• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggambaran kehidupan remaja di masa SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penggambaran kehidupan remaja di masa SM"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Penggambaran kehidupan remaja di masa SMA yang masih kental dengan tingkah nakal, membolos, berpakaian tidak rapih, memiliki konflik dengan guru atau teman sebaya, urakan, geng motor. Dan ini menggambarkan kehidupan remaja yang liberal. Dan tontonan-tontonan yang seperti ini sudah marak di industri

pertelevisian kita, dimana remaja dijadikan sebagai objek propaganda, sekaligus objek pasar bagi para kapitalis untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Tontonan yang mengedepankan pacaran, pergaulan yang serba bebas dll, ini sangat berbahaya bagi generasi kita. Ini adalah bentuk serangan barat. Yaitu serangan lewat pemikiran. Dimana remaja kita di suguhkan dengan kehidupan yang serba bebas, hingga membuat mereka terlena dengan percintaan yang menghantarkan kepada pergaulan bebas, hamil diluar nikah, aborsi, HIV aids, maka mereka akan rusak. Sungguh kita tidak menginginkan hal ini terjadi.

Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur bagaimana tata aturan dalam berinteraksi, seperti tidak bolehnya laki-laki dan wanita berdua-duaan (khalwat) dan Wajibnya menutup aurat. Dan Islam juga menuntut peran negara agar menjaga generasi dengan menyuguhkan tontonan-tontonan yang memotivasi mereka agar menjadi generasi yang unggul, dengan tontonan-tontonan yang mendidik, dan menjauhkan atau melarang industri pertelevisian menayangkan tontonan yang mengumbar syahwat, pacaran, kenakalan remaja.

Sudah seharsnya kita menyelamatkan generasi bangsa ini dengan kembali kepada syariat Islam.

'Dilan 1990' merupakan film drama Indonesia yang baru saja rilis tahun 2018. FIlm tersebut diangkat dari novel dengan judul Dilanku 1990 karya Pidi Baiq.

Sobat, jika kalian sudah nonton film Dilan. Kalian pasti tahu dengan kalimat Dilan, yang beberapa hari ini viral dimana-mana. "Rindu itu berat. Kau takkan sanggup menahannya. Biar aku saja.. "

Kurang lebihnya begitulah ya, rayuan si Dilan. Kata-kata ini bikin meleleh apalagi buat remaja seperti kamu. Iya kamu, yang baperan.

Di film Dilan ada banyak ungkapan-ungkapan gombal yang membuat klepek-klepek penonton. Akibatnya remaja terhipnotis, terbawa nuansa bak ratu dan pangeran.

(2)

rayuan mautnya untuk kekasih dalam bingkai pacaran.

Duuh.. siapa sih yang gak suka dirayu. Siapa sih yang gak suka digombalin. Itu fitrah. Tabiatnya manusia punya gharizatun nau'. Masalahnya ini dalam ranah tidak halal. Hubungan tanpa ikatan pernikahan.

Dilan effect ini menjadikan remaja mendamba pengen jadi Milea yang selalu dihujani rayuan. Iya gak sih? Waah bahaya. Itu artinya banyak yang tengah mendamba untuk terperosok dalam jurang kegelapan cinta palsu. Cinta yang membawanya jauh dari cinta Allah. Pasalnya, Allah melarang aktifitas mendekati zina (pacaran, red).

Allah mengingatkan di dalam Surat Al Isra' ayat 32. "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji."

Nah, lho, di era sekarang ini kita musti harus bener-bener kuat. Pakai kaca mata syariat dalam menilai sekitar, terlebih apa-apa yang lagi viral or booming. Sebab, gempuran untuk menjauhkan dari ciri muslim sejati sangat masif. Oleh karena itu, cari teman yang

salih/salihah. Dalami Islam sebagai benteng menangkal arus budaya hidup liberal (bebas).

Di kisah Dilan, kalian tahu, tidak, jodoh Milea siapa? Yah, bukan Dilan. Novel ini memang sudah lawas ya, tahun 90-an. Konon kisah ini based on true story. Sekarang Dilan sudah menjalani kehidupan sendiri dengan keluarganya. Pun begitu juga dengan Milea. Dari sini kita bisa belajar, bahwa banyaknya rayuan bukan syarat untuk berjodoh.

Berbagai guyuran rangkaian kata gombal itu justru menumpuk kemaksiatan. Kalau mau berbuah pahala, mau merindu, halalilin dulu.

Tapi ya, kriteria orang yang layak dijadikan pendamping itu bukan hanya sekedar jago ngerangkai kata indah. Tapi juga harus bagus agamanya. Karena hidup ini bukan hanya untuk bersenang-senang.

Agama harus jadi pegangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Bahtera yang dinahkodai oleh mereka yang mengerti kemana ia akan berlayar. Yaitu ke surga. Kalau berjodoh di dunia dan juga akhirat, seneng kan?

Nah, kalau sekarang ada yang gombalin kalian ala-ala Dilan, katakan saja, "Yang berat itu dosa, Dilan!" :) . (sp)

Sobat, akhir-akhir ini dunia remaja sedang diramaikan film Dilan. Cerita disadur dari Novel 1990. Sebagai muslim dan muslimah cerdas, tak layak bagi kita respon cepat dan mudah ikut-ikutan. Yup, berfikir sebelum berbuat. Ini film makin membawa kedekatan pada Alloh atau justru merangsang kemaksiyatan pada Alloh?

(3)

tersebut. Cerita didominasi pacaran. Pendewaan nafsu dan maksiyat atas nama cinta.

Jika banyak yang bilang keunikan ada diromatisme Dilan. Justru disitulah rayuan maut syaitan membius iman. Kecerdasan yang ditampilkan hanya kamlufase dari kebodohan pemuda yang dangkal ajaran agama.

Sobat, jadi g' perlu kita "kepincut bin ikut-ikut arus hura-hura film roman "picisan" ini. Banyak hal yang lebih penting kita kaji. Cukuplah viralnya film ini menjadi pelajaran tersendiri. Bahwa dunia remaja saat ini masih memilukan hati. Banyak yang belum menemukan jati diri. Sehingga mudah terpesona oleh gaya hidup yang tidak Islami. Kegelapan dunia remaja ini yang harus diterangi Islam sebagai ideologi.

Sobat, pemuda idaman bukan yang ahli pacaran. Pemuda idaman bukan yang kreatif mengumbar maksiyat atas nama cinta dan sayang. Inilah jebakan syaithan. Agar pemuda Islam terlena dan lupa dunia perjuangan.

Sobat, yakinlah pemuda beriman ada yang faham tujuan mereka diciptakan. Pemuda yang dengan ikhlas dan taat pada aturan Islam. Dioptimalkan potensinya untuk mencintai Islam. Memperjuangkan Islam. Bukan meremehkan ajaran Islam, dengan gaya hidup pacaran seperti si Dilan.

Referensi

Dokumen terkait

Saat ini, terdapat celah (gap) yang belum terisi jika mengacu tujuan penentuan sasaran manfaat bantuan sosial. Jika bantuan sosial ditujukan kepada 40 persen keluarga dengan

UPTD PUSKESMAS PANUMBANGAN UPTD PUSKESMAS

Hasil pengujian dari perlakuan yang diberikan terhadap kedua bakteri uji menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan bakteri, hal ini ditunjukkan oleh perlakuan kontrol

Sudah selesai nasihat sang raja, Raja Geniyara dari Ternate, kepada kedua putrinya, perkara yang sangat baik, jika ditiru baik manfaatnya, jangan merasa orang “buda”,

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa kebijakan peningkatan mutu santri berbasis enterpreneurship adalah serangkaian kegiatan atau program yang telah dirancang

Selain penguatan, fasilitator pengembangan usaha mikro juga sesuai dengan penyokongan yaitu pemberdayaan harus mampu menyokong masyarakat agar tidak terjatuh kedalam keadaan dan

1 Palatiha n / pendidi kan singkat tentang gempa bumi dan tsunami masyara kat pesisir Desa Puger utamany a anak- anak usia Sekolah Dasar Modul Pelatihan tentang

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... 1 Lembar pengesahan ... 2 Daftar Isi ... 3 Kata Pengantar ... 4 BAB I PENDAHULUAN ... 5 1.1 Latar Belakang ... 5 1.2 Dasar