• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS PENGANTAR AKUNTANSI 2 ANALISIS LAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS PENGANTAR AKUNTANSI 2 ANALISIS LAP"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

STATEMENT OF AUTHORSHIP

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini belum pernah digunakan sebagai bahan untuk tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan menggunakannya.

Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama : Clifert Thimoty Walandouw (1506690561)

Dewa Ayu Widia Lestari (1506735396)

Fikry Nurrahman (1506690504)

Mata ajaran : Pengantar Akuntansi 2

Judul makalah/tugas : Analisis Laporan Keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Hari, tanggal : Kamis, 9 Juni 2016

Dosen : Sri Nurhayati S.E., M.M. S.A.S

(Clifert Thimoty W) (Dewa Ayu Widia L) (M. Fikry Nurrahman)

NPM: 1506690561 NPM: 1506735396 NPM: 1506690504

DAFTAR ISI

Statement of Authorship ………. 1

Daftar Isi ………. 2

(2)

1.1 Latar Belakang ………. 3

1.2 Rumusan Masalah ………. 4

1.3 Tujuan Penulisan ………. 4

1.4 Manfaat Penulisan ………. 4

II. Profil Perusahaan (PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.) 2.1 Profil Singkat Perusahaan ………. 5

2.2 Struktur Kepemilikan Saham ………. 6

2.3 Struktur Organisasi ………. 6

III. Landasan Teori 3.1 Pengertian – Analisis Horizontal ………. 7

3.2 Pengertian – Analisis Vertikal………. 7

3.3 Pengertian – Analisis Likuiditas ………. 9

3.4 Pengertian – Analisis Solvabilitas ………. 9

3.5 Pengertian – Analisis Profitabilitas ………. 11

IV. Hasil dan Pembahasan (Analisis Financial Statement PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.) 4.1 Analisis Horizontal ………. 13

4.2 Analisis Vertikal ………. 18

4.3 Analisis Likuiditas dan Solvabilitas ………. 22

4.4 Analisis Profitabilitas ………. 26

V. Kesimpulan dan Saran ………. 30

Daftar Pustaka ………. 31

Lampiran Perhitungan ………. 32

Laporan Posisis Keuangan ………. 38

Laporan Laba Rugi ………. 41

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

(3)

adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, serta arus kas suatu entitas, untuk digunakan oleh beraneka ragam pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Namun laporan keuangan saja tidak cukup sebagai dasar pengambilan keputusan oleh para pelaku bisnis karena laporan keuangan tidak mencakup informasi lain yang lebih mendalam mengenai kinerja perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan seperangkat teknik alanlisis yang dapat menginterpretasikan informasi Laporan keuangan secara relevan. Salah satu teknik analisis yang dapat di aplikasikan dalam kegiatan bisnis adalah analisis rasio keuangan dan analisis vertikal-horizontal.

Analisis rasio keuangan (financial ratio) menilai kinerja keuangan perusahaan berdasarkan data perbandingan masing-masing unsur yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi serta Laporan Arus Kas dalam periode tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan (forcasting) reaksi para calon investor dan kreditur serta hasil usaha di masa yang akan datang.

Analisis vertikal membandingkan masing-masing pos dalam periode berjalan untuk melihat adanya hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Analisis vertikal juga dapat diterapkan untuk beberapa periode untuk melihat adanya perubahan analisis sejalannya waktu. Sementara analisis vertikal membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga perkembangannya dapat di analisis sesuai dengan fluktuasi jumlah pos yang ada.

Ketiga analisis tersebut dapat memberi gambaran mengenai kualitas perusahaan pada pelaku bisnis, memprediksi laba dan rugi perusahaan di masa yang akan datang, serta menilai kemampuan perusahaan untuk membayar hutang. Para investor dapat menilai peluang suatu perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk inverstasinya.

Untuk membuktikan hal diatas, penulis memutuskan untuk praktik langsung dengan melakukan analisis rasio dan analisis vertikal-horizontal. Ada pun perusahaan yang penulis pilih adalah PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan dagang, yang lumayan terkenal di Indonesia. Penulis mengharapkan analisis tersebut dapat memberikan gambaran dan menilai kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

(4)

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah sebagai ruang lingkup penulisan akan dibatasi pada hal-hal berikut :

1.2.1 Bagaimana kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 – 2015, dengan menggunakan analisis horizontal terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ?

1.2.2 Bagaimana kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 – 2015 dengan menggunakan analisis vertikal terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ?

1.2.3 Bagaimana kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada periode 2014 – 2015 dalam likuiditas perusahaan, profitabilitas usaha, dan keputusan pendanaan dengan menggunakan analisis likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi ?

1.3 Tujuan Penulisan

Beberapa tujuan yang diharapkan dari penulisan ini :

1.3.1 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan analisis horizontal.

1.3.2 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan analisis vertikal.

1.3.3 Menganalisis kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dengan menggunakan analisis rasio.

1.3.4 Memenuhi tugas akhir Pengantar Akuntasi 2.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan ini :

1.4.1 `Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk melalui analisis horizontal.

1.4.2 Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk melalui analisis vertikal.

1.4.3 Agar pembaca dapat mengetahui kinerja PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk melalui analisis rasio.

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

(5)

PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. adalah perusahaan terkemuka dengan operasi mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi yang beredar di pasar. Indofood mengkapitalisasi model bisnis tangguh dengan lima grup strategi sebagai pelengkap, yaitu: Consumer Branded Products yang kegiatan usahanya dilakukan oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., terdaftar di Bursa Efek Indonesia semenjak 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen terkemuka di Indonesia, dengan berbagai macam produk konsumen.

Pada tahun 2013, ICBP memulai bisnis minuman non-alkohol, dan telah memiliki portofolio seperti teh siap minum, air kemasan, minuman ringan berkarbonasi dan minuman jus buah.

Dalam beberapa dekade ini PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk (“Indofood” atau “Perseroan”) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Kini, Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (“Grup”) yang saling melengkapi sebagai berikut:

Produk Konsumen Bermerek (“CBP”). Kegiatan usahanya dilaksanakan oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk (“ICBP”), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sejak tanggal 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen makanan dalam kemasan terkemuka di Indonesia yang memiliki berbagai jenis produk makanan dalam kemasan. Berbagai merek produk ICBP merupakan merek–merek yang terkemuka dan dikenal di Indonesia untuk makanan dalam kemasan.

Bogasari, memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan usaha Grup ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan.

(6)

kegiatan usaha Grup ini juga mencakup pemuliaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya.

Distribusi, memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak–anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga

2.2 Struktur Kepemilikan Saham

Pemegang Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. per 29 Januari 2016

No PEMEGANG SAHAM Persentase(%

)

Total Shared Issue and Fully Paid 1 CAB Holdings Limited 50.07 4,396,103,450

2 Public (<5%) 49.91 1,329,770

3 Anthoni Salim (president Director) 0.02 50,000

4 Taufik Wiraatmadja (Direktur) 0 250

5 Franciscus Welirang (Director) 0 4,382,943,030

2.3 Struktur Organisasi

Dewan Komisaris Direksi

Komisaris Utama Manuel Velez

Pangilinan Direktur Utama Anthoni Salim

Komisaris Benny Setiawan

Santoso Direktur Axton Salim

Komisaris Edward Anthony Direktur Darmawan Sarsito

RUPS

(RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM)

DEWAN KOMISARIS

DEWAN DIREKSI

KOMITE AUDIT

(7)

Tortorici

Komisaris Graham Leigh Pickles Direktur Franciscus

Welirang

Komisaris Robert Charles

Nicholson Direktur

Joedianto Soejonopoetr Komisaris

Independen Utomo Josodirdjo Direktur Joseph Bataona

Komisaris

Independen Adi Pranoto Leman Direktur Moleonoto

Komisaris

Independen Bambang Subianto Direktur

Taufik Wiraatmadja

Direktur Tjhie Tje Fie

Direktur Werianty Setiawan

BAB III LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian – Analisis Horizontal

(8)

sebelumnya. Persentase didapatkan melalui kanaikan atau penurunan yang dibagi dengan akun periode sebelumnya, lalu dikali seratus persen.

Setiap item dalam laporan terbaru dibandingkan dengan item yang sama di periode lebih awal, dengan ketentuan:

3.1.1 Jumlah naik atau turun 3.1.2 Persentase naik atau turun

3.2 Pengertian – Analisis Vertikal

Analisis vertikal merupakan perbandingan antara masing-masing pos periode berjalan dengan pos-pos yang sama periode sebelumnya. Analisis vertikal diaplikasikan untuk tiap laporan dan tetap memungkinkan untuk diaplikasikan pada laporan yang sama. Analisis vertikal bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antar laporan keuangan, sementara analisis vertikal anatr periode bertujuan untuk mengetahui keadaan keuangan, perubahan yang trjadi, dan hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan.

Pada neraca, setiap pos aktiva disebut sebagai total aktiva, sedangkan setiap pos dari kewajiban dan ekuitas dinyatakan sebagai persentase dari total kewajiban dan ekuitas. Pada laporan laba rugi persentasenya berdasarkan total pendapatan atau penjualan. Namu, perubahan yang terjadi tidak dapat melihat baik atau buruknya posisi perusahaan tanpa melihat proporsi dari setiap pos terhadap total yang dijadikan sebagai angka dasar perhitungan persentase.

Pada analisis vertikal neraca, pel perrsentasi dihitung sebagai berikut:

3.2.1 Setiap item aset dinyatakan sebagai persentase dari total aset. 3.2.2 Setiap kewajiban dan barang ekuitas dinyatakan sebagai

persentase dari total kewajiban dan ekuitas.

3.3 Pengertian – Analisis Likuiditas

Analisis likuiditas adalah analisis yang dilakukan untuk menganalisis atau mengukur kemampuan perusahaan dalam dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang akan segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.

(9)

Ada beberapa macam rasio yang digunakan untuk menganalisis likuiditas suatu perusahaan antara lain :

3.3.1 Working Capital

Working Capital digunakan untuk mengevaluasi kemampuan sebuah perusahaan untuk membayar kewajiban lancar-nya.

WorkingCapital=Current AssetsCurrent Liabilities

3.3.2 Current Ratio

Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Current ratio digunakan karena lebih baik menggambarkan kemampuan perusahaan dalam likuiditas-nya daripada working capital.

Current Ratio= Current Assets Current Liabilities 3.3.3 Quick Ratio

Rasio yang mengukur kemampuan “instan” perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek disebut quick ratio atau acid-ratio. Rasio ini adalah rasio dari total quick asset terhadap total kewajban jangka pendek. Quick asset adalah kas dan aset lancar lainnya yang dapat secara cepat dikonversikan menjadi kas.

Quick Ratio= Quick Assets Current Liabilities

3.4 Pengertian – Analisis Solvabilitas

Kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban finansial (utang usaha) disebut solvabilitas. Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba disebut profitabilitas. Analisis solvabilitas fokus terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi baik kewajiban lancar (current liabilities) mauun kewajiban tidak lancar (non-current liabilities).

Menurut Fred Weston dikutip dari Kasmir (150:2008), Analisis Solvabilitas adalah analisis yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panajang apabila perusahaan dilikuidasi (dibubarkan).

3.4.1 Account Receivable Turnover

(10)

Account Receivable Turnover= Net Sales

Average Account Receivable

3.4.2 Number of Days’ Sales in Receivable

Number of days’s sales in receivable adalah sebuah estimasi waktu untuk mengukur rata-rata waktu piutang telah ditagih.

Number of days salesreceivable=Average Account Receivable Average Daily Sales

Dimana

Average Daily Sales=Net Sales 365days

3.4.3 Inventory Turnover

Inventory Turnover digunakan untuk mengukur aktifitas atau likuiditas dari persediaan barang dagang perusahaan.

Inventory Turnover= COGS Average Inventory

3.4.4 Number of Days’ Sales in Inventory

Number of days’ sales in inventory adalah sebuah rasio yang mengukur tingkat waktu yang dibutuhkan untuk menjual, membeli, ataupun menggantikan persediaan barang dagang.

Number of days salesinventory= Average Inventory Average Daily COGS

Dimana

Average Daily COGS= COGS 365days

3.4.5 Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities

Ratio of fixed assets to long-term liabilities menyediakan sebuah pengukuran apakah noteholders atau bondholders akan dibayarkan atau tidak.

Ratioof¿Assets¿Longterm Liabilities= ¿Assets(net) Longterm Liabilities

3.4.6 Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity

Ratio of liabilities to stockholders equity adalah rasio yang mengukur seberapa banyak sebuah perusahaan dibiayai oleh hutang dan equity-nya.

(11)

3.4.7 Number of Interest Charges are Earned

Bagi korporasi, risiko relatif menjadi pemegang surat utang secara utuh diukur menggunakan number of times interest charges are earned, atau disebut juga fixed charge coverager ratio, dalam tahun tertentu. Semakin tinggi rasio, maka semakin rendah risiko pembayaran bunga tidak dilaksanakan ketika pendapatan berkurang. Dengan kata lain, semakin tinggi rasio, maka semakain baik jaminan atas pembayaran bunga akan dilaksanakan dalam basis kontinu. Pengukuran ini juga menggambarkan keuatan finansial secara umum sebuah perusahaan, yakni bunga untuk pemegang saham dan karyawan yang juga sebagai kreditur.

Number of Interest Charges are Earned=Income before income taxInterest Expense Interest Expense

3.5 Pengertian – Analisis Profitabilitas

Analisis profitabilitas berfokus untuk melihat kemampuan perusahaandalam mendapatkan laba. Kemampuan ini menggambarkan hasil operasi perusahaan yang ada di laporan laba-rugi.

Menurut Sofyan Safri Harahap (2008:304) : “Analisis profitabilitas adalah menganalisis kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya”.

Macam-macam rasio yang digunakan untuk menganalisis profitabilitas perusahaan, antara lain :

3.5.1 Ratio of Net Sales to Assets

Ratio of net sales to assets adalah rasio untuk mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan dalam penggunaan asset-nya.

Ratioof Net Sales¿Assets= Net Sales AverageTotal Assets

3.5.2 Rate Earned on Total Assets

Rasio ini merupakan pengukuran profitabilitas dari seluruh aset, dengan tidak memperdulikan apakah aset ini dibiayai secara tunai maupun dengan utang.

Rate Earned onTotal Assets=Net Income+Interest Expenses AverageTotal Assets

(12)

Rasio ini mengukur profitabilitas dari modal yang dimiliki perusahaan, berupa saham, agio saham, laba ditahan, dan juga komponen modal lainnya yang tertera di laporan keuangan perusahaan.

Rate Earned on Stockholder s'Equity Net Income Average Total Equity

3.5.4 Rate Earned on Common Stockholders’ Equity

Rasio ini menunjukkan profitabilitas dari modal saham biasa perusahaan, terpisah dari agio dan komponen modal lainnya.

Rate Earned onCommon Stockholder s'Equity= Net Income+Interest Expenses Average TotalCommon Stockholders Equity

3.5.5 Earnings per Share on Common Stock

Earnings per share on common stock mengukur berapa keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham.

Earnings per Share= Net IncomePreferred dividend Shares of Common Stock Outstanding

3.5.6 Price Earnings Ratio

Price earnings ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sebuah prospek pendapatan masa depan perusahaan.

Price Earnings Ratio=Market price perCommon Stock Earning per Share

3.5.7 Dividend per Share of Common Stock

Dividend per share of common stock adalah rasio yang mengukur seberapa besar pendapatan yang telah didistribusikan sebagai dividend kepada pemegang saham.

Dividend per Share= Common Stock Dividends Number of Common Stock Outstanding

3.5.8 Dividend Yield

Dividend yield adalah rasio yang mengukur tingkat pengembalian kepada pemegang saham biasa dari kas dividend.

Dividend Yield= Dividends per share Market price per stock

3.5.9 Profit Margin

(13)

Profit Margin=Net Income Net Sales

3.5.10 Payout Ratio

Payout ratio adalah rasio yang mengukur seberapa persentase atau proporsi dari net income yang didistribusikan untuk dividend.

Payout Ratio=Total Dividends Net Income

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Horizontal (Horizontal Analysis)

4.1.1 Analisis Horizontal ( Laporan Posisi Keuangan )

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR DAN ENTITAS ANAKNYA

LAPORAN POSISI KEUANGAN KOMPARATIF Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

(14)

2015 2014 Jumlah % ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 13,076,076 14,157,619 (1,081,543) (7.64) Investasi jangka pendek 1,090,607 665,340 425,267 63.92 Piutang usaha pihak ketiga - neto 3,522,553 3,001,157 521,396 17.37 Piutang usaha pihak berelasi 733,261 553,910 179,351 32.38 Piutang bukan usaha pihak ketiga 458,089 500,602 (42,513) (8.49) Piutang bukan usaha pihak berelasi 402,707 302,755 99,952 33.01 Persediaan - neto 7,627,360 8,446,349 (818,989) (9.70) Uang muka dan jaminan 809,685 649,072 160,613 24.75 Pajak dibayar dimuka 302,105 351,822 (49,717) (14.13

) Beban tanaman ditangguhkan 165,308 161,819 3,489 2.16 Biaya dibayar dimuka dan aset lancar lainnya 253,910 390,760 (136,850) (35.02

) Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk

dijual 14,375,084 11,832,922 2,542,162 21.48

Total Aset Lancar 42,816,745 41,014,127 1,802,618 4.40 ASET TIDAK LANCAR

Tagihan pajak penghasilan 261,934 457,440 (195,506) (42.74 ) Piutang plasma - neto 785,773 618,026 167,747 27.14 Aset pajak tangguhan - neto 2,083,290 1,742,851 340,439 19.53 Penyertaan jangka panjang 1,898,233 1,877,887 20,346 1.08 Tanaman perkebunan menghasilkan - neto 5,193,423 5,116,106 77,317 1.51 Tanaman perkebunan belum menghasilkan 3,612,838 3,197,449 415,389 12.99 Hutan tanaman industri - neto 281,726 279,221 2,505 0.90 Aset tetap - neto 25,096,342 21,982,095 3,114,247 14.17

Properti investasi 42,188 - 42,188

-Biaya ditangguhkan - neto 676,166 596,345 79,821 13.39

Goodwill 3,976,524 3,976,524 -

-Aset tak berwujud - neto 2,628,235 2,761,473 (133,238) (4.82) Biaya dibayar dimuka jangka panjang 948,126 761,489 186,637 24.51 Aset tidak lancar lainnya 1,529,983 1,696,218 (166,235) (9.80) Total Aset Tidak Lancar 49,014,781 45,063,124 3,951,657 8.77

TOTAL ASET 91,831,526 86,077,251 5,754,275 6.69

Tahun Naik (Turun)

2015 2014 Jumlah %

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang bank jangka pendek dan cerukan 5,971,569 5,069,833 901,736 17.79 Utang trust receipts 1,747,575 3,922,784 (2,175,209) (55.45) Utang usaha pihak ketiga 3,080,946 3,279,443 (198,497) (6.05) Utang usaha pihak berelasi 503,958 539,400 (35,442) (6.57) Utang lain dan uang muka yg diterima phk. ketiga 1,589,265 1,274,315 314,950 24.72

(15)

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 684,417 730,683 (46,266) (6.33)

Utang pajak 352,910 478,529 (125,619) (26.25

) Utang bank (jatuh tempo dlm 1 thn) 2,949,803 1,091,748 1,858,055 170.19 Utang pembelian aset tetap (jatuh tempo dlm 1

thn) 42,942 11,349 31,593 278.38

Liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang

dimiliki untuk dijual 6,046,887 4,176,022 1,870,865 44.80 Total Liabilitas Jangka Pendek 25,107,538 22,658,835 2,448,703 10.81 LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang jangka panjang - setelah

dikurangi bagian yg jatuh tempo dalam satu tahun

Utang bank 12,889,330 12,826,553 62,777 0.49 Utang obligasi 3,989,156 3,985,409 3,747 0.09 Utang pembelian aset tetap 15,466 25,914 (10,448) (40.32

) Liabilitas pajak tangguhan - neto 1,518,833 1,016,943 501,890 49.35 Utang kepada pihak-pihak berelasi 338,848 523,202 (184,354) (35.24

) Liabilitas imbalan kerja karyawan 4,775,806 4,707,196 68,610 1.46 Liabilitas estimasi atas biaya pembongkaran aset

ttp 74,956 59,001 15,955 27.04

Total Liabilitas Jangka Panjang 23,602,395 23,144,218 458,177 1.98 TOTAL LIABILITAS 48,709,933 45,803,053 2,906,880 6.35

Tahun Naik (Turun)

2015 2014 Jumlah %

EKUITAS

Modal saham - nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 30.000.000.000

saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh

8.780.426.500 saham 878,043 878,043 -

-Tambahan modal disetor 522,249 522,249 -

-Laba yang belum terealisasi dari aset keuangan

tersedia untuk dijual 924,426 539,039 385,387 71.50 Selisih atas perubahan ekuitas entitas anak dan

dampak transaksi dengan kepentingan

non-pengendali 6,645,415 6,637,221 8,194 0.12 Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 844,545 520,453 324,092 62.27 Bagian kelompok lepasan yang diklasifikasikan

sebagai dimiliki untuk dijual 627,333 387,359 239,974 61.95 Saldo laba

Cadangan umum 95,000 90,000 5,000 5.56

Belum ditentukan penggunaannya 16,732,340 15,530,036 1,202,304 7.74 Kepentingan non pengendali 15,852,242 15,169,798 682,444 4.50

TOTAL EKUITAS 43,121,593 40,274,198 2,847,395 7.07

(16)

Pada tabel terlampir, dapat dilihat bahwa jumlah aset lancar perusahaan mengalami peningkatan 4,40% atau naik sebesar Rp 1.802.618.000.000. Penyebab kenaikan tersebut adalah adanya peningkatan pada banyak akun aset lancar (seperti akun investasi jangka pendek, uang muka dan jaminan, aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual dll.) yang nilainya lebih besar dari pada penurunan yang terjadi pada beberapa akun aset lancar lainnya (seperti akun kas dan setara kas, persediaan - neto, pajak dibayar dimuka dll.) Kenaikkan juga terjadi pada jumlah aset tidak lancar yang mengalami peningkatan sebesar 8,77% atau naik sebesar Rp 3.951.657.000.000. Penyebab utama kenaikan ini adalah adanya kenaikkan yang signifikan pada asset tetap perusahaan (sebesar 14,17%) yang bernilai Rp 3.114.247.000.000 dan dibarengi pula oleh peningkatan pada pos-pos terkait lainnya (pos yang mengalami penurunan masih jauh teroffset oleh peningkatan-peningkatan yang terjadi). Secara total PT Indofood Sukses Makmur dan entitas anaknya mengalami peningkatan aktiva dari Rp 86.077.251.000.000 menjadi Rp 91.831.526.000.000 (atau sebesar 6,69%) pada tahun 2014 ke 2015.

Pada sisi pasiva, dapat dilihat pada tabel terlampir bahwa jumlah liabilitas perusahaan dibandingkan dengan tahun 2014 naik 6,35% atau sekitar Rp 2,9 trilyun. Penyumbang utama kenaikkan liabilitas adalah naiknya utang perusahaan terhadap bank yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun serta liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual masing-masing sebesar kurang lebih Rp 1,8 trilyun. Walaupun pada akun liabilitas lain terdapat juga penurunan yang signifikan (contohnya akun utang trust receipts yang turun sekitar 2,1 trilyun atau sebesar 55,45%), jumlah peningkatan liabilitas yang terjadi lebih tinggi sehingga secara total perusahaan ini tetap mengalami peningkatan liabilitas sebagaimana telah dipaparkan pada awal paragraf. Jumlah ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 7,07% atau setara dengan Rp 2,8 trilyun dan sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya (sebesar kurang lebih Rp 1,2 trilyun) serta kepentingan non pengendali (sebesar kurang lebih Rp 682 milyar). Secara total PT Indofood Sukses Makmur dan entitas anaknya mengalami peningkatan pasiva dari Rp 86.077.251.000.000 menjadi Rp 91.831.526.000.000 (atau sebesar 6,69%) pada tahun 2014 ke 2015.

4.1.2 Analisis Horizontal ( Laporan Laba Rugi ) PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR

DAN ENTITAS ANAKNYA

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KOMPARATIF

Untuk Periode-Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Naik (Turun)

2015 2014 Jumlah %

OPERASI YANG DILANJUTKAN

Penjualan neto 64,061,947 63,594,452 467,495 0.74 Beban pokok penjualan (46,803,889) (46,465,617) (338,272) 0.73

LABA BRUTO 17,258,058 17,128,835 129,223 0.75

(17)

Beban umum dan administrasi (3,495,437) (3,902,208) 406,771 (10.42) Penghasilan operasi lain 859,172 727,004 132,168 18.18 Beban operasi lain (373,286) (392,617) 19,331 (4.92)

LABA USAHA 7,362,895 7,319,620 43,275 0.59

Penghasilan Keuangan 599,170 692,581 (93,411) (13.49) Beban Keuangan (2,665,675) (1,552,958) (1,112,717) 71.65 Bagian atas rugi neto entitas asosiasi (334,306) (119,058) (215,248) 180.79 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4,962,084 6,340,185 (1,378,101) (21.74)

Beban pajak penghasilan (1,730,371) (1,855,939) 125,568 (6.77) LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI

YANG DILANJUTKAN 3,231,713 4,484,246 (1,252,533) (27.93)

OPERASI YANG DIHENTIKAN

LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI

YANG DIHENTIKAN 477,788 745,243 (267,455) (35.89)

LABA TAHUN BERJALAN 3,709,501 5,229,489 (1,519,988

) (29.07) Penghasilan (rugi) komprehensif lain

Pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi: Laba (rugi) pengukuran kembali atas liabilitas

imbalan kerja karyawan 311,665 (29,687) 341,352 (1,149.84 ) Bagian rugi komprehensif lain dari entitas

asosiasi setelah pajak (3,450) - (3,450) -Pos yang dapat diklasifikasikan ke laba rugi:

Laba (rugi) yang belum terealisasi dari aset

keuangan tersedia untuk dijual 392,698 (27,492) 420,190 (1,528.41) Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 759,668 (324,233) 1,083,901 (334.30) Bagian rugi komprehensif lain dari entitas

asosiasi setelah pajak (173,187) (74,928) (98,259) 131.14 Laba (rugi) nilai wajar atas hedging arus kas (129,548) 92,948 (222,496) (239.38) Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun

(18)

(sebesar 35,89% atau setara sekitar Rp 267 milyar) turut pula menjadi faktor yang menyebabkan penurunan laba di tahun berjalan pada tahun 2015.

Meski demikian, ternyata penghasilan komprehensif lain setelah pajak mengalami peningkatan sebesar kurang lebih Rp1,5 trilyun (atau 418,62% dari tahun sebelumnya). Hal ini utamanya disebabkan oleh banyaknya pos-pos terkait yang mengalami peningkatan secara luar biasa seperti selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (meningkat sekitar Rp 1 trilyun atau 334,3% dari tahun sebelumnya), laba pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja karyawan (meningkat sekitar Rp 341 milyar atau 1.149,84% dari tahun sebelumnya) serta laba yang belum tereleasiasi dari aset keuangan tersedia untuk dijual (meningkat sekitar Rp 420 milyar atau 1528,41% dari tahun sebelumnya)

Melalui analisis horizontal ini dapat disimpulkan bahwa secara umum Indofood masih mengalami kemajuan dan perubahan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari total laba komprehensif pada tahun 2015 yang masih mengalami peningkatan sebesar sekitar Rp 1,25 milyar atau 0,03% dari tahun sebelumnya.

4.2 Analisis Vertikal (Vertical Analysis)

4.2.1 Analisis Vertikal ( Laporan Posisi Keuangan ) PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR

DAN ENTITAS ANAKNYA

LAPORAN POSISI KEUANGAN KOMPARATIF Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014

(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

2015 2014

Jumlah % Jumlah %

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 13,076,076 14.24 14,157,619 16.45 Investasi jangka pendek 1,090,607 1.19 665,340 0.77 Piutang usaha pihak ketiga - neto 3,522,553 3.84 3,001,157 3.49 Piutang usaha pihak berelasi 733,261 0.80 553,910 0.64 Piutang bukan usaha pihak ketiga 458,089 0.50 500,602 0.58 Piutang bukan usaha pihak berelasi 402,707 0.44 302,755 0.35 Persediaan - neto 7,627,360 8.31 8,446,349 9.81 Uang muka dan jaminan 809,685 0.88 649,072 0.75 Pajak dibayar dimuka 302,105 0.33 351,822 0.41 Beban tanaman ditangguhkan 165,308 0.18 161,819 0.19 Biaya dibayar dimuka dan aset lancar lainnya 253,910 0.28 390,760 0.45 Aset kelompok lepasan yang dimiliki untuk

(19)

Total Aset Lancar 42,816,745 46.63 41,014,127 47.65 ASET TIDAK LANCAR

Tagihan pajak penghasilan 261,934 0.29 457,440 0.53 Piutang plasma - neto 785,773 0.86 618,026 0.72 Aset pajak tangguhan - neto 2,083,290 2.27 1,742,851 2.02 Penyertaan jangka panjang 1,898,233 2.07 1,877,887 2.18 Tanaman perkebunan menghasilkan - neto 5,193,423 5.66 5,116,106 5.94 Tanaman perkebunan belum menghasilkan 3,612,838 3.93 3,197,449 3.71 Hutan tanaman industri - neto 281,726 0.31 279,221 0.32 Aset tetap - neto 25,096,342 27.33 21,982,095 25.54

Properti investasi 42,188 0.05 -

-Biaya ditangguhkan - neto 676,166 0.74 596,345 0.69

Goodwill 3,976,524 4.33 3,976,524 4.62

Aset tak berwujud - neto 2,628,235 2.86 2,761,473 3.21 Biaya dibayar dimuka jangka panjang 948,126 1.03 761,489 0.88 Aset tidak lancar lainnya 1,529,983 1.67 1,696,218 1.97 Total Aset Tidak Lancar 49,014,781 53.37 45,063,124 52.35

TOTAL ASET 91,831,526 100.00 86,077,251 100.00

2015 2014

Jumlah % Jumlah %

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang bank jangka pendek dan cerukan 5,971,569 6.50 5,069,833 5.89 Utang trust receipts 1,747,575 1.90 3,922,784 4.56 Utang usaha pihak ketiga 3,080,946 3.35 3,279,443 3.81 Utang usaha pihak berelasi 503,958 0.55 539,400 0.63 Utang lain dan uang muka yg diterima phk. ketiga 1,589,265 1.73 1,274,315 1.48

Beban akrual 2,137,266 2.33 2,084,729 2.42

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 684,417 0.75 730,683 0.85

Utang pajak 352,910 0.38 478,529 0.56

Utang bank (jatuh tempo dlm 1 thn) 2,949,803 3.21 1,091,748 1.27 Utang pembelian aset tetap (jatuh tempo dlm 1

thn) 42,942 0.05 11,349 0.01

Liabilitas terkait aset kelompok lepasan yang

dimiliki untuk dijual 6,046,887 6.58 4,176,022 4.85 Total Liabilitas Jangka Pendek 25,107,538 27.34 22,658,835 26.32 LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang jangka panjang - setelah

dikurangi bagian yg jatuh tempo dalam satu tahun

Utang bank 12,889,330 14.04 12,826,553 14.90 Utang obligasi 3,989,156 4.34 3,985,409 4.63 Utang pembelian aset tetap 15,466 0.02 25,914 0.03 Liabilitas pajak tangguhan - neto 1,518,833 1.65 1,016,943 1.18 Utang kepada pihak-pihak berelasi 338,848 0.37 523,202 0.61 Liabilitas imbalan kerja karyawan 4,775,806 5.20 4,707,196 5.47 Liabilitas estimasi atas biaya pembongkaran aset

ttp 74,956 0.08 59,001 0.07

(20)

TOTAL LIABILITAS 48,709,933 53.04 45,803,053 53.21

2015 2014

Jumlah % Jumlah %

EKUITAS

Modal saham - nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 30.000.000.000

saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh

8.780.426.500 saham 878,043 0.96 878,043 1.02 Tambahan modal disetor 522,249 0.57 522,249 0.61 Laba yang belum terealisasi dari aset keuangan

tersedia untuk dijual 924,426 1.01 539,039 0.63 Selisih atas perubahan ekuitas entitas anak dan

dampak transaksi dengan kepentingan

non-pengendali 6,645,415 7.24 6,637,221 7.71 Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 844,545 0.92 520,453 0.60 Bagian kelompok lepasan yang diklasifikasikan

sebagai dimiliki untuk dijual 627,333 0.68 387,359 0.45 Saldo laba

Cadangan umum 95,000 0.10 90,000 0.10

Belum ditentukan penggunaannya 16,732,340 18.22 15,530,036 18.04 Kepentingan non pengendali 15,852,242 17.26 15,169,798 17.62

TOTAL EKUITAS 43,121,593 46.96 40,274,198 46.79

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 91,831,526 100.00 86,077,251 100.00 Berdasarkan tabel terlampir, dapat dilihat bahwa persentase liabilitas terhadap total liabilitas dan ekuitas mengalami sedikit penurunan, yaitu dari 53,21% menjadi 53,04%. Hal ini terjadi karena peningkatan persentase yang terjadi pada pos liabilitas jangka pendek (dari 26,32% menjadi 27,34%) dapat sedikit dilampaui oleh penurunan persentase yang terjadi pada pos liabilitas jangka panjang (dari 26,89% menjadi 25,70%). Persentase ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas juga tidak mengalami perubahan yang signifikan, yaitu naik dari 46,79% menjadi 46,96%. Hal ini dikarenakan tidak terjadi fluktuasi yang signifikan pada akun-akun terkait ekuitas. Secara umum, tidak terjadi fluktuasi yang signifikan dalam persentase liabilitas terhadap total liabilitas dan ekuitas serta persentase ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas.

Pada bagian aktiva perusahaan, persentase aset lancar terhadap total aset turun sebesar 1,02%. Penurunan persentase ini paling besar disebabkan oleh akun kas dan setara kas yang persentasenya turun dari 16,45% menjadi 14,24%. Sebaliknya persentase aset tidak lancar terhadap total aset naik sebesar 1,02% (paling besar disebabkan oleh akun aset tetap - neto yang persentasenya naik dari 25,54% menjadi 27,33%). Secara umum, tidak terjadi fluktuasi yang signifikan dalam persentase aset lancar terhadap total aset dan aset tidak lancar terhadap total aset.

(21)

PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR DAN ENTITAS ANAKNYA

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KOMPARATIF

Untuk Periode-Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah)

Tahun Tahun

2015 % 2014 %

OPERASI YANG DILANJUTKAN

Penjualan neto 64,061,947 100.00 63,594,452 100.00 Beban pokok penjualan (46,803,889) (73.06) (46,465,617) (73.07)

LABA BRUTO 17,258,058 26.94 17,128,835 26.93

Beban penjualan dan distribusi (6,885,612) (10.75) (6,241,394) (9.81) Beban umum dan administrasi (3,495,437) (5.46) (3,902,208) (6.14) Penghasilan operasi lain 859,172 1.34 727,004 1.14 Beban operasi lain (373,286) (0.58) (392,617) (0.62)

LABA USAHA 7,362,895 11.49 7,319,620 11.51

Penghasilan Keuangan 599,170 0.94 692,581 1.09 Beban Keuangan (2,665,675) (4.16) (1,552,958) (2.44) Bagian atas rugi neto entitas asosiasi (334,306) (0.52) (119,058) (0.19) LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4,962,084 7.75 6,340,185 9.97 Beban pajak penghasilan (1,730,371) (2.70) (1,855,939) (2.92) LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI

YANG DILANJUTKAN 3,231,713 5.04 4,484,246 7.05

OPERASI YANG DIHENTIKAN

LABA TAHUN BERJALAN DARI OPERASI

YANG DIHENTIKAN 477,788 0.75 745,243 1.17

LABA TAHUN BERJALAN 3,709,501 5.79 5,229,489 8.22

Penghasilan (rugi) komprehensif lain

Pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi: Laba (rugi) pengukuran kembali atas liabilitas

imbalan kerja karyawan 311,665 0.49 (29,687) (0.05) Bagian rugi komprehensif lain dari entitas

asosiasi setelah pajak (3,450) (0.01) - -Pos yang dapat diklasifikasikan ke laba rugi:

Laba (rugi) yang belum terealisasi dari aset

keuangan tersedia untuk dijual 392,698 0.61 (27,492) (0.04) Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 759,668 1.19 (324,233) (0.51) Bagian rugi komprehensif lain dari entitas

asosiasi setelah pajak (173,187) (0.27) (74,928) (0.12) Laba (rugi) nilai wajar atas hedging arus kas (129,548) (0.20) 92,948 0.15 Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun

setelah pajak 1,157,846 1.81 (363,392) (0.57)

TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN

BERJALAN 4,867,347 7.60 4,866,097 7.65

(22)

(sedikit menurun jika dibandingkan tahun 2014 yakni sebesar 7,65%). Penurunan persentase laba terebut, walaupun secara horizontal naik, adalah karena persentase beberapa beban perusahaan terhadap penjualan neto perusahaan yang naik secara vertikal dan horizontal dari tahun 2014 ke tahun 2015 (contohnya beban penjualan dan distribusi, beban keuangan, bagian rugi neto atas entitas asosiasi dll.) dan peningkatan tersebut sedikit lebih tinggi dari pada penurunan-penurunan yang terjadi pada pos lainnya (sehingga hasil akhirnya mendorong penurunan persentase total laba komprehensif tahun berjalan terhadap penjualan neto di tahun 2015).

4.3 Analisis Likuiditas dan Analisis Solvabilitas (Liquidity Analysis and Sovability Analysis) Kami menggunakan analisis likuiditas dan solvabilitas untuk mengetahui kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam memenuhi kewajibannya.

4.3.1 Working Capital

Working Capital dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

Rp 17.709.207.000.000 Rp 18.355.292.000.000

Pada tahun 2014 ke tahun 2015, terjadi penurunan working capital dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar Rp. 646.085.000.000 . Ini menandakan bahwa kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk melunasi kewajiban lancar dengan aset lancar mereka berkurang. Tetapi, meskipun working capital PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk berkurang dari tahun 2014 ke tahun 2015, working capital PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk pada tahun 2015 masih bernilai positif yang berarti bahwa PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dapat melunasi kewajiban jangka pendeknya.

4.3.2 Current Ratio

Current Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

1.705334271 1.810072186

(23)

4.3.3 Quick Ratio

Quick Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.768028032 0.846529974

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan quick ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.078501942. Hal ini menandakan bahwa kemampuan quick assets (Kas, Investasi Jangka Pendek, dan Piutang Usaha) untuk melunasi kewajiban jangka pendek dari PT. Indonesia Sukses Makmur, Tbk menurun. Selain kemampuan quick assets pada tahun 2015 menurun, angka 0.768028032 menggambarkan bahwa kemampuan quick assets PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya hanya sekitar 76 % dari total kewajiban jangka pendek.

4.3.4 Account Receivable Turnover

Account Receivable Turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

13.52226219 13.21383027

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan account receivable turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.30843192. Hal ini menandakan bahwa kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam penagihan piutang-nya semakin membaik. Hal ini dapat terjadi akibat adanya perubahan nilai dari pemberian kredit maupun praktik penagihan piutang dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

4.3.5 Number of Days’ Sales in Receivable

Number of Days’ Sales in Receivable dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

26.99252499 ( 27 hari) 27.62257366 (28 hari)

(24)

4.3.6 Inventory Turnover

Inventory Turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

5.823657626 5.595945128

Pada tahun 2014 ke 2015 terjadi peningkatan inventory turnover dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.227712498. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan dalam beban pokok penjualan, yang mana mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan dalam penjualan, dan penurunan dalam rata-rata persediaan barang dagang PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dari tahun 2014 ke tahun 2015.

4.3.7 Number of Days’ Sales in Inventory

Number of Days’s Sales in Inventory dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

62.67538778 (63 hari) 65.2258004 (66 hari)

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan number of days’ sales in inventory dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 3 hari. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam menjual persedian barang dagang-nya meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015.

4.3.8 Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities

Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

1.063296415 0.949787761

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi peningkatan ratio of fixed assets to long-term liabilities dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.113508654. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan fixed assets PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam membiayai long-term liabilities-nya. Selain itu, peningkatan rasio ini juga dapat menandakan bahwa PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk melakukan pembelian fixed assets selama tahun 2015 berjalan.

4.3.9 Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity

Ratio of Liabilities to Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

(25)

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio of liabilities to stockholders’ equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.007685391. Hal ini menunjukan bahwa margin of safety PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk tahun 2015 lebih aman daripada tahun 2014. Yang memberitahukan kepada kreditur bahwa PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk memiliki resiko gagal bayar yang lebih kecil dari tahun sebelumnya.

4.3.10 Number of Times Interest Charges Are Earned

Number of Times Interest Charges Are Earned dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

4.234475984 5.2216396

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan number of times interest charges are earned dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.987163616. Hal ini menandakan bahwa terjadi peningkatan dalam resiko beban bunga gagal bayar PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Dalam kata lain, resiko beban bunga gagal bayar tahun 2015 lebih tinggi daripada tahun 2015 PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

4.4 Analisis Profitabilitas ( Profitability Analysis )

Kami menggunakan analisis profitabilitas untuk melihat kemampuan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam memperoleh keuntungan-nya.

4.4.1 Ratio of Net Sales to Total Assets

Ratio of Net Sales to Total Assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.73578326 0.792927472

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio of net sales to total assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.057144213. Hal ini menandakan bahwa pada tahun 2015 penggunaan aset dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk meningkatkan penjualan masih belum efektif daripada tahun 2014.

4.4.2 Rate Earned on Total Assets

Rate Earned on Total Assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

(26)

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan ratio earned on total assets dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.024982123. Hal ini berarti bahwa setiap 1 rupiah yang didapatkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk berharga 0.058947333 total aset pada tahun 2015, turun daripada tahun 2014. Hal ini juga menandakan bahwa pada tahun 2015 profitabilitas perusahaan menurun daripada tahun 2014.

4.4.3 Rate Earned on Stockholders’ Equity

Rate Earned on Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.088961348 0.135552214

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan rate earned on stockholders’ equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.046590866. Hal ini berarti setiap rupiah dalam stockholders’ equity hanya dapat meningkatkan net income sebesar 0.088961348, pada tahun 2015, menurun dari tahun 2014. Ini dapat membuat investor melihat perusahaan tidak dapat menggunakan uang-nya dengan baik atau efisien dalam memperoleh net income.

4.4.4 Rate Earned on Common Stockholders’ Equity

Rate Earned on Common Stockholders’ Equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.216907926 0.34463537

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan rate earned on common stockholders’ equity dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.127727444. Hal ini berarti setiap 1 rupiah yang didapatkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk hanya dapat bernilai sebesar 0.216907926 rupiah kepada setiap pemegang saham biasa-nya pada tahun 2015, menurun daripada tahun 2014 yaitu sebesar 0.34463537. Ini dapat menyebabkan disinsentive terhadap calon pemegang saham untuk membeli saham PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.

4.4.5 Earnings per Share on Common Stock

Earnings per Share on Common Stock dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

338.0190017 448.9296733

(27)

menurun daripada tahun 2014. Ini menggambarkan bahwa pada tahun 2015, perusahaan mengalami penurunan profitabilitas-nya.

4.4.6 Price Earnings Ratio

Price Earnings Ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

15.6795919 16.59502689

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan price earnings ratio dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.915434993. Hal ini berarti bahwa investor ingin membayar berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, willingness investor sebesar 15.6795919 rupiah untuk setiap rupiah yang dihasilkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, menurun dibandingkan tahun 2014. Indikasinya untuk perusahaan, investor akan melihat perusahaan sebagai perusahaan yang memiliki poor current and future performance.

4.4.7 Dividend per Share of Common Stock

Dividend per Share of Common Stock dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

197.5566904 285.694778

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan dividend per share of common stock dari PT. Indofood Sukses Makmurm, Tbk sebesar 88.1380876 rupiah. Hal ini menandakan adanya penurunan dividend yang dibagikan kepada setiap pemegang saham biasa. Setiap saham biasa pada tahun 2015 berharga 197.5566904 rupiah dividend, turun dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 285.694778 rupiah setiap saham biasa.

4.4.8 Dividend Yield

Dividend Yield dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.037274847 0.038348292

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan dividend yield dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.001073445. Hal ini menandakan setiap rupiah yang di-investasikan oleh investor, investor mendapatkan 0.037274847 rupiah dalam dividen pada tahun 2015, turun dari tahun 2014. Dalam kata lain investor hanya mendapatkan 3.7274847 % dividend dalam investasi mereka.

4.4.9 Profit Margin

(28)

2015 2014

0.057904906 0.082231843

Pada tahun 2014 ke tahun 2015 terjadi penurunan profit margin dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk sebesar 0.024326937. Hal ini menandakan adanya penurunan proporsi net income terhadap net sales dari tahun 2014 ke tahun 2015. Dalam kata lain, net sales yang bisa dijadikan net income berkurang, ini mungkin disebabkan bertambahnya beban-beban perusahaan yang harus dibayar perusahaan sehingga biarpun net sales bertambah tapi proporsi penambahan-nya masih lebih besar penambahan beban-beban tesebut dan menyebabkan net income bukan bertambah tapi berkurang.

4.4.10 Payout Ratio

Payout Ratio dari PT.Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah

2015 2014

0.46761869 0.479687786

(29)

BAB V KESIMPULAN

Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang lebih luas, mencari informasi yang lebih dalam lagi, dan terutama untuk melihat kinerja dari suatu perusahaan (Sofyan, 2002). Seperti yang telah kita ketahui bersama, analisis laporan keuangan sangat penting untuk membedakan dan memudahkan pembaca analisis tersebut dalam melihat kinerja dari suatu perusahaan. Kali ini, penulis memilih untuk menganalisis laporan keuangan dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi dan pengelolahan bahan baku menjadi barang yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh sebab itu, PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk adalah perusahaan yang potensial untuk dianalisis laporan keuangan-nya.

Secara garis besar dalam analisis horizontal dari laporan posisi keuangan dari PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk tergambar bahwa terjadi peningkatan total aset sebesar 6.69 % dari PT. Indofood Sukses Makmur dari tahun 2014 ke tahun 2015 peningkatan tersebut dikarenakan meningkat-nya total aset lancar dan tidak lancar sebesar 4.40 % dan 8.87 % . Untuk analisis horizontal laporan laba rugi, secara umum PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk mengalami kemajuan positif, hal tersebut dapat dilihat dengan laba komprehensih mengalami peningkatan 0.03 % pada tahun 2015.

(30)

terhadap penjualan neto. Ini berarti bahwa perusahaan belum bisa mengefektifkan atau meminimumkan beban dan berdampak penurunan persentase laba komprehensif.

Dalam analisis likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk masih dapat dikategorikan dalam perusahaan yang cukup bagus. Tetapi, dalam analisis profitabilitas semua rasio profitabilitas menurun pada tahun 2015 dapat di ambil conoh rasio earning per share menurun dari semulanya 448 rupiah per lembar saham, pada tahun 2015 menjadi 338 ruiah per lembar saham, tentu ini akan membuat investor khawatir apakah PT. Indofood Sukses Makmur masih cukup dapat menghasilkan profit bagi mereka atau tidak. Dan kemudian untuk analisis likuiditas dan solvabilitas, PT. Indofood Sukses Makmur cukup likuid dalam membayar hutang jangka pendeknya dan dapat jika di likuidasi masih dapat membayar semuah hutang-hutang-nya.

Secara umum, baik analisis rasio, vertikal, dan horizontal PT. Indofood Sukses Makmur masih adalah perusahaan yang recommend bagi yang mau berinvestasi.

DAFTAR PUSTAKA

Warren, Carl S, James Reeve, and Jonathan Duchac. 2014. Accounting 25 edition. USA: South-western Cengage Learning.

Kasmir, 2008, Analisis Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.

Irawati Susan, 2005, Manajemen Keuangan, Pustaka, Bandung

Rahardjo, Budi, 2007, Keuangan dan Akuntansi, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.

http://www.myaccountingcourse.com/

(31)

LAMPIRAN PERHITUNGAN (Dalam Jutaan Rupiah)

a. Working Capital

WorkingCapital=Current AssetsCurrent Liabilities

2015: WorkingCapital=42.816 .745−25.107 .538=17.709 .207

2014: WorkingCapital=41.014 .127−22.658 .835=18.355 .292

b. Current Ratio

Current Ratio= Current Assets Current Liabilities

2015 Current Ratio=42.816.745

25.107 .538=1.705334271

2014 Current Ratio=41.014 .127

22.658.835=1.810072186

(32)

Quick Ratio= Quick Assets Current Liabilities

2015 Quick Ratio=19.283 .293

25.107 .538=0.768028032

2014 Quick Ratio=19.181 .383

22.658 .835=0.846529974

d. Account Receivable Turnover

Account Receivable Turnover= Net Sales

Average Account Receivable

2015 Account Receivable Turnover= 64.061.947

(5.116.610+4.358 .424)/2=13.52226219

2014 Account Receivable Turnover= 63.594 .452

(4.358 .424+5.267 .014)/2=13.21383027

e. Number of Days' Sales in Receivable

Number of days salesreceivable=Average Account Receivable Average Daily Sales

2015 Number of days salesreceivable=(5.116.610+4.358.424)/2

175.512,1836 =26.99252499

2014 Number of days salesreceivable=(4.358 .424+5.267 .014)/2

174.231,3753 =27.62257366

f. Inventory Turnover

Inventory Turnover= COGS Average Inventory

2015 Inventory Turnover= 46.803 .889

(7.627 .360+8.446 .349)/2=5.823657626

2014 Inventory Turnover= 46.465 .617

(8.446 .349+8.160 .539)/2=5.595945128

g. Number of Days' Sales in Inventory

(33)

2015 Number of days salesinventory=(7.627 .360+8.446 .349)/2

128.229,8329 =62.67538778

2014 Number of days salesinventory=(8.446 .349+8.160 .539)/2

127.303,0603 =65.2258004

h. Ratio of Fixed Assets to Long-term Liabilities

Ratioof¿Assets¿Longterm Liabilities= ¿Assets(net) Longterm Liabilities

2015 Ratioof¿Assets¿Longterm Liabilities=25.096 .342

23.602 .395=1.063296415

2014 Ratioof¿Assets¿Longterm Liabilities=21.982 .095

23.144 .218=0.949787761

i. Ratio of Liabilities to Stockholders' Equity

Ratioof Liabilities¿Stockholder s'Equity= Total Liabilities Total Stockholder s'Equity

2015: Ratioof Liabilities¿Stockholder s'Equity

=48.709 .933

43.121 .593=1.129594934

2014: Ratioof Liabilities¿Stockholder s'Equity

=45.803.053

40.274 .198=1.137280325

j. Number of Times Interest Charges Are Earned

NTICE=Income before income taxInterest Expense Interest Expense

2015: NTICE=4.962.084−1.534 .123

1.534 .123 =¿ 4.234475984

2014: NTICE=6.340.185−1.501.830

1.501 .830 =¿ 5.2216396

k. Ratio of Net Sales to Assets

(34)

2015: Ratioof Net Sales¿Assets= 64.061.947

(91.831.526+86.077 .251)/2=0.73578326

2014:

Ratioof Net Sales¿Assets= 63.594 .452

(86.077 .251+77.777 .940)/2=0.792927472

l. Rate Earned on Total Assets

Ratio Earned on Total Assets=Net Income+Interest Expenses AverageTotal Assets

2015: Ratio Earned on Total Assets= 3.709 .501+1.534 .123

(91.831.526+86.077 .251)/2=¿ 0.058947333

2014: Ratio Earned on Total Assets= 5.229 .489+1.501.830

(86.077 .251+77.777 .940)/2=¿ 0.083929456

m. Rate Earned on Stockholder's Equity

Rate Earned on Stockholder s'Equity Net Income Average Total Equity

2015: Rate Earned on Stockholder s'Equity 3.709.501

(43.121.593+40.274 .198)/2=¿ 0.088961348

2014:

Rate Earned on Stockholder s'Equity 5.229.489

(40.274 .198+36.884 .099)/2=0.135552214

n. Rate Earned on Common Stockholder's Equity

RECSE= Net Income+Interest Expenses Average TotalCommon Stockholders Equity

2015: RECSE= 3.709 .501+1.534 .123

(17.705.383+16.498 .079)/2=0.216907926

2014: RECSE= 5.229 .489+1.501 .830

(138.49.874+16.498.079)/2=0.34463537

(35)

Earnings per Share= Net IncomePreferred dividend Shares of Common Stock Outstanding

2015: Earnings per Share=3.709 .501−0

878.043 =338.0190017

2014: Earnings per Share=5.229 .489−0

878.043 =448.9296733

p. Price Earnings Ratio

Price Earnings Ratio=Market price perCommon Stock Earning per Share

2015: Price Earnings Ratio= 5300

338.0190017=15.6795919

(memakai market price 4 januari 2016)

2014: Price Earnings Ratio= 7450

878.043=16.59502689

(memakai market price 2 januari 2015)

q. Dividend per Share of Common Stock

Dividend per Share= Common Stock Dividends Number of Common Stock Outstanding

2015: Dividend per Share=1.734 .632

878.043 =197.5566904

2015: Dividend per Share=2.508 .522

878.043 =285.694778

r. Dividend Yield

Dividend Yield= Dividends per share Market price per stock

2015: Dividend Yield=197.5566904

5300 =0.037274847 (memakai market price 4 januari 2016)

2014: Dividend Yield=285.694778

(36)

s. Profit Margin

Profit Margin=Net Income Net Sales

2015: Profit Margin= 3.709 .501

64.061 .947 = 0.057904906

2014: Profit Margin= 5.229 .489

63.594 .452=0.082231843

t. Payout Ratio

Payout Ratio=Total Dividends Net Income

2015: Payout Ratio=1.734 .632

3.709.501=0.46761869

2014: Payout Ratio=2.508 .522

(37)

LAMPIRAN

(38)
(39)
(40)
(41)

Referensi

Dokumen terkait

aegypti hanya dapat berkembangbiak pada air yang relatif jernih, tertampung dalam suatu wadah dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah, namun demikian ingin diketahui

Katalog dasar yang dibuat mempunyai tajuk entri utama pada nama pengarang yang disebut pertama kali pada dokumen, dan mempunyai beberapa katalog tambahan, yaitu 2 (dua) katalog

Meningkatnya Angka Kematian Kasar (CDR) pada desa-desa yang mengalami kenaikan CDR dikarenakan banyak penduduk yang mempunyai struktur umur tua dan tingkat

Melalui kegiatan diskusi peserta didik dapat memiliki kemampuan mengolah informasi dan menyajikan dalam bentuk tulisan tentang proses masuk, faktor pendukung

process dan technology Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan customer relationship management melalui produk t-cash upaya membangun hubungan baik

Yang dimaksud Double Movement dalam pemikiran Fazlur Rahman adalah Upaya untuk melakukan penafsiran ayat al- Qur'an dengan ayat yang lain (al- Qur'an yufassir ba'dhuhu

Ketinggian wilayah Kecamatan Lindu berkisar 1000 m dpal, dengan luas wilayah 131.000 ha, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Republik Indonesia

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar siswa melalui