• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SLB Negeri 2 Pemalang, yang beralamat di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 3 Pemalang, kurang lebih 3 km dari pusat kota/kabupaten Pemalang. SLB Negeri 2 Pemalang memiliki sarana dan prasarana umum seperti: ruang Kepala Sekolah, Guru, dan Tata Usaha, ruang kelas, ruang perpustakaan dan lain-lain. Disamping itu ada pula sarana khusus untuk anak tunarungu, tuna gerahita dan autis, baik ruangan maupun berupa alat-alat khusus, dan alat-alat peraga/bantu pembelajaran. Selain itu masih banyak sarana/prasarana lainnya yang menunjang kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah secara umum.

2. Waktu Penelitian

Penentuan waktu pelaksanaan tindakan kelas ini disesuaikan dengan jadwal tugas mengajar peneliti dan pembahasan kompetensi melakukan pengukuran sudut. Waktu penelitian pada bulan Februari-Maret 2015.

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus dengan perincian siklus I dilaksanakan 1 kali pertemuan yaitu tanggal 25 Februari 2015, sedangkan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan, yaitu tanggal 18 Maret 2015.

(2)

commit to user

Tabel 3.1. Jadwal Penelitian.

Kegiatan B u l a n

Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun

1. Persiapan penelitian a. Pengajuan judul b. Menyusun proposal penelitian 2. Pelaksanaan tindakan a. Siklus I - Perencanaan - Pelaksanaan tindakan - Observasi - Refleksi b. Siklus II - Perencanaan - Pelaksanaan tindakan - Observasi - Refleksi

3. Analisis Data dan Pelaporan

a. Analisis data (hasil tindakan 2 siklus)

b. Menyusun laporan/skripsi c. Ujian dan revisi

d. Penggandaan dan pengumpulan laporan

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SLB Negeri 2 Pemalang, Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah peserta didik 4 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Pekerjaan orang tua ada yang sebagai peagawai negeri, swasta dan buruh.

(3)

commit to user C. Data dan Sumber Data

Data merupakan suatu catatan dokumen dari suatu peristiwa atau kegiatan. Data tersebut berguna sebagai bahan dokumentasi dan dapat juga digunakan sebagai bahan penelitian untuk memecahkan suatu masalah. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi-informasi tentang kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematika sesuai dengan tingkat kemampuannya, yaitu kemampuan peserta didik dalam kompetensi melakukan pengukuran sudut materi menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat.

Cara menyampaikan data “merupakan suatu usaha sadar untuk

mengumpulkan data secara sistematis dengan prosedur yang standar” (Arikunto,

2006:222).

Data diperoleh dari hasil belajar matematika tentang pengukuran sudut yaitu menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat.

Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini adalah guru dan peserta didik kelas V Tunarungu SLB Negeri 2 Pemalang dari nilai hasil tes pra tindakan (kondisi awal), nilai siklus I dan nilai siklus II.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan : 1. Tehnik Tes

a. Pengertian Tes

Menurut Arikunto (2003:223) tes adalah “Serentetan pertanyaan

atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu

atau kelompok”.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu alat yang dipergunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat, berujud pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik baik secara individu atau kelompok.

(4)

commit to user

Bentuk tes yang digunakan adalah tes perbuatan/unjuk kerja.Tes perbuatan/unjuk kerja yaitu merupakan tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan perbuatan, tindakan atau unjuk kerja dan ini berfungsi sebagai penilaian terhadap kemampuan kinerja.

Alat yang digunakan dalam tes perbuatan adalah : 1) Lembar soal yang harus dikerjakan. 2) Alat yang sesuai dengan kompetensi yaitu busur derajat.

Tes perbuatan ini terutama bertujuan untuk menilai kemampuan menggunakan alat, dan kemampuan melakukan perbuatan berdasarkan petunjuk.

2. Observasi

a. Pengertian Observasi

Menurut Subyantoro (2014:71), Observasi adalah upaya merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan berlangsung. Metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung mengenai fenomena-fenomena dan gejala psikis maupun psikilogi dengan pencatatan ( Arikunto, 2006:229).

Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa observasi adalah upaya merekam segala peristiwa/kegiatan secara langsung mengenal fenomena-fenomena dan gejala psikis maupun psikologi dengan pencatatan untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.

b. Macam-macam Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses dan dampak pembelajaran yang diperlukan untuk menata langkah-langkah perbaikan agar efektif dan efisien. Dalam melakukan observasi ada 4 metode observasi yaitu : observasi terbuka, observasi terfokus, obsevasi terstruktur, dan observasi sistematik (Subyantoro, 2014: 137-138).

c. Observasi yang Digunakan

Dalam penelitian ini digunakan observasi terfokus, dimana peneliti mengamati aspek-aspek tertentu dari pembelajaran. Observasi dilakukan

(5)

commit to user

dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan untuk mengetahui penguasaan materi peserta didik dalam pembelajaran matematika tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat terutama dalam menggunakan alat, dan lembar observasi guru untuk mengetahui penguasaan materi dan kelas.

3. Dokumentasi

Menurut Arikunto (2006: 206) “Metode dokumentasi yaitu mencari

data mengenai hal-hal variabel yang berupa catatan, surat kabar, notulen rapat,

buku induk, leger, agenda, dan sebagainya”. Peneliti menggunakan

dokumentasi berupa nilai hasil tes pratindakan.

Tabel 3.2. Data Nilai Hasil Tes Pratindakan

No. Nama Nilai Kriteria

1. FD 70 Tuntas

2. FZD 60 Belum tuntas

3. NDR 40 Belum tuntas

4. YAS 55 Belum tuntas

Jumlah 225

Nilai rata-rata 56,25

Jumlah peserta didik tuntas 1 Orang 25 % Jumlah peserta didik belum tuntas 3 Orang 75 %

E. Validitas Data

Data yang digunakan dalam penelitian harus memenuhi uji validitas dengan tujuan hasil penelitian dapat dipercaya. “Validitas adalah suatu ukuran

yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya

(6)

commit to user

instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah” ( Arikunto 2006 :

144-145).

Sebuah instrumen dapat dikatakan valid apabila mampu mengukur sesuatu yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap dari variabel yang diungkap secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran validitas yang dimaksud.

Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data yaitu dengan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data dengan memanfaatkan sarana di luar data untuk keperluan pengecekan atau perbandingan data itu (Moelong dalam Suwandi, 2008 : 69).

Validitas data yang digunakan antara lain dengan triangulasi sumber data dan triangulasi metode pengumpulan data. Dalam penelitian teknik triangulasi untuk mengetahui kesulitan serta faktor penyebabnya yang dihadapi peserta didik dalam belajar matematika tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat. Untuk itu peneliti membandingkan data hasil penelitian dari berbagai metode antara lain dengan tes dan observasi. Triangulasi data dilakukan dengan cara (Khoiriyah, 2010:41-42) :

1. Cros ceking, peneliti melakukan pengecekan antara hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui tes dan observasi dengan memadukan hasil kegiatannya. Cros ceking bertujuan untuk memperoleh informasi yang benar dan meyakinkan.

2. Cek ricek, yaitu pengulangan kembali data yang diperoleh melalui berbagai sumber data, waktu, maupun metode dan informasi serta tempat memperoleh data (setting).

(7)

commit to user F. Analisis Data

Menurut Suwandi (2008 : 70) “Teknik analisis data yang digunakan

untuk menganalisis data-data yang telah berhasil dikumpulkan antara lain dengan

teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis.” Teknik deskriptif

komparatif digunakan untuk data kuantitatif, yakni dengan membandingkan hasil antar siklus, yaitu membandingkan nilai hasil tes pra tindakan dengan nilai hasil tes siklus I dan membandingkan nilai hasil tes siklus I dengan nilai hasil tes siklus II, sedangkan teknik analisis kritis berkaitan dengan data kualitatif.

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Data deskriptif meliputi deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif digunakan untuk mengetahui peningkatan nilai kemampuan peserta didik dalam matematika tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat pada kondisi sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Sedangkan data kualitatif untuk mengungkapkan kekurangan kinerja guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran, dan analisisnya dilakukan setelah pengumpulan data.

G. Indikator Kinerja Penelitian

Menurut Suwandi (2008 : 70) “Indikator kinerja merupakan kinerja yang

akan dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan

penelitian”. Kriteria keberhasilan peserta didik dalam penelitian ini adalah adanya

peningkatan hasil belajar matematika tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat menggunakan metode demonstrasi pada peserta didik kelas V tunarungu SLB Negeri 2 Pemalang tahun pelajaran 2014/2015.

Adapun acuan dalam menentukan keberhasilan dalam penelitian ini peserta didik dianggap tuntas belajar jika sudah mencapai tingkat penguasaan materi dengan hasil belajar minimal 65 (KKM) dan dicapai minimal 75 % dari jumlah peserta didik.

(8)

commit to user H. Prosedur Penelitian.

Penelitian tindakan kelas terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dengan siklus berulang (dua siklus). Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus yaitu : perencanaan (Planning), pelaksanaan (Acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (Reflecting).

1. Siklus I

a. Perencanaan (Planning) Perencanaan meliputi :

1) Menetapkan waktu pelaksanaan serta membuat silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I (RPP I).

2) Menyiapkan perangkat pembelajaran meliputi buku sumber, alat peraga/alat bantu pembelajaran (busur derajat), lembar observasi, LKS, dan lembar soal evaluasi.

b. Pelaksanaan (Acting)

Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :

1) Menyiapkan materi dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran matematika mengenai kompetensi dasar melakukan pengukuran sudut, media alat peraga/bantu pembelajaran yaitu busur derajat. Materi pembelajaran tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat. Metode pembelajaran menggunakan metode demonstrasi.

2) Peserta didik diberi tugas untuk menggambar dan mengukur besar sudut dengan menggunakan busur derajat pada lembar kerja siswa/ peserta didik (LKS).

3) Memberi tugas kepada peserta didik untuk mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi pembelajaran dengan tujuan untuk mengukur pemahaman/penguasaan terhadap materi yang sudah diberikan.

c. Pengamatan (Observing)

Pengamatan dilakukan oleh teman sejawat (observer) baik observasi kepada peserta didik maupun peneliti pada saat proses pembelajaran matematika berlangsung.

(9)

commit to user

Dalam melaksanakan tugasnya observer menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.

d. Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar dan sejauh mana penguasaan mengenai materi pelajaran. Berdasarkan pelaksanaan tahap observasi dan evaluasi sebelumnya, data yang diperoleh menjadi bahan refleksi bagi peneliti untuk langkah selanjutnya dalam melakukan perbaikan pada siklus ke II.

2. Siklus II

a. Perencanaan (Planning)

1) Identifikasi masalah setelah pelaksanaan siklus I.

2) Melaksanakan alternatif pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi secara oftimal.

3) Menyiapkan perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, buku sumber, alat peraga/alat bantu pembelajaran (busur derajat), lembar observasi, LKS, dan lembar soal evaluasi.

b. Pelaksanaan (Acting)

1) Untuk mengawali kegiatan guru melakukan apersepsi

2) Kegiatan inti yaitu pelaksanaan proses pembelajaran, guru dan peserta didik menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat melalui cara-cara/langkah-langkah yang sudah ditentukan dengan menggunakan metode demontrasi.

3) Peserta didik diberi tugas untuk menggambar dan mengukur besar sudut dengan menggunakan busur derajat pada lembar kerja siswa/ peserta didik (LKS).

4) Peserta didik secara individual mengerjakan soal tes yang berkaitan dengan materi pembelajaran dengan tujuan untuk mengukur pemahaman/penguasaan terhadap materi yang sudah diberikan.

(10)

commit to user

Observasi dilakukan oleh observer selama kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan meliputi aktifitas peserta didik dalam kemampuan menggunakan alat, dan aktifitas guru/peneliti selama melakukan pembelajaran untuk penguasaan materi dan kelas.

d. Refleksi (Reflecting)

Mengulas secara kritis tentang perubahan pada peserta didik dan guru saat proses pembelajaran. Peneliti menganalisis hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II, berdiskusi dengan teman sejawat (observer), dan menunjukkan hasil analisis secara terbuka kepada siswa sebagai evaluasi terhadap apa yang telah mereka kerjakan dengan harapan mereka akan lebih termotivasi untuk belajar matematika khususnya tentang menggambar dan mengukur besar sudut dengan busur derajat.

Gambar

Tabel 3.2. Data Nilai Hasil Tes Pratindakan

Referensi

Dokumen terkait

Upaya untuk mengetahui apakah item butir pernyataan tersebut dapat digunakan kembali atau tidak, maka peneliti melakukan uji reliabilitas terhadap 39

Pada studi ini mengacu karakteristik lingkungan fisik restoran yang mencakup dimensi keindahan fasilitas, suasana, pencahayaan, tata ruang, perlengkapan makan dan pelayanan staf

Oleh karena itu, satuan pendidikan harus menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran sebagai dasar dalam menilai pencapaian kompetensi peserta

Non- maximum Suppression Double Thresholding Proses Otsu Edge Tracking Mulai Baca citra aras keabuan Selesai Citra Gradient magnitude Dapat nilai threshold roberts Citra biner

Penyelenggaraan pelayanan gizi rumah sakit merupakan suatu rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien dalam

Cluster Sampling), tahap kedua yaitu penarikan sampel dilakukan dengan caraNon Probability Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. 2) Terdapat

Metode penanganan yang dihasilkan untuk mengurangi jumlah waste dan emisi karbon adalah dengan meningkatkan koordinasi dari pihak-pihak dalam proyek konstruksi,

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang berjudul