• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komptensi yang diharapkan setelah Anda mempelajari materi ini ialah :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Komptensi yang diharapkan setelah Anda mempelajari materi ini ialah :"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

92 STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI DAN KETERAMPILAN S0SIAL Pendahuluan

Para mahasiswa , pada materi pengayaan ini Anda akan diajak untuk lebih memahami dan mempraktekan Strategi pembelajaran Nilai dan Keterampilan Sosial dalam Pendidikan IPS khususnya Strategi Pembelajaran Keterampilan Sosial

UNIT 6

Komptensi yang diharapkan setelah Anda mempelajari materi ini ialah :

Mampu mengaplikasikan mengaplikasikan strategi pembeljaran nilai dan keterampilan sosialdalam IPS

(2)

93 Uraian Materi

Keterampilan Sosial yang dikembangkan Anda Sudah membaca bab tentang keterampilan sosial pada modul yang terdahulu. Untuk lebih mengusai strategi Pembelajaran tersebut, maka anda harus berlatih dan mempraktekannya. Di bawah ini akan diingatkan kembali strategi Pembelajaran Keterampilan Sosial.

Keterampilan Sosial adalah keterampilan yang harus dimiliki manusia sebagai mahluk ssial dalam hubungannya dengan manusia lain, sehingga akan tercipta hubungan yang harmonis. Ada banyak pakar mengembangkan tentang keterampilan sosial ini, sebagai calon guru anda juga merupakan ahli yang harus mengembangkan dan menggali keterampilan sosial siswa, terlebih-lebih guru IPS.

Penerapan Ketrampilan Sosial ini penting dilakukan sebagai aplikasi dari IPS dalam kehiduapan di masyarakat, karena :

1. Sebagai guru IPS yang telah dibekali ilmu pengetahuan dituntut kreativitas sehingga dapat berperan sebagaai inovator dan dinamisator dalam proses pembangunan masyarakat.

2. Ketrampilan dasar IPS dapat diterapkan dalam masyarakat, dengan melihat permasalahan ditinjau dari berbagai aspek dengan pendekatan berbagai bidang studi ilmu-ilmu sosial secara interdisipliner/ multidisipliner terintegrasi , sehingga untuk mengatasi permasalahan dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan tuntas

Sekadar mengingat kembali jadi apa yang dimaksud dengan keterampilan sosial itu ¿ Seorang pakar, yaitu Jarolimek (1993:9) menjelaskan bahwa Keterampilan sosial mencakup (1) living and working together; taking turns;

respecting the rihts of others; being socially sensitive, (2) Learning self-control and self-direction, dan (3) Sharing ideas and experience with others.

(3)

94 Dengan demikian, Dari pernyataan Jarolimek di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial itu memuat aspek-aspek keterampilan untuk hidup dan bekerjasama; keterampilan untuk mengontrol diri dan orang lain; keterampilan untuk saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya; saling bertukar pikiran dan pengalaman sehingga tercipta suasana yang menyenangkan bagi setiap anggota dari kelompok tersebut.

Jadi Keterampilan sosial, yaitu kemampuan yang diperlukan untuk berinteraksi dengan orang lain, kegagalan dalam berinteraksi dengan orang lain dapat menimbulkan rasa tertekan dan keterpencilan sosial. Disamping itu keterpencilan sosial dapat pula menjadi sebab depresi terselubung. Misalnya berada diantara lingkungan sosial yang baru, dan belum mengenal seluk beluk adat setempat membuat seseorang mersa terpencil, dan mengakibatkan ragu-ragu, rasa rendah diri, takut, cemas, dan sebagainya. Keterpencilan sosial banyak diderita oleh seseorang yang berada di lingkungan yang jauh dan segalanya serba asing Misalnya guru yang bertugas di desa terpencil yang jauh dari kampung halaman dan keluarganya, akan merasa terpencil manakala ia tidak mampu mengembangkan keterampilan sosialnya. Oleh karena itu seseorang yang memiliki keterampilan sosial, dimanapun ia berada akan merasa nyaman.

Seseorang memiliki keterampilan sosial, apabila sedikitnya menguasai hal-hal sebagai berikut :

1. The ability to stay calm in social situations

Yaitu, Kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi sosial

Jika menghadapi berbagai situasi sosial, apalagi situasi sosial yang

menegangkan maka sebaiknya kita tetap tenang, percaya pada kemampuan diri untuk dapat menguasai keadaan, sehingga kita dapat berhubungan dengan orang lain tanpa rasa takut, curiga, dan perasaan lain yang dapat menghalagi terjadinya interaksi.

(4)

95

2. Listening skills: The art of connection

Yaitu, keterampilan mendengarkan : Seni koneksi

Interaksi sosial tidak akan pernah terjadi manakala kita tidak memiliki

keterampilan mendengarkan orang lain, seni mendengarkan orang lain adalah salah satu kunci membuka hubungan lebih jauh dengan lawan bicara kita, sehingga kita dapat menguasai keadaan dan dapat terus berada dalam situasi sosial yang akan dibentuk.

3. Empathy with and interest in others' situations

Yaitu, memiliki empati dengan situasi dan kepentingan orang lain. Empati adalah kemampuan memahami dan mendalami tentang apa yang dirasakan seseorang baik suka maupun duka bahkan jika kita memiliki rasa empati dapat memberikan solusi manakala lawan bicara kita menghadapi kesulitan, jadi pengertian empati ini lebih dari bersimpati terhadap orang. (Coba anda bedakan !)

4. Knowing how to build rapport

Yaitu mengetahui bagaimana membangun hubungan. Manakala berhungan dengan orang lain sebaiknya kita harus mencari cara bagaimana berhubungan tersebut agar terjadi koneksi (nyambung). Caranya antara lain mengetahui latar belakang orang atau daerah dimana hubungan itu akan dibangun memiliki rasa empati / kepedulian terhadap orang atau daerah yang akan dibangun hubungan dan yang tidak kalah pentingnya mengetahui permasalahan atau pembicaraan yang akan menjadi topic bahasan termasuk juga keterampilan mendengarkan dan menggali informasi.

(5)

96 5) Knowing how, when and how much to talk about yourself - 'self disclosure'

Yaitu Mengetahui bagaimana, kapan dan berapa banyak berbicara tentang diri sendiri - 'pengungkapan diri'

Jika kita berhubungan dengan orang lain janganlah menguasai pembicaraan apalagi jika pembicaraan itu berbicara tentang diri sendiri dengarkanlah mereka dan berbicaralah tentang diri kita seperlunya kecuali jika lawan bicara kita meminta lebih.

6) Look into their eyes and smile

Lihatlah ke dalam mata mereka dan senyum

Hal lain yang perlu diperhatikan jika kita membangun hubungan dengan lawan bicara maka tataplah matanya kemudian senyumlah, dengan begitu anda akan dianggap memperhatikan dan bersimpati terhadap lawan bicara juga topik pembicaraannya. Tunjukkan bahwa anda memiliki interest terhadap lawan bicara dan masalahnya.

Banyak metode yang dapat digunakan guru untuk dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa, menurut Prayitno (1980 : 37), di antaranya yaitu : 1. Diskusi kelompok : diskusi kelompok besar/kecil; diskusi panel;

2. Simposium; ceramah forum; percakapan forum; seminar; 3. Role playing (permainan peranan) atau sosiodrama; 4. Fish bowl

5. Brainstorming

6. Problem solving dan inquiry 7. Metode proyek

8. Buzz Group 9. Tutorial 10. Dll.

(6)

97 Mengenai metode pembelajaran ini silakan anda buka lagi buku yang telah anda bacara dalam mata kuliah Pembelajaran IPS SD

Kesimpulan :

Berdasarkan uraian di atas, dapatlah disimpulkan, agar keterampilan sosial siswa dapat berkembang dengan baik dalam mata pelajaran IPS, maka hal itu tergantung pada :

1. Interaksi atau individu dalam suatu kelompok, yaitu bisa terlaksana apabila individu dalam kelompok telah dibekali dengan berbagai keterampilan sosial di mana paling tidak ada enam keterampilan sosial yang harus dikembangkan sebagaimana telah diuraikan diatas. serta

2. Guru dapat melatih keterampilan sosial ini dengan memilih berbagai model pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan sosial ini sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya.

Latihan :

Berikut adalah latihan yang dapat mengembangkan Keterampilan Sosial anda. Coba anda simak dan ikuti petunjuknya.

1. Perhatikan kutipan cerita berikut ini!

Robinson Crusoe dalam sebuah film diceritakan sebagai sosok manusia yang hidup menyendiri akan tetapi pengarangnya akhirnya tidak dapat membuat suatu penyelesaian cerita dari kasus cerita tersebut. Maka agar cerita dalam film tersebut hidup akhirnya pengarang cerita kemudian memunculkan tokoh lain, yaitu Friday sebagai teman Robinson Crusoe

Mengapa dalam sebuah cerita tentang kisah kehidupan manusia, cerita menjadi tidak hidup ketika cerita tersebut mengemukakan kehidupan manusia yang menyendiri tanpa teman?.

(7)

98 ... ... ... ...

(CERITA INI UNTUK MELATIH PENTINGNYA BERHUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN)

2. Buatlah 5 daftar laporan pengamatan liputan berita di televisi maupun media cetak. Pilihlah sembarang channel TV atau media cetak yang penting program yang anda amati adalah program berita. Ambillah sepuluh judul berita!. Format tugas anda adalah sebagai berikut;

Nama pengamat ; ...

Kelas ; ...

Channel TV atau

media cetak yang diamati ; ...

Hari dan tanggal pengamatan ; ...

waktu pengamatan ; ...

Isi Berita / liputan :

………..……… ……… ………..

(PENGAMATAN INI PENTING UNTUNG MELATIH MENDENGARKAN DAN MENYIMAK MASALAH ORANG LAIN)

(8)

99 3. Identifikasi kasus

Di dalam kehidupan sosial tidak akan terjadi keteraturan sosial secara mutlak, di samping keteraturan pasti terdapat sekelompok warga masyarakat yang melakukan pelanggaran atas norma-norma dan nilai-nilai sosial. Untuk itu lakukanlah identifikasi di tempat tinggal anda tentang kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan pelanggaran atas norma-norma dan nilai-nilai tersebut. Bagaimana sikap masyarakat setempat menyikapinya dan upaya-upaya apa yang ditempuh oleh masyarakat tersebut untuk mengembalikan agar kehidupan sosial di tempat tinggal anda tersebut kembali menjadi konformitas.

Petunjuk Soal

Carilah sedikitnya 5 jenis pelanggaran sosial dan lakukanlah analisas dengan format kerja sebagai berikut.

(Soal ini untuk melatih Keterampilan Sosial agar lebih Peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar).

Umpan Balik:

Diskusikan hasil pekerjaan Anda dihadapan teman-teman sekelas (Peer teaching)! Kemudian buatkan laporan hasil peer teaching tersebut !

Buat juga Beberapa Model Latihan yang dapat mengasah keterampilan sosial siswa Keterampilan Sosial siswa

(9)

100 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KELOMPOK Uraian Materi

Sebelum membahas bagaimana mengembangkan Keterampilan Kelompok yang merupakan bagian dari keterampilan sosial, berikut akan dibahas mengenai pengertian kelompok sosial .

A. Pengertian Kelompok sosial (social group)

Kelompok Sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, oleh karena adanya hubungan diantara mereka.

Beberapa persyaratan tersebut antara lain;

1. Ada kesadaran bagi setiap anggota kelompok tersebut bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang bersangkutan,

2. Ada hubungan timbal-balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya,

3. Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertanbah erat,

4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

Faktor yang membentuk kelompok sosial 1. Hubungan kedekatan

2. Adanya kesamaan

Macam-macam Kelompok Sosial

1. In Group = kelompok-kelompok sosial yang masing-masing individu anggotanya mengidentifikasikan dirinya

Out group = kelompok lain yang dianggap menjadi lawan in group-nya.

(10)

101 2. Primary Group

Charles Horton Cooley = kelompok-kelompok yang ditandai oleh ciri-ciri saling mengenal antar anggotanya, kerja sama erat yang bersifat pribadi, dan sebagai salah satu hasilnya adalah peleburan dari individu-individu dalam satu kelompok sehingga tujuan individu adalah tujuan kelompok

Selo Soemardjan dan Soemardi = kelompok-kelompok kecil yang agak langgeng dan berdasarkan kenal mengenal secara pribadi antar sesama anggotanya.

Paul B Horton dan Chester L. Hunt = kelompok kecil yang para anggotanya saling kenal secara intim sebagai pribadi yang unik

Secondary Group yaitu kelompok yang jalinan hubungannya bersifat impersonal (tidak bersifat pribadi), terpisah-pisah, dan didasarkan pada asas manfaat.

3. Gemeinschaft menurut Ferdinand Tonnies = bentuk kehidupan bersama yang anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal yang didasari oleh rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang sudah dikodratkan, yang bersifat organis dan nyata tanpa pamrih, seperti organ tubuh manusia

Gemeincshaft by blood

ikatan kelompok sosial yang didasarkan pada faktor ikatan darah atau keturunan, contoh ikatan keluarga, kekerabatan

Geminschaft of place

hubungan kedekatan tempat tinggal, sehingga dari hubungan kedekatan tersebut terdapat pola-pola kerja sama yang kuat seperti gotong royong, tolong menolong dan sebagainya

Gemeinschatf of

kelompok sosial mendasarkan pada faktor kesamaan tertentu seperti kesamaan pikiran,

(11)

102 mind kesamaan nasib, kesamaan jiwa, kesamaan

perjuangan, kesamaan idiologi dan sebagainya

Gesellschaft = merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka

waktu yang pendek (sementara), bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran saja dan strukturnya bersifat mekanis sebagaimana diumpamakan sebuah mesin.

4. Membership Group (Robert K. Merton. Merton) = sebagai kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut

Reference group = kelompok sosial yang menjadi ukuran kekelompokkan

bagi seseorang yang ukurannya adalah perilaku suatu kelompok yang membentuk pribadi dari orang yang merasa sebagai anggota suatu kelompok.

Kelompok Sosial yang tidak teratur

1.

Kerumunan (Crowd) = kumpulan individu-individu yang secara kebetulan berhimpun dalam suatu tempat dalam waktu yang bersamaan. (massa kampanye, penonton layar tancap, demonstran dan sebagainya).

Bentuk-bentuk kerumunan

a. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial;

1) Khalayak atau pendengar yang formal (formal audience) =

kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan,

(jemaat sholat Juma’at mendengarkan khotbah).

(12)

103 2) Kelompok ekspressif yang telah direncanakan (planned expressive

group), = merupakan kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam kegiatan kerumunan tersebut dan kepuasan yang dihasilkannya

b. Kerumunan yang bersifat sementara (Casual Crowd).

1) kumpulan yang kurang menyenangkan (inconvenient aggregation), = orang-orang yang antre karcis, orang-orang yang sedang menunggu datangnya kereta api, bus, dan sebagainya

2) kelompok orang yang sedang dalam keadaan panik (Panic Crowd) = orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari mara bahaya

3) kerumunan penonton (Spectator Crowd) = kelompok yang terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu kejadian tertentu

c. Kerumunan yang berlawanan

dengan norma-norma hukum (Lawless Crowd)

1) kerumunan yang bertindak emosional (Acting mobs). Kerumunan ini biasanya menggunakan kekuatan fisik dan berlawanan atau melanggar norma-norma hukum yang berlaku di dalam masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu (kerusuhan di kota besar)

2) kerumunan yang bersifat immoral (Immoral Crowd), hampir sama dengan kelompok yang bertentangan dengan moral (kelompok orang yang sedang mabok, berjudi)

d. Publik, yaitu kelompok yang bukan merupakan kesatuan, akan tetapi terdapat interaksi antar anggota melalui alat komunikasi seperti radio,

(13)

104 TV, desas-desus, jaringan internet, pembaca koran, majalah dan sebagainya.

LATIHAN Petunjuk Soal:

Lakukanlah identifikasi di tempat tinggal anda untuk mengamati berbagai kelompok-kelompok sosial yang ada di sekitar tempat tinggal anda, bagaimana pola-pola hubungan antar kelompok-kelompok sosial tersebut, tujuan apa yang hendak dicapai dan bagaimana mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut?. Carilah sedikitnya lima macam kelompok sosial yang ada, baik kelompok formal maupun kelompok informal, kemudian lakukanlah analisis masing-masing kelompok tersebut, baik kelompok sosial yang formal maupun kelompok sosial yang informal.

(LATIHAN INI PENTING UNTUK MELATIH KEPEKAAN DAN REALITAS SOSIAL KELOMPOK DI MASYARAKAT)

Keterampilan Kelompok

Seorang siswa dikatakan memiliki keterampilan sosial jika ia dapat berkomunikasi dengan baik yaitu sesuai aturan dengan sesamanya di dalam sebuah kelompok. Jadi, kelompok merupakan sarana untuk berkomunikasi yang merupakan syarat yang harus ada di dalam proses keterampilan sosial siswa.

Kelompok yang produktif adalah kelompok yang kaya dengan pencapaian tujuan kelompok dan kaya dengan pemberian sumbangan terhadap kebutuhan anggota-anggotanya. Produktivitas kelompok sangat dipengaruhi oleh semangat kerja kelompok, kebersamaan serta kepemimpinan dalam kelompok.

Kerjasama yang baik, yang seimbang antar individu-individu dalam suatu kelompok demokratis tidak ada dengan sendirinya saja, melainkan harus dipelajari. Maka untuk berusaha supaya dalam kelompok demokratis terdapat

(14)

105 kerjasama yang efektif, berhasil baik, terdapat beberapa prinsip dinamika kelompok yang merupakan syarat dari produktivitas kelompok, yaitu :

1. Suasana (atmosphere);

2. Rasa aman (threat reduction);

3. Kepemimpinan bergilir (distributive leadership); 4. Perumusan tujuan (goal formulation);

5. Fleksibilitas (flexibility); 6. Mufakat (consensus);

7. Kesadaran kelompok (process awareness); dan 8. Evaluasi yang terus menerus (continual evaluation)

LATIHAN

Ambil beberapa pokok bahasan dari kurikulum IPS SD, Buat Beberapa Model Latihan yang dapat mengasah keterampilan kelompok siswa ! Misalnya dengan Model Simulasi, diskusi kelompok, Lomba antar kelompok dan model-model pembelajaran lain yang telah anda dapatkan !

(15)

106 DAFTAR PUSTAKA

Bell, D. (1966). The Reforming of General Education. London : Double Press. Brandt, R.S. (1985). "Comparing Approaches to Teaching Thinking" dalam

Costa, A.L. Developing Minds : A Resources Book for Teaching Thinking.

Alexandra, Virginia : Association for Supervision and Curriculum Development.

Conant, J.B. (1950). General Education in a Free Society. Cambridge, Massachusstetts : Harvard University Press.

Depdiknas. (2004). Kurikulum IPS SD. Jakarta : Balitbang.

Fajar, M. (1998). Visi Pembaharuan Pendidikan. Jakarta : LP3NI.

Jarolimek, J. (1993). Social Studies in Elementary Education. New York : Mc.Millan Publishing.

McConnell, T.R. (1952). General Education : An Analysis, dalam Henry, N.B.

The Fifty-Fiths Yearbook of the National Society for the Study of Education : Part I General Education. Chicago : The University of Chicago Press.

Mulyono. (1985). Pengertian dan Karakterisitk IPS. Jakarta : P3G Depdikbud. Prayitno. (1980). Dinamika Kelompok & Kerja Kelompok. Jakarta : P3G Depdikbud.

Raven, J. (1977). Education, Values, and Society : The Objectives of Education

and the Nature and Development of Competence. London : HK Lewis &

Co. Ltd.

Referensi

Dokumen terkait

Sementara itu Abdul Majid menjelaskan bahwa perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan

Dari kata-kata Imam Syâfi’î tersebut, jelas bahwa hukum fatwa yang tidak didasarkan pada Khabar lazim atau qiyâs terhadap Khabar lazim tersebut, maka hukum atau fatwanya

Plak gigi adalah salah satu penyebab masalah penyakit karies dan periodontal.Plak merupakan lapisan tipis dan transparan.Plak mengalami mineralisasi sehingga

YANG SELANJUTNYA KEPADA BENGKEL TERSEBUT DIBERIKAN KEWENANGAN UNTUK MELAKUKAN PEMASANGAN, PERAWATAN, PEMERIKSAAN, DAN PENGUJIAN PERALATAN INSTALASI SISTEM PEMAKAIAN BAHAN

Jumlah jenis tumbuhan obat untuk mengobati penyakit otot dan persendian pada di Kampung Ciptarasa sebanyak 5 jenis dan Ciptagelar sebanyak 13 jenis tumbuhan obat dengan

Implementasi teori entrepreneur (kewirausahaan) pada dasarnya adalah suatu usaha yang dilakukan melalui pengawasan melekat oleh diri sendiri melalui kreatifitas

DADAN HAERI GURATMAN,