41
KINERJA PEGAWAI DILIHAT DARI KEMAMPUAN KERJA,
DISIPLIN KERJA DAN TEAM WORK PADA PEGAWAI
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEMALANG
[email protected] Ririn Nurhayati [email protected]
Sri Suprapti
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Abstract
This study aims to determine the effect of work ability on the performance of employees of the Pemalang District Health Office. To determine the effect of work discipline on the performance of Pemalang District Health Office employees. To determine the effect of team work on the performance of employees of the Pemalang District Health Office. Based on this, the research is entitled "Analysis of Employee Performance Seen From Work Ability, Work Discipline and Team Work at Pemalang District Health Office Staff".
The population in this study were all staff of the Pemalang District Health Office, which numbered 80 people. Sampling using census sampling technique is to determine the number of samples from all existing populations. The sample to be taken in this study is 80 respondents. The data used are primary data by means of a questionnaire. Data analysis using multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, the following conclusions can be drawn. There is a positive and significant influence between work ability on the performance of the Pemalang District Health Office staff. With high work ability, the performance of employees will be able to increase. There is a positive and significant influence between work discipline on the performance of employees of the Pemalang District Health Office. With high work discipline, the performance of employees will be able to increase. There is a positive and significant influence between the team work on the performance of the staff of the Pemalang District Health Office. With team work getting higher, the performance of employees will be able to increase
Keyword : Work ability, work discipline, team work and employee performance
1. PENDAHULUAN
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pegawai di masa depan adalah untuk menciptakan suatu organisasi yang memiliki sumber daya manusia yang semakin handal. Sumber daya manusia yang berkualitas ditujukan kepada peningkatan kontribusi yang dapat diberikan oleh para pegawai dalam organisasi ke arah tercapainya tujuan organisasi. Tercapainya tujuan organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja individu pegawainya.
Kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang/ kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan, secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai moral dan etika. (Sedarmayanti,2017). Agar kinerja pegawai selalu konsisten maka organisasi selalu memperhatikan lingkungan kerja disekitar pegawai yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya seperti kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah kemampuan kerja. Kemampuan didefinisikan dalam arti apa yang diharapkan di tempat kerja dan merujuk pada pengetahuan, keahlian dan sikap yang dalam penerapannya harus konsisten dan sesuai standar kinerja yang dipersyaratkan dalam pekerjaan (Sinungan, 2003). Dengan pengetahuan dan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil
42 dalam mengerjakan pekerjaan
sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, karyawan/pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya (the righ man in the right
place, the right man on the right job).
Hal ini sejalan dengan penelitian Nurcahyo (2011) mengenai pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai yang menghasilkan kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berbeda hasil dengan penelitian yang dilakukan oleh Afada dan Suparwati (2015) yang menghasilkan kemampuan kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai.
Faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah disiplin kerja. Menurut Hasibuan (2007) disiplin kerja adalah sebagai suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan yang tertulis maupun tidak. Disiplin kerja merupakan bagian/variable yang sangat penting dalam pengembangan maajemen sumber daya manusia, karena itu disiplin diperlukan dalam suatu organisasi agar tidak terjadi keteledoran, penyimpangan atau kelalaian dan akhirnya pemborosan dalam melakukan pekerjaan. Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka akan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Demikian juga disiplin kerja yang diterapkan pada ASN sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sebagai ASN wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat dan membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas sehingga kinerja meningkat.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyo (2011), Hermansyah dan Indarti (2015) mengenai pengaruh disiplin kerja
terhadap kinerja pegawai menghasilkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rakasiwi (2014), Pricilya, Wuysang dan Tawas (2016) yang menghasilkan disiplin kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai.
Selain kemampuan kerja dan disiplin kerja, faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah team work. Dalam www.alfurqon (2009) team work / kerja sama adalah sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan sangat akrab di telinga kita. Kerjasama dibentuk karena adanya dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu keinginan atau tujuan yang mereka ingin capai. Dengan team work yang baik akan dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam organisasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyo (2011), Saputro (2016) mengenai pengaruh team work terhadap kinerja pegawai menghasilkan team work
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berbeda hasil penelitian yang dilakukan oleh Lawasi dan Triatmanto (2017) yang menghasilkan team work berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai.
2. KERANGKA PEMIKIRAN
TEORITIS DAN
RUMUSAN HIPOTESIS
2.1. Pengaruh Kemampuan
Kerja Terhadap Kinerja
Pegawai
Kemampuan kerja merupakan pengetahuan, keahlian dan sikap yang dalam penerapannya harus konsisten dan sesuai standar kinerja yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. Dengan pengetahuan dan pendidikan yang
43 memadai untuk jabatannya dan terampil
dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
H1 : Ada pengaruh positif dan signifikan kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.
2.2. Pengaruh Disiplin Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai
Disiplin kerja merupakan sikap seseorang atau kelompok yang berusaha mematuhi semua aturan yang berlaku di tempat kerja diantaranya, datang secara teratur dan tepat waktu, mempergunakan perlengkapan dengan hati-hati dan sesuai prosedur, berpakaian rapi, selalu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Dengan disiplin kerja yang tinggi diharapkan kinerja karyawan semakin baik. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesisnya dapat dirumuskan sebagai berikut:H2 : Ada pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang
2.3. Pengaruh Team Work
Terhadap Kinerja Pegawai
Teamwork mempunyai peranan yangsangat penting dalam organisasi, karena akan menghasilkan kinerja yang semakin baik jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dikerjakan secara individu. Hipotesis ketiga dapat dirumuskan sebagai berikut:
H3 : Ada pengaruh positif dan signifikan team work terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Berdasarkan hipotesis diatas dapat digambarkan model Kinerja Pegawai Dilihat dari Kemampuan Kerja, Disiplin
Kerja dan Team Work Pada Pegawai. Gambar 1
3. METODE PENELITIAN
3.1. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang yang berjumlah 80 orang. Pengambilan sampel dengan teknikcencus sampling yang merupakan teknik
pengambilan sampel mengambil semua populasi untuk dijadikan sampel (Sutrisno Hadi, 2006).
3.2. Metode Pengumpulan
Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data mengenai kemampuan kerja, disiplin kerja, teamwork dan kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan di kabupaten Pemalang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan kuesioner.
3.3. Pengujian Instrumen
Penelitian
a. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan dengan Pearson
Correlation, dengan hasil uji validitas
dapat dilihat pada table 1. b. Uji Reliabilitas
Pengukuran reabilitas dilakukan dengan koefisien Alpha Cronbach dengan hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada table 2.
4. HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
1) Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil analisis pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 3, dihasilkan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 4,305 + 0,598 X1 + 0,166X2 + 0,218 X3 + e
44 2) Uji Normalitas
Uji normalitas dengan menggunakan
Kolmogorov-Smirnov Test terdapat pada
table 4, dapat diketahui bahwa tingkat signifikan variabel penelitian 0,187 > 0,05 maka model regresi terdistribusi normal, oleh sebab itu dapat dilakukan proses selanjutnya.
3) Uji Asumsi Klasik a) Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Glejser yaitu dengan menguji tingkat signifikansinya. Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat pada table 5, hasil penelititan tidak terjadi heteroskedastisitas karena tingkat signifikan semua variabel penelitian di atas 0,05.
b) Multikolinieritas
Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakan pada model regresi ditemukan kolerasi antar variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara veriabel bebas. Hasil uji multikolinieritas daapt dilihat pada tabel 6, dapat diketahui model regresi yang bebas multikolinieritas karena koefisien regresi antar variabel independen mempunyai nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10.
c) Goodness of fit (Uji model) 1. Uji koefisien determinasi (R2)
Uji model menggunakan koefisien determinasi (R2) yang merupakan alat
untuk mengetahui besarnya hubungan persentase dari variabel independent terhadap variabel dependent dapat dilihat pada tabel 7, koefisien determinasi didapatkan angka koefisien adjusted R
Square sebesar 0,669. Hal ini berarti
bahwa sebesar 66,9 % kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work. Sedangkan sisanya 100% - 66,9 % = 33,1%
dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar variabel kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work.
2. Uji F
Uji F dengan model regresi linier berganda yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap dependen atau kelayakan model regresi. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel 8. Hasil F hitung sebesar 54,252 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 sehingga dapat dikatakan model regresi layak. 4) Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dibuktikan dari hasil uji t, yaitu melihat pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Syarat penerimaan hipotesa yaitu < 0,05.
Berdasarkan dari hasil uji t maka dapat dilakukan pengujian sebagai berikut : 1) Hasil uji t antara pengaruh
kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 0,598 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Berarti menerima hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif dan signifikan kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. 2) Hasil uji t antara pengaruh disiplin
kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 0,166 dan tingkat signifikan 0,021 < 0,05. Berarti menerima hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. 3) Hasil uji t antara pengaruh
teamwork terhadap kinerja pegawai sebesar sebesar 0,218 dan tingkat signifikan 0,014 < 0,05. Berarti menerima hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif dan signifikan teamwork terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.
45
4.2. Pembahasan
Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai
Hasil koefisien regresi (b1) kemampuan
kerja sebesar 0,598 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05, maka hipotesis pertama H1 : Ada pengaruh positif dan signifikan
kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, terbukti atau diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurcahyo (2011) yang menghasilkan kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kemampuan kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang sudah konsisten dan sesuai dengan standar kinerja yang dipersayaratkan, ini dapat dilihat dari pengetahuan para pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang yang bisa memahami kebijakan-kebijakan dan keahlian bekerja dalam bidang pekerjaannya sehingga bisa bersikap konsisten dalam bekerja.
2) Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai
Hasil koefisien regresi (b2) disiplin kerja
sebesar 0,166 dan tingkat signifikan 0,021 < 0,05, maka hipotesis kedua H2 :
Ada pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, terbukti atau diterima. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Zesbendri dan Ariyanti (2010), Nurcahyo (2011), Hermansyah dan Indarti (2015) yang menghasilkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil penelitian, disiplin kerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang masih kurang. Hal ini menunjukkan ada pegawai yang kurang memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, karena jam kerja belum berakhir, pegawai sudah meninggalkan kantor dengan alasan ada kepentingan, sehingga pekerjaan tidak dapat terselesaikan tepat waktu.
3) Pengaruh Team Work terhadap Kinerja Pegawai
Hasil koefisien regresi (b3) team work
sebesar 0,218 dan tingkat signifikan 0,014 < 0,05, maka hipotesis ketiga H3 :
Ada pengaruh positif dan signifikan team
work terhadap kinerja pegawai Dinas
Kesehatan Kabupaten Pemalang, terbukti atau diterima. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyo (2011), Sriyono dan Lestari (2013), Saputro (2016) serta Sarboini, Surya dan Safiansyah (2017) yang menghasilkan team work berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Team work / kerja sama pada pegawai
Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang sudah berjalan baik ini dapat dilihat adanya kecocokan antar pegawai dan atasan dapat dilihat dari komunikasi yang lancar, kekompakan dalam bekerja sehingga tercapai tujuan bersama dan menjalankan tujuan tersebut.
5. SIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan tersebut diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Ada pengaruh positif dan signifikan antara kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Dengan kemampuan kerja yang tinggi, maka kinerja pegawai akan meningkat ini dapat dilihat dari indikator sikap
46 konsisten dalam bekerja yang
berpengaruh kuat terhadap kinerja pegawai.
2) Ada pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Dengan disiplin kerja yang tinggi, maka kinerja pegawai akan dapat meningkat ini dapat dilihat dari indikator melaksanakan tugas dan kewajiban yang berpengaruh kuat terhadap kinerja pegawai.
3) Ada pengaruh positif dan signifikan antara team work terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Dengan team work yang semakin tinggi, maka kinerja pegawai akan dapat meningkat ini dapat dilihat dari indikator komunikasi antar anggota yang berpengaruh kuat terhadap kinerja pegawai.
REFERENSI
Afada dan Suparwati, 2015, Variabel-variabel Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pada PT. PLN (persero) Area Pelayanan dan Jaringan Sidoarjo, Jurnal
Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 Oktober 2015
Anwar Prabu Mangkunegara, 2009.
Manajemen Sumber Daya
manusia Perusahaa, Cetakan
ke 7, Penerbit PT Remaja Rosdha Karya Bandung. Anonim, WWW. Alfurqon. Or.id port
80, 2009
Amran. 2009. “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Departemen Sosial Kabupaten Gorontalo”. Jurnal
Ichsan Gorontalo, Volume 4
No. 2. Hal 2397-2413.
Gorontalo: Universitas Ichsan Gorontalo
Bernardin, H. John. & Rusell, J.E.A. 1993. Human Resources
Management. New York : Mc
Graw Hill Inc.
Brahmasari, 2008. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia) Jurnal
Manajemen dan
Kewirausahaan, Vol.10, No. 2: 124-135. Surabaya: Universitas
17 Agustus.
Brahmasari, 2008. Pengaruh Pelatihan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada PT Paradise Island Furniture, Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia (JMBI), 5 (1), 50-61, 2016
Dewi, Sandra, 2007. Team Work, Penerbit Progressio, Bandung. Galih Rakasiwi, 2014, Pengaruh
Motivasi, Kepuasan Kerja, Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Empiris Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar),
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah
Surakarta
Hersey, Paul & Blanchard, K, Dharma Agus (Penterjemah). 2013.
Manajemen Perilaku
Organisasi : Pendayagunaan
Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Erlangga.
Hermansyah dan Sri Indarti , 2015, Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Dan Kinerja Karyawan PT. Peputra Supra Jaya Pekanbaru, Jurnal Tepak
Manajemen Bisnis Vol. VII No. 2 Mei 2015
47 Imam Ghozali, 2012, Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program SPSS, Undip, Semarang.
Irawati, Dwi, 2007, Manajemen Konflik
sebagai Upaya Meningkatkan
Kinerja Teamwork Dalam
Organisasi”, Segmen, No. 2, UPUMP.
Ismani, HP, 1998, Administrasi Negara,
Birokrasi dan etos Kerja, FIA
UNIBRAW, Malang.
J. Supranto , 2007, Pengukuran Tingkat
Kepuasan, Jakarta, Erlangga
Koesmono, 2005, Manajemen Sumber
Daya Manusia Untuk
Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada
Kreitner, Robert & Kinicki, Angelo. 2003. Perilaku Organisasi.
Alih bahasa Erly Suandy. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat Lawasi dan Triatmanto, 2017, Pengaruh
Komunikasi, Motivasi Dan Kerjasama Tim Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan,
Jurnal Manajemen dan
Kewirausahaan , Vol 5 No. 1 2017
Manzoor, e. a. 2011. Effect of Teamwork on Employee Performance.
International Journal of Learning & Development , I.
Marpaung, M. 2014. Pengaruh Kepemimpinan dan Teamwork terhadap Kinerja Karyawan Di Koperasi Sekjen Kemdikbud Senayan Jakarta. Jurnal Ilmiah
Widya , 2.
Maryoto, 2007, Manajemen Sumber
Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Cetakan ke 8.
Bandung : Mandar Maju
Malayu S.P., Hasibuan. Malayu S.P. 2007. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
Nurcahyo, 2011, Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pada PT. Quadra Mitra Perkasa Balikpapan, Jurnal Eksis Vol.7
No.2, Agustus 2011: 1816 – 2000
Pandji, Anoraga. 2009. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Pricilya. Wuysang dan Tawas, 2016, Pengaruh Disiplin Kerja, Perilaku Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Prestasi Kerja Karyawan KFC Bahu Mall Manado, Jurnal Berkala
Ilmiah Efisiensi Volume 16 No. 01 Tahun 2016
Robbins, S.P. 2006. Perilaku Organisasi:
Konsep, Kontroversi dan
Aplikasi, Alih Bahasa Hadyana
Pujaatmaka, Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 1, Jakarta: PT. Prenhallindo.
Robbins, Stephen P. & Judge, Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi. Edisi Ke 12. Jakarta : Salemba Empat.
Saputro, 2016, Pengaruh Komunikasi,
Team Work dan Kompetensi
Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara, Jurnal Ekonomi & Bisnis, Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Simamora H. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi 3. Yogyakarta: STIEYKPN. Sinungan, Muchdarsyah, 2003,
Produktivitas : Apa dan Bagaimana, Edisi Kedua, PT.
Bumi Aksara, Jakarta
Siswanto B Sastrohadiwiryo, 2002.
48
Indonesia, PT. Bumi Aksara
Jakarta.
Suad, Husnan, 2007, Manajemen Personalia, BPFE, Universitas
Gajah Mada, Edisi Ke Empat, Yogyakarta.
Sutrisno Hadi, 2006. Metode Penelitian
Riset, Yayasan Penerbit
Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta.
Wahyudi, 2004. Model Manajemen
Sumber Daya Manusia
Indonesia, Asia dan Timur
Jauh, Bumi Aksara, Jakarta.
Lampiran
Gambar 1
Model Kinerja Pegawai Dilihat Dari Kemampuan Kerja, Disiplin Kerja Dan Team Work Pada Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang
Tabel 1
Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Variabel Indika tor r hitung r tabel Ket Kemampuan Kerja (X1) X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 0,817 0,853 0,800 0,895 0,869 0,861 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Disiplin Kerja (X2) X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 0,733 0,706 0,484 0,513 0,589 0,679 0,518 0,652 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Team Work (X3) X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3.6 X3.7 X3.8 X3.9 0,517 0,526 0,231 0,374 0,543 0,551 0,629 0,567 0,560 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kinerja Pegawai (Y) Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 0,366 0,397 0,319 0,569 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid Disiplin Kerja (X2) Team Work (X3) Kemampuan Kerja (X1) Kinerja Pegawai (Y) H1 H2 H3
49 Variabel Indika tor r hitung r tabel Ket Y1.5 Y1.6 Y1.7 Y1.8 0,811 0,664 0,467 0,832 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 2
Pengujian Reliabilitas Variabel-variabel Penelitian
No Variabel Alpha Cronbach Angka Standar Reliabel Kriteria 1 Kemampuan Kerja (X1) 0,921 0,6 Reliabel
2 Disiplin Kerja (X2) 0,756 0,6 Reliabel
3 Team Work (X3) 0,631 0,6 Reliabel
4 Kinerja Pegawai (Y) 0,704 0,6 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 3
Hasil analisis regresi linier berganda
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta 1 (Constant) 4,305 2,498 1,723 ,089 Kemampuan Kerja ,598 ,079 ,612 7,611 ,000 Disiplin Kerja ,166 ,070 ,181 2,362 ,021 Team Work ,218 ,087 ,231 2,511 ,014
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 4
Hasil pengujian normalitas
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 80
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 2,21049847 Most Extreme Differences Absolute ,089
Positive ,089 Negative -,070
Test Statistic ,089
Asymp. Sig. (2-tailed) ,187c
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 5
Hasil uji heterokedastisitas
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 5,560 1,557 3,571 ,051
Kemampuan Kerja -,068 ,049 -,189 -1,385 ,170 Disiplin Kerja -,045 ,044 -,133 -1,022 ,310
50 a. Dependent Variable: ABS Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 6
Hasil pengujian multikolinieritas
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Kemampuan Kerja ,647 1,546 Disiplin Kerja ,713 1,403 Team Work ,495 2,019
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 7
Hasil koefisien determinasi
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai Model Summary Mode l R R Square Adjuste d R Square Std. Error of the Estimate 1 ,826a ,682 ,669 2,254
a. Predictors: (Constant), Team Work, Disiplin Kerja, Kemampuan Kerja
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Tabel 8 Hasil Uji F
Pengaruh kemampuan kerja, disiplin kerja dan team work terhadap kinerja pegawai ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regressio
n 826,670 3 275,557 54,252 ,000
b
Residual 386,018 76 5,079 Total 1212,688 79
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
b. Predictors: (Constant), Team Work, Disiplin Kerja, Kemampuan Kerja