BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Penelitian. Istilah syariah adalah sesuatu yang bisa dikatakan sedang marak sejak

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Penelitian

Istilah “syariah” adalah sesuatu yang bisa dikatakan sedang marak sejak beberapa tahun terakhir. Bila mendengar kata syariah, kita praktis akan mengaitkannya dengan lembaga keuangan. Banyak lembaga keuangan berbasis syariah yang tumbuh di Indonesia, di antaranya berbentuk bank syariah, pasar modal syariah, reksadana syariah, koperasi syariah, dan asuransi syariah. Mengenai asuransi syariah, lembaga ini ada yang merupakan percabangan dari unit konvensional yang sudah ada, ataupun langsung mendirikan perusahaan asuransi syariah.

Asuransi syariah pertama di dunia, didirikan di Sudan pada tahun 1979 dengan nama Sudanese Islamic Insurance. Lalu disusul dengan berdirinya asuransi syariah di Arab Saudi yang bernama The Islamic Arab Insurance Co. pada tahun 1980. Pada tahun 1983, The Islamic Takaful Company of Luxemburg didirikan di Bahamas. Dan selanjutnya negara-negara lain seperti Bahrain, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia juga menyusul mendirikan asuransi syariah.

Malaysia adalah negara yang mempelopori berdirinya asuransi syariah di Asia Tenggara, yaitu dengan berdirinya Syarikat Takaful Malaysia Berhad pada tanggal 29 November 1984, yang kemudian disusul oleh berdirinya asuransi syariah di negara-negara asia tenggara lainnya termasuk Indonesia.

(2)

2 Pada Juli 1992, berdirilah Bank Muamalat yang merupakan bank syariah murni pertama di Indonesia. Kegiatan operasional bank syariah tidak bisa lepas dari praktik asuransi syariah. Oleh karena itu pada tanggal 24 Februari 1994 berdirilah PT Syarikat Takaful Indonesia sebagai hasil dari kerjasama berbagai pihak seperti TEPATI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Bank Muamalat, Asuransi Tugu Mandiri, dan Departemen Keuangan, dengan dua anak perusahaan yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum. PT Syarikat Takaful Indonesia merupakan asuransi murni syariah pertama dan tertuas di Indonesia, karena tidak mempunyai cabang asuransi konvensional seperti pada perusahaan-perusahaan asuransi lainnya yang memiliki 2 cabang, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah.

Dari sekian banyak perbedaan yang ada, perbedaan yang mendasar antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional di antaranya adalah, pertama, karena di dalam asuransi syariah mekanisme penanganan risikonya adalah sharing of risk dimana antar sesama peserta saling membantu dan menanggumg terhadap risiko yang mungkin akan terjadi, sedangkan dalm asuransi konvensional mekanismenya adalah transfer of risk dimana peserta memindahkan risikonya kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi. Yang kedua adalah dalam hal akad atau perjanjian. Dalam asuransi syariah, akad yang digunakan ada dua, yaitu akad tabarru’ yang digunakan antar sesama peserta asuransi dengan tujuan kebajikan dan akad tijarah yang digunakan antara peserta dengan perusahaan asuransi. Sedangkan dalam asuransi konvensional, akad yang digunakan adalah akad jual-beli dimana perusahaan

(3)

3 asuransi menjual perlindungan atas risiko yang tidak pasti dengan menerima pembayaran premi dari peserta. Akad jual-beli di dalam asuransi konvensional mengandung praktik muammalah yang tidak diperbolehkan oleh syariat Islam. praktik tersebut di antaranya adalah praktik gharar dan maisir. Kemudian perbedaan yang ketiga adalah mengenai pengelolaan dana. Di dalam asuransi syariah, premi yang diterima dari peserta bukan merupakan pendapatan bagi perusahaan. Premi tersebut akan diklasifikasikan sebagai pendapatan dana tabarru’. Perusahaan hanya bertugas untuk mengelola dana tersebut di antaranya adalah untuk pembayaran klaim, sedangkan pendapatan perusahaan berasal dari transaksi yang menggunakan akad wakalah bil ujrah atau yang menggunakan akad mudharabah. Sedangkan pada asuransi konvensional, premi yang diterima dari peserta merupakan milik perusahaan seluruhnya.

Penulis memilih PT Asuransi Takaful Umum sebagai tempat untuk melakukan penelitian skripsi karena penulis merasa sebagai perusahaan asuransi murni syariah pertama dan tertua di Indonesia, PT Asuransi Takaful Umum dapat lebih stabil dalam melakukan penyesuaian dengan perubahan yang terjadi. Penulis ingin meneliti bagaimana perusahaan mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan pendapatannya, bagaimana perusahaan menginvestasikan dana yang dimilikinya dan bagaimana perusahaan melakukan bagi hasil atas investasinya dengan para peserta, serta bagaimana perusahaan mengklasifikasikan pendapatannya dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya keunikan atas pemisahan antara pendapatan dana tabarru’ dan pendapatan perusahaan ini, serta belum adanya penelitian terdahulu yang

(4)

4 membahas mengenai akuntansi transaksi asuransi syariah sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian sehubungan dengan perlakuan akuntansi atas pendapatan asuransi syariah yang evaluasinya berdasarkan PSAK 108, maka penulis mengambil bidang ini untuk penulisan skripsi dengan judul “EVALUASI TERHADAP PENDAPATAN DANA TABARRU’ DAN

PENDAPATAN PERUSAHAAN BERDASARKAN PSAK 108 PADA PT ASURANSI TAKAFUL UMUM”.

I.2 Identifikasi Masalah Penelitian

Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana perusahaan memberikan perlakuan akuntansi terhadap pendapatan yang diterimanya?

2. Bagaimana perusahaan menginvestasikan pendapatan dan melakukan bagi hasil atas investasinya?

3. Bagaimana perusahaan mengklasifikasikan transaksi yang berkaitan dengan pendapatannya dalam laporan keuangan perusahaan?

I.3 Ruang Lingkup Penelitian

Lembaga-lembaga keuangan syariah di Indonesia terdiri dari lembaga bank, asuransi, reksadana, pasar modal, leasing, koperasi, dan lainnya. Penelitian ini hanya sebatas pada asuransi syariah yang membahas tentang pendapatan dana tabarru’ dan pendapatan dana perusahaan. Penulis tidak membahas tentang akuntansi transaksi asuransi syariah secara keseluruhan. Penelitian dilakukan

(5)

5 pada pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan pendapatan dana tabarru’ dan pendapatan perusahaan berdasarkan PSAK 108.

I.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengevaluasi apakah perlakuan akuntansi yang terdiri dari pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas pendapatan dana tabarru' dan pendapatan perusahaan telah sesuai dengan PSAK 108: Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah;

2. Untuk mengevaluasi bagaimana perusahaan menginvestasikan pendapatan dana tabarru’ dan pendapatan perusahaannya, dan bagaimana perusahaan melakukan bagi hasil atas investasi tersebut;

3. Untuk mengevaluasi bagaimana perusahaan mengklasifikasikan transaksi yang berkaitan dengan penerimaan pendapatannya di dalam laporan keuangan perusahaan.

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:

1. Membantu manajemen sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian pendapatannya yang akan mempengaruhi laporan keuangan perusahaan, sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengembangkan perusahaan.

(6)

6 2. Para pengguna laporan keuangan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan terkait dengan kondisi keuangan perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang terbaik.

3. Memberikan tambahan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman penulis dalam hal asuransi syariah.

4. Sebagai bahan acuan bagi mahasiswa mengenai asuransi syariah dan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

I.5 Ringkasan Metodologi Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan adalah analisis terhadap pengakuan pendapatan asuransi syariah. Karakteristik penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jenis risetnya adalah riset eksploratoria atau metode riset kualitatif, karena data

yang diambil merupakan data primer dari PT Asuransi Takaful Umum.

2. Kedalaman riset mendalam tetapi hanya melibatkan satu objek saja, yaitu penelitian mengenai perlakuan akuntansi atas pendapatan asuransi syariah, yaitu pendapatan atas dana tabarru’, pendapatan ujrah atas usaha perusahaan mengelola dana tabarru’, pendapatan atas investasi dana tabarru’, dan pendapatan atas investasi dana perusahaan.

3. Metode pengumpulan datanya ada yang merupakan metode langsung, yaitu dengan melakukan wawancara dengan karyawan perusahaan dan observasi, dan dengan metode tidak langsung, yaitu dengan melakukan studi kepustakaan. 4. Lingkungan penelitian yang digunakan merupakan lingkungan noncontived

(7)

7

5. Unit analisis penelitian ini merupakan perusahaan asuransi syariah, yaitu PT Asuransi Takaful Umum.

I.6 Sistematika Pembahasan

Pembahasan pada skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang perlakuan akuntansi atas pendapatan asuransi syariah yang berdasarkan pada PSAK 108. Penulisan skripsi ini terdiri dari 5 (lima) bab dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini, penulis menerangkan tentang lembaga-lembaga keuangan syariah yang berkembang di Indonesia. Penulis juga memberikan sejarah singkat awal mula berdirinya asuransi syariah di dunia, hingga akhirnya berdirinya asuransi syariah di Indonesia. Kemudian penulis memberikan gambaran secara garis besar mengenai perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional, dan mengenai pengelompokkan pendapatan pada asuransi syariah. Dan pada akhirnya, penulis menyampaikan tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tinjauan umum mengenai teori-teori yang menjelaskan mengenai asuransi syariah, yang terdiri dari pengertiannya menurut pedoman umum asuransi syariah yang dikeluarkan oleh DSN-MUI juga menurut PSAK 108, perbedaan antara asuransi konvensional

(8)

8 dengan asuransi syariah, serta tujuan dan prinsip asuransi syariah. Kemudian teori mengenai pendapatan perusahaan, yang terdiri dari pengertian pendapatan menurut para ahli, jenis-jenis pendapatan, dan metode pengakuan pendapatan. Lalu mengenai PSAK 108, yang terdiri dari ruang lingkup, pengakuan dan pengukuran, serta penyajian dan pengungkapannya. Selanjutnya ada contoh penjurnalan akuntansi transaksi asuransi syariah. Dan yang terakhir adalah penelitian terdahulu mengenai asuransi syariah.

BAB III OBJEK PENELITIAN

Bab ini merupakan penjelasan secara umum mengenai profil perusahaan yang menjadi objek penelitian skripsi penulis. Bab ini terdiri dari sejarah singkat perusahaan, bidang usaha, produk-produk yang ditawarkan perusahaan, dan struktur organisasi perusahaan.

BAB IV PEMBAHASAN

Dalam bab ini penulis akan membahas dan mengevaluasi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas pendapatan dana tabarru’ dan pendapatan perusahaan yang ditinjau dari PSAK 108. Juga membahas tentang investasi atas pendapatan dana tabarru’ dan investasi atas pendapatan perusahaan, serta bagaimana perusahaan melakukan bagi hasil atas investasi kedua pendapatan tersebut. Dan yang terakhir adalah bagaimana transaksi-transaksi asuransi syariah diklasifikasikan dalam laporan keuangan perusahaan.

(9)

9 BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab terakhir ini, penulis akan menyampaikan kesimpulan yang penulis dapatkan setelah melakukan penelitian di perusahaan, dan penulis akan memberikan saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan asuransi syariah, praktisi asuransi syariah, dan penulis selanjutnya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :