MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASISSTED
INDIVIDUALY (TAI) BERBASIS CONCEPT MAPPING BERPENGARUH
TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS III
GIANYAR
A.A Istri Evayanti
1, I Komang Ngr Wiyasa
2, I Gd Meter
31,2,3
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail : [email protected]
1, [email protected]
2,,
[email protected]
3Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS pada kelas yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis Concept Mapping dengan kelas yang dibelajarkan
secara konvensional siswa kelas V SD Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent
Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus III
Gianyar yang berjumlah 188 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling, kemudian untuk menentukan kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol digunakan teknik undian. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang meliputi aspek kognitif dan aspek afektif. Nilai kognitif didapat dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda biasa dan nilai afektif didapat melalui lembar observasi berupa nilai karakter. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis Concept Mapping dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, berdasarkan hasil uji-t didapat thitung =
3,72 dan ttabel dengan dk = 68 pada taraf signifikansi 5% =2,000. Berdasarkan kriteria
pengujian thitung > ttabel (3,72>2,000) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil
belajar IPS siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis Concept Mapping lebih dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (74,29>65,25). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualy (TAI) berbasis Concept
Mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar
Tahun Ajaran 2013/2014.
Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Asissted Individualy (TAI) Berbasis Concept Mapping, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar IPS.
Abstract
This study aims to determine significant differences in learning outcomes in sicial studies be taught through cooperative learning model Team Asissted Individualy (TAI) based concept mapping with conventional learning in class V in Cluster III Gianyar academie year 2013/2014. This study was a quasi-experimental study with study design used was Nonequvalent Control Group Design. The study population according to all fifth grade students in Cluster III Gianyar, amounting to 188 students. Sampel were taken by random sampling then to determine the class that will be used experimental and grade technique lottery. The data collection is the result of social studies that
include cognitive aspects combined with the effective aspects values obtained fromtest of cognitive learning outcames anusual from of multiple choice and effective value oblained through observation sheet in the from of character values. Data werw analyzed by t-test. The result showed that there were significant differences in learning outcames between students who learned with implementing cooperative learning model TAI based concept mapping with students who learned with conventional learning, based on t-test result obtained thit = 3,72 and ttabel with dk = 68 pda taraf signifikansi 5% = 2,000.
Based on testing criteria account thitung>ttabel (3,72>2,000) then Ho is rejected and Ha
accepted. Average learning model TAI based concept mapping over than students who learned with conventional learning (74,29>65,25). It can be concluded that the cooperative learning model Team Asisstrs Individualy (TAI) based concept mapping affects the outcome of the grade V social studies up to cluster III Gianyar academie year 2013/2014.
Key words: Team Aissted Individualy (TAI) cooperative learning model based concept mapping, conventional learning, the result of social studies
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah upaya yang terorganisasi, berencana, dan berlangsung secara terus-menerus sepanjang hayat. Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. “Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diselenggarakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang bersifat formal, nonformal, maupun informal dengan berbagai jenjang mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi” (Amri, dkk, 2011:10). Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal, secara sistematis merencanakan bermacam-macam lingkungan pendidikan. Lingkungan tersebut disusun dan ditata dalam suatu kurikulum dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran (Hamalik,2010:3). Dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah juga telah mencanangkan kurikulum sebagai acuan pembelajaran yang berlaku di seluruh Indonesia.
Ilmu pengetahuan sosial atau yang disingkat menjadi IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar
kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya, serta berbagai bekal siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Winataputra,2006:1.15). Pendidikan IPS di sekolah dasar hendaknya berfungsi mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan intelektual. Keterampilan sosial yaitu keterampilan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan kehidupan masyarakat, keterampilan intelektual yaitu keterampilan berpikir, cekatan dan kecepatan memanfaatkan pikiran, cepat tanggap dalam menghadapi permasalahan sosial di masyarakat (Winataputra,2006:1.16). maka melalui pendidikan IPS di sekolah siswa dibina atau dilatih kemampuan mental-intelektualnya menjadi warga negara yang terampil dan peduli serta bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Akan tetapi, kebanyakan siswa saat ini masih beranggapan bahwa pelajaran IPS hanya ssebagai hafalan, sehingga kondisi ini mengakibatkan pelajaran IPS membosankan dan kurang disenangi oleh siswa. Berbagai langkah dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dalam hal ini khususnya mata pelajaran IPS. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah diantaranya, perubahan kurikulum dari KBK menjadi
KTSP, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, mengadakan sertifikasi untuk penjaminan mutu pembelajaran, pemberdayaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), mengadakan seminar-seminar nasional bidang pendidikan, serta berbagai upaya lainnya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses sehingga pencapaian atau hasil belajar siswa menjadi optimal.
Namun, kondisi real saat ini, berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di SD Gugus III Gianyar. Hasil belajar siswa, khususnya hasil belajar IPS siswa kelas V diperoleh hasil belajar IPS siswa rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan umum mata pelajaran IPS semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 ditemukan bahwa sebagian besar siswa kelas V mengalami ketidaktuntasan belajar. Rendahnya hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 65. Dari tujuh sekolah yang termasuk ke dalam Gugus III Gianyar, kisaran nilai siswa masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam mata pelajaran IPS. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dimyati dan Mudjiono (2009: 260) menyatakan dua faktor yang berpengaruh dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar siswa, adalah: (a) faktor intern seperti sikap terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, kemampuan mengolah bahan ajar, kemampuan menyimpan perolehan hasil belajar, rasa percaya diri siswa, dan keberhasilan belajar, (b) faktor ekstern seperti guru sebagai pembina belajar, prasarana dan sarana pembelajaran, lingkungan sosial siswa di sekolah, dan kurikulum sekolah. Berdasarkan faktor-faktor yang telah dipaparkan tersebut, di dalam proses pembelajaran, guru mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Kualitas hasil
belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Metode mengajar yang kurang baik itu dapat terjadi misalnya karena guru kurang persiapan dan kurang menguasai bahan pelajaran sehingga guru tersebut menyajikannya tidak jelas atau sikap guru terhadap siswa dan atau terhadap mata pelajaran itu sendiri tidak baik, sehingga siswa kurang senang terhadap pelajaran atau gurunya. Akibatnya siswa malas untuk belajar. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja. Siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif, dan hanya mencatat saja. Guru yang kreatif berani mencoba strategi, metode, atau model yang baru, yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar yang optimal. Salah satu model yang dapat mempengaruhi hasil belajar IPS adalah model kooperatif tipe Team Asissted
Individualy (TAI) berbasis Concept
Mapping.
Dalam pembelajaran istilah model banyak dipergunakan. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen utama dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan variatif. Model pembelajaran yang menarik dan variatif akan berimplikasi pada motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Komalasari (2010:57) menyatakan bahwa, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Pembelajaran kooperatif memiliki berbagai tipe, salah satunya adalah Team Asissted
Individualy atau Team Asissted
Individulyzation yang disingkat TAI. Model Team Asissted Individualy (TAI). Daryanto
(2012:247) model TAI “dalam langkah pembelajarannya para siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan
(tinggi, sedang, dan rendah) jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan gender”. Model kooperatif tipe TAI berbeda dengan model pembelajaran kooperatif lainnya. Untuk model kooperatif tipe TAI pembelajaran dilakukan dengan melakukan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individual. Oleh karena itu, siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pembelajaran kelompok TAI dimana terdapat seorang siswa yang lebih mampu berperan sebagai asissten yang bertugas membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu dalam suatu kelompok. Slavin (2009) menyatakan bahwa model pemblajaran kooperatif tipe TAI dikembangkan untuk beberapa alasan yaitu sebagai berikut: TAI menyediakan cara penggabungan kekuatan motivasi dan bantuan teman sekelas pada pembelajaran kooperatif dengan program pengajaran individual yang mampu memberi semua siswa materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dalam bidang dan memungkinkan siswa untuk memulai materi berdasarkan kemampuan mereka dan TAI menerpakan teknik pembelajaran kooperatif untuk memecahkan banyak masalah berdasarkan pengajaran individual.
Dengan demikian model kooperatif tipe TAI ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Karena siswa saat memasuki kelas memiliki pengetahuan, kemampuan, dan motivasi yang begitu beragam. Ketika guru menyampaikan sebuah materi kepada siswa kemungkinkan terdapat beberapa siswa yang tidak memahami materi dan terdapat siswa yang memahami materi dengan alasan siswa yang mampu memahami tersebut mampu mempelajari dengan cepat. Dari motivasi siswa yang rendah dan kadang hanya menunggu penjelasan dari guru tanpa ikut aktif berperan dalam mencari informasi, maka siswa diajak bekerja tim, mengemban tanggung jawab, saling membantu satu sama lain saat menghadapi masalah, dan memberi dorongan untuk maju. Disamping
itu dalam kegiatan pembelajaran diusahakan agar suasana saat pemahaman suatu konsep benar-benar menyenangkan atau dipahami seperti menghasilkan pembelajaran yang bermakna, dengan cara guru yang kraetif, yaitu dengan Concept Mapping.
Samatowa (2011:21) menyatakan, dalam belajar bermakna pengetahuan baru dikaitkan pada konsep-konsep yang relevan yang sudah ada dalam struktur kognitif (otak kita). Bila dalam struktur kognitif tidak terdapat konsep-konsep yang relevan, pengetahuan baru dipelajari secara hafalan. Jadi, penting bagi guru untuk mengetahui apa yang telah diketahui anak-anak sebelum ia memulai pelajaran. Dengan Concept Mapping sebagai penyampaian pesan berupa konsep, diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain: bahan yang disajikan menjadi lebih jelas maknanya bagi siswa, metode pembelajaran lebih bervariasi, siswa menjadi lebih aktif melakukan beragam aktivitas, pembelajaran lebih menarik. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team
Asissted Individualy) berbasis Concept
Mapping merupakan sebuah model
pembelajaraan berkelompok dengan struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, dimana setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru, agar pemahaman tentang suatu konsep lebih bermakna maka penggunaan Concept
Mapping dalam pembelajaran sangat
diperlukan. Hasil belajar dari individual kemudan dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Ciri-ciri dari model pembelajaraan kooperatif tipe TAI (Team
Asissted Individualy) berbasis Concept Mapping adalah: 1) adanya pembentukan
kelompok yang terdiri dari 4-5 orang dengan kemampuan akademik yang bersifat heterogen, 2) penyajian materi, dimana siswa diharapkan menyimak dan mendengarkan apa yang disamapaikan oleh guru, 3) student creative, sebelum siswa bekerja dalam kelompoknya terlebih
dahulu masing-masing siswa berusaha membaca, memahami materi pelajaran melalui Concept Mapping yang telah dibuat, dan 4) adanya penilaian tim atau kelompok yang diberikan tiap akhir minggu. Asma (2006:56) mengemukakan tahap-tahap dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe TAI (Team
Asissted Individualy) adalah sebagai
berikut: Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari meteri pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru, Guru memberi materi secara singkat kepada siswa, Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang, rendah), jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan gender, Setiap kelompok mengerjakan tugas dari guru berupa LKS yang telah dirancang sendiri sebelumnya dan guru memberi bantuan individual apabila ada yang belum memahami, Ketua kelompok melaporkan keberhasilan kelompoknya dengan mempresentasikan hasil kerjanya, Guru memberikan evaluasi
untuk dikerjakan masing-masing siswa, dan Guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok kurang berhasil berdasarkan hasil koreksi pekerjaan kelompok.
Berdasarkan uraian tersebut, perlu diupayakan model yang inovatif untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Maka dilakukan pengujian menggunakan Model
pembelajaraan kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis concept mapping terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar. Karena penggunaan model Team Asissted
Individualy (TAI) bertujuan supaya siswa
lebih termotivasi untuk belajar sehingga siswa akan lebih paham akan materi yang diberikan oleh guru, karena siswa ikut terlibat dalam proses belajar mengajar. Dengan proses pembelajaran yang demikian, maka siswa dapat mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya sendiri dalam mempelajari suatu bahan ajar, sehingga pemahamana siswa terhadap materi semakin terasah, bukan semata-mata hafalan yang didapatnya dari guru.
METODE
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis
Concept Mapping terhadap hasil belajar
IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014, dengan memanipulasi variabel bebas dalam strategi pembelajaran yang digunakan, sedangkan variabel lain tidak bisa dikontrol secara ketat sehingga penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasy
experiment). Penelitian ini dilaksanakan
pada siswa kelas V SD Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Denpasar tahun ajaran 2013/2014, yang terdiri dari 188 orang siswa, yang terdiri dari tujuh sekolah dasar yaitu: kelas V SD
Negeri 1 Bitera, kelas V SD Negeri 2 Bitera, kelas V SD Negeri 3 Bitera , kelas V SD Negeri 4 Bitera, kelas V SD Negeri 1 Bakbakan, kelas V SD Negeri 2 Bakbakan, dan kelas V SD Negeri 3 Bakbakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling acak (random sampling), yaitu acak kelas. Dari hasil random didapatkan dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas V SD Negeri 1 Bitera dan kelas V SD Negeri 1 Bakbakan. Sampel yang didapat kemudian kemudian diberikan
pretest. Pretest ini dilakukan untuk
mengetahui kesetaraan dari kedua kelompok. Hal tersebut didukung oleh pendapat Dantes (2012: 97) yang menyatakan bahwa pemberian pre-test biasanya untuk mengukur ekuivalensi atau penyetaraan kelompok. Nilai yang diperoleh dari hasil pretest selanjutnya akan dianalisis menggunakan rumus uji-t
dengan polled varian. Kemudian untuk menentukan kelompok eksperimen dan kontrol digunakan teknik undian maka kelas V SD Negeri 1 Bitera sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 38 orang siswa dan kelas V SD Negeri 1 Bakbakan sebagai kelompok control dengan jumlah 32 orang siswa.
Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel, yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat
(dependen). Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah model pembelajaran
kooperatif tipe Team Asissted Individualy (TAI) berbasis Concept Mapping yang
diterapkan pada kelas eksperimen. Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team
Asissted Individualy) berbasis Concept
Mapping merupakan sebuah model
pembelajaraan berkelompok dengan struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, dimana setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru, agar pemahaman tentang suatu konsep lebih bermakna maka penggunaan Concept
Mapping dalam pembelajaran sangat
diperlukan. Hasil belajar dari individual kemudan dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Sedangkan, variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014. Hasil belajar IPS yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS merupakan sejumlah pengalaman atau hasil dari aktivitas proses belajar IPS secara langsung dan menemukan pengalaman selama mengikuti pelajaran yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Namun dalam penelitian ini, hasil belajar yang dicari atau diukur
menyangkut hasil belajar kognitif dan afektif.
Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar Tahun ajaran 2013/2014. Data hasil belajar IPS yang dikumpulkan terbatas pada aspek kognitif dengan bobot 60 % dan aspek afektif dengan bobot 40 %. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes untuk aspek kognitif. Tes yang digunakan yaitu tes hasil belajar IPS bentuk pilihan ganda biasa yang telah diuji validitas, daya beda, tingkat kesukaran dan reliabilitas. Dan untuk aspek afektif digunakan lembar observasi. lembar obervasi yang disusun sendiri oleh peneliti. Adapun aspek yang di amati dalam penelitian ini adalah
disiplin, kerja keras
dan,bersahabat/komunikatif. Aspek ini disesuaikan dengan karakter bangsa yang diharapkan dikembangkan dalam pembelajaran dan disesuaikan dengan materi pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah teknik analisis statistik deskriptif dan statistik parametrik. Teknik analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis
Concept Mapping dan data hasil belajar
IPS siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Statistik parametrik digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian. Statistik parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis Uji-t. Teknik analisis Uji-t dapat digunakan jika data telah memenuhi prasyarat, yaitu sebaran data berdstribusi normal dan homogen.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini memaparkan tentang mean, median, modus, standar deviasi,dan varians berdasarkan data hasil belajar IPS pada kelompok eksperimen yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Bitera yang dibelajarkan melalui model
pembelajaran kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis
Concept Mapping dan pada kelompok
kontrol yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Bakbakan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Tes hasil
belajar IPS yang digunakan sebagai instrumen penelitian ini berjumlah 30 butir soal pilihan ganda biasa yang telah diuji validitas, daya beda, tingkat kesukaran dan reliabilitasnya. Post test diberikan setelah 6 kali perlakuan baik di kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Banyaknya siswa yang dianalisis data hasil belajar IPS pada kelompok eksperimen adalah 38 orang dan pada kelompok kontrol adalah 32 orang. Setelah diberikan treatment yeng sebanyak 6 kali pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, di akhir penelitian diberikan post-test untuk memperoleh data hasil belajar IPS siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua yaitu, data hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualy (TAI) berbasis Concept Mapping data hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional.
Hasil belajar IPS kelompok eksperimen yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Bitera yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team
Asissted Individualy (TAI) berbasis
Concept Mapping diperoleh nilai rata-rata
(mean) sebesar 74,29, data yang paling sering muncul (modus) adalah 78 dan 80, nilai tengah (median) adalah 78, standar deviasi (SD) sebesar 10,10, dan varian (S2) sebesar 102,04. Dan data kelompok kontrol kontrol diperoleh rata-rata (mean) sebesar 65,25, data yang paling sering muncul (modus) adalah 54 dan 68, nilai tengah (median) adalah 64, standar deviasi (SD) sebesar 9,67, dan varian (S2) sebesar 93,61. Dari data tersebut menunjukkan bahwa kelompok eksperimen melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis Concept Mapping memiliki memiliki nilai rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional.
Ini menunjukkan bahwa lebih banyak siswa dengan kategori nilai hasil belajar sangat baik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TAI berbasis Concept
Mapping daripada siswa yang
dibelajarkan dengan pembelajaran
konvensional. Hal ini disebabkan model pembelajaran TAI berbasis Concept
Mapping merupakan model yang
melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran IPS. Berbeda dengan proses pembelajaran yang
menggunakan pembelajaran
konvensional, siswa terlihat kurang aktif karena guru lebih banyak memberikan ceramah daripada kegiatan yang melibatkan siswa sehingga pembelajaran cenderung membosankan. Ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis Concept
Mapping lebih baik dari pembelajaran
konvensional.
Analisis uji hipotesis dilakukan dengan mengunakan teknik analisis uji-t rumus polled varians. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis dengan analisis uji-t, terlebih dahulu harus dilakukan uji prasyarat. Uji prasyarat meliputi uji normalitas untuk mengetahui distribusi sebaran data, dan uji homogenitas varians.
Uji normalitas sebaran data dilaksanakan pada data hasil belajar IPA kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji normalitas data hasil belajar IPA siswa menggunakan rumus chi
square. Dengan kriteria pengujian pada
taraf signifikan 5% dan dk = (k-1) adalah jika X2hit < X2tabel maka data berdistribusi normal. Dari hasil analisis, diperoleh sebaran data hasil belajar IPS siswa kelas eksperimen mempunyai nilai X2Hitung = 4,05, sedangkan pada taraf signifikan 5% dan dk = 5 nilai X2tabel = 11,07. Ini berarti X2Hitung < X2tabel , jadi data hasil belajar IPS siswa kelas eksperimen berdistribusi normal.
Demikian pula dengan sebaran data hasil belajar IPS siswa kelas kontrol, berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai X2Hitung = 3,19, sedangkan pada taraf signifikan 5% dan dk = 5 nilai X2tabel = 11,07. Ini berarti X2Hitung < X2tabel , jadi data hasil belajar IPS siswa kelas kontrol juga berdistribusi normal.
Setelah data hasil belajar IPS kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan analisis uji homogenitas varian data antara kedua kelompok. Uji
homogenitas varians antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempergunakan uji F dari Havley.
Dengan kriteria pengujian, jika Fhit maka sampel tidak homogen,
Fhit < maka sampel homogen. Pengujian dilakukan pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan untuk pembilang n1-1 dan derajat kebebasan untuk penyebut n2-1.
Dari hasil perhitungan diperoleh Fhitung = 1,09 sedangkan Ftabel pada taraf signifikansi 5% dengan db pembilang = 37 dan db penyebut = 31 adalah 1,76. Ini berarti Fhitung = 1,09< Ftabel (37,31) = 1,76 maka Ho diterima sehingga data hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen dan kontrol memiliki varians yang homogen.
Hipotesis diuji menggunakan teknik analisis uji-t dengan rumus polled varians. Hasil uji prasyarat yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa data bahwa data hasil belajar IPA dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Karena telah memenuhi prasyarat, maka uji hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan analisis uji-t. Adapun kriteria pengujiannya adalah apabila
thitung<ttabel, maka Ho diterima (gagal
ditolak) dan Ha ditolak. Sebaliknya apabila
thitung > ttabel, maka HO ditolak dan Ha diterima. Dengan dk = n1 + n2 – 2 dan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) atau taraf kepercayaan 95%.
HO menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team asissted Individualy (TAI) berbasis Concept Mapping dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014. Sedangkan hipotesis alternatif (Ha) menyatakan terdapat terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team
asissted Individualy (TAI) berbasis
Concept Mapping dengan siswa yang
dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus IIl Gianyar tahun ajaran 2013/2014. Dari hasil analisis uji hipotesis yang dilaksanakan diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 1 sebagai berikut.
Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis Penelitian antara Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
No Sampel N Dk S2 thitung ttabel Status
1 Kelompok eksperimen 38 68 74,29 102,04 3,72 2,000 HO ditolak 2 Kelompok Kontrol 32 65,25 93,61
Dari hasil analisis data diperoleh thitung =3,72 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dengan dk = 68 diperoleh batas penolakan hipotesis nol ttabel= 2,000. Berarti thitung = 3,72> ttabel (α= 0,05, 58) = 2,000 maka hipotesis nol yang diajukan ditolak dan menerima hipotesis alternatif.
Oleh karena itu dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI brbasis concept mapping dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran
konvensional pada kelas V Gugus III Gianyar tahun ajaran 2013/2014.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung= 3,72>ttabel (α=0,05,58)= 2,000 berarti hipotesis alternatif yang menyebutkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis Concept Mapping dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.
Hal ini mengandung arti bahwa siswa yang dibelajarkan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis
concept mapping terhadap hasil belajar
lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada standar kompetensi menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
ini disebabkan karena model
pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted
Individualy (TAI) berbasis concept mapping
merupakan model yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran IPS. Dalam proses pembelajaran, guru dapat memberikan suasana yang menarik dan menyenangkan sehingga siswa memperoleh konsep baru. Model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis adalah model yang memadukan antara belajar mandiri dengan belajar kelompok dalam kelompok yang heterogen melalui
concept mapping. Dalam penerapannya,
guru membagi menjadi lima tahapan, yaitu tahap pertama : pembentukan kelompok secara heterogen, tahap kedua : belajar mandiri, siswa belajar secara mandiri memahami konsep dengan peta konsep atau dikenal juga dengan concept mapping,
tahap ketiga: belajar kelompok, siswa mendiskusikan hasil dari belajar mandirinya, tahap keempat: evaluasi, dan tahap kelima: penghargaan kelompok, penghargaan kelompok diberikan berdasarkan skor yang diperoleh oleh kelompok .
Berbeda dengan pembelajaran IPS
yang menggunakan pembelajaran konvensional, selama proses pembelajaran siswa terlihat kurang aktif. Siswa hanya terpusat pada guru yang lebih banyak memberikan ceramah daripada kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran konvensional mengakibatkan siswa sangat bergantung pada guru, hal ini dapat mengakibatkan aktivitas siswa kurang optimal. Sehingga siswa hanya menerima apa yang disampaikan guru dan proses pembelajaran cenderung membosankan.
Hal ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan secara signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis concept
mapping dengan siswa yang dibelajarkan
dengan pembelajaran konvensional.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualy
(TAI) berbasis concept mapping
memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan menggunakan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS. Dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata siswa kelompok eksperimen = 74,29 > = 65,25 pada kelompok kontrol dan berdasarkan kriteria pengujian dengan dk= 68 dan taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 3,72> ttabel (α= 0,05, 58) = 2,000 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
Dari perbandingan ini maka hipotesis observasi ditolak dan hipotesis alternatif diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individuay (TAI) berbasis concept
mapping dengan siswa yang belajar
dengan penerapan pembelajaran konvensional.
Hal tersebut menyatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted Individualy (TAI) berbasis concept mapping terhadap hasil belajar dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Gugus III Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014.
Berdasarkan simpulan tersebut saran yang ingin peneliti sampaikan yaitu Dengan diadakan penelitian ini, dalam pembelajaran IPS guru disarankan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Asissted individualy (TAI) berbasis concept mapping agar proses pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan sehingga dapat mengoptimalkan hasil belajar, Diharapkan siswa untuk aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran serta mampu membangun pengetahuan dan
keterampilannya sendiri sehingga dapat mengoptimalkan hasil belajar dalam pembelajaran IPS, Diharapkan dapat menyediakan fasilitas alat peraga yang memadai untuk memudahkan kegiatan pembelajaran, dan Diharapkan peneliti
selanjutnya melakukan penelitian dengan model yang sama tetapi dengan subjek dan mata pelajaran yang berbeda, sehingga siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran.
.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan dkk. 2011. Implementasi
Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran. Jakarta: PT
Prestasi Putakaraya.
Asma, Nur. 2006. Model Pembelajaran
Kooperatif. Jakarta: Depdiknas
Dantes. N. 2012. Metode Penelitian untuk Ilmu-ilmu Ilmiah dan Humanjora. Singaraja: Undiksha.
Daryanto dan Rahardjo.2012.Model
Pembelajaran Inovatif.
Yogyakarta: Penerbit Gava Media Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran
Konseptual Konsep dan Aplikasi.
Bandung: PT. Refika Aditama Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran
IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT
Indeks.
Slavin, Robert E. 2009. Cooperatif Learning (teori, riset, dan praktik).
Bandung: Nusa Media.
Winantaputra, Udin. S. dkk. 2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. ---. 2012. Metode Penelitian