<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><em>Ringkasan Khotbah 8 Desember 2013</em></span></p> <p style="margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY">�</p> <p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><em><br /></em></span></p> <p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"><span style="font-size: 8pt;"><strong>40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: IV. </strong></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Allah Menilai Manusia Apakah Melakukan Hikmat-Nya atau Tidak: Garam Dunia dan Terang Dunia (Perumpamaan ke 25) � Matius 5:13-16</strong></span></span></p> <p
style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Oleh: GI Peter Yoksan</strong></span></span></p> <p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER">�</p> <p style="margin-bottom: 0in;" align="CENTER"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong><br /></strong></span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><a name="_GoBack"></a> <span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI">Memiliki sebuah Alkitab itu seperti memiliki sebuah perpustakaan mini dalam gengaman di tangan kita. Karena Alkitab terdiri dari 66 Kitab, 39 kitab PL dan 27 kitab PB. Walau zaman dahulu, Alkitab tidak mempunyai pasal dan ayat namun sekarang Alkitab berjumlah 1189 Pasal. Hari ini, dalam satu ayat di Matius 15:13 saja, dapat dibagi menjadi 6 bagian. Dalam 2 Tim 2:15 dikatakan bahwa, kita harus membagi Firman Tuhan dengan benar supaya kita dapat mengerti Firman Tuhan. </span></span><span style="font-size:
8pt;">Membagi Firman Tuhan dengan benar itu seperti seorang dokter yang mengoperasi tulang dengan baik. Ketika ia membelah daging kita, ia akan memperhatikan dan
membetulkannya dengan baik. </span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Matius 15:13 merupakan ayat yang terkenal, namun kita sering kali tidak memikirkannya dan
merenungkannya. Dalam ayat ini terbagi 6 bagian, yaitu: </span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(1)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Kamu Adalah Garam Dunia. </strong></span></span><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">kata �kamu� di sini dalam bentuk jamak (�kalian semua�). Jadi bukan hanya jemaat di gereja, tetapi semua orang yang percaya Yesus di seluruh dunia, mereka itu adalah garam dunia.</span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(2)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Jika garam itu menjadi tawar. </strong></span></span><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Kalimat ini menunjukkan bahwa adanya kemungkinan garam itu dapat menjadi tawar. Jika garam disimpan dan tidak digunakan (menurut Negeri Timur Tengah), maka garam itu menjadi tidak asin lagi.</span></span></p> <p
style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(3)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>�Dengan apakah ia diasinkan?� </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">adalah</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong> </strong></span></span><span style="font-size:
adalah tidak mungkin lagi, karena garam yang sudah menjadi tawar, </span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(4)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Tidak lagi ada gunanya. </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Untuk itu, ketika garam yang sudah menjadi tawar, tidak mungkin kita menyimpannya karena jumlahnya banyak. Dan tidak ada yang dapat kita lakukan terhadap garam itu </span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(5)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Selain dibuang. </strong></span></span><span style="font-size:
8pt;"><span lang="fi-FI">Dimana kita membuangnya?</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong> </strong></span></span><span style="font-size:
8pt;"><span lang="fi-FI">Kita akan membuangnya di jalan, bukan di tanah (karena garam dapat merusak tanah). Pada zaman Tuhan Yesus, garam yang tidak berguna itu dibuang untuk
menutupi lubang di jalan seperti pasir. Dan akhirnya, garam menjadi tawar itu tidak ada gunanya selain </span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">
</span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(6)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Diinjak orang.</strong></span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><strong>APA KEGUNAAN GARAM? </strong></span><span style="font-size: 8pt;">(</span><span style="font-size: 8pt;"><em><strong>a) Memberi rasa (dalam masakan).</strong></em></span><span style="font-size: 8pt;"> </span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Dari sini kita dapat melihat bagaimana karakteristik dari garam. </span></span><span style="font-size: 8pt;">Garam itu diam dan tidak berbunyi, tetapi berdampak dan dapat dirasakan. Sama halnya dengan orang percaya, kita harus banyak diam, tetapi berguna dan berdampak. </span><span style="font-size: 8pt;"><em><strong>(b) Dipakai dalam industri
(mengawetkan)</strong></em></span><span style="font-size: 8pt;">. Contohnya dalam pabrik kertas, garam digunakan sebagai bahan pembuatan soda api, yang dipakai untuk membuat kayu yang berwarna coklat menjadi putih bersih. </span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Untuk itu, jika rohani kita seperti garam, maka hidup kita akan menjadi suci dan bersih. </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(c) Membunuh kuman (dalam dunia medis)</strong></em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">. Zaman dahulu bayi yang baru lahir, akan dimandikan dengan air garam, supaya bayi tersebut bersih dari kuman. </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(d) Alat perjanjian.
</strong></em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Di dalam bagian Alkitab 2 Taw 13:5, terdapat Perjanjian Garam. Pada zaman itu garam dijadikan alat perjanjian. </span></span><span style="font-size: 8pt;"><em><strong>(5) Uang (Prajurit Roma dibayar dengan garam)</strong></em></span><span style="font-size: 8pt;">. Para prajurit Roma, saat itu, mendapatkan gaji berupa garam. </span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Dan karena kegunaan itulah Tuhan Yesus memakai garam untuk mengajar kita. Namun, dari segi rohani, mengapa orang percaya harus menjadi Garam? Alasannya, karena
</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Dunia yang semakin Busuk</strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">, semakin rusak, dosapun semakin canggih, dan kejahatan makin merajalela. Dengan keadaan inilah maka dunia memerlukan garam. Dan mengapa orang percaya harus menjadi Terang? Karena, </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Dunia yang semakin Gelap </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">dan tidak tahu kebenaran. Namun perlu diingat, Garam dan Terang itu berbeda. Kalau garam bekerja
diam-diam, tetapi terang bekerja langsung terlihat. Tetapi yang terpenting, keduanya
sama-sama berdampak. Sebab dari itu, kita harus menjadi garam dan terang dunia, supaya kita berdampak dan menjadi saksi untuk dunia.</span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">�</p> <p style="text-indent: 0.38in;
margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><br /></span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>BAGAIMANA MENJADI GARAM? </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI">Matius pasal 5-7, Tuhan Yesus berkhotbah di Danau Galilea dan khususnya dalam Matius 5:1-12, terdapat 8 ungkapan bahagia dan 8 ungkapan anugerah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya. Untuk menjadi garam, pertama-tama kita harus
</span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(1)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Percaya Yesus, </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">�</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><em>wataki watakmu dengan watak Kristus</em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">�. Dengan mewataki watak kita dengan watak Kristus, kita bisa menjadi garam. </span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(2)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Terima hadiah/kasih/anugrah dari Allah. </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Jika kita percaya Yesus, kita mendapatkan 8
kebahagiaan ini. Kebahagian ini adalah berkat yang hanya dimiliki orang yang percaya. Lalu Matius 5:1-12 menjelaskan</span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">
</span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(3)</strong></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>Anugerah dalam 8 Bahagia </strong></span></span><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">dengan</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong> </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">memberi daftar </span></span><sup><span style="font-size:
8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 3) </strong></em></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Miskin rohani & warga kerajaan
Allah,</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong> </strong></em></span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Berduka/bertobat & akan dihibur oleh Roh,</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong> </strong></span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 5)</strong></em></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong> </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Lemah lembut diberi bumi baru,
</span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 6)</strong></em></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Lapar & haus diberi kebenaran, </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 7)</strong></em></span></span></sup><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Murah Jantung & akan diberi kemurahan,
</span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 8)</strong></em></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Suci Jantung & akan melihat Allah, </span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 9)</strong></em></span></span></sup><span
style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Pekerja-Damai & anak-anak Allah,
</span></span><sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>(ayat 10-12)</strong></em></span></span></sup><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Dianiaya dan dianiaya. Maka dengan 8 kebahagiaan itu menjadi watak kita, kita bisa menjadi garam dan terang dunia.</span></span></p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">�</p> <p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><br /></span></span></p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Sebagai orang Kristen, tentu saja kita bisa menjadi lelah, sakit, atau bahkan kita bisa mati, tetapi kita jangan takut, karena yang terpenting kita harus
</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><em><strong>memulai</strong></em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> terlebih dahulu dan </span></span><span style="font-size:
8pt;"><span lang="fi-FI"><em><strong>melanjutkannya. </strong></em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Kerja dahulu baru bicara, seperti halnya garam yang bekerja diam-diam tetapi berdampak. Namun, walaupun terkadang saat kita menjadi garam kita bisa menjadi tawar jantung, kita </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><em><strong>janganlah jemu/bosan-bosan berbuat baik (Gal 6:9 & 2 Tes 3:13.)</strong></em></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> Ya! Menjadi garam tentu ada tantangannya. Karena banyak hal yang kita mau lakukan tidak dapat kita lakukan, karena waktu Allah dan waktu kita berbeda. Karena itu kita harus menanti waktu dan kehendak Tuhan. Lalu </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>DENGAN APA KITA BISA MENJADI GARAM?
</strong></span></span></p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>(1) Tuhan (2 Kor 13:14). </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Kita harus senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai teladan kita. Kekudusan Tuhan harus terpancar dari hidup kita.</span></span></p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>(2) Firman (Kol 3:16). </strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Kita bisa
berhubungan dengan Tuhan melalui Firman-Nya. Firman Tuhan harus memenuhi hidup kita dan mengubah/mempengaruhi hidup kita. Agar dunia ini melihat hidup kita sebagai saksiNya, karena mereka membutuhkan Firman Tuhan.</span></span></p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">
</span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><strong>(3)Tokoh Alkitab.</strong></span></span><span style="font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">
Di</span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">dalam </span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>Ibrani 11</strong></span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">, kita menemukan 32 tokoh Alkitab (dari Habel, Gideon sampai para nabi) dalam 40 ayat. Mereka telah menjadi garam dan terang dunia di zaman mereka. Allah mau di setiap zaman ada anak-anak-Nya yang bisa menjadi garam dan terang bagi dunia untuk mempengaruhi dunia yang sudah semakin membusuk. Kita harus berdoa kepada Tuhan agar kita bisa menjadi seperti mereka sebagai garam dan terang
dunia</span></span></p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"
align="JUSTIFY"><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"> </span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><strong>(4)Sesama orang Kristen (Rom 1:10-11). </strong></span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">Allah mengutus sesama orang percaya untuk menolong kita agar kita tidak menjadi tawar. Iman kita harus saling
mempengaruhi </span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span
lang="fi-FI"><em>(Roma 16)</em></span></span><span style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI">. Sebagai orang percaya, kita mempunyai banyak kesaksian akan pertolongan Allah. Melalui kesaksian kita bisa saling menguatkan. Karena orang percaya itu bukan benda mati, tetapi benda hidup. Hidup kita saling berkaitan. Jika kita membawa
kesaksian yang buruk, orang akan juga menjadi buruk. Sebaliknya, jika hidup kita membawa kesaksian yang baik, orang lain pun akan menjadi baik. </span></span><span
style="line-height: 1.3em; font-size: 8pt;"><span lang="fi-FI"><em>Lalu sudahkah kita menjadi garam? Jika diam-diam kita memberi pengaruh yang baik, membuat orang semakin dekat dengan Tuhan, maka kita telah menjadi garam.</em></span></span></p> <p
style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">�</p> <p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><span style="line-height: 1.3em; font-size: