ANALISIS IMPLEMENTASI LEAN
MANUFACTURING DI PERUSAHAAN
MCDONALD’S
Dosen: Kristin Rosalina, SE.,MSA., Ak.
Tanggal 11 Juni 2016
Disusun oleh:
Nicholas Anthony Tjahjono
NIM: 155020307111026
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi barang maka sebagain besar mereka menerapkan Lean Manufacturing. Lean merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam usaha mencegah pemborosan dalam proses produksi sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk kepada konsumen1. Keinginan semua perusahaan untuk
menambah income setiap bulan atau ingin menambah modal mereka, perusahaan perlu menghilangkan pemborosan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Pemborosan yang dilakukan adalah semua hal yang tidak pernah memberikan tambahan nilai produk yang dihasilkan.
Bila suatu perusahaan tidak ingin menanggung jumlah biaya yang berlibihan maka perusahaan perlu mengurangi jumlah pemborosan yang dilakukan. Kasus yang sering terjadi di perusahaan dalam proses operasionalnya suatu perusahaan adalah pemborosan waktu dan tenaga. Pemborosan lainnya mungkin kurang dirasa oleh perusahaan karena penggunaan peralatan yang kurang dirasa tidak penting bagi perusahaan dalam proses produksi. Lean adalah tentang memiliki sumber daya yang tepat, di tempat yang untuk melakukan pekerjaan yang sesuai kebutuhan pelanggan, dengan kualitas terbaik dan di waktu yang tepat2. Terjadinya pemborosan karena belum terterapnya Lean
dalam proses produksi perushaan tidak mungkin semuanya akan dibebankan kepada konsumen. Biasanya pemborosan yang terjadi dalam perusahaan seluruhnya dibebankan kepada konsumen untuk mendapatkan laba yang maksimal. Namun, bilan semua pemborosan yang dilakukan perusahaan dibebankan kepada konsumen tentu saja mereka akan pergi dan tidak mau membeli produk yang di hasilkan perusahaan tersebut. Ilmu Lean merupakan ilmu yang dianggap sulit dan mahal karena ilmu ini mempelajari bagaiamana
1
Onymous. -.”Apa itu Lean Manufacturing dan Bagaimana Cara Penerapannya”. http://manajemenproduksi.com/apa-itu-lean-manufacturing-dan-bagaimana-cara-penerapannya/. (Sabtu, 11 Juni 2016)2
Shift. 2014. “Belajar Lean Manufacturing: Apa itu “Lean”?”.perusahaan harus menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas atau mutu dari produk yang dihasilkan3.
McDonald merupakan salah satu perusahaan yang berhasil menerapkan konsep Lean Manufacturing. Dalam menyusun rencana manufacturing kita dapat belajar dari McDonald philosophy. Perusahaan ini menjunjung tinggi efisiensi tanpat mengorbankan kulatias, kecepatan, dan yang terakhir konsisten. Mcdonald tertarik untuk memberdayakan karyawannya tetapi dalam batas tertentu. Mereka secara efektif mengoperasikan sistem produksi Just In Time yang dinamai McDonald’s sitem produksi “Made For you” dengan konsep efisiensi, kecepatan, dan konsisten tetap tertanam dalam proses produksinya4.
Franchise merupakan usaha perusahaan mengembangkan bisnisnya yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal5. Memiliki rantai
pasokan yang baik adalah kunci dalam melaksanakan sistem franchise, dalam upaya memiliki rantai pasokan yang baik McDonald menciptakan sistem basis teknologi yang diakses melalui internet dengan menghubungan pemasok, produsen, franchisees, dan distributor. Berkat sistem rantai pasokan ini McDonald bisa mengembangkan bisnisnya secara Internasional bahkan Global.
3
Loc.cit4
onymous. 2011. “What Can A Manufacturing Plant Learn From McDonald’s?”. http://www.valuestreamguru.com/?p=409. (Sabtu, 11 Juni 2016)BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Apa Itu Lean Manufacturing?
Lean Manufacturing adalah sebuah cara berpikir, filosofi, metode, dan strategi manajemen untuk meningkatkan efisiensi di lini manufactur atau produksi. Tujuan utama dari Lean Manufacturing adalah maksimaliasi nilai bagi pelanggan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan dengan menghapus aktivitas yang tidak menambah nilai bagi pelanggan atau pemborosan. Penerapan Lean Manufacturing dilakukan secara terus-menerus dalam perusahaan untuk melakukan perbaikan pada proses dan inovasi perusahaan, sehingga perusahaan melakukan apa yang disebut continuous improvement untuk mencapai kesempurnaan yang tidak pernah terjadi6
Fokus utama Lean Manufacturing adalah mengurangi dan menghilangkan waste (pemborosan) dalam proses produksi. Dalam perusahaan umumnya terdapat 8 macam waste yang biasanya terjadi dan harus dihilangkan. 8 waste tersebut adalah7
Waste Transportasi- waste ini terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak di perlukan seperti penempatan sementara, penumpukan kembali, pemindahan barang.
Waste Kelebihan Persediaan- Inventori, stok atau persediaan yang berlebihan
Waste Gerakan- waste ini berupa waktu yang digunakan untuk mencari, kemudian gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis.
Waste menunggu- waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggu mesin otomatis, menunggu barang datang, dan lain-lain
Waste Kelebihan Produksi- menghasilkan produk melebihi permintaan, atau lebih awal dari jatwal.
Waste Proses Berlebihan- penambahan Proses yang tidak diperlukan
bagi barang produk hanya akan menambah biaya produksi
Waste Defect- kerja ulang tidak ada nilai tambahnya (pelanggan tidak membayar)
6
Shift. 2014. “Belajar Lean Manufacturing: Apa itu “Lean”?”. Waste Keterampilan- manajemen tidak memanfaatkan kemampuan dan keterampilan staf dengan benar bahkan tidak melibatkan mereka dalam proyek improvement di organisasi
Semua jenis waste diatas ini sering terjadi di dalam perusahaan tanpa disadari, karena di anggap sebagai sesuatu yang wajar dan umum, padahal jika dibiarkan akan sangat merugikan khususnya akan membengkaknya biaya operasional yang harus di tanggung perusahaan. Dengan menerapkan Lean Manufacturing, perusahaan dapat mengurangi biaya yang tidak perlu, sekaligus meninggkatkan pendapatan.
Apa itu sistem Just In Time?
Just In Time atau sering disingkat dengan JIT adalah suatu sistem yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tepat pada waktunya sesuai dengan jumlah yang dikehendaki8. Sistem ini bertujuan menghindari terjadinya
kelebihan dalam jumlah produksi, persediaan yang terlalu banyak, dan pemborosan waktu penungguan. Dalam sistem Just In Time, kita dapat sekaligus menghindari 3 macam waste yaitu waste kelebihan produksi, waste kelebihan persediaan, dan waste menunggu.
Just In Time merupakan bahasa inggris dari Tepat Waktu. Di Indonesia sistem JIT sering disebut sebagai Sistem Produksi Tepat Waktu, dalam arti tepat waktu, bahan baku harus dapat diolah menjadi barang jadi dengan jumlah yang tepat dan waktu yang tepat. Barang yang dipesan oleh konsumen harus sejumlah dengan barang yang diproduksi dengan waktu yang tepat pula. Oleh karna itu, bahan baku, bahan pendukung, komponen, barang setengah jadi dan barang jadi akan dijaga pada tingkat dan jumlah paling minimum. Hal ini dapat mengurangi dan menghindari biaya-biaya yang terjadi karena kelebihan barang baku dan barang jadi.
Dalam upaya menerapkan sistem produksi Just In Time atau JIT diperlukan ketelitian sebelum menjalankan proses, perusahaan perlu merencanakan jatwal-jatwal produksi mulai dari jatwal-jatwal pembelian bahan produksi, jadwal penerimaan bahan produksi, jadwal jalannya produksi, jadwal kesiapan produk hingga ke
8
Kho, Dickson. 2015. “Pengertian sistem produksi Just In Time(JIT)”.jadwal pengiriman barang jadi9. Pada jaman modern saat ini
perusahaan-perusahaan besar umumnya menggunakan software yang canggih untuk merencakanan jatwal produksi yang didalamnya dapat melakukan pemesanan dan mengendalian jumlah inventory. Software ini dapat menghubungkan antar pelanggan dan pemasok untuk bertukar informasi dengan tujuan memastikan kebenaran data-data.
Banyak perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan sistem produksi Just In Time dan merasakan keuntungannya. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas serta menambah jumlah pendapatan adalah keuntungan yang dirasakan dalam berhasilnya sistem produksi JIT. Keberhasilan sistem produksi JIT bergantung terhadap komitmen seluruh kayawan dalam melaksanakan sistem ini.
Apa itu Supply Chain Management?
Supply Chain Management atau manajemen Rantai Pasokan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi Koordinasi, Penjadwalan dan pengendalian terhadap pengadaan, produksi, persediaan dan pengiriman produk ataupun layanan jasa kepada pelanggan yang mencangkup administrasi harian, operasi, logistic, dan pengolahan informasi mulai dari pelanggan hingga ke pemasok10
Singkatnya Supply Chain Management atau Manajemen Rantai Pasokan adalah mekanisme yang menghubungkan pihak yang bersangkutan dan kegiatan yang terlibat dalam mengkonversikan bahan mentah jadi barang jadi. Pihak-pihak yang bersangkutan dan kegiatan mempunyai kewajiban untuk memberikan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi yang akan diolah menjadi barang jadi untuk di berikan kepada pelanggan pada waktu dan tempat yang tepat dengan cara yang paling efisien.
Supply Chain merupakan logistic network yang menghubungkan rantai antara supplier, manufacturer, distributor, franchise, dan customers. Kegiatan Supply Chain Management adalah aliran barang, aliran informasi, aliran transaksi, dan aliran uang. Adapun manfaat jika mengoptimalkan Supply Chain Management yaitu:11
9
Ibid10
Kho, Dickson. 2015. “Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)”. http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-supply-chain-management-manajemen-rantai-pasokan/. (Sabtu, 11 Juni 2016)11
Ranazura. -. “SUPPLY CHAIN MANAGEMENT”. Mengurangi Persediaan Barang- persediaan merupakan bagian paling besar dari asset perusahaan yang berkisar antara 30%-40%. Oleh karna itu, usaha dan cara harus dikembangkan untuk menekan penimbunan barang di gudang agar biaya dapat diminimalkan.
Menjamin Kelancaran Penyediaan Barang- kelancaran barang perlu dijamin adalah mulai dari barang asal, supplier, perusahaan sendiri, wholesaler, retailer, sampai ke konsumen akhir.
Menjamin Mutu- Mutu barang ditentukan tidak hanya oleh proses produksinya, tetapi ditentukan oleh mutu bahan mentahnya dan mutu dalam kualitas pengirimannya.
Mengurangi Jumlah Supplier- bertujuan untuk mengurangi ketidak seragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (Tracking)
Mengembangkan Supplier Partnership dan Strategic Alliance -dengan mengadakan kerjasama -dengan Supplier dan juga mengembangkan Strategic Alliance dapat menjamin lancarnya pengerakan barang dalam supply chain management
BAB 3
PEMBAHASAN
McDonald’s merupakan perusahaan makanan cepat saji yang menghidangkan ciri khas makanan dari barat. Perusahaan ini telah berdiri dari tahun 1954 di restoran pertamanya yang terletak di San Bernardino, California dan berkembang sangat pesat setiap tahunnya hingga saat ini menjadi salah satu dari restoran cepat saji terbanyak di seluruh dunia. McDonald’s menjual berbagai macam produk yang sangat bervariasi, mereka telah berhasil menciptakan produknya secara global dengan menciptakan produk yang dapat di terima oleh budaya dan adat istiadat suatu negara. Contohnya seperti McDonald’s di India, pihak McDonald’s Coporation (USA) melakukan Parnership dengan 2 businessmen asal india. Partnership ini bertujuan untuk mengadaptasi produk McDonald’s dari Amerika supaya dapat di terima oleh konsumen dari menu vegetarian (McVeggie, McAloo Tikki, Paneer Salsa Wrap, Crispy Chinese, Veg McCurry Pan dan Pizza McPuff) dan menu non-vegetarian (Chicken Maharaja, McChicken, Flet-O-Fish, Chicken Mexican Wrap, dan Chicken McGrill).
Visi McDonald adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan, dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald’s12. Dalam upaya
McDoanld’s mencapi visinya menjadi retoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia McDonald’s menerapkan beberapa strategi operasional yang mendukung proses pelayanannya seperti strategi JIT, McDonald’s Drive True, McDonald Delivery Services, McDonald 24 Hours, dan McDonald’s Breakfast.
sekaligus meningkatkan pendapatan secara berlangsungan. McDonald’s telah berjalan sebagai perusahaan makanan cepat saji sejak tahun 1954. Seperti restoran yang menjual Hamburger umumnya, McDonald’s pernah menerapkan sistem produksi klasik dimana karyawan menyajikan produk-produknya dan menyimpannya hingga adanya konsumen yang memesan produk tersebut. Sistem produksi klasik ini memerlukan tempat persediaan khusus yang dapat menjaga agar hamburger yang di sediakannya tetap hangat dan fresh, karena hamburger (barang jadi) lebih mudah kadaluarsa dibanding komponen-komponen penyusun hamburger. Pada suatu ketika McDonald dengan sistem klasiknya ini juga menghadapi kelebihan produksi dan kelebihan persediaan, kadang bilang hamburger sudah tidak fresh perusahaan terpaksa membuat hamburger yang baru. Atas semua kerugian ini mengakibatkan permborosan dan berkurangnya jumlah pendapatan McDonald’s.
Untuk melancarkan sistem produksi Made For You semua komponen-komponen penyusun barang jadi harus siap untuk di gunakan, seperti tomat sudah di potong, daging sudah terpanggang, selada sudah di parut, mayonnaise sudah siap di gunakan, dan lain-lain. Sehingga ketika pesanan di terima, semua komponen siap untuk di gabungkan menjadi barang jadi. Selain komponen-komponen siap digunakan McDonald’s juga perlu memastikan bahwa karyawannya ingin bertoleransi dalam melaksanakan sistem produksi ini, tanpa keinginan karyawan untuk bertoleransi dalam mengikuti sistem produksi ini, tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Oleh karna itu, McDonald’s memberikan imbalan bagi karyawannya yang banyak bertoleransi dalam sistem produksinya dan dapat menunjukan keinginannya dalam mengembangkan praktik prosedur yang ada. Jadi mereka yang bekerja dengan cara berpikir McDonalad’s dipandang sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi13
Sistem produksi Just In Time yang di design oleh McDonald’s dan di sebeut sistem produksi Made For You ini berhasil menghilangkan pemborosan dalam proses produksi pada sistem klasik yang diterapkan oleh McDonald’s dulu. Melalui sistem produksi Made For You McDonald’s telah menghilangkan waste kelebihan produksi, waste kelebihan presediaan, waste proses berlebihan, dan waste menunggu. Sistem produksi Just In Time yang dilakukan oleh McDonald’s merupakan bentuk implementasi Lean Manufacturing dalam perusahaan. McDonald’s berhasil mencapai efisiensi dalam proses produksinya yang mengakibatkan hilangnya pemborosan dan meningkatnya pendapatan.
“Emac Digital”
Salah satu unsur terpenting dalam produksi dalam perusahaan adalah memiliki rantai pasokan yang baik, McDonald’s telah mengimplementasikan dan menerapkan pentingnya memiliki rantai pasokan yang baik dengan mempersiapkan dan menjalin hubungan yang baik dengan supplier-suppliernya. Dalam usaha mempersiapkan dan menjalin hubungan yang baik dengan supplier, McDonald’s menghabiskan waktu 4 tahun dalam mempersiapkan rantai pasokan dalam suatu negara sebelum membangun restoran pertamanya.
Manajement rantai pasokan atau supply chain management adalah pengelolaan rantai siklus yang lengkap mulai bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional perusahaan, berlanjut ke distribusi sampai pada konsumen14. Dalam usaha McDonald’s mempermudah kegiatan distribusi
bahan-bahan mentah supaya sampai dengan keadaan baik dan tepat waktu ke Franchisees, McDonald’s menggunakan E-Procurement (electronic procurement). E-Procurement adalah sebuah Website yang membantu kita dalam mencari pembeli dan penjual barang atau jasa yang berkualitas dan terdaftar. McDonald’s bersama dengan Accel-KKR Internet Co. mendesign sebuah Website di dalam E-Procurement yang disebut “Emac Digital” yang di gunakan oleh semua franchises McDonald’s di seluruh dunia untuk membeli segala sesuatu yang berguna untuk menjalankan restorannya. “From uniform to HamBurger” merupakan illustrasi penggunaan Emac Digital yang di akses oleh pegawai restoran McDonald’s untuk membeli kebutuhan-kebutuhan yang dbutuhkan untuk membuat produknya yang salah satunya adalah HamBurger15.
Dalam menggunakan sistem online berbasis internet ini, McDonald’s mengalami banyak keuntungan dalam membuka restoran baru disuatu negara karena kemudahan mereka untuk membeli dan memesan kebutuhan-kebutuhan produksi. Selain menggunakan Emac Digital lebih mudah dan lebih cepat untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan produksi di McDonald’s, website Procurement juga memberikan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dan material dengan harga ya didiskon. Menurut kepala persediaan McDonald’s Bapak Edward, E-Procurement memberikan potongan harga dapat mencapai 85% harga beli, keadaan ini sangat mengurangi biaya untuk McDonald’s16.
14
Onymous. -. “Manajement Rantai Pasokan/ SCM”.https://sites.google.com/site/operasiproduksi/manajemen-rantai-pasokan. (Selasa, 14 Juni 2016)
15
Saravanan. 2012. “Supply Chain Management Of McDonald’s”.http://www.slideshare.net/saravanansaravanan/supply-chain-management-of-mcdonalds-10883321. (Selasa, 14 Juni 2016)
Gambar diatas menggambarkan McDonald’s E-Procurement Model. Dalam gambar ini terlihat 3 pihak yang berbeda namun memiliki hubungan yang sangat erat dalam rantai pasokan. Sudah menjadi syarat tersurat dalam kegiatan rantai pasokan terdapat pihak pemesan yaitu Global Franchises pada gambar di atas dan pemasok atau suppliers. Logistics mempunyai tujuan untuk mengantar barang pesanan dari suppliers ke Global Fanchises. Proses pemesanan kebutuhan produksi di restoran McDonald’s dimulai dari Global Franchises yang melakukan forecasting dan order proposal yang memuat peramalan dan jatwal pemesanan bahan baku yang nantinya akan di berikan kepada pihak supplier melalui Emac Digital, lalu supplier menerima forecasting dan order proposal dari Global Franchises memulai menyediakan bahan-bahan atau kebutuhan yang dipesan dari Global Franchises dan menjatwal pengiriman yang nantinya akan diberikan oleh pihak Logistics melalui Emac Digital, Logistics akan menjemput bahan baku dari pihak supplier dan menyimpannya hingga pada tanggal mulai diantarnya pemesanan, dan mengirimkannya kepada pihak pemesan sesuai dengan tanggal yang tertera dalam forecasting dan order proposal Global Franchises.
dipesan, dan lain-lain. McDonald’s menghindari kejadian-kejadian seperti ini dengan memilih supplier dan logistic yang sudah sangat mahir dibidangnya. Contohnya seperti pihak supplier produk daging ayam dan sayur-sayuran yaitu Vista Processed Foods Pvt. Ltd yang memiliki infrastruktur dan pelayanan kelas dunia, pengolahan ayam dan sayurnya yang berbeda, kulkasnya yang berteknologi tinggi untuk menyimpan produk bekunya dengan temperature yang mencapai -35 derajat celcius. Sedangkan contoh pihak logistic yaitu AirFreight yang memiliki cabang di berbagai bagian dalam suatu negara, memiliki tempat penyimpanan khusus dengan suhu yang dinggin atau kering jauh dari sinar matahari, mempunyai truck yang didesaign untuk mengantar barang dengan penyimpanan khusus yang temperaturnya dapat di atur sesuai dengan kebutuhan barang yang diangkut. Selain mengontrol pihak supplier dan logistic, McDonald’s juga mengontrol pihak franchisor yang memastikan enterpreanurnya harus terlatih dan memiliki komitmen memajukan McDonald’s yang pastinya memiliki kontrak yang lama dan fee yang sangat besar17.
3. Hubungan Lean Manufacturing dengan JIT dan Supply Chain Management
Lean Manufacturing adalah selaga usaha dalam perusahaan untuk mengurangi biaya-biaya dengan menghilangkan segala jenis pemborosan yang terjadi dalam proses produksi. Dalam perusahaan makanan cepat saji seperti McDonald’s banyak pemborosan-pemborosan yang dapat terjadi dalam proses produksinya, entah dalam waste kelebihan produksi, waste kelebihan persediaan, waste waktu, waste gerakan, waste transportasi, waste menunggu, waste defect, waste gerakan dan waste keterampilan. Dari 8 waste yang dihadapi McDonald’s dalam proses produksinya ini, mereka menyusun strategi-strategi yang mungkin belum pernah diterapkan oleh perusahaan lainnya dengan tujuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan waste-waste yang dihadapi.
Dalam masa berkembangnya McDonald’s sampai hari ini, sudah banyak strategi-strategi yang diciptakan untuk mengembangkan usahanya, entah strategi dalam produksi, dalam pemasaran, dalam mengatur keuangannya, dan lain-lain. Tentu dalam menerapkan atau menyusun strategi perlu menganalisis dahulu apa yang kekurangan dan apa yang perlu di kembangkan dalam suatu golongan (operasional, pemasaran, dan financial) dan memerlukan perbaikan berkelanjutan untuk mencapai kesempurnaan yang dipercaya tidak pernah ada.
Berdasarkan konsep lean manufacturing, golongan ini termasuk dalam golongan produksi atau operasional karena lean manufacturing sendiri membahas bagaimana untuk mengurangi dan menghilangkan pemborosan dalam proses produksi. Perusahaan McDonald’s menciptakan dan menerapkan strategi-strategi dalam konsep lean manufacturing yaitu menghilangkan pemborsan dalam proses produksi dengan mengadopsi sistem produksi Just In Time lalu mendesignnya sedemikian rupa menyesuaikan proses produksinya dan mebuat rantai pasokan yang baik. Sistem Just In Time yang diterapkan oleh McDonald’s “Made For You” telah berhasil mengurangi waste-waste dan biaya-biaya yang tidak perlu sehingga meningkatkan pendapatan yang diterima oleh McDonald’s. Begitu pula manajement rantai pasokan atau supply chain management yang diciptakan dan disusun oleh McDonald’s ini berhasil melancarkan kegiatan operasional McDonald’s terutama dalam membuka restoran-restoran baru di berbagai negara karena memudahkan franchisee untuk memperoleh bahan-bahan produksi yang diperlukannya. Dengan bahasa lain, McDonald’s telah menerapkan dan mengimplementasikan teori Lean Manufacturing di dalam proses produksinya memalui strategi-strategi yang diciptakannya seperti sistem produksi JIT yang di namai “Made For You” dan manajemen rantai pasokan yang praktis dan canggih melalui internet yang di namai “Emac Digital” karena berhasil mecegah pemborosan dan meningkatkan income perusahaan.
4. Manfaat dan Kendala yang Dihadapi dalam Implementasi Lean Manufactuirng
Dalam mengambil sebuah keputusan, perusahaan mengahadapi banyak pilihan dengan nilai positif dan negative yang diperkirakan dalam setiap pilihan yang ada. Namun, tidak semua nilai positif dan negative yang diperkirankan akan sesuai dengan kenyataanya saat sudah diambilnya sebuah keputusan, bahkan terdapat nilai-nilai entah itu positif atau negative yang terjadi tanpa adanya perkiraan atau peramalan sebelumnya.
alat penghangat untuk ayam gorengnya yang ada di belakang kasir restoran KFC. Dulu McDonald’s menggunakan alat tersebut untuk menaruh HamBurger-hamburgernya yang telah disediakan untuk konsumen, namun sejak McDonald’s menerapkan sistem Just In Time, alat itu tidak digunakan lagi karna kurang praktis menurut McDonald’s karena hasil produksi seperti HamBurger yang tidak terpesan oleh konsumen selama jangka waktu tertentu harus dipinggirkan karena dianggap sudah tidak fresh. Melalui sistem produksi Made For You, McDonald’s telah menghilangkan waste-waste yang terjadi seperti kelebihan persediaan seperti yang diilustrasikan dalam alat penyimpanan, McDonald’s juga lepas dari waste kelebihan produksi karena hanya akan memproduksi saat adanya pesanan, McDonald’s juga menghilangkan waste menunggu dan defect karena produksinya sekarang yang menggunakan mesin-mesin berteknologi canggih dengan kecepatan produksi yang sangat cepat, dan waste proses berlebihan karena adanya mesin produksi yang mengurangi proses. Tapi selain memberikan nilai positif terdapat nilai negative juga yang diberikan dari sistem produksi ini, seperti perusahaan mungkin tidak bisa segera memenuhi kebutuhan pesanan yang besar dan tak terduga, karna memiliki sedikit atau bahkan tidak ada stock barang jadi, sistem ini juga memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap supplier yang pada umumnya kinerjanya diluar lingkup produsen, dan bencana alam dapat menggangu aliran barang dari supplier ke perusahaan yang dapat menghentikan produksi seketika18.
Sedangkan memiliki dan menciptakan rantai pasokan yang baik perusahaan serperti yang diciptakan oleh McDonald’s yang berbasis internet yaitu “Emac Digital” memberikan kemudahan dalam memesan barang yang diperlukan yang dapat dijangkau dimana saja jika ada internet, sistem rantai pasokan ini juga memberikan informasi yang transparan tentang pihak supplier yang dapat membantu McDonald’s dalam memilih supplier yang baik dan dapat dipercaya, sistem rantai pasokan ini juga lebih cepat dan dapat dipastikan kualitasnya karena berstandart dunia, dan yang terakhir sistem Emac Digital yang diciptakan di website E-procurement ini dapat memberikan potongan harga yang tinggi mencapai 85% yang sangat menguntungkan pihak McDonald’s. Namun kendala yang dihadapi selama mengimplementasikan sistem rantai pasokan Emac Digital ini adalah dalam waktu mempersiapkannya yang
18
Onymous. 2014. “KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JUST IN TIME”.memakan waktu sangat lama yaitu 4 tahun untuk McDonald’s dalam membangun restoran baru dan biaya yang tinggi karena membutuhkan computer dan internet yang digunakan untuk mendata dan memesan kebutuhan-kebutuhan produksi.
BAB 4
KESIMPULAN
Keberadaan McDonald’s telah diakui oleh dunia tidak hanya karena produknya yang disukai oleh konsumen, tetapi strategi-streategi uniknya yang didesign hanya untuk McDonald’s sehingga perusahaan lain sulit dalam mencontohnya ini berhasil mengambil hati dan loyalitas konsumen-konsumennya. Tahun 1980 sebagai perusahaan yang tergolong berkembang dan menghadapi banyak pemborosan yang terjadi dalam proses produksi, McDonald’s menciptakan sistem produksi Made For You yang diadopsi dari sistem produksi Just In Time telah mengurangi bahkan menghilangkan waste-waste yang sebelumnya dialami McDonald’s seperti kelebihna produksi, kelebihan presediaan, waktu menunggu dalam proses yang lama, proses yang belebihan, dan defect. Selain memiliki strategi produksi yang lebih efektif dan efisien, McDonald’s juga menciptakan manajemen rantai pasokan yang disebut Emac Digital. Sistem rantai pasokan yang berbasis internet ini memberikan kemudahan bagi pihak franchisee untuk membeli kebutuhan-kebutuhan dalam produksi di seluruh restoran McDonald’s di dunia sekaligus membantu menghilangkan waste-waste seperti waste transportasi dan waste gerakan yang terjadi sebelum menerapkan Emac Digital. Strategi-strategi yang di implementasikan McDonald’s dalam proses produksinya ini telah mengurangi dan menghilangkan waste-waste yang terjadi sebelumnya sehingga menambah jumlah pendapatan yang diterima McDonald’s, keadaan ini merupakan bentuk perusahaan fast food McDonald’s menerapkan konsep Lean Manufacturing dalam perusahaannya. Tentunya dalam implementasi Lean Manufacturing memberikan manfaat yang signifikan terutama dalam konteks efisiensi dana efektivitas proses produksi perusahaan dan meningkatkan income karena hilangnya biaya-biaya pemborosan yang terjadi sebelumnya, tetapi bukan berarti tidak memungkinkan dalam penerapan Lean Manufacturing terjadinya kendala-kenadala yang menyebabkan kerugian pada perusahaan. Oleh karna itu, pentingnya perusahaan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Onymous. -.”Apa itu Lean Manufacturing dan Bagaimana Cara Penerapannya”. http://manajemenproduksi.com/apa-itu-lean-manufacturing-dan-bagaimana-cara-penerapannya/. (Sabtu, 11 Juni 2016)
2. Shift. 2014. “Belajar Lean Manufacturing: Apa itu “Lean”?”.
3. onymous. 2011. “What Can A Manufacturing Plant Learn From McDonald’s?”. http://www.valuestreamguru.com/?p=409. (Sabtu, 11 Juni 2016)
4. Arifin. 2014. “Apa Itu Franchise? Pengertian Franchise, Franchisor, Dan Franchisee”. http://bisnisfranchiseindonesia.com/apa-itu-franchise-pengertian-franchise-franchisor-dan-franchisee/. (Sabtu, 11 juni 2016)
5. Shift. 2014. “Belajar Lean Manufacturing: Apa itu “Lean”?”.
http://shiftindonesia.com/belajar-lean-manufacturing-apa-itu-lean/. (Sabtu, 11 Juni 2016) 6. Kho, Dickson. 2015. “Pengertian sistem produksi Just In Time(JIT)”.
http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-sistem-produksi-just-in-time-jit/. (Sabtu, 11 Juni 2016)
7. Kho, Dickson. 2015. “Pengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)”. http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-supply-chain-management-manajemen-rantai-pasokan/. (Sabtu, 11 Juni 2016)
8. Ranazura. -. “SUPPLY CHAIN MANAGEMENT”. http://ranazura.blogspot.co.id/p/supply-chain-management.html. (Sabtu, 11 Juni 2016)
9. McDonald. 2016. “Visi Misi”. http://www.mcdonalds.co.id/tentang-mcdonalds/info-perusahaan/visi-misi. (Sabtu, 11 Juni 2016)
10. onymous. -. “What Can Manufacturing Plant Learn From McDonald’s?”. http://www.valuestreamguru.com/?p=409. (Minggu, 12 Juni 2016) 11. Onymous. -. “Manajement Rantai Pasokan/ SCM”.
https://sites.google.com/site/operasiproduksi/manajemen-rantai-pasokan. (Selasa, 14 Juni 2016)
12. Saravanan. 2012. “Supply Chain Management Of McDonald’s”.
http://www.slideshare.net/saravanansaravanan/supply-chain-management-of-mcdonalds-10883321. (Selasa, 14 Juni 2016)
13. Onymous. 2014. “KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JUST IN TIME”.