• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI PEMILIHAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMISI PEMILIHAN UMUM"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KABUPATEN SITUBONDO

KOMISI

PEMILIHAN

UMUM

(2)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 i KATA PENGANTAR

Laporan Kinerja (LKj) merupakan laporan yang disusun oleh KPU Kabupaten Situbondo sebagai satu-satunya institusi lembaga negara yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan di Kabupaten Situbondo dan seluruh aspek pengendalian institusi dalam mengemban amanah konstitusi sebagai lembaga yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri dengan mengedepankan prinsip-prinsip lembaga yang profesional dan berintegritas.

Pelaksanaan tugas KPU Kabupaten Situbondo berlandaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Sebagai upaya untuk mewujudkan terselenggaranya tata kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance). KPU Kabupaten Situbondo dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya senantiasa ditujukan untuk mewujudkan Visi-Misi Komisi Pemilihan Umum berikut sasaran strategis yang telah ditetapkan. Dalam rangka melaksanakan kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, disusunlah penerapan sistem pertanggungjawaban yang jelas, terarah, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang secara periodik dilakukan pengukuran dan evaluasi adalah potret gambaran progres capaian kinerja sekaligus sarana memperoleh umpan balik (feedback) guna perbaikan kinerja lembaga secara keseluruhan pada masa yang akan datang. Laporan Kinerja ini merupakan laporan yang berisi pertanggungjawaban Kinerja KPU Kabupaten Situbondo tahun 2020 yang berkaitan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Selain itu, Laporan Kinerja berperan sebagai alat kendali, penilai kualitas kinerja dan alat pendorong terwujudnya good governance serta sebagai bahan analisis dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang.

Penyusunan Laporan Kinerja bertujuan untuk mempertanggungjawabkan kinerja yang berkaitan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo sebagai lembaga negara dalam pelaksanaan program, kegiatan, tugas dan fungsi dalam pencapaian kinerjanya selalu mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, transparan, akuntabel, berintegritas dan profesional.

(3)

haporan kine垂ini mempunyai makna penting dan diharapkan bermanfaat dalam

memberikan masukan guna penyempmaan penyusunan rencana ke豆v tahun mendatang. Dan infomasl yang disampaikan dalan laporan kine函ini diharapkan dapat menjadi referensi umun bagi semua pihak dalam menyempunakan dokumen perencanaan periode yang akan datang.

Masukan dan saran membangun dari semua pihak sangat diharaPkan sebagai bahan

PenyemPrmaan PenyuSunan Iaporan pada wcktu yang akan datang・ Ucapan terima ka§血kami SamPaikan kepadr semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maxpun tjdak

langsung dalam penyusunan haporan KineIja (LKj) KPU Kabupaten S血bondo Tahun 2020 ini.

聯部融融紳舶統融湘聯職軸節的A姻耽る押嫡鵬の蹄軸加梯繭露鵬融鞠劇場細部

menyelesaikan tugasLtugaSnya.

(4)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 iii RINGKASAN EKSEKUTIF

Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) sebagai sarana untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo sesuai dengan tugas pokok dan fungsi institusi. Laporan kinerja ini diharapkan akan bermanfaat dalam memberikan masukan guna penyempurnaan penyusunan rencana kerja tahun mendatang dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada. Informasi yang disampaikan dalam laporan kinerja ini diharapkan dapat menjadi referensi umum bagi semua pihak dalam menyempurnakan dokumen perencanaan periode yang akan datang. Disamping itu juga Laporan Kinerja (LKj) KPU Kabupaten Situbondo Tahun 2020 dapat dimanfaatkan untuk penyempurnaan program dan kegiatan yang akan datang serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

Tahun 2020 merupakan tahun kesatu pelaksanaan dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Tahun 2020 – 2024 seperti tertuang dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 197/PR.01.3-Kpts/01/KPU/2020 tentang Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Yang kebetulan pada tahun 2020 KPU Kabupaten Situbondo melaksankan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo.

Laporan Kinerja (LKj) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo Tahun 2020 berisi hasil pengukuran kinerja sasaran yang dicapai melalui pelaksanaan program dan kegiatan selama periode tahun 2020, berdasarkan sasaran strategis dengan indikator kinerja dilengkapi dengan target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo Tahun 2020 yang disusun pada awal tahun 2020. Laporan Kinerja (LKj) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diemban Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dalam mendukung visi dan misinya.

Dalam mencapai target kinerja tahun 2020, dihadapkan dalam situasi yang tidak mudah karena melaksanakan Pilkada serentak Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Situbondo tahun 2020 di situasi pandemi COVID-19, sehingga harus menjalankan Protokol kesehatan COVID-19 pada seluruh tahapan pemilu. Hal tersebut juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke TPS memberikan suaranya secara langsung.

Dengan segala tantangan dan hambatan yang menyertai, Pilkada serentak tahun 2020 di Kabupaten Situbondo tahun 2020 telah sukses diselenggarakan. Hal ini dapat dilihat dari penyelenggaraan Pemilihan tepat waktu meskipun ditengah pandemi COVID-19. Prinsip-prinsip

(5)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 iv

Pemilihan yang jujur dan adil juga dapat ditegakkan dan yang utama adalah tetap menjalankan Protokol kesehatan COVID-19 agar masyarakat tetap datang ke TPS. Selain itu, dari sasaran strategis yang ada, terdapat sejumlah indikator krusial terpenuhi secara efektif dan efisien. Indikator itu meliputi: Pertama, terjadi penurunan jumlah pemilih yang tidak masuk ke dalam daftar pemilih. Ini menjadikan hak warga negara yang telah memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilihnya dapat terfasilitasi dengan baik. Kedua, terjadi penurunan pengenaan sanksi etik kepada Penyelenggara Pemilihan. Ini berarti kemandirian, intergritas dan profesionalitas Penyelenggara Pemilihan semakin baik. Ketiga, segenap peraturan yang dibutuhkan untuk Pemilihan diselesaikan tepat waktu. Berbagai hal yang membutuhkan sandaran regulasi dengan demikian menemukan pijakannya dan segenap pemangku kepentingan dapat menjadikannya sebagai pedoman yang baik. Kesemuanya itu bukan capaian yang mudah.

Selain capaian kinerja tersebut, KPU Kabupaten Situbondo juga melakukan modernisasi organisasi penyelenggaraan pemilihan. Berbagai sistem informasi diciptakan oleh KPU Kabupaten Situbondo. Sistem informasi sebagai bagian modernisasi penyelenggaraan pemilihan yang dibuat KPU diantaranya adalah Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH), Sistem Informasi Logistik (SILOG), Sistem Informasi Tahapan (SITAP), Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG) dan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), Sistem informasi tersebut, satu sisi untuk memudahkan kerja-kerja penyelenggaraan Pemilihan. Pada saat bersamaan, sistem tersebut memudahkan akses publik atas proses Pemilihan. Pada ujungnya adalah meningkatnya kepercayaan publik atas penyelenggaraan pemilihan.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo perlu melakukan upaya-upaya menyangkut perbaikan dan konsistensi penetapan sasaran, indikator sasaran, Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target juga perlu dibangun sistem yang mendukung optimalisasi pencapaian kinerja seperti sistem pencatatan, pengumpulan dan pengolahan data kinerja yang memadai sehingga data yang disajikan diyakini keabsahannya.

Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Komisi Pemilhan Umum Kabupaten Situbondo menjadi kewajiban instansi pemerintah serta sebagai acuan pada tahun berikutnya. Laporan Kinerja (LKj) dapat dimanfaatkan sebagai pengambilan keputusan organisasi guna meningkatkan akuntabilitas kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo.

(6)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 v DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……...……….……...……… i RINGKASAN EKSEKUTIF ………....……….………. ii DAFTAR ISI ………...……….……….…….. v DAFTAR TABEL ………...……….……….…….. vi BAB I PENDAHULUAN ………...…….….. 1 A. Latar Belakang ………..……….…. 1

B. Tugas Pokok dan Fungsi ………..……….….. 2

C. Struktur Organisasi ………..……….… 7

D. Sistematika ………..……….… 12

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KINERJA………... 14 A. Rencana Strategis (Renstra) ………..……….…….…… 14

B. Rencana Kinerja Tahun 2020 ………..……… 16

C. Penetapan Kinerja Tahun 2020 …………..………..…….... 19

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ……….………… 21

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020………….…….………. 21

B. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Sasaran ……..………. 39

C. Akuntabilitas Keuangan ………..………. 44

BAB IV PENUTUP ……… 46

(7)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 vi DAFTAR TABEL

TABEL 1 Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu ……… 17 TABEL 2 Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur

dan Adil ... 17

TABEL 3 Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu /

Pemilihan ……… 17

TABEL 4 Perjanjian Kinerja Tingkat Sekretariat Komisi Pemilihan Umum

Kabupaten Situbondo ………. 18

TABEL 5 Formulir Penetapan Kinerja Tingkat Komisi Pemilihan Umum

Kabupaten Situbondo ………... 19

TABEL 6 Pengukuran kinerja terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) KPU Tahun 2019...

21

TABEL 7 Capaian Kinerja ……… 22

TABEL 8 Capaian Kinerja ………... 23

TABEL 9 Capaian Kinerja ……… 24

TABEL 10 Pengukuran Kinerja terhadap Persentase Pemilih Perempuan dalam Pilkda Serentak Tahun 2020 ……… ……….. 27

TABEL 11 Pengukuran Kinerja Terhadap Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pilkada Serentak Tahun 2020………….…..……….. 29 TABEL 12 Pengukuran Kinerja terhadap Persentase Pemilih yang Berhak

Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih... 31

TABEL 13 Pengukuran KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa

konflik……….. 33

TABEL 14 Presentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan……….. 34 TABEL 15 Persentase Sengketa Hukum yang dimenangkan KPU ……… 35 TABEL 16 Nilai Akuntabilitas Kinerja ……… 36 TABEL 17 Pengukuran Kinerja terhadap Opini BPK Atas Laporan

(8)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 vii

TABEL 18 Indeks Reformasi Birokrasi ……… 38

TABEL 19 Pengukuran Pencapaian Sasaran APBN Tahun 2019 ……….. 38 TABEL 20 Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Adminstrasi Keuangan

di Lingkungan Setjen KPU……….. 39

TABEL 21 Fasilitasi Pengelolaan Data, Dokumentasi, Pengadaan, Pendistribusian, Pemeliharaan dan Inventarisasi Logistik…………. 41 TABEL 22 Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data ……….. 41 TABEL 23 Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

(KPU)………. 42

TABEL 24 Penyiapan Penyusunan Rancangan Peraturan KPU, Advokasi, Penyelesaian Sengketa, dan Penyuluhan Peraturan

Perundang-undangan yang Berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu……….. 43 TABEL 25 Laporan Realisasi Serapan Anggaran S/D Desember 2019 Belanja

(9)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah menetapkan setiap instansi pemerintah wajib menyusun laporan hasil kinerja sebagai pertanggungjawaban kinerja instansi tersebut kepada instansi yang lebih tinggi. Laporan kinerja pemerintah khususnya pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo tahun 2020 disusun sebagai pertanggungjawaban atas rencana kerja satuan kerja pada tahun 2020, sedang rencana kerja yang dilaksanakan berpedoman pada program rencana pembangunan jangka menengah sebagaimana yang diagendakan, yang didanai baik dari APBN maupun sumber dana lainnya.

Bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, wewenang dan kewajiban KPU Kabupaten Situbondo, maka disusunlah Laporan Kinerja (Lkj) KPU Kabupaten Situbondo, sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban dalam perspektif transparansi dan akuntabilitas publik.

Adapun penyusunan Laporan Kinerja (Lkj) Tahun 2020 KPU Kabupaten Situbondo mengacu kepada peraturan perundangan, sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum;

6. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 197/PR.01.3-Kpt/01/KPU/IV/2020 Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Tahun 2020-2024.

(10)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 2 B. Tugas Pokok dan Fungsi

Penyelenggaraan Pemilihan Umum secara berkala merupakan suatu kebutuhan mutlak sebagai sarana demokrasi yang menjadikan kedaulatan rakyat sebagai inti dalam kehidupan bernegara. Proses kedaulatan rakyat yang diawali dengan pemilihan umum, dimaksudkan untuk menentukan asas legalitas, asas legitimasi dan asas kredibilitas bagi suatu pemerintah yang didukung oleh rakyat. Pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat akan melahirkan penyeleggara pemerintah yang demokratis. Untuk itu pemahaman masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingannya sangat diperlukan sehingga diharapkan dapat menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Penyelenggara Pemilihan Umum sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri yang dalam pelaksanaan tugasnya menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemilihan Umum kepada Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden.

Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, menyebutkan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum ditetapkan berjumlah 5 (lima) orang dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen). Serta Masa keanggotaan KPU Kabupaten/Kota 5 (lima) tahun terhitung sejak pengucapan sumpah/janji.

Adapun tugas dan wewenang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meliputi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, yaitu:

1. menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota;

2. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

3. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

4. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

5. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

6. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu dan/atau pemilihan gubernur, bupati, dan walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;

(11)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 3 7. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara rekapitulasi suara dan sertifikat rekapitulasi suara;

8. melakukan dan mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK;

9. membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat penghitungan suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

10. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan mengumumkannya;

11. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota terpilih sesuai dengan alokasi jumlah kursi setiap daerah pemilihan di kabupaten/kota yang bersangkutan dan membuat berita acaranya;

12. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota;

13. mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

14. menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

15. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan 16. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi,

dan/atau peraturan perundang-undangan.

Adapun tugas dan wewenang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, yaitu:

1. menjabarkan program dan melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota;

(12)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 4 2. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan

peraturan perundang-undangan;

3. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

4. mengoordinasikan dan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, dan KPPS dalam wilayah kerjanya;

5. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu dan/atau pemilihan gubernur, bupati, dan walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih; 6. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi;

7. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat hasil penghitungan suara;

8. membuat berita acara penghitungan suara dan sertifikat penghitungan suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

9. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas temuan dan laporan adanya dugaan pelanggaran Pemilu;

10. Mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

11. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

12. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; dan 13. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi,

dan/atau peraturan perundang-undangan.

Sedang tugas dan wewenang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati/Walikota dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, yaitu:

(13)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 5 2. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, dan KPPS dalam

pemilihan bupati/walikota dengan memperhatikan pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;

3. menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. membentuk PPK, PPS, dan KPPS dalam pemilihan gubernur serta pemilihan bupati/walikota dalam wilayah kerjanya;

5. mengoordinasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan semua tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan pedoman dari KPU dan/atau KPU Provinsi;

6. menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota; 7. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan dan

diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data pemilu dan/atau pemilihan gubernur dan bupati/walikota terakhir dan menetapkannya sebagai daftar pemilih;

8. menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan pemilihan gubernur dan menyampaikannya kepada KPU Provinsi;

9. menetapkan calon bupati/walikota yang telah memenuhi persyaratan;

10. menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan bupati/walikota berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh PPK di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan;

11. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta pemilihan, Panwaslu Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi;

12. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil pemilihan bupati/walikota dan mengumumkannya;

13. mengumumkan calon bupati/walikota terpilih dan dibuatkan berita acaranya; 14. melaporkan hasil pemilihan bupati/walikota kepada KPU melalui KPU Provinsi;

15. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas temuan dan laporan adanya dugaan pelanggaran pemilihan;

16. mengenakan sanksi administratif dan/atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan pemilihan berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;

(14)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 6 17. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota

dan/atau yang berkaitan dengan tugas KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat;

18. melaksanakan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan pemilihan gubernur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pedoman KPU dan/atau KPU Provinsi;

19. melakukan evaluasi dan membuat laporan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota; 20. menyampaikan hasil pemilihan bupati/walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah Provinsi, Menteri Dalam Negeri, bupati/walikota, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota; dan

21. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Posisi dan peranan Komisi Pemilihan Umum mencerminkan kebutuhan hidup berdemokrasi. Komisi Pemilihan Umum mempunyai kedudukan yang strategis baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pemilihan Umum.

Demi kelancaran dan keserasian hubungan kerja antar Komisi Pemilihan Umum dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum di daerah, perlu dikembangkan tata cara dan prosedur kerja yang jelas agar dapat bersinergi dengan baik. Aspirasi dari daerah perlu diperhatikan guna terwujudnya arus komunikasi dua arah dalam suatu sistem informasi manajemen Pemilihan Umum.

C. Struktur Organisasi

Berdasarkan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 tahun 2019 tentang uraian tugas Ketua dan Divisi Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

Adapun susunan organisasi Komisi Pemilihan Umum adalah sebagai berikut: (Dasar Hukum Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2019)

1. Ketua (Divisi Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik) a. memimpin Rapat Pleno dan seluruh kegiatan KPU Kabupaten/Kota;

b. bertindak untuk dan atas nama KPU Kabupaten/Kota ke luar dan ke dalam;

c. memberikan keterangan resmi tentang kebijakan dan kegiatan KPU Kabupaten/Kota; d. mengoordinasikan hubungan kerja antar Divisi;

e. mengendalikan pelaksanaan tugas-tugas Divisi dan Korwil; f. menandatangani seluruh Keputusan KPU Kabupaten/Kota.

(15)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 7 g. mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan

evaluasi terkait dengan kebijakan

1. administrasi perkantoran, rumah tangga, dan kearsipan; 2. protokol dan persidangan;

3. pengelolaan dan pelaporan Barang Milik Negara;

4. pelaksanaan, pertangungjawaban, dan pelaporan keuangan;

5. pengusulan peresmian keanggotaan dan pelaksanaan sumpah/janji DPRD Kabupaten/Kota;

6. perencanaan, pengadaan barang dan jasa, serta distribusi logistik Pemilu dan Pemilihan.

2. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya

Manusia

mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

1. sosialisasi kepemiluan;

2. partisipasi masyarakat dan pendidikan pemilih; 3. publikasi dan kehumasan;

4. kampanye Pemilu dan Pemilihan; 5. kerja sama antar lembaga;

6. pengelolaan dan penyediaan informasi publik; 7. rekrutmen anggota PPK, PPS, dan KPPS;

8. pembinaan etika dan evaluasi kinerja sumber daya manusia; 9. pengembangan budaya kerja dan disiplin organisasi;

10. pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia; 11. penelitian dan pengembangan kepemiluan;

12. pengelolaan dan pembinaan sumber daya manusia. 3. Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi

mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

1. menjabarkan program dan anggaran;

2. evaluasi, penelitian, dan pengkajian kepemiluan;

3. monitoring, evaluasi, dan pengendalian program dan anggaran; 4. pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih;

5. sistem informasi yang berkaitan dengan tahapan Pemilu; 6. pengelolaan aplikasi dan jaringan teknologi dan informasi; 7. pengelolaan dan penyajian data hasil Pemilu nasional

4. Divisi Teknis Penyelenggaraan

mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

1. pengusulan daerah pemilihan dan alokasi kursi; 2. verifikasi partai politik dan anggota DPD; 3. pencalonan Peserta Pemilu dan Pemilihan;

4. pemungutan, penghitungan suara, dan rekapitulasi hasil penghitungan suara; 5. penetapan hasil dan pendokumentasian hasil Pemilu dan Pemilihan;

6. pelaporan dana kampanye;

(16)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 8 5. Divisi Hukum dan Pengawasan

mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan, memantau, supervisi, dan evaluasi terkait dengan kebijakan:

1. penyusunan rancangan Keputusan KPU Kabupaten/Kota; 2. telaah hukum dan advokasi hukum;

3. dokumentasi dan publikasi hukum; 4. pengawasan dan pengendalian internal;

5. penyelesaian sengketa proses tahapan, hasil Pemilu dan Pemilihan, serta non tahapan Pemilu dan Pemilihan;

6. penanganan pelanggaran administrasi, Kode Etik, dan Kode Perilaku yang dilakukan oleh PPK, PPS dan KPPS.

Usman Hadi, S.HI Divisi: Perencanaan Data dan Informasi Samsul Hidayat, S.HI Divisi: Hukum dan Pengawasan Marwoto, SE Divisi: Keuangan, Umum, Logistik Dan Rumah Tangga Imam Nawawi, S.HI, M.HI Divisi: Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Iwan Suryadi, SH Divisi: Teknis Dan Penyelenggaraan

(17)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 9 D. Sistematika

Sistematika penulisan Laporan Akuntabilitas Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo adalah sebagai berikut :

KATA PENGANTAR

Mencakup isi dari keseluruhan yang membahas apa yang sebenarnya dibahas pada permasalahan tersebut.

RINGKASAN EKSEKUTIF

Merupakan ringkasan yang menjadi titik perhatian (highlight) perencanaan atau tesis dari rencana. Ringkasan eksekutif berisi ringkasan isi dan tujuan rencana yang telah selesai dan mencakup seluruh poin kunci. Hal yang paling penting dalam ringkasan eksekutif adalah tidak menuliskan hal-hal atau estimasi yang berlebih-lebihan.

DAFTAR ISI

Lembar halaman yang menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang latar belakang penulisan laporan, maksud dan tujuan penulisan laporan, tugas pokok dan fungsi, serta sistematika penulisan laporan.

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Dijelaskan mengenai Rencana Strategis, Rencana Kinerja dan Penetapan Kinerja. Pada Bab ini akan disampaikan tujuan, sasaran, strategi, program dan kegiatan serta indikator kinerja yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian visi dan misi Sekretariat Jenderal KPU.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Diuraikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja, termasuk didalamnya menguraikan secara sitematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil.

BAB IV PENUTUP

Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari keberhasilan dan kegagalan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Sekretariat Jenderal KPU serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang.

(18)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 10 Merupakan dokumen tambahan yang ditambahkan (dilampirkan) ke dokumen utama.

(19)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 11 BAB II

RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA

Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo Tahun 2020-2024 merupakan pedoman selama lima tahun ke depan serta panduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo, yang disusun dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis, terutama yang menyangkut potensi, peluang, tantangan, dan permasalahan yang dihadapi Komisi Pemilihan Umum. Renstra dirumuskan untuk meniadi arahan bagi seluruh jajaran KPU Kabupaten Situbondo dan para pemangku kepentingan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.

Renstra ini juga mengacu pada RPJMN 2020-2024, dan sekaligus dimaksudkan untuk memberikan kontribusi bagi keberhasilan pencapaian sasaran, agenda dan misi pembangunan, serta visi lndonesia 2020 yaitu wujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara sebagaimana diamanatkan pada RPJMN 2020-2024.

Mengingat hal tersebut maka semua unit kerja, pimpinan dan staf Komisi pemilihan Umum Kabupaten Situbondo harus melaksanakannya secara akuntabel dan senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja. Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaannya dan mewujudkan pencapaian Visi Renstra Komisi Pilkada Kabupaten Situbondo 2020-2024 yaitu Menjadi Penyelenggara Pemilihan Umum yang Mandiri, Profesional, dan Berintegritas untuk Terwujudnya Pemilu yang LUBER dan JURDIL.

A. Rencana Strategis (Renstra)

1. Visi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo

Visi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo adalah : “Menjadi penyelenggara

Pemilu Serentak yang Mandiri, Profesional dan Berintegritas”. Pernyataan visi tersebut

merupakan gambaran tegas dari komitmen Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo untuk menyelenggarakan pemilu yang jujur, adil, transparan, akuntabel dan mandiri serta dilandasi dengan mekanisme kerja yang efektif, efisien, berpegang teguh pada etika profesi dan jabatan, berintegritas tinggi dan berwawasan nasional sehingga menjadikan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang terpercaya dan professional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Disamping itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo juga berkomitmen penuh untuk ikut mengambil bagian

(20)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 12 dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang politik kepemiluan.

2. Misi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo

Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan visi serta menggambarkan tindakan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo, maka misi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo yaitu:

a. Meningkatkan kompetensi penyelenggara Pemilu Serentak dengan berpedoman kepada perundang-undangan dan kode etik penyelenggara Pemilu;

b. Menyusun peraturan di bidang Pemilu Serentak yang memberikan kepastian hokum, progresif, dan partisipatif;

c. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu Serentak yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, serta aksesibel;

d. Mengoptimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dalam menyelenggarakan Pemilu Serentak;

e. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam Pemilu Serentak;

f. Meningkatkan kualitas pelayanan Pemilu Serentak untuk seluruh pemangku kepentingan.

3. Tujuan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo

Dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo adalah:

a. Mewujudkan Komisi Pemilihan Umum yang mandiri, professional dan berintegritas; b. Menyelenggarakan Pemilu Serentak yang demokratis, tepat waktu, efisien dan efektif;

dan

c. Mewujudkan Pemilu Serentak yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.

4. Sasaran Strategis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo

Sasaran Strategis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo sesuai dengan tujuan diatas adalah sebagai berikut:

a. Mewujudkan Komisi Pemilihan Umum yang mandiri, professional dan berintegritas : 1) Terwujudnya kebijakan bidang politik yang kuat;

2) Terwujudnya Sistem Informasi mengenai Partai Politik yang andal dan berkualitas; 3) Terwujudnya Sumber Daya Manusia dan lembaga KPU yang berkualitas.

(21)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 13 b. Menyelenggarakan Pemilu Serentak yang demokratis, tepat waktu, efisien dan efektif :

1) Terwujudnya kesadaran Pemilih, Kepemiluan dan Demokrasi yang tinggi untuk seluruh lapisan Masyarakat;

2) Terwujudnya koordinasi penyelenggaraan kepemiluan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Publik, disertai pengelolaan data dan informasi serta dokumentasi pelaksanaan Pemilu berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.

c. Mewujudkan Pemilu Serentak yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil : 1) Terwujudnya Pemilu Serentak yang aman dan damai disertai penyelesaian sengketa

hukum yang baik.

B. Rencana Kinerja Tahun 2020

Dalam rangka melaksanakan Renstra KPU Tahun 2020-2024 dan RKT Tahun 2020, pada tanggal 31 Januari 2020 KPU Kabupaten Situbondo telah menetapkan PK sebagai pernyataan tekad dan janji rencana kinerja yang akan dicapai pada Tahun 2020 yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Meningkatnya Penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan yang Demokratis

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 1.

Tabel 1

Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu

No Indikator Kinerja Target

1 Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP

Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100% 2 Persentase partisipasi pemilih dalam Pemilu/Pemilihan 77% 3 Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu/Pemilihan 75% 4 Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan 75% 5 Persentase yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar

Pemilih 0%

2. Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 2.

(22)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 14 Tabel 2

Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

No Indikator Kinerja Target

1. Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP

Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik 95% 2. Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan

pelanggaran Pemilu/Pemilihan 3%

3. Persentase Sengketa Hukum yang dimenangkan KPU 87%

3. Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemilihan

Indikator kinerja dan target dari sasaran strategis tersebut adalah sebagaimana pada Tabel 3.

Tabel 3

Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemilihan

No Indikator Kinerja Target

1. Nilai Akuntabilitas Kinerja B

2. Opini BPK atas Laporan Keuangan WTP

(23)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 15 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020

Kinerja KPU Kabupaten Situbondo Tahun 2020 adalah suatu bagian dari proses atau kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran Rencana Strategis 2020-2024. Dengan demikian, pencapaian kinerja per satuan kegiatan di tahun 2020 akan merupakan bagian dari pencapaian sasaran Rencana Strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra. Untuk keperluan penilaian akuntabilitas kinerja, maka dilakukan pengklasifikasian satuan-satuan kinerja yang telah dilaksanakan ke elemen-elemen sasaran Rencana Strategis (Renstra). Dengan cara ini, maka penilaian satuan-satuan kinerja akan dapat mencerminkan kinerja KPU Kabupaten Situbondo secara menyeluruh.

Pengukuran tingkat capaian kinerja KPU Kabupaten Situbondo Tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya seperti pada tabel berikut:

Pengukuran kinerja terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) KPU Tahun 2020 sebagaimana Tabel 6

Tabel 6

Pengukuran kinerja terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) KPU Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET (%) REALISASI (%) % CAPAIAN

Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan

Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100% 100% 100%

Persentase partisipasi pemilih dalam Pemilu/Pemilihan

77% 77,16% 100,2%

Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu/Pemilihan

75% 79,2% 105,6%

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/Pemilihan

75% 39,5% 52,7%

Persentase yang Berhak Memilih Tetapi Tidak masuk dalam Daftar Pemilih

(24)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 16

Selain itu, KPU telah menetapkan 3 (tiga) sasaran strategis yang akan dicapai pada tahun 2020 melalui PK, sasaran-sasaran tersebut kemudian diukur dengan berbagai indikator kinerja dan dibandingkan antara target dengan realisasinya, sehingga menghasilkan capaian kinerja sebagaimana Tabel 7. Tabel 7 Capaian Kinerja INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET (%) REALISASI (%) % CAPAIAN Sasaran 1: Meningkatnya Kualitas penyelenggaraan Pemilu

Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan

Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

100% 100% 100%

Persentase partisipasi pemilih dalam

Pemilu/Pemilihan 77% 77,1% 100,1%

Persentase partisipasi pemilih perempuan

dalam Pemilu/Pemilihan 75% 79,2% 105,6%

Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas

dalam Pemilu/Pemilihan 75% 39,5% 52,6%

Persentase yang Berhak Memilih Tetapi

Tidak masuk dalam Daftar Pemilih 0% 0% 0%

Sasaran 2: Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik

95% 100% 105%

Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran

Pemilu/Pemilihan

3% 0% 0%

Persentase Sengketa Hukum yang

dimenangkan KPU 87% 0% 0%

Sasaran 3: Meningkatnya Kapasitas Lembaga Penyelenggara Pemilu/Pemilihan

Nilai Akuntabilitas Kinerja B - -

Opini BPK atas Laporan Keuangan WTP - -

(25)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 17

Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa dari 12 indikator kinerja terdapat 5 indikator kinerja yang telah memenuhi target sesuai dengan rencana yang ditetapkan, sedangkan sisanya belum mencapai target.

KPU secara umum dapat mencapai target kinerja sebagaimana telah ditetapkan pada tahun 2020. Analisis dan evaluasi capaian kinerja KPU Kabupaten Situbondo pada tahun 2020 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sasaran 1 Meningkatnya Kualitas Penyelenggara Pemilu

Dalam rangka menuju Pemilu yang damai dan demokratis, telah ditetapkan sasaran Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu yang diukur melalui 5 indikator sebagai berikut:

1. Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

Pilkada Serentak 2020 merupakan pemilu yang diadakan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Buapati dan Wakil Bupati / Walikota dan Wakil Walikota secara serentak, berbeda dalam Pemilahan sebelumnya Pilkada kali ini dilaksanakan ditengah Pandemi COVID-19 yang mengharuskan untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam semua tahapan Pilkada serentak.Pilakada serentak diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan PERPU Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gurbernur, Bupati dan Walikota. Sempat mengalami Pengunduran Beberapa kali karena Memperhatikan Bencana non Alam yaitu Pandemi COVID-19, akhirnya Pilkada Serentak dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 dengan protocol kesehatan yang ketat.

Tabel 8 Capaian Kinerja No INDIKATOR KINERJA REALISASI 2019 (%) 2020 TARGET 2020 (%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISASI (%) 1 Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang

menyelenggarakan

(26)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 18 Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku

Sebagaimana tercantum dalam table 8 Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilu/Pemilihan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku yaitu sesuai dengan target 100%.

2. Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilihan

Esensi Pemilu/Pemilihan yang demokratis adalah ketika setiap warga negara bebas memilih maupun dipilih dan berpartisipasi dalam proses permilihan. Partisipasi pemilih yang dimaksud dimaknai sebagai peran serta masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu/Pemilihan. Bertolak dari paham kedaulatan ada di tangan rakyat maka partisipasi pemilih menjadi komponen utama bagi suksesnya penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan. Partisipasi pemilih merupakan salah satu indikator kunci untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan suatu penyelenggaraan pemilu/pemilihan. Semakin tinggi angka partisipasi pemilih dalam suatu penyelenggaraan pemilu/pemilihan maka Pemilu/ Pemilihan tersebut memiliki tingkat legitimasi yang baik dan penyelenggara pemilu dianggap berhasil begitupun sebaliknya. Partisipasi pemilih bisa diukur dari tinggi rendahnya tingkat kehadiran dan ketidakhadiran pemilih di TPS. Mengukur tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan dilakukan dengan cara membandingkan jumlah pengguna hak pilih dengan total pemilih. Suara tidak sah tetap dihitung sebagai partisipasi pemilih, karena pemilih telah menggunakan hak suaranya meskipun suaranya tidak sah (invalid vote). Tabel 9 Capaian Kinerja No INDIKATOR KINERJA REALISASI 2019 (%) 2020 TARGET 2019 (%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISASI (%) 1 Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu/Pemilhan 84.2 77 77,16 77 100,2

(27)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 19

Sebagaimana tercantum pada Tabel 9 dapat dilihat bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam dalam Pemilu Serentak 2019 adalah 84,2 persen sedangkan Hasil Partisipasi Pemilih dalam Pilkada serentak di Kabupaten Situbondo tahun 2020 sudah di atas hasil rata-rata yaitu berada di kisaran 77,16 Persen. Jadi capaian persentase hasil Pilkada serentak Kabupaten Situbondo tahun 2020 jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 77 persen, telah mencapai sebesar 100,2 persen.

KPU Kabupaten Situbondo telah melakukan langkah-langkah antisipatif dan upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak Kabupaten Situbondo 2020 melalui serangkaian program kegiatan pendidikan pemilih dan peningkatan partisipasi masyarakat sebagai berikut:

1. Konsolidasi Program Partisipasi Masyarakat;

2. Pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih/Rumah Pintar Pemilu;

3. Fasilitasi Pendidikan Pemilih dengan 6 Segmen (Pra Pemilih, Pemula, Agamawan, Perempuan, Marginal, Disabilitas;

4. Kerjasama di bidang Pendidikan Pemilih dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Masyarakat dan Komunitas;

5. Penyusunan Buku Pedoman Pendidikan Pemilih; 6. Penyusunan Buku Pedoman Rumah Pintar Pemilu.

Dalam melaksanakan program kegiatan terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi pemilih namun realisasi angka rata-rata partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 sudah melebihi target 77 persen. Dengan realisasi kisaran 77,16 persen, KPU Kabupaten Situbondo masih terus berupaya agar partisipasi pemilih yang mempunyai hak pilih nantinya akan mencapai 100 persen, namun ada beberapa hambatan yang pastinya menghalangi tujuan tersebut.

Hambatan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Adanya persepsi dari sebagian pemilih bahwa Pemilu/ Pemilihan tidak penting dan tidak membawa dampak langsung bagi masyarakat;

2. Pemilu yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid 19 membuat masyarakat takut untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung:

3. Kandidat yang menjadi calon dalam Pemilihan tidak sesuai dengan harapan masyarakat;

4. Masih rendahnya kesadaran sebagian Pemilih untuk melapor secara aktif jika tidak terdaftar dalam DPT/tidak mendapatkan undangan;

(28)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 20

5. Banyak pemilih yang tidak berada di tempat ketika hari pemungutan suara, seperti bekerja di tempat/daerah lain, sekolah/tugas belajar atau memanfaatkan hari libur untuk berekreasi dan berkumpul bersama keluarga;

6. Masyarakat jenuh dengan kepemiluan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dalam rangka meningkatkan angka partisipasi dalam Pemilu/Pemilihan selanjutya, khususnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun Tahun 2020, KPU Kabupaten Situbondo telah menyiapkan dan mengambil langkah-langkah strategis dan penting antara lain:

1. Dibentuknya kembali Relawan Demokrasi sebagai agen sosialisasi dan pendidikan pemilih di setiap kecamatan;

2. Menjalankan protokol kesehatan yang ketat dari sebelum dan sesudah tahapan Pilkada serentak yang ketat guna meminimalisir angka penyebaran Covid 19;

3. Meningkatkan sinergi antara Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) dengan Partai Politik, Civitas Akademika, NGO/LSM, Ormas, Komunitas, Media Massa dan Masyarakat;

4. Melaksanakan Riset Tingkat Partisipasi Pemilih untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum tahun 2020 tidak 100%. Hasil riset menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan peningkatan partisipasi pemilih untuk pemilu/Pemilihan selanjutnya;

5. Menyebarkan informasi yang lebih luas antara lain dengan menyusun Buku Seri Bacaan Pintar Pemilu untuk segmen Pra Pemilih, Pemilih Pemula, Perempuan dan Disabilitas.

3. Persentase Partisipasi Pemilih Perempuan dalam Pemilu/ Pemilihan

Pemilih perempuan adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berjenis kelamin perempuan dan telah memasuki usia untuk memilih atau telah menikah. Partisipasi pemilih perempuan dimaknai sebagai peran serta perempuan dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu/ Pemilihan. Wujud dari pentingnya partisipasi pemilih perempuan adalah kebebasan dan persamaan hak perempuan dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu/Pemilihan sebagai indikator mutlak suatu negara demokratis.

Partisipasi pemilih perempuan pada Pilkada serentak Kabupaten Situbondo Tahun 2020 bisa diukur dengan cara membandingkan jumlah pengguna hak pilih perempuan dengan total pemilih perempuan. Untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih perempuan dalam menggunakan hak pilih dapat terukur dari rata-rata partisipasi pemilih perempuan pada Pemilihan Pilkada serentak Tahun 2020 yang didapat dari data formulir model DB.

(29)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 21

Pengukuran Kinerja Persentase Pemilih Perempuan dalam Pemilu/ Pemilihan pada Tahun 2014-2019 sebagaimana pada Tabel 10.

Tabel 10

Pengukuran Kinerja terhadap Persentase Pemilih Perempuan dalam Pilkada Serentak pada Tahun 2020

No INDIKATOR KINERJA REALISASI 2019 (%) 2020 TARGET 20(%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISASI (%) 1 Persentase Partisipasi Pemilih perempuan dalam Pemilu/Pemilhan 75 75 79,2 75 105,6

Berdasarkan Tabel 10, dapat diketahui bahwa tingkat partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu Serentak 2019 adalah 83 persen, sedangkan persentase rata-rata partisipasi pemilih perempuan pada Pilkada serentak Tahun 2020 mencapai 79,2 persen. Selanjutnya bila dibandingkan dengan target tahun 2020, capaian kinerja tahun 2020 telah mencapai 105,6 persen.

Untuk meningkatkan persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilihan sudah dilakukan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mendongkrak tingkat partisipasi perempuan antara lain:

1. Fasilitasi Pendidikan Pemilih yang melibatkan segmen perempuan di tingkat KPU Kabupaten, PPK dan PPS;

2. Simulasi Pemungutan Suara dengan segmen perempuan.

Hambatan yang ditemui dalam meningkatkan persentase partisipasi Pemilih perempuan dalam Pemilihan antara lain :

1. Adanya persepsi dari sebagian pemilih bahwa Pemilu/Pemilihan tidak penting dan tidak membawa dampak langsung bagi masyarakat;

2. Pemilu yang diselenggarakan ditengah pandemi COVID-19 membuat masyarakat takut untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung:

3. Kandidat yang menjadi calon dalam Pemilihan tidak dikenal;

4. Masih rendahnya kesadaran sebagian Pemilih untuk melapor secara aktif jika tidak terdaftar dalam DPT/tidak mendapatkan undangan;

(30)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 22

5. Banyak pemilih perempuan yang tidak berada di tempat ketika hari pemungutan suara, seperti bekerja di tempat/daerah lain, sekolah/tugas belajar atau memanfaatkan hari libur untuk berekreasi dan berkumpul bersama keluarga.

Sebagai upaya untuk mendongkrak kembali tingkat partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu/Pemilihan, KPU telah mempersiapkan beberapa program kegiatan antara lain:

1. Membentuk dan mengembangkan komunitas penggiat pemilu segmen perempuan di tingkat Kabupaten;

2. Menjalankan protokol kesehatan yang ketat dari sebelum dan sesudah tahapan Pilkada serentak yang ketat guna meminimalisir angka penyebaran Covid 19;

3. Menyebarkan informasi yang lebih luas antara lain dengan menyusun Buku Seri Bacaan Pintar Pemilu untuk segmen Pra Pemilih, Pemilih Pemula, Perempuan dan Disabilitas untuk menambah informasi dan wawasan terkait kepemiluan.

4. Fasilitasi Pendidikan Pemilih ke segmen Perempuan.

4. Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitas dalam Pemilu/ Pemilihan

Penyandang disabilitas adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan aktivitas akibat dari adanya gangguan yang ada pada diri individu itu sendiri. Prinsip demokrasi mengatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam pemerintahan, begitu juga bagi para penyandang disabilitas. Mereka punya hak politik untuk memilih dan dipilih dalam tata pemerintahan.

Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Pasal 28 I ayat 2 amandemen ke 2 UUD 1945 yang berbunyi: “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu”.Selain itu dalam Pasal 28 H ayat 2 amandemen ke 2 UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

KPU sebagai penyelenggara Pemilu dituntut untuk mampu menyelenggarakan Pemilu/ Pemilihan yang aksesible atau dapat diakses oleh seluruh komponen masyarakat termasuk pemilih disabilitas. Partisipasi pemilih disabilitas dimaknai sebagai peran serta penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu/Pemilihan.

Partisipasi pemilih disabilitas pada Pemilihan Umum tahun 2019 diukur dengan cara membandingkan jumlah pengguna hak pilih disabilitas dengan total pemilih disabilitas.

(31)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 23

Untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih disabilitas dalam menggunakan hak pilih, dapat diukur dari rata-rata partisipasi pemilih disabilitas pada Pemilihan 2019 yang didapat dari data formulir model DB1 untuk tingkat kabupaten/kota.

Pengukuran Kinerja terhadap Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pilkada serentak 2020 disajikan pada Tabel11.

Tabel 11

Pengukuran Kinerja Terhadap Persentase Pemilih Disabilitas dalam Pilkada Serentak Tahun 2020

No INDIKATOR KINERJA REALISASI 2019 (%) 2020 TARGET 2020(%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISASI (%) 1 Persentase Partisipasi Pemilih Disabilitasi dalam Pemilu/ Pemilhan 42 75 39,5 75 52,7

Sebagaimana tercantum pada Tabel 11, tingkat partisipasi pemilih disabilitas pada Pemilihan Umum tahun 2020 mencapai 39,5 persen, belum bisa mencapai target tahun 2020 sebesar 75%.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan KPU sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas antara lain:

1. Menjalin kerjasama dengan LSM, Ormas dan Komunitas yang aktif untuk memperjuangkan hak-hak kaum disabilitas dalam Pemilu;

2. Melaksanakan fasilitasi pendidikan pemilih untuk segmen disabilitas;

3. Menyelenggarakan Simulasi Pemungutan Suara untuk kelompok disabilitas dengan menggunakan template braile (pemilih tuna netra);

4. Daftar pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan Umum tahun 2019 memuat informasi jumlah pemilih dengan disabilitas, lengkap dengan jenis disabilitas. Dimana kolom disabilitas tampil dalam rekap daftar pemilih sementara (DPS); 5. Menyediakan Formulir Model C7 (daftar hadir peserta) yang di dalamnya

memberikan catatan informasi apabila pemilih merupakan penyandang disabilitas dan jenis kecacatan pemilih untuk memudahkan pelayanan/pemberian bantuan;

(32)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 24

6. Memberikan kemudahan bagi pemilih disabilitas yang membutuhkan bantuan untuk didampingi oleh pendamping sendiri atau petugas KPPS dengan cara pendamping tersebut mengisi formulir C3.

Selama menjalankan kegiatan pendidikan pemilih dan peningkatan partisipasi pemilih disabilitas, terdapat kendala yang dihadapi antara lain:

1. Tidak semua penyandang disabilitas tuna netra mampu membaca huruf braile pada template;

2. Pemilu yang diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 membuat masyarakat takut untuk menggunakan hak pilihnya secara langsung;

3. Beberapa penyandang disabilitas masih merasa enggan untuk dicatat sebagai pemilih disabilitas;

4. Tingkat literasi politik pemilih disabilitas yang beragam.

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih disabilitas pada penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan berikutnya, KPU Kabupaten Situbondo telah menyusun rencana strategis yang lebih inovatif dan aksesible bagi penyandang disabilitas yaitu:

1. Membuat alat peraga pendidikan pemilih yang lebih aksesible untuk penyandang disabilitas

2. Menyelenggarakan fasilitasi pendidikan pemilih dan simulasi pemungutan suara bagi penyandang disabilitas yang lebih aksesible atau selalu menghadirkan penterjemah untuk disabilitas tuna rungu;

3. Menyebarkan informasi yang lebih luas antara lain dengan menyusun Buku Seri Bacaan Pintar Pemilu untuk segmen Pra Pemilih, Pemilih Pemula, Perempuan dan Disabilitas untuk menambah informasi dan wawasan terkait kepemiluan.

5. Persentase yang Berhak Memilih Tetapi Tidak masuk dalam Daftar Pemilih

Untuk menjalankan Pemilu yang demokratis, KPU Kabupaten Situbondo berupaya untuk mendaftarkan seluruh penduduk yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Pemilihan yang sedang berlangsung, sehingga hak dasar warga negara Indonesia berdasarkan konstitusi untuk memilih dapat terpenuhi. KPU Kabupaten Situbondo sadar bahwa berhasil atau tidaknya sebuah pemilu ada pada pemilih itu sendiri. Dengan aplikasi SIDALIH yang merupakan sistem elektronik dan teknologi informasi yang digunakan oleh KPU untuk proses kerja penyelenggara Pemilu atau pemilihan dalam menyusun, mengkoordinasi, mengumumkan dan memelihara data pemilih, dapat

(33)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 25

meminimalisir orang yang berhak memilih tetapi tidak masuk daftar pemilih di Pilkada serentak tahun 2020. Adapun persentase Pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk daftar pemilih disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12

Pengukuran Kinerja terhadap Persentase Pemilih yang Berhak Memilih Tetapi Tidak Masuk dalam Daftar Pemilih

No INDIKATOR KINERJA REALISA SI 2019 (%) 2020 TARGE T 2020 (%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISA SI (%) 1 Persentase yang Berhak Memilih Tetapi Tidak masuk dalam Daftar Pemilih

- 0 0,52 0 0

Sebagaimana yang tercantum dalam tabel 12 Presentase yang berhak memilih tetapi tidak masuk daftar pemilih tahun 2020 sebesar 0,52 persen.

Pada Pemilu Serentak tahun 2019 Pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih adalah sebesar. Pada Pilkada Serentak tahun 2020 adalah sebesar.

Pelaksanaan pemutakhiran daftar pemilih Pilkada serentak tahun 2020 didukung oleh kegiatan berikut:

1. Pengembangan Sistem Informasi Data Pemilih:

a. Penyesuaian alur sistem informasi dengan alur pemutakhiran daftar pemilih Pilkada serentak tahun 2020;

b. Penambahan fitur bantu menghitung perubahan data pemilih berdasarkan penggunaan fitur;

c. Perbaikan fitur.

2. Pengembangan Server dan Jaringan pendukung Sistem Informasi Data Pemilih; 3. Bimbingan Teknis penggunaan Sistem Informasi Sidalih dan pemaparan peraturan

pemutakhiran data pemilih Pemilihan; 4. Helpdesk Sistem Informasi Data Pemilih;

5. Forum diskusi online operator sistem informasi data pemilih.

Adapun kendala yang dihadapi saat proses pemutakhiran daftar pemilih pada Pilkada serentak tahun 2020 sebagai berikut :

(34)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 26

1. Sempitnya jadwal penyusunan dan penetapan Daftar Pemilih Pilkada serentak tahun 2020;

2. Terdapat beberapa daerah yang terkoneksi jaringan internetnya tidak normal, sehingga pelaksanaan rekapitulasi menggunakan data manual;

3. Masih belum aktifnya pemilih pada saat proses pencocokan dan penelitian di lapangan atau pada saat pengumuman daftar pemilih di masing-masing kelurahan atau tingkat RT dan RW.

Beberapa faktor penyebab meningkatnya kualitas pemutakhiran daftar pemilih dalam menurunkan persentase pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk ke dalam daftar pemilih pada Pilkada serentak 2020 sebagai berikut:

1. Tersampaikannya sosialisasi KPU Kabupaten Situbondo kepada masyarakat;

2. Dilakukan proses sinkronisasi data antara DPT Pemilu terakhir dengan DP4 yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada saat Pemilihan Umum tahun 2019 sesuai dengan amanat Undang-Undang;

3. Pengembangan Sistem Informasi Data Pemilih dalam melaporkan perubahan data pemilih;

4. Pengembangan portal pengumuman data pemilih agar dapat diakses lewat ponsel pintar.

Dalam rangka menurunkan persentase pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk ke dalam daftar pemilih pada Pemilu/ Pemilihan berikutnya, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Sosialisasi proses Pemutakhiran Daftar Pemilih pada Pemilihan akan dimulai kepada masyarakat dan mengajak masyarakat untuk tertib administrasi;

2. Pengembangan pelaporan proses dan hasil kerja PPDP dalam melakukan pencocokan dan penelitian;

3. Peningkatan frekuensi analisa ketidaklengkapan data pemilih dan potensi pemilih ganda;

4. Peningkatan kualitas Bimbingan Teknis terhadap PPDP.

Sasaran 2 Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil

KPU telah menetapkan sasaran Terlaksananya Pemilu/Pemilihan yang Aman, Damai, Jujur dan Adil, sasaran ini diukur melalui indikator sebagai berikut:

(35)

KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 27 1. Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang

melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik

Indikator Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik diukur melalui persentase pembandingan jumlah TPS yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan dengan jumlah TPS yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan terdapat konflik di Kabupaten Situbondo.

Pengukuran KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik sebagaimana pada Tabel 13.

Tabel 13

Pengukuran KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik

No INDIKATOR KINERJA REALISA SI 2019(%) 2020 TARGE T 2020(%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISA SI (%)

1 Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik 100 95% 100% 95 105

Data pada Tabel 13 menunjukan Persentase KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilu/Pemilihan tanpa konflik pada Pilkada serentak tahun 2020 persentasenya sama yaitu 100%. Hal ini dapat tercapai melalui berbagai kegiatan yang bersifat pencegahan (preventive), diantaranya berupa pendidikan dan pelatihan bagi para Anggota KPU Kabupaten/Kota serta PNS yang bekerja di KPU.

Hambatan/kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran adalah permasalahan pelanggaran tidak hanya personil KPU saja, melainkan juga peserta Pemilu dan para pemangku kepentingan lainnya.

2. Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan

Sebagai salah satu negara berkembang dan juga sebagai demokrasi yang sedang berusaha mencapai stabilitas nasional dan memantapkan kehidupan politik juga mengalami

(36)

gejolak-KPU Kabupaten Situbondo| Laporan Kinerja Tahun 2020 28

gejolak sosial dan politikdalam proses pemilihan umum. Termasuk di dalamnya yaitu

kemungkinan aka nada penyelenggara pemilu yang melakukan pelanggran di kepemiluan, maka dari itu Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan dapat dilihat di table 14, di bawah ini

Tabel 14

Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan No INDIKATOR KINERJA REALISA SI 2019 (%) 2020 TARGE T 2019 (%) Capaian Realisasi (%) TARGET (%) REALISA SI (%) 1 Persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu/Pemilihan 0 3 0 3 0

Jumlah Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran pada Pilkada serentak Tahun 2020 tetap 0 persen jika dibandingkan dengan Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran di Pilkada serentak 2020. Pada Pemilu serentak Tahun 2019 dan Pilkada serentak tahun 2020 dari total 16 orang personil KPU, tidak ada yang diberikan putusan pelanggaran kode etik atau berjumlah 0 orang (0%) dari total 16 orang personil KPU, yang terdiri dari 5 orang Anggota KPU Kabupaten dan 11 PNS.

Data pada Tabel 14 menunjukan persentase Penyelenggara Pemilu/Pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran Pemilu serentak 2019 dengan Pilkada serentak 2020 persentasenya sama yaitu 0%. Hal ini dapat tercapai melalui berbagai kegiatan yang bersifat pencegahan (preventive), diantaranya berupa pendidikan dan pelatihan bagi para Anggota KPU Kabupaten/Kota serta PNS yang bekerja di KPU.

Hambatan/kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran adalah permasalahan pelanggaran tidak hanya personil KPU saja, melainkan juga peserta Pemilu dan para pemangku kepentingan lainnya.

Oleh karena itu, solusi guna mengatasi hambatan/kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran adalah :

Gambar

Tabel 8  Capaian Kinerja  No  INDIKATOR  KINERJA  REALISASI 2019 (%)  2020  TARGET 2020 (%)  Capaian  Realisasi  (%) TARGET  (%)  REALISASI (%)  1  Persentase KPU,  KPU Provinsi/KIP  Aceh, atau KPU/KIP  Kabupaten/Kota  yang
Tabel 8  Capaian Kinerja  No  INDIKATOR  KINERJA  REALISASI 2019 (%)  2020  TARGET 2020 (%)  Capaian  Realisasi  (%) TARGET  (%)  REALISASI (%)  1  Persentase KPU,  KPU Provinsi/KIP  Aceh, atau KPU/KIP  Kabupaten/Kota  yang

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan interpretasi menggunakan metode Geolistrik VES Gambar 7 dan Well Logging Gambar 8, daerah penelitian Kabupaten Pringsewu pada Kecamatan Adiluwih

normal (asam folat, pirimidin, atau purin); sehingga dapat menghambat enzim-enzim yang diperlukan untuk regenerasi asam folat atau aktivasi pirimidin atau purin untuk sintesis DNA

Setelah dilakukan sosialisasi dan monitoring terhadap implementasi senam ergonomi pada operator RTG yang rutin dilakukan terjadi penurunan kategori kelelahan kerja

Sesuai tugas dan fungsi TRC Kementerian Sosial tersebut, TRC Yogyakarta yang terdiri TRC Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) dan TRC

Sarana prasarana yang mendukung santri dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren Tahaffudzul Qur’an Purwoyoso Ngaliyan antara lain kamar santri sebagai

Hasil matriks SWOT menunjukkan bahwa ada tujuh alternatif strategi kebijakan peningkatan pendapatan nelayan di Kabupaten Halmahera Utara. Namun untuk strategi

Hasil analisis data menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran mind mapping dan media gambar pada materi sistem ekskresi kelas XI SMAN 5

1) Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi terhadap kepuasan kerja guru di SMK PGRI Sukoharjo Tahun Ajaran 2012/2013; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan