MANAJEMEN PERUBAHAN
• Model perubahan Lewin • 1 Unfreezing
• 2.changing atau movement • 3.refreezing
Kreitner dan Kinicki (2001:463) ada 3 tipologi yaitu
Adaptive change , perubahan yg paling rendah tk kompleksitasnya, biaya dan ketidakpastiannya.
Cenderung meniru unit yg lain.
Innovative change diperkenalkan praktik baru pd organisasi. Ada modifikasi cara kerja. Ketidakbiasaan dapat menjadikan ketakutan
Radically innovative merupakan jenis perubahan yg paling sulit dilaksankan dan cenderung paling
menakutkan terhada tingkat kepercayaan sehingga menyebabkan resistensi.
Perubahan Dalam Organisasi
• Perusahaan makin berorientasi pada pelanggan dan
pertumbuhan, maka makin bergerak cepat dan
menggelobal. •
• Champy dan Nohria
3 pemicu utama yang menggerakkan perubahan :
1. Tehnologi : Khususnya TI, yang menstranformasi bisnis yang sedemikian dramatis
2. Pemerintah : Peninjauan ulang dalam bisnis, hampir semua pemerintah di seluruh dunia menggerakkan deregulasi, privatisasi dan perdagangan bebas.
3. Globalisasi : Banyak perusahaan di seluruh dunia
bersaing men-deliver layanan yang sama, di mana saja, kapan saja dengan harga yang kompentitif pada
organisasi dan perusahaan agar mampu menata diri dengan cara radikal
Perubahan sektor swasta Organisasi sektor publik
• Meningkatnya fleksibilitas dan tenaga kerja multi trampil • Fokus pada kualitas dan nilai uang
• Desentrelisasi
• Makin sengitnya persaingan • Merger dan akusisi
• Dwonsizing (perampingan) • Makin berorientasi konsumen
• Globalisasi bisnis, ekonomi & masyarakat, otonomi daerah • Fenomena Sub - kontak fungsi – fungsi
• Meningkatnya pengaruh TI dan kemajuan teknologi lainnya • Kecenderungan kesetaraan jender, praktek yang adil dan etis • Makin meningkatnya stress pada pekerjaan
Pola kerja fleksibel dan pergeseran batas - batas profesi
• Fokus dan gerakan kualitas • Devolusi
• Kewajiban tender kompetitif • Unifikasi dan amalgamasi • Downsizing
• Penekanan pada `constumer care`
• Globalisasi bisnis, ekonomi & masyarakat, otonomi daerah
• Privatisasi
• Kemajuan pesat penerapan teknologi informatika • Makin besar tekanan pada kesetaraan peluang • Makin meningkatkan strees pada pekerjaan
• Menurut Champy dan Nohria, organisasi bisnis
bertransformasi ke bentuk baru berkat persaingan global, terobosan teknologi, menunjukkan ciri – ciri sebagai berikut :
1. Berbasis informasi
2. Makin terdesentralisir, makin terjalin lewat teknologi 3. Cepat beradaptasi dan sangat lincah
4. Kreatif dan kolaboratif dengan struktur berbasis tim 5. Stafnya lebih banyak diwarnai pekerja pakar
Sifat – sifat perubahan organisasi ada 3 jenis menurut Grundy :
• “Smooth incremental change • “Bumpy incremental change • “Discontinuous change
• “Smooth incremental change,”
Perubahan ini terjadi secara lambat,
sistematis dan dapat diprekdisikan.
Smooth incremental change mencakup
perubahan yang berlangsung pada
kecepatan konstan.
• ,
“
Bumpy incremental change,“
sebagai periode relatif, tenang di sela
percepatan gerak perubahan. Perubahan ini
mencakup perubahan lingkungan organisasi,
bersumber dari perubahan internal seperti
tuntutan peningkatan efisiensi dan perbaikan
metode kerja.
Contoh : Reorganisasi secara periodik
dilakukan perusahaan
• , “
Discontinuous change,“
• Perubahan yang ditandai pergeseran cepat
atas strategi, struktur atau budaya.
Contoh : Privatisasi sektor strategis yang
dikuasai negara yaitu privatisasi sektor
telekomunikasi.
Perubahan sistem yang bersifat revolusioner lebih cepat ketimbang perubahan inkremental dalam sistem, hal ini mencakup sbb :
1. Reformasi misi dan nilai – nilai inti – perumusan ulang misi perubahan
2. Pergeseran kekuasaan dan status – merefleksikan pergeseran persaingan dan alokasi sumber daya
3. Reorganisasi – strategi memerlukan modifikasi struktur, sistem dan prosedur, perubahan bentuk organisasi.
4. Revisi terhadap pola interaksi – pembaharuan prosedur arus kerja, jaringan komunikasi, pola pengambilan keputusan
Frame breaking change sebagai perubahan
revolusioner karena sifat perubahannya menuntut perumusan keseluruhan perusahaan. Alasan
dibalik implementasi frame breaking change :
– Sinergi – semua perusahaan bergerak serentak
– Kantong resistensi – peluang berkembang dan memperkuat diri apabila frame breaking change berjalan lambat
– Kebutuhan perubahan yang dibatasi – apabila hambatan diperlonggar, perubahan menjadi mode
– Resiko dan ketidak pastian - semakin lama waktu
implementasi berlangsung ketidakpastian dan ketidak stabilan
Planned change dan Emergent change
Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara daya kekuatan pendorong perubahan dengan pendorong stabilitas. Jika perusahaan mampu merespon kebutuhan secara
berkesinambungan, tak perlu mengalami pergolakan secara periodi
Relevansi isyarat ditentukan bukan oleh aktifitas kompetitief, namun oleh konstruk paradigma, fenomena penyimpangan
strategis akan terjadi secara perlahan, tidak begitu kentara yaitu dimana strategi perusahaan akan tidak memadai menghadapi pelbagai tuntunan lingkungan
Perubahan perencana dan Emergent change tidak bisa dibedakan secara tajam. Komparasi berbagai permodelan perubahan dikaitkan dengan daya pendorong perubahan lingkungan.
Perubahan terprediksi
• Daur perkembangan dan aktifitas merupakan bagian dalam kehidupan, konsep daur hidup organisasi dipakai untuk menggambarkan perusahaan ketika tumbuh dan berkembang ditinjau dari aspek ukuran dan kedewasaan perusahaan
Menurut Greiner aktifitas perusahaan melalui 5 tahapan yang masing – masing merupakan tahap evolusi dan revolusi dilengkapi oleh
kategorisasi Clarke mengenai karakteristik dan masa krisis setiap tahap pertumbuhan.
Tahap Entrepreneurial Tahap Kolektif
Tahap Formalisasi Tingkat Globalisasi
Diagnosa Situasi Perubahan
Menurut Pettigren dan Whipp dalam laporan penelitian perusahaan Inggris ada 4 sektor industri yaitu:
1. Sukses bersaing
2. Manajemen perubahan strategis
3. Operasi harus mempertimbangkan proses yang tak pasti 4. Emergent
Model Greiner tentang daur hidup perusahaan untuk mengetahui saat kapan perubahan organisasi menghasilkan kesepakatan rencana perusahaan
Mencari Break Point
Strebel mengajukan model perilaku industri mirip dengan model Greiner tentang konsep daur perilaku organisasi
Jika Greiner mengaitkan modelnya pada perubahan struktur dan
manajemen organisasi, Strebel mengaitkan modelnya pada kompetitief perusahaan
Daur perilaku kompetitief evolussioner mengenalkan ide breakpoint yaitu periode dimana perusahaan harus merubah strategi untuk merespon perubahan perilaku pesaing
Daur perilaku kompetitief mencakup 2 tahapan utama :
• Tahapan inovasi ketika seseorang menemukan peluang bisnis baru • Pemusatan, persaingan memotong biaya dan berkonsolidasi sehingga
Daur kompetitief menunjukkan ada 2 tipe breakponit : Divergent Breakpont yang terkait dengan
peningkatan tajam keberagaman jenis tawaran
kompetitief dengan penekanan bagaimana memberi lebih banyak value bagi pelanggan.
Convergent Breakpoint yang terkait dengan
perbaikan tajam dalam sistem dan proses dalam
men-deliver tawaran, jadi mendorong deliverid cost yang lebih rendah
Model Strebel menjelaskan lingkungan eksternal operasi perusahaan, dalam aspek ekonomi dan teknologi.
Daur kompetitief (bermanfaat untuk mencari indikator potensial breakpoint.)
Daur kompetitief bergerak diantara divergensi dan convergensi. Convergensi mudah
diantisipasi karena convergensi terbangun dari produk yang ada.
PERUBAHAN SUMBER DAYA MANUSIA
• Pada umumnya, tidak semua SDM memahami akan arti pentingnya melakukan perubahan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman terhadap karakter perubahan itu sendiri,
1. apa yang dimaksud perubahan? 2. mengapa perlu perubahan?
3. factor apa yang mendorong perubahan?
4. Sampai di mana kesiapan untuk melakukan perubahan ? dan
5. bagaimana mengelola perubahan agar mencapai tujuan yang diinginkan ?
Menjadi SDM yang cerdas
• Orang cerdas memiliki kemampuan melebihi dari orang lain, yaitu memiliki daya penalaran yang tinggi, bersifat kritis, dinamis, dan kreatif. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bila dalam organisasi terdapat orang cerdas, yaitu sebagai berikut:
1. menghilangkan pemikiran yang salah 2. Kekuatan Pendorong SDM yang cerdas 3. mengelola orang cerdas
4. Mencapai keunggulan
5. Pelibatan dan Pemberdayaan Karyawan 6. Mengubah Pola Pikir
MENGHILANGKAN PEMIKIRAN YANG SALAH
Seringkali pemimpin melakukan kesalahan dalam melakukan
perubahan, karenanya ada lima cara berpikir yang harus dihindari, yaitu.
Hanya orang lain yang perlu berubah Perubahan harus dipaksakan
Waktu terbaik adalah pada saat krisis Perubahan untuk menutupi kinerja
buruk
Kekuatan Pendorong SDM Yang Cerdas
• Orang cerdas memiliki lima karakteristik yang mempengaruhi cara berpikir mereka dan
bertindak. Kelima karakteristik tersebut adalah :
Berpengalaman Pendidikan
Keahlian
Prestasi unggul
Mengelola Orang Cerdas
• Untuk membuka pikiran dan hati orang cerdas,
harus mengetahui bagaimana mengelola situasi di mana masing-masing lima sifat yang kurang baik menonjol, yaitu sebagai berikut
Apabila orang cerdas egois Bila ia percaya diri berlebihan Bila ia berkelakuan jelek
Bila ia berpandangan sempit Bila ia tidak fleksibel
Mencapai Keunggulan
• Untuk menjadi SDM yang unggul dalam persaingan yang ketat, diperlukan berbagai kegiatan yaitu
sebagai berikut:
Mengembangkan potensi Memperbaiki keterampilan Menjadi lebih efektif
Mencapai sukses
Mempengaruhi orang lain Merencanakan ke depan
Pengertian pelibatan dan pemberdayaan karyawan (PPK)
• Pelibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan perubahan pada falsafah manajemen dengan
pendekatan patisipatif adalah suatu proses untuk menjadikan orang lebih berdaya atau lebih
berkemampuan untuk memcahkan masalahnya sendiri yang dapat membantu menciptakan
lingkungan di mana setiap individu dapat
menggukan kemampuan dan energinya untuk meraih tujuan organisasi.
PERLUNYA PPK
PPK diperlukan karena 2 hal, yaitu :
lingkungan eksternal telah berubah yang penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan perubahan yang tidak diduga,
(b) orangnya sudah berubah, dimana SDM
menjadi intellectual capital bagi organisasi dan factor dominan dalam mencapai keberhasilan.
HAMBATAN PPK
Beberapa manajer yang mempunyai kekuasaan
melakukan perubahan tidak peduli atas masalah yang dihadapinya, sedangkan petugas garis depan memahami persoalannya tidak diberi wewenang untuk
melakukannya. Disamping itu beberapa manajer enggan memberikan wewenang kepada bawahannya karena
merasa dengan PPK akan mengurangi kekuasaannya.
Penolakan manajemen terhadap PPK antara lain karena alasan ketidakamanan, nilai-nilai pribadi, ego, pelatihan manjemen, karakteristik kepribadian, keterlibatan para manajer, serta struktur organisasi dan praktik
MENGUBAH POLA PIKIR
• Mindset adalah keadaan pikiran yang
mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak dalam stiap situasi. Mindset adalah paradigm mental yang dipengaruhi lima
komponen, yaitu :
Noda gelap (blind spots) Asumsi
Puas dengan diri sendiri (complacency) Kebiasaan
MANAJEMEN PERUBAHAN
ORGANISASI
(Mengatasi Resistensi)
PERUBAHAN dalam Organisasi
• Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tak bisa dihindari, harus dihadapi.
• Maka diperlukan satu pengelolaan perubahan
agar proses & dampak dari perubahan tersebut
dapat di arahkan pada titik perubahan yang positif.
Masalah dalam PERUBAHAN
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan , masalah yang paling sering &
menonjol adalah “penolakan atas perubahan itu
sendiri” (resistance to change).
Penolakan bisa jelas terlihat (eksplisit) & segera, misal : mengajukan protes, ancaman mogok,
demonstrasi.
Penolakan yang tersirat (implisit) & lambat laun, misal : loyalitas pd organisasi berkurang, motivasi kerja turun, kesalahan kerja meningkat
Mengapa perubahan ditolak ?
• Penolakan atas perubahan oleh individual • Penolakan perubahan oleh kelompok atau
organisasional
• (Stephen P. Robbins, Organizational Behavior, Concepts, Controversies, and Application, 1991)
Individual Resistance
• KEBIASAAN, • RASA AMAN, • FAKTOR EKONOMI, • KETIDAKPASTIAN, • PERSEPSI, [email protected]Kebiasaan :
• Merupakan pola tingkah laku yang ditampilkan berulang –ulang sepanjang hidup. Kebiasaan
dilakukan karena merasa nyaman, menyenangkan, jika perubahan berpengaruh besar terhadap pola kehidupan maka akan muncul mekanisme diri yaitu Penolakan.
Rasa Aman :
• Jika kondisi saat ini memberi rasa aman (nyaman), & kita membutuhkan rasa aman yg relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar.
Status quo dikedepankan sbg alasan.
Faktor Ekonomi :
• Segala sesuatu yang terkait dengan
pendapatan/income. Dengan perubahan tertentu mungkin akan mengurangi pendapatan, misal
konsep 5 hari kerja akan mengurangi upah lembur…
Ketidakpastian :
• Takut akan sesuatu yang tidak diketahui, karena sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Dengan kata lain, kondisi sekarang sudah pasti, sedangkan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti. Maka orang akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.
Persepsi :
• Persepsi merupakan cara pandang individu
tehadap dunia sekitarnya (cara pandang ini mempengaruhi sikap individu).
Organizational Resistance
• INERSIA STRUKTURAL,
• DAMPAK LUAS PERUBAHAN, • INERSIA KELOMPOK KERJA,
• ANCAMAN TERHADAP KEAHLIAN, • ANCAMAN KEKUASAAN,
• ANCAMAN ALOKASI SUMBER DAYA
Inersia Struktural :
• Artinya penolakan yang terstruktur. Organisasi, lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian tugas, akan menghasilkan stabilitas
organisasi. Jika perubahan dilakukan, maka besar kemungkinan stabilitas organisasi akan terganggu
Dampak Luas Perubahan :
• Fokus perubahan akan berdampak luas, perubahan dlm organisasi tdk mungkin hanya difokuskan pada satu bagian saja karena organisasi merupakan
suatu sistem. Jika satu bagian diubah maka bagian lain akan terpengaruh juga.
Inersia Kelompok Kerja :
• Meskipun individu mau mengubah perilakunya, namun norma kelompok memiliki potensi untuk menghalangi perubahan. Dominasi pengaruh
kelompok lebih kuat pada individu dalam kelompok.
Ancaman Terhadap Keahlian :
• Perubahan dalam pola organisasional dapat mengancam keahlian kelompok kerja tertentu.
Penerapan IT dapat menggantikan aktifitas secara manual, terkait mutu SDM.
Ancaman Kekuasaan :
• Ancaman terhadap hubungan kekuasaan yang
telah mapan. Mengintroduksi sistem pengambilan keputusan partisipatif seringkali dipandang sebagai ancaman kewenangan, bagi tingkat middle
manager.
Ancaman Alokasi Sumber Daya :
• Kelompok-kelompok dalam organisasi yang
mengendalikan sumber daya dengan jumlah relatif besar sering melihat perubahan organisasi sbg
ancaman, apakah perubahan tersebut akan
mengurangi anggaran atau SDM kelompok kerjanya atau tidak ?
Bagaimana mengatasi penolakan atas
Perubahan
?
a. Pendidikan & komunikasi. b. Partisipasi.
c. Fasilitas & dukungan. d. Negosiasi.
e. Manipulasi & kooptasi. f. Paksaan
a. Pendidikan & komunikasi
• Memberikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak terkait.
Komunikasikan dlm berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, presentasi, bahkan sosialisasi.
b. Partisipasi
• Ajak serta semua fihak untuk mengambil keputusan bersama. Leader hanya sebagai
fasilitator & motivator, biarkan anggota organisasi yg ambil keputusan.
c. Fasilitas & dukungan
• Jika anggota organisasi merasa takut atau cemas terhadap perubahan yg diterapkan, lakukan
konsultasi atau bahkan terapi. Berikan juga pelatihan-pelatihan, terkait peningkatan kemampuan individual. Tujuannya untuk mengurangi tingkat penolakan terhadap perubahan.
d. Negosiasi
• Melakukan negosiasi dengan fihak-fihak yg menentang
perubahan. Cara ini bisa
dilakukan jika yg menentang memiliki kekuatan yg tidak kecil, misal serikat pekerja yg menentang kebijakan baru dari manajemen perusahaan.
e. Manipulasi & kooptasi
• Manipulasi adalah
menutupi kondisi yang sesungguhnya. Misal
memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yg negatif. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang
perubahan dlm mengambil keputusan.
f. Paksaan
• Berikan ancaman & jatuhkan hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya
perubahan organisasi.
• (sumber : L. Coch & JRP French, Jr.
Overcoming Resistant to Change. 1948)