OPTIMALISASI PELAYANAN
INFORMASI PUBLIK DINAS
PERTANIAN DAN PETERNAKAN
PROVINSI BANTEN
Oleh
Ir. RADEN GELAR SUPRIJADI, MM, Mba
PPID PEMBANTU
DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
BIMBINGAN TEKNIS STANDAR PELAYANAN PUBLIK
DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI
SEJARAH KETERBUKAAN
INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI
BANTEN
24 Feb
2011
KI Prov Banten
dilantik
Gubernur
2008 UU KIP
disahkan
2010 UU KIP
diberlakukan
01 Agust
2011
PPID Banten
ditetapkan
25 Okto
2012
PERDA 8/2012
disahkan
14 Juli
2011
Pergub
16/2011
ditetapkan
25 Maret
2013
Perubahan
Kepgub
ditetapkan
Badan Publik
adalah Lembaga eksekutif ,legislatif, yudikatif,
dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan
dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh
dananya bersumber dari APBN/APBD, atau organisasi
Non-Pemerintah
sepanjang sebagian atau seluruh dananya
bersumber dari APBN/APBD, sumbangan masyarakat
dan/atau luar negeri.
Informasi Publik
Adalah Informasi yang dihasilkan, disimpan,
dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik
yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan
negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan
publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta
informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
•
mengkoordinasikan
dan
mengkonsolidasikan
pengumpulan bahan informasi dan dokumentasi dari
SKPD;
•
menyimpan, mendokumentasikan, menyediakan dan
memberi pelayanan informasi;
•
melakukan verifikasi bahan informasi publik;
•
melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi;
•
menyediakan informasi dan dokumentasi untuk
diakses oleh masyarakat;
•
melakukan inventarisasi informasi yang dikecualikan
untuk
dilakukan
uji
konsekuensi
oleh
Tim
Pertimbangan;
•
membuat laporan pelayanan informasi.
(Pasal 14 ayat (1) Pergub No. 14 Tahun 2011)
•
penghimpunan informasi publik dari SKPD/Unit
Kerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi
Banten;
•
penataan dan penyimpanan informasi publik
yang diperoleh dari SKPD/Unit Kerja di
lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
(Pasal 14 ayat (2) Pergub No. 16 tahun 2011)
Ada pada setiap SKPD
PPID Pembantu melekat pada jabatan :
Sekretaris pada SKPD;
Kepala Bagian yang membidangi kesekretariatan pada
Biro di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Banten;
Kepala Bagian yang membidangi kesekretariatan pada
Bagian di Lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Banten;
Kepala UPT;
Kasubag TU pada Kantor/Sekretariat KPID/RSUD
Malingping.
(Pasal 16 Pergub No. 16 tahun 2011)
•
mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan
pengumpulan bahan informasi dan dokumentasi;
•
menyimpan, mendokumentasikan, menyediakan dan
memberi pelayanan informasi kepada publik;
•
melakukan verifikasi bahan informasi publik;
•
melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi;
•
menyediakan informasi dan dokumentasi untuk diakses
oleh masyarakat;
•
melakukan inventarisasi informasi yang dikecualikan
untuk disampaikan kepada PPID.
(Pasal 17 ayat (1) Pergub No. 16 tahun 2011)
TUGAS PPID
PEMBANTU
•
Pembantu penghimpunan informasi publik pada
masing-masing SKPD/Unit Kerja;
•
penataan dan penyimpanan informasi publik
pada masing-masing SKPD/Unit Kerja.
Pasal 17 ayat (2) Pergub No. 16 Tahun 2011
FUNGSI PPID
PEMBANTU
Memberikan pelayanan informasi dan menolak permohonan informasi
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang diketahui/ disetujui
oleh kepala SKPD/Unit Kerja, dengan ketentuan :
•
Kepala SKPD/Unit Kerja bertanggungjawab penuh terhadap semua
proses pengelolaan informasi dan dokumentasi di Lingkungan SKPD
masing-masing yang dilaksanakan oleh PPID-Pembantu;
•
Kepala SKPD/Unit Kerja menandatangani laporan PPID-Pembantu
untuk diserahkan kepada PPID;
•
PPID-Pembantu bersama-sama dengan PPID melaksanakan proses
mediasi atau ajudikasi di Komisi Informasi dan proses ajudikasi di
Pengadilan apabila terjadi sengketa informasi.
(Pasal 18 Pergub No. 16 tahun 2011)
KEWENANGAN PPID
PEMBANTU
KATEGORI INFORMASI PUBLIK
INFORMASI PUBLIK
INFORMASI WAJIB
DISEDIAKAN &
DIUMUMKAN
INFORMASI YG
DIKECUALIKAN
INFORMASI ATAS DASAR
PERMINTAAN
BERKALA SERTA MERTA
1. Informasi yang berkaitan dengan Badan Publik; 2. Informasi mengenai
kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait;
3. Informasi mengenai laporan keuangan; dan/atau; 4. Informasi lain yang diatur
dalam peraturan
perundang-undangan; 5. Kewajiban memberikan dan
menyampaikan informasi publik dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan sekali;
6. Kewajiban
menyebarluaskan informasi publik disampaikan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.
1. Daftar seluruh informasi publik yang berada dibawah penguasaannya, tidak termasuk informasi yang dikecualikan;
2. Hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya;
3. Seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya;
4. Rencana Kerja proyek termasuk di
dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan Badan Publik;
5. Perjanjian Badan Publik dengan pihak ketiga;
6. Informasi dan Kebijakan yang disampaikan pejabat publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum; 7. Prosedur kerja pegawai Badan Publik
yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan/atau
8. Laporan mengenai pelayanan akses informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini.
1. Badan Publik wajib mengumumkan secara serta merta suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum;
2. Kewajiban menyebarluaskan informasi publik disampaikandengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.
a. Dapat Menghambat Proses Penegakan Hukum;
b. Dapat Mengganggu Kepentingan Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual Dan Perlindungan Dari Persaingan Usaha Tidak Sehat;
c. Dapat Membahayakan Pertahanan Dan Keamanan Negara; d. Dapat Mengungkapkan Kekayaan Alam Indonesia; e. Dapat Merugikan Ketahanan Ekonomi Nasional: f. Dapat Merugikan Kepentingan Hubungan Luar Negeri :
g. Dapat Mengungkapkan Isi Akta Otentik Yang Bersifat Pribadi Dan Kemauan Terakhir Ataupun Wasiat Seseorang;
h. Dapat Mengungkap Rahasia Pribadi;
i. Memorandum Atau Surat-Surat Antar Badan Publik Atau Intra Badan Publik, Yang Menurut Sifatnya Dirahasiakan Kecuali Atas Putusan Komisi Informasi Atau Pengadilan;
j. Informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang.