• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI A. Sistem Hukum Kewarisan Islam - Hukum Kewarisan Islam dalam Perspektif Muhammad Syahrur : Studi Kritis Terhadap Bagian Ahli Waris - Raden Intan Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI A. Sistem Hukum Kewarisan Islam - Hukum Kewarisan Islam dalam Perspektif Muhammad Syahrur : Studi Kritis Terhadap Bagian Ahli Waris - Raden Intan Repository"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  2 :1
Gambar 2. 2
Gambar  2.  3

Referensi

Dokumen terkait

secara jelas dalam pasal 173 tentang terhalangnya untuk menjadi ahli waris adalah perbedaan agama bukan berarti ahli waris beda agama mendapat bagian dari harta pewaris

Universitas Indonesia terdekat.” Akan tetapi, meskipun Al-Qur’an telah menetapkan dengan jelas bagian masing-masing ahli waris atas harta warisan pewaris, namun tidak menutup

Warisan adalah peralihan harta peninggalan dari seseorang yang meninggal dunia (pewaris) kepada yang masih hidup (ahli waris), baik harta yang ditinggalkannya, orang-orang

Kebiasaan yang terjadi di dalam masyarakat adat Desa Pencong Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa harta warisan dibagi-bagi kepada ahli waris meskipun pewaris

secara jelas dalam pasal 173 tentang terhalangnya untuk menjadi ahli waris adalah perbedaan agama bukan berarti ahli waris beda agama mendapat bagian dari harta pewaris

Kedudukan Ahli Waris Non Muslim Terhadap Harta Warisan Pewaris Ditinjau Dari Ajaran Agama Budha Kedudukan ahli waris dalam AgamaBudha adalah menggunakan sistem hukum kewarisan

1 Melalui Kompilasi Islam diatur tentang kedudukan dan bagian ahli waris pengganti yaitu Pasal 185 yang berbunyi : 1 Ahli waris yang meninggal terlebih dahulu dari pada si pewaris

Dalam sistem pembagian harta warisan seseorang ahli waris dan juga pewaris harus Islam, sesuai dengan perkataan dari Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhoriy: ُمِلْسُلما