• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Judul Pengesahan Motto dan Persembahan ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. Judul Pengesahan Motto dan Persembahan ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

viii

DAFTAR ISI

Judul i

Pengesahan ii

Motto dan Persembahan iii ABSTRAK iv

ABSTRAK v

KATA PENGANTAR vi

DAFTAR ISI viii

DAFTAR TABEL xiii

DAFTAR GAMBAR xvi

DAFTAR NOTASI xviii

DAFTAR LAMPIRAN xxiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1 1.2. RUMUSAN MASALAH 3 1.3. TUJUAN PENELITIAN 3 1.4. BATASAN MASALAH 3 1.5. MANFAAT PENELITIAN 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. PENELITIAN SEJENIS YANG PERNAH DILAKUKAN 5

BAB III LANDASAN TEORI

3.1. STRUKTUR PERKERASAN JALAN

3.1.1 Klasifikasi Jalan 11

3.1.2 Rumus Yang Digunakan 12

3.1.3 Faktor Regional 14

3.1.4 Daya Dukung Tanah Dasar 15

(2)

ix

3.1.6 Indek Tebal Perkerasan 17

3.1.7 CBR Segmen Jalan 20 3.2. PEMBEBANAN JEMBATAN 21 3.2.1 Beban Primer 21 a. Beban Mati 22 b. Beban Hidup 22 3.2.2 Beban Sekunder 26 a. Beban Angin 26 b. Beban Rem 28

c. Beban Gempa Bumi 29

d. Beban Tekanan Tanah 32

3.3. METODE STATIS 33

3.4. PENYELIDIKAN TANAH LAPANGAN 33

3.5. FONDASI TIANG BOR 35

3.5.1 Metode Dasar Dalam Pelaksanaan Fondasi Tiang Bor 37

3.5.2 Pile Cape Pada Jembatan 40

3.5.3 Keuntungan Dan Kelemahan Pondasi Tiang Bor 42

3.5.4 Pengendalian Mutu Tiang Bor 43

3.6. PEMBEBANAN FONDASI TIANG BOR 44

3.7. KRITERIA TIANG 45

3.8. KAPASITAS DUKUNG FONDASI TIANG BOR 46

3.8.1 Kapasitas Dukung Tiang Tunggal 47

a. Berdasarkan Data Laboratorium 47

1. Kapasitas Dukung Ujung Tiang Pada Tanah Lempung 47

2. Kapasitas Dukung Selimut Tiang 48

3. Kapasitas Dukung Ultimit Tiang 48

4. Kapasitas Ijin Tiang Bor 49

b. Berdasarkan Data Lapangan (Uji SPT) 49 1. Kapasitas Dukung Ujung Tiang Bor 49

2. Kapasitas Dukung Selimut Tiang 50

(3)

x

4. Kapasitas Dukung Ijin Tiang 51

3.8.2 Kapasitas Dukung Kelompok Tiang 51

a. Jumlah Tiang 51

b. Efisiensi Kelokmpok Tiang 51

c. Kapasitas Dukung Kelompok Tiang 52

3.9. PENURUNAN FONDASI TIANG BOR 53

3.9.1 Penurunan Tiang Tunggal 54

a. Tanah Pasir 54

b. Tanah Lempung 54

3.9.2 Penurunan Kelompok Tiang 54

a. Tanah Pasir 54

b. Tanah Lempung 54

3.10. PILE CAP 58

3.11. SAP 2000 61

3.12. RINCIAN ANGGARAN BIAYA 62

BAB IV METODE PENELITIAN

4.1. METODE PENELITIAN 66

4.2. DATA YANG DIPERLUKAN 67

4.2.1. Gambar Detail Jembatan 67

4.2.2. Hasil Uji Penyelidikan Tanah 67

4.2.3. Dimensi Tiang Bor 67

4.3. ANALISIS PEMBEBANAN 67

4.4. ANALISIS FONDASI TIANG BOR 68

4.4.1. Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Bor 69 4.4.2. Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 69

4.5. PEMBAHASAN 69

4.6. KESIMPULAN DAN SARAN 69

BAB V ANALISIS

5.1 DATA JEMBATAN 70

(4)

xi

5.3 PEMBEBANAN JEMBATAN 75

5.3.1 Beban Primer 75

a. Beban Mati Struktur Atas 75

b. Beban Hidup 77

c. Beban Mati Struktur Bawah 79

5.3.2 Beban Sekunder 80

a. Beban Gempa 80

b. Beban Rem 82

c. Beban Angin 84

d. Beban Akibat Tekanan Tanah 85

5.4 ANALISA STRUKTUR DENGAN PROGRAM SAP 2000 86 5.4.1 Material Yang Digunakan Dalam SAP 2000 86

5.4.2 Beban Input Perhitungan SAP 2000 86

5.4.3 Kombinasi Pembebanan 88

5.4.4 Gambar Pembebanan pada Analisis Dengan SAP 2000 88

5.4.5 Hasil Analisis SAP 2000 93

5.5 DATA PENGEBORAN LAPISAN TANAH 94

5.6 STABILITAS ABUTMENT 96

5.7 ANALISIS FONDASI TIANG BOR 97

5.7.1 Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Bor 97

5.7.2 Kekuatan Tiang Bor 106

5.7.3 Faktor Jenis Tiang 106

5.7.4 Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 107 5.7.5 Perhitungan Tulangan Pada Pile Cap 109 5.8 ANALISIS FONDASI DENGAN DIAMETER BERBEDA 113

5.9 RINCIAN ANGGARAN BIAYA 117

BAB VI PEMBAHASAN

6.1 TINJAUAN UMUM 120

6.2 HASIL ANALISIS 120

(5)

xii

6.2.2 Struktur Jembatan 121

6.2.3 Fondasi Tiang Bor 121

a. Beban yang bekerja pada fondasi tiang bor 121 b. Kapasitas dukung fondasi tiang bor 122

c. Penurunan fondasi tiang bor 124

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 KESIMPULAN 126

7.2 SARAN 126

DAFTAR PUSTAKA 127

(6)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 3.1 Klasifikasi Jalan Raya Menurut Fungsinya 11 Tabel 3.2 Distribusi Beban Sumbu Berbagai Jenis Kendaraan 12 Tabel 3.3 Jumlah Lajur Dan Koefisien Distribusi kendaraan 13

Tabel 3.4 Faktor Regional 14

Tabel 3.5 Kelandaian Jalan 15

Tabel 3.6 Indek Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IPt) 16 Tabel 3.7 Indek Permukaan Pada Awal Umur Rencana (IPo) 17

Tabel 3.8 Tebal Minimum Lapisan Perkerasan 18

Tabel 3.9 Koefisien Kekuatan Relatif 18

Tabel 3.10 Jumlah Lajur Lalulintas Rencana 25

Tabel 3.11 Koefisien Seret 27

Tabel 3.12 Kecepatan Angin Rencana 28

Tabel 3.13 Faktor Kepentingan 30

Tabel 3.14 Faktor Tipe Bangunan 31

Tabel 3.15 Nilai-nilai nh Untuk Tanah Kohesif 45

Tabel 3.16 Kriteria Jenis tiang 46

Tabel 3.17 Nilai Modulus Elastis 46

Tabel 3.18 Perkiraan qd Untuk Tiang yang Dicor Ditempat 49 Tabel 3.19 Hubungan Nilai N, Konsistensi, dan Kuat Tekan Bebas (qu) Untuk

Tanah Lempung Jenuh 50

Tabel 3.20 Intensitas Gaya Geser Dinding Tiang 50

Tabel 3.21 Faktor Aman 51

Tabel 3.22 Faktor Kapasitas Dukung Ujung Nc,dan Nq 53

Tabel 3.23 Hubengan Untuk Indeks Pemampatan 58

Tabel 3.24 Daftar Harga Satuan Bahan Bangunan 62

Tabel 3.25 Daftar Harga Satuan Upah 62

(7)

xiv

Tabel 3.27 Pembesian 10 kg Dengan Besi Polos Atau Besi Ulir 63

Tabel 3.28 Penetapan Indeks Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-175 ( 14,5) Mpa) 64

Tabel 3.29 Penetapan Indeks Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-250 ( 21,7) Mpa) 64

Tabel 3.30 Indeks Harga Satuan Memasang 1m3 Pondasi Sumuran Diameter 1m 65

Tabel 5.1 Perhitungan Lalulintas Ruas Jalan Piyungan- Gunung Kidul 73

Tabel 5.2 Tebal Lapisan Pada Perkerasan 74

Tabel 5.3 Perhitungan Distribusi Beban Mati Pada Balok 76

Tabel 5.4 Perhitungan Beban Mati Pada Srtuktur Bawah 80

Tabel 5.5 Perhitungan Beban Mati Srtuktur Atas 81

Tabel 5.6 Perhitungan Gaya Gempa Pada Struktur 82

Tabel 5.7 Beban Pada SAP 2000 87

Tabel 5.8 Pembebanan Hasil Analisis Dengan SAP 2000 93

Tabel 5.9 Hitungan Manual Pembebanan Struktur 93

Tabel 5.10 Data Bore Log 94

Tabel 5.11 Hasil Penyelidikan Tanah Berdasarkan Uji Laboratorium 97

Tabel 5.12 Gaya Geser Pada Keliling Permukaan Tiang 99

Tabel 5.13a Momen pada Fondasi Tiang Bor 6 Tiang 113

Tabel 5.13b Momen pada Fondasi Tiang Bor 8 Tiang 113

Tabel 5.14a Distribusi Beban Pada Fondasi Tiang Bor 6 Tiang 114

Tabel 5.14b Distribusi Beban Pada Fondasi Tiang Bor 8 Tiang 114

Tabel 5.15a Kekuatan Tiang Bor dan Faktor Jenis Tiang 6 Tiang 114

Tabel 5.15b Kekuatan Tiang Bor dan Faktor Jenis Tiang 8 Tiang 115

Tabel 5.16 Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Tunggal 115

Tabel 5.17a Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu x) 115

Tabel 5.17b Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu y) 116

Tabel 5.18 Analisis Penurunan Fondasi Tiang Bor 116

Tabel 5.19 Tulangan pada Pile Cape 116

Tabel 5.20 Menggali 1m3 tanah biasa sedalam 1m 117

(8)

xv

Tabel 5.22 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-175) 118 Tabel 5.23 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m3 beton mutu f’c = k-250) 118 Tabel 5.24 Harga Memasang 1m3 Fondasi Siklop, 50% Beton

Campur 50% Batu Belah 119

Tabel 5.25 Rincian Anggaran Biaya Pembuatan Fondasi Sumuran 119 Tabel 5.26 Rincian Anggaran Biaya Pembuatan Fondasi Tiang Bor 119

Tabel 6.1 Tebal Lapisan Pada Perkerasan 121

Tabel 6.2 Beban Total Yang Bekerja Pada Fondasi Tiang Bor 122 Tabel 6.3 Beban Terbesar dan Terkecil Tiap Tiang Bor 122 Tabel 6.4 Kapasitas Dukung Tiang Tunggal 122 Tabel 6.5a Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu x) 123 Tabel 6.5b Analisis Kapasitas Dukung Kelompok Tiang (searah sumbu y) 124 Tabel 6.6 Penurunan Kelompok Tiang Pada Tanah Lempung 125

(9)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Peta Lokasi Jembatan Tambalan II, Yogyakarta 2

Gambar 3.1 Grafik Korelasi CBR dan DDT 15

Gambar 3.2 Nomogram Untuk IPt 2,5 dan IPo 3,9 – 3,5 20

Gambar 3.3 Grafik Hubungan Antara Harga CBR dan Presentase Jumlah 21

Gambar 3.4 Beban “ T “ yang Bekerja Pada Jembatan Jalan Raya 22

Gambar 3.5 Faktor Beban Dinamis 23

Gambar 3.6 Penyebaran Pembebanan Pada Arah Melintang 24

Gambar 3.7 Peta Wilayah Gempa 29

Gambar 3.8 Respons Spectrum Gempa Rencana Wilayah 3 30

Gambar 3.9 Splint Barrel Sampler Untuk Penyelidikan SPT 34

Gambar 3.10 Contoh Palu Yang Biasa Digunakan Dalam Uji SPT 34

Gambar 3.11 Skema Urutan Pengujian Penetrasi Standar (SPT) 35

Gambar 3.12 Metode Chicago (a) dan Metode Gow (b) 36

Gambar 3.13 Bored Pile dengan Dry method 38

Gambar 3.14 Bored Pile dengan Casing Method 39

Gambar 3.15 Bored pile dengan Metode Slurry 40

Gambar 3.16 Pemasangan Confferdam Steel Sheet Pile 41

Gambar 3.17 Pengecoran Pilar 42

Gambar 3.18 Gambar Grafik Faktor Koreksi 55

Gambar 3.19 Penurunan Konsolidasi Pada Kelompok Tiang 57

Gambar 4.1 Bagan Alir Penyusunan Tugas Akhir 66

Gambar 4.2 Bagan Alir SAP 2000 68

Gambar 5.1 Jembatan Tambalan II 70

Gambar 5.2 Tebal Lapisan Perkerasan 74

Gambar 5.3 Penampang Balok Girder 75

Gambar 5.4 Distribusi Beban Mati Struktur Atas 76

Gambar 5.5 Distribusi Beban Hidup Struktur Atas 77

(10)

xvii

Gambar 5.7 Gaya Gempa Pada Abutment 81

Gambar 5.8 Distribusi Gaya Rem 83

Gambar 5.9 Momen Akibat Beban Rem 83

Gambar 5.10 Pembebanan Pada Beban Angin 84

Gambar 5.11 Pembebanan Pada Abutment Jembatan 86

Gambar 5.12Beban Mati Pada Balok I 89

Gambar 5.13 Beban Mati Pada Balok II 89

Gambar 5.14 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok I 89

Gambar 5.15 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok II 90

Gambar 5.16 Beban Hidup Merata (UDL) PAda Balok III 90

Gambar 5.17 Beban Pejalan Kaki Pada Trotoar Kanan dan Kiri 90

Gambar 5.18 Beban Garis (KEL) Pada Jembatan 91

Gambar 5.19 Beban Angin Arah Melintang Pada Jembatan 91

Gambar 5.20 Beban Gempa Pada Struktur Atas 92

Gambar 5.21 Beban Rem Pada Jembatan 92

Gambar 5.22 Potongan Melintang Fondasi Tiang Bor Dengan Lapisan Tanah 95 Gambar 5.23 Jarak Sumbu dan Susunan Tiang Bor 6 Tiang 101

Gambar 5.24 Jarak Sumbu dan Susunan Tiang Bor 8 Tiang 103

Gambar 5.25 Penururan Konsolidasi Pada Tanah Lempung 107

Gambar 5.26 Tulangan Lentur Pada Pile Cape 111

Gambar 5.27 Tampak Atas Tulangan Geser Pada Pile Cape 112

(11)

xxiv

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 Pernyataan Bebas Plagiatisme 125

Lampiran 2 Kartu Peserta Tugas Akhir 126

Lampiran 3 Surat – surat tugas akhir 128

Lampiran 4 Hasil Analisis Program SAP 2000 131 Lampiran 5 Data Perhitungan Lalulintas Tahun 2008 149 Lampiran 6 Data Pengujian CBR Laboratorium 153 Lampiran 7 Data Penyelidikan Tanah Pada Lokasi Proyek 155 Lampiran 8 Gambar Struktur Proyek Jembatan Tambalan II 162

(12)

xviii

DAFTAR NOTASI

1. Pada Struktur Pondasi

As = Luas selimut tiang (m2)

Ai = Luas diagram tegangan vertikal evektif Ab = Luas penampang ujung tiang (m2) B = Lebarkelompok tiang (m)

Bc = Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek dari beban terpusat yang bekerja atau bidang reaksi

b = Panjang keliling penampang kritis geser satu arah bo = Panjang keliling penampang kritis geser dua arah Bg = Lebar kelompok tiang (m)

c = Kohesi tanah disekeliling kelompok tiang (ton/m2) cb = Kohesi tanah dibawah dasar kelompok tiang (ton/m2)

Cc = Indeks pemampatan

Cs = Indeks pemampatan kembali

Cu = Kohesi rata-rata tanah pada kondisi tak terdrainase disepanjang tiang (ton/m2)

Cp = Coefisien empiris d = Diameter tiang (m)

D = Kedalaman tiang dibawah permukaan tanah (m) Eg = Efisiensi kelompok tiang

Ep = Modulus elastic tiang (kg/cm2) Es = Modulus elastisitas tanah (kg/cm2) eo = Angka pori awal

F = Faktor aman

fi = Besar gaya geser maksimum dari lapisan tanah dengan memperhitungkan geseran dinding tiang (ton/m2) H = Ketebalan lapisan tanah yang dituju (m)

K = Koefisien tekanan tanah

(13)

xix

Li = Tebal lapisan tanah dengan memperhitungkan geseran dinding tiang. LL = Batas cair (%)

m = Jumlah baris tiang

Mx = Momen pada sumbu x (ton.m) My = Momen pada sumbu y (ton.m)

Nc = Faktor kapasitas dukung tanah pada ujung tiang Nq = Faktor kapasitas dukung

n = Jumlah tiang dalam satu kelompok nh = Koefisien variasi modulus (ton/m3)

N = Nilai rata-rata N-SPT pada kedalaman ± Bg dibawah ujung pondasi tiang

p = Keliling tiang (m)

P = Reaksi tiang atau beban aksial tiang (ton) Po = Tegangan tanah semula sebelum ada bangunan Pc = Tegangan pra konsolidasi

Qa = Kapasitasukung ijin tiang (ton) Qb = Kapasitas dukung ujung (ton)

Qg = Kapasitas dukung kelompok tiang pada tanah lempung(ton) Qpg = Kapasitas dukung kelompok tiang pada tanah pair(ton)

Qn = Kapasitas dukung kelompok tiang berdasarkan tiang tunggal(ton) Qs = Kapasitas dukung selimut tiang (ton)

Qu = Kapasitas dukung ultimit tiang (ton) q = Tekanan pada dasar pondasi (ton/m2)

qc = Nilai conus pada rata-rata kedalaman Bg (Kg/cm2) qd = Unit tahanan Ujung (ton/m2)

qp = Kapasitas dukung batas/ unit tahanan ujung (ton) s = Jarak pusat ke pusat tiang (m)

S = Penurunan total pondasi tiang tunggal (m) Sc = Penurunan konsolidasi (m)

Si = Penurunan segera (m) SF = Faktor kamanan

(14)

xx V = jumlah beban vertikal

W = Berat tiang (ton)

WN = Kadar air tanah di lapangan

P = Pemampatan tegangan setelah ada bangunan δ = Sudut gesek permukaan

σ’v = Tegangan vertikal evektif tanah, dianggap konstan setelah 15D φ = Sudut gesek dalam (0)

µ = Faktor koreksi

µi = Faktor koreksi untuk lapisan tanah dengan tebal terbatas H µo = Faktor koreksi untuk kedalaman fondasi Df

∑x2, ∑x2 = Momen inersia dari kelompok tiang Σ = Tegangan yang terjadi (ton/m2)

σijin = Tegangan yang diijinkan (ton/m2)

2. Pada Struktur Jembatan

Ab = Luas koefisien bagian samping jembatan (m2)

C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu getar, dankondisi tanah

Cw = Koefisien seret

D = Beban terbagi merata (ton/m2) DLA = Dinamic Load Allowance

E = Modulus elastisitas beton (ton/m2). FBD = Faktor Beban Dinamis

g = Percepatan grafitasi (9,81m/d2). H = Tinggi abutment (m).

h = Tinggi struktur (m). I = Faktor kepentingan Ic = Momen inersia (m4).

Ka = Koefisien tekanan tanah aktif. Kh = Koefisien beban gempa horizontal.

Kp = Kekakuan struktur yang merupakan gaya horizontal yang diperlukan untuk menimbulkan satu satuan lendutan (t/m).

(15)

xxi Kp = Koefisien tekanan tanah pasif. L = Panjang bentang jembatan (m)

Lav = Panjang bentang rata-rata dari kelompok bentang yang disambungkan secara menerus (m).

LE = Panjang bentang ekuivalen (m).

Lmax = Panjang bentang maximum dalam kelompok bentang yang disambung secara menerus/ bentang terpanjang (m).

Ly = Panjang melintang pada abutment (m). Mn = Momen lentur (ton.m).

Ms = muatan rencana sumbu = 22,5 ton n = Jumlah lajur.

P = Beban garis (KEL) (ton/m).

p = Faktor Beban garis sebesar = 49 kN/m Pa = Tekanan tanah aktif(ton).

Pp = Tekanan tanah pasif (ton).

Pq = Tekanan tanah akibat beban lalulintas (ton/m). Q = Beban terbagi merata (UDL) (ton/m).

q = Faktor Beban terbagi merata = 9 kPa Rm = Beban Rem (ton)

S = Faktor tipe bangunan T = Waktu getar (detik).

TEQ = Gaya geser dasar total dalam arah yang ditinjau (Ton) TEW = Beban Angin (ton)

Va = Gaya vertikal pada lantai jembatan (ton). Vw = kecepatan angin rencana (m/s)

WT = Berat total bangunan yang mempengaruhi percepatan gempa, diambil sebagai beban mati ditambah beban mati tambahan (ton).

Wt = Berat total bangunan yang mempengaruhi percepatan gempa, diambil sebagai beban mati ditambah beban mati tambahan (ton).

x = Jarak antar roda kendaraan (m). φ = Sudut geser dalam (0)

(16)

xxii

3. Pada Struktur Perkerasan Jalan

a1 = Koefisien kekuatan relatif bahan perkerasan

BURAS = Leburan Aspal (lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal taburan pasir dengan ukuran butiran maksimum 9,6 mm atau 3/8 inch).

BURDA = Lapisan Batu Dua Lapis (Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal ditaburi agregat yang dikerjakan dua kali secara berurutan, tebal maksimum 35 mm).

BURTU = Leburan Batu Satu Lapis (Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi dengan satu lapis agregat bergradasi seragan, tebal maksimum 20 mm).

CBR = Califirnia Bearing Ratio. Cj = koefisien distribusi kendaraan. DDT = Daya dukung tanah dasar.

d1 = Tebal masing-masing lapisan perkerasan (cm) Ej = Ekivalensi masing-masing kendaraan.

FP = Faktor Penyesuaian

HRA = Hot Rolled Asphallt (Merupakan lapis penutup yang terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang, filter dan aspal keras dengan perbandingan tertentu, yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu). i = perkembangan lalulintas (%).

ITP = Indek Tebal Perkerasan. j = jenis kendaraan.

LER = Lintas Ekivalen Rencana LET = Lintas Ekivalen Tengah LHR = Lalulintas Harian Rata-rata

LAPEN = Lapis Penetrasi Macadam (merupakan suatu lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dengan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal keras dengan cara disemprotkan diatasnya dan dipadatkan lapis demi lapis dan apabila akan digunakan sebagai lapis permukaan perlu

(17)

xxiii

diberi leburan aspal dengan batu penutup).

LASBUTAG = Lapis Asbuton Campuran dingin (Campuran yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, asbuton, bahan peremaja dan filler (bila diperlukan) yang dihampar dan dipadatkan secara dingin). LASTON = Lapisan Aspal beton (campuran yang terdiri dariagregat kasar,

agregat halus, filler dan aspal keras yang dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu).

LATASIR = Lapisan Tipis Aspal Pasir (Merupakan lapisan penutup yang terdiri dari campuran pasir dan aspal keras yang dicampur,

dihamparkan dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu.

Gambar

Tabel 5.22 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m 3  beton mutu f’c = k-175)         118  Tabel 5.23 Harga Satuan Pekerjaan Beton (1 m 3  beton mutu f’c = k-250)         118  Tabel 5.24 Harga Memasang 1m3 Fondasi Siklop, 50% Beton

Referensi

Dokumen terkait

Dari hadis diatas rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya , agar menuntut ilmu, terutama sekali adalah ilmu agama kepada orang yang menguasai ilmu tersebut,

Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan pengalaman para individu yang resisten dengan industri rokok dalam mengikuti Program Djarum Bakti Pendidikan dan

c) Dalam menerapkan model pembelajaran berbasis  proyek hendaknya sesuai dengan tema dan diawali dengan pengajuan masalah dari siswa atau guru untuk dipecahkan oleh

[r]

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama R.I, menyatakan bahwa lembaga di bawah ini telah melakukan updating data Pendidikan Islam (EMIS) Periode Semester GENAP

[r]

Berdasarkan profil vertikal tiap unsur dari Gambar 4.5 terlihat bahwa karakteristik ABL di Makassar pada jam 00.00 UTC dan jam 12.00 UTC memiliki perbedaan, dilihat dari