viii
DAFTAR ISI
Judul i
Pengesahan ii
Motto dan Persembahan iii ABSTRAK iv
ABSTRAK v
KATA PENGANTAR vi
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL xiii
DAFTAR GAMBAR xvi
DAFTAR NOTASI xviii
DAFTAR LAMPIRAN xxiv
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1 1.2. RUMUSAN MASALAH 3 1.3. TUJUAN PENELITIAN 3 1.4. BATASAN MASALAH 3 1.5. MANFAAT PENELITIAN 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1. PENELITIAN SEJENIS YANG PERNAH DILAKUKAN 5
BAB III LANDASAN TEORI
3.1. STRUKTUR PERKERASAN JALAN
3.1.1 Klasifikasi Jalan 11
3.1.2 Rumus Yang Digunakan 12
3.1.3 Faktor Regional 14
3.1.4 Daya Dukung Tanah Dasar 15
ix
3.1.6 Indek Tebal Perkerasan 17
3.1.7 CBR Segmen Jalan 20 3.2. PEMBEBANAN JEMBATAN 21 3.2.1 Beban Primer 21 a. Beban Mati 22 b. Beban Hidup 22 3.2.2 Beban Sekunder 26 a. Beban Angin 26 b. Beban Rem 28
c. Beban Gempa Bumi 29
d. Beban Tekanan Tanah 32
3.3. METODE STATIS 33
3.4. PENYELIDIKAN TANAH LAPANGAN 33
3.5. FONDASI TIANG BOR 35
3.5.1 Metode Dasar Dalam Pelaksanaan Fondasi Tiang Bor 37
3.5.2 Pile Cape Pada Jembatan 40
3.5.3 Keuntungan Dan Kelemahan Pondasi Tiang Bor 42
3.5.4 Pengendalian Mutu Tiang Bor 43
3.6. PEMBEBANAN FONDASI TIANG BOR 44
3.7. KRITERIA TIANG 45
3.8. KAPASITAS DUKUNG FONDASI TIANG BOR 46
3.8.1 Kapasitas Dukung Tiang Tunggal 47
a. Berdasarkan Data Laboratorium 47
1. Kapasitas Dukung Ujung Tiang Pada Tanah Lempung 47
2. Kapasitas Dukung Selimut Tiang 48
3. Kapasitas Dukung Ultimit Tiang 48
4. Kapasitas Ijin Tiang Bor 49
b. Berdasarkan Data Lapangan (Uji SPT) 49 1. Kapasitas Dukung Ujung Tiang Bor 49
2. Kapasitas Dukung Selimut Tiang 50
x
4. Kapasitas Dukung Ijin Tiang 51
3.8.2 Kapasitas Dukung Kelompok Tiang 51
a. Jumlah Tiang 51
b. Efisiensi Kelokmpok Tiang 51
c. Kapasitas Dukung Kelompok Tiang 52
3.9. PENURUNAN FONDASI TIANG BOR 53
3.9.1 Penurunan Tiang Tunggal 54
a. Tanah Pasir 54
b. Tanah Lempung 54
3.9.2 Penurunan Kelompok Tiang 54
a. Tanah Pasir 54
b. Tanah Lempung 54
3.10. PILE CAP 58
3.11. SAP 2000 61
3.12. RINCIAN ANGGARAN BIAYA 62
BAB IV METODE PENELITIAN
4.1. METODE PENELITIAN 66
4.2. DATA YANG DIPERLUKAN 67
4.2.1. Gambar Detail Jembatan 67
4.2.2. Hasil Uji Penyelidikan Tanah 67
4.2.3. Dimensi Tiang Bor 67
4.3. ANALISIS PEMBEBANAN 67
4.4. ANALISIS FONDASI TIANG BOR 68
4.4.1. Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Bor 69 4.4.2. Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 69
4.5. PEMBAHASAN 69
4.6. KESIMPULAN DAN SARAN 69
BAB V ANALISIS
5.1 DATA JEMBATAN 70
xi
5.3 PEMBEBANAN JEMBATAN 75
5.3.1 Beban Primer 75
a. Beban Mati Struktur Atas 75
b. Beban Hidup 77
c. Beban Mati Struktur Bawah 79
5.3.2 Beban Sekunder 80
a. Beban Gempa 80
b. Beban Rem 82
c. Beban Angin 84
d. Beban Akibat Tekanan Tanah 85
5.4 ANALISA STRUKTUR DENGAN PROGRAM SAP 2000 86 5.4.1 Material Yang Digunakan Dalam SAP 2000 86
5.4.2 Beban Input Perhitungan SAP 2000 86
5.4.3 Kombinasi Pembebanan 88
5.4.4 Gambar Pembebanan pada Analisis Dengan SAP 2000 88
5.4.5 Hasil Analisis SAP 2000 93
5.5 DATA PENGEBORAN LAPISAN TANAH 94
5.6 STABILITAS ABUTMENT 96
5.7 ANALISIS FONDASI TIANG BOR 97
5.7.1 Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Bor 97
5.7.2 Kekuatan Tiang Bor 106
5.7.3 Faktor Jenis Tiang 106
5.7.4 Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 107 5.7.5 Perhitungan Tulangan Pada Pile Cap 109 5.8 ANALISIS FONDASI DENGAN DIAMETER BERBEDA 113
5.9 RINCIAN ANGGARAN BIAYA 117
BAB VI PEMBAHASAN
6.1 TINJAUAN UMUM 120
6.2 HASIL ANALISIS 120
xii
6.2.2 Struktur Jembatan 121
6.2.3 Fondasi Tiang Bor 121
a. Beban yang bekerja pada fondasi tiang bor 121 b. Kapasitas dukung fondasi tiang bor 122
c. Penurunan fondasi tiang bor 124
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 KESIMPULAN 126
7.2 SARAN 126
DAFTAR PUSTAKA 127
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 3.1 Klasifikasi Jalan Raya Menurut Fungsinya 11 Tabel 3.2 Distribusi Beban Sumbu Berbagai Jenis Kendaraan 12 Tabel 3.3 Jumlah Lajur Dan Koefisien Distribusi kendaraan 13
Tabel 3.4 Faktor Regional 14
Tabel 3.5 Kelandaian Jalan 15
Tabel 3.6 Indek Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IPt) 16 Tabel 3.7 Indek Permukaan Pada Awal Umur Rencana (IPo) 17
Tabel 3.8 Tebal Minimum Lapisan Perkerasan 18
Tabel 3.9 Koefisien Kekuatan Relatif 18
Tabel 3.10 Jumlah Lajur Lalulintas Rencana 25
Tabel 3.11 Koefisien Seret 27
Tabel 3.12 Kecepatan Angin Rencana 28
Tabel 3.13 Faktor Kepentingan 30
Tabel 3.14 Faktor Tipe Bangunan 31
Tabel 3.15 Nilai-nilai nh Untuk Tanah Kohesif 45
Tabel 3.16 Kriteria Jenis tiang 46
Tabel 3.17 Nilai Modulus Elastis 46
Tabel 3.18 Perkiraan qd Untuk Tiang yang Dicor Ditempat 49 Tabel 3.19 Hubungan Nilai N, Konsistensi, dan Kuat Tekan Bebas (qu) Untuk
Tanah Lempung Jenuh 50
Tabel 3.20 Intensitas Gaya Geser Dinding Tiang 50
Tabel 3.21 Faktor Aman 51
Tabel 3.22 Faktor Kapasitas Dukung Ujung Nc,dan Nq 53
Tabel 3.23 Hubengan Untuk Indeks Pemampatan 58
Tabel 3.24 Daftar Harga Satuan Bahan Bangunan 62
Tabel 3.25 Daftar Harga Satuan Upah 62
xiv
Tabel 3.27 Pembesian 10 kg Dengan Besi Polos Atau Besi Ulir 63
Tabel 3.28 Penetapan Indeks Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-175 ( 14,5) Mpa) 64
Tabel 3.29 Penetapan Indeks Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-250 ( 21,7) Mpa) 64
Tabel 3.30 Indeks Harga Satuan Memasang 1m3 Pondasi Sumuran Diameter 1m 65
Tabel 5.1 Perhitungan Lalulintas Ruas Jalan Piyungan- Gunung Kidul 73
Tabel 5.2 Tebal Lapisan Pada Perkerasan 74
Tabel 5.3 Perhitungan Distribusi Beban Mati Pada Balok 76
Tabel 5.4 Perhitungan Beban Mati Pada Srtuktur Bawah 80
Tabel 5.5 Perhitungan Beban Mati Srtuktur Atas 81
Tabel 5.6 Perhitungan Gaya Gempa Pada Struktur 82
Tabel 5.7 Beban Pada SAP 2000 87
Tabel 5.8 Pembebanan Hasil Analisis Dengan SAP 2000 93
Tabel 5.9 Hitungan Manual Pembebanan Struktur 93
Tabel 5.10 Data Bore Log 94
Tabel 5.11 Hasil Penyelidikan Tanah Berdasarkan Uji Laboratorium 97
Tabel 5.12 Gaya Geser Pada Keliling Permukaan Tiang 99
Tabel 5.13a Momen pada Fondasi Tiang Bor 6 Tiang 113
Tabel 5.13b Momen pada Fondasi Tiang Bor 8 Tiang 113
Tabel 5.14a Distribusi Beban Pada Fondasi Tiang Bor 6 Tiang 114
Tabel 5.14b Distribusi Beban Pada Fondasi Tiang Bor 8 Tiang 114
Tabel 5.15a Kekuatan Tiang Bor dan Faktor Jenis Tiang 6 Tiang 114
Tabel 5.15b Kekuatan Tiang Bor dan Faktor Jenis Tiang 8 Tiang 115
Tabel 5.16 Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Tunggal 115
Tabel 5.17a Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu x) 115
Tabel 5.17b Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu y) 116
Tabel 5.18 Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 116
Tabel 5.19 Tulangan pada Pile Cape 116
Tabel 5.20 Menggali 1m3 tanah biasa sedalam 1m 117
xv
Tabel 5.22 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-175) 118 Tabel 5.23 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-250) 118 Tabel 5.24 Harga Memasang 1m3 Fondasi Siklop, 50% Beton
Campur 50% Batu Belah 119
Tabel 5.25 Rincian Anggaran Biaya Pembuatan Fondasi Sumuran 119 Tabel 5.26 Rincian Anggaran Biaya Pembuatan Fondasi Tiang Bor 119
Tabel 6.1 Tebal Lapisan Pada Perkerasan 121
Tabel 6.2 Beban Total Yang Bekerja Pada Fondasi Tiang Bor 122 Tabel 6.3 Beban Terbesar dan Terkecil Tiap Tiang Bor 122 Tabel 6.4 Kapasitas Dukung Tiang Tunggal 122 Tabel 6.5a Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu x) 123 Tabel 6.5b Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu y) 124 Tabel 6.6 Penurunan Kelompok Tiang Pada Tanah Lempung 125
xvi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1 Peta Lokasi Jembatan Tambalan II, Yogyakarta 2
Gambar 3.1 Grafik Korelasi CBR dan DDT 15
Gambar 3.2 Nomogram Untuk IPt 2,5 dan IPo 3,9 – 3,5 20
Gambar 3.3 Grafik Hubungan Antara Harga CBR dan Presentase Jumlah 21
Gambar 3.4 Beban “ T “ yang Bekerja Pada Jembatan Jalan Raya 22
Gambar 3.5 Faktor Beban Dinamis 23
Gambar 3.6 Penyebaran Pembebanan Pada Arah Melintang 24
Gambar 3.7 Peta Wilayah Gempa 29
Gambar 3.8 Respons Spectrum Gempa Rencana Wilayah 3 30
Gambar 3.9 Splint Barrel Sampler Untuk Penyelidikan SPT 34
Gambar 3.10 Contoh Palu Yang Biasa Digunakan Dalam Uji SPT 34
Gambar 3.11 Skema Urutan Pengujian Penetrasi Standar (SPT) 35
Gambar 3.12 Metode Chicago (a) dan Metode Gow (b) 36
Gambar 3.13 Bored Pile dengan Dry method 38
Gambar 3.14 Bored Pile dengan Casing Method 39
Gambar 3.15 Bored pile dengan Metode Slurry 40
Gambar 3.16 Pemasangan Confferdam Steel Sheet Pile 41
Gambar 3.17 Pengecoran Pilar 42
Gambar 3.18 Gambar Grafik Faktor Koreksi 55
Gambar 3.19 Penurunan Konsolidasi Pada Kelompok Tiang 57
Gambar 4.1 Bagan Alir Penyusunan Tugas Akhir 66
Gambar 4.2 Bagan Alir SAP 2000 68
Gambar 5.1 Jembatan Tambalan II 70
Gambar 5.2 Tebal Lapisan Perkerasan 74
Gambar 5.3 Penampang Balok Girder 75
Gambar 5.4 Distribusi Beban Mati Struktur Atas 76
Gambar 5.5 Distribusi Beban Hidup Struktur Atas 77
xvii
Gambar 5.7 Gaya Gempa Pada Abutment 81
Gambar 5.8 Distribusi Gaya Rem 83
Gambar 5.9 Momen Akibat Beban Rem 83
Gambar 5.10 Pembebanan Pada Beban Angin 84
Gambar 5.11 Pembebanan Pada Abutment Jembatan 86
Gambar 5.12Beban Mati Pada Balok I 89
Gambar 5.13 Beban Mati Pada Balok II 89
Gambar 5.14 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok I 89
Gambar 5.15 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok II 90
Gambar 5.16 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok III 90
Gambar 5.17 Beban Pejalan Kaki Pada Trotoar Kanan dan Kiri 90
Gambar 5.18 Beban Garis (KEL) Pada Jembatan 91
Gambar 5.19 Beban Angin Arah Melintang Pada Jembatan 91
Gambar 5.20 Beban Gempa Pada Struktur Atas 92
Gambar 5.21 Beban Rem Pada Jembatan 92
Gambar 5.22 Potongan Melintang Fondasi Tiang Bor Dengan Lapisan Tanah 95 Gambar 5.23 Jarak Sumbu dan Susunan Tiang Bor 6 Tiang 101
Gambar 5.24 Jarak Sumbu dan Susunan Tiang Bor 8 Tiang 103
Gambar 5.25 Penururan Konsolidasi Pada Tanah Lempung 107
Gambar 5.26 Tulangan Lentur Pada Pile Cape 111
Gambar 5.27 Tampak Atas Tulangan Geser Pada Pile Cape 112
xxiv
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Pernyataan Bebas Plagiatisme 125
Lampiran 2 Kartu Peserta Tugas Akhir 126
Lampiran 3 Surat – surat tugas akhir 128
Lampiran 4 Hasil Analisis Program SAP 2000 131 Lampiran 5 Data Perhitungan Lalulintas Tahun 2008 149 Lampiran 6 Data Pengujian CBR Laboratorium 153 Lampiran 7 Data Penyelidikan Tanah Pada Lokasi Proyek 155 Lampiran 8 Gambar Struktur Proyek Jembatan Tambalan II 162
xviii
DAFTAR NOTASI
1. Pada Struktur Pondasi
As = Luas selimut tiang (m2)
Ai = Luas diagram tegangan vertikal evektif Ab = Luas penampang ujung tiang (m2) B = Lebarkelompok tiang (m)
Bc = Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek dari beban terpusat yang bekerja atau bidang reaksi
b = Panjang keliling penampang kritis geser satu arah bo = Panjang keliling penampang kritis geser dua arah Bg = Lebar kelompok tiang (m)
c = Kohesi tanah disekeliling kelompok tiang (ton/m2) cb = Kohesi tanah dibawah dasar kelompok tiang (ton/m2)
Cc = Indeks pemampatan
Cs = Indeks pemampatan kembali
Cu = Kohesi rata-rata tanah pada kondisi tak terdrainase disepanjang tiang (ton/m2)
Cp = Coefisien empiris d = Diameter tiang (m)
D = Kedalaman tiang dibawah permukaan tanah (m) Eg = Efisiensi kelompok tiang
Ep = Modulus elastic tiang (kg/cm2) Es = Modulus elastisitas tanah (kg/cm2) eo = Angka pori awal
F = Faktor aman
fi = Besar gaya geser maksimum dari lapisan tanah dengan memperhitungkan geseran dinding tiang (ton/m2) H = Ketebalan lapisan tanah yang dituju (m)
K = Koefisien tekanan tanah
xix
Li = Tebal lapisan tanah dengan memperhitungkan geseran dinding tiang. LL = Batas cair (%)
m = Jumlah baris tiang
Mx = Momen pada sumbu x (ton.m) My = Momen pada sumbu y (ton.m)
Nc = Faktor kapasitas dukung tanah pada ujung tiang Nq = Faktor kapasitas dukung
n = Jumlah tiang dalam satu kelompok nh = Koefisien variasi modulus (ton/m3)
N = Nilai rata-rata N-SPT pada kedalaman ± Bg dibawah ujung pondasi tiang
p = Keliling tiang (m)
P = Reaksi tiang atau beban aksial tiang (ton) Po = Tegangan tanah semula sebelum ada bangunan Pc = Tegangan pra konsolidasi
Qa = Kapasitasukung ijin tiang (ton) Qb = Kapasitas dukung ujung (ton)
Qg = Kapasitas dukung kelompok tiang pada tanah lempung(ton) Qpg = Kapasitas dukung kelompok tiang pada tanah pair(ton)
Qn = Kapasitas dukung kelompok tiang berdasarkan tiang tunggal(ton) Qs = Kapasitas dukung selimut tiang (ton)
Qu = Kapasitas dukung ultimit tiang (ton) q = Tekanan pada dasar pondasi (ton/m2)
qc = Nilai conus pada rata-rata kedalaman Bg (Kg/cm2) qd = Unit tahanan Ujung (ton/m2)
qp = Kapasitas dukung batas/ unit tahanan ujung (ton) s = Jarak pusat ke pusat tiang (m)
S = Penurunan total pondasi tiang tunggal (m) Sc = Penurunan konsolidasi (m)
Si = Penurunan segera (m) SF = Faktor kamanan
xx V = jumlah beban vertikal
W = Berat tiang (ton)
WN = Kadar air tanah di lapangan
P = Pemampatan tegangan setelah ada bangunan δ = Sudut gesek permukaan
σ’v = Tegangan vertikal evektif tanah, dianggap konstan setelah 15D φ = Sudut gesek dalam (0)
µ = Faktor koreksi
µi = Faktor koreksi untuk lapisan tanah dengan tebal terbatas H µo = Faktor koreksi untuk kedalaman fondasi Df
∑x2, ∑x2 = Momen inersia dari kelompok tiang Σ = Tegangan yang terjadi (ton/m2)
σijin = Tegangan yang diijinkan (ton/m2)
2. Pada Struktur Jembatan
Ab = Luas koefisien bagian samping jembatan (m2)
C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu getar, dankondisi tanah
Cw = Koefisien seret
D = Beban terbagi merata (ton/m2) DLA = Dinamic Load Allowance
E = Modulus elastisitas beton (ton/m2). FBD = Faktor Beban Dinamis
g = Percepatan grafitasi (9,81m/d2). H = Tinggi abutment (m).
h = Tinggi struktur (m). I = Faktor kepentingan Ic = Momen inersia (m4).
Ka = Koefisien tekanan tanah aktif. Kh = Koefisien beban gempa horizontal.
Kp = Kekakuan struktur yang merupakan gaya horizontal yang diperlukan untuk menimbulkan satu satuan lendutan (t/m).
xxi Kp = Koefisien tekanan tanah pasif. L = Panjang bentang jembatan (m)
Lav = Panjang bentang rata-rata dari kelompok bentang yang disambungkan secara menerus (m).
LE = Panjang bentang ekuivalen (m).
Lmax = Panjang bentang maximum dalam kelompok bentang yang disambung secara menerus/ bentang terpanjang (m).
Ly = Panjang melintang pada abutment (m). Mn = Momen lentur (ton.m).
Ms = muatan rencana sumbu = 22,5 ton n = Jumlah lajur.
P = Beban garis (KEL) (ton/m).
p = Faktor Beban garis sebesar = 49 kN/m Pa = Tekanan tanah aktif(ton).
Pp = Tekanan tanah pasif (ton).
Pq = Tekanan tanah akibat beban lalulintas (ton/m). Q = Beban terbagi merata (UDL) (ton/m).
q = Faktor Beban terbagi merata = 9 kPa Rm = Beban Rem (ton)
S = Faktor tipe bangunan T = Waktu getar (detik).
TEQ = Gaya geser dasar total dalam arah yang ditinjau (Ton) TEW = Beban Angin (ton)
Va = Gaya vertikal pada lantai jembatan (ton). Vw = kecepatan angin rencana (m/s)
WT = Berat total bangunan yang mempengaruhi percepatan gempa, diambil sebagai beban mati ditambah beban mati tambahan (ton).
Wt = Berat total bangunan yang mempengaruhi percepatan gempa, diambil sebagai beban mati ditambah beban mati tambahan (ton).
x = Jarak antar roda kendaraan (m). φ = Sudut geser dalam (0)
xxii
3. Pada Struktur Perkerasan Jalan
a1 = Koefisien kekuatan relatif bahan perkerasan
BURAS = Leburan Aspal (lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal taburan pasir dengan ukuran butiran maksimum 9,6 mm atau 3/8 inch).
BURDA = Lapisan Batu Dua Lapis (Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal ditaburi agregat yang dikerjakan dua kali secara berurutan, tebal maksimum 35 mm).
BURTU = Leburan Batu Satu Lapis (Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi dengan satu lapis agregat bergradasi seragan, tebal maksimum 20 mm).
CBR = Califirnia Bearing Ratio. Cj = koefisien distribusi kendaraan. DDT = Daya dukung tanah dasar.
d1 = Tebal masing-masing lapisan perkerasan (cm) Ej = Ekivalensi masing-masing kendaraan.
FP = Faktor Penyesuaian
HRA = Hot Rolled Asphallt (Merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filter dan aspal keras dengan perbandingan tertentu, yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu). i = perkembangan lalulintas (%).
ITP = Indek Tebal Perkerasan. j = jenis kendaraan.
LER = Lintas Ekivalen Rencana LET = Lintas Ekivalen Tengah LHR = Lalulintas Harian Rata-rata
LAPEN = Lapis Penetrasi Macadam (merupakan suatu lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dengan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal keras dengan cara disemprotkan diatasnya dan dipadatkan lapis demi lapis dan apabila akan digunakan sebagai lapis permukaan perlu
xxiii
diberi leburan aspal dengan batu penutup).
LASBUTAG = Lapis Asbuton Campuran dingin (Campuran yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, asbuton, bahan peremaja dan filler (bila diperlukan) yang dihampar dan dipadatkan secara dingin). LASTON = Lapisan Aspal beton (campuran yang terdiri dariagregat kasar,
agregat halus, filler dan aspal keras yang dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu).
LATASIR = Lapisan Tipis Aspal Pasir (Merupakan lapisan penutup yang terdiri dari campuran pasir dan aspal keras yang dicampur,
dihamparkan dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu.