• Tidak ada hasil yang ditemukan

B1J010025 12.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "B1J010025 12."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

4

II.

TELAAH PUSTAKA

Sungai merupakan perairan yang mengalir dari bagian hulu hingga ke hilir dan merupakan suatu bentuk ekosistem akuatik yang mempunyai peran penting dalam daur hidrologi. Oleh karena itu, kondisi suatu sungai sangat berhubungan dengan karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sungai sebagai suatu ekosistem, tersusun dari komponen biotik dan abiotik dan setiap komponen tersebut membentuk suatu jalinan fungsional yang saling mempengaruhi sehingga membentuk suatu aliran energi yang dapat mendukung stabilitas ekosistem tersebut (Suwondo et al., 2004).

Pengkajian kualitas perairan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan analisis fisika dan kimia air serta analisis biologi. Faktor kimia dan fisika dapat digunakan untuk menduga kualitas lingkungan perairan (Odum, 1971). Faktor fisika yang digunakan untuk mengkaji kualitas perairan diantaranya suhu, kedalaman, kecerahan, kekeruhan, penetrasi cahaya, padatan tersuspensi dan padatan terlarut. Faktor kimia diantaranya adalah pH, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), kadar logam, dan sebagainya (Effendi, 2003).

Untuk perairan yang dinamis, analisis fisika dan kimia air kurang memberikan gambaran kualitas perairan sesungguhnya dan dapat memberikan penyimpangan-penyimpangan yang kurang menguntungkan, karena kisaran nilai-nilai peubahnya sangat dipengaruhi keadaan sesaat. Analisis biologi pada lingkungan yang dinamis, khususnya analisis struktur komunitas hewan bentos, dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi perairan (Rahman, 2009). Pengkajian faktor fisika, kimia dan biologis berupa makrozoobentos digunakan untuk mencirikan masyarakat dalam jangkauan sampling, membandingkan capaian antara berbagai pengaturan lingkungan, membandingkan perubahan dalam masyarakat dari waktu ke waktu, dan beberapa karakteristik kualitas air fisika dan kimia dengan karakteristik biologi (Cuffney et al., 1993).

Pengukuran parameter fisika dan kimia hanya dapat menggambarkan kualitas lingkungan pada waktu tertentu. Salah satu cara menentukan indikator biologi adalah dengan analisa hewan bentos. Organisme bentos adalah semua organisme yang melekat atau menetap pada dasar atau hidup di dasar endapan. Bentos meliputi organisme nabati (fitobentos) dan organisme hewani (zoobentos). Zoobentos

(2)

5

merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sessil, merayap maupun menggali lubang (Odum, 1971). Umumnya zoobentos adalah makro invertebrata yang meliputi insekta, mollusca, oligochaeta, crustacea dan nematoda (Cummins 1975 dalam Setiawan, 2008).

Hewan makrobentos adalah golongan invertebrata akuatik yang sebagian besar atau seluruh hidupnya berada di dasar perairan, sesil, atau merayap dengan ukuran lebih besar dari 1 mm. Keanekaragaman hewan bentik dapat memiliki pengaruh yang kuatpada proses pertukaran material antara kolom air pada zona bentik. Hewan bentos memiliki peran penting dalam aliran energi dan aliran nutrien melalui cara yang berbeda misalnya, menggali, menggali terowongan, mengaduk sedimen, aktif memompa air yang mengandung oksigen ke dalam sedimen, dan pengolahan berbagai jenis bahan bentik (Dodds dan Whiles, 2010).

Menurut Vyas et al. (2012) makrozoobentos memainkan peran penting dalam ekosistem perairan sebagai konsumen primer dan sekunder, serta membentuk hubungan trofik termasuk organisme yang memakannya langsung atau tidak langsung seperti ikan dan populasi burung. Hilangnya distribusi fauna makrozoobentos tercatat dihilir dan di depan titik asupan air yang menunjukkan bahwa kondisi ekologi terdegradasi dan kondisi ini dapat membahayakan dalam hal ekologi. Kelompok bentos yang hidup menetap (sessile) dan daya adaptasi bervariasi terhadap kondisi lingkungan, membuat hewan bentos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penilaian kualitas air. Kehadiran spesies toleran dan ketidak-hadiran spesies yang tidak toleran dapat digunakan sebagai petunjuk terjadinya pencemaran (Setiawan, 2008).

Perubahan terhadap struktur komunitas organisme perairan akibat pencemaran berdampak pula terhadap stabilitas ekosistem di tempat organisme perairan itu tinggal. Menurut Hawkes (1978) dalam Yusuf (2011), komunitas bentos dipengaruhi oleh 14 faktor fisika-kimia perairan, 8 diantaranya termasuk penentu kriteria kualitas perairan yaitu kesadahan, pH, bahan beracun, oksigen terlarut, suhu, kekeruhan, nutrien dan padatan tersuspensi.

Tingkat keanekaragaman bentos yang terdapat di lingkungan perairan tertentu merupakan cerminan variasi daripada toleransinya terhadap kisaran-kisaran parameter lingkungan (Yusuf, 2011). Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Astrini et al. (2014) di Muara Tapak dan Karang Anyar, Semarang, nilai rerata indeks keanekaragaman makrozoobentos berkisar antara 0,97 - 1,42 yang tergolong

(3)

6

sangat jelek atau tercemar berat karena nilai indeks keanekaragamannya < 1. Rendahnya nilai keanekaragaman jenis di daerah penelitian disebabkan karena tingginya konsentrasi bahan pencemar yang telah melewati ambang batas toleransi sehingga menyebabkan kematian pada hewan makrozoobentos. Berdasarkan kondisi fisika-kimia air, maka kualitas perairan di daerah penelitian telah tercemar. Parameter yang menyebabkan tercemarnya perairan adalah kekeruhan, DO, BOD₅, nitrat, fosfat dan amonia dikarenakan konsentrasinya telah melampui Baku Mutu Air. Hal ini membuktikan bahwa apabila terjadi perubahan kualitas air di lingkungan perairan maka akan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan sifat fisika-kimia air serta terganggunya kegiatan organisme perairan yang hidup di dalamnya termasuk makrozoobentos (Astrini et al., 2014). Hal ini juga sesuai dengan pernyataan bahwa menurunnya kualitas air dan berubahnya sifat-sifat fisika-kimia akibat pencemaran yang terjadi akan membahayakan bagi kehidupan organisme perairan terutama makrozoobentos, karena sifat hidupnya yang relatif menetap di dasar perairan (Yusuf 1994 dalam Yusuf, 2011).

Tabel 2.1 Hubungan antara beberapa parameter fisika kimia air dengan kehidupan makrozoobentos

Nybakken 1988 dalam Setiawan (2008)

Parameter Pengaruh Terhadap Makrozoobentos

Parameter Fisika

Suhu Metabolisme, pertumbuhan dan

mortalitas, migrasi

Arus Jenis dan sifat organisme

Substrat dasar Jumlah dan Jenis

Muatan tersuspensi Respirasi

Kedalaman Jumlah jenis, jumlah individu, biomassa

Parameter Kimia

Oksigen terlarut (DO) Jumlah, jenis dan mortalitas

pH Menurunkan daya tahan terhadap stress

BOD Jumlah, Jenis, komposisi jenis dan

mortalitas

Amonia-N Laju mortalitas

Gambar

Tabel 2.1 Hubungan antara beberapa parameter fisika kimia air dengan kehidupan makrozoobentos

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4

Teknologi Reactive Extraction Menggunakan Respone Surface Method (RSM)” , berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Departemen Teknik Kimia Universtas

Meliputi usaha-usaha untuk menjaga kebersihan tanah dibawah dan di sekitar bangunan dari sisa-sisa batang kayu atau potongan kayu yang bisa merupakan sumber

Siang Juragan, Alhamdulillah Hari ini Sastra Blog Bisa Update Postinggan tentang Cara Menghilangkan Blacklist SMADAV 8.9.1 + Key Pro yang pastinya udah ditunggu-tunggu oleh

ASUS OptiMem menjaga sinyal dengan menempatkan jalur memori pada lapisan PCB yang optimal, dan tata letak T-Topology memastikan ketepatan dengan jalur antar slot memori

1&#34; Membuat resume dengan bimbingan guru tentang poin!poin yang muncul dalam kegiatan pembelajaran ragam bahasa yang digunakan dalam teks debatc. #&#34;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah ada perbedaan prestasi belajar keterampilan membaca bahasa Jerman antara peserta didik kelas XI SMA Negeri

Proses monitoring dan evaluasi TI yang terjadi pada saat ini adalah hanya jika terjadi permasalahan atau perintah melakukan perbaikan atau perkembangan yang