PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA SENDIRI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI DENPASAR

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI

KORBAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH

ORANG TUA SENDIRI DI WILAYAH HUKUM

PENGADILAN NEGERI DENPASAR

I MADE ADYANA PUTRA NIM : 1016051127

FALKULTAS HUKUM PROGRAM EKSTENI

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2015

(2)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI

KORBAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH

ORANG TUA SENDIRI DI WILAYAH HUKUM

PENGADILAN NEGERI DENPASAR

Skripsi ini dibuat untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Program Ektensi Universitas Udayana

I MADE ADYANA PUTRA NIM. 1016051127

FAKULTAS HUKUM PROGRAM EKTENSI

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASR

2015

(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang HyangWidhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatnyalah skripsi ini yang berjudul

“PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN

KEKERASAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA SENDIRI DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI DENPASAR” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penyusunan skripsi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai rangkaian kegiatan akademis yang lain, untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Program Ektensi Universitas Udanyana.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari berbagai pihak sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak I Wayan Suardana, SH., MH selaku pembimbing I dan Bapak A. A. Ngurah Wirasila, SH. ,MH selaku pembimbing II yang telah dengan sabar, tekun, tulus dan ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikiran memberikan bimbingan, motivasi, arahan, dan saran-saran yang sangat berharga kepada penulis selama menyusun skripsi.

Selanjutnya ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada:

1. Bapak Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana, SH., MH, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Udanyana.

2. Bapak I Ketut Sudiarta, SH., MH, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Udanyana.

(6)

3. Bapak I Wayan Bela Siki Layang, SH., MH, Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Udanyana.

4. Bapak I Wayan Suardana, SH., MH, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udanyana.

5. Bapak A. A Gede Oka Parwata, SH., M. Si selaku Ketua Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Udayana.

6. Bapak A. A Ketut Sukranatha, SH., MH selaku Sekretaris Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Udayana.

7. Ibuk I Gusti Agung Ayu Dike Widhyaastuti, SH selaku Ketua Bagian Hukum Pidana Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Udayana.

8. Segenap Bapak/ Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Udanyan yang telah banyak memberikan limu pengetahuan kepada saya selama saya menjadi mahasiswa, tidak akan bisa saya balas

9. Bapak/ ibu Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan, mengarahkan dan menjawab seluruh pertanyaan dan memberikan tambahan pengetahuan.

10.Semua Staf pegawai di Pengadilan Negeri Denpasar yang telah membantu dan memberikan data dan informasi yang di butuhkan untuk kelancaran sekeripsi ini.

11.Kedua orang tua dan seluruh keluarga tercinta atas jerih payah, kasih sayang dan doa sertunya dalam memotifasi dan mendorong saya tanpa henti-hentinya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

12.Kakaku Ni Wayan Yustita Radini, SE yang sudah ngasik saran dan ide-ide, masukan-masukan selama kuliah dan penyusunan sekeripsi terselesai

(7)

13.Serta temen-temen seperjuangan yang saya cintai dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan semangat dan bantuan moril sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

Akhir kata dengan segala kerendahan hati, saya mengharapkan kritik, petunjuk, serta saran para pembaca untuk menuju arah penyempurnaan sekripsi ini sehingga dapat berguna bagi kita semua.

Denpasar, 24 Nopember 2015

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL DEPAN

HALAMAN SAMPUL DALAM ... i

HALAMAN PRASYARAT GELAR SARJANA HUKUM ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING/PENGESAHAN……… iii

HALAMAN PERSETUJUAN/PENGESAHAN PANITIA PENGUJI ... iv

HALAMAN KATA PENGANTAR ... v

HALAMAN DAFTAR ISI ... viii

HALAMAN SURAT PERNYARATAAN KEASLIAN ... xi

ABSTRAK ... xii

ABSTRACT ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 5

1.3Ruang Lingkup Masalah ... 5

1.4Orisinalitas Penelitian ... 6 1.5Tujuan Penulisan ... 7 1.5.1 Tujuan Umum ... 7 1.5.2 Tujuan Khusus ... 8 1.6ManfaatPenulisan ... 8 1.6.1 Manfaat Teoritis ... 8 1.6.2 Manfaat Praktis ... 8 1.7Landasan Teoritis ... 9 1.8Metode Penulisan… ... 14

(9)

1.8.1 Jenis Penelitian ... 14

1.8.2 Jenis Pendekatan ... 15

1.8.3 Sifat Peneliti ... 15

1.8.4 Sumber Data ... 15

1.8.5 Teknik Pengumpulan Data ... 16

1.8.6 Pengolahan dan Analisis Data ... 17

BAB II PENGERTIAN ANAK DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN 2.1Pengertian Anak ... 18

2.2Hak-Hak Anak ... 24

2.3Pengertian Kekerasan ... 28

2.4Pengertian Perlindungan Hukum Terhadap Anak ... 33

2.5Pengertian Pertanggungjawaban Pidana ... 37

BAB III TANGGUNGJAWAB PIDANA TERHADAP ORANG TUA YANG MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAP ANAKNYA 3.1Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Orang Tua Yang Melakukan Kekerasan Terhadap Anaknya ... 41

3.2Bentuk- Bentuk Kekerasan Terhadap Anaknya ... 47

BAB IV KASUS DAN ANALISA 4.1Kasus Posisi ... 50

(10)

BAB V PENUTUP

5.1Kesimpulan ... 60 5.2Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)
(12)

ABSTRAK

Mengenai kekerasan terhadap anak yang sering terjadi dilingkungan keluarga berdampak bagi tumbuh kembang sang anak di masa yang akan datang. Anak adalah generasi penerus bangsa sehingga seharusnya Orang tualah yang mendidik anak tersebut bukan sebalinknya melakukan tidakan kekerasan terhadap Anaknya di tinjau dari Undang-undang No. 23 Tahun 2002. Sebagai mana sudah di rubah dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dilihat dari UUD 1945 Pasal 28b Ayat (2) Yang menyebutkan bahwa "Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Dilihat dari Dalam Pasal 80 yang berbunyi : Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhdap Anak dari Pasal 76C. Pada ayat (1) setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Pasal 76C, dipidana dengn pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan. Pada ayat (2) Apabila anak tersebut luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) ttahun. Pada ayat (3) apabila sampai menyebabkan kematian, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun Pada ayat (4) pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya sendiri.

Kata Kunci : Kekerasan terhadap anak ditinjau dari UU No. 23 Tahun 2002 sebagai mana sudah dirubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak.

(13)

13

ABSTRACT

Regarding violence against children which often occur in the environment affect the family for the child's growth in the future. Children are the future generation so that people should educate parents who are not sebalinknya commit an act of violence against. Her son in the review of Law No. 23, 2002. As it has been in fox with Act 35 Year 2014 on the Protection of children seen from the 1945 Article 28b Paragraph (2) states that "Every child has the right to live, grow and develop and has the right to protection from violence and discrimination ". Judging from Article 80, which reads: Everyone is prohibited to place, let, do, told to do, or was involved in the violence terhdap Son of Article 76C. In paragraph (1) any person who violates the provisions as contemplated in Article 76C, shall be punished with less imprisonment of 3 (three) years and 6 (six) months. In paragraph (2) If the child is seriously injured, the offender shall be punished by imprisonment of five (5) ttahun. In paragraph (3 ) if to cause death, the offender shall be punished with imprisonment of 15 (fifteen) years In subsection (4) criminal plus one third of the provisions referred to in paragraph (1), paragraph (2) and (3) if the carry out the persecution of his own people.

Keywords : Violence against children in terms of Act 23 of 2002 as amended by the Act where already 35 2014 on the Protection of the child.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :