pengelola Pendidikan dan siswa 6.Amaliyah
ubudiyah
harianDilakukan dengan pembiasaan shalat
berjamaah.
Tsaqofah
Islamdan penerapan aturan Guru, Pengelola pendidikan dan siswa
Tabel Indikator Kematangan Syakhshiyyah Islamiyyah Siswa
Tabel Indikator Kematangan Syakhshiyyah Islamiyyah Siswa
KOMPONEN
ASPEK
URAIAN INDIKASI
AQLIYYAH
Memahami
aqidah
Islam
Dan
menjadikanya
sebagai
landasan
berpikir.
AFKAR
(pemikiran)
&
ARA’
(pendapat)
Aqidah Memahami dan mengimani seluruh perkara aqidah Islam.
Syariat Memahami pemikiran syariat Islam. Problematika
umat Memahami problematika umat dan ide-ide yang bertentangan dengan Islam.
Dakwah Memahami ihwal kewajiban dakwah
dan
thariqah
dakwah Rasul SAW.AHKAM
(hukum)
Ibadah Memahami hukum Islam yang berkaitan dengan ibadah, halal dan haramnya makanan dan minuman, pakaian, akhlaq,
muamalah
(aspek ekonomi, sosial, pemerintahan),
uqubah
. Makanan/ Minuman Pakaian Akhlaq Muamalah UqubahNAFSIYAH
Menjadikan syariat
Islam
Sebagai
tolok
ukur
perbuatan
Ibadah Selalu melaksanakan ibadah dengan khusyu’ sesuai syariat
Makanan/
Minuman Selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal. Pakaian Selalu menutup aurat.
Akhlaq
Selalu menampakkanakhlakul
karimah
, giat menuntut ilmu danmemiliki etos berprestasi
Muamalah
Selalu bermuamalah secara Islam.Dakwah Bersedia terlibat dalam dakwah bagi tegaknya kembali