• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGHAPUSAN SISTEM BUKTI EKSPOR (B.E.) perpu0041959

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGHAPUSAN SISTEM BUKTI EKSPOR (B.E.) perpu0041959"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

NOMOR 4 TAHUN 1959

TENTANG

PENGHAPUSAN SISTEM BUKTI EKSPOR (B.E.)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : 1. bahwa dianggap perlu menyederhanakan dan melancarkan

perdagangan luar negeri,

2. bahwa karena keadaan yang memaksa, soal tersebut perlu dengan

segera diatur dengan Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-undang,

Mengingat : Pasal 22 ayat (1) dan pasal 23 (2), (3) dan (4) Undang- undang

Dasar;

Mendengar : Menteri Keuangan;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

TENTANG PENGHAPUSAN SISTIM BUKTI EKSPOR (B.E.).

Pasal 1.

Mulai saat berlakunya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang

ini sistim Bukti Ekspor (B.E.), sebagai termaksud dalam Pengumuman

Pemerintah tertanggal 10 Juni 1957, tentang Keputusan Dewan Moneter

tertanggal 18 Juni 1 957 No. 30, dihapuskan.

(2)

Pasal 2.

Penetapan harga mata uang Rupiah dilakukan dengan Peraturan

Pemerintah.

Pasal 3 .

Setiap ekspor dikenakan ,,pungutan ekspor" (pueks), yang selanjutnya

diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 4 .

Setiap impor dikenakan ,,pungutan impor" (puim), yang selanjutnya

diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 5.

Pelaksanaan ketentuan-ketentuan selanjutnya diatur oleh

Menteri/Menteri Muda Keuangan.

Pasal 6.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini mulai berlaku pada

tanggal 25 Agustus 1959.

(3)

3

-Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ini

dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Bogor

pada tanggal 24 Agustus 1959. Presiden Republik Indonesia,

SOEKARNO

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 24 Agustus 1959. Menteri Muda Kehakiman,

SAHARDJO

(4)

ATAS

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

NMOR 4 TAHUN 1959

TENTANG

PENGHAPUSAN SISTIM BUKTI EKSPOR (B.E.).

Pemerintah telah sampai kepada kesimpulan bahwa dalam keadaan seperti

sekarang ini, yaitu dimana negara masih mengalami kegoncangan politis, ekonomis dan

militer dan baru saja meningkat pada taraf permulaandari stabilitasi keadaan, sistim B.E.

sebagai dijalankan mulai tanggal 20 Juni 1957 dengan Keputusan Dewan Moneter

tanggal 18 Juni 1957 NO. 30, tidak dapat dilangsungkan.

Secara prinsipil sistim tersebut, dimana nilai mata uang rupiah terhadap mata uang

asing ditetapkan oleh imbangan penawaran dan permintaan B.E., walaupun misalnya

perkembangannya tidak diganggu oleh berbagai macam spekulasi dan gerak-geriknya

perdagangan abnormal, sesungguhnya tidak sesuai dengan alam pikiran ekonomi

terpimpin, dimana Pemerintah mengambil peranan yang lebih aktip dan lebih

menentukan.

Sesungguhnya sistim B.E. itu sudah dibekukan sejak saat kurs B.E., ditetapkan

pada tingkat 332%.

Dengan penghapusan sistim B.E. secara prinsipil akan pula tercapai

penyederhanaan dalam sistim perdagangan ekspor dan impor, yang lebih sesuai lagi

dengan kebijakanaan Pemerintah dibidang keuangan dan perekonomian.

Nilai harga mata uang rupiah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah setelah

diadakan penelitian dan pertimbangan yang mendalam, bukan saja melihat keadaan masa

sekarang, akan tetapi dengan peninjauan pada masa yang akan datang.

Untuk masa sekarang penetapan tersebut hendaknya memberikan kelonggaran dan

tambahan ruang bergerak yang lebih luas mengenai jenis barang ekspor untuk para

eksportir, mengingat tingkat upah dan harga barang dan transport pada saat ini.

Untuk beberapa jenis barang ekspor memang terdapat disparitet antara harga

(5)

2

-perbedaan ini disebabkan pula oleh faktor spekulasi, dan bukan oleh tingkat harga upah

dan bahan keperluan untuk memprodusir barang ekspor itu.

Namun disparitet tadi tetap merupakan tekanan kejurusan "ekspor dengan

counter-impor", hal mana merupakan keadaan yang tidak sehat.

Berhubung dengan dinasionalisasinya perusahaan-perusahaan Belanda, terutama

perusahaan-perusahaan yang menghasilkan bahan-bahan ekspor, maka yang akan menarik

manfaat dari perubahan ini ialah perusahaan-perusahaan Pemerintah dan para pengusaha

dan eksportir nasional, hal mana berbeda dengan keadaan sebelumnya tindakan

nasionalisasi.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA NOMOR 1839

Bogor, 24 Agustus 1959.

Diketahui:

Menteri Muda Kehakiman,

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun penelitian ini telah dapat memberikan informasi seberapa besar tingkat kebisingan lingkungan suatu daerah namun ada beberapa hal yang masih menjadi kelemahan, antara lain

[3.19] Menimbang bahwa untuk pengaturan tentang keuangan negara telah diundangkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (UU 17/2003) yang Pasal 1 angka

KPR BRISyariah iB adalah Pembiayaan Kepemilikan Rumah kepada Perorangan untuk memenuhi sebagian atau keseluruhan kebutuhan akan hunian dengan menggunakan prinsip

Sedangkan untuk daerah di antara lokasi utara dan selatan kedalaman batuan kerasnya relatif lebih dangkal, yaitu berkisar antara 6 hingga 10 meter bawah dasar laut dengan

buah muatan listrik dipindahkan dalam medan listrik homogen dengan gaya sebesar. sejauh

Selisih nilai yang tampak tipis pada grafik tidak didukung analisis statistik untuk uji perbedaan nilai (Tabel 4.7.). Hasil uji beda nilai menunjukkan bahwa 7 dari 12 data

Pelaksanaan atau aplikasi penanaman modal khususnya penanaman modal asing di Indonesia yang tidak melalui suatu usaha kerjasama dengan modal nasional baik yang dilakukan oleh

Hasil penelitan ini diharapkan agar pakan komplit yang diberikan pada ternak sapi perah dapat meningkatkan daya cerna lemak dan serat kasar dimana dengan meningkatnya lemak dan