• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016"

Copied!
176
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN JL. SOEKARNO – HATTA NO. 35

3/10/2017

LAPORAN KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH TAHUN 2016

(2)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 i

BUPATI BANGKALAN

KATA PENGANTAR

Bismillahi rahmanirrahim...

Puji dan Syukur kami panjatkan ke-Khadirat Allah SWT, karena atas Ridho dan perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016, sesuai waktu yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban dan pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Bangkalan atas pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan kewenangan yang dimiliki, khususnya kewenangan pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya dalam proses perwujudan Visi dan Misi organisasi selama kurun waktu satu tahun anggaran.

Kewajiban penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bagi setiap instansi pemerintah ini, didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan ini menyajikan informasi tentang ukuran sejauh mana keberhasilan ataupun kekurangan dalam pencapaian target kinerja pemerintah yang telah dilaksanakan selama satu tahun anggaran dalam kerangka perwujudan tujuan RPJMD.

(3)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 ii

(4)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 iii IKHTISAR EKSEKUTIF

Pemerintah Kabupaten Bangkalan senantiasa memperbaiki diri dalam upaya mewujudkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya pada Tahun 2016 ini dilaksanakan pembahasan dan perubahan demi penyempurnaan Ukuran Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dan telah ditetapkan menjadi Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyempurnaan Ukuran Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2013 – 2018.

Penyempurnaan Ukuran Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut ditetapkan berdasarkan isu-isu sentral dan strategis di Kabupaten Bangkalan dan sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Bangkalan sebagai cita-cita dan tujuan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bangkalan.

Visi Kabupaten Bangkalan Tahun 2013-2018 adalah

“Terwujudnya Masyarakat Bangkalan yang Makmur, Mandiri dan Agamis”. Dalam upaya perwujudan visi tersebut ditetapkan 6 (enam) misi

yang kemudian menjadi landasan penetapan 6 (enam) tujuan strategis Kabupaten Bangkalan dan 23 (dua puluh tiga) sasaran prioritas pembangunan Kabupaten, dengan menggunakan instrumen pengukuran 59 (lima puluh sembilan) indikator kinerja sasaran.

Hasil pengukuran kinerja penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 diperoleh nilai rata-rata capaian kinerja sebesar 155,41%. Hasil tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa Pemerintah Kabupaten Bangkalan selama Tahun 2016 telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan pada kondisi masyarakat yang lebih baik. Dengan hasil ini, maka penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dapat diklasiifikasikan masuk pada kategori “sangat berhasil”.

(5)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 iv

Dengan hasil capaian kinerja tersebut diharapkan dapat menjadi informasi yang berpengaruh positif pada peningkatan motivasi seluruh aparatur penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bangkalan, untuk senantiasa memberikan kinerja terbaiknya dengan melengkapi setiap kekurangan dan memperbaiki setiap kesalahan guna peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip

Good Governance dalam Kerangka perwujudan Kabupaten Bangkalan Yang

(6)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i

IKHTISAR EKSEKUTIF iii

DAFTAR ISI v DAFTAR TABEL vi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 LATAR BELAKANG 1

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN 2

1.3 DASAR HUKUM 3

1.4 GAMBARAN KABUPATEN BANGKALAN 4

1.5 ORGANISASI 5

1.6 ASPEK STRATEGIS DAN PERMASALAHAN UTAMA 13

KABUPATEN BANGKALAN

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN 22

BAB II PERENCANAAN KINERJA 24

2.1. RENCANA STRATEGIS 24

2.2 PERJANJIAN KINERJA 30

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 42

3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 42

3.2 ANALISIS CAPAIAN KINERJA 49

3.3 REALISASI ANGGARAN 124 3.4 KINERJA KEUANGAN 133 BAB IV PENUTUP 136 4.1 KESIMPULAN 136 4.2 UPAYA PERBAIKAN 138 LAMPIRAN - LAMPIRAN 1. MATRIKS RENSTRA

2. PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2016

3. CAPAIAN PRESTASI KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2016 4. HASIL REVIU DOKUMEN LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2016

(7)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 vi DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tujuan dan sasaran 29

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan 32

Tabel 3.1 Ringkasan Capaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah

Kabupaten Bangkalan Tahun 2016

44

Tabel 3.2 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya

Kualitas Dan Pemerataan Pendidikan Tahun 2016

49

Tabel 3.3 Perbandingan Realisasi Kinerja Dengan Tahun Sebelumnya

Sasaran Meningkatnya Kualitas Dan Pemerataan

Pendidikan

50

Tabel 3.4 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Kualitas Dan Pemerataan

Pendidikan

51

Tabel 3.5 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya

Derajat Kesehatan Masyarakat Tahun 2016

60

Tabel 3.6 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 Dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Strategis Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat

60

Tabel 3.7 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat

61

Tabel 3.8 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya pemberdayaan

perempuan Tahun 2016

65

Tabel 3.9 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 Dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya pemberdayaan

perempuan

65

Tabel 3.10 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya pemberdayaan perempuan

65

Tabel 3.11 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Prestasi

Pemuda Dan Olahraga Tahun 2016

66

Tabel 3.12 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 Dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Prestasi Pemuda Dan Olahraga

67

Tabel 3.13 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Prestasi Pemuda Dan Olahraga

67

Tabel 3.14 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas dan

jangkauan pelayanan sosial utamanya untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) Tahun 2016

68

Tabel 3.15 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya kualitas dan jangkauan pelayanan sosial utamanya untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial)

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 vii

Tabel 3.16 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya kualitas dan jangkauan pelayanan sosial utamanya untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial)

69

Tabel 3.17 Prosentase tingkat pelayanan terhadap PMKS 70

Tabel 3.18 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas dan

perlindungan bagi tenaga kerja Tahun 2016

71

Tabel 3.19 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya kualitas dan

perlindungan bagi tenaga kerja

71

Tabel 3.20 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya kualitas dan perlindungan bagi tenaga kerja

71

Tabel 3.21 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya keberdayaan

masyarakat dan desa untuk mendukung Pertumbuhan daerah Tahun 2016

73

Tabel 3.22 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya keberdayaan

masyarakat dan desa untuk mendukung Pertumbuhan daerah

73

Tabel 3.23 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya keberdayaan masyarakat dan desa untuk mendukung Pertumbuhan daerah

74

Tabel 3.24 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya nilai tambah

hasil dan daya saing produk pertanian (tanaman pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan dan peternakan) Tahun 2016

75

Tabel 3.25 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya nilai tambah hasil dan

daya saing produk pertanian (tanaman pangan,

perkebunan, perikanan, kehutanan dan peternakan)

76

Tabel 3.26 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya nilai tambah hasil dan daya saing produk pertanian (tanaman pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan dan peternakan)

76

Tabel 3.27 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas

koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Tahun 2016

78

Tabel 3.28 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya kualitas koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah)

78

Tabel 3.29 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya kualitas koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah)

(9)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 viii

Tabel 3.30 Data Koperasi di Kabupaten Bangkalan 79

Tabel 3.31 Data UMKM di Kabupaten Bangkalan 80

Tabel 3.32 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Ketahanan

Pangan Daerah Tahun 2016

81

Tabel 3.33 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Ketahanan Pangan Daerah

82

Tabel 3.34 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Ketahanan Pangan Daerah

82

Tabel 3.35 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya produksi sektor

industri kecil dan menengah dan industri kreatif Tahun 2016

86

Tabel 3.36 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya produksi sektor industri kecil dan menengah dan industri kreatif

86

Tabel 3.37 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya produksi sektor industri kecil dan menengah dan industri kreatif

87

Tabel 3.38 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya jumlah

wisatawan Tahun 2016

89

Tabel 3.39 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya jumlah wisatawan

89

Tabel 3.40 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya jumlah wisatawan

89

Tabel 3.41 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya

investasi/penanaman modal daerah Tahun 2016

90

Tabel 3.42 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Meningkatnya investasi/penanaman modal daerah

91

Tabel 3.43 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Meningkatnya investasi/penanaman modal daerah

91

Tabel 3.44 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas SDA

dan lingkungan hidup Tahun 2016

92

Tabel 3.45 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Meningkatnya kualitas SDA dan lingkungan hidup

93

Tabel 3.46 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Meningkatnya kualitas SDA dan lingkungan hidup

93

Tabel 3.47 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Dan Energi Tahun 2016

95

Tabel 3.48 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Pemanfaatan Sumber Daya Alam Dan Energi

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 ix

Tabel 3.49 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Pemanfaatan Sumber Daya Alam Dan Energi

96

Tabel 3.50 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas

infrastruktur jalan dan jembatan Tahun 2016

98

Tabel 3.51 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Jalan Dan Jembatan

98

Tabel 3.52 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Jalan Dan Jembatan

98

Tabel 3.53 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kondisi

Infrastruktur Dan Konservasi Sumber Daya Air Tahun 2016

100

Tabel 3.54 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Kondisi Infrastruktur Dan Konservasi Sumber Daya Air

100

Tabel 3.55 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Kondisi Infrastruktur Dan

Konservasi Sumber Daya Air

101

Tabel 3.56 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya kualitas

permukiman Tahun 2016

103

Tabel 3.57 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya kualitas permukiman

103

Tabel 3.58 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya kualitas permukiman

104

Tabel 3.59 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya sarana dan

prasarana transportasi Tahun 2016

106

Tabel 3.60 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Sarana Dan Prasarana Transportasi

106

Tabel 3.61 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Sarana Dan Prasarana Transportasi

107

Tabel 3.62 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Tertib

Administrasi Kependudukan Dan Peningkatan Kualitas Layanan Kependudukan Tahun 2016

109

Tabel 3.63 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Tertib Administrasi

Kependudukan Dan Peningkatan Kualitas Layanan

Kependudukan

109

Tabel 3.64 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Tertib Administrasi Kependudukan Dan Peningkatan Kualitas Layanan Kependudukan

110

Tabel 3.65 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Sistem

Komunikasi, Informasi Dan Media Masa Tahun 2016

(11)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 x

Tabel 3.66 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Sistem Komunikasi, Informasi Dan Media Masa

112

Tabel 3.67 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Sistem Komunikasi, Informasi Dan Media Masa

113

Tabel 3.68 Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Meningkatnya

Suasana Yang Aman Dan Tertib Dalam Kehidupan Bermasyarakat Tahun 2016

114

Tabel 3.69 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya Sasaran Meningkatnya Suasana Yang Aman Dan Tertib Dalam Kehidupan Bermasyarakat

114

Tabel 3.70 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya Suasana Yang Aman Dan Tertib Dalam Kehidupan Bermasyarakat

115

Tabel 3.71 Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya tata kelola

birokrasi, akuntabilitas kinerja dan keuangan pemerintahan daerah Tahun 2016

117

Tabel 3.72 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun

Sebelumnya

118

Tabel 3.73 Perbandingan Realisasi Kinerja s.d. akhir periode RPJMD

Sasaran Meningkatnya tata kelola birokrasi, akuntabilitas kinerja dan keuangan pemerintahan daerah

119

Tabel 3.74 Hasil Evaluasi AKIP Kabupaten Bangkalan 122

Tabel 3.75 Komposisi Belanja Pemerintah Kabupaten Bangkalan

Tahun Anggaran 2016

124

Tabel 3.76 Alokasi Anggaran per Sasaran Strategis 125

Tabel 3.77 Pencapaian Kinerja dan Anggaran 127

Tabel 3.78 Efisiensi Penggunaan Sumber Daya 131

Tabel 3.78 Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah

Tahun Anggaran 2016

134

Tabel 3.79 Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran

2016

135

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Akuntabilitas dalam sistem manajemen merupakan agenda penting dalam reformasi pemerintahan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Sistem manajemen pemerintah yang berfokus pada peningkatan Akuntabilitas dan sekaligus peningkatan kinerja dikenal sebagai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja, telah mengamanatkan pada setiap penyelenggara pemerintahan wajib melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasi.

Pemberlakuan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi mempertegas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan merupakan perwujudan kewajiban pemerintah untuk memper-tanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten yang diwujudkan melalui pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Akuntabilitas kinerja dilaksanakan melalui Pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian atas keberhasilan/kegagalan pelaksanaan

(13)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 2 kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi Kabupaten Bangkalan.

Penilaian atas keberhasilan/kegagalan lebih difokuskan pada pencapaian sasaran, hal ini berkaitan dengan kinerja yang sebenarnya, dimana sasaran merupakan hasil yang ingin dicapai/diwujudkan dalam kurun waktu 1 atau kurang dari 1 tahun.

Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelayanan Masyarakat dan Pembangunan pada hakekatnya mengemban tiga fungsi utama yakni :

1. Fungsi Alokasi : meliputi potensi daerah, sumber-sumber ekonomi dalam bentuk barang dan jasa, pelayanan masyarakat

2. Fungsi Distribusi : meliputi pendapatan dan kekayaan masyarakat, pemerataan pembangunan

3. Fungsi Stabilisasi : meliputi antara lain membantu bidang pertahanan, keamanan, ekonomi dan moneter.

Dengan demikian pemberdayaan potensi daerah merupakan prioritas utama untuk dapat melaksanakan dan mewujudkan penyelenggaraan otonomi daerah. Salah satu potensi daerah yang mempunyai peluang dan posisi strategis untuk Kabupaten Bangkalan yaitu adanya wilayah dan penduduk, kelembagaan dan sumber daya manusia/aparatur pemerintah Kabupaten Bangkalan.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan ini dimaksudkan sebagai wujud pertanggung-jawaban pelaksanaan Pemerintahan Kabupaten Bangkalan Tahun 2016.

Adapun tujuannya adalah :

- Aspek Akuntabilitas Kinerja bagi keperluan eksternal organisasi sebagai sarana pertanggungjawaban pemerintah Kabupaten Bangkalan atas capaian kinerja yang diperoleh selama tahun 2016.

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 3 - Aspek Manajemen Kinerja bagi keperluan internal organisasi

sebagai sarana evaluasi pencapaian kinerja oleh manajemen pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk upaya-upaya perbaikan kinerja dimasa datang. Untuk setiap celah kinerja yang ditemukan, manajemen pemerintah Kabupaten Bangkalan dapat merumuskan strategi pemecahan masalahnya sehingga capaian kinerjanya dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

1.3 DASAR HUKUM

Dasar Hukum penyusunan Dokumen LAKIP antara lain adalah : a. Undang-Undang Dasar 1945;

b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nonor XI/MPR/l998 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

c. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

d. Undang – undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 5587);;

e. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

f. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

g. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja;

(15)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 4 h. Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 2 Tahun 2013

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bangkalan Tahun 2013-2018;

i. Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 39 Tahun 2013 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2013-2018;

j. Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyempurnaan Ukuran Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2013-2018.

1.4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BANGKALAN.

Kabupaten Bangkalan dengan luas 1.260,14 Km2 yang berada

di bagian paling barat dari pulau Madura terletak pada posisi 112o 40’

06” sampai 113o 08’44” Bujur Timur dan 6o51’39” sampai 7o11’39”

Lintang Selatan dengan batas-batas Wilayah sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa;

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Sampang; c. Sebelah Selatan dan Barat berbatasan dengan Selat Madura.

Wilayah Kabupaten Bangkalan terbagi menjadi 18 Kecamatan dan 281 desa/kelurahan atau lebih spesifik terdiri 273 desa dan 8 Kelurahan.

Pembangunan di segala bidang yang telah digalakkan oleh Pemerintah besama masyarakat selama ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, hal ini tidak lepas dari Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang berkinerja baik. Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini terdiri dari 9.870 PNS, 923 Pejabat Struktural dan 6.011 Jabatan Fungsional.

Berdasarkan hasil Proyeksi dari Sensus Penduduk Tahun 2016, jumlah penduduk Kabupaten Bangkalan tahun 2016 mencapai

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 5 954.305 dengan komposisi 455.710 jiwa laki-laki dan 498.595 jiwa Perempuan.

1.5. ORGANISASI.

Perangkat Daerah Kabupaten Bangkalan meliputi Organisasi/Lembaga pada Pemerintah Kabupaten yang bertanggung jawab kepada Bupati dan membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan, terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Dinas Daerah, Badan Daerah dan Kecamatan sesuai dengan kebutuhan Daerah. Secara hukum Perangkat Daerah Kabupaten Bangkalan diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang telah diperdakan pada tanggal 1 Desember 2016. Penjelasan lebih rinci tentang hal tersebut diatas dapat dikemukakan sebagai berikut :

A. Sekretariat Daerah

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Staf Ahli, susunan organisasi Sekretariat Daerah terdiri dari :

1. Sekretaris Daerah

2. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, membawahi :

a. Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, membawahi :

- Subbagian Pemerintahan Umum; - Subbagian Otonomi Daerah;

- Subbagian Perangkat Kecamatan dan Kelurahan;

b. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, membawahi :

(17)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 6 - Subbagian Keagamaan dan Kebudayaan;

- Subbagian Kesejahteraan Sosial;

c. Bagian Hukum, membawahi:

- Subbagian Peraturan Perundang-undangan; - Subbagian Bantuan Hukum;

- Subbagian Dokumentasi dan pengkajian Hukum;

3. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, membawahi:

a. Bagian Administrasi Perekonomian, membawahi:

- Subbagian Pengembangan Ekonomi Kerakyatan; - Subbagian Pembinaan dan Pengembangan Produk

Daerah;

- Subbagian Penanaman Modal dan BUMD;

b. Bagian Administrasi Pembangunan, membawahi :

- Subbagian Penyusunan Program; - Subbagian Pengendalian;

- Subbagian Evaluasi dan Pelaporan;

c. Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, membawahi :

- Subbagian Tata Usaha Pengadaan; - Subbagian Pelayanan;

- Subbagian Sanggahan dan Banding;

4. Asisten Administrasi Umum, membawahi : a. Bagian Umum, membawahi :

- Subbagian Tata Usaha; - Subbagian Kepegawaian; - Subbagian Operasional;

b. Bagian Organisasi, membawahi :

- Subbagian Kelembagaan dan analisis Jabatan; - Subbagian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik;

(18)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 7 - Subbagian Pengembangan Kinerja;

c. Bagian Humas dan Protokol, membawahi :

- Subbagian Hubungan Masyarakat; - Subbagian Dokumentasi;

- Subbagian Protokol;

d. Bagian Keuangan dan Perlengkapan, membawahi :

- Subbagian Keuangan;

- Subbagian Perlengkapan dan Aset; - Subbagian Rumah Tangga;

5. Staf Ahli

Staf Ahli terdiri dari :

a. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik; b. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan

Pembangunan;

c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia;

B. Sekretariat DPRD

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, susunan organisasi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terdiri dari:

Sekretaris DPRD, membawahi : a. Bagian Umum, membawahi :

- Subbagian Administrasi Umum dan Kepegawaian; - Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan; - Subbagian Protokol dan Hubungan Masyarakat;

(19)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 8 - Subbagian Perencanaan dan Keuangan;

- Subbagian Verifikasi;

- Subbagian Akuntansi dan Pelaporan;

c. Bagian Hukum dan Persidangan, membawahi ::

- Subbagian Fasilitasi Perencanaan Produk Hukum Daerah; - Subbagian Fasilitasi Persidangan dan Risalah;

- Subbagian Pengumpulan Dokumentasi Hukum;

d. Bagian Penganggaran dan Pengawasan, membawahi :

- Subbagian Fasilitasi Penganggaran; - Subbagian Fasilitasi Pengawasan;

- Subbagian Layanan Aspirasi dan Kerjasama Antar Lembaga.

C. Inspektorat.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Inspektorat.

D. Dinas Pendidikan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pendidikan.

E. Dinas Kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Kesehatan.

F. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

G. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi,

(20)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 9 serta Tata Kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

H. Dinas Sosial.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Sosial.

I. Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

J. Dinas Ketahanan Pangan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan.

K. Dinas Lingkungan Hidup.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup.

L. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

M. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

(21)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 10

N. Dinas Perhubungan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perhubungan.

O. Dinas Komunikasi dan Informatika.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika.

P. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Q. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

R. Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pemuda dan Olahraga.

S. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

(22)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 11

T. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

U. Dinas Perikanan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perikanan.

V. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

W. Dinas Peternakan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Peternakan.

X. Dinas Perdagangan.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perdagangan.

Y. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

(23)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 12

Z. Satuan Polisi Pamong Praja.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja.

AA. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Perencanaan Pembangunan Daerah.

BB. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya

Aparatur.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur.

CC. Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 62 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Pengembangan dan Penelitian Daerah.

DD. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

EE. Badan Pendapatan Daerah.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Pendapatan Daerah.

(24)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 13

FF. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik .

GG. Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

HH. Kecamatan

Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 65 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Kecamatan.

1.6. ASPEK STRATEGIS DAN PERMASALAHAN UTAMA KABUPATEN

BANGKALAN.

A. Permasalahan Pembangunan

Potensi ekonomi Kabupaten Bangkalan terutama bertumpu pada 3 (tiga) sektor utama yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta jasa - jasa. Potensi yang sangat besar tersebut memerlukan upaya - upaya sedemikian rupa sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian dan pertumbuhan ekonomi rakyat. Upaya yang dilakukan sangat dipengaruhi baik oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal terdiri dari kebijakan Pemerintah Pusat dalam bidang ekonomi, kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya kebijakan pengembangan ekonomi wilayah Pulau dan Kepulauan Madura, perkembangan perekonomian di Provinsi Jawa Timur umumnya, serta dinamika hubungan perdagangan internasional. Sebagai contoh mulai berlakunya perjanjian Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015. Tujuan dari AEC adalah terciptanya satu pasar asean (single ASEAN Market), dimana beberapa hal yang diatur untuk memudahkan perpindahan barang, investasi, modal dan tenaga kerja ahli lintas ASEAN. Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah juga sangat dipengaruhi kondisi non ekonomi berupa situasi sosial politik yang kondusif dan stabil. Sedangkan faktor internal terdiri dari serangkaian upaya

(25)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 14 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan fiskal atau APBD, penguatan kemandirian perekonomian melalui pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), koperasi, industri pengolahan, pariwisata dan perdagangan, serta penyediaan infrastruktur, perbaikan dan pemeliharaan pasar-pasar. RPJMD

Adapun permasalahan pembangunan secara umum yang terjadi di Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut:

1. Belum Optimalnya Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Utamanya Pendidikan Dan Kesehatan

Pembangunan pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Sampai saat ini masih dirasakan rendahnya tingkat pendidikan penduduk dan rendahnya kualitas pelayanan pendidikan. Adapun permasalahan didalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Bangkalan adalah: a. Belum optimalnya pemenuhan kebutuhan sarana dan

prasarana pendidikan seperti ruang kelas dan gedung sekolah yang rusak;

b. Masih adanya anak putus sekolah;

c. Belum memadainya kualitas dan kuantitas ketersediaan tenaga pendidik;

d. Biaya pendidikan cenderung masih tinggi dirasakan oleh masyarakat;

e. Relevansi pendidikan dengan dunia kerja masih rendah. Sedangkan permasalahan pembangunan Kesehatan di Kabupaten Bangkalan adalah :

a. Tingginya angkanya kematian ibu dan anak; b. Masih ditemukannya balita status gizi buruk;

(26)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 15 c. Belum optimalnya pemerataan sarana dan prasaran

kesehatan;

d. Masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan;

e. Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu untuk masyarakat miskin;

f. Upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS.

2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Yang Relatif Lambat

Dari tahun ke tahun sektor pertanian masih mendominasi PDRB Kabupaten Bangkalan. Struktur ekonomi agraris yang menjadi sektor ekonomi Bangkalan belum mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan sehingga masih berada di bawah rata – rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

Konstribusi sektor pertanian terhadap PDRB sejak Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2012 secara pelan tapi pasti mengalami penurunan, disisi lain sektor Perdagangan, restoran dan Hotel secara pelan dan pasti meningkat cukup signifikan. Ini menandakan adanya perubahan perilaku bagi masyarakat Bangkalan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat pedagang dan industrialis dan ini perlu direspon oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk melakukan tindak pelatihan dan pendidikan secara optimal bagi masyarakat, seiring dengan pengembangan kawasan Suromadu, sehingga masyarakat Bangkalan kedepannya bukan hanya sebagai penonton tapi secara langsung sebagai pelaku yang akan ikut menentukan arah pengembangan industri dan perdagangan di Kabupaten Bangkalan.

(27)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 16

3. Angka Kemiskinan Relatif Cukup Tinggi Dan Masih Terbatasnya Perluasan Dan Penyediaan Lapangan Kerja

Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K) pada Tahun 2012, jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kabupaten Bangkalan sebanyak 65.532 RTSM atau 403.251 jiwa. Jumlah ini setara dengan 44% penduduk Bangkalan berada di bawah garis kemiskinan. Angka kemiskinan relatif cukup tinggi ini disebabkan beberapa hal antara lain:

a. Pemenuhan kebutuhan dasar yang terjangkau dan bermutu bagi keluarga miskin belum optimal;

b. Masih rendahnya kemampuan dan ketrampilan keluarga miskin;

c. Aksesibilitas keluarga miskin dalam rangka usaha skala mikro masih rendah;

d. Belum optimalnya pemberdayaan keluarga miskin.

Beberapa sektor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan adalah : a. Pengembangan Sektor Koperasi dan UKM, melalui

perkuatan modal koperasi, volume usaha koperasi, peningkatan jumlah koperasi utamanya sebagai koperasi sehat dan peningkatan jumlah anggota koperasi;

b. Menumbuh kembangkan koperasi utamanya pada wilayah wilayah pedesaan merupakan bentuk pemberdayan dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kemampuan lokal, berkembangnya koperasi pada banyak wilayah akan mendukung kelancaran arus distribusi barang dan jasa serta akan meningkatkan jumlah uang yang beredar dan berputar yang akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi;

c. Pengembangan BLK sebagai tempat pemberdayaan masyarakat utamanya masyarakat pedesaan yang akan

(28)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 17 dikembangkan sesuai potensi masing masing wilayah/kecamatan;

d. Pengembangan Industri dan Perdagangan,melalui pengembangan kluster/wilayah industri kecil/kerajinan/ industri kreatif bercirikan Madura yang Islami, melalui pengembangan industri dan perdagangan dengan model ini, akan mempermudah pembinaan, pengawasan, sehingga kualitas tetap dapat terjaga serta menghindarkan adanya persaingan yang tidak sehat antar pengusaha kecil/mikro dan menengah pada kluster/wilayah yang dikembangkan.

4. Rendahnya Nilai Investasi Berskala Besar

Pasca beroperasinya Jembatan Suramadu tidak serta merta diikuti dengan masuknya arus modal berskala besar di Kabupaten Bangkalan. Penanaman investasi dalam bentuk industri relatif sedikit, sehingga cakupan penyerapan tenaga kerja relatif kecil. Berbagai permasalahan yang menghambat investasi antara lain:

a. kesiapan infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, sumber daya air, listrik;

b. Harga lahan untuk kebutuhan industri yang dinilai masih terlalu tinggi oleh dunia usaha yang membutuhkan lahan dalam skala besar;

c. Kemudahan dalam pelayanan investasi dan perijinan yang belum optimal.

5. Belum Memadainya Infrastruktur Daerah (Jalan/Jembatan, Sumber Daya Air, Perhubungan, Keciptakaryaan)

Permasalahan di sektor perhubungan antara lain, belum optimalnya infrastruktur sarana dan prasarana perhubungan. Pergeseran moda transportasi dari penyeberangan ujung - kamal ke Jembatan Suramadu belum di dukung oleh layanan

(29)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 18 transportasi yang memadai. Selain itu dapat diuraikan bahwa panjang jalan dalam kondisi baik di Kabupaten Bangkalan sampai dengan akhir Tahun 2012 sepanjang 501,26 km atau masih 69% dari potensi panjang jalan yang harus dikembangkan 721,97 Km, demikian pula jumlah jembatan dalam kondisi baik sebanyak 214 buah atau 96% dari jumlah potensi jembatan yang wajib dibangun/dikembangkan sejumlah 223 jembatan. Kepentingan umum lainnya dimaksudkan untuk pengembangan infrastruktur sarana prasarana pengembangan perekonomian, pelayanan dasar dan pemerintahan.

6. Masih Belum Mandirinya Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Di Daerah

Kemandirian bagi tataran Pemerintahan tercermin dalam kemampuan pembiayaan dengan kemampuan dan kekuatan sendiri, tanpa harus bergantung dengan pihak luar. Kemandirian ini dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu rasio PAD terhadap APBD, rasio keuangan daerah, optimalisasi PDRB, perimbangan perbandingan pendapatan perkapita dengan kebutuhan hidup masyarakat. Adapun rasio PAD terhadap APBD yang ada di Kabupaten Bangkalan rata-rata sekitar 5,3%. Dimana pada masa yang akan datang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan diharapkan rasio PAD kabupaten Bangkalan pada Tahun 2018 dapat mencapai rata-rata sekitar 6% terhadap APBD.

7. Kurang Optimalnya Pelayanan Reformasi Birokrasi Dan Pelayanan Publik

Permasalahan yang terjadi dalam urusan pemerintahan umum antara lain :

a. Belum optimalnya pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP); b. Belum optimalnya penerapan Pola Pengembangan Karir.

(30)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 19

B. Isu Strategis

Bertitik tolak dari berbagai kondisi pembangunan dan pengembangan yang akan dihadapi Kabupaten Bangkalan pada tahun 2013 - 2018, maka dibutuhkan solusi - solusi strategis untuk mengatasi permasalahan yang akan muncul selama lima tahun mendatang.

Isu-isu strategis yang mengemuka menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan utama pembangunan 5 (lima) tahun kedepan yang sesuai dengan Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih.

Beberapa informasi dari masing–masing isu strategis ini, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,

dengan pokok – pokok informasi sebagai berikut :

a. Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangkalan, meningkat dari tahun ke tahun yaitu, sebesar 59,35% pada tahun 2003, menjadi sebesar 59,69% pada Tahun 2004, sebesar 60,24% pada Tahun 2005, dan berturut-turut sebesar 62,72% pada Tahun 2006, sebesar 62,97% pada Tahun 2007, sebesar 63,40% pada Tahun 2008 dan sebesar 64% untuk Tahun 2009. Adapun pada Tahun 2010, menjadi sebesar 64,51% dan meningkat sebesar 65,36% Tahun 2011

b. Peningkatan dari tahun ke tahun ini, merupakan hal positif, namun demikian dikaitkan dengan level IPM yang harus ditempuh, masih berada pada level menengah bawah oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya Lanjutan dalam rangka menuju level menengah atas.

2. Kekhawatiran terhadap pengikisan budaya agamis, dengan

(31)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 20 a. Seiring dengan operasionalisasi Jembatan Suramadu,

dapat diprediksi bahwa kedepan, akan tumbuh simpul – simpul ekonomi, diantaranya berupa kawasan industri b. Melalui tumbuhnya kawasan industri tersebut, diprediksi

akan berpengaruh terhadap perubahan pola kehidupan masyarakat Bangkalan, baik sosial budaya maupun sosial ekonomi

c. Pada sisi lain masyarakat Bangkalan memiliki budaya agamis yang perlu dipertahankan, untuk itu, dalam merespons kondisi diatas, diperlukan upaya lanjutan untuk tetap melestarikan budaya agamis di lingkungan masyarakat Bangkalan.

3. Laju pertumbuhan ekonomi relatif lambat, dengan pokok

pokok informasi sebagai berikut :

a. Dominasi sektoral PDRB Kabupaten Bangkalan dari tahun ke tahun berada pada sektor pertanian.

b. Hal ini menggambarkan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Bangkalan meerupakan struktur ekonomi agraris, sehingga dalam menunjang pertumbuhan ekonomi relatif lambat c. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan Tahun 2008

sebesar 4,92% yang kemudian menjadi sebesar 4,96% pada Tahun 2009 dan selanjutnya berturut–turut meningkat sebesar 5,44% pada Tahun 2010, sebesar 6,25% pada Tahun 2011 dan diproyeksi sebesar 6,37% pada Tahun 2012.

d. Kondisi ini merupakan hal positif. Namun demikian, dikaitkan dengan laju pertumbuhan masing–masing tahun masih perlu dipacu lebih cepat. Untuk itu, diperlukan upaya lanjutan untuk menggeser dominasi struktur ekonomi Kabupaten Bangkalan dapat melaju relatif lebih cepat.

(32)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 21 e. Perlunya prasarana infrastruktur guna memicu

pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan seperti jalan, pelabuhan, terminal dan moda transportasi.

4. Perlunya perluasan penyediaan lapangan kerja, dengan

pokok–pokok informasi sebagai berikut :

a. Rasio pencari kerja terhadap angkatan kerja Kabupaten Bangkalan Tahun 2008 sebesar 7,2% dan terjadi penurunan sebesar 5% pada Tahun 2009. Adapun pada Tahun 2010 menjadi sebesar 5,7% dan pada Tahun 2011 menurun sebesar 3,9%

b. Kondisi data ini menggambarkan informasi positif, namun demikian, masih diperlukan upaya lanjutan melalui penyediaan lapangan kerja dalam rangka menekan angka pengangguran sekecil mungkin.

5. Perlunya penanaman investasi berskala besar, dengan

pokok–pokok informasi sebagai berikut :

a. Struktur ekonomi Kabupaten Bangkalan yang agraris, merupakan cermin bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat Bangkalan lebih digerakkan oleh sektor pertanian

b. Hal ini menggambarkan bahwa penanaman investasi dalam bentuk industri relatif sedikit, sehingga cakupan penyerapan tenaga kerja relatif kecil, untuk itu diperlukan upaya lanjutan guna menarik investasi di Kabupaten Bangkalan.

6. Perlunya menekan angka kemiskinan, dengan pokok–pokok

informasi sebagai berikut :

a. Berdasarkan pendataan terakhir, angka kemiskinan Kabupaten Bangkalan masih memerlukan upaya untuk ditekan lebih rendah

b. Berbagai bantuan bagi masyarakat miskin melalui pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, bantuan bahan pangan pokok, serta berbagai hal lainnya,

(33)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 22 merupakan cermin dari kontribusi APBD terhadap penanganan masyarakat miskin, namun demikian, dikaitkan dengan kondisi keterbatasan APBD, belum mampu menangani secara menyeluruh

c. Untuk itu, dalam rangka menekan angka kemiskinan, masih diperlukan keterlibatan pihak pelaku ekonomi maupun penguatan usaha mandiri bagi masyarakat.

1.7. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Laporan ini mengacu pada ketentuan yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Revieu Atas Laporan Kinerja sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, aspek strategis, permasalahan umum di Kabupaten Bangkalan dan Isu Strategis.

BAB II : PERENCANAAN KINERJA

Pada Bab ini diuraikan Menjelaskan muatan RPJMD untuk periode Tahun 2013 – 2018 , visi dan misi, tujuan dan sasaran strategis serta perjanjian kinerja tahun 2016. BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA

Menjelaskan tentang pengukuran capaian hasil kinerja pemerintah kabupaten bangkalan tahun 2016 , evaluasi dan analisis capaian kinerja, realisasi anggaran serta penjabaran akuntabilitas keuangan.

BAB IV : PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016, permasalahan dan kendala secara umum yang dihadapi,

(34)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 23 upaya -upaya penyelesaiannya dan langkah serta solusi dalam perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di masa yang akan datang.

(35)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 24

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1 RENCANA STRATEGIS

A. VISI DAN MISI

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan kerangka pembangunan strategis Kabupaten Bangkalan untuk periode 5 (lima) tahun. Sebagai dokumen yang memuat penjabaran visi, misi dan program Pemerintah Kabupaten Bangkalan. RPJMD berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta memerhatikan RPJP dan RPJM Nasional. Untuk periode 2013-2018 RPJMD Kabupaten Bangkalan disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

VISI

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bangkalan 2013-2018 menetapkan visi yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai yaitu :

“TERWUJUDNYA BANGKALAN YANG MAKMUR, MANDIRI DAN AGAMIS”

(36)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 25 Selanjutnya, Visi tersebut mengandung makna :

Bangkalan Makmur : Mewujudkan masyarakat makmur merupakan amanah Undang–Undang Dasar (UUD) 1945, yang harus dipegang teguh dan diupayakan oleh seorang Pemimpin Daerah. Makmur adalah masyarakat yang sejahtera lahir batin, berkeadilan, bermartabat, serta bebas dari belenggu diskriminasi.

Mandiri : Adalah kondisi kehidupan masyarakat usia

produktif yang mampu mengakses lapangan kerja (secara sosial ekonomi), sehingga mampu menopang dependency ratio (rasio ketergantungan) usia non produktif.

Agamis : Adalah kondisi kehidupan masyarakat yang

menjaga kelestarian nilai–nilai agama. Budaya Madura yang dikenal agamis perlu ditingkatkan yang tercermin dalam peningkatan ketaatan beragama dan kehidupan masyarakat yang berakhlakul karimah.

MISI

Misi adalah rumusan umum mengenai upaya–upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan kebijakan dan strategi pencapaian tujuan. Misi akan digunakan oleh Aparatur Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebagai pemandu dalam menjalankan aktivitas atau kegiatan dan pengambilan keputusan. Perumusan misi dilakukan bersama oleh segenap pemangku kepentingan meliputi perwakilan Dinas, Badan, Kantor, Instansi, dan DPRD Kabupaten Bangkalan dengan mempertimbangkan lingkungan eksternal peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat) dan kemampuan internal

(37)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 26 kekuatan (Strong) dan kelemahan (Weakness) Kabupaten Bangkalan.

Misi yang merupakan perwujudan visi pembangunan Kabupaten Bangkalan Tahun 2013 - 2018 dijabarkan ke dalam 6 (enam) misi, dijalankan secara berkesinambungan dan sinergis, serta memfokuskan pada pengembangan sektor - sektor ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia sebagai basis pembangunan kemakmuran masyarakat Bangkalan yang mandiri. Adapun misi Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia Bangkalan Yang Agamis, Produktif, Berkualitas Dan Berdaya Saing

Dalam upaya mewujudkan masyarakat Bangkalan yang berkeadilan dan sejahtera harus dimulai dengan meningkatan kualitas sumber daya manusianya. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia yang maju dan mandiri sehingga mampu berdaya saing dalam era Globalisasi. Demikian pula peningkatan ketaatan umat beragama merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bangkalan seutuhnya. Dalam Pengelolaannya negara menjamin kemerdekaan memeluk agama sedangkan pemerintah berkewajiban melindungi penduduk dalam melaksanakan ajaran agama dan ibadah. Pemerintah harus memberikan bimbingan dan pelayanan agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamanya dapat berlangsung dengan rukun, lancar, dan tertib, baik intern maupun maupun antar umat beragama.

Partisipasi masyarakat dan kesetaraan gender merupakan strategi pembangunan yang berkembang dari masa ke masa yang dinamis sesuai dengan konteks peradaban. Paradigma

(38)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 27 pembangunan ini berbasis komunitas dengan memberikan tempat utama bagi prakarsa, keanekaragaman lokal, dan kearifan lokal.

2. Mempercepat Peningkatan Perekonomian Berbasis Potensi Lokal

Pembangunan ekonomi pada hakekatnya merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan ekonomi didasarkan pada sistem ekonomi kerakyatan dan pengembangan sektor unggulan, terutama yang banyak menyerap tenaga kerja yang didukung dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi untuk memperkuat landasan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing serta berorientasi pada globalisasi ekonomi.

3. Mengembangkan Peran Dunia Usaha Dan Investasi

Pemberdayaan investasi daerah perlu dilakukan terhadap semua komponen yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta. Salah satu aspek yang diberdayakan di Kabupaten Bangkalan adalah investasi daerah yaitu investasi yang dilakukan oleh komponen pemerintah, masyarakat dan swasta.

4. Mengelola Sumber Daya Alam Yang Berwawasan Lingkungan

Upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan atau yang disebut dengan pembangunan berkelanjutan adalah usaha untuk meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memperhatikan faktor

(39)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 28 lingkungan, dengan berbasis pada gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup, dan gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

5. Mengembangkan Infrastruktur Bernilai Tambah Tinggi

Ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai dan berkesinambungan merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta untuk meningkatkan daya saing global.

6. Mewujudkan Pemerintahan Daerah Yang Bersih, Efektif Dan Efisien Serta Berorientasi Pada Pelayanan Publik

Meningkatkan pelayanan yang adil dan merata merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap masyarakat pada umumnya. Upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan secara benar (good-government) dan bersih (clean-government) termasuk didalamnya penyelenggaraan pelayanan publik memerlukan unsur-unsur mendasar antara lain unsur profesionalisme dari pelaku dan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik.

B. TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisa strategis. Sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan, untuk keberhasilan tersebut ditetapkan tujuan dan sasaran strategis RPJMD Kabupaten Bangkalan 2013-2018 dan menetapkan sebanyak 6 (enam) tujuan

(40)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 29 dan 23 (dua puluh tiga) sasaran yang tertuang dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.1

TUJUAN DAN SASARAN

Misi 1 : Mewujudkan Sumber Daya Manusia Bangkalan Yang Agamis, Produktif, Berkualitas dan Berdaya Saing

TUJUAN SASARAN

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar berdaya saing, berkepribadian dan beriman

1. Meningkatnya kualitas dan pemerataan Pendidikan

2. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat 3. Meningkatnya pemberdayaan perempuan 4. Meningkatnya prestasi pemuda dan olahraga 5. Meningkatnya kualitas dan jangkauan

pelayanan sosial utamanya untuk PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial)

Misi 2 : Mempercepat Peningkatan Perekonomian Berbasis

Potensi Lokal Peningkatan

pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah

1. Meningkatnya kualitas dan perlindung an bagi tenaga kerja

2. Meningkatnya keberdayaan masyarakat dan desa untuk mendukung Pertumbuhan daerah 3. Meningkatnya nilai tambah hasil dan daya

saing produk pertanian (tanaman pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan dan peternakan)

4. Meningkatnya kualitas koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah)

5. Meningkatnya ketahanan pangan daerah 6. Meningkatnya produksi sektor industri kecil

dan menengah dan industri kreatif 7. Meningkatnya jumlah wisatawan Misi 3 : Mengembangkan peran dunia usaha dan investasi Peningkatan investasi

yang berdaya dukung tinggi

1. Meningkatnya investasi/penanaman modal daerah

Misi 4 : Mengelola sumber daya alam yang berwawasan lingkungan Meningkatkan kualitas

dan kelestarian lingkungan hidup

1. Meningkatnya kualitas SDA dan lingkungan hidup

2. Meningkatnya pemanfaatan sumber daya alam dan energi

Misi 5 : Mengembangkan infrastruktur bernilai tambah tinggi Optimalisasi

pembangunan infrastruktur daerah

1. Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan danjembatan

2. Meningkatnya kondisi infrastruktur dan konservasi sumber daya air

3. Meningkatnya kualitas permukiman

4. Meningkatnya sarana dan prasarana transportasi

(41)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 30

Misi 6 : Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang bersih, efektif dan efisien serta berorientasi pada pelayanan publik Peningkatan

transparansi, profesionalisme,

produktivitas aparatur, pelayanan publik dan peran serta masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan

1. Meningkatnya tertib administrasi kependudukan dan peningkatan

kualitas layanan kependudukan

2. Meningkatnya sistem komunikasi, informasi dan media masa

3. Meningkatnya suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat

4. Meningkatnya tata kelola birokrasi, akuntabilitas kinerja dan keuangan pemerintahan daerah), agregasi dari sasaran: a. Meningkatnya penataan kawasan daerah

sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah);

b. Terwujudnya manajemen perencanaan yang efektif;

c. Meningkatnya kualitas layanan publik melalui tata pemerintahan yang baik; d. Meningkatnya fungsi kesekretariatan dan

pengembangan lembaga pemerintahan yang profesional, efektif dan efisien;

e. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan asset daerah;

f. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan;

g. Meningkatnya kompetensi dan kapasitas pegawai serta layanan kepegawaian; h. Meningkatnya peran serta lembaga

legislatif sebagai mitra eksekutif dalam menyelenggarakan tugas kepemerintahan dan peningkatan layanan kepada masyarakat secara lebih efektif;

i. Terpenuhinya kebutuhan data statistik; j. Tersedianya calon transmigran yang siap di

berangkatkan ke tempat tujuan;

k. Meningkatnya tertib administrasi dan pengelolaan arsip pemerintahan daerah dan SKPD;

l. Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam penanggulangan bencana;

m. Meningkatnya kapasitas dan profesionalisme anggota korpri

2.2 PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji kinerja tahunan sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk

(42)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 31 dihasilkan. Perencanaan kinerja yang berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah.

Penyusunan Perjanjian Kinerja Perubahan Pemerintah Kabupaten Bangkalan Tahun 2016 mengacu pada dokumen RPJMD Kabupaten Bangkalan Tahun 2013-2018, Dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016, Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Perubahan Tahun 2016, dan dokumen Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2016. Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menyusun Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2016 dengan uraian sebagai berikut :

(43)

Laporan Kinerja Instansi PemerintahKabupaten Bangkalan Tahun 2016 32

TABEL 2.2

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN

MISI 1 : Mewujudkan Sumber Daya Manusia Bangkalan Yang Agamis, Produktif, Berkualitas dan Berdaya Saing TUJUAN : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar

berdaya saing, berkepribadian dan beriman

No Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target

1 2 3 4

1. Meningkatnya kualitas dan pemerataan pendidikan

1.1 Angka Partisipasi Murni (APM)

SD/ MI/Paket A 98,00%

1.2 Angka Partisipasi Murni (APM)

SMP/MTs/Paket B 79,00%

1.3 Angka Partisipasi Murni (APM)

SMA/SMK/MA/Paket C 44,00% 1.4 Angka Partisipasi Kasar (APK)

SD/MI/Paket A 99,65%

1.5 Angka Partisipasi Kasar (APK)

SMP/MTs/Paket B 87,00%

1.6 Angka Partisipasi Kasar (APK)

SMA/SMK/MA/Paket C 51,00% 1.7 Angka Rata-rata Lama Sekolah 5,44 Tahun 1.8 Angka Kelulusan SD/MI/Paket A 100% 1.9 Angka Kelulusan SMP/MTs/

Paket B 99,95%

1.10 Angka Kelulusan SMA/SMK/ MA/

Paket C 99,99%

1.11 Prosentase kualifikasi guru menurut ijazah ≥ Sarjana/ Pasca Sarjana • Jenjang SD/MI 93,00% • Jenjang SMP/ MTs 91,00% • Jenjang SMA/SMK/MA 95,00% 2. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

2.1. Angka Kematian Bayi /AKB (per

1000KH) 50,31

2.2. Angka Kematian Ibu melahirkan

/AKI (per 100000 KH) 31,25 2.3. Angka Harapan Hidup (AHH) 64,24 2.4. Prosentase penduduk yang

memanfaatkan RSUD 10,25% 3. Meningkatnya 3.1. Partisipasi Angkatan Kerja 62,10%

Gambar

GAMBAR 3.1 ANGKA HARAPAN HIDUP  TAHUN 2010 – 2014
Tabel 3.11  Pencapaian Kinerja
Tabel 3.14  Pencapaian Kinerja
Tabel 3.59  Pencapaian Kinerja

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi pada LPSE Kabupaten Deli Serdang untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Drainase Desa Tanjung Gusta Kec. 00

3 Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru bisa mengembangkan pendidikan sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah yang ada7. 2 Dede Rosyada,

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat

Keadaan ini pada akhirnya akan mempengaruhi ketahanan aktifitas fisik seseorang yang akan menimbulkan kelelahan berlebihan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk

Untuk memulai suatu penyelidikan awal yang akan menentukan keberadaan, tingkat dan akibat setiap tuduhan dumping haruslah dimulai dengan permohonan tertulis oleh atau

maka Pejabat Pengadaan Barang/Jasa pada Kecamatan Babat Toman

Dari hasil penelitian yang dilakukan di Desa Selopanggung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, dapat ditarik kesimpulan yaitu; Pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan

Pelaksanaan Gelar Teknologi 1) Penerapan teknologi di lapangan dalam skala operasional sehingga dapat diukur dampak sosial ekonominya. 2) Teknologi yang digelar harus teknologi